Jual Beli Valuta Asing & Saham dalam Tinjauan Fiqih

Oleh Kurniasih

Yang dimaksud dengan valuta asing, ialah mata uang luar negeri, seperti dolar Amerika, poundsterling Inggris, ringgit Malaysia, dan sebagainya. Apabila antar Negara terjadi perdagangan internasional, maka tiap Negara membutuhkan valuta asing untuk alat bayar luar negeri, yang dalam dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya, eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importer Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri.

Dengan demikian, akan timbul penawaran dan permintaan devisa di bursa valuta asing. Setiap Negara berwewenang penuh menetapkan kurs uangnya masing-masing (kurs ialah perbandingan nilai uangnya terhadap uang asing ). Misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 1.640,00. Namun, kurs uang atau perbandingan nilai tukar setiap saat bisa berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi Negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing.

Adapun saham adalah termasuk efek (surat berharga yang dapat diperdagangkan seperti sertifikat dan obligasi), ialah surat berharga sebagai tanda pemegangnya turut memiliki perusahaan yang mengeluarkan saham itu.

Kurs saham itu juga seperti kurs valuta bisa berubah-ubah menurut hokum permintaan dan penawaran. Pada waktu ini, di Indonesia pencatatan kurs saham dilakukan oleh PT Danareksa di Bursa Efek Jakarta.

Hukumnya jual beli valuta asing dan saham menurut islam?

Jual beli valuta asing dan saham diperbolehkan oleh islam, baik transaksinya dilakukan di bursa valuta asing dan bursa efek maupun di tempat lain, karena transaksinya telah memenuhi syarat rukun jual beli menurut hukum islam, antar lain yang terpenting sebagai berikut :

Ø Adanya ijab dan kabul yang ditandai dengan cash and carry, yakni penjual menyerahkan barangnya dan pembeli membayar tunai. Ijab Kabul jual beli bisa dilakukan dengan lisan, tulisan, atau dengan utusan.

Ø Kedua belah pihak mempunyai wewenang penuh melakukan tindakan-tindakan hukum (dewasa dan sehat pikirannya).

Ø Valuta asing dan saham memenuhi syarat untuk menjadi obyek transaksi jual beli ialah :

o Suci barangnya (bukan benda najis), menurut kebanyakan ulama, jual beli benda najis tidak boleh berdasarkan hadits Nabi yang disampaikan oleh jabir; teks hadits Ibid, hlm 129-130. menurut ulama Hanafi dan mazham Dzahiri, boleh jual beli barang yang ada manfaatnya, termasuk benda najis, seperti kotoran hewan untuk rabuk tanaman dan minyak yang kena najis untuk penerangan. Pendapat Hanafi dan Dzahiri ini didasarkan kepada hadits Nabi, bahwa nabi menemukan kambing kepunyaan maimunah mati tergeletak, lalu nabi bersabda, “Mengapa tidak kamu ambil kulitnya, kemudian kamu samak dan memanfaatkannya?” Mereka menjawab, bahwasannya kambing telah menjadi bangkai. Maka nabi bersabda, “Bahwasannya yang dilarang itu memakannya.” Maka dapat disimpulkan, bahwa memanfaatkan benda najis selain untuk makanan itu boleh menurut islam.

o Dapat dimanfaatkan

o Dijual oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya.

Jual beli barang yang bukan miliknya, misalnya milik suami atau isterinya atau teman karibnya, maka menurut mazhab Maliki, Syafi’I dan Hambali, adalah boleh dan sah dengan syarat: menunggu izin suami atau isteri atau teman karibnya yang tidak menghadiri akad jual belinya. Apabila pemiliknya ternyata menyetujuinya, sahlah jual belinya. Sebaliknya apabila pemiliknya tidak bisa menyetujuinya, maka tidak sahlah jual belinya. Akad seprti ini disebut akad fudhuli

o Dapat diserahterimakan barangnya secara nyata.

Contoh: tidak boleh jual beli ikan yag masih di dalam air, burung yang belum tertangkap atau terkurung, kecuali burung yang biasanya pulang kembali ke sangkarnya, misalnya pada malam hari, anak hewan yang masih di dalam perut induknya, dsb. Hal ini berdasarkan hadis nabi: Jangan kamu membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung unsure penipuan. (Hadis riwayat Ahman bin Hamban dan Al-Baihaqi dari Ibnu Mas’ud).

o Dapat diketahui barangnya dan harganya dengan jelas.

Jual beli barang yang tidak ada di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifat-sifatnya atau cirri-cirinya. Kemudian jika barang sesuai dengan keterangan penjual, maka sahlah jual belinya tetapi jika tidak sesuai, maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya. Hal ini sesuai dengan Hadis nabi riwayat Al-Daruquthni dari Abu Hurairah: Barang siapa yang membeli sesuatu yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya.

o Barangnya sudah berada ditangan pemiliknya, jika barangnya diperoleh dengan imbalan.

Hal ini berdasarkan hadis nabi riwayat Ahmad, Al-Baihaqi, dan Ibnu Hibban dari Hakim bin Hizam : Jika engkau membeli sesuatu, maka engkau jangan jual sehingga engkau menerimanya (menguasainya).. Tetapi jual beli barang yang diperoleh tanpa imbalan, seperti barang warisan atau wasiat, maka sah jual belinya, sekalipun barangnya belum diterima oleh si penjualnya.


Jenis-jenis transaksi valuta asing

v Transaksi spot, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bias dihindari dan merupakan transaksi internasional.

v Transaksi forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2×24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa’adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).

v Transaksi swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

v Transaksi option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unusru maisir (spekulasi).

Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:

§ Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).

§ Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan).

§ Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-Taqabudh).

§ Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat bertransaksi dan secara tunai.

Perlu ditambahkan pendapat Abdurrahman Isa, bahwa jual beli saham itu diperbolehkan oleh agama, termasuk saham-saham yang dikeluarkan oleh bank, sekalipun sebagian besar kegiatan bank itu untuk kegiatan perkreditan dengan system bunga, karena umat islam dewasa ini dalam keadaan terpaksa (darurat).

Adapun jual beli obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan yang tudak menginvestasikan dalam pembangunan proyek-proyek produktif, tetapi dimanfaatkan dana yang terkumpul untuk kegiatan riba (kredit dengan system bunga), maka tiak boleh menurut agama, karena pemegang obligasi statusnya sama dengan pemberi kredit dengan bunga yang sudah ditentukan. Sebaliknya, jual beli obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk membiayai proyek-proyekyang produktif (pertanian, perkebunan, industri, dsb), maka diperbolehkan oleh agama, karena persentasi keuntungan yang akan diterima oleh pemilik obligasi itu adalah hasil mudharabah, yakni bagi hasil antara pemilik modal (obligasi) dengan pelaksana usaha.

KESIMPULAN

Membeli dan memiliki saham dengan maksud ingi sharing kepemilikam sutu perusahaan dan mengharapkan deviden (bagian laba perusahaan tsb), atau menjualnya kembali karena suatu keperluan tanpa unsure spekulasi.

Membeli, memiliki atau menjual valuta asing sebagai sebuah perusahaan jasa tukar menukar mata uang (seperti perusahaan money changer yang ada saat ini) tanpa unsure spekulasi. Maka jual beli saham maupun valuta asing tersebut halal, karena masing-masing tidak ada unsure spekulasi dan usahany riil

Membeli dan memiliki saham dengan niat karena memang ingin menjual kembali pada saat-saat harganya bagus, sehingga yang diharapkan bukannya deviden saham perusahaannya, tapi GAIN (selisih harga beli dan jual) saham tersebut. Sehungga sifatnya 100% Spekulatif (bias jadi untung besar atau rugi besar). Dan inilah hakikatnya inti dominant dari kegiatan bursa saham yang ada di BEJ atau lainnya di dunia porsi kegiatan IPO (penjualan saham oleh suatu perusahaan pada saat go public samgat kecil). Dan system ekonomi liberal menyandarkan Value / nilai image suatu perusahaan kegiatan spekulatif ini, yaitujika Gain di pasar saham tinggi, maka dianggap citra perusahaan bagus. Keadaan Makro Ekonomi Negara pun saat ini mengambil indicator spekulatif ini sebagai acuan tingkat kepercayaan pasar membeli, memiliki dan menjual VALAS pada saat harganya bagus (jika harga turun, kalau perlu cadangan Valas disimpan dulu). Ini pun 100% Spekulatif. Dan saat ini usaha jenis ini semakin SISTEMATIK dengan fasilitas online karena fluktuasi kurs terpantau secara real time. Maka jual beli saham maupun VALAS semacam ini haram, karena masing-masing bersifat 100% spekulatif dan bentuk usahanya tidak riil, yaitu hanya berbentuk mempermainkan uang.

About these ads

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Tulisan ini dipublikasikan di Masail Fiqhiyah. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s