Hukum Islam dan Implementasinya By Indah, Dilla & Wahyu

Hukum Islam bersumber pokok pada wahyu, disamping itu mempunyai sumber – sumber penunjang jika belum ada ketetapan yang jelas dari wahyu, yakni  sumber
penalaran  akal  melalui  proses  ijtihad para ahli (melalui jalur ijma, qiyas, dll).

Hukum islam yang secara jelas dan tegas disebutkan melalui ayat atau nash  Al-Qur’an  atau  Sunnah yang  tidak  mengandung  makna metaforis (penta’wilan) dikenal dengan istilah “Syari’ah”. Sedangkan hukum islam yang tidak/belum disebutkan secara  jelas dan tegas oleh nash-nash tersebut yakni yang  masih memerlukan proses ijtihad para ulama mujtahidin, dikenal dengan istilah “Fiqh”.

Hukum islam bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang baik dan teratur bagi manusia  dalam kehidupan  individu maupun kemasyarakatan.  Hukum – hukum itu  merupakan jaminan dari Allah dan  rasulnya  terhadap manusia  di  muka bumi. Barang  siapa  yang  berpedoman kepadanya dan berjalan  diatas rel hukum agama, maka  ia akan diberikan kehidupan yang baik. Pada prinsipnya fungsi utama hukum  islam adalah untuk menciptakan kemaslahatan manusia di  dunia dan  akhirat, atau dengan kata lain untuk menciptakan  kesejahteraan umat manusia, karena hukum islam beorientasi pada keadilan dan kesetaraan manusia. 
Daftar Pertanyaan :

  1. Jelaskan  fungsi Zawajir? (Rodhina)
  2. Apa peranan mahasiswa dalam menegakan hukum islam?  (Wulan)
  3. Jelaskan fungsi Amar ma’ruf nahi munkar? (Desty
  4. Boleh tidaknya menggabungkan ganti puasa ramadhan tahun  lalu di    ramadhan tahun berikutnya? (Efrina)
  5. Boleh tidaknya menggantikan puasa anaknya yang tidak  berpuasa tapi ia sudah baliq? (Ecin)

Jawaban :1.      (Jera) maksudnya fungsi hukum islam disini untuk membuat  orang merasa jera dan tidak mengulangi perbuatannya.2.      Sebelum menegakkan hukum islam seharusnya kita memulai  dari diri kita sendiri dengan cara memahaminya.3.      Ingin menegakkan kebenaran dan mencegah perbuatan keji  dan mungkar.4.      Boleh, asalkan dilengkapi dengan syarat yang lain  seperti membayar fidyiah/ memberi makan orang fakir miskin.5.      Tidak boleh, karena masing-masing orang mempunyai  kewajiban dan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri,  apalagi anak tersebut sudah baliq.

Iklan

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di PAI I. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Hukum Islam dan Implementasinya By Indah, Dilla & Wahyu

  1. yusuf berkata:

    hukum islam di indonesia itu bisa ditegakkan namun bukan hukum islam yang kaku seperti dinegara2 islam
    tetapi yang bisa diterapkan cuma sekedar implementasinya karena seperti yang kita ketahui kita bukanlah sebuah negara islam,karena itu kurang co2k bila langsung diterapkan keseluruhanya…
    saya setuju dengan tulisan anda namun tolong diperjelas seperti yang saya meksutkan..
    jangan seperti FPI yang semaunya sendiri
    hanya seperti orang gila yang berkoar2 gak ada isinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s