Kerukunan dalam Islam

Oleh Alfario dkk

PENDAHULUAN

Islam secara etimologis, berasal dari bahasa Arab Salima, yang berarti “Selamat sentosa”. Kemudian kata itu di bentukmenjadi aslama, yang artinya “ memeliahara dalam keadaan selamat sentosa” dan berarti juga “menyerahkan diri, tunduk, damai, selamat, taat, dan patuh”. Seseorang yang bersikap sebagaimana dimaksud oleh pengertian islam tersebut, di sebut muslim, yaitu orang yang telah menyatakan dirinya taat, menyerah diri, patuh dan tunduk pada ajaran Allah SWT. Selain itu Islam secara terminologis, berarti agama islam yang berisi ajaran yang memberi petunjuk kepada umat manusia untuk melaksanakan tugas kehidupan menurut syariat, jalan kehidupan yang benar, yang memberikan kemaslahatan bagi semua makhluk Allah. Islam adalah agama universal, agama yang diturunkan oleh Allah sejak Rasul pertama Adam sampai rasul terakhir Muhammad SAW..

A. PENGERTIAN

“Rukun” dari Bahasa Arab “ruknun” artinya asas-asas atau dasar, seperti rukun Islam. Rukun dalam arti adjektiva adalah baik atau damai. Kerukunan hidup umat beragama artinya hidup dalam suasana damai, tidak bertengkar, walaupun berbeda agama.

Kerukunan hidup umat beragama di Indonesia adalah program pemerintah sesuai dengan GBHN

tahun 1999 dan Propenas 2000 tentang sasaran pembangunan bidang agama. Kerukunan hidup di Indonesia tidak termasuk aqidah atau keimanan menurut ajaran agama yang dianut oleh warga negara Indonesia, yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Budha. Setiap umat beragama di beri kesempatan melakukan ibadah sesuai dengan keimanan dan kepercayaan masing-masing.

B. Pengertian Kerukunan Menurut Islam

Kerukunan dalam Islam diberi istilah “tasamuh ” atau toleransi. Sehingga yang di maksud dengan toleransi ialah kerukunan sosial kemasyarakatan, bukan dalam bidang aqidah Islamiyah (keimanan), karena aqidah telah digariskan secara jelas dan tegas di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dalam bidang

aqidah atau keimanan seorang muslim hendaknya meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya agama dan keyakinan yang dianutnya sesuai dengan firman Allah SWT. dalam Surat Al-Kafirun ( 109) ayat 1 – 6 sebagai berikut: Artinya : “Katakanlah, “Hai orang-orang kafir! “. Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah. Dan

tiada (pula) kamu menyembah Tuhanyang aku sembah. Dan aku bukan penyembah apayang biasa kamu sembah. Dan kamu bukanlah penyembah Tuhanyang aku sembah. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. Sikap sinkritisme dalam agama yang menganggap bahwa semua agama adalah benar tidak sesuai dan tidak relevan dengan keimanan seseorang muslim dan tidak relevan dengan pemikiran yang logis, meskipun dalam pergaulan sosial dan kemasyarakatan Islam sangat menekankan prinsip toleransi atau kerukunan antar umat beragama. Apabila terjadi perbedaan pendapat antara anggota masyarakat (muslim) tidak perlu menimbulkan perpecahan umat, tetapi hendaklah kembali kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dalam sejarah kehidupan Rasulullah SAW., kerukunan sosial kemasyarakatan telah ditampakkan pada masyarakat Madinah. Pada saat itu rasul dan kaum muslim hidup berdampingan dengan masyarakat Madinah yang berbeda agama (Yahudi dan Nasrani). Konflik yang terjadi kemudian disebabkan adanya

penghianatan dari orang bukan Islam (Yahudi) yang melakukan persekongkolan untuk menghancurkan umat Islam.

C. Makna Ukhuwah Islaminyah

Kerukunan umat Islam di Indonesia harus berdasarkan atas semangat ukhuwah Islamiyyah (persaudaraan sesama muslim). Kata ukhuwah berarti persaudaraan, maksudnya perasaan simpati dan empati antar dua orang atau lebih. Masing-masing pihak memiliki satu kondisi atau perasaan yang sama, baik suka maupun duka, baik senang maupun sedih. Jalinan perasaan itu menimbulkan sikap timbal balik untuk saling membantu pihak lain yang mengalami kesulitan, serta sikap untuk saling membagi kesenangan kepada pihak lain bila salah satu pihak menemukan kesenangan. Ukhuwah atau persaudaraan berlaku sesame umat islam, yang di sebut Ukhuwah islamiyah dan berlaku pula pada semua umat manusia secara universal tanpa membedakan agama, suku, dan aspek-aspek lainnya, yang disebut  Ukhuwah insaniyah.

Persaudaraan sesama muslim, berarti saling menghormati dan saling menghargai relativitas masing-masing sebagai sifat dasar kemanusiaan, seperti perbedaan pemikiran, sehingga tidak menjadi penghalang untuk saling membantu atau menolong karena di antara mereka terikat oleh satu keyakinan dan jalan hidup, yaitu Islam. Agama islam memberikan petunjuk yang jelas untuk menjaga agar persaudaraan sesama muslim dapat terjalin dengan kokoh sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Hujarat 49: 10-12 yang artinya : (10) sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat, (11) Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaummengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita ( yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan pula kamu panggil-memanggil dengan dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah beriman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dhalim, (12) Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian dari kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

D. Makna Ukhuwah Insaniyah

Konsep Persaudaraan sesame manusia, Ukhuwah Insaniyah, dilandasi oleh ajaran bahwa sesame umat manusia adalah makhluk Allah. Sekalipun Allah memberikan petunjuk kebenaran melalui ajaran islam, tetapi Allah juga memberikan kebebasan kepada setiap manusia untuk memilih jalan hidup berdasarkan pertimbangan rasionya. Oleh karena itu sejak awal penciptaan, Allah tidak tetapkan manusia sebagai satu umat, padahal Allah bisa bila mau. Itulah fitrah manusia, sebagaimana Allah jelaskan dalam QS. Al-Maidah (5):48 yang artinya : Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Prinsip kebebasan itu menghalangi pemaksaan suatu agama oleh otoritas manusia, bahkan Rsulpun dilarang melakukannya, sebagaimana firman Allah dalam QS. Yunus 10:99 yang artinya : Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supanya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? Dalam QS. Al-Baqarah (2): 256 Allah juga berfirman : Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang salah. Senada dengan makna ayat tersebut, dalam QS> al-Kahfi (18):29 Allah berfirman: Dan katakanlah: Kebenaran itu dating dari Tuhanmu, maka barang siapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman dan barang siapa yang ingin kafir biarlah ia kafir.

E. Tanggung Jawab Sosial Umat Islam

Umat islam adalah umat yang terbaik yang di ciptakan Allah dalam kehidupan dunia ini. Demikian firman Allah dalam QS. Ali Imran 3:110. Kebaikan umat islam itu bukan sekedar simbolik,karena telah mengikrarkan keyakinan Allah sebagai Tuhannya dan Muhammad SAW sebagai Rasulullah, tetapi karena identifikasi diri sebagai muslim memberikan konsekuensi untuk menunjukan komitmennya dalam beribadah kepada Allah dan berlaku sosial. Dalam al-Quran kedua komitmen itu disebut hablun minallah dan hablun minannas. Allah mau menunjukan komitmen kehidupannya pada aspek tersebut. Bentuk tanggung jawab sosial meliputi berbagai aspek kehidupan, diantaranya adalah :

  1. Menjalin silahturahmi dengan tetangga. Dalam sebuah Hadits Rasulullah menjadikan kebaikan seseorang kepada tetangganya menjadi salah satu indicator keimanan.
  2. Memberikan Infaq sebagian dari harta yang dimiliki, baik yang wajib dalam bentuk zakat maupun yang sunnah dalam bentuk sedekah. Harta adalah rezeki yang Allah karuniakan kepada hamba-Nya yang harus disyukuri baik secara lisan maupun melalui pemanfaatan secara benar. Dalam QS. Ibrahim 14:7 Allah berfirman: Dan (ingatlah) tatkala tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.
  3. menjenguk bila ada anggota masyarakat yang sakit dan ta’ziah bila ada anggota masyarakat yang meninggal dengan mengantarkan jenazahnya sampai di kubur.
  4. memberi bantuan menurut kemampuan, bila ada anggota masyarakat yang memerlukan bantuannya. Rasulullah melarang orang Islam menolak permintaan bantuan orangorang lain yang meminta kepadanya seandainya ia mampu membantunya. Hubungan sosial akan terjalin dengan baik, apabila masing-masing anggotanya mau saling membantu dan saling peduli akan nasib pihak lain.
  5. penyusunan sistem sosial yang efektif dan efisien untuk membangun masyarakat, baik material spiritual maupun  fisik materialnya. Pembangunan mental, khususnya untuk generasi muda, perlu memperoleh perhatian yang serius.

F. Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar

Amar ma’ruf dan nahi munkar artinya memerintahkan orang lain untuk berbuat baik dan mencegah perbuatan jahat. Sikap amar ma’ruf dan nahi munkar akan efektif, apabila orang yang melakukan juga memberi contoh. Oleh karena itu diperlukan kesiapan secara sistematik dan melibatkan kelompokorang dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan secara terorganisasi. Perinatah amar ma’ruf dan nahi munkar diperintahkan oleh Allah dalam QS. Ali Imran 3:104 yang artinya : Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebijakan,menyuruh kepada ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. Di samping sistem dan sarana pendukung, amar ma’ruf dan nahi munkar juga memerlukan kebijakan dalam bertindak. Dalam hal ini Rasulullah memberikan tiga tingkatan, yaitu :

1.      Menggunakan tangan atau kekuasaan apabila mampu;

2.      Menggunakan lisan; dan

3.      Dalam hati apabila langkah pertama dan kedua tidak memungkinkan. Bentuk amar ma’ruf dan nahi munkar yang tersistem di antaranya:

a). Mendirikan Mesjid

b). menyelenggarakan pengajian

c). Mendirikan lembaga wakaf

d).mendirikan lembaga pendidikan Islam: dll

Sebagai agama yang universal dan komperhensif, Islam mengandung ajaran yang integral dalam berbagai aspek kehidupan umat manusia. Islam tidak hanya mengajarkan tentang aqidah dan ibadah semata, tetapi Islam juga mengandung ajaran di bidang Iptek dan bidang-bidang kehidupan lainnya. Keberadaan agama Islam menjadi wujud kasih saying allah bagi makhluk-Nya. Oleh karena itu Islam disebut agama rahmat bagi semesta alam karena menghormati semua manusia sebagai makhluk Allah dan bahkan semua makhluk-Nya. Islam melarang berbuat yang merusak alam lingkungannya. Ketidakstabilan alam akan berakibat buruk bagi alam dan juga bagi umat manusia.

About these ads

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Tulisan ini dipublikasikan di PAI I. Tandai permalink.

4 Balasan ke Kerukunan dalam Islam

  1. dewi_p berkata:

    tulisannya saya copy buat tugas pai saya..
    makasih sebelumnya…

  2. Habibi berkata:

    SUBHANALLAH.
    sungguh indah islam ( agama kita ) itu……….
    mari kita bersama- sama menjalankan semua perintah2Nya……….

  3. kataucheng berkata:

    syukran katsiran ustads …
    sebuah materi yang menyenangkan :d

  4. tussadiahalima berkata:

    dicopy yah untuk tugas makasih banyakkk:))))

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s