Khulu’

Pengertian :

  • Secara Bahasa : Melepaskan
  • Secara Istilah : Tuntutan cerai yang diajukan oleh istri dengan mengembalikan mahar yang diberikan kepadanya .

Syarat sah Khulu’ :

  1. Hendaknya masing-masing pasangan merasa rela .
  2. Hendaknya istri merupakan objek yang sah untuk menjatuhkan thalaq kepadanya .
  3. Hendaknya khulu’ dijatuhkan oleh suami sah yang berhak menjatuhkan thalaq dan dia adalah suami yang memenuhi syarat kelayakan .
  4. Hendaknya lafal yang diucapkan menggunakan kata khulu’/ sesuatu yang memiliki pengertian yang sama, seperti lafal Pembebasan dan Tebusan .
  5. Hendaknya khulu’ terjadi dengan tebusan yang diberikan oleh pihak istri .

Hukum Khulu’ :

  1. Makruh
  2. Wajib
  3. Haram
  4. Sunah

Sebab-sebab diperbolehkannya khulu’ :

      Khulu’ diperbolehkan apabila pihak istri memintanya,ataupun pihak suami sudah menjatuhkan thalaq,dan keduanya memandang bahwa pernikahannya sudah tidak dapat lagi menjalankan Hukun Allah SWT dalam QS.Al-Baqarah : 228 .

      Jamhur ulama berpendapat bahwa Khulu’ termasuk thalaq ba’in . Artinya suami istri tidak boleh rujuk kecuali keduanya memutuskan untuk menikah dengan orang lain lalu keduanya bercerai tanpa ada faktor kesengajaan dan diadakan pernikahan ulang . Lafal Khulu’ dibagi menjadi dua : secara sharih dan Secara kinayah . Tebusan Khulu’ besarnya tidak ditentukan oleh pengadilan agama melainkan keputusan dari kedua belah pihak baik suami ataupun istri .

      Apabila seorang wanita mengkhulu’ suaminya maka ia wajib mengembalikan maskawin yang telah diberikan oleh suaminya . Seorang istri dapat menjatuhkan Khulu’ apabila suaminya tidak melaksanakan kewajibannya sebagai suami . Apabila seorang suami meninggalkan istrinya selama satu bulan atau lebih dan tidak meminta izin terlebih dahulu kepada istriya maka istri boleh menjatuhkan Khulu’ kepada suaminya .

      Khulu’ seorang wanita bisu dapat dilaikukan dengan isyarat ataupun dengan tulisan . Apabila seorang istri baru mengetahui bahwa suaminya mempunyai penyakit kelamin atau sejenisnya maka istri dapat menjatuhkan Khulu’ dan suami pun harus mengerti apa yang istri inginkan .

KELOMPOK ;

  1. Novidawati Sholihah
  2. Meldri
  3. Muhaji
  4. Kotrunnida
  5. Morgan

Iklan

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di Fiqih. Tandai permalink.

2 Balasan ke Khulu’

  1. irwan berkata:

    Assalamu`alaikum

    Bagaimana pernikahan yang calon istrinya ma`af sebelumnya
    bila si calon istri hamil sebelum nikah
    mohon penjelasannya.

  2. vivi berkata:

    Bagaimana lafaz hijab qobul bagi seorang wanita janda apakah harus disebutkan Ia janda ketika hijab…sukron

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s