Fenomena Narkoba pada Remaja

Latar belakang utama penyebab:

  1. Faktor pengawasan orang tua  yang kurang
  2. Salah pergaulan / terjebak dalam pergaulan
  3. Faktor Psikologis. Hal ini karena kondisi fisik otak (lobe frontal) mengalami kondisi ketidakseimbangan pada masa peralihan dari puber ke remaja
  4. Berani mengambil resiko yang buruk
  5. Pencarian jati diri yang salah

Solusi:

  1. Bimbingan orang tua yang komprehensif
  2. Selektif memilih teman
  3. Mengarahkan remaja pada kegiatan positif
  4. Membatasi pergaulan
  5. Pandai membawa diri
  6. Memiliki komunitas yang positif

Dipresentasikan oleh: Sofyan Hadi, Mujammil, Diki Hadi, Aulia Risda, Zikri, Zaenal Fahmi, Sri Asih, Gemala Desa, Tiara Savera, Nurliza, Khodijah Alkubra

Iklan

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di Psikoper. Tandai permalink.

28 Balasan ke Fenomena Narkoba pada Remaja

  1. indah irmawati berkata:

    saya bertanya untuk kelompok narkoba
    1. mengapa yang disalahkan adalah pemuda yang melakukan pemakaian narkoba padahal mereka korban akibat pergaulan ? sebenarnya siapa yang harus bertanggung jawab? dan apa tindakan anda apabila anda yang menjadi korban narkoba?
    2. mengapa para pengedar narkoba tidak dihukum berat misal hukuman mati, karena bahaya narkoba itu parah buat manusia?

  2. diky adi s0fyan berkata:

    jwbn..
    1. pemuda yg telah terjerumus memakai narkoba mmg tdk sepatutnya disalahkn,tp dg catatan mereka belum tahu sm sekali ttg bhy narkoba,dipaksa memakai narkoba/dicekokin.justru itu,yg salah n b’tanggung jawab adalah qt semua tanpa kecuali,jika saja amar ma’ruf nahi munkar ditegakkan sesuai kemampuan n status qt,itu semua dpt diminimalisir.n semua itu dimulai dr diri qt sendiri n orang t’dkt qt.
    2.sdh da yg dpidana mati krn kasus narkoba.

  3. Dini Nurul Khotimah berkata:

    Dilihat dari sebahagian kandungan atau sifat yang terdapat dalam rokok dan sifat bagi para pengguna rokok. Menurut anda, apakah rokok dapat dikatakan sama seperti narkoba? jelaskan alasan anda!

  4. Tiara savera berkata:

    Jwban (pertanyaan dini)..
    Rokok adalah pintu gerbang bagi narkoba. Lebih spesifik lagi, rokok itu sendiri sebenarnya termasuk ke dalam definisi narkoba.
    Di dalam pengertian Narkoba termuat 3 kelompok zat aktif yaitu Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya.
    Rokok bersama dengan alkohol termasuk ke dalam kelompok yang terakhir. Nikotin yang merupakan salah satu komponen dari rokok merupakan zat psikotropika stimulan.
    Jadi sesungguhnya rokok itu adalah narkoba juga. Oleh karena itu, rokok pun memiliki sifat-sifat utama layaknya narkoba lain yaitu habituasi, adiksi dan toleransi. Habituasi adalah suatu perasaan rindu, terus menerus melintas di pikiran untuk menggunaan zat, sehingga seseorang akan terus berkeinginan menggunakan zat tersebut saat berkumpul dengan sesama teman pemakai. Sedangkan adiksi merupakan dorongan kompulsif untuk menggunakan suatu zat diserta tanda-tanda ketergantungan.

  5. MUTIARA NOVIDA berkata:

    Untuk kelompok yang membahas tentang narkoba adalah diatas anda menjelaskan solusinya salah satunya adalah memiliki komunitas yang positif disini yang ingin saya tanyakan adalah adakah kemungkinan hal ini terjadi pada seorang anak dari keluarga terpandang atau anak seorang ustad maupun ustadzah? Atau bisakah hal ini terjadi pada seseorang yang bersekolah di sekolah Islam atau pesantren? tolong berikan juga alasan kalian
    terima kasih

  6. khadijah alkubraa berkata:

    jawaban ka mutiara :
    menurut saya kemungkinan itu terjadi dikalangan orang yang baik seperti ustadz juga ada, di daerah sekitar rumah saya ada seorang anak ustad yang justru terkena narkoba, dikarenakan ustad itu sendiri ceramah dan menasehati orang tapi mereka tidak begitu memperhatikan keluarga sendiri jadi ga ada yang ga mungkin. bahkan ustad tersebut hanya peduli pada pekerjaanya tersebut, pa ustadnya itu hanya mencari materi dan jika ada job yang lebih banyak menghasilkan uang mereka malah mengambil job yang lebih menghasilkan daripada job yang lebih dulu mengundang pak ustad jadi tidak pandang dilingkungan mana mereka berada,yang penting itu lingkungan yang benar-benar menerapkan disiplin juga perhatian penuh kepada orang lainlah yang tidak akan terkena dampak negatifnya

  7. siti nur fadlilah berkata:

    saya ingin bertanya kepada kelompok narkoba:
    1. bagaimanakah Anda melihat fenomena saat ini bahwa kebanyakan para pemakai narkoba itu adalah para remaja?
    2. banyak saat ini para pemakai narkoba yang sudah direhabilitasi tetapi tetap saja mereka masih memakai narkoba. menurut Anda mengapa hal seperti ini bisa terjadi dan bagaimana tanggapan Anda terhadap hal ini?

  8. Dini Nurul Khotimah berkata:

    tanggapan dari jawaban sdri. Tiara Savera atas pertanyaan dari sdri. Dini NK:

    jika anda berpendapat bahwa rokok sama saja dengan narkoba, mengapa penggunaan rokok tidak dilarang keras seperti halnya narkoba?

  9. medina ulfah berkata:

    saya ingin menanggapi sekaligus bertanya..sya kurang setuju dengan anggapan kelompok kalian bahwa selalu orang tua yang disalahkan karena ada kasus seperti ini:” ada 2 keluarga yang pe’1 sebut saja bunga anak pengusaha orangtuanya sangat sibuk walaupun tetap mengontrolnya lewat teknologi 3G..pergaulan bunga cukup luas, karena bunga kp supel,temannyapun beragam dari yang soleh hingga bobrok tapi bunga tidk terjebak dengan pergaulan “narkobanya”..yang ke’2 Ani, ibunya seorang ibu rumah tangga,keluarganya cukup sederhana bahkan ibunya selalu mengontrolnya setiap saat.Ani cenderung pasif atau pendiam temannya pun sedikit tapi apa yang terjadi ?dia terkena Narkoba jenis pil Koplo atau bk..nah diliat dari pengalaman teman saya di atas apa komentar anda dan bagaimana cara pendekatan saya dengan ani untuk melarang dia? karena ani itu cenderung tertutup..

  10. muzammil berkata:

    kasus seperti td bisa saja di katakan kesalahan orng tuanya atau qt sebut saja ibu, kren yang di ceritkan irma tad seorang ibu yang berperan disebabkn kenapa tidak ibu nya sendiri yang membuka dialog diantr ank dn ibunya krena seorang ibu atau qt sebut sj orang tua itu sehrusnya membuka dialog terhadap anak bukan di birkn saja sehrusnya orang tuanya yang menanyakny tentang keadaanya bukan mengabaikanya atau di biarkan saja perlu irma sebenarnya tidak ada orng yang pendiam dia sebenarnya orang yang pendiam itu menurut saya mereka akn terbuka oleh orang yang terdekatnya saj ksehrusny orang tua itu dkt dengan anknya bukan mendiamkanny ajak si anak untuk terbuk

  11. hilaliyah berkata:

    pertanyaan saya untuk kelompok yang membahas tentang narkoba, kasus narkoba yang terjadi pada remaja itu disebabkan dengan adanya perasaan malu,ada seorang anak remaja ketika dia sedang berkumpul dengan teman2nya pada saat itu semua teman2nya sedang memakai narkoba apabila dia tidak mengikuti teman2nya, dia akan dicemoohkan oleh teman2nya.karna tidak ikut berpesta narkoba. menurut kalian bagaimana analisis psikologinya.

  12. Ridwan Hendra berkata:

    Saya akan mencoba memberikan tanggapan atas pertanyaan yang ibu lontarkan kepada kelompok II tentang “Bagaimana cara orang tua mengkontrol anak remaja sehinga tidak terjerumus pada narkoba” ?
    Jawab :

    Dalam hal ini saya lebih memakai pendekatan sosiologis, dimana faktor sosial lebih dominan untuk menjawab masalah ini. Dalam sosiologis terdapat dua ruang lingkup, yaitu mikro (keluarga) dan makro (lingkungan). Dengan memperhatikan dua aspek ini kita dapat mengkontrol prilaku si remaja, seperti pola pikirnya, sikap, dll.
    • Mikro
    Keluarga merupakan akses pertama seorang anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan, dimana sikap, tingkah laku, pola pikir dsb terbentuk didalamnya selain lingkungan luar. Untuk mencegah terjadinya dampak negatif pada remaja yang disebabkan oleh narkoba, perhatian dan pengendalian keluarga perlu dilakukan. Artinya si remaja dapat mempersepsikan bahkan hinga membentuk paradigma bahwa keluarga adalah yang tama. Untuk itu metode agar keluarga menjadi harmonis merupakan salah satu cara bagaimana mencegas si remaja agar tidak terjerumus pada narkoba dalam segi mikronya.

    • Makro
    Untuk segi makro, kelurgapun tetap memilki peranan penting diantaranya,keluarga mempunyai hak mengawasi si anak dengan memilihkan instansi pendidikan yang baik, daerah pergaulan, lebaga-lembaga penunjang lainnya (seperti pengajian, tempat les, kursus dll).

    Saya kurang begitu setuju apabila pendekatan agama dijadikan sebagai jawaba untuk menjawab masalah remaja yang sudah terkena atau mengkonsumsi narkoba. Sebab mereka yang telah terkena narkoba akan cendrung tertutup dengan keadaan sekitar, kecuali hal-hal yang berhubungan dengan narkoba dengan kata lain hal-hal yang dapat memaska hati mereka. Bagi mereka agama tidak terlalu penting, sebab kebutuhan yang mereka inginkan tidak terdapat pada aspe tersebut.

    Pendekatan sosial yang cederung arah postif lebih bsa digunakan, meskipun terdapat unsur-unsur agama, psikologi dll. Mereka yang telah terkena narkoba pasti tidak akan meninggalka aspek sosial atau mengurangi intensitas untuk bersosialisasi kepada sesama. Dengan cara ini indvidu yang masuk ke dalam aringan sosial mereka akan dapat membantu mereka keluar dari masalah narkoba.

    Indikasi seoseorang yang membantu disini tentu memiliki metode-metode yang akurat untuk mengubah paradigma bahwa yang tadinya narkoba itu mengasikkan ke pada pemikiran bahwa narkoba itumenghancurkan.
    Salah satu metode itu adalah pendekatan persuasif dengan mengunakan interpersonal dan intercultural yang baik. Metode persuasi itu mempunyai tiga tahapan yaitu : persamaan, keyakinan, dan menguasai.

    Persamaan, sebelum kita menyampaikan ujaran pada orang yang terkena narkoba kita harus dipersepsikan sama oleh mereka, namun bukan berarti kita juga menjadi sebagai konsumen atau distributor obat-obatan tersebut. Kesamaan disini dapat diartikan, diantaranya kesamaan jenis kelamin, status sosial, ras, mempunyai daerah bersosialisasi yang sama, dll. Selanjutnya keyakinan, dengan kita sudah menyamakan persepsi yang ada hinga intensitas hubungan kita lebih kuat dibanding orang-orang yang meeka kenal, maka tanpa sadar mereka yang menjadi konsumen akan menanamkan keercayaan, keyakinan bahwa kita “soulmate” baginya. Setelah itu pesan-pesan yang kita aka berika tenang bahaya narkoba dll cendrung akan lebih didengan ketimbang mereka yang memakai cara lain yang bersifa anarkis untuk mengubah mereka yang terkena narkoba.

  13. Ridwan Hendra berkata:

    Mengapa dinegara kita, untuk mreka yang mengkonsumsi narkoba akan mendapat sanksi hukum di antaranya dipenjara, padahal mereka yang hanya mengkonsumsi tidak melakukan kegiatan yang merugikan orang lain tapi merugikan diri mereka sendiri. Dan mengapa dikarantina atau di unit perawatan menjadi alternatif ke dua bagi mereka yang terkena narkoba ?

  14. diky adi s0fyan berkata:

    jwbn utk ridwan.
    menurut analisis saya,memang seharusnya pemakai narkoba yg bukan pengedar/bandar tdk dikenakan sanksi pidana,tp ckp direhab sj.
    hukum di Ind0nesia memang pny bny kekurangn n kerancuan, jd ini
    PR bg para pembuat hukum.

  15. diky adi s0fyan berkata:

    jwbn tuk hilal.
    malu memang baik jika ditempatkn pd tempat’a.tp,
    tidak ada alasan utk ikut2an mengk0nsumsi narkoba dg alasan spya tdk malu2in.
    sdh sepatutnya,0rtu atw tmn dkt’a menasehatinya n melakukan pndktn spy tdk b’gaul dg tmn yg sk drugs party.
    mainstreamnya pun dharapkn dpt berubah dan mengerti bgaimana menempatkn malu yg tepat.

  16. Fathul Khair berkata:

    Tanggapan:
    pada masa ini umumnya seorang mempunyai rasa ingin tahu dan mencoba hal yang baru yang belum pernah dirasakanya pada masa dia kanak-kanak, rasa yang ingin tahu yang begitu besar bila tidak diarahkan ke hal-hal yang positif maka akan sangat merugikan pribadi seseorang tersebut salah satunya adalah pada permasalahan NARKOBA ini..

    Pada umumnya terjerumusnya seorang remaja kedalam narkoba yang biasa disebut LINGKARAN SETAN dipengaruhi oleh lingkunganya terutama dalam hal ini “teman tongkronganya” yang pada awalnya hanya sekedar sindiran “ceng-cengan”, biasanya dilontarkan dengan kata-kata”ah,,,Elu hari gini nggak make, ahhh nggak gaul lu” atau “hari gini nggak nyuntik”, yang dengan sindiran seperti ini seorang remaja tersebut biasanya dia akan mencoba dan mengikuti kata temanya, semata-mata cuma ingin dipandang keberadaanya didalam komunitasnya”tongkronganya”.

    Pada kali pertama dia memakai narkoba biasanya diberikan oleh temanya”Bandar” secara cuma-cuma, setelah dia ketagihan barulah ketika dia sakau (ingin memakai narkoba) maka barang yang tadinya gratis akan sangat menjadi mahal dari pada fitamin yang ada ditoko obat.Sebab lainya biasanya timbul sebagai akibat dari masalah yang sedang dihadapinya baik dengan teman, keluarga, atau pacarnya, dengan dalih menenangkan fikiran. Faktor-faktor inilah yang menurut saya menjadi pemicu remaja untuk masuk dalam lingkaran setan.

  17. Fathul Khair berkata:

    Pertanyaan:
    Zat-zat atau bahan kimia apa sajakah yang terkandung dalam narkoba sehingga sangat berbahaya serta dapat merusak semua jaringan saraf manusia dan membuat ketagihan bagi pemakai setianya?

  18. muzammil berkata:

    kalau masalah mengandung bahan apa saja saya kurang tau karena itu bukan kajian psikologi mungkin bisa di tanyakan ama dokter yang menangani narkoba dan sekilas yang sya tau narkoba mengandung zat adiktif yang pnggunanya menjadi ketagihan sama seperti rokok cafein yang mengandung ktagihan tapi dalam rokok dan cafein itu kadar zat adiktifnya di batasi atau sesai dengan kadarnya bebeda dengan narkoba yang didlamnya terlalu banyak mengandung zat adiktif sehingga pemakai menjadi kecanduan sampai tidak enak makn
    hanya mengkonsumsi narkoba tsb

  19. Tiara savera berkata:

    Jwban tuk sdria Dini…
    Sebenarnya pemerintah sudah membuat himbauan tentang “Larangan merokok” seperti yang tertuang pada Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun 2005 tentang Penanggulangan Pencemaran Udara (PPU) di DKI Jakarta.
    Namun, sayangnya kenyataan di lapangan tidak berjalan sebagaimana semestinya. Permasalahan rokok harus terus ditangani serius oleh berbagai pihak, baik dalam skala makro maupun mikro, seserius dengan slogan-slogan anti-narkoba yang kerap kita dengar dan lihat.
    Dan yg sperti dini tau, “masyarakat” indonesia gtu lho…
    pasti suka yg namanya pelanggaran.
    “Semakin dilarang, semakin keras kemauan untuk mencoba”

  20. Tiara savera berkata:

    Jwban untuk “Fathul Khair”…
    Di dalam pengertian Narkoba termuat 3 kelompok zat aktif yaitu Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya. Nikotin yang merupakan salah satu komponen dari rokok merupakan zat psikotropika stimulan.
    Sifat-sifat utama layaknya narkoba lain yaitu habituasi, adiksi dan toleransi. Habituasi adalah suatu perasaan rindu, terus menerus melintas di pikiran untuk menggunaan zat, sehingga seseorang akan terus berkeinginan menggunakan zat tersebut saat berkumpul dengan sesama teman pemakai. Sedangkan adiksi merupakan dorongan kompulsif untuk menggunakan suatu zat diserta tanda-tanda ketergantungan.
    Ketergantungan itu sendiri dapat berupa ketergantungan psikis (psychological dependence) maupun ketergantungan fisiologis (physiological dependence). Ketergantungan psikis merupakan kompulsi penggunaan zat untuk memenuhi kebutuhan psikologis, seperti untuk menghadapi stress. Sedangkan ketergantungan fisiologis berarti proses perubahan fungsional tubuh sedemikian rupa dikarenakan paparan rutin terhadap zat. Toleransi adalah contoh bentuk ketergantungan fisiologis, yaitu seiring bertambahnya waktu penggunaan maka pemakaian zat berikutnya diperlukan dosis yang lebih besar dari sebelumnya untuk mencapai efek kenikmatan yang sama. Toleransi inilah yang akan membuat seorang perokok, dan pemakai narkoba lainnya, terus menambah jumlah batang rokok yang dihisapnya dari waktu ke waktu.

  21. Mawadah berkata:

    ni mawadah dari kelompok Free seks.. mau nanya nich ma kelompok narkoba. gi mana sich caranya agar para pecandu narkoba bisa sembuh total??? kan kalau sekalinya make barang haram kaya gitu, kaya kontrak seumur hidup

  22. Yahyaz berkata:

    ass. sebenarnya ustadz itu ada yang benar-benar berdakwah karna Allah, ada juga yang ingin menjadikan ustadz sebagai mata pencaharian. jadi berhati-hatilah dalam berbicara. jangan sembarangan ngomong. ingat, tidak semua ustadz menjadikan diri mereka ustadz hanya karna sekedar menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. wass

  23. siti komariyah berkata:

    mengapa anak remaja mudah terkena narkoba?????? berikan alasan yang tepat

  24. bejo suyono berkata:

    jelaskan pengertian dari narkoba????
    mengapa narkoba kug diadakan di negara kita indonesia????????

  25. isdiana berkata:

    jelaskan mengapa negara melarang pemakaian narkoba ? Apa bAhayA nya terhadap remaja ?

  26. riza berkata:

    knpa narkoba bahaya???

  27. rosa berkata:

    pertanyaan :
    pihak mana yang bertanggung jawab atas kasus narkoba yang menimpa para remaja ? * dimohon jawabannya penting nih 🙂

  28. husni thamrin berkata:

    Ada satu siswa yg org tuanya sibuk, keluarganya kaya tapi dia kena narkoba . Nahh sbgai konselor gmna cara ngasih tau org tua nya kalo anaknya kena narkoba?tolong jwbnnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s