Masa Bayi By Syaukani, Milfah, DJ

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Proses perkembangan masa jasmani dan perkembangan rohani sudah dimulai sejak anak di dalam kandungan, biasanya 9 bulan lamanya bukan dari saat lahirnya. Pada saat bayi lahir yang dapat dilakukan adalah menggerakkan bibir dan lidahnya berupa gerakan mengisap dan meludah. Bila bayi diberi susu, air yang manis dan sebagainya ia akan mengisap isa, bila ia diberi air jeruk yang masam, obat yang pahit ia akan meludah – ludah mengeluarkan benda yang tidak enak rasanya itu.

Pada saat lahirnya bayi yang satu menunjukkan perbedaan dengan bayi yang lainnya, perbedaan keadaan tubuh dan perbedaan kesanggupan. Dalam hal keadaan tubuh umpanyanya berbeda beratnya, panjangnya, rambutnya dan sebagainya. Dalam hal kesanggupan umpanya ia dapat menentang cahaya, dapat menggenggam, menangis untuk menyatakan perasaan tak senang dan sebagainya. Sedangkan bayi lain baru memperlihatkan kesanggupan semacam itu setelah ia berumur beberapa hari.
Bayi merupakan makhluk yang perlu dilindungi, semua kebutuhannya harus dipenuhi seperti yang diinginkannya, tetapi ia belum pandai menyatakan keinginannya itu. Ia hanya pandai menangis, bila ibu mendengar bayinya menangis ibulah yang pertama kali mempunyai bayi tentu merasa bingung dan tidak mengerti apa yang harus diperbuatnya.
Sebuah fenomena yang harus dipertanyakan pada zaman sekarang ini banyak sekali bayi yang menjadi sebuah korban kekerasan, sebuah makhluk ciptaan Allah yang tak berdaya upaya sangat tragis dan anarkis harus menjadi korban aborsi, kekerasan dalam rumah tangga, penculikan bayi dan lain halnya.

Makhluk yang mungil, lucu, imut, yang senantiasa didamba – dambakan kelahirannya oleh orang tua dan selalu menjadi perhatian orang banyak serta makhluk tak berdosa harus mengalami gangguan psikologi yang secara tidak langsung terjadi pada dirinya begitulah akibat berbagai macam fenomena social yang terjadi pada dirinya.

B. Perumusan Masalah
Pada makalah kami ini yang hendak dirumuskan adalah Bagaimana kita dapat mengenal bayi baik dari segi fisik maupun psikis serta bagaimana dampak yang akan terjadi terhadap bayi sebagai manusia yang suci dilahirkan ke muka bumi ini bila sudah mendapatkan perlakuan yang kurang senonoh ?

C. Tujuan
Adapun tujuan yang hendak kami capai dalam makalah ini antara lain :
1. Memenuhi tugas kelompok yang diberikan oleh dosen pembimbing yaitu Ibu Sari Narulita, Lc, M.Si pada mata kuliah Psikologi Perkembangan yang akan dipresentasikan dihadapan audiens
2. Untuk mengetahui tentang perkembangan dan pertumbuhan bayi secara terstruktur.
3. Memahami psikologi dan fisiologi pada diri si bayi
4. Mempelajari dampak yang timbul bagi bayi yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga

D. Metode
Untuk mendapatkan data maka kami menggunakan metode studi pustaka dengan mencari buku – buku yang berkaitan dengan permasalahan, melalui internet serta majalah – majalah dan lain – lain.

K ONDISI BAYI

A. Perkembangan Fisik
Sering sang ibu ingin mengetahui besar bayinya dalam kandungan pada waktu tertentu. Dibawah ini diberikan ukuran – ukuran panjang bayi pada berbagia tahap perkembangannya terhitung pada hari pertama menstruasi
8 Minggu – panjangnya satu inci
12 Minggu – panjangnya tiga inci
16 Minggu – panjangnya enam inci
20 Minggu – panjangnya sepuluh inci
24 Minggu – panjangnya dua belas inci, dan beratnya lebih ½ Kg
28 Minggu – panjangnya lima belas inci beratnya 1 Kg
32 Minggu – panjangnya enam belas inci dan beratnya 2 Kg
36 Minggu – panjangnya delapan belas inci dan beratnya 2 ½ sampai 2 ¾ Kg
40 Minggu – panjangnya dua puluh inci beratnya 3 sampai 3 ½ K
B. Perkembangan Motorik
Pada masa bayi terlihat reaksi spontan yang berulang – ulang dilakukan dan tidak terkordinir, lama kelamaan menjadi efektif, sedangkan perubahan yang bersifat massal ke gerakan – gerakan yang khusus terbatas sampai pada penggunaan jari – jari sesuai dengan fungsinya. Berbagai macam gerakan motorik pada bayi antara lain :
1. Tahapan merangkak
2. Tahapan duduk dan berjalan
3. Kegiatan bayi pada umur enam bulan
Kegiatan bayi pada umur enam bulan antara lain : tidur terlentang mengangkat kepala sebentar mendorong dengan kaki, kaki bergerak kalau dimandikan dalam bak air, mencoba merangkak kalau tidur tengkurap, dengan mata mengikuti gerak badan, bermain dengan jari –jari tangan sendiri, mencoba menangkap benda yang ada di mukanya, mendengarkan bunyi – bunyian dan mencoba untuk mencarinya sambil memalingkan kepalanya kearah datangnya bunyi tersebut.
4. Kegiatan yang dilakukan dalam priode tertentu
Kegiatan yang dilakuakn dalam periode tertentu antara lain : Merangkak ( 7- 12 bulan ), berdiri ( 9 – 12 bulan ), berjalan ( 10 – 20 bulan ), naik tangga ( 1 – 2 tahun ), turun tangga ( 3 – 4 tahun ), minum dari cangkir tanpa pertolongan ( 16 – 30 bulan ), mengunyah makanan ( 14 – 24 bulan ), makan dengan sendok tanpa kececeran ( 16 – 26 bulan ), melepaskan kaos kaki ( 12 – 18 bulan ) dan lain – lain
5. Tahapan memegang sesuatu ( bulan )

Kemampuan Bayi

Baru Lahir Menyusu Reflex Memegang Menangis

4 Minggu – Bereaksi terhadap suara Suara tenggorokan

6 Minggu Menoleh ke kanan / kiri Tersenyum spontan

6 – 10 Minggu Mendekur – dekur Monoton

3 Bln Mengangkat kepala dan bahu bila tengkurap – -

4 Bln Menguasai gerakan tangan ( dua tangan serentak ) Menaruh benda – benda Menoleh kearah suara

5 Bln Tengkurap sendiri Mencoba meraih benda jauh Mengoceh mengulang – ulang

6 Bln Duduk dengan sandaran minimal Mengambil mainan dari meja, menepuk – nepuk dan menggoyang – goyang Mengoceh berkali – kali

7 ½ Bln Duduk sendiri, mencoba merangkak Dapat makan biscuit sendiri Dapat mengucapkan suku kata tunggal

8 Bln Merangkak Memindahkan mainan ke tangan lain -

9 Bln Berdiri sambil berpegangan Menarik badan ke atas Meniru dan nada irama dari suara yang di dengar

10 Bln Berjalan sambil berpegangan Dapat menjepit dengan ibu jari Dapat mengucapkan suku kata berganda

1 Thn Menarik badan ke atas hingga berdiri dan menahan badan lagi Bertepuk tangan dapat menunjukkan keinginan tanpa menangis Perkataan : MAMA

14 Bln – Menaruh benda diatas benda lain Tambah perbendaharaan kata

15 Bln Berjalan sendiri merangkak naik tangga Minum dari cangkir -

18 Bln Lari dengan langkah kaku Menyusun menara dari balok kayu tiga buah Mempunyai perbendaharaan kata 20 perkataan

2 Thn Berjalan naik turun tangga dengan sendirian, melompat dari objek rendah Dapat menarik garis lurus dapat melepaskan kaus kaki Mempunyai perbendaharaan kata 250 dan dapat menyusun kalimat

6. Penguasaan Badan meliputi :
• Mengamati permainan
• Memutar kepala / meluruskan
• Menarik – narik selimut / baju
• Menegakkan kepala kea rah 2 belah tangan
• Mengamati permainan yang dipegang
• Dapat membalik badan dari menelungkup menjadi mengadah
• Menarik kepala kedepan
• Duduk beberapa menit
• Dapat menelungkup dair menengadah
• Merangkak

7. Penguasaan Ruang
Penguasaan ruang pada anak terbentuk melalui tiga tingkat
• Uhrraum ( ruang permulaan ). Anak – anak pada saat ini mengenal tubuhnya sendiri melalui mulut sebagai alat peraba. Sering kita melihat anak selamanya memasukkan segala sesuatu yang didapatnya ke dalam mulut sebagai satu usaha eksperimen mengenal bentuk dna sifar benda – benda itu. Periode ini berkisar umur 6 bulan
• Nahraum ( ruang dekat ). Daerah ruang yang dijelajahi anak berkisar antara ½ meter dari titik pusat kepala. Barang – barang yang berada disekitar itu diraba dengan tangan ( bukan dengan mulut lagi ). Periode ini berkisar antara 6 bulan – 1 tahun.
• Fernraum ( ruang jauh ). Ruang yang dikuasai sesuai dengan kesanggupan berjalan. Pada saat ini anak mulai mengadakan eksploirasi yang lebih luas dan periode ini berkisar umur 1 tahun.

C. Perkembangan Bahasa Anak
Anak mempunyai potensi melahirkan apa yang ada di bathinnya melalui suara. Pertumbuhan suara akan membentuk bahasa. Bahasa adalah ucapan pikiran dan perasaan manusia dengan mempergunakan alat bunyi yang teratur. Jean Piage menggolongkan bahasa anak ke dalam :
• Bahasa Egosentris adalah bahasa yang berguna untuk melahirkan keinginan dan kehendak sendiri, jadi untuk bercakap dengan diri sendiri antara lain waktu bermain sendirian
• Bahasa social adalah bahasa yang berguna untuk mengadakan hubungan dengan orang lain.
William Setrn dan Clara Setrn membagi perkembangan bahasa ke dalam :
• Masa pendahuluan ( 6 bulan – 1 tahun ) anak mengeluarkan bunyi tak sengaja, tak berarti, akhirnya mengeluarkan bunyi – bunyi tertentu. Mula – mula bunyi tunggal, tersusun, huruf hidup, mati bibir, sehingga terbentuk kata papa dan mama. Kata tersebut di ulang lalu diberi arit oleh orang dewasa melalui bimbingan perbaikan hingga mencapai sebuah bahasa.
• Masa Pertama ( 1 tahun – 1, 6 bulan ) anak sudah dapat mengucapkan sepatah kata yang merupakan kalimat pelengkap contoh : mim ( Ibu saya Minum ), Makan ( Ibu saya makan )
• Masa kedua ( 1.6 bulan – 2 tahun ) pada anak sudah timbul kesadaran bahwa semua benda mempunyai nama. Anak harus kaya bahasa danmulai bertanya Apa itu ? Mula – mula nama benda, nama pekerjaan dan sifat.

Dalam hubungan bahasa ini Karl Buhler memberikan fungsi bahasa sebagai berikut :
• Kundgabe ( berfungsi ekspressif ) yaitu melahirkan perasaan ( ausdruck )
• Auslosung ( berfungsi social ) yaitu menirukan orang lain ( appeal )
• Darstellung ( Intensional ) yaitu menyatakan apa – apa yang menarik perhatiannya.

BAYI

A. Tugas Dalam Masa Perkembangan Bayi
Masa bayi merupakan permulaan kreativitas karena kurangnya koordinasi otot dan ketidak mampuan mengendalikan lingkungan, bayi tidak mampun melakukan sesuatu yang dapat dianggap orisinal atau kreatif.
Karena pola perkembangan dapat diramalkan meskipun bayi yang berbeda mencapai hal – hal yang penting pada pola ini dalam usia yang agak berbeda dapatlah dibuat standar dari harapan – harapan social dalam bentuk tugas – tugas perkembangan. Misalnya semua bayi diharapkan belajar berjalan, memakan makanan padat, sedikit mengendalikan alat – alat pembuangan, mencapai stabilitas fisiologis yang baik ( terutama dalam irama lapar dan tidur ) mempelajari dasar – dasar berbicara dan berhubungan emosional denganm orang tua dna saudara – saudara kandung sampai derajat tertentu dan tidak sepenuhnya tersendiri seperti pada saat dilahirkan.
Perkembangan yang pesat dari susunan saraf, pengerasan tulang dan penguatan otot, memungkinkan bayi menguasai tugas – tugas perkembangan masa bayi tetapi keberhasilan bayi dalam hal ini banyak bergantung pada kesempatan yang diberikan untuk menguasai tugas tersebut dan bergantung pada bantuan serta bimbingan yang diperoleh.
Jika tugas perkembangan bayi ini dikuasai dengan baik maka bayi akan mememiliki dasar yang dibutuhkan untuk berhasil menguasai ketermapilan berbicara, keterampilan motorik dan bentuk pengendalian tubuh lainnya yang penting untuk menjadi bagian dari kelompok sebayanya yaitu salah satu tugas perkembangan yang penting dari awal masa kanak – kanak

B. Fungsi Psikologis
Masa bayi adalah masa pembentukan pola – pola psikologis fundamental untuk makan, tidur, dan buang air meskipun pembentukan kebiasaan tersebut mungkin tidak selesai pada akhir masa bayi.
 Pola Tidur
Selama tahun pertama masa bayi lama rata – rata tidur malam meningkat dari 8 ½ jam pada tiga minggu pertama hingga 10 jam pada 12 minggu pertama dan selanjutnya tetap konstan selam sisa tahun tersebut.
Selama tiga bulan pertama penurunan jumlah waktu tidur siang diimbangi oleh peningkatan jumlah waktu tidur malam. Sepanjang tahun pertama siklus bangun – tidur selam kira – kira satu jam terjadi baaik pada waktu tidur siang maupun tidur malam dengan tidur lelap hanya kira – kira 23 menit.
 Pola Makan
Sejak kelahiran hingga usia empat atau lima bula semua pola maka adalah dalam bentuk mengisap dan menelan. Oleh karena itu makanan haruslah dalam bentuk cair, mengunyah umumnya barulah muncul dalam pola perkembangan sebulan sesudah menggigit. Akan tetapi seperti menggigit, mengunyah adalah dengan cara khas bayi dan memerlukan banyak latihan sebelum menjadi sempurna.
Ketidaksukaan makan yang mulai berkembang pada tahun kedua sering merupakan akibat dari perpanjangan pola makan ala bayi. Setelah terbiasa dengan makanan cair cukup sulit bagi bayi untuk menyesuaikan diri dengan makanan yang agak keras. Hal ini menambah ketidaksukaan terhadap makanan sekalipun mereka mungkin menyukai rasanya.
 Pola Buang Air
Pengendalian ( control ) buang air besar rata – rata mulai pada usia enam bulan sedangkan pengendalian buang air kecil mulai antara usia 15 dan 16 bulan. Dalam hal buang air besar kebiasaan pengendalian terbentuk pada akhir masa bayi, meskipun sekali – kali dapat juga terjadi penyimpangan, khususnya ketika bayi lelah sakit atau secara emosional merasa senang sebaliknya pengendalian buang air kecil belumlah sempurna pada akhir masa bayi. Jarang basah ( buang air kecil ) selama siang hari dapat diharapkan untuk sebagian besar waktu kecuali bila si bayi sakit, lelah, atau tegang secara emosional. Tidak basah pada malam hari sulit diharapkan dari rata – rata anak sampai beberapa tahun berikutnya.
C. Bentuk – Bentuk Komunikasi Pra Sekolah
Dalam pola belajar berbicara biasanya terdapat empat bentuk prabicara antara lain :
• Menangis
Seperti ditunjukkan oleh Ostwald dan Pelzman “ Menangis adalah salah satu dari cara – cara pertama bayi berkomunikasi dengan dunia pada umumnya “ Meskipunn orang tidak selalu tepat menafsirkan apa yang hendak disampaikan oleh bayi tetapi tangisan menandakan bahwa bayi berusaha untuk berkomunikasi .
Selanjutnya Ostwald dan Pelzman menerangkan bahwa menangis adalah tindakan social yang pertama dari bayi Ini menandakan suatu peralihan dari pihak bayi dari diam – diam bergantung pada ibu menjadi mampu berhubungan dengan dunia luas.
• Berceloteh
Dengan berkembangnya mekanisme suara bunyi dapat mengeluarkan sejumlah bunyi, beberapa diantaranya ditahan dan akhirnya berkembang menjadi ocehan. Pada usia enam bulan sebagian besar bayi dapat menggabungkan huruf hidup tertentu dengan bunyi – bunyi huruf mati seperti ma – ma
• Isyarat
Bayi menggunakan gerakan isyarat sebagai pengganti bicara bukan sebagai pelengkap pembicaraan seperti yang dilakukan oleh kebanyakan anak yang lebih tua, remaja dan orang dewasa.
Bahkan sekalipun bayi sudah dapat mengucapkan beberapa kata banyak bayi terus menggunakan isyarat yhang dikombinasikan dengna kata – kata untuk membuat kalimat, dengan mengulurkan tangan dan tersenyum bayi dapat menyampaikan gagasan bahwa ia ingin digendong, kalau bayi mendorong piringnya dan pada saat yang bersamaan mengatakan tidak jelaslah bahwa ia mencoba menyampaikan kepaa orang lain bahwa ia tidak mau makan.
• Ungkapan Emosi
Tidak diragukan lagi prabicara yang paling efektif adalah ungkapan emosi karena tidak ada yang lebih ekspresif daripada isyarat – isyarat wajah yang oleh bayi digunakan untuk mengatakn keadaaan emosinya kepada orang lain misalnya kalau bayi merasa senang ia menenangkan badannya, melambaikan lengan dan kaki, tersenyum dan menyuarakan bunyi – bunyi seperti bentuk tertawa.
Ungkapan emosi merupakan bentuk prabicara yang bermanfaat karena dua alasan :
1. Bayi belum mempelajari pengendalian emosi maka mudahlah bagi orang lain untuk mengetahui emosi apa yang mereka alami melalui ungkapan – ungkapan wajah dan badan
2. Bayi lebih mudah mengerti orang lain melalui ungkapan wajah daripada melalui kata – kata. Kalimat “ Saya marah “ misalnya mungkin tidak banyak berarti atau tidak berarti sama sekali bagi bayi dibandingkan denan ungkapan wajah yang marah yang cepat dimengerti

D. Permulaan Penggolongan Peranan Seks
Penggolongan peranan seks atau belajar memerankan peran seks yang sebenar – benarnya dimulai sejak lahir, Bayi digolongkan sebagai laki – laki atau perempuan melalui warna selimut dan warna popok dan ia diperlakukan sebagai laki – laki atau perempuan oleh anggota – anggota yang memekankan tentang jenis kelaminnya kepada tamu – tamu yang datang menengok dan megagumi bayi yang baru lahir.

Lama sebelum tahun pertama berakhir penggolongan peran seks sudah meluas sampai pengaturan kamar bayi, pakaian – pakaian yang dikenakan – pakaian main untuk laki – laki dan gaun untuk anak perempuan – mainan mainan dan yang terpenting adalah cara bayi diperlakukan oleh orang tua dan orang – orang yang berarti dalam kehidupannya, misalnya apabila bayi perempuan menunjukkan kecenderungna sikap tergantung dalam tahun kedua hal ini cenderung lebih diperkuat daripada apabila perilaku yang sama diperlihatkan oleh anak laki – laki.

Anak laki – laki lebih banyak mengalami tekanan dalam hal menampilkan diri dan perilkau yang sesuai dengan kelompoknya dibandingkan anak perempuan. Orang tua dapat mengenakan anak perempuan dengan pakaian main anak laki – laki dengan alas an bahwa dengan pakaian main anak laki – laki degan alas an bahwa dengan pakaian itu, anak perempuan lebih bebas bergerak daripada kalau mengenakan gaun sebaliknya orang tua tidak pernah mempertimbang kan untuk mengenakan gaun pada anak laki – lakinya.

Demikian pula banyak mainan yang diberikan keoada bayi perempuan yang sebenarnya lebih tepat untuk laki – laki, seperti mesin – mesin kereta – kereta dan mobil – mobilan. Di pihak lain anak laki – laki tidak akan diberi mainan perempuan seperti boneka atau alat –alat untuk merawat boneka. Demikian pula cerita yang dibacakan kepada anak laki – laki selama tahun kedua diusahakan agar mengandung tema jantan. Kepada anak perempuan masalah tema tidak terlampaui dirisaukan.

Kalau bayi yang lebih besar dirawat di dalam pusat – pusat perawatan bayi atau dikirim ke skeolah perawatan bayi, penggolongan peran seks oleh guru – guru atau pengasuh – pengasuh lain memperkuat penggolongan peran seks yang sudah dimulai dirumah. Dengan demikian pada saat bayi memasuki awal masa kanak – kanak, dasar – dasar untuk perilaku seks yan gmenjadi petunjuk untuk perilaku seks yang baik telah ditetapkan.

E. Kebahagiaan Pada Masa Bayi
Secara normal, tahun pertama dapat dan memang merupakan salah satu masa yang paling penting bahagia dalam rentang kehidupan. Ketergantungan bayi menarik anak lain maupun pada orang dewasa. Banyak anak yang senang bermain dengannya,sedangkan orang dewasa tidak hanya inggin bermain denganya juga ingin menggendong dan menyayanginya, tetapi juga membiarkan menangis ataupun dengan perilaku lain yang mengganggunya.
Sebaliknya, pada tahun kedua hampir setiap bayi merasa kurang bahagia dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh banyak hal, seperti:
• Kesehatan yang buruk
Bayi memiliki kesehatan buruk, sementara atau kronis, tidak merasa normal sehingga cenderung rewel dan mudah marah. Dalam kondisi ini tidak mungkin bayi merasa bahagia.
• Tumbuhnya gigi
Tumbuhnya gigi menimbulkan rasa tidak enak secara berkala,adakalanya benar-benar menyebabkan rasa sakit. Bila dalam keadaan sakit atau tidak enak badan, maka bayi merasa tidak bahagia.
• Keinginan mandiri
Dengan meningkatnya pengendalian dan perkembangan terhadap tubuh, kebanyakan bayi menolak bantuan orang lain ataupun campur tangganm pada saat mereka mencoba untuk mandiri. Ketidaksenangan ini ditunjukka dengan bersikap mogok ataupun marah-marah.
• Meningkatnya kebutuhan kasih sayang
Dengan bertambahnya lamaanya waktu jaga, bayi menghendaki perhatian lebih banyak dari orang lain. Kalau oaring tua atau pengasuh tidak menanggapi malah bayi itu dihukum maka ditafsirkan bahwa ia tidak dicintai atau tidak dikehendaki.
• Kecewa dengan peran orang tua
Pada bayi memasuki tahun kedua, tidak jarang orang tua yang agak kecewa dengan peran mereka sebagai orang tua, terutama mereka yang sebelumnya sangat mengagungkan peran itu. Kekecewaan ini diungkapkan dalam kurang hangatnya hubungan dengan bayi. Perubahan sikap ini mudah dirasakan oleh bayi.
• Permulaan disiplin
Setelah bayi berusia satu tahun, banyak orang tua menganggap bahwa sudah waktunya untuk memulai disiplin. Usaha menanamkan disiplin biasanya dimulai dengan menepuk, memukul, kata-kata keras, dan ekspresi wajah marah. Setelah satu tahun hidup tanpa displin tidaklah mengherankan kalau bayi manafsirkan perubahan perilaku orang tua ini sebagai tanda tidak ada rasa kasih sayang lagi.
• Penganiayaan anak
Kalau penanaman disiplin dilakukan dengan hukuman badan yang keras, bayi mempunyai cukup alasan untuk merasakan tidak dicintai dan dikehendaki. Lebih parah lagi, ia hidup dalam ketakutan.
• Meningkatnya kebencian antarsaudara
Banyak anak yang mulanya menganggap adik bayinya sebagai “ boneka yang manis” namun sekarang menganggapnya sebagai pengganggu. Bayi cepat merasa bagaimana perasaan kakak –kakaknya dan ini membuatnya tidak bahagia kalau berada bersama mereka.
Penting diketahui bahwa tidak semua bayi mempunyai alasan untuk merasa tidak bahagia menjelang berakhirnya masa bayi dan tidak semua bayi yang mempunyai satu atau dua alasan untuk menjadi tidak bahagia benar-banar tidak bahagia. Ada saatnya mereka bahagia dan ada juga mereka tidak bahagia. Kondisi mana yang lebih kuat bergantung pada banyaknya penyebab yang menjadikan bayi tidak bahagia dan seringnya penyebab-penyebab ini terjadi. Bayi yang diabaikan atau disiksa oleh orang tuanya atau pengasuh maka peluang untuk tidak bahagia lebih banyak. Pada umumnya, banyak bayi beralasan untuk tidak berbahagia selama tahun kedua daripada tahun pertama.
F. Sebab – Sebab Umum Perubahan Dalam Hubungan Keluarga Selama Masa Bayi
• Konsep anak impian
Kalau bayi memenuhi pengertian anak impian dari orang tua dan saudara-saudaranya dalam hal penampilan dan perilaku, maka hubungan keluarga akan semakin baik, begitu juga sebaliknya.
• Tingkat ketergantungan
Kalau ketergantungan total salah satu sifat yang sangat menarik pada bayi berkurang, bayi menjadi lebih sulit dan menuntut, sehingga kurang menarik.
• Kekhawatiran orang tua
Orang tua mungkin gelisah akan mampu-tidaknya mereka menjalankan parannya atau mungkin khawatir perilaku anaknya berbeda dengan anak yang lainnya. Perasaan ini dikomunikasikan kepada bayi yang sering bereaksi dengan menjadi marah ataupun menangis.
• Cara mendidik anak
Cara mendidik anak yang lembut maupun yang keras akan mempengaruhi hubungan orang tua – anak.
• Ibu yang berkerja
Kalau ibu bekerja di luar rumah, perawatan bayi diserahkan kepada seseorang pada siapa bayi membentuk hubungan emosional yang kuat. Ibu tidak menyukai hal ini. Kalau tidak terjadi keterikatan emosi maka bayi cenderung merasa ditelantarkan dan ditolak, perasaan – perasaan yang mengakibatkan rasa benci dan hubungan orang tua – anak yang tegang.
• Ibu yang terlampau sibuk
Ibu yang terlalu banyak pekerjaan, baik karena besarnya keluarga atau karena membawa pekerjaan dari berbagai tugas di luar rumah akan cenderung tegang, gelisah, mudah marah kalau bayinya tidak berperilaku seperti yang diharapkan.
• Lahirnya adik
Kelahiran saudara baru dapat menyebabkan bayi merasa dikucilkan dan diabaikan, menjadi rewel,banyak menangis dan cenderung menunjukkan perilaku mundur yang kesemuanya ini menyusahkan keluarga.
• Hubungan dengan kakak-kakak
Saudara yang lebih tua mulai menganggap adiknya sebagai gangguan karena mereka tidak boleh rebut ketika adiknya tidur. Dan berkurangnya waktu serta perhatian ibu untuk mereka dan harus turut membantu merawatnya.
• Anggota-anggota keluarga tertentu yang lebih disukai
Sebelum ulang tahun yang pertama, banyak bayi telah menunjukkan adanya anggota keluarga tertentu yang lebih disukai, biasanya ibu atau kakak perempuan yang membantu merawatnya. Anggota lainya sering kali tidak menyukai hal ini. Jadi adanya pilih kasih dan sebaliknya memperkuat kebencian anggota –anggota keluarga yang lain.

FENOMENA BAYI

A. Diferensial Kematian Bayi
Angka kematian bayi telah dikenal luas sebagai indicator kesejahteraan social dan ekonomi masyarakat. Secara sederhana angka tersebut mengukur besarnya proporsi bayi lahir yang kemudian meninggal sebelum mencapai ulang tahunnya yang pertama. Sebagai salah satu Negara WHO Indonesia juga menggunakan angka evaluasi dan memonitor pencapaian program pembangunan kesehatan.

Tingkat kematian di Indonesia bervariasi menurut pulau, provinsi juga pengelompokkan social. Dalam mengukur perbedaan kematian menurut karakteristik tersebut perlu diingat bahwa beberapa karakteristik, misalnya tingkat pendidikan dan status ekonomi saling berhubungan satu sama lain.
Ada Beberapa diferensiasi yang menyebabkan kematian bayi antara lain :
1. Diferensial menurut provinsi
2. Diferensial menurut kota dan pedesaan
3. Diferensial menurut jenis umur ibu
4. Diferensial menurut status social – ekonomi
5. Diferensial menurut jarak kelahiran

B. Permasalahan Bayi
Fenomena social telah berkata terhadap kejadian yang nampak pada mata kita baik secara telanjang maupun dalam kasat mata yang mau tidak mau harus terjadi secara kontan dan spontan terhadap seorang manusia yang suci dilahirkan kemuka bumi ini tanpa mengenal apa, siapa dan bagaimanapun sementara ia harus merasakan implikasi – implikasi yang tidak sinergi dalam perkembangan dan pertumbuhan yang kurang baik dalam hidup dan kehidupannya.
Betapa ironis sekali telah banyaknya kejadian demi kejadian yang menimpa diri pada seorang bayi mulai dari kasus penculikan, kematian bayi yang disebabkan kekurangan gizi dan vitamin, aborsi akibat orang tua yang melakukan kesalahan sementara anak menjadi korban, pertengkaran antara orang tua sementara anak menjadi sasaran kekerasan dalam rumah tangga, ketidak inginan orang tua terhadap bayi karena menanggung aib dari pergaulan bebas sehingga tidak sedikit bayi yang dibuang dengan begitu saja. dan masih banyak lagi kasus – demi kasus yang menimpa pada bayi.
Padahal kalau kita berfikir dengan menggunakan rasio dan akal sehat maka kita harus menelaah lebih dalam terhadap kejadian tersebut, bayi juga manusia dilahirkan untuk menjadi generasi yang abadi dan haqiqi, namun bila dari kecil saja ia sudah mendapatkan perlakuan – perlakuan yang tidak baik maka memori seorang bayi lebih tajam dan akan teringat terus sepanjang masa.
Ingatlah bahwa sebagai manusia, bayi juga membutuhkan kasih sayang, kenangan terindah, memori yang baik dalam menyimpan dan mengaplikasaikan data kepada sebuah kehidupan, serta bimbingan hidup serta psikologis, pengenalan terhadap lingkungan dalam mengadaptasikan dirinya terhadap sesama manusia, serta pengenalan peran seks, pembahasanan yang lugas dan tegas terhadap pembelajaran yang sedang dicapai pada diri seorang bayi.

PENUTUP

A. Kesimpulan
Mempelajari bayi sangat penting bagi kehidupan kita karena disamping kita sebagai calon orang tua maka kita wajib untuk mengetahui siapa itu bayi. Banyak sekali pada dunia nyata ini sebagian besar orang tua yang tidak mengetahui mendidik dan memberikan pengetahuan pada seorang anaknya terutama bayi yang baru dilahirkan, ia bingung apa yang harus dilakukannya.
Dengan mempelajari Psikologi Perkembangan terutama pada bayi ini maka kita akan dapat mengenal lebih jauh bagaimana bayi itu dapat berinteraksi secara social dan individual, memainkan peranannya dalam kehidupan yang penuh dengan tantangan.
Banyak sekali dilema – dilema yang terjadi dalam kehidupan ini dampak dan implikasinya dalam kehidupan ini sehingga ia tidak dapat memerankan kehidupan yang penuh dengan dramatisir dan hiseteris ini, yang terjadi malah mereka mendapatkan tantangan dan tekanan social yang begitu menggejolak dan membara untuk kehidupan ini.

B. Saran dan Kritik
Pemakalah menyadari bahwa makalah ini jauh dari titik kesempurnaan karena banyak sekali kekurangan, kesalahan, dan kelemahan baik dari segi penulisan yang tidak sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan, penggunaan bahasa yang kurang berfariatif, bahan dan isi makalah yang kurang sesuai, kesemuanya ini disebabkan kurangnya ilmu serta wawasan dan pengetahuan yang dimiliki oleh pemakalah.
Untuk itu pemakalah sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari anomi dan audiens sekalian dan besar harapan kami kelak makalah ini dapat lebih bagus dan bermanfaat untuk generasi yang akan datang.

C.Pertanyaan
1. Kenapa setiap anak tumbuh gigiselalu disertai dengan sakit?
Jawab : Tumbuhnya gigi menimbulkan rasa sakit atau tidak enak secara berkala. Bila dalam keadaan sakit atau tidak enak, bayi cenderung mudah marah, rewel dan negativistic. Ini menyebabkan ia tidak bahagia,rasa sakit akibat tumbuh gigi dikarenakan adanya sebuah perubahan atau pergeseran saraf – saraf pada si bayi, orang dewasa saja sakit bila giginya tumbuh. Maka semua tubuh akan merasa sesuatu hal yang tidak enak, apalagi bila gigi itu sakit, karena gusi dan gigi itu tempat berkumpulnya saraf –saraf yang menyambungkan ke bagian mata, otak, tangan, kaki dan lain – lain.

2. Kenapa ada perbedaan bayi yang bisa jalan terlebih dahulu tetapi belum bisa bicara begitu pula sebaliknya?
Jawab: kelambatan berbicara seperti halnya kelambatan dalam pengendalian motorik, menjadi serius dalam masa bayi karena pada masa ini diletakkan dasar – dasar alat komunikasi yang nanti diperlukan. Kelambatan berbicara disebabkan karena beberapa hal yang paling sering adalah tingkat intelegensi yang rendah, Kurangnya perangsangan dan kelahiran kembar. Kalau orang tua tidak merangsang anak untuk berbicara maka kebanyakan bayi akan kehilangan minat untuk mencoba berbicara akibatnya bayi terlambat berbicara, begitu pula sebaliknya. Pada masa atau perkembangan bayi adalah masa perkembangan dasar.

3. Apa perbedaan bayi ASI dengan bayi meminum susu formula?
Jawab:Perbedaan bayi ASI dengan bayi meminum susu formula adalah bayi ASI diberikan selama 6 bulan atau disebut ASI ekslusif bahkan sampai 2 tahun menurut al-qur’an, menurut kedokteran bayi yang meminum ASI kekebalan tubuhnya lebih kuat dan sehat dibandingkan dengan bayi yang meminum susu formula dan pada bulan ke 7 diimbangi dengan makanan . sedangkan bayi yang meminum susu formula kurang melakukan komunikasi yang penuh kasih sayang bagi bayi dengan minum dari botol, dan kontak mata juga merupakan hal penting. Kalau dibiarkan sendirian bersama botolnya, ini merupakan tindakan dingin dan tidak menggairahkan untuk mendapatkan makanan, dan mungkin akan menyebabkan masalah perilaku di kemudian hari kalau makanannya menjadi satu-satunya sumber kegembiraan seorang bayi

4. Apa bedanya bayi dengan balita?
Jawab: dikatagorikan bayi dari 2 minggu sampai dengan 24 bulan. Sedangkan diatas 24 bulan sampai 5 tahun disebut balita, masa bayi ini sangat penting karena perkembangan kemampuan dasar yang berdasarkan stimulus.

About these ads

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Tulisan ini dipublikasikan di Psikoper. Tandai permalink.

35 Balasan ke Masa Bayi By Syaukani, Milfah, DJ

  1. pangeran kegelapan yang maniez berkata:

    aq mo bertanya kepada tante ahmad yg membahas tentang masa perkembangan bayi….. begini pertanyaan’e..
    tolong dijawab dengan ringkas,tepat dan cepat ok tante ahmad…..
    1. Bagaimana seorang bayi mengenali orang tua’e?apakah menggunakan logika or menggunakan penerawangan??
    2.saya punya kasus bahwa tetangga saya mempunyai seorang bayi yang setiap digendong seseorang selain ibunya selalu menangis padahal bayi tersebut sering diajak keluar ke tetangga sekitar rumahnya nah sebenarnya penyebabnya apa seeh dia selalu menangis dan ketika dia digendong ibunya tidak menangis????mengapa??
    tolong dijawab y pleeeezzz dunk ah……
    jika tante ahmad tidak menjawab maka akan mendapatkan hadiah seperangkat alat shalat dibayar nyicil selama 35 x bayar ^_^

  2. ratna sari berkata:

    w mo tanay neeeh ahmad
    1. Penyakit apa yg sering melanda anak bayi n bagaimana cara mencegahnya dengan baik apakah dengan anti biotik atau tidak??

  3. noor hakiki berkata:

    Aq mau tanya ni kenapa makalah lo banyak banget si bikin nggak mood baca???dari tu gw punya kasus ni?
    gini kasusnya?
    1. Bagaimana kita dapat mengenal bayi dengan baik apabila bayi kekurang zat asam yang berakibatkan dari ibunya demam tinggi.
    2. Apakah bayi yang kekurang zat asam akan merusak perkembangan motoriknya

  4. suryani lestari berkata:

    ahmad dan kawan-kawannya gw pny pertanyaan bwt lo semuanya, bgini pertanyaannya
    1.dalam makalah diatas terdapat pola tidur bayi 8 1/2 jam tiap mlm,nah gw pnya tetangga yang pnya anak bayi tapi tuh anak bayinya kalo malm bergadang sampe pagi, nah dari itu apakah bergadangnya bayi akan menyebabkan timbulnya penyakit baginya, nah kalo siang tidurnya cuma sebentar, apakah anda punya solusinya agar si bayi tidak bergadang terus khan kasian orang tuanya?

  5. rustiah aldiani berkata:

    saya mempunyai kasus anak bayi yang kelihatan lemas dan perkembangannya itu sangat lambat padahal bayi itu mengkonsumsi ASI ekstra,apakah yang menyebabkan perkembangan bayi tersebut menjadi lambat? apakah karena faktor orang tuanya yang kurang memperhatikan pola hidupnya?
    bagaimana sikap orang tua dalam menanggulangi bayi yang lahir dalam keadaan cacat, agar bayi tersebut tidak merasa dikucilkan oleh orang lain?

  6. bachti@r.n, jepen donc je suis berkata:

    ingatlah bahwa sebagai manusia, bayi juga membutuhkan kasih sayang, kenangan terindah, memori yang baik dalam menyimpan dan mengaplikasaikan data kepada sebuah kehidupan, serta bimbingan hidup serta psikologis, pengenalan terhadap lingkungan dalam mengadaptasikan dirinya terhadap sesama manusia, serta pengenalan peran seks, pembahasanan yang lugas dan tegas terhadap pembelajaran yang sedang dicapai pada diri seorang bayi.

    Dengan peryataan diatas yang telah dapaparkan oleh penyaji kelompok -II.

    Bagaimana cara menyikapi persolaan orang tua yang keadaan ekonominya lemah (khususnya Indonesia yang orang tuanya mengasuh anaknya di pinggir2 jalan) mayoritas umat Islam. Sedangkan mereka wajib untuk mendidik anaknya yang dalam proses pembentukan karakter, baik dari segi fisik dan psikis?
    Problem sosial itu akan mempengaruhi perkembanagan pola pikir dari anak tersebut setelah anak itu melalui “Masa Bayi”

  7. lidia wati berkata:

    Ada bayi berumur kira-kira 2 tahun,tetapi dia belum bisa apa-apa;belum bisa duduk sendiri,berdiri,berjalan,dan berbicara.tetapi pertumbuhan tubuhnya sama seperti bayi pada umumnya(tumbuh dengan baik).padahal pada umumnya bayi ketika bayi berumur 2 tahun itu sudah bisa melakukan hamper semua itu.kenapa dia belum bisa melakukan semua itu(minimal satu dari semua itu),apa faktor yang menyebabkannya?

  8. milfa sary berkata:

    ada anak berusia satu thn setenggah anaknya aktif,segala pertumbuhannya berkembang sangat pesat,bahkan anak ini sudah bisa jalan,tumbuh gigi,bisa bicara,dan cepat nakap apa yang dia lihat,tapi si anak dari dia berumur 6 bulan pada saat di kasih makan pendamping dia menolak, bahkan dia memberontak dengan cara menanggis,samapai usianya seperti sekarang ibi pun dia begitu bila di beri kan makanan berupa nasi.apa yang salah ya dengan si anak ini?

  9. dijah berkata:

    aq punya 2 keponakan nih, yang ghede dari bayi ampe sekarang minumnya susu formula tapi adenya minum ASI. dilihat dari perkembanganbya sang kakak dekat kepada ayahnya daripada ibunya?jadi minum susu merupakan salah satu cara komunikasi dan kontak mata seorang ibu dengan anaknya, jika bayi minum susu formula yang dibiarkan sendirian dengan botolnya ini merupakan tindakan dingin dan juga salah satu sebab ketidakbahagian bayi

  10. buat nte smua yang ngebahas tentang perkembangan bayi aye mo tanya nich!
    aye punya keponakan yang sekarang umurnya kalo g salah kurang lebih 2 tahunan githu, jenis kelamin laki-laki, fisiknya sangat lemah, jadi perkembanganya sangat lambat karena terhambat oleh penyakit. banyak orang mengatakan bahwa semasa dia bayi tidak diurut (pijat) terlebih dahulu supaya dia kuat ketika besar, ibunya mengakui bahwa ketika bayi memang dia tidak diurut (pijat). apakah benar kekuatan bayi harus distimulus dengan pijatan ketika bayi???

    dan benar atau tidak kalau anak pernah terkena penyakit stip besarnya akan menjadi idiot???

    thanks for all!!!!

  11. achmad syaukani berkata:

    Untuk pertanyaan hari jawabannya adalah menurut saya bayi mengenal orang tuanya itu bukanlah berdasarkan logika ataupun penerawangan melainkan ia mengenali ortunya adalah dengan menggunakan instink yang distimulus oleh responnya.
    bicara masalah menangis atau tidak pada diri seorang bayi terutama saat digendong orang lain sebenarnya ia itu keseringan digendong oleh ibunya meskipun ia sering dibawa dikeluar tetapi ketika itupula ia tidak pernah digendong oleh orang lain sehingga ia tidak dapat mengenali orang tersebut, atau dengan kata lain instinknya untuk mengenali orang tersebut belum terespon dengan baik.
    jawaban pertanyaan ratna sari
    sebenarnya pada bayi itu kebanyakan menderita penyakit panas dan muntaber tetapi tidak semua bayi mengalami hal tersebut, menurut saya sebaiknya bayi tersebut dibawa ke rumah sakit atau puskesmas untuk diperiksa kesehatannya bila sakit,dan dokter nantinya akan memberikan resep apakah perlu dengan antibiotik, tetapi menurut saya bila perlu diberikan ya berikan saja antibiotiknya meskipun dengan antibiotik itu anti bodi kita semakin melemah, sebenarnya sakit pada bayi itu pada dasarnya adalah antibodi yang tidak stabil, pola makan yang tidak baik, serta faktor psikologis bayi dalam artian kondisi sekitar yang mempengaruhi kondisi tubuh si bayi.

  12. achmad syaukani berkata:

    jawaban untuk pertanyaan noerhaqiqi
    sebenarnya bukan makalahnya yang banyak bikin lu malas baca tapi pada diri lu aja g pernah punya kemauan untuk membaca kalau memang serius untuk menggali pengetahuan pasti lo baca.sebenarnya kamu tahu ga apa sih zat asam itu, kalo lu ga tau ngapain nanya tentang zat asam, ni gw jelasin sebenarnya zat asam itu menetralisir kondisi tubuh kita apabila seorang manusia kekurangan zat asam akan menyebabkan sakit apalagi bila zat asamnya naik maka akan mengalami penyakit maag dan types, yang jelas untuk mengenali bayi dengan baik bila kekurangan zat asam maka kondisi tubuh bayi tersebut mengalami kepucatan bisa jadi juga menyebabkan muntah, panas tinggi dan berakibat juga pada diri si bayi terkena penyakit kuning atau hepatitis, sangat jelas apabila bayi tersebut kekurangan zat asam maka akan mengganggu perkembangan saraf motorik bisa jadi mengalami intelegensi yang lemah. Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi dokter anak dan kandungan.mudah – mudahan anda puas dengan jawaban dokter ahmad.

  13. achmad syaukani berkata:

    jawaban untuk pertanyaan rustiah aldiani
    tidak semua bayi yang mengkonsumsi ASI maupun ASI ekstra itu perkembangannya sangat cepat tetapi yang perlu diketahui disini adalah pada diri si bayi yang mengalami perkembangannya bisa jadi disebabkan oleh orang tuanya juga yang kurang memperhatikan asupan makanan bagi bayi atau faktor psikologis lainnya yang tidak sama sekali mengharapkan kehadiran si bayi akibat “kecelakaan” adanya faktor tidak ingin punya anak terlebih dahulu dan lebih mengutamakan karier, atau juga faktor psikologis lainnya, menghadapi bayi yang lahir dalam keadaan cacat yang pertama kita harus membersarkannya dengan penuh rasa tanggung jawab melalui pemberian makanan yang 4 sehat 5 sempurna dari mulai bayi sampai akhir hayatnya, kita harus bersyukur atas karunia yang ALlah berikan berupa seorang anak meskipun terlahirkan dalam keadaan cacat, ketika akan menginjak dewasa hal yang terpenting adalah meyakinkan pada dirinya bahwa ia bisa melakukan segala hal jika ia mau melakukannya

  14. achmad syaukani berkata:

    jawaban dari pertanyaan bakhtiar
    sesungguhnya memang sangat betul dari apa yang telah anda paparkan dari kutipan makalah kami tetapi menyikapi permasalahan perekonomian yang sangat lemah untuk kemajuan si bayi, maka yang terpenting adalah yang namanya orang tua haruslah berusaha dengan semaksimal mungkin dalam membesarkan dan memberikan pendidikan untuk perkembangan si anak, pada dasarnya semua yang anda kutip dalam makalah kami itu adalah tergantung dari pihak orang tua dalam mengembangkan dan memperkenalkan dunia, menjelaskan peranan seks dan lain halnya tidak semuanya pada paparan diatas harus dengan dana, dan tidak ada di dunia ini yang akan mencelakakan anaknya bahkan ia menginginkan anaknya menjadi lebih baik dari orang tuanya dalam segala halnya.
    jawaban untuk pertanyaan lidia
    bila kita melihat kondisi yang sedemikian rupa pada diri bayi ketika sudah usia 2 tahun belum bisa apa – apa dalam artian berdiri, duduk. bicara dan berjalan sebenarnya ada sedikit gangguan pada diri bayi yang kemungkinan pada diri bayi mengalami suatu penyakit yang harus diperiksakan ke dokter atau orang tuanya tidak pernah mau mengajarkannya atau mendidiknya, tetapi selama saya ketahui belum pernah ada hal sedemikian rupa terjadi, dan saya bertanya balik dari mana dan di mana anda temui kasus tersebut apakah kasus tersebut benar atau fiktif belaka.

  15. achmad syaukani berkata:

    jawaban untuk pertanyaan eef pada dasarnya masalah pada bayi tidak dipijat sama sekali pada saat besar akan lemah, menurut saya semuanya itu hanyalah mitos saja atau anggapan rasa takut orang tua terhadap anaknya, sebenarnya urut itu hanya untuk memperlancarkan peredaran darah saja tolong diteliti lebih lanjut pertanyaan anda itu berdasarkan tinjauan ilmiah sebelum bertanya.
    jawaban untuk pertanyaan suryani lestari kemungkinan bayi yang kurang tidur itu disebabkan faktor kondisi lingkungan sekitar bisa jadi daerahnya panas ataupun dingin yang menyebabkan bayi kurang tidur sebab perasaan bayi tidak pernah bisa diungkapkan dengan kata – kata. tidak semua bayi yang tidur kurang tidur akan sakit, solusi bagi bayi yang kurang tidur adalah ketika siang ia diberi pelajaran oleh ibunya seperti berjalan, berbicara atau bermain dengan teman sebayanya sehingga pada malam hari ia merasa lelah dan dapat tidur dengan secukupnya.

  16. achmad syaukani berkata:

    hasil observasi saya terhadap bayi
    tetangga saya mempunyai seorang bayi dan bayi tersebut berkelamin perempuan dia sering dimanjakan ketika diluar rumah baik ada tukang mainan lewat atau tukang makanan lewat sehingga orang tuanya harus melayani anak tersebut extra, ketika beberapa bulan kemudian saya melihat anak tersebut sudah berubah melainkan tidak manja dan merepotkan orang tuanya dan saya bertanya pada orang tuanya bagaimana merubah anak tersebut ternyata hanya dengan pendekatan hati dan sering diajak menonton film kartun yang bersifat pendidikan sehingga anak tersebut sering mempraktekkan apa yang dilihatnya tersebut dan sekarang ia berubah.

  17. eef M berkata:

    Nama: Eef Musyarofah
    Nama Objek: Lala
    Usia: 6 tahun

    lala berkembang dengan cepat, mulai berbicara, berjalan, dan tumbuh gigi berkembang normal seperti semua pada bayi umumnya. perkembangan nya makin hari-makin bertambah dia sering mengikuti apa yang dia lihat, dari mulai ucapan dan perbuatan. ketika dia sudah mulai masuk taman kanak-kanak sifat pemalunya mulai terlihat apalagi dia malu untuk mengungkapkan kemauannya. dengan lawan jenis pun dia mulai merasa malu. dalam hal akademik dia sangat susah untuk diajak belajar, tapi membaca, menulis,menghitung di langsung bisa melakukannya tanpa kita sadari. bisa dikatakan dia lebih baik otodidak dan tidak dipaksakan daripada diingatkan untuk belajar. dia memang cerdas mudah menghapal dan menangkap sesuatu yang baru dia dapatkan. tapi sifat pemalunya yang sulit untuk mengajaknya mengikuti perlombaan.

    apakah sifat pemalu bisa dihilangkan?

  18. Rurie berkata:

    ada gak seh, perbedaan bayi yang diasuh oleh neneknya dengan baby yang diasuh baby sitter, selain hubungan kedekatan. soalnya, kk saya mw nyari baby sister tapi ragu-ragu, karena orangtuanya berkerja???

  19. solichah berkata:

    nama: soichah
    objek:Azmi
    umur: 1,5 tahun
    anak ini secara fisik normal. secara psikologi pun jika tidak diperhatkan dengan seksama terlihat normal. namun jka kita telaah ternyata anak ini memiliki kematagan emosi yang mengagumkan layaknya orang dewasa. misalnya da sudah mampu mencerna perilaku yang baik dan buruk yang dpertontonkan orang yang ada di sektarnya. si anak akan bereaksi negatf terhadap orang yang melakukan tindakan tdak terpuji (berkelahi dengan teman) di hadapannya. sebaliknya ia akan berperlaku positf terhadap orang yang berperilaku baik dihadapannya. menurut pandangan pemakalah kasus anak tersebut tergolong normal atau tdak dilhat dari sisi psikologis dan umur anak?

  20. siti annisah berkata:

    observasi…..
    bayi berumur 22 bulan mudah sekali terserang penyakit karena usia seperti ni sangat rentan sekali dengan penyakit2 yang menyerang baik dari luar ataupun dari makanan.
    bayi berumur 22 bulan ini,sebenarnya murni hanya mengkonsumsi asi ibu dan tidak ditambahkan dengan susu formula tapi sering sekali terserang penyakit seperti diare atau demam. setelah beberapa kali diperiksa oleh dokter, ternyata datang’e penyakit ini berasal dari sang ibu itu sendiri. karena ibu mengkonsumsi dari makanan dengan smebarang.
    hal ini sangat mempengaruhi kesehatan tubuh si anak karena air susu ibu yang tidak baik akibat si ibu mengkonsumsi dengan sembarang.

  21. nunik halimah berkata:

    ada seorang bayi, kakak beradik dan jenis kelaminnya laki2 yang pertama diberi asi oleh ibunya selama ibunya selama 12 bulan, dan adiknya tidak diberi asi dari lahir samapi berusia 12 bulan, tetapi keadaan si kaka yg diberi asi oleh ibu’e dia kuat tidak pernah sakit tetapi pertumbuhan badan dia kecil, dan adiknya yg tidak diberi asi dia sering sakit tetapipertumbuhan badanya sangat subur atau gemuk

  22. Ruri berkata:

    Nama Objek : Muhammad Zidan Zahir Zhafir.
    Usia : Empat Bulan
    Kasus :

    Prolog
    Zidan, biasanya orang tuanya memanggilnya. Merupakan keponakan saya yang pertama. (Beruntung, ketika saya diberi tugas. Saya sudah mempunyai keponakan. Terima kasih Bu ).

    Permasalahannya adalah…,
    Ketika liburan lebaran yang kemarin…, Zidan selalu diberi ASI.
    Namanya juga liburan, pasti berakhir. 2 hari sebelum masuk kuliah, Zidan diberi susu Formula, tapi dia memuntahkannya. Binggung…! Karena ibunya adalah wanita karier !
    Bagaimana jika kondisi ini berlanjut sampai kerja???

    Namun, kami tak pantang menyerah. Bak pejuang yang harus melangsungkan kehidupannya, Usaha pemberian susu formula terus berlanjut, sampai semalam sebelum saya masuk kuliah terus digencarkan… Tapi.., lagi-lagi zidan me-le-peh-kannya. Hiks 

    Hingga tahu akar permasalahannya adalah: Zidan terbiasa dengan susu ASI.

    Menyelesaian terhadap kasus tersebut
    Zidan diberi Susu formula pada saat zidan benar-benar haus. Kalau belum nangis, kami tidak memberinya susu. Menangis membutuhkan energi, maka dia akan benar-benar melahap susu formula tersebut hingga habis. Dan kebiasaan ini (memberi susu formula) terus berlanjut sampai seminggu ini.

  23. Ratnasari berkata:

    saya mempunyai keponakan berumur 2 tahun,dia punya kebiasaan mengemut jempol tangannya di setiap mau tidur atau sedang tidak ada kerjaan(SENDIRIAN).tapi sekarang dia sudah meninggalkan kebiasaanya itu karena setiap dia mau tidur selalu di kasih susu botol dan ketika sedang sendirian di beri mainan sehingga tidak terfokus dengan jempolnya.jadi apabila anak mempunyai kebiasaan mengemut jempol solusinya harus di berikan aktivitas agar lupa dengan kebiasaannya.

  24. nurul huda sofiati (4715051952) berkata:

    Nama objek : Daffa Fillah hayadi
    usia : 4 bulan

    Daffa adik sepupuku yang lucu, usianya baru 4 bulan. ia terbiasa dengan udara tropis di jakarta. ketika di bawa oleh ibunya ketika kami tamasya di daerah puncak, kulitnya yang halus menjadi kemerahan, awalnya kami panik, karena ia terus menangis. setelah diamati ternyata ia alergi terhadap udara dingin. kami pun memberinya bedak dan salep khusus dan Alhamdulillah kemerahan yang ada memudar perlahan. ternyata daffa alergi terhadap udara dingin dan kami hati-hati terhadap hal itu.hal itu merupakan pengalaman yang membuatku memahami bahwa setiap orang itu berbeda dan cara penanganannya pun berbeda.hanya ini yang bisa saya berikan mengenai kasus yang tarjadi pada bayi. Daffa adik sepupuku sayang moga kamu tetap sehat.

  25. Diki Arta Damiki (4715051964) berkata:

    Nama : Anita Safitri
    Usia : 1 thn 5 bln

    Studi kasus ini saya angkat dari sepupu saya yang tahun lalu lahir,masalahnya adalah anak ini sulit sekali makan, setelah saya amati lebih jauh, menurut Ibunya, ternyata, sejak usianya 5 bulan, bayi ini tidak memperoleh ASI lagi karena payudara si Ibu kering. saya menjadi tertarik untuk menanyakan apakah sulitnya anak ini makan dapat disebabkan karena terlalu seringnya bayi ini mengkonsumsi susu? akibat si Ibu tidak mampu lagi memberinya ASI? Padahal, di sisi lain, asupan gizi si anak terbilang cukup, meskipun hanya mengkonsumsi kurang lebih 5 botol susu atau lebih setiap harinya, namun berat dan tinggi anak ini terbilang kurang normal, tapi secara psykis perkembangannya normal. Bayi ini sering ditinggal kerja oleh kedua orangtuanya, dan pengasuhannya diserahkan kepada Neneknya. Ketika si bayi ini bertemu dengan Ibunya, bayi ini menjadi rewel dan sangat manja sekali, tidak ingin lepas dari pelukan Ibunya, kemungkinan hal ini terjadi karena kurangnya kasih sayang dan perhatian dari Orangtuanya. Melihat gejala ini, menurut saya, untuk anak usia 0 sampai 2 tahun pengasuhan sebaiknya diserahkan mutlak menjadi tanggung jawab penuh kedua orangtuanya agar proses pembentukan kemampuan dasar si bayi berkembang dengan sempurna.

  26. ninik dwi handayani berkata:

    subyek: yoga
    umur: 1,6 tahun

    Tetangga saya yang bernama yoga sampai sekarang dia belum bisa berjalan dan kalau saya lihat pada perkembangannya dia memang agak lambat baik itu berjalan,duduk,bicara dan makan. pada usia 11 bulan,15 bulan, 16 bulan sudah bisa merembet-rembet. Apakah pada perkembangannya agak Lambat atau apakah dia normal?dan apakah menurut orang yang katannya dapat mempegaruhi kecerdasannya?

    PERMASALAHANNYA adalah yang saya ketahui ternyata anak ini, mempunyai penyakitparu-paru yang di derita pada umur 9 bulan. pada Anak ini perkembangannya bila di lihat mengalami keterlambatan Motorik.
    Seharusnya bayi pada umur 6-7 bulan sudah di biasakan makan yang bertujuan memberi makan bukan hanya memberi Asupan Gizi tetapi juga membiasakan pola makan.
    Tentang anak yang cepat merangkak, berbicara dan berjalan belum tentu tingkat kecerdasannya tinggi. Jika Anak belum bisa di ajak berbicara, berjalan, dan duduk cobalah di biasakan melalui motorik halusnya baru motorik kasar.

  27. ninik dwi handayani berkata:

    HANYA TAMBAHAN SAJA

    TENTANG MASALAH BAYI YANG PERLU DI PERLIHATKAN BAGI SEORANG IBU:

    Tidur bukan hanya sekedar Istirahat, tapi juga mengoptimalkan perkembangan tubuh. Pada umumnya bayi yang baru lahir memang terbiasa tidur. karena sangat bermanfaat bagi tumbuh kembangnya bayi. pertama adalah untuk memberikan kesempatan mengistirahatkan tubuh.kedua, untuk meningkatkan metabolisme yaitu proses pengelolaan pangan menjadi Energi. saat tidur itulah pertumbuhan fisik bayi akan terpacu.

  28. sinorita_izzaty berkata:

    wah..wah…wah…saya sebagai mahasiswa IAI bangga bgt punya temen2 yg kritis dan peka terhadap porblema yang terjadi di masyarakat. khususnya si bayi yg berumur 2 mg-2tahun…banyak yg b’tanya banyak jg yang m’beri masukan.
    ##saya punya komentar untuk kasus yg dikemukakan lidya;
    Dalam dunia medis/kedokteran ada istilah DELAY DEVELOPMENT (perkembangan lambat) pada anak-anak khususnya bayi. contohnya banyak terjadi berhubungan dengan syaraf motorik anak seperti lambat tengkurap, berjalan, berbicara, dll. Ada 3 faktor yg memungkinkan bayi sperti itu: 1)Prenatal, sebelum masa hamil kemungkinan si Ibu sering mengkonsumsi alkohol, rokok, psikotropika, ataupun minum obat dengan dosis tinggi ketika dia sakit. 2)Neonatal, ketika bayi dilahirkan kadar/ukuran Bilirubin bayi tinggi sehingga menyebabkan bayi terkena sakit kuning. 3)Post natal, ketika bayi berusia lebih dari 2 minggu, bayi mengalami kejang-kejang, panas tinggi, atau stip. Nah, jika salah satu dari 3 faktor ini tejadi, besar kemungkinan bayi mengalami perkembangan yg lambat.
    Tiga faktor diatas selain menyebabkan delay development juga bisa menyebabkan bayi mengalami CEREBRAL PALFY (CP)”otak tidak matang”. CP menyebabkan adanya kekakuan di organ gerak (c/ tangan, kaki, dll). CP juga dapat menyebabkan bayi mengalami penyakit HYDRO CEPALUS (kepala membesar).
    ##komentar u/ Bahtiar:
    Tiar,,kewajiban untuk mengenyam pendidikan tidak hanya untuk “si kaya” atau “si miskin” tapi untuk semua. Pendidikan juga tidak hanya harus dilaksanakan di sekolah tapi disemua tempat baik di jalan, di warung, dimana saja. Untuk kasus diatas, nampaknya kesadaran setiap individu (orangtua) mempunyai peran yang sangat penting. orang yg mempunyai kesadaran tinggi walaupun ia berasal dari keluarga dengan status sosial apapun pasti mampu untuk mengadakan pendidikan dan mencurahkan kasih sayang untuk anak-anaknya. Namun, sekali lagi, sangat disayangkan. orang-orang seperti kasus diatas walaupun tidak semua lebih mementingkan perut dibandingkan pendidikan. Bagi mereka “bagaimana caranya supaya hari ini bisa hidup dan makan…itu saja..” Maka tugas kita semua untuk mengubah imej tersebut dan mengkonstruksi kesadaran semua. Tapi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan bukan???
    ***Oia Miss. Sari dan teman2 semua, saya punya 2 kasus yang mungkin bisa dikomentari oleh semua;
    Pertama, tetangga saya punya anak berumur 1,5 tahun (sebut saja namanya Mira). Ia mempunyai rambut yg sangat sedikit dan tippiiiiss sekali. Ketika saya bertanya pada neneknya, ia menjawab “Dulu bapaknye waktu masih bayi juga kaye begitu, rambutnye jarang numbuh..pokoknye percis banget dah…” si Nenek juga bilang “kata orang dulu seh, mungkin emaknye pas lagi hamil jarang makan bubur kacang ijo kalee, jadi rambutnye cuman dikit dagh..” He he he,,saya hanya tertawa tapi saya berpikir mungkin juga rambut Mira tipis dan sedikit karena faktor genetis yang dibawanya dari orang tua sejak ia lahir tapi bukan karena kurang mengkonsumsi kacang hijau seperti yg diceritakan neneknya Mira. Kalo menurut temen2 gimana???
    Kedua, Ghina (nama samaran) berusia 11 bulan, ia adalah “si hitam manis” yg punya lesung pipit di pipinya. tapi ketika saya mencermati terdapat warna kulit yg berbeda di wajahnya khususnya di sekitar hidung, kulitnya berwarna agak keputih-putihan. Menurut saya itu bisa jadi karena faktor genetis atau karena pigmentasi kulit yg belum/tidak rata. nanti seiring dengan pertumbuhan usianya lama kelamaan pigmentasi kulit akan rata dan tidak ada lagi dua warna dalam satu wajah. Kawan-kawan da yg punya pendapat???

  29. ariel berkata:

    saya sihc g mau nanggapin

    saya mo komentar masalah banyaknya orang yang berpersefsi bahwa kita itu islam karena ortu kita islam padahal sebelum kita dikandung ma ibu kita pun kita sudah menyatakan beriman kepada Allah
    itu artinya kita islam bukan karena kedua ortu kita isalam tapi karena hidayah Zat Yang Maha Pemberi Hidayah

  30. milfa sary berkata:

    sepupu saya berumur 1,9 thn, daya tahan tubuhnya lemah sekali,dari dia berumur 3 bulan,tapi anak ini dalam masa perkembangan badannya bisa di bilang lebih cepat dari bayi yang jarang sakit.lalu orang tuanya berkonsultasi pada dokter anak apa penyebaba si anak gampang sakit? dokter menjawab karena ibu terlalu dini memeberikan makanan pendamping buat si anak,memang sepupu saya ini dari dia berusia 2 bulan sudah di beri bubur yang di haluskan, padahal bayi seumur dia belum boleh di beri makanan pendamping sedangkan percernaan si bayi ini belum bisa menerima,memang setiap di kasih bubur tersebut dia selalu menangis tapi di makan juga,di makannya bubur itu karena dia lapar,menangisnya anak itu dia merasa sakit.dan dampaknya sekarang si anak gampang sakit,karena dia enggan makan.dan sepupu saya bisa perkembangannya bisa di bilang cepat karena si bayi masih meminun asi walau dia jarang mau makan.

  31. milfa sary berkata:

    saya mau menanggapi masalah’a izaty yang kasus mira,klo dari pengalaman yang saya lihat pada sepupu saya yang sama memiliki rambut sedikit,bukan dari masalah kurang makan kacang hijau,malah ada juga omongan bahwa klo lagi hamil jangan sering2 makan cabe tar si anak rambutnya sedikit,bertambahnya usia si anak rambut juga akan tumbuh banyak,apalagi klo si anak rambutnya sering di potong kemungkinan akan cepat banyak rambutnya,dan si ibu juga bisa membantu dengan cara memberikan lidah buaya pada si anak,dan bisa juga di keramasin dengan santan.hal ini juga bisa membuat rambut tebal dan tampak hitam,bila malas memberikannya berarti si ibu bisa membeli sam[o untuk si anak yang menggandung lidaj buaya.o.. ya klo masalah genetis bisa juga terjadi, tapi rambut tipsi pada anak bisa berubah dengan bertumbuhnya si anak.
    klo menurut saya bisa jadi karna pigmentasi,karena kulit anak bisa berubah dengan bertambahnya umur si anak, seperti halnya gigi setiap manusia pasti awalnya memiliki gigi susu semua,dengan bertambahnya usia gigi susu itu berganti dengan gigi dewasa begitu pun kulit pada masa kanak2,bisa jadi masa kanak2 di altif bermain di luar dan panas2 sehingga kulit si anak menjadi hitam,tapi bila si anak tumbuh dewasa dia akan mikir dan berusaha merawatnya.

  32. sofaunnida berkata:

    nama:shofaunnida
    nama objek:rizki
    umur:8
    bu,saya punya kasus bagaimana ketika seorang anak masih dlm usia 7thn.dia sangat aktif dan suka berekspolrasi terhadap dirinya dan teman-temanya.tapi ketika dia beranjak umur 8 thn sikapnya berubah menjadi pendiam,pemalu,dan tertutup.pertanyaan saya apakah ketika usianya bertambah sikapnyapun ikut berubah????????????padahal ortunye selalu mengawasi dan membimbing seperti biasa ketika dia berumur 7 thn

  33. djuhairiah berkata:

    objek : fikri

    saya mempunyai keponakan berusia 4 thun sampai dengan umur 3,5 tahun ia masih menyusu (ASI) padahal seperti kita ketahui pemberiaan asi diatas 2 tahun akan mempengaruhi perkembangan otak anak oleh karena itu orang tuanya berusaha memberikan susu pengganti pemberian asi dengan menggunakan botol susu emang pada awalnya anak tidak mnrima tetapi karena membiasakan dan selalu memberi susu tersebut akhirnya anak tersebut menerimanya, bahkan tidak lama kemudian sianak minum susu menggunakan gelas jadi pemberian ASI kepada anak diatas 2 tahun tidak baik oleh karena itu haruzz dibiasakan dengan memberikan susu pengganti.

  34. dinillah berkata:

    Kasus bayi 2 minggu-2 tahun
    Ada sebuah kisah tentang seorang anak yang berusia 2 minngu sampai 2 tahun, si anak pada berusia 2 minggu dirawat dan diasuh oelh orang tuanya, tetapi setelah sianak berusia 2 tahun, si anak dititipkan dan diasuh oleh pembantunya, karena si orang tuanya ini sibuk dengan pekerjaannya masing-masing,sampai akhirnya pekembangan si anak ini kurang mendukung dan sangat beda sekali,karena perkembangannya hanya diarahkan oleh si pembantunya,dan sianak tidak bisa main keluar rumah karena si anak takut dengan anak yang sama dengan seusianya.
    Solusinya :
    anak yang baru berusia 2minggu sampai 2 tahun ini adalha masa pembentukan masa kondisi ynag baik,jika si anak ini tidak di bentuk oleh orang tuanya maka si anak tidak akan bertumbuh dengan baik dan sempurna

  35. kerudung putih berkata:

    assalamualaikum, salam kenal sebelumnya….!!
    saya ada tugas kuliah untuk observasi&wawancara tentang perkembangan pada masa bayi, bisa bantu saya untuk memberi masukan tentang judul yang akan kami bahas beserta sistematika pembahasannya? terimakasih….:)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s