Fenomena Free Sex pada Remaja

Sebab awalnya, Pada akhir masa kanak-kanak yang mendominasi pembentukan kemampuan kognitif dan sosial, rasa keingintahuan sangatlah kuat. Bila keinginan tersebut selalu dibatasi oleh orang tua, maka anak semakin berontak sehingga terjadilah perilaku Free Sex

Solusi dan seharusnya,

  • Anak pada masa akhir kanak-kanak sudah diperkenalkan pendidikan tentang sex dan diimbangi dengan pengetahuan agama sehingga anak sadar bahwa kebutuhan hidup bukan hanya jasmana, tapi juga diperlukan rohani
  • Orang tua bukan membatasi keingintahuan anak, tapi bisa mengarahkannya.

Dipresentasikan oleh: Medina, Mumainnah, Hayunislah, Ayuningtyas, Fathul Khoir, Ahmad Ridwan, Ahfas Faisal, Al Nurhidayah, Hilaliyah, Mujibatun Annida, Syarif Hidayatullah

Iklan

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di Psikoper. Tandai permalink.

16 Balasan ke Fenomena Free Sex pada Remaja

  1. diky adi sofyan,kelompok1 berkata:

    ptnyaan utk kelompok freesex..
    saya akan mengajukan 1study kasus,jika anda seorang remaja 18th,anda sudah melakukan beberapa kali ML t’larang dengan pacar anda dan anda merasa ‘ketagihan’. menurut analisis anda:
    1. apa efek negatif dr ML terlarang terhadap pembentukan karakter dan kesehatan jiwa anda?
    2. apa yang harus anda lakukan untuk menghilangkan rasa ketagihan b’zina?
    3. apakah anda akan bercerita kpd ortu dan meminta nasehat mrka?

  2. khadijah alkubraa berkata:

    saya ingin bertanya pada kelompok freesex
    1. bagaimana cara saya sebagai seorang sahabat terhadap sahabat saya yang terjun kedunia freesex, padahal saya sudah sering memberikan nasehat serta selalu mengajaknya keluar dari dunia itu, sedang dia tak mau menganggap saya sebagai sahabatnya jika saya mencampuri urusannya. Jadi tolong berikan saya solusi agar saya bisa menarik dia keluar dari dunianya tanpa harus merusak hubungan persahabatan kami?????

  3. indah irmawati berkata:

    saya ingin bertanya kepada kelompok freesex
    saya pernah mendengar perkataan seseorang bahwa sex adalah kebutuhan bagi laki-laki dan perempuan, dan sex boleh-boleh saja asal suka sama suka dan saling mau. yang saya pertanyakan:
    1. bagaimana kalau yang melakukan itu adalah remaja atau dewasa yang belum ada ikatan suami istri? padahal disitu diungkapkan bahwa sex itu kebutuhan dan boleh asal suka sama suka.

    2. mengapa selalu yang disalahkan adalah pemuda yang melakukan freesex padahal mereka korban? dan sebenarnya siapa yang harus bertanggung jawab?

  4. Dini Nurul Khotimah berkata:

    Ditujukan kepada Ahfas dll

    Bagaimanakah menurut anda mengenai hukum kawin kontrak dalam aspek hukum Islam (Syari’at) dan dalam hukum yang berlaku di Indonesia? apakah kawin kontrak sama dengan free sex? mohon jelaskan secara jelas!

  5. Tiara savera berkata:

    1. Apa gunanya melarang penerbitan majalah Playboy Indonesia kalau kenyataannya free seks adalah hal biasa?
    2. Bagaimana cara pencegahan atau pengontrolan yang baik agar anak remaja terbebas dari masalah fre sex?

  6. MUTIARA NOVIDA berkata:

    Di atas kalian sudah menjelaskan solusi yang harus dilakukan untuk pencegahan terjadinya free sex, yang ingin saya tanyakan adalah
    Bagaimana dengan anak dari orang kaya yang orang tuanya(ayah dan ibu) lebih sering berada diluar rumah daripada berkumpul dengan anak-anak mereka, dari sini mereka bisa saja melakukan hal-hal yang negatif tanpa orang tua mereka tahu karena biasanya orang tua mereka hanya memberikan kepada anak mereka materi saja tanpa tahu apa yang dilakukan oleh anak tersebut dan bagaimanakah cara orang tua memberikan penjelasan tentang free sex maupun tentang agama jika mereka sendiri jarang berada dirumah?

  7. medina ulfah berkata:

    saya kan menjawab pertanyaan ka tiara: justru itu ka karena freesex bukan hal yang tabu lagi makanya untuk meminimalisasikannya dgN Cra pelarangan majalah playboy atau sejensnya karena bagi orang yang sudah terjun kedalam dunia hitam cara menjauhkannya step by step tidak dengan cara langsung seperti didakwahi di ceramahi or sebgainya..cara pencegahannya ialah diberi pengarahan atau sex education secra brtahap. dan jangan lupa sianak harus memulainya dengan cra dia selalu terbuka dengan orang tuanya yah terjalin komunikasi yang harmonislah..kalo gak ama parentsnya sama temannya juga bisa.tapi dengan catatan teman tukar pikirannya harus yang baik.

  8. Ridwan Hendra berkata:

    Terdapat poin yang dijadikan sebagai solusi dari freesex diantaranya “Anak pada masa akhir kanak-kanak sudah diperkenalkan pendidikan tentang sex dan diimbangi dengan pengetahuan agama sehingga anak sadar bahwa kebutuhan hidup bukan hanya jasmani, tapi juga diperlukan rohani”. Permasalahannya di negara kita sangat minim orang tua yang berpendidikan tinggi disebabkan oleh rendahnya perekonomian mereka sehinga mereka tak dapat mensekolahkan anaknya atau mengikut sertakan anaknya ke lembaga-lembaga yang bersifat agamis, dengan kata lain merka tak dapat memberikan pendidikan seks usia dini dan pengetahuan agama. Dengan kata lain materi adalah salah satu faktor yang dominan dalam hal ini, bagaimana anda mensikapinya ?

  9. hilaliyah berkata:

    saya mencoba menjawab pertanyaan yang k 2 dari saudari tiara savera : ketika anak itu sudah dikatakan baligh atau telah melewati masa2 puber, pada saat itu orang tua berperan penting untuk memberikan sex education kepada anaknya agar dia mampu mencegah free sex itu sendiri, contohnya untuk wanita dengan cara memakai jilbab untuk apa,untuk menutupi bagian yang sangat peka yaitu pada bagian tengkuk karena bagian inilah tempat timbulnya hawa nafsu itu muncul. mungkin itu salah satu dari pencegahan untuk terbebas dari free sex.

  10. hilaliyah berkata:

    saya mencoba menangapi permasalahan dari saudari khadijah alkubraa.. sebelumnya saya salut kepada anda karena anda sebagai sahabat tidak hanya mengiyakan perbuatan sahabat anda tetapi juga menegur ketika sahabat anda melakukan kesalahan, menurut saya apabila sahabat anda itu sudah di beri tahu tetapi dia menjadi marah pada anda, saran saya sebaiknya anda membicarakan hal tersebut kepada orang yang paling dia segani atau keluarga terdekat dari sahabat anda itu agar dia mau mendengarkan semua nasihat atau saran yang nantinya bermanfaat untuk dia dimasa yang akan datang.

  11. diky adi s0fyan berkata:

    there’s n00ne answer my questi0ns??

  12. muzammil berkata:

    masa remaja merupakan masa dimana salah satu oragan tubuh terbentuk atu bisa saja kita sebut kemaluanya otomatis seksualitasnya lagi memuncak jika kalo remaja melampiaskanya dengan caara onani atau mastrubasi dari pad melampiaskan dengan lawanjenisnya yang terlau beresiko pertanyaan saya boleh kah hal tersebut dilakukan adakah midhaoratnya kalau tidak bagaimana solusinya intuk melampiuaskanya

  13. niken. saraswati berkata:

    Freesex dalam lingkungan remaja dikota-kota besar bukan hal yang asing, Solusi diatas menyebutkan pendidikan sex sejak masa usia akhir anak-anak perlu datanamkan oleh orang tua, tetapi sebagian orang tua untuk mengajarkan pendidikan sex pada anak itu suatu hal yang dianggap tabu bagaimana komentar anda………..

  14. Mawadah berkata:

    asalamualaikum.. mawadah gabung ya.. saya mau mencoba mengomentari pertnyataan dari saudari niken. sudah seharusnya dan wajib sebagai orang tua memperkenalkan pendidikan seks mulai dari sejak dini mengapa? karena hal itu merupakan bekal bagi anak yang nantinya di masa puber ia akan mengalami perubaha fisik secara radikal. dan pada masa puber ini anak sedang mengalami keingin tahuan yang besar, ingin mencoba segala sesuatu yang baru. saya khawatir kalau tidak diperkenalkan secara dini akan mengakibatkan kearah yang tidak di inginkan. seperti free seks. saya rasa di zaman sekarang seks bukan hal yang tabu lagi. kebetulan saya mempunyai adik yang duduk di kelas 6 sd.di mata pelajaran Sains, di bahas tetang perkembang manusia secara fisik jika sudah baliq. jika anak perempuan akan mengalami menstruasi dan yang laki-laki akan mengalami mimpi basah. dan banyak lagi. kita memperkenalkan tentang seks kepada anak secara bertahap sesuai denga perkembangan usia si anak. contoh kita beri pengertiaan untuk anak yang baru berumur tk atau Sd kelas 1 atau kelas 2, kalau anak perempuan wajib menutupi auratnya di depan lawan jenis. dari orang tuanya juga harus mencontohkannya khusus untuk ibu agar ketika ia keluar rumah menggunakan kerudung, atau pada masa akhir kanak kanak sekitar kelas 6 sd sudah diberikan pengarahan tentang tata cara pergaulan antar perempuan dan laki-laki.

  15. M Shodiq Mustika berkata:

    Ini kuliah online, ya?
    Bisa nggak, makalahnya di-online juga, supaya bisa mengikuti diskusinya?

  16. hamid hasan berkata:

    hehehehehe seru jga ya ntr dech gabung kalau lg ngangur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s