Wanita dalam Islam

By: Nicho Surya Wilien, Riska Novianty, M.Sulaiman (Teknik Sipil)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Pembicaraan mengenai wanita dan hal- hala yang berkaitan dengan wanita belakangan ini memang sangat menarik perhatian. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya hal- hal buruk yang mempengaruhi gaya dan kedudukan wanita sebagai seorang muslimah. Hal- hal buruk tersebut tidak segan- segan ditampilkan melalui berbagai media untuk mempengaruhi wanita dalam berbagai hal misalnya seperti cara bersikap dan berpakaian.Wanita pun belakangan ini sering kali ditampilkan dalam wujud godaan paling indah untuk menghancurkan moral- moral yang ada.

 

1.2  Batasan Masalah

Berdasarkan semua data dan informasi yang telah kami peroleh dan agar pembahasan dapat dilakukan lebih cermat, maka permasalahan ini dibatasi pada masalah :

a.    Kedudukan Wanita sebelum dan sesudah Islam

b.    Fikih Wanita Muslimah

c.     Akhlak Wanita Muslimah

1.3  Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah di atas, maka perumusan masalah dalam makalah ini yaitu :

a.    Bagaimana kedudukan wanita sebelum dan sesudah islam ?

b.    Apa saja Fikih Wanita Muslimah ?

c.     Sebutkan Akhlak Wanita Muslimah ?

1.4   Tujuan Penulisan

Makalah yang bertemakan “ Wanita dalam Islam “ bertujuan untuk memberikan pengenalan dan pengetahuan mengenai pengertian mengenai bagaimana seorang wanita dalam Islam.

 

1.5  Manfaat Penulisan

Manfaat penulisan makalah ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan para pembacanya mengenai pengertian dan pengetahuan akan wanita dalam Islam.

 

 

1.6  Metode Penulisan

Dalam makalah ini, kami menggunakan metode kepustakaan yaitu kami membaca beberapa literatur yang berkaitan dengan tema makalah ini agar dapat memperoleh data yang lebih jelas, lengkap dan akurat.

 

1.7  Sistematika Penulisan

Dalam penyusunan makalah ini kami menggunakan sistem pembagian bab yang setiap bab terdiri dari subbab yang saling berhubungan. Untuk itu kami membagi makalah ini menjadi 3 bab seperti yang tertera di atas.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1. Kedudukan Manusia sebelum dan sesudah Islam

2.1.1  Wanita di Mata Orang Yunani

Di mata orang- orang Yunani, wanita sangat dilecehkan dan diejek. Sampai- sampai mereka mengklaim wanita sebagai najis dan kotoran dari hasil perbuatan syetan. Bagi Mereka, wanita sama rendahnya dengan barang dagangan yang bisa diperjualbelikan di pasar. Wanita boleh dirampas haknya, tidak perlu diberikan harta dan tidak berhak pula menggunakan harta yang ada.

 

2.1.2  Wanita di Mata Orang Romawi

 Di zaman Romawi terdapat sebuah semboyan yang cukup terkenal “ Wanita tak punya ruh “, kaum wanita mengalami banyak siksaan yang kejam. Mereka kerap kali harus menahan panasnya minyak panas yang disiramkan ke tubuh mereka yang diikat pada sebuah tiang. Bahkan kadang mereka diikat pada ekor kuda, lalu di bawa kuda tersebut berlari kencang.

 

2.1.3  Wanita di Mata Orang Cina

Orang – orang Cina menyamakan wanita dengan air penyakit yang membasuh kebahagian dan harta mereka. Seorang kebangsaan cina pun pernah hendak menjual istrinya sebagai budak perempuan. Dan apabila seorang wanita menjadi janda, maka keluarga dari suiami atas wanita tersebut berhak atas dirinya. Bahkan seorang suami berhak mengubur istrinya hidup- hidup.

 

2.1.4 Wanita di Mata Orang Hammurabi

Wanita dalam Undang- undang Hamurabi disamakan dengan binatang ternak yang dapat diperlakukan seenaknya. Misalnya, seorang ayah membunuh anak perempuan orang lain, maka dia wajib menyerahkan anak perempuannya untuk dibunuh.

 

 2.1.5 Wanita di Mata Orang Hindhu

Di mata orang- orang hindu wanita tidak berhak untuk hidup setelah ditinggal oleh mendiang suaminya. Pada hari kematiaan suaminya, maka perempuan tersebut harus ikut mati atau ia harus membakar diri hidup – hidup bersama jenazah suaminya. Di samping itu Wanita tersebut juga harus mempersembahkan korban kepada Tuhan- Tuhannya.

 

2.1.6 Wanita di Mata Orang Persia

Menurut mereka, seseorang boleh saja menikahi ibu, saudara perempuan, tante, bibi atau muhrim- muhrimnya yang lain. Menrut mereka, seorang wanita yang haid harus diasingkan jauh keluar kota dan tidak ada seorangpun yang diperbolehkan untuk menemui wanita tersebut.

 

2.1.7 Wanita di Mata Orang Yahudi

Ada sebagian orang- orang yahudi yang mengangap wanita itu martabatnya sperti pelayan, jadi seorang ayah berhak menjualnya dengan harga murah sekalipun.Sebagian orang- orang yahudi juga menganggap wanita sebagai laknat atau kutukan yang telah menyesatkan Adam. Apabila seorang wanita haid, maka mereka enggan makan dengan wanita tersebut.

 

2.1.8 Wanita di Mata Orang Nasrani

Sebagian mereka, menganggap wanita sebagai sumber kejahatan dan sebagian lagi menganggap wanitalah yang memasukan syetan ke dalam jiwa seseorang. Ruh wanita juga dianggap sebagai ruh manusia yang bertugas melayani laki- laki saja.

 

 2.2 Fikih Wanita Muslimah

2.2.1 Khitan Wanita

Khitanan wanita adalah memotong sedikit kulit yang terdapat pada bagian vagina wanita yaitu pada ujung clitoris. Tetapi pemotongan tersebut tidak perlu dilakukan terlalu dalam karena itu merupakan mahkota dari seorang wanita.

 

2.2.2 Syarat Wajib dan Sahnya Shalat

Syarat wajib

o       Beragama Islam

o       Baligh

o       Berakal

o       Suci dari haid dan nifas

o       Sampai seruan Islam padanya

o       Mempunyai pendengaran dan penglihatan

o       Sadar

Syarat Sah

o       Suci badan, pakaian dan tempat dari najis

o       Berwudhu

o       Dikerjakan pada waktunya

o       Menutup aurat

o       Menghadap kiblat

 

2.2.3 Aurat Wanita dalam Shalat

Pada saat shalat wanita tidak diperbolehkan menampakan bagian- bagian yang di beri perhiasan oleh Allah, kecuali muka dan telapak tangan.

  

2.2.4 Suara Wanita dalam Shalat

Suara wanita bukanlah aurat, tetapi wanita tidak boleh melagukan bacaan yang dibacanya sehingga dapat menimbulkan suara dengan nada rendah dan tinggi yang dapat membangkitkan nafsu syahwat laki- laki yang mendengarnya. Jika dilagukan,maka suara tersebut dianggap sebagai aurat dan dapat membatalkan shalat.

 

2.2.5 Kedudukan Wanita Haid, Nifas dan Istihadhah dalam shalat

Wanita haid dan nifas haram melakukan shalat selama datang haid dan nifas, walaupun haid dan nifasnya sedikit. Menyengaja mendirikan shalat, maka haram hukumnya dan kafir bagi mereka yang melakukannya. Begitu pula haram bagi mereka melakukan sujud tilawal dan sujud syukur.

 

2.2.6 Ziarah Kubur bagi Wanita

Menurut hadits rasullah, beliau mengutuk wanita untuk berziarah ke kuburan apabila ziarah tersebut mengandung fitnah dan perbuatan haram, misalnya karena terlalu sering beriarah, sehingga menyia- nyiakan kepentingan suami. Jika tidak, maka wanita diperbolehkan untuk berziarah ke kuburan.

 

2.2.7 Wanita yang tidak wajib Berpuasa Ramadhan

Wanita yang sedang haid

Wanita Nifas

Musafir

Wanita yang sedang sakit

Wanita yang sudah tua

Wanita yang memiliki penyakit kronis

Wanita hamil dan menyusui

 

2.2.8 Hukum- hukum Perkawinan

طWAJIB, bagi mereka yang telah mampu untuk menikah, nafsunya mendesak dan takut terjerumus dalam perzinahan.

طSUNAT, bagi mereka yang telah mampu untuk menikah dan nafsunya mendesak, tetapi masih bisa menahan dirinya dari zina.

طHARAM, bagi mereka yang belum bisa memberikan nafkah lahir dan batin, serta nafsunya tidak mendesak.

طMAKRUH, bagi mereka yang lemah syahwat dan tidak mampu memberikan belanja istri dan keluarganya.

طMUBAH, bagi mereka yang tidak terdesak oleh alasan- alasan untuk segera menikah.

 

2.2.9 Kriteria Memilih Suami

Memilih calon suami yang memiliki agama dan akhlak

Mampu melaksanakan kewajibannya secara sempurna dalam memimpin keluarga

Bukan dari golongan fasik/ pembuat dosa yang dapat memutuskan tali kekeluargaan

Berniat menikah dengan sungguh- sungguh

Tidak menggantungkan wanita dalam waktu yang lama

Tidak sering mendatangi wanita yang hendak didatanginya

Tidak berjabat tangan dengan wanita yang akan dinikahinya

Sehat jasmani dan rohani

Tidak mengobral janji dan berandai- andai

7

2.3 Akhlak Wanita Muslimah

2.3.1 Akhlak Terhadap Allah S.W.T

Mengabdi hanya kepada Allah S.W.T.

Tunduk dan patuh dalam ketentuan- ketentuan hokum Allah S.W.T.

Berserah diri kepada ketentuan Allah S.W.T.

Bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah

Ikhlas dan ridha menerima semua keputusan Allah

Takut terhadap siksa Allah

Cinta dengan penuh harap kepada Allah

Takut kehilangan rahmat Allah

 

2.3.2 Akhlak Terhadap Rasullah S.A.W

Ikhlas menyatakan dan bersaksi bahwa nabi Muhammad itu utusan Allah

Mengucapkan salam dan shalawat kepada Rasullah

Taat dan cinta kepada Rasullah

Menmghidupkan sunah Rasullah

Laksanakan hokum Allah dan Rasullah

Tidak mengabaikan perintah Rasullah

 

2.3.3 Akhlak Terhadap Al-Quran

Membaca Al-Quran dengan Khusyu

Membaca Al- Quran dengan diawali Basmallah

Membaca Al- Quran dengan suara yang baik dan merdu

Memahami ayat- ayat Al- Quran yang dibaca

Mengamalkan isi kandungan Al- Quran

Berdoa setelah membaca Al – Quran

 

2.3.4 Akhlak Terhadap Orang Tua

Harus menaati perintah orang tua

Berbicara dengan orang tua secara lembut

 

8

Menyimak dan menjalankan perintah orang tua

Tidak bermuka masam di depan orang tua dengan alasan apapun

Tidak melakukan apapun tanpa izin dari orang tua

Segera menjawab seruan orang tua,dll.

 

2.3.5 Akhlak Terhadap Diri Sendiri

Meninggalkan setiap perkara yang merusak kesehatan jasmani dan rohani

Memelihara diri dengan sifat- sifat yang terpuji

Menjauhi diri dari sifat- sifat tercela

 

2.3.6 Akhlak Terhadap Suami

Wajib menaati suami

Menjaga kehormatan dan harta suami

Menjaga kemuliaan dan perasaan suami

Melaksanakan hak suami

Tidak boleh melawan suaminya

Tidak boleh menjelek- jelekan keluarga suami

Tidak boleh menunjukan pertentangan di depan anak- anak

Tidak boleh menganggap bodoh dan rendah suaminya

 

2.3.7 Akhlak Terhadap Kaum Kerabat

Saling bersilahturahmi

Saling memberikan bantuan jika memang diperlukan

Menjenguk yang sakit di antara mereka

Ikut meringankan beban dan penderitaan mereka

Menyantuni orang miskin di antara mereka

 

2.3.8 Akhlak Terhadap Tetangga

Saling bersilahturahmi

Saling bertoleransi

Saling memberikan nasihat dalam berbagai urusan kehidupan

Saling memberikan pertolongan

Saling melindungi dari kezhaliman

Saling menjaga perasaan

 

2.3.9 Akhlak Terhadap Sesama Muslim

Saling memberi bantuan

Menyebarkan salam

Menjenguk jika sakit

Menjawab salam

Berbaik sangka kepadanya

Tidak membocorkan rahasianya

Saling menampakan kecintaan

 

2.3.10 Akhlak Terhadap Orang Kafir

Kafir adalah sesat

Tidak boleh ikut melakukan kekafiran

Benci terhadap orang kafir karena Allah

Berbuat adil kepada orang kafir

Tidak boleh mencintai orang kafir

Jangan menghina orang kafir

Tidak boleh memberikan salam

 

BAB III PENUTUP

 

3.1 Simpulan

Kedudukan wanita dalam Islam saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup baik hanya saja, sekarang- sekarang ini banyak sekali hal- hal buruk yang ditampilkan melalui berbagai media untuk mempengaruhi pola pikir dan pola tingkah laku wanita ke arah yang salah. Untuk itu, wanita saat ini haruslah lebih memahami tentang ajaran agama Islam agar terhindar dari pengaruh- pengaruh yang salah.

 

3.2 Saran

Pengaruh budaya luar yang bertentangan dengan ajaran agama Islam belakangan ini kerap kali ditampilkan dari berbagai mediauntuk mempengaruhi pola berprilaku dan berpakaian wanita. Untuk itu, setiap wanita perlu membentengi dirinya agara terhindar dari pengaruh- pengaruh negative yang akhirnya menjerumuskan wanita itu sendiri. Memahami ajaran Islam secara lebih mendalam dan meningkatakan Iman merupkan solusi yang terbaik yang perlu dilakukan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Haya Binti Mubarok. Wanita Muslimah. Jakarta : Darul Falah, 2000

Ibrahim, Ummu. Bagaimana menjadiwanita Shalihah dan Ibu yang sukses. Jakarta : Darul Falah, 1417 H

Al- Banna, Hasan. Dzikir dan Doa yang Diajarkan Rasullah. Jakarta : Media Dakwah, 1985

About these ads

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Tulisan ini dipublikasikan di PAI I. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Wanita dalam Islam

  1. Radzied berkata:

    sangat bermanfaat sekali..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s