Tugas PAI I PKN; Seberapa efektif Al-Qur’an sebagai pedoman hidup?

Selama ini, Al-Qur’an di yakini sebagai pedoman hidup. Namun seberapa efektifkah Al-Qur’an menjadi pedoman hidup bagi anda? Untuk bisa menjawabnya, anda diminta untuk memberikan bukti bahwa anda telah menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Apa yang telah anda lakukan untuk membuktikan hal tersebut? berikan pula dalil al-Qur’an yang menunjang jawaban anda.

Selalu ingat untuk menulis nama dan noreg anda, dan ingat, jawaban yang telah ditulis sebelumnya hendaknya tidak ditulis ulang. Jawaban diterima hingga hari Jum’at, 14 November 2008 pukul 23.59. Jawaban setelahnya tidak dianggap keberadaannya. Semoga sukses dan tetap buktikan bahwa anda memang mengaplikasikan al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Semangat!!!

Iklan

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di PAI I. Tandai permalink.

38 Balasan ke Tugas PAI I PKN; Seberapa efektif Al-Qur’an sebagai pedoman hidup?

  1. TREZADIGJAYA 411508242 PKn Reg 2008 berkata:

    Assalamu’alaikum Pak Tafany,
    Dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim, Al Qur’an wajib untuk menjadi pedoman hidup agar mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Dan dalam keseharian saya, shalat 5 waktu merupakan kewajiban yang utama dan pertama untuk dijalankan bagi setiap muslim. Banyak sekali ayat yang menyatakan soal kewajiban shalat, diantaranya;
    “Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan sebagian dari malam, sesungguhnya kebaikan menghapuskan kejahatan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang mau ingat (kepada Allah).” (Hud/11:114)
    Oleh karena pentingnya pelaksanaan sholat ini, maka sejak dari kecil ibu saya selalu mendidik kami untuk tidak meninggalkan shalat 5 waktu.
    Semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk selalu menjaga shalat kita sampai akhir hayat…amin.
    Wassalamu’alaikum, dan sukses selalu
    TREZADIGJAYA
    4115082042
    PKn Reg 2008

  2. abdi saputra berkata:

    abdi saputra pkn reg 08
    no.reg 4115083278

    assalam mualaikum

    saya menilai bahwa pedoman dalam Al-Quran yang dapat saya ambil adalah tuntutan dalam quran yang mengharuskan kita untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya yang tertuang dalam QS Al Mujadalah
    Artinya: “… supaya Allah meninggikan darjat orang yang beriman di kalangan kamu dan orang yang diberi ilmu pengetahuan, beberapa darjat.” (Al Mujadalah: 11)

    ilmu berguna untuk kehidupan di dunia atau bekal di akhirat,perkara yang tak terputus adalah ilmu. inilah yang membuat saya menilai bahwa pedoman al-quran yang saya pakai dan telah di gunakan adalah dalam pencarian ilmu pengetahuan yang sebanyak-banyaknya

  3. Khoiriah Safitri berkata:

    Apa yang saya lakukan jika Al’Quran sebagai pedoman hidup?
    Jawab :
    > Berlaku Taqwa.
    sebagai manusia biasa walaupun saya banyak melakukan kekhilafan dan dosa-dosa yang disengaja maupun tidak.
    tetapi selalu Al’Quran sebagai pedoman hidup saya dan untuk itu saya bertaqwa menjalankan perintah-Nya
    dan menjauhi larangan-Nya. Walaupun masih dalam proses tahap-tahap kesempurnaan.
    Dalam Al’Quran tercantum dalam surat Al-Anfal:29,
    ( Jikalau engkau semua bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan untukmu semua pembezaan antara
    kebenaran dan kesalahan, juga menutupi kesalahan-kesalahanmu serta mengampuni dosamu dan Allah itu memiliki
    keutamaan yang agung)

    Khoiriah Safitri
    (4115082055)
    PKN REG’08

  4. Yayuk Pajarwati berkata:

    Yayuk pajarwati
    no.reg 4115082059
    PKN REG’ 08

    ” Al-Qur’an di turunkan sebagai pedoman bagi seluruh umat manusia yang ada di jagat raya ini ”
    Seperti dalam kehidupan ini yang penuh dengan cobaan dan persaingan antar sesama

    Sebagai contoh saya sering mengalami cobaan baik kecil maupun besar.Al – Qur’an lah yang membuat saya memiliki sifat sabar dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi segala cobaan
    seperti yang di tuangkan dalam
    Al- Qur’an surat AS SYUURA Ayat 43
    yang artinya
    ” Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yanh demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.
    dan AL-Qur’an Surat AZ ZUMAR ayat 53
    Yang artinya
    ” Hay hamba-hamba Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.

    Maka dengan adanya Al-Qur’an saya bisa bersabar dan tidak mudah putus asa karna pada dasar nya Allah akan melindungi dan membantu hambanya keluar dari permasalahan yang ada.

  5. Fauzi Abdillah berkata:

    Ass wr. wb.
    NAMA :FAUZI ABDILLAH
    NO. REG : 4115082041

    menurut saya Al Qur’an begitu efektif menjadi pedoman hidup saya,karena dalam Al Quran itu sendiri kita di ajarkan untuk berbakti kepada kedua orang tua,sesuai dalam ayat,,

    Allah Ta’ala berfirman: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
    Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.”
    (Surat 46 Al-Ahqaaf (Bukit-Bukit Pasir) Ayat 15-16)

    Dan saya menyadari,sekarang saatnya,kita yang sudah berpikiran dewasa dan berbuat sesuatu yang lebih untuk mereka.

    Wass.

  6. viyolla nadyta putri berkata:

    Viyolla Nadyta Putri
    PKN Reg 08
    4115082040
    Assalamualaikum bu..
    Al-Quran sebagai pedoman hidup disini mengajarkan kita untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Pencipta. Allah SWT yang telah menciptakan segala peristiwa yang terjadi dijagad raya ini.

    Dalam salah satu teori mengenai terciptanya alam semesta (teori big bang), disebutkan bahwa alam semesta tercipta dari sebuah ledakan kosmis sekitar 10-20 miliar tahun yang lalu yang mengakibatkan adanya ekspansi (pengembangan) alam semesta. Sebelum terjadinya ledakan kosmis tersebut, seluruh ruang materi dan energi terkumpul dalam sebuah titik. Mungkin banyak di antara kita yang telah membaca tentang teori tersebut.

    Sekarang, mungkin ada di antara kita yang ingin tahu bagaimana Al-Quran menjelaskan tentang terbentuknya alam semesta ini. Dalam Quran surat Al-Anbiya (surat ke-21) ayat 30 disebutkan:

    “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

    Lalu dalam Quran surat Fussilat (surat ke-41) ayat 11 Allah berfirman:

    “Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

    Kata asap dalam ayat tersebut di atas menurut para ahli tafsir adalah merupakan kumpulan dari gas-gas dan partikel-partikel halus baik dalam bentuk padat maupun cair pada temperatur yang tinggi maupun rendah dalam suatu campuran yang lebih atau kurang stabil.

    Jadi dengan adanya Al-Quran sebagai pedoman hidup kita didunia, kita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT

  7. Dina Mardiana berkata:

    Dina Mardiana
    4115082051
    Pkn Reg’08

    Assalamualaikum.

    Sering ada pertanyaan tentang Benarkah hari kiamat itu hari kehancuran..?? Apa arti Kiamat (Qiyamah) dalam terjemahan Al-Qur’an ..? Al-Qur’an: yang dimaksud dengan Hari Kiamat itu adalah Hari Setelah Kebangkitan.

    Dan Allah tidak berkata-kata kepada mereka pada hari Qiyamah, Dan tidak akan mensucikan mereka, dan bagi mereka azab yang pedih. (Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 174)

    Pada hari Qiyamah engkau akan lihat orang yang mengadakan dusta atas Allah itu, wajah mereka hitam. Bukankah di jahannam tempat kembali orang-orang yang sombong ? (Al-Quran, surat Az-Zumar, ke 39 ayat 60)

    Jadi, Al-quran sebagai pedoman hidup dapat membuat kita menjadi khalifah yang beriman dan bertakwa. Agar kita selalu menjalankan perintah-perintah dan menjauhi semua larangan Allah SWT.
    Sebab sudah di terangkan pula dalam Al-Quran tentang hari akhir atau kiamat. Dengan kita selalu mengerjakan sholat dan beramal baik.

  8. NURUL ANISA berkata:

    Assalamualaikum ka….
    Al-Quran sebagai pedoman hidup memang saya yakini, dan saya berusaha untuk melaksanakan aturan-aturan yang terdapat pada Al-Quran. di kehidupan saya sehari-hari wujud Al-Quran sebagai pedoman hidup, saya lakukan seperti firmanNya pada: “Dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu” (Thaha : 14) saya berusaha melaksanakannya walaupun masih bolong-bolong. dan melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan “Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dengan yang bathil ), karena itu barangsiapa diantara kamu menyaksikan (masuknya bulan ini ), maka hendaklah ia puasa… ” ( Al-Baqarah: 185).

    Dengan dijadikannya Al-Quran sebagai pedoman hidup umat manusia niscaya tidak ada lagi kemaksiatan. semua akan berjalan baik bila semua umat manusia menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidupnya dengan memahami isi dari Al-Quran.

  9. Ramadhoni berkata:

    Nama: Ramadhoni
    4115080222
    P.Kn. 2008

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Hidup Mahasiswa!!!!!!

    Pedoman apakah yang telah Al-quran berikan
    Sebuah pertanyaan yang apabila kita pandang secara kasat
    mata itu adalah pertanyaan mudah, akan tetapi apabila kita telusuri lagi bahwa pertanyaan ini adalah pertanyaan yang cukup menggetarkan hati nurani. Betapa tidak karena kita dihadapkan suatu pertanyaan yang dituntut untuk menjawab dengan penuh kejujuran bukan dengan sebuah teori yang penuh dengan “KEMUNAFIKAN”.

    Kalau Saya boleh jujur sebenarnya saya belum sempurna dalam menjadikan sebuah Al-quran menjadi sebuah pedoman, akan tetapi saya sedang menuju kepada sebuah kesempurnaan tersebut.

    Salah satu contoh pedoman Al-quran yang telah saya terapkan adalah menghargai sebuah keberagaman atau plural. Karena sebuah perbedaan itu sebaiknya tidak dijadikan sebuah tembok penghalang, akan tetapi menjadi sebuah unsur yang saling menyempurnakan. Salah satu pengaplikasian saya adalah menjunjung tinggi sebuah rasa toleransi beragama. Yaitu menghargai sebuah agama selain islam. Intinyakita bersikap pluralis, bukan radikal yang biasa digembor-gemborkan para teroris JAHANAM tersebut…..
    Mereka berpikiran radikal yang hanya menafsirkan sebuah al-quran secara harfiah tetapi tidak mendalam. Mereka menghalalkan sebuah tindak kekerasan dalam aplikasi ugas suci ataupun jihad, padahal itu adalah gerakan penuh nafsu setan. mereka keliru dalam mengartikan sebuah jihad.

    Dalil yang menyatakan bahwa islam menghargai sebuah sikap toleransi antar umat beragama adalah

    “Tidak ada paksaan untuk agama ; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar
    daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan
    beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali
    yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
    Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 256)

    Jadi kita sebagai makhluk sosial yang berada di tengah-tengah keberagaman harus menjunjung tinggi toleransi beragama agar tidak kembali terulang kasus poso dll.
    Sekian dahulu dari saya apabila ada salah kata mohon dimaafkan dan semoga bermanfaat bagi orang lain.

    Wassalamualaikum Wr. Wb

  10. Alfina Fedora Kotta berkata:

    Alfina Fedora Kotta
    4115082064
    Pkn Reg 08

    Al-Quran sebagai pedoman hidup memang telah dinyatakan dalam hadist hadist nabi sebelumnya,bahwa al-quran merupakan penyempurnaan dari kitab-kitab yang telah ada sebelumnya dan Al-Quran merupakan pedoman hidup yang telah di turunkan oleh Allah oleh umatnya agar menjadikan hidup umatnya lebih baik.

    Salah satu yang merupakan isi dari Al-Quran yang telah saya terapkan adalah dengan memeluk Islam sebagai agama saya.Hal ini terdapat dalam Surat Al-Imran,Ayat 85,yang berbunyi:”Barang Siapa yang menuntut agama selain Islam,maka tiadalah di terima daripadanya,sedang dia di akhirat termasuk oang-orang yang merugi”.Dan karena saya sudah memeluk agama islam,jadi saya sudah menjalankan salah satu perintah yang terdapat dalam Al-Quran,namun itu saja belum cukup kita harus mengamalkan lebih banyak lagi peintah-perintah dari Allah yang terdapat dalam Al-Quran

  11. Dhita. Nevika. K berkata:

    Nama: Dhita Nevika K
    4115082058
    PPKN REG 2008

    assalamualaikum.wr.wb

    Al-Quran sebagai pedoman hidup itu adalah sesuatu yang harus kita yakini. insya allah saya menjadikan al-Quran sebagai pedoman hidup saya,,

    salah satunya adalah anjuran untuk berbuat baik kepada sesama, jika kita berbuat baik kepada sesama insya Allah orang di sekeliling kita pun akan bersikap baik kepada kita,

    seperti firman allah yaitu ” Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas allah. sesungguhnya dia tidak menyukai orang yang zalim. (Qs. Asy-syura :40)

    sesungguhnya saya belum seutuhnya memahami isi kandungan Al-Quran, oleh karna itu saya akan terus belajar dan belajar, tentang ajaran islam yang lebih dalam. mudah-mudahan kita semua dapat berbuat baik kepada siapapun..
    amiiieen..

  12. Widanti Sofiani berkata:

    Widanti Sofiani
    4115083285
    Pkn Reg 08
    Asslmualikum wr.wb
    Menurut pendapat saya Al quran memang sepantasnya dijadikan pedoman hidup, karena Al-Quran memberikan petunjuk seputar persoalan akidah, syariah dan akhlaq, dengan jalan meletakkan prinsip dasar tentang persoalan tersebut dan Allah SWT menugaskan Rosulullah SAW untuk memberikan keterangan yang lengkap mengenai dasar-dasar itu: “Kami telah turunkan kepadamu Al-Dzikir (Al-Quran) untuk kamu terangkan kepada manusia apa-apa yang diturunkan kepada mereka agar mereka berfikir” (QS 16:44).

    Bukti bahwa Al Quran sebagai pedoman hidup yang saya rasakan adalah tentang displin waktu,Dari perjalanan hidup kita, baik yang langsung kita alami maupun dari menengok apa yang terjadi di sekitar kita, kita akan temui betapa besarnya kerugian yang kita alami sebagai insan, keluarga, kelompok masyarakat,hanya karena kita tidak istikamah dalam memegang amanah tentang waktu (waqt dalam bahasa Arab atau time dalam bahasa Inggris). Waktu ini memegang peran penting dalam hidup kita di alam sementara atau di dunia ini.
    Alquran dalam beberapa ayat menyebut tentang waktu dalam berbagai kata atau wujud, misalnya Al Ashr dan Lailatul Qadr. Bahkan, meninggal atau mati yang tidak lain adalah dimensi waktu dijadikan misteri milik Allah. Paling sedikit tiga dari Asmaa ul Husnaa (99 sifat istimewa Allah) terkait langsung dengan waktu yaitu Ya Mumiitu (Maha Mematikan), Ya Awwal, dan Ya Aakhir. Dalam ilmu fisika, waktu bersama ruang merupakan besaran yang paling fundamental yaitu tidak ada besaran lain yang ikut menentukan keduanya. Beda dengan energi, gaya dan kecepatan di mana besarannya ikut ditentukan oleh waktu dan ruang. Dalam pepatah kuno berbahasa Inggris, kita kenal time is money. Kelima rukun Islam menekankan pentingnya disiplin waktu.
    Dalam hal waktu, puasa memiliki sifat unik bila dibandingkan dengan keempat rukun Islam yang lain. Dalam ibadah salat, waktu sangat ditekankan yaitu lakukanlah salat segera setelah tiba waktunya yang ditandai dengan azan, panggilan salat.

    Dalam ibadah saum, kita diingatkan akan tiga rukun puasa yaitu niat, imsak, dan zaman (atau waktu). Ini langkah latihan disiplin tingkat awal, yaitu meniatkan saum semalam sebelumnya. Kemudian imsak atau mulai menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Allah berfirman, “… makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam.” (Al Baqarah 2:187).
    oleh karena itu sebagai muslim yang baik kita harus mempergunakan waktu sebaik-baiknya, karena waktu tidak dapat di ulang kembali, jika kita tidak memanfatkan waktu dengan sebaiknya-baiknya dan waktu tersebut dilakuan tidak pada semestinya maka nanty nya akan terjadi penyesalan terhadap apa yang kita perbuat, karena penyeslan itu pasti datang belakangan.
    demikian pendapat dari saya tentang Al quran sebagai pedoman hidup dan tentang Displin waktu, semoga kita semua dapat mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.Trimz……………..
    Wassalamualaikun wr.wb

  13. bachrul tulus s berkata:

    bachrul tulus s
    4115083291

    assalamualikum

    menurut saya pedoman al-quran di diri saya adalah ,melakukan kewajiban zakat yang ada di rukun islam dan di dalil QS (9:35) (Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”)
    karena zakat bukan hanya kewajiban tapi penyambung tali silahturahmi dan mensucikan sebagian harta kita

  14. Endah Tri Wahyuni, No.Reg : 4115080221, PKN Reg berkata:

    Assalamualaikum wr.wb

    Sebagai insan yang di ciptakan oleh ALLAH SWT saya pun sangat setuju bahwa Al – Qur’an merupakan pedoman hidup bagi kita….
    Karna di dalamnya banyak terdapat petujuk petunjuk ALLAH SWT yang bisa membawa kita ke jalan yang di ridhoi oleh_NYA
    Seperti yang terkandung dalam surat Al – Baqarah ;
    “ kitab AL _ quran tidak ada keraguan padanya : petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.”

    Dan Alhamdulillah seperti contoh yang sering saya lakukan yaitu dengan berpuasa. Hal tersebut bisa membawa dampak yang sangat positif kepada saya. Karna pada dasarnya dengan berpuasa kita lebih bisa menjaga diri dan berhati – hati dari segala sesuatu hal yang di Larang_NYA.
    Seperti yang tersirat dalam QS. AL – Baqarah ( 2 ) 183 :
    “ hai orang – orang yang beriman di wajibkan atas kamu berpuasa sebagai mana fi wajibkan kepada orang – orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.
    Dari ayat di atas dengan sangat gamblang menggambarkan kepada kita bahwa puasa adalah suatu proses untuk meningkatkan kualitas iman menjadi taqwa.

    Wassalamualaikum wr.wb

    Makacih ya ibuuuu……….

  15. MAYANG KARTIKA RATRI berkata:

    MAYANG KARTIKA RATRI
    NO REG: 4115082048
    PKN REG 2008 FIS

    Assalamualikum Wr.Wb
    Sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dengan akal pikiran dan merupakan makhluk yang sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lainnya sudah sepantasnya kita bersyukue atas semua itu.
    Al-Quran sebagai pedoman hidup saya karena didalamnya banyak mengajarkan kita tentang suatu hal yang baik seperti menyayangi sesama makhluk Allah yang lain.
    Firman Allah SWT:
    “Hai manusia, sesungguhnya kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S. AL-HUJURAT:13)
    Namun saya sangat tidak setuju dengan adanya hari kasih sayang, karena sudah sewajibnya kita menyayangi makhluk Tuhan lainnya tanpa mengenal waktu dan keadaan.
    Kita harus menyayangi makhluk Allah dengan sederhana tanpa mengharapkan imbalan didalamnya, dan mengasihi dengan jujur tanpa ada dendam dan prasangka yang terpendam.
    Wassalamualaium Wr. Wb

  16. HARRYANI YULIA R berkata:

    HARRYANI YULIA R
    NO.REG : 4115082038
    PKN REG’08

    ASSSALAMUALAIKUM WR.WB
    BU TAFANY TERCINTA SAYA INGIN BERPENDAPAT

    AL-QURAN ADALAH PEDOMAN HIDUP MANUSIA.. DIMANA DALAM SEGALA ASPEK MANUSIA MEMBUTUHKAN AL-QURAN SEBAGAI PETUNJUK UMAT MANUSIA.

    YANG SAYA TERAPKAN AL-QURAN SEBAGAI PEDOMAN KEHIDUPAN SAYA ADALAH BERLAKU ADIL…
    DIMANA TELAH DITEGASKAN DALAM AN-NISA AYAT 135 YANG ARTINYA:l

    “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau kaum kerabatmu.”

    ALANGKAH BAIKNYA MANUSIA BAERLAKU ADIL DENGAN TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN SESEORANG DENGAN BERAT SEBELAH. DALAM KEHIDUPAN SAYA SAYA BERLAKU ADIL DENGAN ADIK-ADIK SAYA DIMANA KASIH SAYANG SAYA KEPADA ADIK-ADIK SAYA MENYELURUH DAN MEREKA SANGAT SAYA PERHATIKAN WALAUPUN TERKADANG MEREKA BANDEL.

    TERIMAKASIH…
    WASSALAMUALAIKUM WR.WB

  17. DWI HIKMAWATI berkata:

    DWI HIKMAWATI
    NO REG : 4115082049
    PKN REG’08

    Assalamua’laikum Wr.Wb

    AL-QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP
    saya sudah mengaplikasikan tentang berjilbab. berjilbab/ berkerudung hukumnya wajib. terdapat dalam surah Al-A’RAAF : 26
    ” Wahai anak-anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu (bahan-bahan untuk) pakaian menutup aurat kamu dan pakaian perhiasan dan pakaian yang berupa takwa itulah yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah dari tanda-tanda (limpah kurnia) Allah (dan rahmatNya kepada hamba-hambaNya) supaya mereka mengenangnya (dan bersyukur).”

    menurut saya dengan mengenakan jilbab yang telah di perintahkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an sudah termasuk bahwa kita berpedoman terhadap Al-Qur’an yang terdapat juga dalam hadist.
    wanita itu apabila sudah baligh tidak pantas menampakkan dirinya, kecuali muka dan kedua telapak tangannya sampai ke pergelangan tangan (HR ABU DAUD).

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

  18. SELVI SELVIA berkata:

    SELVI SELVIA
    No Reg : 4115082077
    PKN REG’08

    Assalamualaikum Wr.Wb

    AL-QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP
    Pengaflikasian Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang insyaAllah telah saya terapkan dalam kehidupan saya diantaranya seperti rasa syukur saya terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah SWT.
    Bersyukurlah.. dan percayalah, kemudahan-kemudahan itu akan terus datang. Fenomena bersyukur ini membuat saya tersenyum,apabila kita sering bersyukur maka kemudahan-kemudahan akan terus datang, serta alam semesta akan memberikan kemudahan, dan apabila kita sering mengeluh, maka alam semesta akan memberikan kesusahan kepada kita.

    Hal yang membuat saya tersenyum adalah bahwa 1300 tahun yang lalu, teori tersebut telah tertulis dalam kitab suci Al-Quran, begini isinya

    “Dan ketika Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (Q.s. Ibrahim: 7)

    Kita bisa melihat dari ayat ini, betapa jika kita senantiasa bersyukur dalam segala kondisi apapun, maka Allah Swt akan memberikan tambahan nikmatnya. Dan disini juga di tegaskan, bahwa apa bila kita mengingkari nikmatnya maka Allah Swt akan memberikan ajab-Nya yang amat pedih. Dan mengeluh (yang berlebihan tentunya) adalah salah satu sikap yang mengingkari nikmat-Nya, karena setiap kesulitan, kesusahan yang sedang kita alami, pasti ada nikmat yang telah Alloh Swt berikan kepada kita.

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

  19. RESA NOVADITA berkata:

    RESA NOVADITA
    NO REG : 4115083289
    PKN REG’08

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Al-Qur’an adalah pedoman bagi kahidupan umat manusia. dimana didalamnya terdapat berbagai aspek-aspek kehidupan yang bertujuan untuk menjadikan menusia tidak melalaikan perintah dari Allah SWT.
    Insya Allah saya telah mengaplikasikan pedoman dalam al-Qur’an untuk tidak memperolok atau mengejek orang lain. seperti yang telah dijelaskan dalam surah Al-Hujaraat ayat 11:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”(QS.49:11)
    hikmah yang bisa kita mabil dari ayat ini, diantaranya:
    kita dilarang untuk mengolok-ngolok (menjelek-jelekkan) kelompok atau individu lain, karena mungkin saja yang kita jelek-jelekkan ternyata lebih baik daripada kita.

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

  20. INDRAYANI berkata:

    INDRAYANI
    NO REG : 4115082061
    PKN REG’08

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Al-Qur’an dan sunah adalah pedoman bagi kita umat islam. Insya Allah saya akan mengaplikasikan tentang surah Al-Muzzammil tentang anjuran untuk shalat malam.
    Dalam Al Qur’an banyak ditemui ayat yang menganjurkan kita untuk bangun malam hari mengerjakan sholat tahajjud atau sholat malam. Antara lain pada surat Al Muzzamil ayat 1-6 yang artinya :
    “Hai orang yang berselimut (Muhammad),bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),(yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit,atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan,Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat,Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.”

    Dalam surat Al Muzzammil diatas disebutkan, disamping mengerjakan shalat malam dianjurkan juga untuk membaca Qur’an dengan tartil. Karena bacaan Qur’an pada malam hari yang sunyi akan dirasakan lebih khusuk dan menghunjam ke dalam hati. Anjuran untuk mengerjakan shalat malam dan tahajjud juga dapat ditemui pada surat Al Israak ayat 78 dan 79 yang artinya :
    “Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

  21. Dewi Yani berkata:

    Dewi Yani
    No.reg. 4115080224
    Pkn Reg ’08
    assalamualaikum,,,,,,
    Al-qur’an sebagai pedoman hidup
    untuk diri saya sendiri penerapan Al-qur’an sebagai pedoman hidup saya, saya wujudkan dengan cara berzakat meskipun saya melaksanakannya setahun sekali.
    Adapun dalil yang menyebutkan tentang zakat yaitu:
    “Ambilah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. sesungguhnya doa mu menumbuhkan ketentraman jiwa bagi mereka. Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.” (At-Taubah:03).
    terimakasih
    Wassalam………..

  22. resilawati berkata:

    resilawati
    4115083283
    al quran sebagai pedoman hidup yang saya terapkan dalam hidup saya adalah allah sebagi tempat saya meminta apabila saya mendapatkan masalah dan dalil yang mendukung pernyataan saya adalah Quran surah Al-Mu’min, ayat 60
    Artinya: “Dan berfirman Tuhanmu “Memohonlah (mendoalah) kepada-Ku, Aku pasti perkenankan permohonan (doa) mu itu.”
    sering-seringlah kita berdoa kepada allah karena allah selalu mendengar doa-doa hambanya yang beriman dan bertakwa.

  23. Laily Yunita .R. berkata:

    Laily Yunita .R.
    no reg :4115082060
    pkn reg 08
    asalamualikum wr.wb…….

    Al Quran sebagai pedoman hidup menurut saya sangat efekif dalam kehidupan saya. Bila menghadapi cobaan kita harus sabar dan tawakal kepada Allah pasti akan ada jalannya.

    tetapi harus tetap berusaha jangan hanya berpangku tangan saja mengharapakan anugerah dari Allah jika tidak berusaha akan sama saja.

    adapun dalil tentang kita harus sabar dan tawakal kepada Allah pangkal kemenangan

    artinya “Ya (cukup) jika kamu bersabar dan bersiap-siaga dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah akan menolong kamu dengan 5 ribu malaikat yang memakai tanda” ( Ali Imran :124 )
    wasalam………..

  24. bunga zaen berkata:

    Bunga Zaen
    4115082039

    Ass…..
    Al-Quran sebagai pedoman hidup, saya terapkan dalam hidup pribadi saya ialah saya berusaha untuk tidak boros, dalam menggunakan waktu, uang, dan tenaga saya. dalil yang memperkuat agar tidak boros ialah :
    (QS 17: 27, 28). Allah SWT membenci tindakan memboroskan harta, sebagaimana sabda Rasulullah: Sesungguhnya Allah SWT Ta’ala suka bagimu tiga perkara dan membenci bagimu tiga perkara. Suka kalau kamu menyembah kepada-Nya dan tidak menyekutukan Dia dengan sesuatu apapun. Dan supaya kamu berpegang teguh dengan Qur’an tali ikatan Allah SWT dengan kamu semuanya. Dan jangan bercerai berai. Dan membenci daripadamu banyak bicara dan banyak bertanya serta memboros harta.

  25. PUTRI RAHMA SARI berkata:

    PUTRI RAHMA SARI
    4115082045
    PKN REG 08

    al-Quran sebagai pedoman hidup insyaallh saya sudah terapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu amal saleh adalah perbuatan yang sungguh-sungguh dan menjalankan ibadah atau menunaikan kewajiban agama seperti perbuatan baik terhadap sesama manusia
    adapun dalil yang menyebutkan tentang amal saleh yaitu:
    “Demi masa ,sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”(Q.S.AL-ASR:1-3)

  26. Mutiara Annisa Fitri berkata:

    Mutiara Annisa Fitri
    4115082075

    Assalamualaikum bu . . . .
    Al-Quran sebagai pedoman hidup dapat diterapkan melalui berbagai penerapan-penerapan kehidupan manusia seperti halnya :perintah menyantuni kaum yabg lemah dimana manusia sebagai mahluk hidup mempunyai kebutuhan yang bersifat fisik dan non fisik. Kebutuhan itu tidak pernah dapat dihentikan selama hidup manusia. Manusia sebagai mahluk sosial tidak mungkin dapat hidup sendiri. Oleh karena itu, manusia perlu saling hormat-menghormati, tolong-menolong, dan saling membantu serta tidak saling menghina, menzalimi, dam merugikan orang lain. Dalam upaya menanamkan kepekaan untuk saling tolong-menolong tersebut, kita dapat membiasakan diri dengan menginfakan atau memberikan sebagian rezeki yang kita peroleh seperti memberikan santunan kepada fakir miskin, orang tua dan jompo, mengangkat anak asuh, dan memberi bantuan kepada orang yang sedang menuntut ilmu, membangun sarana jalan serta mencari upaya mengentaskan kemiskinan yang ada di masyarakat. Seperti tercantum dalam Surah Al-Isra ayat 26-27 : (26) ” Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghgambur-hamburkan hartamu secara boros. (27) Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan itu sangat inkar kepada Tuhannya.”(QS Al-Isra:26-27).

  27. Dewi Yani berkata:

    Dewi Yani
    4115080224
    pkn reg 2008
    assalamualaikum !!!!!!
    menurut saya perwujudan pedoman Al-qur’an dalam hidup saya yakni saya berusaha untuk tidak melakukan Riba karena riba merupakan dosa yang besar. adapun dalil yang mendukung bahwa riba merupakan sebuah dosa yaitu:
    “Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) telah dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan juga disebabkan karena mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (QS. An-Nisa` : 160-161)
    “Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu harapkan wajah Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)”. (QS. Ar-Rum : 39)
    Wassalam

  28. mai sari habir berkata:

    mai sari habir
    4115082044
    ass,,,,
    Al-quran sebagai pedoman hidup saya , saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari ialah tidak berburuk sangka terhadap Allah.Dengan meyakini bahwa apa yang di berikan allah ialah yang terbaik untuk saya. Dalil yang memperkuat tentang itu ialah pada surah al-baqarah :216

    وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
    “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

    wasallam,,,,^_^

  29. Yuyun Sri Wahyuni berkata:

    Yuyun Sri wahyuni
    No. Reg. 4115082068
    Pkn Reg ’08

    Assalamualaikum…..
    Alquran sebagai pedoman hidup, menurut saya sangat membantu saya dalam menjalani hidup di dunia dan menuntun saya untuk mencari bekal untuk di akherat kelak. Disini saya mengangkat tema ” tolong menolong”. Kita sesama umat manusia wajib hukumnya untuk saling tolong menolong. Adapun dalil yang mengatakan tolong menolong itu adalah Surah Muhammad ayat 7 yang berbunyi :
    ” Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong agama Allah maka niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS Muhammad : 7)

    Saya menerapkan sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu sesama. Dan saya di ajarkan sejak dini oleh orang tua saya untuk menolong orang yang sedang mendapat masalah. Karena perbuatan tersebut bisa menjadi salah satu bekal untuk di akherat kelak.

    Demikian opini yang dapat saya sampaikan tentang Alquran sebagai pedoman hidup dan saya tuangkan dalam kehidupan sehari-hari.
    Terima kasih…
    Wassalamuailkum wr.wb

  30. Dewi indrianti berkata:

    Dewi indrianti
    4115082052
    ISP/Pkn Reg ’08

    Assalaamu’alaykum…
    Membicarakan tentang al-qur’an sebagai pedoman hidup adalah suatu hal yang sangat komprehensif dan sangat menarik. Mengapa? karena telah kita ketahui bahwa di dalam al-qur’an terdapat aturan-aturan, pengetahuan, kabar gembira dll. Saya akui saya sebagai manusia biasa masih belum sempurna menjadikan al-qur’an sebagai pedoman hidup. Namun bukan berarti kemudian kita menyerah dan berhenti mempelajari al-qur’an. Karena kebelummampuan diri saya ini adalah sebuah proses untuk mencapai kemampuan dan syurga yang diimpi-impikan. Ini adalah sebuah mozaik kehidupan yang nantinya akan membentuk sebuah ‘gambar’ yang mungkin tidak sempurna tapi paling tidak dapat terlihat dengan jelas oleh yang melihatnya.
    Contoh yang mungkin dapat dijadikan bukti bahwa saya telah menjadikan Al-qur’an sebagai pedoman dalam hidup saya adalah saya tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah. Karena Allah ta’ala telah berfirman di dalam al-qur’an nul karim sebagai berikut :

    “qul yaa ‘ibaadiya alladziina asrafuu ‘alaa anfusihim laa taqnathuu min rahmati allaahi inna allaaha yaghfiru aldzdzunuuba jamii’an innahu huwa alghafuuru alrrahiimu”

    yang artinya adalah :

    Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (SURAT AZ ZUMAR (ROMBONGAN-ROMBONGAN) ayat 53)

    dari ayat ini saya berpedoman bahwa saya tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah karena rahmat Allah begitu luas. Kasih sayang-Nya begitu berlimpah. dan nikmat-Nya luar biasa mengalir dengan deras. Rasanya tak pantas kita berputus asa dari rahmat Allah dalam hal apapun karena Allah sendiri yang memerintahkan untuk tidak berputus asa dari rahmat-Nya.

    Sekian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata karena sesungguhnya saya hanyalah hamba-Nya yang fakir dan miskin ilmu. Semoga Dia yang Maha pengasih mengampuni saya yang mungkin telah salah dalam bertutur.
    Wallahu’alam.
    Terimakasih
    syukran jazakillah khoiron katsir
    wassalamu’alaykum

  31. Novi Nurul Azizah berkata:

    Novi Nurul Azizah
    4115082056
    ISP/PKN REG 2008

    Assalamualaikum wr. wb.

    Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia. Karena Al-Quran berisi tentang petunjuk-petunjuk bagi seluruh umat manusia yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, penyempurna ajaran sebelumnya dan sebagai rahmatanlilalamin. Maka patutlah kita sebagai umat manusia yang hidup sebagai umat setelah Nabi Muhammad harus mengikuti ajaran yang dibawanya yaitu Al-Qur’an dan hadist.

    Oleh karena itu saya sebagai hamba Allah yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, saya berusaha untuk mengaplikasikan apa yang tertulis di Al-Qur’an, salah satunya dengan berusaha bersikap gigih dan optimis.

    Sikap gigih atau kerja keras serta optimis termasuk akhlak mulia yaitu percaya akan hasil positif dalam segala usaha. Rasa yakin ini merupakan wujud dar husnuzzan kepada Allah, sehingga akan menimbulkan percaya diri dan makin besarnya harapan. Besar harapan tersebut membawa manusia pada sikap lapang dada dan lebih giat lagi berusaha. Oleh karena itu kita harus bersikap optimis dan tidak boleh pesimis. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Yusuf:87, yang artinya:
    “…dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”
    dan juga dalam surat Ar-Ra’du:11, yang artinya:
    “…sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada p[ada diri mereka sendiri.”

    Kedua firman tersebut meganjurkan agar kita selalu memperbaiki diri dan selalu memiliki sikap optimis dan gigih sehingga Allah berkenan merubah nasib kita. Apabila kita selalu gigih dan optimis dengan penuh keikhlasan dan kepasrahan atas ridho Allah, insyaallah kita dapat mencapai segala cita-cita dan harapan kita. Seperti apa yang telah saya alami ketika akan melanjutkan kuliah di PTN. Walaupun saya di sekolah kurang berprestasi, namun saya yakin dan optimis akan karunia Allah, dengan memberikan kelulusan pada UMB 2008. Saya berusaha keras untuk belajar, berdoa dan memohon restu orang tua. Sehingga akhirnya saya dapat lulus dan sekarang saya bisa kuliah di UNJ FIS Jurusan ISP.

    Demikianlah yang bisa saya ungkapkan.
    Terima Kasih.
    Wassalamualaikum.wr.wb.

  32. Nurul Febrianti berkata:

    Nurul Febrianti
    4115082047
    Pkn reg ’08

    Assalammualaikum,,
    Al-qur’an sebagai pedoman hidup saya [insya ALLAH] sudah saya terapkan dengan memakan makanan yang bersih dan halal.
    Untuk menguatkan pedoman saya itu, dalilnya berasal dari surat Al-Baqarah ayat 57 dan 168.

    *Surat Al-Baqarah Ayat 57 :
    “Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan manna dan salwa, maka makanlah dari rizki-rizki makanan yang baik yang telah Kami berikan kepadamu; sebetulnya mereka tak berlaku zhalim kepada Kami, hanya mereka telah berlaku zhalim atas dirinya sendiri.”

    *Surat Al-Baraqah Ayat 168 :
    “Hai sekalian manusia!
    Makanlah kamu barang-barang yang halal lagi baik (enak) dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena setan itu sesungguhnya musuh nyata bagimu.”

    Mungkin pedoman memakan makanan bersih dan halal terdengar klise dan simple, namun tanpa kita sadari segala sesuatu yang kita makan yang berasal dari baik-baik akan sangat berpengaruh positif bagi tubuh kita dan otak kita.

    Terima Kasih.
    Wassalammualaikum.

  33. Hanifah berkata:

    Hanifah
    4115083287
    PPKn Regular 2008

    Assalamu’alaikum,,,,

    perihal yang diangkat adalah seberapa efektif Al-Qur’an sebagai pedoman hidup?.
    Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang sempurna. bahkan tanpa kita sadari, walaupun hanya kebiasaan-kebiasaan kecil sehari-hari, sedikitnya kita sudah mengamalkan apa yang diperintahkan dalam Al-Qur’an.

    Dalam soal ini, kita diminta untuk mencantumkan satu contoh pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari kita.
    Saya selalu berusaha mengamalkan apa yang tercantum di dalam Al-Qur’an. Saya selalu berusaha untuk berbakti kepada kedua orangtua saya, meskipun terkadang terjadi kesalahpahaman dan berbeda pendapat. karena rasa sayang yang mungkin tak akan mampu melebihi kasih sayang mereka, dan Syariat Islam yang mengajarkan untuk selalu berperilaku baik taat kepada kedua orang tua, saya selalu berusaha dengan keras untuk memenuhi apa yang diinginkan oleh kedua orang tua saya dan berusaha menjadi seperti yang dicita-citakannya. maka dari itu, saat ini saya menjadi salah satu mahasiswi Universitas Negeri Jakarta dengan harapan saya bisa menjadi seorang pendidik seperti yang diharapkan oleh kedua orang tua saya.

    “Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya”. (QS. Al Isra’: 23).
    “Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak”. (An Nisa’ : 36).

    hendaknya kita mengikuti apa yang ada dalam Al-Qur’an agar kualitas hidup kita terjamin dan tidak akan tersesat.
    seperti dalam hadits riwayat Abu Malik,
    “Kutinggalkan kepadamu dua pusaka yang apabila kalian mengikutinya maka tidak akan tersesat, yaitu al-Qur’an dan Al-Hadits”

  34. M. Taher Noviandi berkata:

    M. Taher Noviandi 4115083276 PKn Reg 2008 Assalamualikum.
    Al – Qur’an bukanlah kitab yg hanya sekedar dibaca bahasanya tapi juga dipahami artinya. oleh karaena itu Al – Qur’an menjadi pedoman bagi umat muslim dan seluruh umat manusia diseluruh dunia seharusnya.

    Al – Qur’an adalah kitab yang paling banyak dibaca dan dihafal setiap harinya diseluruh dunia. saya menjadikan Al – Qur’an sbg pdoman hidup dgn cara mencoba utk berlaku adil dan tidak berbuat curang, seperti yang diperintahkan dalam sebuah surat yang berbunyi, yaitu :” Celakalah bagi orang – orang yang berlaku curang. Yaitu mereka yang jika menakar untuk dirinya sendiri dicukupinya. Dan menakar atau menimbang untuk orang lain dikuranginya. Apakah mereka itu tidak akan dibangkitkan, pada hari yang amat besar? Yaitu pada hari semua manusia berdiri menghadap kepada tuhan alam semesta ” (Q.S : Al – Muthaffifin ; 1 – 6)

    Dalam ayat diatas ditegaskan agar kita tidak berlaku curang. Walaupun saya belum begitu menteladani semua isi Al – Qur’an tapi saya mencobanya untuk berlaku adil insyaallah kedepannyan saya akan menta’ati semua perintah -perintah yang ada dalam Al – Qur’an agar kehidupan saya kelak menjadi lebih baik

  35. Johan Candra Sasmita berkata:

    Johan Candra Sasmita
    4115082054
    PPKn Reguler 2008

    Assalammualaikum wr. wb.
    Merdeka!

    Alquran sebagai Pedoman Hidup

    Manusia hidup terutama kali bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Dalam hidup, manusia mempunyai potensi. Pertanyaannya adalah bagaimana mengaktualisasikan potensi itu? Tuhan, Allah Yang Mahakuasa menciptakan manusia tidak sekadar menciptakannya saja. Manusia adalah khalifah di muka bumi. Dan setiap manusia kelak akan diminta pertanggungjawabannya atas kepemimpinannya itu di hadapan Allah swt. Adalah Allah swt. menurunkan Alquran sebagai pedoman hidup. Tidaklah mungkin Allah swt. akan menjerumuskan manusia dengan memberikan kepadanya bimbingan yang sesat.

    Jikalau ada kalanya kita merasa bingung dalam menjalani hidup, jikalau ada kalanya hati kita merasa bimbang juga perlu diobati, jikalau ada kalanya kita hampir berputus asa, jikalau ada kalanya kita kurang mengerti hakikat kita sebagai manusia, kembalilah pada pedoman hidup kita yang universal: Alquran.

    Begitu banyak contoh pedoman hidup di dalam Alquran. Salah satunya adalah larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk kepada seseorang, sebagaimana terkandung dalam Surah An Nisā’ ayat 148, yang artinya, “Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Demikianlah. Terima kasih.

    Assalammualaikum wr. wb.
    Merdeka!

  36. Dipa Widyan berkata:

    Dipa Widyan
    4115082047
    PKN Reg 2008

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    saya selalu meminta perlindungan kepada Allah daripada godaan Syaitan baik itu berupa jin atau manusia. itu tercantum dalam surat An-Nas:
    Katakan: Saya berlindung dengan Tuan manusia.
    Raja manusia. Tuhan manusia. Daripada kejahatan pembisik yang kembali. Yang berbisik di dalam dada manusia. Daripada jin dan manusia.[An-Nas: 1-6]

    saya meminta perlindungan daripada semua kejahatan yang ada sehari-hari. seperti godaan pada saat subuh, saat senja, godaan kecantikan wanita, dan agar dari kedengkian orang lain.
    Katakan: Saya berlindung dengan Tuan dinihari. Daripada kejahatan apa yang Dia telah ciptakan. Dan daripada kejahatan senja apabila ia tenggelam. Dan daripada kejahatan peniup-peniup wanita pada tali-tali. Dan daripada kejahatan pendengki apabila dia dengki.[Al-Falaq: 1-5]
    saya meminta perlindungan kepada Allah karena Allahlah yang menentukan adanya kejahatan seperti tercantum pada ayat di atas. maka dari itu, hanya Dia-lah yang mampu melindungi dari kejahatan itu sendiri.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  37. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Allahuakbar!!!
    Alquran merupakan kitab suci allah yan paling sempurna.Alquran menjadi penyempurna kitab allah sebelumnya.Didalamnya terdapat janji2 Allah,ancaman allah,kisah nabi,kisah para alim,dan juga kisah2 orang yang durhaka pada Allah.Alquran terkandung aspek2 kehidupan dunia maupun akhirat,Dengan demikian kita sebagai umat islam wajib menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup kita.
    Begitu banyak contoh pedoman hidup di dalam Alquran. Salah satunya adalah “SABAR”.

    FIRMAN ALLAH:“Wahai sekalian orang-orang yang beriman sabarlah kamu sekalian dan teguhkanlah kesabaranmu itu.” (QS. Ali Imran:200)

    “Sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu sekalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah:155)
    “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az Zumar:10)

  38. kang yayan berkata:

    saya hanya ingin mengucapkan terima kasih…. kepada yang telah memaparkan ” Hakikat manusia”
    Wassalam…………….!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s