Hakikat Manusia dalam Islam; By Prima, Karin, Nabila & Zahra

> 8 Definisi Manusia Menurut al- Toumy al- Syaibani

  1. Manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia di muka bumi.
  2. Manusia sebagai khalifah di muka bumi.
  3. insan makhluk sosial yang berbahasa.
  4. insan mempunyai tiga dimensi yaitu: badan, akal dan ruh
  5. insan dengan seluruh perwatakannya dan ciri pertumbuhannya adalah hasil pencapaian 2 faktor, yaitu faktor warisan dan lingkungan
  6. manusia mempunyai motivasi, kecenderungan dan kebutuhan awal baik yang diwarisi mauun yang diperoleh dalam proses sosialisasi.
  7. manusia mempunyai perbedaan sifat antara yang satu dengan yang lainnya.
  8. insan mempunyai sifat luwes, lentur, bisa dibentuk , bisa diubah.

> Hakikat manusia dalam islam Hakikat manusia menurut Allah adalah makhluk yang dimuliakan, dibebani tugas, bebas memilih dan bertanggung jawab.

  1. Makhluuq (yang diciptakan)

a.       Berada dalam fitrah Fitrah dapat membawa manusia ke arah kebaikan misalnya hati nurani dapat membedakan mana yang baik, dan mana yang buruk. [QS Ar Ruum:30]b.       Lemah Sebagai makhluk, manusia juga lemah karena manusia juga diciptakan dengan keterbatasan akal dan fisik. [QS An Nisaa’:48]c.       Bodoh Beban amanat yang begitu besar dari Allah, diterima oleh manusia, disaat makhluk lainnya tidak menyanggupi amanat tersebut karena beratnya amanat tersebut. [QS Al Ahzab;72]d.       Memiliki kebutuhan Sebagai makhluk yang terbatas secara fisik dan kemampuan. Maka sangat mungkin manusia memiliki kebutuhan atau kehendak kepada Allah. [QS Faathir:15]

  1. Mukarram (yang dimuliakan)

a.       Ditiupkan ruh  [QS As Sajdah:9]b.       Diberi keistimewaan  [QS Al Isra:70]c.       Ditundukkan alam untuknya . Semua alam ini termasuk dengan isinya ini Allah peruntukkan untuk manusia. [QS Al Jaatsiyah:12-13]

  1. Mukallaf (yang mendapatkan beban)  

a.       Ibadah Manusia secara umum diciptakan oleh Allah untuk beribadah sebagai konsekuensi dari kesempurnaan yang diperolehnya. [QS Adz Dzaariyaat:56]b.       Khilafah Allah mengetahui siapa sebenarya manusia, sehingga Allah tetap menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi walaupun malaikat tidak setuju. [QS Al Baqarah:30]

  1. Mukhayyar (yang bebas mamilih)

Manusia diberi kebebasan memilih untuk beriman atau kafir pada Allah. [QS Al kahfi :29]

  1. Majziy (yang mendapat balasan)

a.       Surga Manusia diminta pertanggungjawaban atas segala sesuatu yang dilakukannya, Allah menyediakan surga untuk mereka yang beriman dan beramal soleh yaitu mereka yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya. [QS As Sajdah:19, Al Hajj:14]b.       Neraka Balasan di akhirat terhadap perbuatan manusia adalah bentuk keadilan yang Allah berikan di akhirat. Mereka yang tidak menjalankan perintah Allah mendapatkan hukuman yang setimpal yaitu dimasukkan ke dalam neraka. [QS As Sajdah:20]> Pertanyaan-pertanyaan ·               Apakah menurut anda tugas manusia sebagai Khilafah sudah terlaksana? Jawab: Ya dan tidak, di satu sisi ada manusia yang berbuat kerusakan dan pertumpahan darah dimana-mana. Namun ditempat lain manusia berusaha menjaga dan menjalankan amanah yang Allah berikan kepadanya.·               Mengapa Allah ciptakan surga & neraka? Mengapa Allah tidak menciptakan hukuman yang lebih edukatif saja? Jawab: Allah ciptakan surga dan neraka karena memang segala sesuatu ada pasangannya. Sama seperti gelap dan terang, jika dipikirkan lebih dalam, sesungguhnya gelap itu tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana ketiadaan cahaya, dalam arti lain terang. Maka mengapa Allah ciptakan neraka? Tentu saja agar setiap orang dapat merasakan ganjaran atas sesuatu yang telah ia lakukan. Jika Allah hanya menciptakan surga, tanpa neraka. Maka tidak ada seorang pun yang mengerti hakikat kenikmatan-kenikmatan yang Allah berikan di surga. Lalu mengapa Allah tidak memberiakan hukuman yang lebih edukatif dari pada imbalan surga dan neraka? Bukankah sudah cukup peringatan yang Allah berikan selama seseorang hidup di dunia? Allah sudah memberikan peringatan langsung melalui Al Qur’an. Tak hanya itu saja, Allah juga telah memberikan peringatan untuk siapapun yang berpikir.·               Mengapa ibadah disebut sebagai beban? Jadi, manusia beribadah hanya karena beban? Jawab: Allah menurunkan ibadah sebagai beban bagi manusia, sebagai syarat kesempurnaan seorang manusia. Mengapa disebut sebagai syarat kesempurnaan? Karena manusia memiliki hawa nafsu yang mendorong seseorang manusia untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hati nuraninya. Namun ketika seorang manusia tetap melakukan ibadah, walaupun memiliki hawa nafsu, di sanalah nilai kesempurnaannya.Manusia memang Allah berikan beban untuk beribadah, namun bagaimana menyikapinya, itu adalah urusan manusia, apakah ia menganggapnya sebagai beban atau sebagai sebuah kebutuhan.

Iklan

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di PAI I. Tandai permalink.

17 Balasan ke Hakikat Manusia dalam Islam; By Prima, Karin, Nabila & Zahra

  1. Finanda Hafizah berkata:

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Bismillahirrahmanirrahiim

    Hakikat manusia dalam Islam menurut saya adalah sebagai khalifah yang harus dapat memimpin diri sendiri untuk dapat senantiasa beribadah kepada Allah sehingga mencapai kemaslahatan di dunia. Juga sudah jelas diterangkan dalam surat Adz-Dzariyat ayat 59 bahwa tidaklah Allah menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaNya.
    Sekian pendapat saya, terima kasih.

    Wassalamu’alaikum wr.wb

  2. Abdi Dzil Ikram berkata:

    Terima kasih atas artikelnya. Soalnya ini sangat berguna bagi saya

  3. al-masri berkata:

    makasih ya atas artikelnya..
    mudah² an bermanfaat bagi kita dan kemaslahatan ummat..
    amin!

  4. jams bond berkata:

    artikel anda sangat membantu banget bagi kami yamg masih belajar, kususnya aku yang masih duduk di bangku kuliah semester 1. makash baget sekali lagi. wasalam. blitar

  5. ulfiarahmi berkata:

    gimana caranya agar mahasiswa jadi manusia prima

  6. ridwan berkata:

    Syukran banget kak,
    ana contek y untuk bikin tugas

  7. epri berkata:

    syukron jaziron ya kak. n slm knal aj

  8. bagus setyadi berkata:

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Bismillahirrahmanirrahiim

    terima kasih atas di bytnya artikel ini. karena telah membantu saya dalam menyusun tugas makalah.

    hormat saia bagus adi, Mahasiswa UPS Tegal, Fakltas PSDP

    Wassalamu’alaikum wr.wb

  9. ayuu :) berkata:

    alhamdulilah bgt yaa kak makasih ..
    liat yaa buat sumber tugas PAI d.skolah ku , smkn 7 bandung , bermanfaat bgt ..

  10. gafur berkata:

    Assalamualaikum
    kalau menurut saya, manusia didefinisikan sebagai makhluk, mukalaf, mukaram, mukhaiyar, dan mujzak.
    Manusia adalah makhluk yang memiliki nilai-nilai fitri dan sifat-sifat insaniah, seperti dha’if ‘lemah’ (an-Nisaa’: 28), jahula ‘bodoh’ (al-Ahzab: 72), faqir ‘ketergantungan atau memerlukan’ (Faathir: 15), kafuuro ‘sangat mengingkari nikmat’ (al-Israa’: 67), syukur (al-Insaan:3), serta fujur dan taqwa (asy-Syams: 8).

    Misi Utama

    Keberadaan manusia di muka bumi ini mempunyai misi utama, yaitu beribadah kepada Allah SWT. Maka, setiap langkah dan gerak-geriknya harus searah dengan garis yang telah ditentukan. ia juga mempunyai misi fungsional sebagai khalifah. Manusia tidak mampu memikul misi ini, kecuali ia istiqamah di atas rel-rel robbaniah.

    Misi Fungsional manusia

    Selain misi utama yang telah tertera diatas, manusia juga mempunyai misi fungsional sebagai khalifah. Manusia tidak mampu memikul misi ini, kecuali ia istiqamah di atas rel-rel robbaniah. Manusia harus membuang jauh bahasa khianat dari kamus kehidupannya. Khianat lahir dari rahim syahwat, baik syahwat mulkiah ‘kekuasan’, syahwat syaithaniah, maupun syahwat bahaimiah ‘binatang ternak’.(al-Jawab al-Kaafi, Ibnu Qaiyim al-Jauziah)
    Ketika jiwa manusia di kuasai oleh syahwat mulkiah, maka ia akan mempertahankan kekuasaan dan kedudukannya, meskipun dengan jalan yang tidak dibenarkan oleh Islam. Ia senantiasa melakukan makar, adu domba, dan konspirasi politik untuk menjegal lawannya (al-Anfal: 26-27 dan Shaad: 26).
    Adapun ketika jiwa manusia terbelenggu oleh syahwat syaithaniah dan bahaimiah, maka ia akan selalu menciptakan permusuhan, keonaran, tipuan-tipuan, dan menjadi rakus serta tamak akan harta. Tidak ada sorot mata persahabatan dan sentuhan kasih dalam dirinya. Ia bersenang-senang di atas penderitaan rakyat dan tak pernah berhenti mengeruk kekayaan rakyat.

    Misi Operasional manusia

    Manusia diciptakan di bumi ini—selain untuk beribadah dan sebagai khalifah, juga harus bisa bermain cantik untuk memakmurkam bumi (Huud: 61). Kerusakan di dunia, di darat, maupun di lautan bukan karena binatang ternak yang tidak tahu apa-apa, tetapi ia lahir dari tangan-tangan jahil manusia yang tidak pernah mengenal rambu-rambu Tuhannya. Benar, semua yang ada di bumi ini diciptakan untuk manusia, namun ia tidak bebas bertindak diluar ketentuan dan rambu ilahi (ar-Ruum: 41). Oleh karena itu, bumi ini membutuhkan pengelola dari manusia-manusia yang ideal. Manusia yang memiliki sifat-sifat luhur sebagaimana disebutkan di bawah ini.

    Wassalamualaikum

  11. Asrul Armiska berkata:

    Assalamualaikum..

    Ijin share ya …

  12. Ricci Perdana berkata:

    pada dasarnya semua pendapat diatas adalah benar
    baik manusia itu sebagai khalifah maupun hamba allah
    yg terpenting semua pendapat harus merujuk pada al-qur’an dan sunnah rosul

    ok….good luck asah terus tulisannya, kpn lagi kita akan memulai jika selalu takut salah….

  13. fany wulan berkata:

    bahan bacaan yang ngebantu bgt nii..
    syukron..

  14. Dini Oktaria berkata:

    Thanks. Artikelnya sangat berguna. Keep Writing!

  15. irfan berkata:

    makasih yach

  16. Ping balik: HAKEKAT MANUSIA MENURUT ISLAM | UnsurTRANSISI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s