Awal Masa Kanak-kanak

By Fitri, Rahma & Lia

PEMBAHASAN

Awal Masa Kanak – Kanak

Masa ini berlangsung mulai dari umur 2 tahun sampai 6 tahun. Pada masa ini pun peranan ibu kini beralih dari perpanjangan evolusi alamiah kekuatan budaya. Tugas ibu kini adalah mendorong pola – pola kelakuan yang memungkinkan anak mengambil tempat dalam masyarakat manusia. Masa ini pun kita akan melihat bagaimana bayi yang sebelumnya sangat tergantung penuh pada sang ibu, kini mereka harus berusaha bergerak untuk melepaskan kemandiriannya secara perlahan – lahan, tetapi tidak dipungkiri seorang ibu akan selalu membantunya walaupun tidak secara penuh.

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan dengan masalah perubahan dalam ukuran fisik seseorang. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan (skill) fungsi organ atau individu. Kedua proses ini terjadi secara sinkron pada setiap individu.
Proses tumbuh kembang seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling terkait, yaitu: faktor genetik / keturunan, lingkungan bio-fisiko-psiko-sosial dan perilaku. Proses ini bersifat individual dan unik sehingga memberikan hasil akhir yang berbeda dan ciri tersendiri pada setiap anak. Ada beberapa faktor yang mempegaruhi pertumbuhan anak :

1. Faktor heredo konstitusional ; tergantung ras, genetic, jenis kelamin dan kelainan bawaan

2. Faktor hormonal ; insulin , tiroid, hormon sex dan steroid.

3. Faktor lingkungan selama dan sesudah lahir: gizi, trauma, sosio – ekonomi, iklim, aktivitas fisik, penyakit, dll.

Setiap anak memiliki perkembangan mental dan fisik yang berbeda-beda. Bahkan, di dalam satu keluarga, perbedaan perkembangan tersebut bisa amat ekstrem. Misalnya, si kakak pandai bergaul sementara adiknya luar biasa pemalu. Perkembangan yang optimal sangat dipengaruhi oleh peranan lingkungan dan interaksi antara anak dan orang tua / orang dewasa lainnya. Interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangan, bahkan sejak bayi dalam kandungan. Adapun Kebutuhan dasar seorang anak adalah :

1. ASUH ( kebutuhan biomedis)

Menyangkut asupan gizi anak selama dalam kandungan dan sesudahnya, kebutuhan akan tempat tinggal, pakaian yang layak dan aman , perawatan kesehatan dini berupa imunisasi dan deteksi dan intervensi dini akan timbulnya gejala penyakit.

2. ASIH ( kebutuhan emosional)

Penting menimbulkan rasa aman (emotional security) dengan kontak fisik dan psikis sedini mungkin dengan ibu. Kebutuhan anak akan kasih sayang, diperhatikan dan dihargai, ,pengalaman baru, , pujian, tanggung jawab untuk kemandirian sangatlah penting untuk diberikan. Tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan , tetapi lebih banyak memberikan contoh – contoh penuh kasih sayang adalah salah satunya.

3. ASAH ( kebutuhan akan stimulasi mental dini)

Cikal bakal proses pembelajaran , pendidikan , dan pelatihan yang diberikan sedini dan sesuai mungkin. Terutama pada usia 4 – 5 tahun pertama ( golden year) sehingga akan terwujud etika, kepribadian yang mantap, arif, dengan kecerdasan, kemandirian ,ketrampilan dan produktivitas yang baik.

Pola Tingkah laku Kanak – kanak dan hubungannya dengan pertumbuhan

  • Ketika anak mulai mampu bergerak merangkak sendiri dan melakukan lebih banyak lagi kegiatan, mereka lebih bisa berkelakuan agresif kecuali anak itu dibantu oleh orang tua yang mendampinginya.

  • ketika anak itu belajar tanggap terhadap sesamanya, maka pada saat itu ia telah mulai memilih orang – orang yang hendak ditanggapinya. Dia tersenyum kepada wajah – wajah yang dikenalnya dan menangis apabila wajah – wajah yang tidak dikenalnya menghampirinya. Anak itu telah belajar utnuk menghubungkan senyum dengan rasa senang.

  • mereka suka memasukkan hampir semua apa yang diraih dan digenggamnya ke dalam mulutnya sebagai satu cara untuk menyelidikinya.

  • ketika anak – anak mulai tumbuh gigi mereka cenderung untuk menggigit dengan giginya itu, hingga mereka bisa menyadari kalau menggigit itu bisa melukai.

  • anak – anak juga cenderung menghendaki meneruskan setiap kegiatan yang sedang dilakukannya, utnuk melanjutkan tanpa gangguan hingga mereka mendapat kepuasaan sendiri.

Anak umur 2 sampai 6 tahun

Usia 2 -4 tahun merupakan masa pembentukan rasa percaya diri, kebanggaan dan dasar-dasar kemandirian., namun belum dapat menerima pendapat orang lain. Pada usia ini si Kecil sudah bisa berjalan, mulai bergerak kesana- kemari dan berbicara untuk mewujudkan keinginannya dalam bentuk ucapan dan perbuatan yang masih bersifat impulsif. Pada awalnya anak masih mempertahankan sifat egosentriknya. Bicaranya pun lebih banyak digunakan untuk kebutuhan dirinya, seperti minta makan, minum dan sebagainya.

Sedangkan usia 5 – 6 tahun merupakan masa pengembangan inisiatif, meniru norma dan perilaku orang dewasa dan mulai bermasyarakat. Pada usia ini anak akan sangat aktif bergerak, berbicara dan berinteraksi dengan anak lain dan orang yang lebih tua. Ia mulai belajar mengembangkan kemampuannya untuk bermasyarakat, namun masih belum mampu berpikir secara timbal balik. Inisiatifnya juga mulai berkembang dan ia mulai belajar merencakan suatu permainan bersama bersama teman-temanya, berkelompok serta melakukannya dengan gembira.

<!–[if !supportLists]–>E. <!–[endif]–>Pemilihan Pendidikan kanak-kanak

Pada usia 4 tahun seorang anak telah membentuk 50% dari intelegensi yang akan dimilikinya, pada waktu dia dewasa seblum berusia 8 tahun anak telah membentuk 80% dari intelegensi yang akan dimilikinya pada waktu dewasa (Bichler, 1971). Selanjutnya Freud mengatakan bahwa kepribadian sebenarnya telah terbentuk pada akhir tahun kelima dan perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan penghalusan struktur dasar.

Memperhatikan pendapat Bichler dan Freud tersebut, dapat dikatakan bahwa penanaman dasar-dasar kepada anak usia 4 sampai 6 tahun (masa kanak-kanak) akan sangat menentukan perkembangan selanjutnya. Apabila penanaman dasar-dasar ini baik, maka akan membantu perkembangan dan pertumbuhan di masa yang akan datang. Sebaliknya apabila penanaman dasar-daar ini kurang baik atau bahkan sangat kurang maka akan mengganggu perkembangan serta pertumbuhan anak selanjutnya.

Cara bagaimana menanamkan dasaar-dasar yang baik kepada anak, akan mempengaruhi tingkat pemahaman dan ketertarikan anak. Disamping itu penggunaan sarana atau alat yang menarik akan membuat anak menjadi senang dan tidak merasa terpaksa. Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock, bahwa pada awal masa kanak-kanak anak senang dibacakan dan melihat gambar-gambar dari buku, dongeng-dongeng, nyanyian anak-anak, cerita-cerita tertentu tentang hewan dan kejadian sehari-hari (Hurlock, 1998).

Menurut Jean Piaget, bahwa perkembangan intelektual anak usia 5-6 tahun termasuk fase pra-operasional, yaitu suatu masa prasekolah. Pada masa ini anak belum bisa membedakan dengan tegas antara perasaan dan motif pribadinya dengan realita dunia luar, sehingga pada taraf ini kemungkinan utnuk menyampaikan konsep-konsep tertentu kepada anak masih terbatas (Nasution 1998). Oleh karena itu bagaimana cara memberikan konsep dasar kepada anak yang menarik dan membuat anak merasa senang (tidak trpaksa), memegang peranan yang sangat penting.

Penanaman dasar-dasar kepada anak pada usia 4 tahun sampai 6 tahun ini akan sangat efektif, apabila anak seusia ini dimasukkan pada pendidikan prasekolah yaitu Taman Kanak-Kanak. Taman Kanak-Kanak (TK) didirikan sebagai usaha mengembangkan seluruh segi kepribadian anak dalam rangka menjembatani pendidikan dalam keluarga ke pendidikan sekolah. TK merupakan salah satu bentuk pendidikan prasekolah yang ada dijalur pendidikan sekolah. Pendidikan prasekolah adalah pendidikan utnuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik diagram luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar. (peraturan pemerintah no. 27 th 1990 ).

<!–[if !supportLists]–>F. <!–[endif]–>Macam – Macam Emosi pada anak – anak

  • Amarah
  • Takut
  • Cemburu
  • Ingin tahu
  • Iri hati
  • Gembira
  • Sedih
  • Kasih sayang

<!–[if !supportLists]–>G. <!–[endif]–>Pola bermain pada anak – anak

· Bermain dengan mainan

· Dramatisasi

· Konstruksi

· Permainan

· Membaca

· Film, radio dan televise

Pertanyaan :

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Dari Nunuk Ponco, Kel 3 : Apa faktor dari heredokontitutional ?

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Gen yang terdapat didalam nekleus, dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini terkenal sebagai hereditas, DNA yang membentuk gen mempunyai peran penting dalam trasmisi sifat-sifat herediter.; Menurut psikikologi hereditas lbh byk mempengaruhi intelegensi daripada lingkungan

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Ras,jenis kelamin dankelainaa bawaan

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Maya Inayah

Pada umur 2-6 tahun adalah masa anak meniru segala hal,bagaimana jika ada seorang anak berada dalam lingkungan yang buruk,sikap apa yang harus dilakukan oleh orang tua?

Perkembangan anak tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan saja namun orang tua juga berperan sebagai kontroling untuk sang anak,asuhan dari orang tua sangat dibutuhkan bagi anak,dan seharusnya orang tua melihat lingkungan mana yang baik bagi sang anak. Kewajiban orang tua juga mengajarkan mana hal baik yang harus dilakukan atau tidak bagi si anak.

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Siksha Putri

Dengan orangtua yang otoriter bagaiman cara menumbuhkan/menambah minat anak?

Orang tua yang otoriter akan membuat anak menjadi pendiam,pemalu dan penakut. Dan dapat kemungkinan anak akan menjadi tidak penurut (membangkang) karena orang tua yang selalu mengatur gerak langkah sang anak, Bila kemungkinan-kemungkinan itu terjadi biasanya orang tua langsung Intropeksi diri untuk merubah sikap. Peran guru juga dapat membantu anak tampil berani dan tidak pemalu.

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Listiyati Sugiono

Adakah pengaruh terhadap anak atas ibu yang mempunyai jenjang sekolah lebih tinggi dengan ibu yang tidak sekolah?

Ada, karena akan berpengaruh juga terhadap daya tangkap anak. Tapi semua itu harus disertai dari kemauan dan kemampuan seorang ibu,bisa jadi ibu yang tidak sekolah mempunyai kemauan untuk mengurusi anak.

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Ikah Sari

Bagaimana memanage anak yang selalu ingin sesuatu barang tetapi ia sudah mempunyainya

Orang tua harus memberi pemahaman terhadap anak dan Tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan , tetapi lebih banyak memberikan contoh – contoh penuh kasih sayang dan pengertian terhadap anak.

<!–[if !supportLists]–>6. <!–[endif]–>Yuniarsih H

Bagaimana dengan anak yang takut dengan ayah dan cendrung manja terhadap ibu?

Setiap anak pasti membutuhkan kasih sayang dan kenyamanan, orang tua adalah tempat kasi sayang itu jadi pola asuh yang diberikan oleh ibu dan ayah haruslah seimbang.

<!–[if !supportLists]–>7. <!–[endif]–>Mengapa anak kecil senang sekali dengan boneka dan mobil-mobilan?

Awal masa kanak-kanak adalah masa permaian, masa meniru,tahap mainan.

Jadi anak memvisualisasikan mainan tersebut sebagai teman pengganti dan disanalah bisa meniru peran – peran yang ia lihat,, contoh : ketika ia bermain boneka, dia menganggap bahwa dia sebagai ibu dari boneka tersebut dan ia meniru tingkah laku yang dilakukan seorang ibu untuk sang anak.

Daftar Pustaka

HurlockB.Elizabeth, Psikologi perkembangan, Jakarta, Erlangga

Kramer Rita,salk lee.Dr,Cara membimbing pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi manusia sehat mental dan cedas,Jakarta,Gunung jati

Arstein holene, Perkembangan jiwa anak,Sinar Kumala,Bandung

Majalah Ibu dan anak

Tabloid Nova

www.google.co


About these ads

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Tulisan ini dipublikasikan di Psikoper. Tandai permalink.

6 Balasan ke Awal Masa Kanak-kanak

  1. Solichah berkata:

    Kelompok 3 : Mariyatul Qibtiyah
    Solichah
    Shofaunnida

    AWAL MASA KANAK-KANAK

    Pada saat ini, secara luas diketahui bahwa masa kanak-kanak harus dibagi menjadi dua periode yang berbeda. Awal dan akhir masa kanak-kanak. Peride awal berlangsung dari umur dua sampai enam tahun dan periode akhir dari enam sampai tiba saatnya anak matang secara seksual. Dengan demikian awal masa kanak-kanak dimulai sebagai penutup masa bayi – usia dimana ketergantungan secara praktis sudah dilewati, diganti dengan tumbuhnya kemandirian – dan berakhir disekitar usia masuk sekolah dasar.
    Garis pemisah antara awal masa kanak-kanak dan akhir masa kanak-kanak sangat penting karena dua alasan yaitu:
    1. Pemisahan ini khususnya digunakan untuk anak-anak yang yang belum mencapai usia wajib belajar diperlakukan sangat berbeda dari anak yang sudah masuk sekolah.
    2. Garis pemisah antara awal dan akhir masa kanak-kanak pada usia enam tahun itu adalah efek dari faktor-faktor sosial.bukan faktor-faktor fisik.

    CIRI-CIRI AWAL MASA KANAK-KANAK
    Salah satu ciri tertentu masa bayi merupakan ciri khas yang membedakannya dengan periode-periode lain dalam rentang kehidupan, demikain pula halnya denagn ciri tertentu dari periode awal masa kanak-kanak. Ciri ini tercermin dalam sebutan yang biasanya diberikan oleh para orang tua (usia mainan), pendidik (usia prasekolah), dan ahli psikologi (usia menjelajah).
    Awal masa kanak-kanak ditandai oleh moralitas dengan paksaan, dimana anak belajar mematuhi peraturan secara otomatis melalui hukuman dan pujian.

    TUGAS DALAM PERKEMBANGAN PADA AWAL MASA KANAK-KANAK (Menurut HAVIGHURST)
    Awal masa kanak-kanak :
    • Belajar memakan makanan sendiri
    • Belajar berjalan
    • Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh
    • Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya
    • Mempersiapkan diri untuk membaca
    • Belajar membedakan benar dan salah, dan mulai mengembangkan hati nurani.

    PERKEMBANGAN FISIK PADA AWAL MASA KANAK-KANAK
    Pertumbuhan selama awal masa kanak-kanak berlangsung lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa bayi. Pertumbuhan awal masa kanak-kanak relatif seimbang meskipun terdapat perbedaan musim.

    KEBIASAAN FISIOLOGI
    Dalam awal masa kanak-kanak kebiasaan fisiologi yang dasarnya sudah diletakan dimasa bayi menjadi semakin baik misalnya tidak perlu lagi disediakan makanan khusus dan anak makan pada waktu-waktu tertentu. Namun nafsu makan anak-anak tidak sebesar pada masa bayi karena ia telah mengembangkan jenis makanan yang disukai dan yang tidak disukai.

    KETERAMPILAN AWAL MASA KANAK-KANAK
    Awal masa kanak-kanak merupakan masa yang ideal untuk mempelajari keterampilan tertentu, terdapat tiga alasan
    1. Anak sedang mengulang-ulang dan karenanya dengan senang hati mau mengulang suatu aktivitas sampai mereka terampil melakukannya.
    2. Anak-anak bersifat pemberani sehingga tidak terhambat oleh rasa takut atau rasa malu kalau dirinyamengalami sakit atau diejek teman-temannya, sebagaimana ditakuti anak yang lebih besar.
    3. Anak belia mudah dan cepat belajar karena tubuh mereka masih sangat lentur dan keterampilan yang dimiliki baru sedikit sehingga mudah untuk menguasai hal-hal yanga baru

    EMOSI AWAL MASA KANAK-KANAK
    Emosi awal masa kanak-kanak merupakan saat ketidak seimbangan karena anak-anak keluar dari fokus dalam arti bahwa ia mudah terbawa ledakan-ledaklan emosional sehingga sulit dibimbing dan diarahkan.
    Emosi yang tinggi kebanyakan disebabkan oleh masalah psikologis dari pada masalah fisiologis, biasanya orang tua hanya memperbolehkan anak melakukan beberapa hal, padahal anak merasa mampu melakukan lebih banyak hal dan ia cenderung menolak larangan orang tua.

    METODE BELAJAR YANG MENUNJANG PERKEMBANGAN EMOSI

    BELAJAR SECARA COBA DAN RALAT
    Belajar secara coba dan ralat (trial and error learning) terutama melibatkan aspek reaksi. Cara belajar ini umum digunakan pada masa kanak-kanak awal dibandingkan dengan sesudahnya, tetapi tidak ditinggalkan sama sekali.

    BELAJAR DENGAN CARA MENIRU
    Belajar dengan cara mempersamakan diri (learning by imitation) sekaligus mempengaruhi aspek rangsangan dan aspek reaksi. Dengan cara mengamati hal-hal yang membangkitkan emosi tertentu pada orang lain, anak-anak bereaksi dengan emosi dan metode ekspresi yang sama dengan orang-orang yang diamati.

    BELAJAR DENGAN CARA MEMPERSAMAKAN DIRI
    Belajar dengan cara mempersamakan diri (learning by identification) sama dengan cara belajar secara menirukan yaitu anak menirukan reaksi emosional orang lain dan tergugah oleh rangsangan yang sama dengan rangsangan yang telah membangkitkan emosi orang yang ditiru.

    BELAJAR MELALUI PENGKONDISIAN
    Pengkondisian (conditionong) berarti belajar dengan cara asosiasi. Dalam metode ini obyek dan situasi yang pada mulanya gagal memancing reaksi emosional kemudian dapat berhasil dengan cara asosiasi.
    PELATIHAN
    Pelatihan (training) atau belajar dibawah bimbingan dan pengawasan, terbatas pada aspek reaksi. Kepada anak diajarkan cara bereaksi yang dapat diterima jika sesuatu emosi terangsang.

    BAHAYA PADA MASA AWAL ANAK-ANAK
    Seperti halnya bahaya pada masa bayi, bahaya pada masa awal kanak-kanak dapat bersifat fisik, psikologis atau keduanya. Gizi yang kurang baik misalnya dapat menghalangi perumbuhan fisik dan mental. Bahaya psikologis pada awal masa kanak-kanak lebih banyak dari pada bahaya fisik dan lebih merusak penyesuaian pribadi serta penyesuaian pribadi serta penyesuaian sosial anak

    Bahaya fisik
    1. Kematian, mulai menurun pesat dalam bagian masa akhir bayi dan semakin pesat lagi pada masa awal kanak-kanak. Kematian pada masa awal kanak-kanak lebih sering disebabkan oleh kecelakaan dari pada penyakit.
    2. Penyakit, anak-anak sangat mudah terkena semua jenis penyakit akan tetapi karena banyaknya imunisasi yang dapat diperoleh saat ini maka penyakit anak tidak berlangsung lama.
    3. Kecelakaan, pada awal masa kanak-kanak biasanya anak cenderung menolak larangan orang tua sehingga terjadilah kecelakaan seperti jatuh yang menyebabkan patah tulang, teriris, dll.
    4. Tidak menarik, dengan berjalannya awal masa kanak-kanak, anak-anak semakin tidak menarik sampai ia memasuki masa akhir anak-anak. Hal ini disebabka karena beberapa hal, yaitu dengan berubahnya bentuk tubuh, anak-anak mulai terlihat kurus, sulit diatur dan anak menjadi kurang rapih

    Bahaya psikologis
    1. Bahaya dalam berbicara
    2. Bahaya emosional
    3. Bahaya sosial
    4. Bahaya bermain
    5. Bahaya dalam perkembangan konsep
    6. Bahaya moral
    7. Bahaya peran seks
    8. Bahaya dalam hubungan keluarga
    9. Bahaya kepribadian

    Pertanyaan
    1. bagaimana menurut anda terhadap anak yang berumur 2-3 thun itu sudah disekolahkan di pray school. Padahal usia itu adalah usia bermain dan apakah akan menghambat dalam perkembangan anak tersebut?

    Jawab: menurut kami anak yang berusia 2-3 tahun itu memang masih dalam usia bermain. Ketika anak sekolah di pray sghool mereka itu tidak sepenuhnya belajar tetapi mereka lebih banyak bermain dan mengexsplor perkembangan aktivitas anak. Jadi dalam sekolah pray school anak lebih banyak beraktivitas didampingi guru-gurunya dan sianak tidak akan kehilangan masa bermain.
    2. bagaimana menurut anda ketika seorang anak masih dalam usia 2 tahun mempunyai seorang adik, sang kakak yang tadinya mandiri setelah dia mempunyai adik tiba-tiba berubah manja layaknya seorang bayi?

    Jawab: sebenarnya ketika sikakak berubah menjadi layaknya sang bayi yang tadinya mandiri tidak lain karena sikakak itu sebenarnya takut perhatian orang tuanya terbagi kepada adiknya. Oleh karena itu sikap orang tua yang bijak haruslah tidak membeda-bedakan rasa perhatian dan sayangnya terhadap buah hatinya. Dan ketika si kakak melakukan aktivitas aktivitasnya maka ortu harus tetap memperhatikan agar sikakak merasa dai tetap diperhatikan juga oleh orang tuanya.
    3. Anak ketika berusia 2-6 tahun sering jajan sembarangan, bagaimana menurut anda?
    Apakah anak usia 2-6 tahun yang pernah terkena penyakit akan menghambat pertumbuhannya?
    Jawab: memang anak 2-6 tahun masa dimana dia senang mencoba-coba sesuatu salah satunya jajan sembarangan, untuk menghindari itu sebaiknya orang tua memberi asupan makanan yang banyak dan bergizi sehingga si anak tidak terlalu banyak jajan diluar. Dan setelah sianak sembuh dari sakit seharusnya orang tua memberi asupan gizi dan vitamin yang banyak supaya si anak tidak rentan terkena penyakit lagi.tapi sebaliknya jika sianak kurang gizi maka tubuhnya akan kurang kekebalan tubuhnya.

  2. LYDIAWATI berkata:

    KASUS:
    Ada anak berumur 4 tahun ia selalu meniru perkataan kotor teman bermainnya(anak yang lebih dewasa darinya)di lingkungan luar rumahnya.yang harus di lakukan orang tua agar anaknya tidak meniru kebiasaan buruk temannya:
    SOLUSI:
    anak tersebut harus di bimbing dan di awasi selalu orang tuanya,orang tua harus memberikan contoh yang baik padanya agar berbicara sopan,tidak membiarkannya bermain dengan anak yang punya pergaulan buruk di luar rumah tanpa di awasi,masukan ia ke TK agar di bina oleh guru dengan baik di luar rumah dan bisa begaul dengan teman seumurannya dengan baik pula,ia juga punya kegiatan di luar rumah sehingga tidak bermain sembarangan lagi.

  3. Poeboe@84 berkata:

    Salam alaeki ya ukhti!
    Numpang lewat n numpang baca-baca.
    Salam kenal ya

  4. ahmad berkata:

    salam dakwah……….

  5. iswah yudi berkata:

    trimakasih yang terlebih dahulu saya ucapkan ,karna diizinkan saya untk melampirkan kata -kata yg tidak begitu menarik bagi kita mungkin yang mmbcanya
    suatu masalah dalam kehidupan yang membuat sayta merasa seringkali dalam kesulitan dan mengapa hal seperti itu ada…..?

  6. Ping balik: PSIKOLOGI | yuni napitupulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s