AWAL MASA KANAK-KANAK By Tia, Nida dan Solichah

Pada saat ini, secara luas diketahui bahwa masa kanak-kanak harus dibagi menjadi dua periode yang berbeda. Awal dan akhir masa kanak-kanak. Peride awal berlangsung dari umur dua sampai enam tahun dan periode akhir dari enam sampai tiba saatnya anak matang secara seksual. Dengan demikian awal masa kanak-kanak dimulai sebagai penutup masa bayi – usia dimana ketergantungan secara praktis sudah dilewati, diganti dengan tumbuhnya kemandirian – dan berakhir disekitar usia masuk sekolah dasar.
Garis pemisah antara awal masa kanak-kanak dan akhir masa kanak-kanak sangat penting karena dua alasan yaitu:

1.      Pemisahan ini khususnya digunakan untuk anak-anak yang yang belum mencapai usia wajib belajar diperlakukan sangat berbeda dari anak yang sudah masuk sekolah.

2.      Garis pemisah antara awal dan akhir masa kanak-kanak pada usia enam tahun itu adalah efek dari faktor-faktor sosial.bukan faktor-faktor fisik.

CIRI-CIRI AWAL MASA KANAK-KANAK

Salah satu ciri tertentu masa bayi merupakan ciri khas yang membedakannya dengan periode-periode lain dalam rentang kehidupan, demikain pula halnya denagn ciri tertentu dari periode awal masa kanak-kanak. Ciri ini tercermin dalam sebutan yang biasanya diberikan oleh para orang tua (usia mainan), pendidik (usia prasekolah), dan ahli psikologi (usia menjelajah).

Awal masa kanak-kanak ditandai oleh moralitas dengan paksaan, dimana anak belajar mematuhi peraturan secara otomatis melalui hukuman dan pujian.

TUGAS DALAM PERKEMBANGAN PADA AWAL MASA KANAK-KANAK (Menurut HAVIGHURST)
• Belajar memakan makanan sendiri
• Belajar berjalan
• Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh
• Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya
• Mempersiapkan diri untuk membaca
• Belajar membedakan benar dan salah, dan mulai mengembangkan hati nurani.

PERKEMBANGAN FISIK PADA AWAL MASA KANAK-KANAK

Pertumbuhan selama awal masa kanak-kanak berlangsung lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa bayi. Pertumbuhan awal masa kanak-kanak relatif seimbang meskipun terdapat perbedaan musim.

KEBIASAAN FISIOLOGI

Dalam awal masa kanak-kanak kebiasaan fisiologi yang dasarnya sudah diletakan dimasa bayi menjadi semakin baik misalnya tidak perlu lagi disediakan makanan khusus dan anak makan pada waktu-waktu tertentu. Namun nafsu makan anak-anak tidak sebesar pada masa bayi karena ia telah mengembangkan jenis makanan yang disukai dan yang tidak disukai.

KETERAMPILAN AWAL MASA KANAK-KANAK

Awal masa kanak-kanak merupakan masa yang ideal untuk mempelajari keterampilan tertentu, terdapat tiga alasan

1.      Anak sedang mengulang-ulang dan karenanya dengan senang hati mau mengulang suatu aktivitas sampai mereka terampil melakukannya

2.      Anak-anak bersifat pemberani sehingga tidak terhambat oleh rasa takut atau rasa malu kalau dirinyamengalami sakit atau diejek teman-temannya, sebagaimana ditakuti anak yang lebih besar.

3.      Anak belia mudah dan cepat belajar karena tubuh mereka masih sangat lentur dan keterampilan yang dimiliki baru sedikit sehingga mudah untuk menguasai hal-hal yanga baru

EMOSI AWAL MASA KANAK-KANAK

Emosi awal masa kanak-kanak merupakan saat ketidak seimbangan karena anak-anak keluar dari fokus dalam arti bahwa ia mudah terbawa ledakan-ledaklan emosional sehingga sulit dibimbing dan diarahkan.

Emosi yang tinggi kebanyakan disebabkan oleh masalah psikologis dari pada masalah fisiologis, biasanya orang tua hanya memperbolehkan anak melakukan beberapa hal, padahal anak merasa mampu melakukan lebih banyak hal dan ia cenderung menolak larangan orang tua.

METODE BELAJAR YANG MENUNJANG PERKEMBANGAN EMOSI

1.                  BELAJAR SECARA COBA DAN RALAT

Belajar secara coba dan ralat (trial and error learning) terutama melibatkan aspek reaksi. Cara belajar ini umum digunakan pada masa kanak-kanak awal dibandingkan dengan sesudahnya, tetapi tidak ditinggalkan sama sekali. 

2.                  BELAJAR DENGAN CARA MENIRU

Belajar dengan cara mempersamakan diri (learning by imitation) sekaligus mempengaruhi aspek rangsangan dan aspek reaksi. Dengan cara mengamati hal-hal yang membangkitkan emosi tertentu pada orang lain, anak-anak bereaksi dengan emosi dan metode ekspresi yang sama dengan orang-orang yang diamati.

3.                  BELAJAR DENGAN CARA MEMPERSAMAKAN DIRI

Belajar dengan cara mempersamakan diri (learning by identification) sama dengan cara belajar secara menirukan yaitu anak menirukan reaksi emosional orang lain dan tergugah oleh rangsangan yang sama dengan rangsangan yang telah membangkitkan emosi orang yang ditiru.

4.                  BELAJAR MELALUI PENGKONDISIAN

Pengkondisian (conditionong) berarti belajar dengan cara asosiasi. Dalam metode ini obyek dan situasi yang pada mulanya gagal memancing reaksi emosional kemudian dapat berhasil dengan cara asosiasi.

5.                  PELATIHAN

Pelatihan (training) atau belajar dibawah bimbingan dan pengawasan, terbatas pada aspek reaksi. Kepada anak diajarkan cara bereaksi yang dapat diterima jika sesuatu emosi terangsang.

BAHAYA PADA MASA AWAL ANAK-ANAK

Seperti halnya bahaya pada masa bayi, bahaya pada masa awal kanak-kanak dapat bersifat fisik, psikologis atau keduanya. Gizi yang kurang baik misalnya dapat menghalangi perumbuhan fisik dan mental. Bahaya psikologis pada awal masa kanak-kanak lebih banyak dari pada bahaya fisik dan lebih merusak penyesuaian pribadi serta penyesuaian pribadi serta penyesuaian sosial anak

Bahaya fisik

·        Kematian, mulai menurun pesat dalam bagian masa akhir bayi dan semakin pesat lagi pada masa awal kanak-kanak. Kematian pada masa awal kanak-kanak lebih sering disebabkan oleh kecelakaan dari pada penyakit

·        Penyakit, anak-anak sangat mudah terkena semua jenis penyakit akan tetapi karena banyaknya imunisasi yang dapat diperoleh saat ini maka penyakit anak tidak berlangsung lama.

·        Kecelakaan, pada awal masa kanak-kanak biasanya anak cenderung menolak larangan orang tua sehingga terjadilah kecelakaan seperti jatuh yang menyebabkan patah tulang, teriris, dll.

·        Tidak menarik, dengan berjalannya awal masa kanak-kanak, anak-anak semakin tidak menarik sampai ia memasuki masa akhir anak-anak. Hal ini disebabka karena beberapa hal, yaitu dengan berubahnya bentuk tubuh, anak-anak mulai terlihat kurus, sulit diatur dan anak menjadi kurang rapih

Bahaya psikologis

1. Bahaya dalam berbicara
2. Bahaya emosional
3. Bahaya sosial
4. Bahaya bermain
5. Bahaya dalam perkembangan konsep
6. Bahaya moral
7. Bahaya peran seks
8. Bahaya dalam hubungan keluarga
9. Bahaya kepribadian

Pertanyaan

1.      bagaimana menurut anda terhadap anak yang berumur 2-3 thun itu sudah disekolahkan di pray school. Padahal usia itu adalah usia bermain dan apakah akan menghambat dalam perkembangan anak tersebut?

Jawab: menurut kami anak yang berusia 2-3 tahun itu memang masih dalam usia bermain. Ketika anak sekolah di pray sghool mereka itu tidak sepenuhnya belajar tetapi mereka lebih banyak bermain dan mengexsplor perkembangan aktivitas anak. Jadi dalam sekolah pray school anak lebih banyak beraktivitas didampingi guru-gurunya dan sianak tidak akan kehilangan masa bermain.

2.      bagaimana menurut anda ketika seorang anak masih dalam usia 2 tahun mempunyai seorang adik, sang kakak yang tadinya mandiri setelah dia mempunyai adik tiba-tiba berubah manja layaknya seorang bayi?

Jawab: sebenarnya ketika sikakak berubah menjadi layaknya sang bayi yang tadinya mandiri tidak lain karena sikakak itu sebenarnya takut perhatian orang tuanya terbagi kepada adiknya. Oleh karena itu sikap orang tua yang bijak haruslah tidak membeda-bedakan rasa perhatian dan sayangnya terhadap buah hatinya. Dan ketika si kakak melakukan aktivitas aktivitasnya maka ortu harus tetap memperhatikan agar sikakak merasa dai tetap diperhatikan juga oleh orang tuanya.

 

3.      Anak ketika berusia 2-6 tahun sering jajan sembarangan, bagaimana menurut anda?
Apakah anak usia 2-6 tahun yang pernah terkena penyakit akan menghambat pertumbuhannya?

Jawab: memang anak 2-6 tahun masa dimana dia senang mencoba-coba sesuatu salah satunya jajan sembarangan, untuk menghindari itu sebaiknya orang tua memberi asupan makanan yang banyak dan bergizi sehingga si anak tidak terlalu banyak jajan diluar. Dan setelah sianak sembuh dari sakit seharusnya orang tua memberi asupan gizi dan vitamin yang banyak supaya si anak tidak rentan terkena penyakit lagi.tapi sebaliknya jika sianak kurang gizi maka tubuhnya akan kurang kekebalan tubuhnya.

 

About these ads

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Tulisan ini dipublikasikan di Psikoper. Tandai permalink.

2 Balasan ke AWAL MASA KANAK-KANAK By Tia, Nida dan Solichah

  1. dinillah berkata:

    Saya mo tanya sama kelompoknya mariatul Q,shofaunnida, scholeha, menurut anda:
    anak yang berusia antara 2 tahun-6 tahun apa wajar untuk disekolahkan???????????
    sedangkan anak yang berusia 2 tahun-6 tahun masa untuk bermain????????

  2. Edi Purnomo berkata:

    The misunderstanding in see aim at the holy month of Ramadhan

    The phenomenon of most muslim groups at this time in see at the Ramadhan month only saw from the side of the Ramadhan month speciality then. The image about Ramadhan only was viewed at or shown that the Ramadhan month the blessing month, blessed , maghfiroh. So as that was carried out by Muslim group only fasted , prayed the night, gave the wealth , read Al Qur’an , one month was full of the aim of receiving the speciality from the Ramadhan month, without having continuation of all the religious duties that were carried out in the Ramadhan month. So as to be seen eventually most muslim group after the Ramadhan month were just the same like before the Ramadhan month. Before Ramadhan a thief then after Ramadhan continue to the thief. This that was meant in the Allahs decree in the letter of Al baqarah the article 186 that meaning that “hi faithful people were obliged on you to fast as was obliged to people before you so that you bertaqwa.” If the view of the muslim group still like this, therefore Muslim group will not rise. only proceeded in the place. did the previous sin was washed, clean did the sin again then was washed and like that continued.

    Necessarily that more it was demonstrated from the Ramadhan month was his aim. what was his aim? . The aim of the Ramadhan month was the training and education for Muslim group, so that Muslim group becomes group that bertaqwa. That before the Ramadhan month or outside the Ramadhan month rare Muslim group performed religious duties, therefore in the Ramadhan month Muslim group was taught and trained to perform religious duties so that eventually could be practised apart from the Ramadhan month. that eventually slow but sure muslim group will become group that bertaqwa. so the aim of the holy month of ramadhan and this in accordance with the Allahs decree in the letter of Al Baqarah the article 186 that basically in order to become the person that bertaqwa.

    The core from my opinion. If Muslim group Know would the aim of the Ramadhan month , actual then Muslim group already automatic got speciality from the holy month of ramadhan. But if wrong muslim group saw the aim of the holy month of ramadhan then the speciality from the Ramadhan month whether being obtained by him..? . His answer was apart from the Ramadhan month. How the situation of a Muslim group before Ramadhan and after Ramadhan. be the same or was different…?

    Possibly needed the further research into muslim group that saw the Ramadhan aim as the sin eraser and muslim group that saw the Ramadhan month as the training and education.!.. Same or different..?. And whatever that was more exact applied the Allahs decree in Al’s letter baqarah the article 186.

    This that could deliver. if doing something wrong requested forgiveness. thank you!

    Name: Edi Purnomo
    No Reg: 4715082177
    Jurusan: Agama Islam

    Versi Indonesia

    Salah paham dalam melihat tujuan bulan suci ramadhan

    Fenomena kebanyakan masyarakat saat ini dalam memandang bulan ramadhan hanya melihat dari sisi keistimewaan bulan ramadhan saja . gambaran tentang Ramadhan hanya dipandang atau dimunculkan bahwa bulan ramadhan itu bulan rahmat, barakah, maghfiroh .Sehingga yang dilakukan umat muslim hanya berpuasa , shalat malam , memberi harta , baca Al qur’an , satu bulan penuh dengan tujuan mendapat keistimewaan dari bulan ramadhan , tanpa ada kelanjutan dari segala ibadah yang dilakukan di bulan ramadhan . Sehingga akan terlihat nantinya kebanyakan masyarakat setelah bulan ramadhan sama saja seperti sebelum bulan ramadhan . Sebelum ramadhan seorang pencuri maka setelah ramadhan tetap pencuri . apakah ini yang dimaksud dalam firman Allah dalam surat Al baQarag ayat 186 yang artinya “hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa . kalau pandangan msyarakat masih seperti ini maka umat muslim tidak akan bangkit . hanya berputar di tempat . berbuat dosa lalu dicuci ,bersih berbuat dosa lagi lalu dicuci dan seterusnyakalau pandangan masyarakat masih seperti ini , maka umat muslim tidak akan bangkit . hanya berputar di tempat . berbuat dosa lalu dicuci ,bersih berbuat dosa lagi lalu dicuci dan seperti itu terus .

    Seharusnya yang lebih ditunjukkan dari bulan ramadhan adalah tujuan nya . apa tujuan nya ? .Tujuan dari bulan ramadhan adalah pelatihan dan pendidikan bagi umat muslim , agar umat muslim menjadi umat yang bertaqwa . Yang sebelum bulan ramadhan atau di luar bulan ramadhan umat muslim jarang beribadah , maka di bulan ramadhan umat muslim diajarkan dan dilatih beribadah agar nantinya dapat dipraktekkan di luar bulan ramadhan . yang nantinya lambat tapi pasti umat muslim akan menjadi umat yang bertaqwa . itulah tujuan dari bulan suci ramadhan dan ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 186 yang intinya agar menjadi orang yang bertaqwa .

    Inti dari pendapat saya . Jika umat muslim tau akan tujuan bulan ramadhan yang sebenarnya maka umat muslim sudah otomatis mendapatkan keistimewaaan dari bulan suci ramadhan . Tapi jika umat muslim salah melihat tujuan dari bulan suci ramadhan maka keistimewaan dari bulan ramadhan apakah akan didapatkannya ?

    Jawabannya ada diluar bulan ramadhan . Bagaimana keadaan seorang umat muslim sebelum ramadhan dan sesudah ramadhan . apakah sama atau berbeda ?

    Mungkin Butuh penelitian lebih lanjut terhadap umat muslim yang melihat tujuan ramadhan sebagai penghapus dosa dan umat muslim yang melihat bulan ramadhan sebagai pelatihan dan pendidikan . Sama atau berbeda ? dan manakah yang lebih tepat mengaplikasikan firman Allah dalam surat Al baqarah ayat 186 .

    Ini yang bisa sampaikan , jika ada salah mohon dimaafkan . terima kasih !

    Nama : Edi Purnomo
    No Reg : 4715082177
    Jurusan : Ilmu Agama Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s