Tayammum By Kel II

           Tayamum adalah mengusapkan tanah kemuka dengan beberapa syarat tertentu. Tayamum merupakan pengganti wudhu/mandi, sebagai rukhsah (keringanan) untuk orang yang tidak dapat memakai air karena beberapa halangan (uzur) seperti :

1.  Uzur karena sakit, kalau ia memakai air akan bertambah sakitnya atau lambat kesembuhannya.

2.  Karena dalam perjalanan

3.  Karena tidak ada air

     Hal ini berkenaan dengan firman Allah SWT :

” Dan apabila kamu sakit, atau dalam perjalanan /kembali dari tempat buang air atau bersentuh dengan perempuan, lalu kamu tidak mendapat air, maka hendaklah kamu tayammum dengan tanah suci. Sapulah mukamu dan kedua tanganmu dengan tanah tersebut.” (Al-Maidah : 6 )

    Syarat – Syarat Tayamum :

1.  Sydah masuk waktu shalat

2.  Sudah diusahakan mencari air tetapi tidak dapat, sedangkan waktu shalat seudah datang

3..  Dengan tanah atau debu yang suci

4.  Menghilangkan najis

    Fardhu ( rukun ) Tayammum L:

1. Niat

2. Mengusapkan muka dengan tanah atau debu

3. Mengusap kedua tangan sampai siku dengan dengan debu/tanah

4. Menertibkan rukun – rukun

    Sunnah Tayammum :

1. Membaca bismillah. Dalil hadits Sunat wudhu,karena tayammum adalah pengganti wudhu

2. Menghembus tanah atau debu dari 2 tapak tangan agar tanah atau debu yang diatas tangan itu menjadi tipis.

3. Membaca dua kalimat syahadat

    Hal – hal yang membatalkan Tayammum :

1. Tiap -tiap yang membatalkan wudhu, sama dengan membatalkan tayammum

2. Ada air. Dengan adanya air sebelum shalat batalah tayammum bagi orang yang tayammum karena keadaan air.

    Beberapa masalah yang bersangkutan dengan Tayammum :

1. Orang yang tayammum karena tidak ada air, tidak wajib mengulang shalatnya apabila mendapat air. Alasannya adalah ayat tayammum. Tetapi orang yang tayammum sebab junub, apabila mendapatkan air, ia wajib mandi bila ia hendak mengerjakan shalat berikutnya. karena tayammum tidak menghilangkan hadats hanya boleh karena darurat.

2. Satu kali tayammum boleh dipakai untuk beberapa kali shalat baik shalat fardhu/sunnah kekuatannya sama dengan wudhu, karena tayammum adalah pengganti wudhu.. Demikian pendapat sebagian ulama, sedangkan yang lain berpendapat bahwa satu kali tayammum hanya sah untuk satu kali shalat fardhu dan beberapa shalat sunnah.

3. Dibolehkan tayammum sebab luka atau hari sangat dingin, karena luka itu termasuk dalam air sakit. Demikian juga bila memakai air ketika hari sangat dingin, mungkin menyebabkan jadi sakit. Sebagaimana rasulullah menjelaskan tentang dibolehkannya tayammum disebabkan karena luka. Sedangkan hadits yang menjelaskan tentang dibolehkannya tayammum sebab hari sangat dingin adalah dijelaskan bahwa pada waktu itu Amr bin Ash akan memimpin sebuah peperangan, ketika itu ia bermimpi, dan ia dalam keadaan junub, karena hari itu sangat dingin ia bertayammum sebagai pengganti dari mandi. Karena ia khawatir kalau ia mandi ia akan sakit, sedangkan ia akan memimpin peperangan maka iapun bertayammum.

About these ads

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Tulisan ini dipublikasikan di Fiqih. Tandai permalink.

19 Balasan ke Tayammum By Kel II

  1. Saya berkata:

    Assalamu`alaikum Wr. Wb
    Sebab-sebab yang membolehkannya tayamum:
    Dibolehkan tayamum bagi org yg berhadats kecil maupun hadats besar,baik diwaktu mukim maupun dalam safar, jika dijumpai hal2 berikut:
    1. Jika tdk memperoleh air, atau ada air tp tdk cukup untuk bersuci ( hadits Imran bin Husein ra – Bukhari Muslim ).
    Cat: ttp sblm tayamum, hendaklah ia mencari air dr bekal perjalan atau dr teman2nya, atau dr tmpt yg menurut adat tdk jauh. Dan jika ia yakin bahwa air itu tdk ada, atau tempatnya jauh, mk tdk wajib mencari.
    2. Jk seseorang mempunyai luka atau ditimpa sakit, ia khawatir dg memakai air itu penyakitnya jd bertambah atau sembuhnya jd lama, baik diketahui sbg hasil pngalaman atau atas nasihat dokter yg dpt dipercaya ( hadits dr Jabir ra )
    3. Jk air amat dingin dan keras dugaannya akan timbul bahaya disebabkan menggunakannya, dg syarat ia tak sanggup memanaskan air tersebut, walau hanya dg di uapkan. Atau kalau sulit masuk kamar mandi. Ini pernah jd penaglaman dr Amar bin Ash
    4. Jk air berada dekat seseorang ttp ia khawatir trhdp keselamatn diri, kehormatan dan harta, atau khawatir akan kehilangan teman, atau di anataranya dg air terhalang oleh musuh yg ditukutinya, abik musuh berupa manusia atau lainnya. Atau bl ia terpenjara, atau tak mampu mengeluarkan air disebabkam tiada punya alat2 sprt tali atau timba karena adanya air dlm keadaan ini sprt tdk ada. Jg boleh bagi org yg khawatir akan dituduh melakukan hal yg bukan2 dan beroleh bencana karenanya bila mandi, misal ya : ada temen mabit dirumah temennya yg punya isteri dan pagi2nya dalam keadaan janabat.
    5. Bl seseorang membutuhkan air, baik waktu skrng atau belakangan, utk keperluan minumnya atau minum lainnya walau seekor anjing yg tdk galak sekalipun, atau bila ia membutuhkannya untk sekedar mengaduk tepung, memasak atau menghilangkan najis yg tdk dapat dimaklumkan, jd hendaknya ia tayamum dan menyimpan air itu ( dr Imam Ahmad ra )
    6. Jk seseorang sanggup menggunakan air, tetapi ia khawatir akan habis waktu bl memakainya utk berwudhuk atau atau mandi, mk hendaknya ia tayamum dan melakukan shalat dan gak wajib ngulang lg.
    Nah, masalah jarak dan waktu,,, asalkan syarat2 diatas terpenuhi,,, maka jarak sedekat apapun ya tetap diperbolehkan melakukan tayamum  mau ada air dikamar mandi Qt juga tp kl sakit dan khawatir kl kena air..ya tetep boleh tayamum… masalah jauh ya menurut adat yg berlaku.. kl menurut adat kampung (tempat Qt tinggal ) 1 km itu jauuuuhhhhhh..ya masuk kategori jauh,, tp kl menurut orang didesa misalnya jauh itu kl jaraknya adalah 1 mil,, ya sudah cari saja sepanjang 1 mil itu… tp ya kl tdk khawatir ya waktunya habis buat jalan2,, belum istirahat segala. Belum jg sampai 1 mil misalnya ternyata sdh masuk waktu shalat selanjutnya,, ya tayamuim saja… Intinya: Islam itu mudah
    Wassalamu`alaikum Wr. Wb

    From: Choerunnisa, JIAI 2007
    NoReg: 4715072231

  2. Vivit berkata:

    Assalamu`alaikum Wr. Wb.

    Sebab diperbolehkan tayamum?
    Jika ia tidak dapat air selama 10 tahun, tetapi apabila ia dapat air maka hendaklah ia takut kepada Allah…
    Hadist:
    Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, telah bersabda Rasulullah saw: “Said itu wudhu bagi orang muslim walaupun ia tidak dapat air 10 tahun, tetapi apabila ia dapat air, hendaklah ia takut kepada Allah dan hendaklah sentuhkan dia kepada kulit badannya.” (H.R. Bazar)

    Wassalamu`ailaikum Wr. Wb.

    From : Rofii`atul Fitriyyah
    No. Reg: 4715072211

  3. syifa imoet 4715072216 berkata:

    PERTANYAAN (TUGAS):

    S:berapakah batas seseorang diperbolehkan bertayamum? (BU SARI)
    J:yang syifa tau didalam kitab2 atau buku2 fiqih jarang atau mungkin ga ada yang menjelaskan batas jauh dan lama seseorang mancari air sehingga dia diperbolehkan bertayamum,maka dari itu kita mempergunakan kaidah2 fiqih “Al’adah Almuhakah” yang artinya menurut kebiasaan maksudnya jika seseorang mencari air dan menurut kebiasaan itu jauh tetapi tidak menemukan air sedangkan waktu solat sudah hampir habis maka dia diperbolehkan untuk bertayamum.

  4. nur hikmah dewi n (4715072229) berkata:

    Hal-hal yang membolehkan tayamum adalah beberapa hal berikut ini:

    a. Kita tidak memiliki air yang cukup untuk digunakan bersuci, baik mandi maupun wudu. Dalam kondisi ini, kita harus mencari air hingga kita putus asa; bila tanah tidak rata, maka kita cukup mencari air sejauh sekali lemparan anak panah, dan bila tanah rata, maka kita harus mencarinya sejauh dua kali lemparan anak panah. Kita harus mencari air di empat penjuru bila kita memberi kemungkinan bahwa air dapat ditemukan di empat penjuru itu. Ya, jika kita tahu bahwa ada air di tempat yang lebih jauh dari kedua jarak yang telah ditentukan tersebut, maka kita wajib memperolehnya. Untuk mencari air, kita bisa mewakilkan kepada orang lain, bila hati kita bisa mantap dengan ucapannya.

  5. khadijah 4715070217 berkata:

    Menurut enjah seberapa lama mencari air baru tayammum,menurut buku yang berjudul “fathul qorib”: mencari air sesudah datang waktu shalat jika orang itu beramai ramai maka carilah dengan cara berpencar dan apabila hanya sendiri maka melihat kanan kirinya ke 4 arah barat,timur,selatan utara. berdasarkan penglihatan apabila orang dari 4 arah itu tidak terdengar teriakan atau suaranya maka boleh dilaksanakan tayammum, tapi kalau pendapat pribadi enjah,seandainya waktu shalat sudah sedikit lagi habis sedang air belum juga ditemukan maka diperbolehkan tayammum.

  6. siti nur fadlilah= 4715070219 berkata:

    menurut saya : jika telah tiba waktu shalat tetapi kita tidak mendapatkan air,maka kita harus mencari air terlebih dahulu.namun bila kita tidak juga menemukan air sedangkan waktu shalat sudah mau habis, maka kita boleh langsung tayamum.kemudian Ketiadaan air hendaklah dikira setelah dilakukan pencarian dan meyakini tiadanya air yang membolehkannya untuk bertayammum.Termasuk juga, adanya air tetapi berada di tempat yang cukup jauh dan untuk mencarinya mengalami kesulitan.
    Menurut Malikiyah orang yang sanggup memakai air dan yakin bahawa air akan diperoleh jika dicari, tetapi timbul kekhawatiran akan kehilangan harta jika pencarian dilakukan, dibolehkan tayammum.
    Kalangan Syafi’iyyah tidak membolehkan bertayammum kerana takut akan habis waktu solat jika dia mengambil air untuk berwudu’, kerana tayammum ini dilakukan bersamaan dengan adanya air. Lain halnya bagi orang yang musafir, dia tidak mesti mencari air terlebih dahulu jika khawatir akan habis waktu solat dan dalam keadaan itu dia dibolehkan tayammum.
    Golongan Hanabilah juga tidak membolehkan bertayammum dengan alasan takut habis waktu solat, baik untuk solat jenazah, solat ‘id mahupun untuk solat lima waktu.
    Kita tidak memiliki air yang cukup untuk digunakan bersuci, baik mandi maupun wudu. Dalam kondisi ini, kita harus mencari air hingga kita putus asa; bila tanah tidak rata, maka kita cukup mencari air sejauh sekali lemparan anak panah, dan bila tanah rata, maka kita harus mencarinya sejauh dua kali lemparan anak panah. Kita harus mencari air di empat penjuru bila kita memberi kemungkinan bahwa air dapat ditemukan di empat penjuru itu. Ya, jika kita tahu bahwa ada air di tempat yang lebih jauh dari kedua jarak yang telah ditentukan tersebut, maka kita wajib memperolehnya. Untuk mencari air, kita bisa mewakilkan kepada orang lain, bila hati kita bisa mantap dengan ucapannya.
    Masalah 151: Jika kita telah mencari air sejauh jarak yang telah ditetapkan, lalu kita bertayamum (lantaran tidak menemukan air) dan mengerjakan salat, kemudian kita mendapatkan air di tempat pencarian air atau pada saat kita pulang kembali dari mencari air, maka salat kita itu sah dan kita tidak perlu mengqadha atau mengulanginya.Jika kita khawatir terhadap diri, kehormatan, atau harta kita yang memang kita perlukan, maka kewajiban mencari air gugur. Begitu juga halnya bila kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencarinya.

  7. nur mutmainnah 4715070215 berkata:

    Rasulullah saw. bersabda, “Bahwasanya debu yang bersih adalah sebagai pembersih bagi orang muslim, walaupun ia tidak mendapatkan air (selama) sepuluh tahun.” (Shahih: Shahih Abu Dawud no: 322, Tirmidzi I: 81 no: 124, Ma’bud I: 528 no: 329. dan Nasa’i I: 171 dengan lafadz yang mirip).
    Jika telah bertayamum untuk melakukan suatu sholat, kemudian kesuciannya masih ada sampai masuk waktu sholat yang lain, maka dia melakukan sholat dengan tayamum yang pertama, dan tidak perlu mengulang tayamumnya. Dikarenakan dia masih suci dan tidak ada faktor yang membatalkannya.
    Jika kita tidak memiliki air yang cukup untuk digunakan bersuci, baik mandi maupun wudu, kita harus mencari air hingga kita putus asa; bila tanah tidak rata, maka kita cukup mencari air sejauh sekali lemparan anak panah, dan bila tanah rata, maka kita harus mencarinya sejauh dua kali lemparan anak panah. Kita harus mencari air di empat penjuru bila kita memberi kemungkinan bahwa air dapat ditemukan di empat penjuru itu. Jika kita tahu bahwa ada air di tempat yang lebih jauh dari kedua jarak yang telah ditentukan tersebut, maka kita wajib memperolehnya. Untuk mencari air, kita bisa mewakilkan kepada orang lain, bila hati kita bisa mantap dengan ucapannya.

  8. Nur Mawadah Rahmah 4715072251 berkata:

    Dari terjemahan buluguhul – Mahram(Ibnu Hajal al-Asqalani) oleh hasan.Diriwayatkan-dia oleh Bazzar dan disahkan-dia oleh Ibnu Qathtan, tetapi Daraqutni menganggap betul kemursahannya.Dari Abu Huraira berkata :Telah bersabda Rasuluallah SAW Sha’id itu wudlu bagi orang muslim walaupun tidak dapat air sepuluh tahun. Tetapi apabila ia dapatkan air hendaklah ia takut kepada Allah SWT, dan hendaklah ia sentuhkan dia kepada kulit badannya.Jadi dari hadis ini yang bisa mawadah tangkap bahawa tolak ukur untuk melakukan tayamum adalah apabila kita sudah berusah untuk mencari air kemana – mana dan mempertimbangkan dari seluruh aspek yaitu jangan sampai kita mencari air sampai melewati waktu batas salat, dan memaksakan kehendak dengan beli air tapi disaat yang bersamaan kitapun tidak punya uang untuk menafkahi makan keluarga.Ketika kita sudah berusaha untuk meminta kepada tetangga – tetangga, tetapi kita tidak mendapatkan air juga Allah memperbolehkan kita untuk tayamum baik itu dengan Sha’id( kalimat Sha’id yang tersebut dalam Quran dan hadis – hadis menurut kebanyakan ulama ialah tanah, sebagian yang lain mengatakan muka bumi,maupun tanah atau bukan; walau batu yang tidak berdebu).Tetapi ketika kita dapatkan kasus seperti dikamar mandi tidak ada air sama sekali kemudian kita langsung memutuskan untuk bertayamum tanpa berusaha terlebih daulu untuk mencari air.apabila kita melakukan hal tersebut padahal kita bisa berusaha untuk mendapatkan air “hendaklah kita takut kepada Allah SWT “.Allah maha mengetahui apa yang kita kerjakan hambanya bukan hasil,apakah kita bisa mendapatkan air atau tidak tetapi niat dan proses yang kita lakukan. Karena isalam buka agama yang menyusahkan.Aturan – aturan yang sempurna dan sesuai dengan fitrahnya manusia.Wallahu a’lam.

  9. dina nurita 4715072214 berkata:

    Menurut saya:
    1. Tidak Adanya Air
    Dalam kondisi tidak ada air untuk berwudhu` atau mandi, seseorang bisa melakukan tayammum dengan tanah. Namun ketiadaan air itu harus dipastikan terlebih dahulu dengan cara mengusahakannya. Baik dengan cara mencarinya atau membelinya. Bila sudah diusahakan dengan berbagai cara untuk mendapatkan semua jenis air itu namun tetap tidak berhasil, barulah tayammum dengan tanah dibolehkan.
    Dalil yang menyebutkan bahwa ketiadaan air itu membolehkan tayammum adalah hadits Rasulullah SAW berikut ini:
    عن عمران بن حصين قال: كنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في سفر فصلى بالناس ، فإذا هو برجل معتزل فقال: ما منعك أن تصلي ؟ قال: أصابتني جنابة ولا ماء ، قال: عليك بالصعيد فإنه يكفيك – متفق عليه
    Dari Imran bin Hushain ra. berkata bahwa kami pernah bersama Rasulullah SAW dalam sebuah perjalanan. Belaiu lalu shalat bersama orang-orang. Tiba-tiba ada seorang yang memencilkan diri (tidak ikut shalat). Belaiu bertanya, “Apa yang menghalangimu shalat?” Orang itu menjawab, “Aku terkena janabah.” Beliau menjawab, “Gunakanlah tanah untuk tayammum dan itu sudah cukup.” (HR Bukhari 344 Muslim 682)
    Bahkan ada sebuah hadits yang menyatakan bahwa selama seseorang tidak mendapatkan air, maka selama itu pula dia boleh tetap bertayammum, meskipun dalam jangka waktu yang lama dan terus menerus.
    عن أبي ذر قال: اجتويت المدينة فأمر لي رسول الله صلى الله عليه وسلم بإبل فكنت فيها ، فأتيت النبي صلى الله عليه وسلم فقلت: هلك أبو ذر ، قال: ما حالك ؟ قال: كنت أتعرض للجنابة وليس قربي ماء ، فقال: إن الصعيد طهور لمن لم يجد الماء عشر سنين – رواه أحمد وأبو داود والأثرم وهذا لفظه
    Dari Abi Dzar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tanah itu mensucikan bagi orang yang tidak mendapatkan air meski selama 10 tahun.” (HR Abu Daud, Tirmizi, Nasa`i, Ahmad).
    2. Karena Sakit
    Kondisi yang lainnya yang membolehkan seseorang bertayammum sebagai penggati wudhu` adalah bila seseorang terkena penyakit yang membuatnya tidak boleh terkena air. Baik sakit dalam bentuk luka atau pun jenis penyakit lainnya. Tidak boleh terkena air itu karena ditakutnya akan semakin parah sakitnya atau terlambat kesembuhannya oleh sebab air itu. Baik atas dasar pengalaman pribadi maupun atas advis dari dokter atau ahli dalam masalah penyakit itu. Maka pada saat itu boleh baginya untuk bertayammum.
    Dalilnya adalah hadits Rasulullah SAW berikut ini:
    عن جابر قال: خرجنا في سفر فأصاب رجلا منا حجر فشجه في رأسه ثم احتلم ، فسأل أصحابه هل تجدون لي رخصة في التيمم ؟ فقالوا: ما نجد لك رخصة وأنت تقدر على الماء ، فاغتسل فمات ، فلما قدمنا على رسول الله صلى الله عليه وسلم أخبر بذلك ، فقال: قتلوه قتلهم الله ، ألا سألوا إذ لم يعلموا ؟ فإنما شفاء العي السؤال ، إنما كان يكفيه أن يتيمم ويعصر ، أو يعصب عن جرحه ثم يمسح عليه ويغسل سائر جسده رواه أبو داود والدارقطني
    Dari Jabir ra. berkata, “Kami dalam perjalanan, tiba-tiba salah seorang dari kami tertimpa batu dan pecah kepalanya. Namun (ketika tidur) dia mimpi basah. Lalu dia bertanya kepada temannya, “Apakah kalian membolehkan aku bertayammum?” Teman-temannya menjawab, “Kami tidak menemukan keringanan bagimu untuk bertayammum. Sebab kamu bisa mendapatkan air.” Lalu mandilah orang itu dan kemudian mati (akibat mandi). Ketika kami sampai kepada Rasulullah SAW dan menceritakan hal itu, bersabdalah beliau, “Mereka telah membunuhnya, semoga Allah memerangi mereka. Mengapa tidak bertanya bila tidak tahu? Sesungguhnya obat kebodohan itu adalah bertanya. Cukuplah baginya untuk tayammum…” (HR Abu Daud 336, Ad-Daruquthuny 719).

  10. sri asih 4715072210 berkata:

    Menurut Sri: ketika seseorang belum menemukan air, sampai waktunya shalat. batas waktu tayamumnya, ketika dia sudah menemukan air.jika dia belum juga menemukan air, maka dia boleh bertayamum.Bahkan ada sebuah hadits yang menyatakan bahwa selama seseorang tidak mendapatkan air, maka selama itu pula dia boleh tetap bertayammum, meskipun dalam jangka waktu yang lama dan terus menerus.
    عن أبي ذر قال: اجتويت المدينة فأمر لي رسول الله صلى الله عليه وسلم بإبل فكنت فيها ، فأتيت النبي صلى الله عليه وسلم فقلت: هلك أبو ذر ، قال: ما حالك ؟ قال: كنت أتعرض للجنابة وليس قربي ماء ، فقال: إن الصعيد طهور لمن لم يجد الماء عشر سنين – رواه أحمد وأبو داود والأثرم وهذا لفظه
    Dari Abi Dzar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tanah itu mensucikan bagi orang yang tidak mendapatkan air meski selama 10 tahun.” (HR Abu Daud, Tirmizi, Nasa`i, Ahmad).
    jika orang sakit apabila kena air bertambah pula sakitnya, maka ia boleh bertayamum. sebagaimana haditsnya yang berbunyi:”Fatayammamu shoidan thoyyibah”.

  11. rini rohimawati 4715072223 berkata:

    Menurut rini:
    1. Tidak ada air
    Jika dirumah tidak ada air dan telah datang waktu shalat tetapi orang itu belum juga mendapatkan air. lagi pula orang itu sudah berusaha mencari air dengan semaksimal mungkin tetapi orang itu belum juga mendapatkannya, maka ia boleh bertayamum.Bahkan ada sebuah hadits yang menyatakan bahwa selama seseorang tidak mendapatkan air, maka selama itu pula dia boleh tetap bertayammum, meskipun dalam jangka waktu yang lama dan terus menerus.
    عن أبي ذر قال: اجتويت المدينة فأمر لي رسول الله صلى الله عليه وسلم بإبل فكنت فيها ، فأتيت النبي صلى الله عليه وسلم فقلت: هلك أبو ذر ، قال: ما حالك ؟ قال: كنت أتعرض للجنابة وليس قربي ماء ، فقال: إن الصعيد طهور لمن لم يجد الماء عشر سنين – رواه أحمد وأبو داود والأثرم وهذا لفظه
    Dari Abi Dzar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tanah itu mensucikan bagi orang yang tidak mendapatkan air meski selama 10 tahun.” (HR Abu Daud, Tirmizi, Nasa`i, Ahmad).
    2. karena sakit
    Jika orang sakit apabila kena air bertambah sakitnya, maka ia boleh bertayamum. sebagaimana sabda Rasulullah SAW. yang artinya: Dari ‘Ali RA. ia berkata: ” Satu dua pergelanganku patah, lalu saya bertanya kepada Rasulullah SAW. maka beliau menyuruh agar saya mengusap atas balutannya”. (H.R. Ibnu Majah).

  12. Ina Purti Anggita berkata:

    Batas waktu diperbolehkan tayamum:
    Apabila sudah masuk waktu sholat dan air untuk berwudlu tidak ada setelah kita mencari tetapi tidak ada padalah waktu sholat akan habis. Maka diperbolehkan tayamumtapi untuk ditempuh atau kalau ditempuh akan habis waktu sholat, maka diperbolehkan untuk bertayamum.
    Jadi, yang dimaksud jataknya tak tentu karena semua itu tergantung seberapa lama lagi waktu yang tersisa buat sholat. Jadi kalau waktunya memungkinkan untuk mencari air dengan jarak jauh kenapa tidak? Terkecuali kalau memang waktunya sangat terbatas dan tidak memungkinkan untuk dijangkau, maka bertayamumlah karena kalau kita tempuh akan habis waktu sholat.
    “terkecuali orang sakit yang tidak deperbolehkan memakai air dan apabila memakai air sakitnya akan bertambah dan karena dalam perjalanan jauh. Dan batas waktunya itu tidak tentu, boleh kita mencari air dalam waktu berapa saja tetapi jika dan waktu shalat sudah masuk diperbolehkan untuk bertayamum, daripada waktu sholat itu sudah habis.” (HR Imron bin Hasyim)

  13. NURLIZA SARI 4715072237 berkata:

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Berapakah batas diperbolehkan bertayamum ?
    sudah diusahakan mencari air kemana saja tetapi tidak dapat atau tidak ada ,akan tetapi waktu shalat sudah masuk dan kita yaqin disekitar kita tidak ada air .terkecuali orang sakit yang tidak di perbolehkan memakai air dan apabila memakai air sakitnya akan bertambah ,dan karena dalam perjalanan jauh .dan batas waktunya itu tidak tentu ,karena semua itu tergantung seberapa lama lagi waktu sholat yang tersisa atau boleh kita mencari air dalam waktu yang lama tetapi jika waktu solat sudah masuk diperbolehkan untuk bertayamum,dari pada waktu solat akan habis waktunya.(ALLAH berfirman; …dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari tempat buang air ,atau kamu memyentuh perempuan kemudian kamu tidak mendapat air maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci)sapulah mukamu dan tanganmu .Sesungguhnya Allah maha pemaaf lagi maha pengampun .(QS.ANNASA 43)

  14. Indah JIAI`07 berkata:

    Setelah dia sudah berusaha cari air disekitar wilahnya dan kalau waktunya sudah mepet, lebih baik dia langsung tayammum.
    Jarak yaitu pas waktu shalat shalat dan harus sesuai dengan waktu-waktu shalat yang sudah ditentukan.
    Dalilnya:
    Fa in lam tajidu maa`an fatayammamu

  15. winda sari berkata:

    Batas waktu pelaksanaan tayamum ;jika telah masuk waktu salat apabila air untuk berwudhu tidak ada sampai kita mencari tapi air tidak ada sedangkan waktu salat akan segera habis dan kita dianjurkan untuk bertayamum .(allah berfirman dalam QS.Annisa 43)…Faillam tajidu maaan fatayammamu…

  16. maulana malik I berkata:

    waktunya adalah ketika pas awal waktu salat,dan boleh tayamum apabila tidak ada air,ketika sakit ,dalam keadaan perang dan dalam perjalanan jauh .(QS.Annisa 43)

  17. ahmad ridwan 07 berkata:

    batas usaha kita diwajibkan mencari air sebelum melakukan tayamum adalah sepanjang waktu pada saat masuk untuk shalat tapi jangan sampai melalaikan waktu sholat tersebut.karena dalam hadits disebutkan “shalat yang paling utama adalah pada awal waktu …”

  18. Rofii"atul F (jiai 2007) 4715072211 berkata:

    menurut vivit :

    bila seseorang dalam perjalanan dan telah datang waktu solat sedangkan ditempat itu tidak air dan ia sudah berusaha mencari air semaksimal mungkin, sebaiknya ia bertayamum, dan pernyataan surat annisa ayat 43 : dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kambali dari tempat buang air atau kamu menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci) sapulah mukamu dengan tanganmu. sesungguhnya allah maha pemaaf lagi maha penyayang.

  19. putri rizky utami 07 says berkata:

    ass wr.wb
    batas waktu pelaksanaan tayamum :
    mnrt pu3 ketika sudah masuk waktu shalat dan kita sudah berusaha mencari air utk berwudhu ttp tdk menemukannya juga.kita bisa melakukan tayamum.
    (dan jika kamu sakit atau sedang dlm musafir, atau kembali dari tmpt buang air, atau kamu menyentuh perempuan,kemudian kamu dgn tanah yang baik (suci) sapulah tanganmu dgn mukamu.sesungguhnya allah maha pemaaf lagi maaf pengampun. Qs.annisa.43)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s