Toleransi antar Umat Beragama

Oleh Jenny Putri Vidiana

A. Latar Belakang

Pada era globalisasi sekarang ini, umat beragama dihadapkan pada serangkaian tantangan baru yang tidak terlalu berbeda dengan yang pernah dialami sebelumnya. Perbedaan agama adalah fenomena nyata yang ada dalam kehidupan, karena itu toleransi sangat dibutuhkan.

Semua orang tahu bahwa agama Islam adalah agama yang paling toleran terhadap pemeluk agama dan kepercayaan lain. Seseorang tidak pernah dipaksa masuk kedalam agama Islam, bila dia tidak mau. Dalam sejarah belum pernah terjadi, ada seseorang masuk Islam karena dipaksa, diancam atau diintimidasi. Sebab dalam pandangan Islam, setiap orang wajib dihormati kebebasanya dalam menentukan jalan hidupnya.

Kebebasan dan toleransi merupakan dua hal yang seringkali dipertentangkan dalam kehidupan manusia. Secara khusus dalam komunitas yang beragam dan akan lebih rumit ketika dibicarakan dalam wilayah agama. Kebebasan beragama dianggap sebagai sesuatu yang menghambat kerukunan tidak adanya toleransi), karena dalam pelaksanaan kebebasan mustahil seseorang tidak menyentuh kenyamanan orang lain. Akibatnya, pelaksanaan kebebasan menghambat jalannya kerukunan antarumat beragama.

Kebebasan beragama pada hakikatnya adalah dasar bagi terciptanya kerukunan antar umat beragama. Tanpa kebebasan beragama tidak mungkin ada kerukunan antar umat beragama. Kebebasan beragama adalah hak setiap manusia. Hak untuk menyembah Tuhan diberikan oleh Tuhan, dan tidak ada seorang pun yang boleh mencabutnya.
Demikian juga sebaliknya, toleransi antarumat beragama adalah cara agar kebebasan beragama dapat terlindungi dengan baik. Kebebasan dan toleransi tidak dapat diabaikan. Namun yang sering kali terjadi adalah penekanan dari salah satunya, misalnya penekanan kebebasan yang mengabaikan toleransi dan usaha untuk merukunkan dengan memaksakan toleransi dengan membelenggu kebebasan. Untuk dapat mempersandingkan keduanya, pemahaman yang benar mengenai kebebasan beragama dan toleransi antar umat beragama merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat.

A. Pengertian Toleransi

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, Toleransi yang berasal dari kata “toleran” itu sendiri berarti bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan), pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, dan sebagainya) yang berbeda dan atau yang bertentangan dengan pendiriannya.Toleransi juga berarti batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan.
Dalam bahasa Arab, toleransi biasa disebut “ikhtimal, tasamuh” yang artinya sikap membiarkan, lapang dada (samuha-yasmuhu-samhan, wasimaahan, wasamaahatan) artinya: murah hati, suka berderma (kamus Al Muna-wir hal.702). Jadi, toleransi (tasamuh) beragama adalah menghargai dengan sabar, menghormati keyakinan atau kepercayaan seseorang atau kelompok lain.

Kesalahan memahami arti toleransi dapat mengakibatkan talbisul haqbil bathil (mencampuradukan antara hak dan bathil) yakni suatu sikap yang sangat terlarang dilakukan seorang muslim, seperti halnya nikah antar agama yang dijadikan alasan adalah toleransi padahal itu merupakan sikap sinkretisme yang dilarang oleh Islam. Sinkretisme adalah membenarkan semua agama. Sebagaimana yang telah dijelaskan diayat quran dibawah ini, Allah SWT berfirman:

“ Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”. (QS.Ali Imran: 19)

B. Pandangan Islam Mengenai Silaturahmi

Untuk terciptanya kehidupan yang rukun, damai dan sejahtera, Islam tidak hanya mengajarkan umatnya untuk semata beribadah kepada Allah SWT. Melainkan Islam justru sangat menekankan umatnya untuk membina dan menjalin silaturahmi yang baik dengan tetangga dan lingkungannya.

Islam adalah agama yang universal artinya rahmatan lil alamin. Umat Islam yang sangat menginginkan hidupnya mendapatkan ridha Allah SWT selalu namanya berpegang dengan ajaran Islam, dimana hubungan secara vertical kepada Allah senantiasa harus dibina tetapi karena manusia mahluk social maka dia harus membina hidup bermasyarakat artinya berhubungan dengan tetangga secara baik .

Islam sangat menjunjung tinggi silaturahmi dan cara memuliakan tetangga. Hal ini tercantum didalam ayat suci Al-Quran dan hadist, berikut dalilnya:

“Hai manusia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui dan maha mendengar”. (QS Al-Hujurat:13)

Dari Abu Hurairah ra. Dia berkata: Rosulullah SAW bersabda: Barang siapa senang diperluas rezekinya diperpanjang umurnya 1) hendaklah bersilaturahmi. Riwayat Bukhari.

Dari ra dia berkata: Rosulullah SAW Bersabda: Apabila engkau masak kuah, berilah air yang banyak dan perhatikan hak tetanggamu. Riwayat Muslim.

Dari beberapa hadist diatas menandakan bahwasannya Rosulullah SAW sangat memuliakan tetangga. Karena dengan kita memuliakan tetangga banyak sekali manfaatnya. Selain itu aplikasi dalam kehidupannya, kebersamaan hidup antara orang-orang Islam dengan non Islam sebenarnya telah dicontohkan oleh Rosulullah ketika beliau dengan para sahabat mengawali hidup di Madinah setelah hijrah. Dimana Rosulullah mengikat perjanjian penduduk Madinah yang terdiri dari orang-orang kafir dan muslim untuk saling membantu dan menjaga keamanan kota Madinah dari gangguan.

C. Manfaat Toleransi Hidup Beragama Dalam Pandangan Islam

1. Menghindari Terjadinya Perpecahan

Bersikap toleran merupakan solusi agar tidak terjadi perpecahan dalam mengamalkan agama. Sikap bertoleransi harus menjadi suatu kesadaran pribadi yang selalu dibiasakan dalam wujud interaksi sosial. Toleransi dalam kehidupan beragama menjadi sangat mutlak adanya dengan eksisnya berbagai agama samawi maupun agama ardli dalam kehidupan umat manusia ini.

Dalam kaitanya ini Allah telah mengingatkan kepada umat manusia dengan pesan yang bersifat universal, berikut firman Allah SWT:

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada -Nya orang yang kembali.”(As-Syuro:13)

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Al-Imran:103)


Pesan universal ini merupakan pesan kepada segenap umat manusia tidak terkecuali, yang intinya dalam menjalankan agama harus menjauhi perpecahan antar umat beragama maupun sesama umat beragama.

2. Memperkokoh Silaturahmi dan Menerima Perbedaan

Salah satu wujud dari toleransi hidup beragama adalah menjalin dan memperkokoh tali silaturahmi antarumat beragama dan menjaga hubungan yang baik dengan manusia lainnya. Pada umumnya, manusia tidak dapat menerima perbedaan antara sesamanya, perbedaan dijadikan alasan untuk bertentangan satu sama lainnya. Perbedaan agama merupakan salah satu faktor penyebab utama adanya konflik antar sesama manusia.

Merajut hubungan damai antar penganut agama hanya bisa dimungkinkan jika masing-masing pihak menghargai pihak lain. Mengembangkan sikap toleransi beragama, bahwa setiap penganut agama boleh menjalankan ajaran dan ritual agamanya dengan bebas dan tanpa tekanan. Oleh karena itu, hendaknya toleransi beragama kita jadikan kekuatan untuk memperkokoh silaturahmi dan menerima adanya perbedaan. Dengan ini, akan terwujud perdamaian, ketentraman, dan kesejahteraan.

KESIMPULAN

Toleransi dalam beragama bukan berarti kita harus hidup dalam ajaran agama lain.Namun toleransi dalam beragama yang dimaksudkan disini adalah meng- hormati agama lain. Dalam bertoleransi janganlah kita berlebih-lebihan sehingga sikap dan tingkah laku kita mengganggu hak-hak dan kepentingan orang lain. Lebih baik toleransi itu kita terapkan dengan sewajarnya. Jangan sampai toleransi itu menyinggung perasaan orang lain. Toleransi juga hendaknya jangan sampai merugikan kita, contohnya ibadah dan pekerjaan kita.

About these ads

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Tulisan ini dipublikasikan di Masail Fiqhiyah. Tandai permalink.

22 Balasan ke Toleransi antar Umat Beragama

  1. alfonsia berkata:

    maaf ya aQ agak gag setuju ma kata2 yg blang klo nggak ada orang islam yang maksain orang msk islam… cz aku di paksa masuk islam….

  2. ilma says berkata:

    Nanggepin comment-nya alfonsia. Mungkin ada yang seperti itu, tetapi itu sama sekali tidak mencerminkan islam yang benar karena dalam islam yang benar sama sekali g ada unsur pemaksaan. Jadi, kalau ada yang seperti itu, hal itu murni kesalahan orang yang memaksa kamu buat masuk islam. Orang tsb tidak paham bagaimana konsep ajaran islam sesungguhnya.

  3. hery berkata:

    “Semua orang tahu bahwa agama Islam adalah agama yang paling toleran terhadap pemeluk agama dan kepercayaan lain.”
    saya kurang setuju dengan pernyataan ini, menurut saya memang sebenarnya semua agama toleran pada agama lain tapi pada beberapa kasus kenyataannya lain.
    contohnya ketika umat Islam berpuasa, mengapa rumah2 makan HARUS tutup(tidak diperbolehkan berjualan ketika puasa), padahal belum tentu penjual makanan tsb beragama Islam, jika ia dipaksa tutup bagaimana ia dapat mencari uang untuk kehidupannya….

  4. Mezaluna berkata:

    Semua kembali pada niat.mau buka dibulan puasa silahkan, mau tutup ya monggo.
    gitu aja kok repot…
    yang pentoing jangan pada tawur kayak BONEK ya..
    Syukron..

  5. zainal berkata:

    klo itu bukan masalah agamanya… islam mengajarkan toleransi.. tpi klo penganutnya g ta’at ya gmana…
    masalahnya ada di para penganut agamanya… bukan ajaran agamanya…
    klo mw contoh ya banyak… tpi skli lagi saya bisa pastikan bahwa islam tidak mengajarkan untuk seperti itu,.

  6. diandono berkata:

    menanggapi komentar alfonsia, orang yang Islam yang memaksa orang lain masuk Islam justru tidak paham dan tidak sedang mengamalkan ajaran Islam, seperti halnya orang memaksakan demokrasi dengan cara kekerasan.

  7. ahmad mahsun berkata:

    dalam hal toleransi beragama, kita harus benar2 tegakkan coz sangat penting banget bagi kita yang berada di negara indonesia ini. tetapi dalam hal ajaran agama atau akidah agama kita harus tegas mengatakan jika hak adalah hak dan batil adalah batil.
    agama boleh berbeda tetapi tetap dalam kaidah kita masing2.
    janganlah berpecah belah karena perbedaan. oks

  8. Andi berkata:

    Terima Kasih, mohon izin buat copy ya.. makasih

  9. wahyu berkata:

    agama islam adalah agama besar jadi tidak ada yang bisa mengalahinya
    aku bangga dengan perjuangan nabi muhammad karen dia adalah nabi dan rasul allah

  10. windi moon berkata:

    LALU BAGAIMANA TANGGAPAN ANDA TENTANG FORUM FB “ANTI KRISTEN”
    KALAU ANDA MELIHAT ISI FORUM TERSEBUT ANDA BISA TERSENTAK KAGET MEMBACA TULISAN2 ANARKIS YANG DIBUAT OLEH SESAMA SAUDARA MUSLIMIN YANG BERBICARA KURANG SENONOH DAN MENGHUJAT2 AGAMA LAIN

  11. Ahmad berkata:

    menanggapi pernyataan Windi.
    Jika memang bnar seperti yg dilihat.
    Berarti orang itu tidak memahami betul agamanya, tidak mempelajari islam dgn sungguh sungguh. Hanya tertulis dalam ktp saja.
    Sedangkan ia tidak berpegang teguh terhadap kitabnnya.
    Bkn hanya umat kristen saja, tapi umat islam pun pasti merasa risih terhadap orang seperti itu.
    Dan memang harus segera di sadarkan.

  12. Rahayu Arkowati berkata:

    Menghargai , lapang dada , menghormati…dlll; bukan skdr untk urusan beragama, disegala urusan kehidupan manusia yg beradat , berbudaya dan bernorma yg berbeda dgn makhluk jenis lain siapapun dia..

  13. beebee berkata:

    Thank you buwt penulis,,,,mohon ijin bWt copy y???tgs date line,,,,,,

  14. iatea berkata:

    ijin copi. sgt membantu dalm tugasku

  15. Nayu berkata:

    Makasi ..
    bs buat refrensi tugas .

  16. Erik berkata:

    Kurang setuju dengan kata-kata : “Islam agam paling toleran”. Saya pikir semua agama punya ruang untuk toleransi itu. Karena itu semua agama punya peluang yang sama untuk menjadi agama yang paling toleran. Karena toleransi itu nilai universal di dalam semua agama, agama manapun di dunia ini. thanks ya…..

  17. Farikha berkata:

    Sesungguhnya pesan dasar yang ditekankan oleh semua agama adalah pentingnya penciptaan perdamaian berdasarkan prinsip persamaan dan kesatuan manusia. Tetapi tampaknya pesan dasar agama ini belum menjadi rujukan kolektif semua pemeluk agama, terlebih lagi para pemimpin agama, guru guru agama karena kompleksitas persoalan teologis, historis dan sosiologis yang melekat pada semua agama. Agamapun seringkali menampakkan sisi wajahnya yang keras dan garang, sehingga tidak bisa difahami jika muncul anggapan yang menempatkan agama sebagai salah satu pemicu terjadinya kekerasan. Adalah tugas kita semua para umat yang mengaku “beragama” untuk mengaktualisasikan knsep “toleransi” dalam kehidupan sehari hari dengan cara2 yang lebih humanis dan penuh ketulusan sehingga kebersamaan dalam perpedaan itu terasa lebih indah

  18. Ping balik: TOLERANSI DAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA | fazima

  19. Ping balik: karya cipta film TANDA CINTA ,skenario dan sutradara Syahriar Tato | Syahriartato's Blog

  20. Anshori berkata:

    Izin Beli Kopi Ya … #HAHAHA

  21. Anshori berkata:

    1. Menghindari Terjadinya Perpecahan

    Bersikap toleran merupakan solusi agar tidak terjadi perpecahan dalam mengamalkan agama. Sikap bertoleransi harus menjadi suatu kesadaran pribadi yang selalu dibiasakan dalam wujud interaksi sosial. Toleransi dalam kehidupan beragama menjadi sangat mutlak adanya dengan eksisnya berbagai agama samawi maupun agama ardli dalam kehidupan umat manusia ini.

  22. sella monica berkata:

    Allahu Akbar!!! islam itu indah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s