Hukum Islam & Implemetasinya…. By Bunga, Dana, Devi & Feronita

Pada prinsipnya fungsi utama hukum Islam adalah untuk menciptakan kemaslahan manusia didunia dan akhirat atau dengan kata lain untuk menciptakan kesejahteraan umat manusia dan tujuannya adalah untuk mewujudkan kehidupan yang baik bagi mereka di dunia dan akhirat dengan jalan mengambil segala yang manfaat mencegah atau menolak yang sia-sia. Maka dari itu kita sebagai insan muslim Indonesia harus terus berusaha dan tawakal agar hukum Islam terwujud di bumi Indonesia tercinta kita agar kehidupan menjadi lebih baik.

Iklan

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di PAI I. Tandai permalink.

43 Balasan ke Hukum Islam & Implemetasinya…. By Bunga, Dana, Devi & Feronita

  1. RR Devi SN berkata:

    Kesammaannya dapat dilihat dari pelaksanaan HAM karna HAM dalam Islam sendiri berprinsip menjunjung tinggi martabat manusia, jelas dalam surat al – Isra: 70, dalam proses pembuktian kesalahannya dan mencari bukti atau saksi juga tidak jauh berbeda akan tetapi dalam proses pemberian sanksi atau hukuman kedua hukum tersebut punya ketetapannya masing – masing.

  2. Christin Citra Lestari berkata:

    Menurut saya, di negara Indonesia masih banyak hukum negara yang tidak sesuai dengan hukum agama islam. Tetapi ada juga hukum negara yang sesuai dengan hukum Islam walaupun jumlahnya masih sedikit. Ini mungkin dikarenakan Indonesia menganut paham Demokrasi dan juga negara Indonesia mengakui 6 agama.Di sini saya akan membahas hukum negara yang tidak sesuai dengan hukum Islam.Contohnya dalam hal Perhitungan Zakat.

    Objek zakat adalah harta kekayaan yang dimiliki seorang muslim yang sudah sampai nisab. Ia wajib (fardhu) mengeluarkan sebagian harta tersebut dan memberikanya kepada orang miskin atau mereka yang menerimanya sesuai syariat Islam. Berarti dasar pemungutan zakat adalah 2,5% dari net equity, sedangkan sesuai dengan undang-undang RI No.17 tahun 2000 pasal 9 ayat (1) huruf g. Zakat atas penghasilan boleh dikurangi dari penghasilan kena pajak berarti zakat dipungut 2,5% dari net income. Jadi, terjadi perbedaan prinsipil antara pemungutan zakat menurut Islam dan pemungutan zakat menurut undang-undang negara Indonesia

  3. Gianti Puspita Sari berkata:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Menurut saya, hukum Islam dengan hukum di Indonesia masih memiliki beberapa perbedaan. Hal ini dapat kita lihat pada UU Perkawinan di Indonesia. Dalam hukum Islam sudah jelas memperbolehkan poligami (seperti yang tertera pada Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 3) sedangkan UU No.1 Thn.1974 jelas menganut azas monogami, sehingga terkesan mempersulit masyarakat yg ingin poligami (pastinya dg ketentuan dlm Islam yg memang telah ia pahami). Seperti pernyataan dari Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Nazaruddin Umar, meski pun UU Perkawinan berazas monogami, namun UU itu tidak menutup kesempatan kepada muslim yang akan melakukan poligami.

    “Kami terkesan seolah-olah pemohon mengopinikan bahwa UU No. 1/1974 tertutup sekali praktek poligami, padahal UU Perkawinan tetap memberikan kesempatan kepada mereka yang ingin berpoligami, hanya dengan persyaratan-persyaratan tertentu, “imbuhnya. (dikutip dari artikel di website suryaningsih.wordpress.com)

    Memang, semua adalah pilihan. Namun alangkah baiknya apabila pilihan itu dapat memberikan kemaslahatan bagi semua pihak.

    Wallahu a’lam bish showab

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  4. Rr. Feronita Susanti berkata:

    Ass.Wr.Wb
    Menurut saya hukum Islam dan Hukum di Indonesia beda banget, perbedaannya itu kalo hukum Islam berpusat pada ajaran Allah SWT dan sunnah Rasul tapi hukum di Indonesia itu berpusat pada diri manusia (individualisme).Jadi jelas banget perbedaannya,contohnya kalo di hukum Islam orang yang mencuri harus di potong tangannya tapi kalo di Indonesia paling cuma di tahan beberapa tahun doank.

  5. Annisa Bani Salamah berkata:

    HUKUM ISLAM VS HUKUM NEGARA

    Menurut saya hukum islam dan hukum negara mempunyai banyak kesamaan dan perbedaan.
    kali ini saya ingin berkomentar tentang persamaannya.
    hukum islam dan hukum negara sama-sama mengatur hukum kekeluargaan,saling menghargai,dan saling menyayangi.
    kedua hukum tersebut melarang tentang adanya kekerasan dalam bersosialisasi.

  6. Zahra Janati Btb berkata:

    Assalamualaikum Wr.Wb

    BismiLLahirohmannirohim,../

    HUKUM ISLAM VS HUKUM NEGARA

    Menurut saya hukum dalam islam itu brbeda dalam hukun negara,…karena hukum islam itu datangnya atau konsepnya dari Allah SWT atau rosul Allah,..sedangkan hukum negara konsepnya datang dari pemikiran manusia,..
    Contohnya hukum pada perZinahan DaLAM ISLAM hUkumannya adalah orang tersebut harus di rajam,sedangkan dlm hukum negara orang yang melakukan perZinahan hanya di penjara,..Dan itupun jika orang tersebut terbukti melakukan perzinahan,..

    Sekian Comment Dari Saya,.. Mohon Maaf Apabila ada kesalah,..
    Wassalammuallaikum Wr.wB

  7. didt sukmana berkata:

    sebenarnya islam merupakan sebuah agama yang sangat universal. tiba-tiba muncul berbagai pandangan dan perdebatan tentang ajaranyang dikandungnya. yang paling banyak di bicarakan salah satunya tentang hukum dan ham. banyak pandangan yang keliru yang terus saja mengerogoti umat ini. ada pandangan yang mengatakan dia sebagai agama yang menghalalkan pembunuhan, pembatasan hak wanita, teroris, tertutup, otoriter, kolot, pinggiran, dll.
    tentang ham, jika kita ingin terbuka setiap orang harus melihat islam dari esensi nya yang murni. jangan hanya memberikan penilaian degan melihat realita yang terjadi. sehingga yang terjadi adalah timbulnya pradigma yang jauh dari kebenaran. so jangan coba di bandingkan dengan olah pikiran manusia biasa. mungkin engan bertolak ukur esensi dari tiap ajarannya, setiap orang akan setuju jika islam ternyata sangant sesuai, bahkan melampaui standar manusia dalm menjalankan hak-hak kemanusiaannya.

  8. Fathunnisa berkata:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    ketika manusia membicarakan sebuah hukum, berarti mereka secara tidak langsung juga membicarakan tentang ajaran dan kepercayaan. namun kepercayaan tersebut tidak akan pernah bisa lepas dari situasi dan kondisi tempat manusia itu tinggal.
    salah satu contohnya adalah implementasi hukum Islam di dalam Negara yang memiliki penganut Islam terbanyak yaitu Indonesia. ketika yang di perlihatkan adalah perbedaan hukum, akan banyak yang beralasan kita bukan berasaskan Syariat Islam.
    namun disini saya hanya menyinggung tentang perkawinan beda agama yang kini telah di larang oleh hukum negara yang dahulu masih diperbolehkan. Dan hal itu adalah salah satu bukti hukum Islam masih bisa berkembang meskipun membutuhkan waktu lama. contohnya RUU Pornografi dan Pornoaksi yang tak kunjung di syahkan walaupun president kan segera berganti atau sistem perbankan syariah yang mulai di sadari oleh pengusaha Indonesia bahkan di dunia. terbukti dengan banyak bank-bank syariah yang semakin banyak di Indonesia.

  9. Abaz berkata:

    Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, dirasakan sebagai ideologi yang mencakup aturan “main” segala aspek kehidupan, dimulai dari Ilmu, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan dan Keamanan dalama rangka tercipta keadilan dan kesejahteraan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
    Sebagai ideologi, maka penerapan ajaran atau syariat Islam tergantung kepada setiap individu yang memahami dan meyakini. Boleh jadi seseorang memahami dan membenarkan namun tidak siap meyakini yang akhirnya menjalankan dan menerima konsekuensi dari ketentuan yang ada pada syariat Islam. Namun, disamping dikembalikan kepada setiap individu muslim, dalam kedudukannya sebagai ideologi langit (berasal dari Firman Allah dan Sunnah Rasulullah, Syariat Islam akan jauh lebih dapat dirasakan manfaat dalam perwujudan keadilan dan kesejahteraan apabila ada Pemimpin (Khalifah dan Khilafah)yang menjadi fasilitator dan sekaligus sebagai instruktur (teladan) dalam menjalankannya.
    Berkaitan dengan Negara Republik Indonesia, pendapat saya pribadi, memiliki harapan yang sangat tinggi akan tercapainya kehidupan yang sama dengan kehidupan yang terbentuk apabila syariat ditegakkan, karena mayoritas The Founding Fathers adalah mereka yang sangat faham dan yakin akan kesempurnaan syariat dan cita-cita kehidupan yang adil dan sejahtera.

    Wassalam

  10. pebbie berkata:

    Maka dari itu kita sebagai insan muslim Indonesia harus terus berusaha…

    yak, bisa dimulai dari memperbaiki ‘Implemetasi’ ke ‘Implementasi’.

  11. Fakhrurrozy berkata:

    …Dan paling tidak itu semua dimulai hidup pada diri sendiri..Insya Allah

  12. syifa berkata:

    assalamu’alaikum wr.wb.
    menurut saya hukum islam dan hukum negara memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah sama-sama memiliki ketetapan hukum dan perbedaanya adalah terletak pada ketetapan hukum yang dihasilkan. Contohnya pada hukum perceraian. Dalam islam,bila suami mengatakan cerai kepada istri dengan sadar,maka jatuh talak. Tapi menurut hukum negara,perceraian dianggap sah apabila telah diputuskan oleh pengadilan.
    wassalam..

  13. Choirunnisa berkata:

    Bismillahirrahmannirrahim…
    Assalammu’alaikum Wr.Wb…

    HUKUM ISLAM VS HUKUM NEGARA

    Dalam hukum negara dan hukum islam terdapat beberapa perbedaan dan persamaan. Pada kesempatan ini saya ingin membahas masalah perbedaan pernikahan dalam hukum islam dan hukum negara. Dalam hukum negara jika kita ingin menikah harus dengan melalaui KUA, untuk mendapatkan surat tanda pernikahan, agar pernikahan tersebut dinyatakan sah dalam hukum negara. Tetapi dalam hukum islam jika kita menikah hanya dengan penghulu dan ada saksi,maka secara hukum islam sudah sah menjadi suami istri.
    Sekian komentar yang dapat saya berikan, lebih kurangnya saya mohon maaf.

    Wassalammu’alaikum Wr.Wb

  14. Angger Prima w berkata:

    assalamu’alaikum wr.wb
    semua teman-teman Qu

    menurut saya hukum islam dan hukum negara sebenarnya sama yang bertujuan untuk memajukan dan mensejahterakan negara,,,,namun sekarang ini banyak pandangan dan pendapat yang berbeda-beda…
    sebagai contoh,,pendapat yang berbeda-beda dalam menetapkan 1 syawal,,pada dasarnya cara menentukan 1 syawal sama,yaitu berpedoman pada al quran,ijma dan qiyas..

    hal ini dikarenakan adanya sifat egois dan menganggap pendapat mereka benar,sehingga terjadi perbedaan yang membingungkan masyarakat…

    cukup sekian komentar dari saya
    wassalam.

  15. dewi lestari berkata:

    assalamualaikum
    aduh nervous,,

    HUKUM ISLAM VS HUKUM NEGARA

    pada dasarnya memang hukum islam dengan hukum negara berbeda…!!!
    hukum islam mengarah kepada syariat islam,,sedangkan hukum negara lebih mengacu kepada konstitutional negara itu sendiri..!!!

    indonesia memang mayoritas penduduknya beragama islam,,tetapi apakah bisa dianggap sebagai negara islam..???
    mungkin ada yang beranggapan demikian,,tetapi kita juga harus melihat dimana kita bernaung sekarang..
    kita berada di negara republik yang bisa dibilang adalah negara demokratis..

    sebagai contoh,,
    dalam hukum islam wanita tidak diperbolehkan untuk menjadi pemimpin,,bukannya tidak boleh tetapi kalau masih ada pria kenapa kita harus memilih wanita..
    sedangkan dalam hukum negara,,hal itu sah-sah saja karena tidak ada hukum yang mengatur hal tersebut..
    lagipula kita tinggal di negara yang demokratis,,
    jika mampu… kenapa tidak…???

    jadi menurut saya,, wanita maupun pria sama saja asalkan mereka mampu menjadi pemimpin yang amanah…

    sekian dari saya,,
    semoga kata-katanya dimengerti..
    semoga komentar nya sampe…

    terima kasih,,
    wassalamualaikum.wr.wb

  16. Niken berkata:

    assalaammualaikum..

    saya mau berkomemtar tentang hukum islam vs hukum negara..
    kedua hukum ini hanpir sama aja.. sama- sama mengajarkan kita pada kebaikan. jadi tergantung kita menjalankan kedua hukum tersebut sesuai peranan dan fungsi hukum itu sendiri..

    Wassalammualaikum..

  17. Kinanthi Fat'hul Hidayati berkata:

    assalamualaikum wr. wb.

    pada dasarnya hukum indonesia memang memiliki banyak perbedaan. mengapa berbeda? karena mungkin penduduk yang tinggal di negara Indonesia memenag tidak seluruhnya beragama islam. salah satu contoh hukum indonesia yang berbeda dengan hukum di indonesia adalah “hukum waris”. Di dalam perundang-undangan indonesia harta waris akan dibagian secara merata kepada keluarga yang ditinggalkan. Namun, di dalam hukum islam tidak demikian.
    Misalkan saja seorang bapak meninggal dunia dengan meninggalkan seorang istri, seorang anak laki-laki, dan 2 orang anak perempuan, maka seluruh total harta waris akan dibagi seperdelapan untuk ibu (istri).
    kemudia sisanya, beru dibagikan dua pertiga untuk anak laki-laki, selanjutnya sepertiga untuk anak perempuan.

    sekian pendapat dari saya, mohon maaf jika ada kesalahan.
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

  18. Maziyah berkata:

    ass wr wb,,
    Mayoritas hukum islam dengan hukum Negara Indonesia berbeda. Salah satu contohnya adalah hukum masa iddah (masa tunggu bagi seorang perempuan setelah perceraian apabila ia ingin menikah kembali). Di dalam hukum negara Indonesia perempuan yang sudah bercerai diperbolehkan untuk menikah lagi tanpa ada tenggang waktu, asalkan sudah memiliki surat cerai resmi dari pengadilan agama.
    Sedangkan di dalam hukum islam seorang perempuan yang sudah bercerai, diperbolehkan menikah lagi apabila telah melalui 3x sucian yaitu setelah mengalami 3x menstruasi atau biasanya selama 3 bulan.
    Sekian komentar dari saya, mohon maaf apabila ada kesalahan.
    Kebenaran datangnya dari Allah SWT, kesalahan datangnya dari diri saya sendiri.
    wassalamualaikum wr wb.

  19. devi silvia n berkata:

    Assalammualaikum Wr..Wb..

    menurut saya hukum agama dan hukum negara diindonesia banyak sekali kesamaan yang kita temukan.
    contohnya masalah pemerkosaan atau kekerasan terhadap perempuan.dalam agama seseorang yang melakukan hal tersebut akan dihukum dengan cara dirajam sedangkan dalam negara akan dikenakan hukuman penjara atau denda.cukup sekian komentar dari saya.

    Wassalammualaikum Wr..Wb..

  20. ni'ma raihana berkata:

    assalamu’alaikuuuummmmm….

    sebenarnya, hukum islam dan hukum negara itu nggak jauh beda alias sama. sama-sama memiliki tujuan agar sang terdakwa jera. namun pada pelaksanaannya hukum negara terlalu ringan sehingga banyak terdakwa yang tidak sekali-dua masuk penjara, bahkan ada yang senang tinggal di penjara dengan harapan pengen makan dan tidur gratis. hehehe

    pada kesempatan kali ini saya ingin memberikan contoh tentang hukuman untuk pemakai dan pengedar narkoba. dalam hukum islam, pemakai, pengedar ataupun peminum minuman keras, mendapat hukuman berupa cambukan 100x, dengan harapan sang pelaku tidak akan menyentuh barang haram itu lagi. sedang di negara indonesia, pengedar dan pemakai narkoba hanya di ganjar beberapa tahun saja. yang lebih ironis lagi, tidak ada hukum tertulis bagi peminum minuman keras..astaghfirullah..
    padahal dampak dari minum-minuman keras sangatlah berbahaya, bukan hanya 1 kejahatan saja yang bisa dia lakukan tapi bisa berdampak pada munculnya “MULTIPLE CRIME” hiiii syereeemmmm!!!

    sekian komentar dari saya semoga, tulisan yang tak bermakna ini bisa sampai pada pak SBY, biar bisa jadi pertimbangan ke depan gitu…cuapeee deeh!!!

  21. bunga aisa berkata:

    Assalamualaikum………
    huhuhu,,akirnya ketemu juga setelah mencari-cari hingga selarut ini,
    menuru saya, hukum yang ada di indonesia berbeda dengan hukum islam, walaupun mayoritas penduduknya adalah muslim, namun hukum yang berlaku lebin condong pada undang-undang eropa..sedangkan hukum islam berpusat pada al-qur’an.

    contonya adalah korupsi, Indonesia terkenal sebagai negara yang banyak melakukan korupsi, di indonesia sendiri hukumannya berupa mendekam dalam penjara selama beberapa tahun, setelah itu seorang yang merasa sudah dipenjara merasa sudah terbebas dosanya, padahal menurut islam tidak, karena masih ada pertanggungjawabannya di akhirat nanti. Korupsi adalah haram hukumnya.
    jadi,kalau hukum negara ujungnya penjara,sedangkan islam ujungnya ada di akhirat nanti,,

    sekian komentar saya..
    wassalam………………………….

  22. Din Septiani berkata:

    Assalamualaikum..
    menurut saya, hukum negara dan islam pada dasarnya memang bertujuan untuk memperbaiki moral manusia dan penganut hukum tersebut. Namun dalam pelaksanaannya disetiap negara memang berbeda-beda disesuaikan dengan mayoritas penduduknya dan sumber hukum yang berlaku dinegara tersebut. mengingat Indonesia adalah negara yang multkultural, sehingga terdiri dari berbagai suku bangsa, budaya, bahasa dan agama yang berbeda, maka hukum islam yang ditanamkanpun tidak seutuhnya. Hal ini bertujuan untuk menghormati penganut agama lain (diluar islam). Tapi ada beberapa bagian dari negara Indonesia yang tetap menerapkan hukum-hukum islam sebagai hukum yang mengatur kehidupan masyarakatnya, seperti di Aceh. Hal inipun tetap disesuaikan karena mayoritas penduduk yang berada di Aceh beragama islam.

    Nama : Din Septiani
    NIM : 1615071220

  23. karimah nur qonaah berkata:

    hukumislam itu lebih tegas,aturan yang adapun seimbang,sesuai porsi kejahatan,jadi tidak ada yang merasa lebih berat
    dalam hukum islam sudah ditentukan siapa-siapa yang berhak memberi hukuman jadi tidak ada kesalahfahaman..islam sangat hati2 memberi hukuman

    perbedaan sumberpun menjadi salahsatui perbedaan antara hukum islam dan hukum negara
    hukum isalam berdasarkan Qur’an dan sunnah tapi kalau hukum negara bersumber dari nilai/hukum positif yang di ambil dari hukum belanda atau konstitusi yang berada di negara itu sendiri

  24. Alphina Mustika Rahayu berkata:

    Assalammualikum Wr. Wbr..

    Hukum Islam VS Hukum Negara
    Menurut pendapat saya..
    Dilihat dari sudut pandang Pidana Islam (jinayah) dan Hukum Pidana Negara..
    Pandangan mengenai Hukum Islam dengan Hukum Pidana di Indonesia (hukum Positiv) yaitu mempunyai perbedaan yang mendasar dari sumber hukumnya. Hukum Islam sumbernya dari Al-Qur’an,Al-Hadist dan Ijtihad (hasil pemikiran para ulama), sedangkan Hukum Negara di Indonesia bersumber pada UUD 1945 sesuai hirarki peraturan perundang-undangan dalam UU no. 10 tahun 2004 dan huku adat masyarakat.
    Di Indonesia mengenal hukum mati, itu termasuk dalam pidana. dalam hukum Indonesi hukum mati dalam ruangan tertutup dengan ditembak, namun dalam hk Islam juga mengenal huku mati/qishas dengan penggal kepala dimuka umum sesuai dengan perbuatannya.
    Contoh kasus:
    Kasus eksekusi Amrozi&cs.. keputusan hakim adalah hukuman mati. dalam hukum Indonesia, hukuman tsb dilakukan di ruangan tertutup dan ditembak mati. sedangkan dalam hukum Islam hukuman mati tsb dilakukan di depan umum dengan memenggal kepala.
    Sekian komentar dari saya..
    Trimakasih..

    Wassalammuailkum Wr. Wbr..

  25. Nur Hapni Oktafiana berkata:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Hukum Indonesia Vs Hukum Islam
    Menurut saya hukum di Indonesia berbeda dengan hukum Islam. Hal ini dibuktikan dari hampir semua kasus di Indonesia yang ditangani tidak sesuai dengan peraturan Islam. Mulai dari pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, dan lain sebagainya yang ditindak/dihukum ringan. Memang dalam pelaksanaan hukum Islam sangat sulit, yakni harus adanya 4 orang saksi. Namun jika hukum Islam tidak dilaksanakan, orang-orang dengan seenaknya akan melakukan pelanggaran, toh hukumannya paling-paling hanya beberapa bulan/tahun. Atau mereka yang berduit gampang saja melakukan tebusan, kemudian yang bersalah bebas. Di Indonesia pelaksanaan hukuman tidak sesuai kesalahan. Contohnya yang mencuri ayam dikenai hukuman sampai bertahun-tahun tapi yang mencuri uang rakyat yang begitu banyaknya tidak dihukum apa-apa. Ya walaupun keduanya tetap salah tapi tetap saja tidak adil. Tapi sepertinya kasus korupsi mulai ditangani baik oleh pemeintah Indonesia. Semoga saja berjalan terus tanpa hambatan untuk menguak semua kasus korupsi di Indonesia.
    Jadi menurut saya hukum tersebut berbeda. Bedanya hukum Islam itu pasti adil karena disusun sedemikian rupa dan tentunya itu hukum Allah, pasti adil. Sedangkan hukum Indonesia berasa banget ketidak adilannya, contohnya kasus pencurian tadi dan banyak lagi kasus lain.
    Sekian dari saya, Thank’s
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  26. Finanda Hafizah berkata:

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Bismillahirrahmanirrahiim

    Menurut saya hukum Islam dengan hukum Indonesia memiliki persamaaan dan juga perbedaan.Tapi pada dasarnya hukum Islam mengandung banyak maslahat, tidak hanya bagi umat Muslim sendiri tapi juga bagi umat beragama lainnya. Pemerintah pun belum mampu merealisasikannya dalam kehidupan bangsa Indonesia, dikarenakan merujuk kepada bentuk negara Indonesia,yaitu republik yang berdasarkan demokrasi,di Indonesia sendiri terdapat enam agama yang diakui, hal itu pulalah yang membuat pemerintah khususnya mempertimbangkan diterapkannya hukum Islam di Indonesia.
    Tetapi sebenarnya hukum Islam pun memiliki berbagai syarat dalam penerapannya, misalnya tentang pencurian, ada batas tertentu mengenai harta curian sehingga sang pencuri wajib dipotong tangan.
    Pada akhirnya, persamaan hukum Islam dan hukum Indonesia yaitu sama-sama memiliki tujuan untuk mencapai kemaslahatan bangsa, dan perbedaannya yaitu terletak pada sumber aturan itu sendiri, hukum Islam berdasarkan pada Al-Quran dan hadist sedangkan hukum negara berdasarkan kesepakatan para pemerintah.
    Sekian pendapat saya.

    Wassalamu’alaikum wr.wb

  27. Raida Mu'thia berkata:

    Bismillahirrohmanirrohim…
    Assalamu’alaikum. wr. wb..

    Hukum Islam dan Hukum Negara, menurut saya pribadi kedua hal tersebut merupakan 2 hal yang berbeda namun satu samalain memiliki keterkaitan. Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, namun hukum yang digunakan di Indonesia merupakan hukum negara. Akan tetapi hukum yang dibuat tersebut juga disesuaikan dengan norma-norma agama yang berlaku. Namun memang tetap saja walaupun hukum tersebut telah disesuaikan, pada hakikatnya tetap berbeda.
    Hukum Islam sendiri bersumber dari ALLOH SWT dan Rasul, dimana hukum tersebut mengatur kehidupan dunia dan akhirat. Dan yang menjadi objeknya ialah seluruh manusia.
    Sedangkan Hukum Negara ialah hukum yang dibuat oleh manusia dan diperuntukkan bagi warga negara dari suatu negara, hukum ini mengurus masalah duniawi, dan sewaktu-waktu bisa saja berubah.
    Sekian pendapat saya mengenai Hukum Islam Vs Hukum Negara.
    Kurang lebihnya mohon maaf.
    Wassalamu’alaikum. wr. wb.

  28. prima berkata:

    assalamualaikumsemuanyaaa,,,

    huhu tak tahu ingin berkata apa,,
    tapi menurut saya hukum islam dengan hukum negara indonesia memeng berbeda,hal ini dapat dilihat dari sumber kedua hukum tersebut..
    Seperti kita semua ketahui bahwa hukum islam bersumber dari al quran dan al hadist sedangkan hukum negara indonesia itu bersumber dari UUD 1945 dan Pancasila..

    Menurut saya hukum islam itu pelaksanaannya lebih tegas dan sanksi yang diterima oleh para pelanggar hukum sangatlah adil dan dapat membuat mereka jera, jadi kalo menurut saya pribadi hukum islam memang cocok dilaksanakan di Indonesia mengingat makin maraknya pelaNggaran hukum yang terjadi di Indonesia belakangan ini..

    tetapi,, mengingat Indonesia adalah negara yang menganut multikulturalisme sulit kiranya jika hukum negara ini diubah total menjadi hukum yang berlandaskan syariat islam.. tapi, hukum di indonesia sudah banyak yang mengadopsi dari hukum islam lhoo.. contohnya aja perbankan di indonesia dah banyak yang memakai sistem bagi hasil sesuai syariah islam..

    sekian dari saya,, kesalahan dari saya,kesempurnaan hanya milik ALLAH (kata Dorce Gamalama)
    Wasalam,,
    Yu,dada babay..

  29. Saidah berkata:

    hukum negara = diatur oleh negara, untuk warga dan bersifat dipaksakan. hukum islam = diatur oleh aturan islam, berdasarkan ketentuan al qur’an, sunnah atau kesepakatan para ulama, bersifat memaksa dengan bukti-bukti yang benar-benar harus kuat.

  30. Karin A berkata:

    Assalamu’alaikum..,

    Berbedakah antara hukum islam dengan hukum yang berlaku di indonesia saat ini?
    Tentu saja berbeda,Hukum islam yang membuat adalah pencipta manusia langsung, sedangkan hukum yang ada saat ini buatan manusia.
    lalu manakah yang lebih baik?
    tentu saja hukum islam. kenapa? karena hukum ini dibuat oleh Yang Membuat Manusia, Dia yang paling tahu siapa manusia dan bagaimana manusia seharusnya diatur. berbeda dengan hukum yang ada saat ini, hukum ini dibuat oleh manusia yang pastinya tidak bisa objektif, karena si pembuat memiliki kepentingan karena dirinya termasuk dalam objek hukum itu sendiri. analoginya.., jika manusia2 indonesia saat ini adalah HP(Hand Phone/PonSel), maka cara penggunaan serta perawatan HP saat ini tidak mengikuti manual book dari Vendor yang mengeluarkan HP ini, tapi mengikuti apa yang dibuat oleh seorang tukang daging(namanya juga analogi..,;)hehehe..,)

    Hukum islam patilah yang terbaik..,Contohnyaa??
    Hukum rajam yang dilakukan pada orang yang berZina ternyata ada hikmahnya..,
    1.karena eksekusi dilakukan di depan banyak orang, orang2 akan berpikir ulang jika akan melakukan perbuatan ini karena malu.., berbeda dengan hukum yang ada saat ini, paling2 klu ada yang ketauan Zina dapet hukumannya “hanya” sanksi sosial saja(ex-> dikucilkan,dll).
    2.menurut buku yang pernah saya baca.., ternyata Rajam itu bisa meningkatkan imunitas tubuh terhadap “serangan2” Virus penyebab PMS.
    3.seperti yang sudah di bahas kemarin.., karena penerapan hukuman ini agak susah(karena membutuhkan saksi minimal 4 orang laki2), maka hukum islam relatif “menguntungkan” para tersangka.

    Wassalamu’alaikum..

  31. Anggi Exstennia berkata:

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Hukum negara vs Hukum Islam

    Menurut saya..
    Hukum Islam dan Hukum Negara sama-sama mengendalikan apa yang akan diperbuat oleh semua masyarakat Indonesia, karena hukum Islam dan hukum Negara sama-sam mempunyai batasan-batsan yang dapat mengendalikan dan mendidik masyarakat agar dapat menjadi manusia yang lebih baik.

    Contohnya:
    * Di dalam hukum Islam diatur tentang akhlak yang baik, toleransi terhadap umat beragama. dan itupun juga diatur dalam hukum Negara, yaitu Tri Kerukunan Antar Umat Beragama.

    Wassalamualaikum Wr. wb.

  32. dana janwar melani berkata:

    asslamualaikum.wr.wb
    Menurut pendapat saya hukum islam dan hukum negara pada dasarnya sama,keduanya mengatur masyarakat dan mempunyai tujuan yang sama pula yaitu menciptakan masyarakat yang aman,damai,sejahtera,rukun,serta bahagia di dunia maupun diakhirat.misalnya saja didalam hukum agama menganjurkan kita untuk mentaati seorang pemimpin,negara juga menyuruh kita untuk mentaati seorang pemimpin.
    wassalamualaikum.wr.wb…

  33. dwi agustina berkata:

    assalamualaikum wr.wb……

    pada dasarnya hukum negara Indonesia dan hukum dalam agama Islam berbeda namun karena negara Indonesia merupakan negara beragama yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam, maka secara tidak langsung hukum negara Indonesia berkaitan dengan hukum Islam.

    Sebagai contoh Islam mewajibkan agar semua pemeluknya untuk menuntut ilmu dari buaian hingga ke liang lahat, hal ini pun terdapat dalam hukum negara yang mengatur tentang pendidikan di Indonesia.

    pemerintah mewajibkan dan memberikan hak bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

    Wassalamualaikum wr.wb….^_^

  34. Ridha azria Syarief berkata:

    assalamu’alaikum wr. wb.

    hukum negara dan hukum islam dalam beberapa hal memiliki perbedaan karena yang mengatur hukum tersebut pun berbeda.hukum islam sudah memiliki ketetapan yang hakiki dari Allah SWT sedangkan hukum negara dapat di perbaharui oleh pihak-pihak yang berhak mengaturnya.

    sebagai contoh kedudukan wanita dalam hukum islam dan hukum negara berbeda.dalam hukum islam di katakan apabila masih ada laki-laki yang baik dan layak untuk di jadikan pemimpin maka sebaiknya laki-laki tersebut yang di jadikan pemimpin karena pada hakikatnya islam lebih mengutamakan pemimpin itu adalah seorang laki-laki.

    akan tetapi dalam hukum negara tidak ada yang mengatur bahwa pemimipin itu tidaklah boleh seorang wanita. sebagai contoh Indonesia pernah di pimpin oleh seorang presiden wanita.

    maaf ya bu kalau ada yang salah….hehehe

    wassalamu’alaikum wr. wb.

  35. Widya Kartika Sari berkata:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Menurut pendapat saya,,hkum islam dan hukum negara SAMA terutama dalam hal pernikahan . .

    *Contohnya :
    Pernikahan BEDA agama!!! Dalam Islam HARAM hukumnya seorang Muslim/Muslimah menikah dengan seorang yang beragama lain (diluar Islam) jika hal itu terjadi sama saja dengan berzinah . . Dalam hukum Pemerintah juga belum diizinkan untuk menikah dengan beda agama. Sampai-sampai pasangan calon pengantin pun harus menikah diluar negeri . . [mahal booo!!!]

    Sekian pendapat dari saya . .

    Wasssalmmu’alikum Wr.Wb.

  36. Nabila Nur Andriani berkata:

    Assalamualaikum Wr Wb..

    menuut saya, di samping berbagai macam perbedaan yang ada dalam Hukum Islam & Hukum Negara, ada juga kesamaan dalam hal Hak Asuh Anak. hak Asuh Anak dalam perceraian ortu, dalam hukum islam anak yang belum baligh hak asuhnya jatuh kepada sang ibu, jika anak itu sudah dewasa ia dapat menentukan pilihannya untuk ikut Ayah/Ibu. Dalam hukum negara,anak yang di bawah umur 10thn ikut kepada sang Ibu,namun hal itu dapat menjadi pertimbangan apabila sang ibu dinilai tdk dapat mengasuh anak dengan baik & dpt mengakibatkn keburukan pd anak.

    demikianlah komentar dari saya,mohon maaf apabila ada kesalahan.

    wassalamualakum Wr Wb..

  37. inggrit harfiyanti berkata:

    Assalamu’alaikum WR. Wb
    Hukum Islam vs Hukum negara
    Menurut saya, keduanya memiliki persamaan dan peredaan. persamaannya,; tentunya keduanya mengharapkan terciptanya keseimbangan dan kesejahteraan hidup umat manusia. namun terdapat perbedaan pada pembuat hukum tersebut. hukum Islam dibuat oleh Allah SWT Sang pencipta alam semesta beserta isinya. tentunya Allah-lah yang mengetahui apapun yang terbaik bagi ciptaanNya. layaknya manusia menciptakan alat elektronik (misalnya), mereka membuat buku panduan penggunaan alat tersebut. begitu juga dengan Allah yang menciptakan manusia, Allah telah menurunkan Al Qur’an sebagai pedoman hidup manusia, yang didalamnya terdapat hukum atau peraturan bagaimana manusia sebaiknya menjalankan kehidupannya di dunia (plus hadits Rasul sebagai sumber hukum Islam). sedangkan hukum negara dibuat oleh manusia (ciptaan Allah), tidak ada hukum buatan
    manusia yang kekal, setiap saat bisa saja diubah. contoh: UUD 1945 RI telah diamandemen beberapa kali.
    namun hukum Allah tidak akan pernah berubah.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  38. Ridha Azria S berkata:

    Asssalammualikum Wr.Wb.

    Ralat . .

    Hukum Negara dan Hukum Islam sama yaitu dilarang ada penistaan agama.

    Contoh: Penistaan Agama atau adanya aliran-aliran sesat seperti ada yang mengaku sbg Rasul setelah Nabi Muhammad. . Sama-sama mendapat hukuman. Jika di Islam di bunuh, dalam hukum Negara di penjara.
    Sekian.

    Wassalammualaikum Wr.Wb

  39. sarah widyaningtyas berkata:

    assalammualaikum wr. wb
    menurut saya hukum islam dengan hukum negara, ada perbedaannya.kalau hukum islam dari tiga sumber, yakni al-qur’an, as-sunnah, dan akal pikiran orang yang memenuhi syarat untuk berijtihad, sedangkan hukum negara dari pancasila, uu, dan kesepakatan pemimpin negara berdasarkan dari opini masyarakat juga.

  40. windi dwi andika berkata:

    assalammualikum wr. wb
    menurut saya hukum islam dan hukum negara sangat berbeda dilihat dari segi sumber hukum islam menggunakan al- qur’an yang merupakan perkataan Allah SWT, sedangkan hukum negara itu hanya merupakan kesepakatan yang dibuat oleh manusia. sebenarnya kita hidup di dunia ini hanya untuk mencari ridha dari Allah bukan dari manusia. alangkah baiknya dan seharusnya hukum islamlah yang harus ditegakkan bukannya hukum negara.

  41. NONO berkata:

    Agama Islam itu hanyalah suatu masalah bagi umat manusia
    Yang dittekankan hanya pahala, pahala, dan pahala saja!!!
    Makan tuh KEPALA!!!
    Seharusnya Mr.Mamad lebih mengerti tentang keberadaan manusia!!!
    Setan saja mengerti, apalagi Mr.Mamad?
    APA KATA DUNIA???

  42. T4n99uH_ berkata:

    andaikan seluruh orang di dunia tidak memiliki agama, tidak percaya pahala, tidak takut neraka, tidak percaya surga, dan tidak takut dosa…,
    tentu saja tak akan pernah ada alasan untuk berbuat baik..,
    begitu banyak alasan untuk berbuat munkar di dunia ini, tapi untuk berbuat suatu kebajikan.., adakah alasan yang logis?? saya rasa tidak!

    andaikan semua orang didunia ini tidak memiliki agama, atheis.., dan bahkan komunis..,
    tentu saja dunia ini tak akan ada sampai hari ini.., coba anda telaah lagi, apa yang orang2 komunis lakukan atas nama kesetaraan kelas..,

    mas nono yang baik..,
    anda hanya bisa menjelek2kan islam disini,
    jika memang islam hanya memberatkan saja..,mengapa kekhalifahan islam bisa sampai “menggenggam dunia” di abad pertengahan lampau? RASA BERAT ITU HANYA DIRASAKAN OLEH ORANG2 YANG TIDAK MAMPU..!!!
    anda hanya bisa menjelek2kan saja,mengeritik tanpa memberi solusi..,
    APA KATA DUNIA??!

  43. bayu rusdianto berkata:

    pada dasarnya hukum islam adalah suatu hukum kebiasaan yang mana berkaitan erat dengan mayoritas pemeluk agama islam di indonesia.
    dengan banyaknya pemeluk agama islam di Indonesia, menjadikan hukum islam ini sebagai hukum positif di Indonesia, sebagai acuan pertimbangan hukum terkait dengan keyakinan dan kepercayaan masyarakat Indonesia pada umumnya.
    Dan hal itulah yang menjadikan hukum islam ini menjadi disiplin hukum dalam tatanan hukum serta aturan-aturan di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s