Tugas PAI 1 Olahraga

Paparkan korelasi PAI dan Olahraga dalam 1000 – 1500 karakter. Deadline tanggal 7 Januari 2009 Pukul 23.59

Selalu ingat untuk menulis nama dan noreg. Ingatkan teman-teman untuk mengirimkan softcopy makalah presentasi kelompok ke nesamuni@yahoo.com

Sukses selalu dan Semangat!!!!

Iklan

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di PAI I. Tandai permalink.

18 Balasan ke Tugas PAI 1 Olahraga

  1. Rahman Mulialatif berkata:

    Rahman MuliaLatif
    6815082586

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
    Salam olahraga…Jaya!!!
    Sehat selalu dan tetap semangat!!

    Korelasi antara PAI dan Olahraga

    Menurut saya olahraga dan Pendidikan Agama Islam sangat erat kaitannya dan mempunyai kesinambungan diantara keduanya yang hampir tidak dapat dipisahkan. Karena seorang olahragawan yang sejati harus mempunyai ahklak yang baik, dan memiliki sifat – sifat yang terpuji, diantaranya adalah sebagai berikut:
    1. Sopan dan santun kepada siapapun tanpa memandang umur, agama, suku, dan ras, terutama ketika berhadapan dengan lawan tanding atau dengan rekan satu team kita sendiri.
    2. Jujur serta amanah dalam mengemban tugas keolahragan seperti ketika dalam pertandingan athletik,yaitu saat melakukan start seorang atlet harus jujur dengan tidak mencuri start atau tidak menggunakan doping, yang itu semua terkandung dalam slogan “JUNJUNG TINGGI SPORTIVITAS” yang begitu dijunjung tinggi oleh insan olahraga.
    yang semua sifat nan baik tersebut dapat diperoleh dan diterapkan dengan cara mempelajari Pendidikan Agama Islam.
    jadi jelaslah sudah bahwa begitu banyak korelasi antara olahraga dengan pendidikan agama islam.

    terima kasih,,
    kurang lebihnya maafkan saya..

    wassalam…

  2. Teguh Karya berkata:

    Teguh Karya
    No. Reg. 6815084385
    Pentingnya olahraga menurut agama islam.

    Islam memiliki perbedaan yang nyata dengan agama-agama lain di muka bumi ini. Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Khalik-nya dan alam syurga, namun Islam memiliki aturan dan tuntunan yang bersifat komprehensif1, harmonis, jelas dan logis. Salah satu kelebihan Islam yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah perihal perspektif Islam dalam mengajarkan kesehatan bagi individu maupun masyarakat.

    “Kesehatan merupakan salah satu hak bagi tubuh manusia” demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Karena kesehatan merupakan hak asasi manusia, sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia, maka Islam menegaskan perlunya istiqomah memantapkan dirinya dengan menegakkan agama Islam. Satu-satunya jalan dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

    A.Kebersihan, membersihkan dan menyucikan diri

    Tubuh: Islam memerintahkan mandi bagi umatnya karena 23 alasan dimana 7 alasan merupakan mandi wajib dan 16 alasan lainnya bersifat sunah.
    Tangan: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Cucilah kedua tanganmu sebelum dan sesudah makan “, dan ” Cucilah kedua tanganmu setelah bangun tidur. Tidak seorang pun tahu dimana tangannya berada di saat tidur.”

    Islam memerintahkan kita untuk mengenakan pakaian yang bersih dan rapi.
    Makanan dan minuman: Lindungilah makanan dari debu dan serangga, Rasulullah SAW sersabda: “Tutuplah bejana air dan tempat minummu ”

    Rumah: “Bersihkanlah rumah dan halaman rumahmu” sebagaimana dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan keamanan jalan: “Menyingkirkan duri dari jalan adalah ibadah.”
    Perlindungan sumber air, misalnya sumur, sungai dan pantai. Rasulullah melarang umatnya buang kotoran di tempat-tempat sembarangan.

    Perintah-perintah Rasulullah SAW tersebut di atas memiliki makna bahwa kita harus menjaga kebersihan dan kesehatan agar terhindar dari berbagai infeksi saluran pencernaan.

    B.Penanggulangan dan penanganan epidemi penyakit

    Karantina penyakit: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Jauhkanlah dirimu sejauh satu atau dua tombak dari orang yang berpenyakit lepra ”

    Islam juga mengajarkan prinsip-prinsip dasar penanganan dan penanggulangan berbagai penyakit infeksi yang membahayakan masyarakat (misalnya wabah kolera dan cacar), “Janganlah engkau masuk ke dalam suatu daerah yang sedang terjangkit wabah, dan bila dirimu berada di dalamnya janganlah pergi meninggalkannya.”

    Islam menganjurkan umatnya melakukan upaya proteksi diri (ikhtiar) dari berbagai penyakit infeksi, misalnya dengan imunisasi.

    C. Makanan

    Makanan yang diharamkan.

    Firman Allah SWT :
    “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. 2. Al Baqarah, 2:173 )

    Setiap makanan yang dilarang di dalam Al Quran ternyata saat ini memiliki argumentasi ilmiah yang dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan. Makanan yang diharamkan dapat mengganggu kesehatan manusia, baik pengaruh buruk bagi kesehatan (kolesterol, racun) maupun mengandung berbagai penyakit yang membahayakan tubuh (Trichina, Salmonella, cacing pita, dll.).

    Makanan sehat dan halal:

    Islam memerintahkan umatnya untuk makan makanan yang baik dan halal, misalnya daging, ikan, madu dan susu. Makanan-makanan yang baik dan halal bermanfaat bagi tubuh. Islam menolak paham vegetarian. Pola konsumsi yang hanya tergantung pada jenis sayuran belaka tidak sehat bagi tubuh karena kebutuhan protein tidak dapat tercukupi hanya dari konsumsi sayuran saja.

    Menjaga perilaku muslim ketika makan:

    Islam menegaskan kepada orang muslim untuk menjaga etika ketika makan. Allah memerintahkan kita untuk makan tidak berlebih-lebihan sedangkan Rasulullah SAW mengatakan bahwa “perut adalah seburuk-buruk tempat untuk diisi”. Sebagian besar penyakit bersumber dari perut. Oleh karenanya Maha Benar Allah SWT dalam Firman-Nya :

    “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi”. (QS 4. An Nisaa’ : 79)

    D. Olahraga

    Islam menegaskan pentingnya olahraga untuk menciptakan generasi Rabbani yang kuat dan sehat. Oleh karenanya, Islam mengajarkan setiap muslim untuk mengajarkan anak-anaknya bagaimana cara memanah, berenang, dan berkuda.

    E. Kesehatan seksual

    Kehidupan seksual merupakan pokok bahasan yang sangat penting bagi orang muslim, karena sangat berpengaruh bagi kesehatan dan perilaku manusia, namun Islam menolak pendapat ilmuwan yang menekankan perilaku seksual sebagai motif utama seseorang untuk bertindak.

    Pendidikan seksual

    Islam mengajarkan kepada umat Islam, untuk memilih calon pasangan hidup yang baik dan berakhlaq mulia.Islam mengajarkan tata krama (adab) menggauli pasangannya agar mencapai kebahagiaan dalam membina keluarga yang sakinah dan rahmah.
    Islam sangat melarang perilaku berhubungan seks dengan sesama jenis dan binatang.
    Disunahkan untuk sirkumsisi (sunat) bagi laki-laki. Islam membolehkan kaum pria untuk berpoligami untuk menghindari perzinahan, namun dengan syarat-syarat tertentu .
    Menjaga kebersihan dan kesucian organ-organ seksualitas, misalnya bersuci setelah buang air besar dan buang air kecil, larangan berhubungan seksual ketika istri sedang haid, berhubungan badan melalui dubur dan membersihkan alat kelamin setelah berhubungan badan dan setelah selesai datang bulan.

    F. Kesehatan jiwa

    Islam memberikan jawaban bagi kehausan jiwa manusia terhadap ketenangan batin. Kesehatan jiwa mempengaruhi kesehatan badan.

    G. Puasa

    Puasa, bagian dari ibadah yang harus dilaksanakan oleh umat Islam dalam menegakkan agama, sesudah pernyataan imannya. Konsekuensi beriman antara lain melaksanakan perintah puasa. Betapa pentingnya berpuasa sehingga Allah menempatkan posisi hamba-Nya yang berpuasa dengan posisi yang istimewa. ”Puasa itu untuk-Ku. Tidak ada yang tahu. Dan Aku akan memberi pahala semau-Ku.”Keistimewaan itu sudah barang tentu ada tujuan Allah agar mendapatkan hikmah pada dirinya, yaitu kesehatan dan sekaligus kebahagiaan. Janji Allah diberikan kepada orang yang berpuasa ditegaskan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim: ”Berpuasalah maka anda akan sehat.” Dengan berpuasa akan sehat jasmani, rohani dan hubungan sosial.

    1. Manfaat bagi Kesehatan Badan (jasmani).

    Tidak seorang pun ahli medis baik muslim maupun non muslim yang meragukan manfaat puasa bagi kesehatan manusia. Dalam buku yang berjudul ”Pemeliharaan Kesehatan dalam Islam” oleh Dr Mahmud Ahmad Najib (Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Ain-Syams Mesir), ditegaskan puasa sangat berguna bagi kesehatan. Antara lain:

    Puasa memperkecil sirkulasi darah sebagai perimbangan untuk mencegah keluarnya keringat dan uap melalui pori-pori kulit serta saluran kencing tanpa perlu menggantinya. Menurutnya curah jantung dalam mendistribusikan darah keseluruh pembuluh darah akan membuat sirkulasi darah menurun. Dan ini memberi kesempatan otot jantung untuk beristirahat, setelah bekerja keras satu tahun lamanya. Puasa akan memberi kesempatan pada jantung untuk memperbaiki vitalitas dan kekuatan sel-selnya.
    Puasa memberi kesempatan kepada alat-alat pencernaan untuk beristirahat setelah bekerja keras sepanjang tahun. Lambung dan usus beristirahat selama beberapa jam dari kegiatannya, sekaligus memberi kesempatan untuk menyembuhkan infeksi dan luka yang ada sehingga dapat menutup rapat. Proses penyerapan makanan juga berhenti sehingga asam amoniak, glukosa dan garam tidak masuk ke usus. Dengan demikian sel-sel usus tidak mampu lagi membuat komposisi glikogen, protein dan kolesterol. Disamping dari segi makanan, dari segi gerak (olah raga), dalam bulan puasa banyak sekali gerakan yang dilakukan terutama lewat pergi ibadah.

    2. Manfaat bagi Kesehatan Rohani (Mental).

    Perasaan (mental) memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Mendapat rasa senang, gembira, rasa puas serta bahagia, merupakan tujuan bermacam-macam ikhtiar manusia sehari-hari. Bila seseorang menangani gangguan kesehatan, tidak boleh hanya memperhatikan gangguan badaniah saja, tetapi sekaligus segi kejiwaan dan sosial budayanya. Rohani datang dari Allah, maka kebahagiaan hanya akan didapat apabila makin dekat kepada pencipta-Nya.

    Di dalam bulan puasa disunahkan untuk makin berdekat diri dengan Allah SWT baik lewat shalat, membaca Alquran, zikir, berdoa, istighfar, dan qiyamul lail. Selama sebulan secara terus-menerus akan membuat rohani makin sehat, jiwa makin tenang. Dengan memperbanyak ingat kepada Allah, makin yakin bahwa semua yang ada datang dari Allah dan akan kembali kepada-Nya jua. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah antara lain:

    ”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS:Al Baqarah 45).

    ”Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim kecuali merugi.” (QS:Al-Isra’ 82)

    ”Orang-orang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS:Ar-Ra’d 28).

    ”Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku.”(QS:Al Fajr 27-30).

    3. Manfaat Puasa bagi hubungan sosial.

    Dalam mengajarkan nilai ibadah itu adalah terwujudnya keseimbangan antara cinta kepada Allah dan cinta kepada manusia. Demikian juga nilai ibadah puasa, tidak hanya terjalinnya hubungan yang semakin dekat kepada Allah, tetapi juga semakin dekat dengan sesamanya. Makin seringnya beribadah bersama, bersama keluarga, tetangga, dan masyarakat sekeliling, maka makin kenal akan sesamanya, makin menyadari kebutuhan hidup bermasyarakat. Makin timbul keinginan berbagi rahmat bersama-sama di dunia dan makin ingin bersama-sama masuk surga. Pahala nilai shodaqoh berlipat ganda termasuk memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa. Menyakiti hati orang lain dan aneka gangguan terhadap sesamanya sangat dianjurkan untuk ditinggalkan. Kalau tidak maka nilai puasa seseorang sangatlah rendah. Hal ini dijelaskan di dalam firman Allah SWT:

    ”Hai orang-orang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rizki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab, dan tidak ada lagi syafa’at. Dan oang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.”(QS:Al Baqarah 254)

    “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”(QS:Al Hujurat 10)

    ”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya langit dan bumi dan disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang bebuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan

    perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”(QS Al Imran 133-135). Wallahualam

  3. Erwin Casidi berkata:

    Erwin Casidi
    6815083533

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Korelasi antara PAI dan Olahraga

    Pendapat saya tentang Pendidikan Agama Islam dengan Olahraga sangat berhubungan erat. Bagi pemeluk agama Islam olahraga sudah menjadi bagian dalam kesehariannya. Dalam melaksanakan ibadah shalat kita selalu melakukan berbagai gerakan tubuh yang dipadukan dengan berbagai sikap tubuh. Gerak tubuh yang menyerupai gerakan senam yaitu berdiri, mengangkat tangan, membungkuk, duduk, sujud serta gerakan mengangkat badan setelah sujud sebagai gerakan menyerupai push-up. Bagi olahragawan yang berahklak mulia, tidak akan melakukan kecurangan dalam pertandingan karena memiliki sifat – sifat yang terpuji dan sportivitas.

    So, Pendidikan Agama Islam dengan Olahraga sangat berhubungan. Untuk membentuk sifat – sifat yang terpuji dan sportivitas.

    Thank’s….

  4. syahril sidik berkata:

    Mlikuum.. bu…. ^,^

    bagusin nilai saya yah bu..
    saya bukanya ga cinta ma ibu, tapi saya udh ga mw ktmu ibu dikelas taon depan!!!!
    tapi klo diluar kelas, saya pasti seneng ktmu ibu!!
    hheee…..

    Saya langsung aja deh bu ke intinya bu.!!

    KORELASI PAI DAN OLAHRAGA

    Saya harus mulai darimana yah!??
    Dari sini aja deh!!
    PAI dan olahraga tuh mempunyai hubungan yang sangat erat, bahkan mungkin sperti hubungan ibu dan anak. ibunya itu agama,anaknya itu olahraga. jadi agama akan selalu membimbing olahraga untuk selalu diarah yang benar. tanpa kita sadari, agama juga mengajarkan berolahraga,dalam solatnya. selain itu, agama juga dapat menghilangkan rasa nerves,panik ataupun tegang sebelum atlet melakukan pertandingan. yaitu dengan solat sebelum petandingan. karena solat akan menenangkan jiwa kita.kita sebagai atlet jika ingin juara haruslah berusaha dan berusaha,berlatih keras ketika latihan dan berjuang sampai darah penghabisan ketika bertanding,semua ditentukan oleh Allah,untuk itu masih ada 1 hal lagi yang harus dilakukan yaitu berdoa kepada Allah SWT agar kita diberikan yang terbaik olehnya…yaitu JUARA…

    kayanya itu aja bu, yg saya bisa tuliskan..
    mkc yah bu..
    ibu udh baik ma saya

    wassalamlikum…

  5. adji nufi fauzan berkata:

    assalamu’alaikum
    bu saya adji tni tugas saya pendapat saya tentang kolerasi Olahraga dan Pai ialah sangat dengat dalam berolahraga contoh dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa sehat yang maksut di sini ialah sehat iman dan isalam dan ” kesehatan merupakan hak bagi setiap umat manusia menurut sabda nabi muhamad SAW.makanya banyak sekali olahraga dalam hubungan kehidupan kita sehari” contoh laiannya adalah bada saat melakukan ibadah solat kita shari-hari. kalau itu semua sudah dilaksanakan kita dapat meraih keberhasilan yang terbaik pula… key

    maksih bu itu tanggapan singkat saya tentang kolerasi Olahraga dengan agama….
    dudududu ibu Mudah-mudahan nilai Uas nya Bagus ya BU… heheheh..

    Dalam agama islam dalam juga menagjarkan kita dalam konsep olahraga ialah menjujung tinggi nilai sportivitas, kejujuran maupun kekerasan dalam permaiana apapun dilapangan. jadi

  6. Fikri Rachmadyansyah berkata:

    Fikri Rachmadyansyah
    6815084370

    Agama islam dan olahraga memiliki korelasi atau hubungan dengan olahraga dikarenakan setiap olahraga selalu mengedapankan sportifitas yang tak lain sangat berhubungan erat dengan kejujuran, kejujuran sangat perlu ditanamkan dalam setiap insan olahraga demi menjaga citra sportif dalam setiap pertandingan.
    Olahraga juga harus memilik insan-insan yang bertakwa dan beriman dikarenakan semua kegiatan olahraga terutama dicabang-cabang tertentu memerlukan kejujuran, selain kejujuran diperlukan rasa tanggung jawab dalam setiap hal.
    Olahraga berkaitan dengan ibadah karena kita berolahraga agar badan sehat dan jika bedan sehat kita dapat menjalankan ibadah dengan baik, sehingga kita tidak hanya memikirkan keadan jasmaniah saja tetapi juga rohaniah seperti kata orang bijak “mensana in corporesano” yan artinya didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.
    Dan agma merupakan penyeimbang dari olahraga karena tidak mungkin kita hanya memuaskan hasrat untuh berolahra tetapi agama digunakan untuk memuaskan hasrat dalam mendekatkan diri kepa ALLAH SWT, sebagai tuhan yang telah menciptakan kita yang telah memberikan badan yang sehat, keterampilan dan kemampuan khusus sebagai penunjang kita dalam berolahraga.

    Demikian komentar saya tentang korelasi antara agama dan olahraga.

  7. ogy febriadi berkata:

    Ogy Febriadi
    6815082580

    Assalmmualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Selamat malam bu !!!
    Good evening

    Korelasi antara PAI dan Olahraga

    Menurut saya olahraga dengan pendidikan agama islam saling berhubungan satu sama lain bahkan tidak dapat dipisahkan. Seharusnya kita sebagai olahragawan harus menjunjung tinggi agama juga. Karena saya masih sering melihat olahragawan yang tidak taat kepada agama. Kembali lagi kepada korelasi antara pendidikan agam islam dan olahraga, olahragawa harus dibekali dengan agama, supaya olahragawan tersebut dapat menjadi olahragawan yang mempunyai akhlak dan keimanan. Akhlak keimanan tersebut mutlak harus dimiliki oleh olahragawan agar olahragawan tersebut dapat :

    • Menahan emosinya ketika ada pemain lawan yang memancing kemarahan
    • Menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan apapun
    • Tidak mudah dihasut untuk memakai narkoba atau doping
    • Menghargai para pemain tanpa memandang rasisme
    • Tidak mudah terjerumus kepada gemerlap dunia malam

    Keimanan dan keakhlakan olahragawan tersebut dapat juga goyah, agar keimanan dan keakhlakan tidak goyah, kita harus senantiasa menjaganya, yaitu dengan rajin beribadah kepada ALLAH. Selain itu keimanan dan ketakwaan tersebut harus ditanamkan sejak kecil. Dengan demikian agama dan pendidikan agama islam memiliki korelasi yang sangat erat dan saling terikat satu sama lain.

    Demikian komentar saya tentang korelasi antara pendidikan agama islam dan olahraga. Kurang dan lebihnya saya memohon maaf.
    Terima kasih

    Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh . . .

  8. yola mia yurika berkata:

    yola mia yurika
    6815083537
    aslmualaikum buuu

    agama islam sangatlah erat hub.nya dg khidupan sehari2.mslny dlm O.R.
    ada 4 poin
    1. doa
    2.sportif
    3.adil
    4.menghormati dan menghargai dan menjunjung tinggi rasa kemanusiaan.
    krn doa dan tawakal akan menenangkan kita dalam berkomptsi nanti.begitu juga dg wasit,beliau harus adil.
    penonton juga harus sportif.
    atlet,wasit,penonton jg hrs saling mnghormati n menghargai.
    jadi 4 poin di atas sangatlah mendukung segalanya.
    di samping itu ada pepatah yg brkaitan dg O.R “SENAM SEHAT ADL SHOLAT”
    makasie bu atas pembelajarannya slama ini…
    he..he..

  9. eko Wahyu Kustiantono berkata:

    Eko Wahyu Kustiantono
    6815084381
    Ikor
    ass.

    Rasulullah Menganjurkan Berolah Raga

    ADANYA kesan bahwa agama Islam “mengharamkan” olah raga sehingga negara-negara berpenduduk mayoritas
    Muslim, tidak memiliki prestasi menonjol di bidang olah raga.
    Padahal, sesungguhnya tidak demikian. Nabi Muhammad saw, menurut sebuah hadis riwayat Imam Bukhari,
    menganjurkan para sahabatnya (termasuk seluruh umat Islam yang harus mengikuti sunnahnya) agar mampu
    menguasai bidang-bidang olah raga. Terutama berkuda, berenang, dan memanah.
    Tiga jenis olah raga yang dianjurkan Nabi Muhammad saw itu, dapat dianggap sebagai sumber dari semua jenis olah
    raga yang ada pada zaman sekarang. Ketiganya, mengandung aspek kesehatan, keterampilan, kecermatan, sportivitas,
    dan kompetisi.

    Zaman perang
    Ketika Nabi Muhammad saw mulai menyebarkan dakwah Islamiyah di Jazirah Saudi Arabia, abad 7 Masehi, secara
    politik dan kemiliteran, dunia terpusat dalam dua kekuatan negara super power, yaitu Romawi di belahan barat dan
    Persia di timur. Di kedua negara tersebut, berkembang berbagai jenis olah raga yang mengandalkan kekuatan otot.
    Di Romawi, pertarungan antara jago-jago berkelahi (gladiator) melawan binatang buas (singa dan harimau) atau sesama
    gladiator, merupakan hiburan menarik.
    Sedangkan di Persia, gulat dan angkat besi menjadi primadona. Para juara gulat Persia, yang berhasil mengalahkan
    pegulat-pegulat dari luar negeri, mendapat penghormatan dan kedudukan istimewa. Raja Persia legendaris, Rustum dan
    Kaikobad, adalah para pegulat yang mahir menggunakan gada baja. Raja Rustum dan Kaikobad berhasil memadukan
    ketangguhan gulat dengan kemahiran angkat besi menjadi andalan di medan perang.
    Antara Romawi dan Persia pernah terjadi perang. Semula, kejayaan para gladiator Romawi tak berkutik di hadapan juara
    gulat dan angkat besi Persia. Tetapi, pada perang pembalasan beberapa tahun kemudian, pasukan Romawi berhasil
    membalas kekalahan. Para pegulat Persia kalah. Peristiwa perang antara Romawi dan Persia ini diabadikan di dalam
    Alquran surat Ar Rum ayat 1-4.
    Mungkin anjuran Nabi Muhammad saw agar umat Islam menguasai olah raga berkuda, memanah, dan berenang,
    terinspirasi oleh peperangan Romawi-Persia, yang hanya mengandalkan kekuatan otot perorangan belaka. Nabi
    Muhammad saw berpikir lebih maju lagi, peperangan Romawi-Persia kurang diimbangi kecerdasan otak yang
    membentuk kerja sama tim.
    Olah raga berkuda, memanah, dan berenang, selain memerlukan kekuatan fisik, juga membutuhkan intelektualitas yang
    tinggi. Pada zaman kejayaan Islam, pasca-Nabi Muhammad Saw (antara tahun 750-1924), kekuatan para prajurit Islam
    benar-benar tertumpu pada keahlian berkuda, memanah, dan berenang.
    Ketika menaklukkan Mesopotamia (Irak) dan Persia (Iran), pasukan Muslim terdiri dari para penunggang kuda yang
    piawai. Mereka juga harus mampu berenang mengarungi sungai-sungai Tigris dan Eufrat, serta menembus sasaran
    dengan panah (cikal bakal pasukan kavaleri dan artileri sekarang).
    Begitu pula dengan pasukan Turki Ustmani di bawah Sultan Muhammad Al Fath. Ketika merebut Konstatinopel pada
    abad 14, harus terlebih dulu berenang mengarungi Selat Bospurus (karena laju kapal dihadang oleh armada Romawi
    Byzantium di sepanjang pantai), baru naik kuda untuk mengobrak-abrik pasukan musuh dengan serangan panah bertubitubi.
    Bahkan pada zaman Nabi Muhammad saw, ketika terjadi perang-perang besar melawan kaum musyrikin dan kafirin, adu
    kepandaian berkelahi orang per orang –baik menggunakan tangan kosong, maupun menggunakan senjata (pedang
    atau tombak)– seakan-akan menjadi tradisi “pembukaan perang” massal.
    Pada Perang Badar (bulan Ramadan tahun 2 Hijrah), misalnya, Sayyidina Ali dan Sayyidina Hamzah tampil melawan
    jago-jago berkelahi dari pihak kafir Quraisy. Setelah jago-jago Quraisy tersungkur mati, barulah perang massal dimulai.
    Dalam keadaan berpuasa waktu itu dan berkekuatan 313 orang saja, umat Islam berhasil mengalahkan para musyrikin
    Quraisy yang berjumlah 950 orang dan dipimpin para pakar perang berpengalaman, seperti Abu Jahal, Abu Lahab, Abu
    Sufyan, dan Khalid bin Walid. Kemenangan kaum Muslimin dalam perang Badar tercantum dalam Alquran, surat Al Anfal
    ayat 1-10

    Setelah perang Badar, kekuatan militer umat Islam mulai terorganisasi. Ada pasukan berkuda (kavaleri) dan pasukan
    pemanah (artileri), serta pasukan darat (infanteri). Kondisi fisik mereka benar-benar terjaga, walaupun dalam keadaan
    aman mereka menjalankan profesi lain, seperti berdagang, mengajar, bertukang, dan sebagainya. Hanya, begitu
    dimobilisasi untuk menghadapi serangan atau harus menyerang, fisik dan mental mereka sangat siap.
    Dari peristiwa perang yang langsung dipimpin Nabi Muhammad saw (disebut “gazwah”) atau direstui beliau tanpa ikut
    memimpin (disebut “sariyah”), kaum Muslimin nyaris tak pernah mengalami kekalahan fatal. Hanya kalah pada fase-fase
    tertentu, seperti dalam perang Uhud, akibat kelalaian pasukan pemanah mengantisipasi serangan pasukan kavaleri
    musuh. Namun segera dapat dikonsolidasikan kembali. Pasukan Islam berhasil lolos dari kekalahan meski kehilangan
    beberapa tokohnya. Antara lain, Sayyidina Hamzah.
    Juga dalam perang Hunain. Ini akibat kelengahan pasukan Islam yang merasa takabur. Karena merasa kuat dan
    berpengalaman dalam perang-perang sebelumnya, mereka akhirnya kena sergap pasukan musuh yang memanfaatkan
    kelalaian. Ini pun dapat segera diatasi, setelah pasukan Islam mendapatkan kembali kesadaran kolektif dan tanggung
    jawab tugas masing-masing.
    Prestasi gemilang umat Islam dalam berperang sambil menjalankan ibadah puasa, selain perang Badar, adalah “Futuh
    Mekah”. Penaklukan Kota Mekah pada tahun 8 Hijirah. Umat Islam yang sedang berpuasa, dipimpin langsung oleh Nabi
    Muhammad saw, berhasil merebut Kota Mekah dari kekuasaan kafir Quraisy. Dengan demikian, umat Islam yang dulu
    harus hijrah (pindah) ke Madinah selama 8 tahun, dapat kembali ke tanah kelahirannya dengan penuh kebanggaan dan
    kegembiraan.
    Setelah kejayaan umat Islam meredup –terutama setelah khilafah Islam Turki Ustmani runtuh (1924)– prestasi fisik dan mental umat Islam amat merosot. Mereka kehilangan kepercayaan diri untuk bersaing dengan umat atau bangsa lain.
    Akibatnya, banyak umat Islam menghindar dari berbagai ajang kegiatan yang membutuhkan ketahanan lahir dan batin
    itu. Bahkan, muncul anggapan bahwa permainan atau olah raga itu termasuk laghwun (sia-sia) dan ghafilun (lalai).
    Perbuatan itu dianggap mengandung unsur hura-hura dan melupakan urusan agama (ibadah).
    Untunglah, akhir-akhir ini muncul kesadaran bahwa antara olah raga dan ibadah dapat dipadukan secara harmonis. Baik
    melalui pengaturan waktu (berhenti untuk salat dan mengurangi porsi latihan fisik untuk menjaga puasa), maupun
    pengisian kegiatan dengan menggunakan praktik zikir.
    Setiap gerakan diisi dengan wirid yang mengandung pujian dan hubungan tak terputus dengan Allah SWT. Di beberapa
    negara berpenduduk mayoritas Muslim (termasuk di Indonesia), sekarang bermunculan model-model olah raga yang
    bertitik tolak dari zikrullah (senantiasa mengingat Allah). Hitungan, aba-aba, atau variasi nyanyian pemanis gerak
    menggunakan Asmaul Husna atau Shalawat.
    Banyak ulama yang dulu mengharamkan olah raga, sekarang bersikap netral atau bahkan mendukung penuh, asal tetap
    dalam koridor zikrullah. Prestasi Arab Saudi (negara yang berlandaskan hukum Islam versi Wahabi yang sangat puritan
    dan fanatik) di bidang sepak bola, telah berkali-kali masuk putaran final Piala Dunia. Iran (negara Islam yang dikuasai
    kaum Mullah dan menganggap sepak bola sebagai representasi pelecehan terhadap Sayyidina Hussen oleh Yazid bin
    Muawiyyah, yang memotong kepala Hussein dan menendang-nendangnya), kini dapat dijadikan contoh.
    Puasa Ramadan sendiri mengandung ajaran pengekangan hawa nafsu. Meredam amarah, melarang kebencian
    terhadap sesama, baik melalui tindakan maupun ucapan. Puasa Ramadan dapat menjadi sarana riyadlah (latihan) untuk
    menjernihkan pikiran dan mengekang emosi, mengatur kerja sama, dan menumbuhkan prasangka baik (husnuzan).
    Pendek kata, puasa Ramadan dapat menumbuhkan jalinan keharmonisan pribadi dan tim. Suatu hal yang amat
    dipentingkan dalam olah raga.
    Selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat berolah raga dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan
    kepada Allah SWT, serta kebaikan dan kebajikan kepada sesama manusia.

  10. elwin nurmansyah berkata:

    elwin nurmansyah
    6815084369
    assalamualaikum……

    Menurut saya terdapat banyak korelasi antara olahraga&agama itu ada.Salah satunya yaitu tentang kejujuran serta keadilan.agama mengajarkan kita untuk bersikap jujur&adil.sebagai atlit atau wasit.kita dituntut untuk profesional dalam menjalaninya.Dalam bertanding misalnya kita harus fairplay&sportif.serta sebagai wasit,kita harus bersikap adil&tidak membela salah satu kelompok pemain.jadi korelasi olahraga&agama itu ada serta sangat penting untuk dipahami.terima kasih
    Wassalamuallaikum wr wb

  11. Yuda Dwipa berkata:

    Yuda Dwipa
    6815080441

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Korelasi antara agama dengan olahraga.
    Menurut saya, olahraga dan agama sangat erat kaitannya. Itu dikarenakan, agama dapat menjaga hati kita dan membuat atlet yang sedang bertanding merasa nyaman dan rileks. Dan hal itu dapat membuat prestasi atlet semakin bagus.
    Selain itu, dengan agama para penonton dapat lebih tertib ketika menonton pertandingan yang sedang berlangsung dan dapat menerima hasil yang diperoleh tim kesayangannya sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
    Dan, agama bisa membuat sifat-sifat yang baik bagi atlet seperti sikap sportif, dapat menahan emosi ketika pertandingan maupun setelah pertandingan, serta bisa menghargai musuh di lapangan.
    Islam juga telah menegaskan pentingnya olahraga untuk menciptakan generasi Rabbani yang kuat dan sehat. Oleh karenanya, Islam mengajarkan setiap muslim untuk mengajarkan anak-anaknya bagaimana cara memanah, berenang, dan berkuda. Sehingga membuat kita bisa selalu beraktivitas secara baik karena mempunyai tubuh dan jiwa yang kuat.
    Mungkin dari saya cukup sekian. Mohon maaf jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan.
    Wassalaualaikum Wr.Wb.

  12. fendi hermawan berkata:

    Fendi Hermawan
    6815083535

    Assalamualaikum wr.wb

    Menurut saya agama dengan olahraga mempunyai hubungan yang erat karena Olahraga itu merupakan wujud syukur kita, karena kita tidak menyia-nyiakan pemberian dari Allah SWT, karena bagaimanapun orang yang berolahrga itu pasti ada sikap displinnya, karena sering olahraga dan dapat diadaptasikan untuk pelaksanaan ibadah kita sehari-hari,seperti dalam pelaksanaan shalat lima waktu pasti kita tidak ingin meninggalkan dan mengerjakannya dengan terlambat.
    Olahraga juga baik untuk kesehatan karena dengan tubuh yang sehat maka seseorang dapat melakukan ibadah dengan lebih baik.Maka dari itu, selain memiliki jasmani yang sehat, seseorang juga perlu mengimbangi dengan keadaan rohani yang sehat pula, yang dapat dicapai dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah swt.
    adapun hubungan yang lainnya yaitu seperti dalam berolahraga kita diajarkan untuk bersikap jujur dan sportif seperti yang diajarkan dalam agama tentang sikap kejujuran dan keadilan yang di tulis dalam al-quran dan al-hadist.
    Islam juga mengajarkan untuk para orang tua agar mengajarkan anak-anaknya berolahraga seperti berenang, memanah,dll.cukup sekian pendapat saya tentang kerelasi agama dengan olahraga.

    Wassalamualaikum wr.wb

  13. Ryan Putra Tama berkata:

    Ryan Putra Tama
    6815080439
    Ilmu keolahragaan ’08

    assalamualaikum Wr.Wb
    Menurut pandangan saya sebagai mahasiswa fakultas ilmu keolahragaan, korelasi antara olahraga dan agama islam sangat berkaitan. dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Karena dalam kehidupan berolahraga apabila tidak di dasari atas agama yang kuat, maka kita sulit untuk mengembangkan keahlian yang kita miliki. Contohnya. apabila seseorang sudah memasuki kehidupan olahraga, banyak sekali godaan yang muncul seperti godaan wanita, maka jika tidak didasari dengan agama yang kuat maka kita tidak akan sanggup untuk melewatinya. Dalam olahraga kita juga di tuntut untuk memiliki jiwa sportif yang juga termasuk aspek dalam ilmu agama, yaitu aspek kejujuran. Dan juga apabila kita memiliki iman yang kuat dapat membuat hati kita tenang dan tentran pada saat melakukan pertandingan olahraga. Dan akan menghasilkan prestasi yang terbaik bagi atlet tersebut.
    Dalam Islam juga mengajarkan untuk saling toleransi antar sesame umat, dan aplikasinya dalam olahraga yaitu apabila dalam bertanding kita dapat saling menghargai musuh yang kita hadapi, dan apabila kita mengalami kekalahan dapat menerimanya dengan sabar dan lapang dada, tidak seperti yang sering terjadi saat ini dimana banyak atlet yang tidak dapat menerima kekalahannya.
    Demikian pendapat saya tentang korelasi antara PAI dengan olahraga,
    Apabila ada yang salah mohon di maafkan ya bu.
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

  14. panji elang arya mahardika berkata:

    panji elang arya mahardika
    6815084363
    tujuh_ajah@yahoo.com

    assalamualaikum Wr.Wb
    Menurut pandangan saya sebagai mahasiswa fakultas ilmu keolahragaan,Antares olahraga dan agama islam ada hubungannya.. apakah hubungannya??
    tentu ada. pengertian kita untu berolahraga adalah untuk menyehatkan tubuh kita..
    dengan kita berolahraga, maka tubuh kita akan menjadi sehat..
    dan hubungan dengan agama islam adalah dengan tunuh yang sehat, maka kita dapat beribadah kepada Allah. apabila tubuh kita maka kita tidak akan bisa beribadah. disamping itu di dalam tubuh yang sehat pasti terdapat akal yang sehat pula, yakni kita dapat berfikir positif yaitu untuk menjaga kesehatan tubuh yang tentu ada hubungannya agar kita dapat beribadah kepada Allah dengan baik dan benar.
    mungkin cukup ini saja pendapat saya tentang kolerasi antara pelajaran agama islam dengan olahraga .apabila ada terdapat kesalahan harap di maklumkan karna kesempurnaan adalah milik Allah dan ketidak sempurnaan milik umatnya. sekian pendapat saya.
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

  15. wachyudi ramadhan berkata:

    assalamualaikum Wr.Wb
    Menurut saya olahraga dan Pendidikan Agama Islam sangat erat kaitannya dan mempunyai kesinambungan diantara keduanya yang hampir tidak dapat dipisahkan.
    Dalam islam sebagai umatnya manusia haruslah beribadah dan bertakwa kepada Allah. dan dalam menunaikan kewajibanya dibutuhkan tubuh yang sehat pada manusia. sebab dalam tubuh yang sehat maka manusia dapat menunaikan ibadah dengan benar.Maka dari itu olahragalah secara tepat agar tubuh manuasia menjadi sehat. dengan berolahraga manusia akan menggerakkan seluruh tubuh dalam beraktifitas berolahraga, sehingga manusia menjadi sehat. itulah pendapat saya tentang kolersi antara olahraga dengan pelajaran agama islam yang berkesimpulan dengan kita berolahraga maka tubuh kita akan sehat, dan dengan tubuh yang sehat maka kita dapat beribadah kepada Allah.maaf apabila ada kesalahan kata yang kurang berkenan dari pendapat saya.
    sekian pendapat saya tentang kerelasi agama dengan olahraga.

    Wassalamualaikum wr.wb

  16. BEAN KEAN GIARTAMA berkata:

    ass.wr.wb..

    FIK.!!
    JAYA 3X..!!

    UNJ..!!
    luar biasa..!

    Beladiri adalah sarana untuk menempa diri, yang pada ujungnya untuk mengenal Penciptanya. berawal dari olah fisik dan raga, membuat praktisinya mengenal kekuatan dan kelemahan diri (tubuh)manusia; semangkin menyadari bahwa selain fisik manusia juga punya aspek mental, emosi, bagian energi dan atau tubuh non fisik lainnya. Dengan menyadari tubuh fisik, kemudian diharapkan menyadari tubuh yang non-fisik, energi, jiwa dan roh-nya. Sebab Sang Pencipta adalah Ruh yang hanya bisa di’gapai’ oleh ruh juga. Inilah ujungnya ilmu beladiri. Kendati tidak semua aliran beladiri punya aspek lengkap ini, setidaknya pencak silat masih memiliki. Umumnya perumus dan pencipta aliran memiliki aspek yang lengkap ini; lihat misalnya Haji Ibrahim, Abah Kahir, Pak Dirjoatmojo, juga dari betwai,dll..

    Proses penyadaran tubuh fisik ke non fisik kemudian ke spritual atau mendekat pada Tuhan, –tapi bisa juga mendekat ke jin-jin atau dewa-dewa (yang gaib-gaib) biar tambah sekti-mandraguna–; tidak mesti begitu urutannya. Adajuga aliran yang langsung belajar spiritual, atau non -fisik sejenis tenaga dalam (walo tetp butuh tubuh fisik); dalam artian tidak ada olah fisik yang demikian khusus sebagai mana pencak silat umumnya. Ato ada juga aliran yang murni sport atau beladiri. Semua sah -sah saja kok.

    Dalam konteks inilah agama (spiritualitas) diletakkan posisinya dengan beladiri (pencak silat)..silat dalam agama biasanya untuk melakukan “amar ma’ruf nahi munkar” dan kalau merefer di perjuangan merebut kemerdekaan, kayaknya penulis kelabakan untuk menulisnya ( silah di lihat buku 50 tahun indonesia merdeka..hehehe).

    wasswlam.wr.wb

  17. agung indra perkasa,6815084361 berkata:

    Agung Indra Perkasa
    6815084361

    ASS.WR.WB

    Bagi pemeluk agama Islam olahraga sudah menjadi bagian dalam kesehariannya. Dalam melaksanakan ibadah shalat kita selalu melakukan berbagai gerakan tubuh yang dipadukan dengan berbagai sikap tubuh.

    Gerak tubuh yang menyerupai gerakan senam yaitu berdiri, mengangkat tangan, membungkuk, duduk, sujud serta gerakan mengangkat badan setelah sujud sebagai gerakan menyerupai push-up.

    Olahraga atau diterjemahkan sebagai aktifitas fisik mempunyai peran dalam mencegah timbulnya berbagai macam penyakit, sebagaimana dibuktikan pada berbagai penelitian sejak 40 tahun yang lalu. Seperti kita mengenal teori Natural Selection (seleksi alam) dari Darwin (1809-1882), Spencer (1852) dimasukan istilah Survival of the fittest intinya “yang hidup yang terkuat” artinya, apapun atau siapapun yang kuatlah yang akan bertahan hidup terhadap perubahan dan evolusi atau seleksi alam.

    Kita juga bisa melihat penelitian yang dilakukan oleh Wihellmsem dkk (1975) selama 4 tahun dan Shaw L. (1981) dalam National Exercise and Heart Disease Program di Amerika Serikat selama 3 tahun, dimana kedua hasil tersebut menunjukan aktifitas fisik atau olahraga setelah terkena penyakit jantung memberi manfaat yang sama.

    Dengan demikian saat ini olahraga tidak hanya bermanfaat bagi orang sehat agar terhindar dari penyakit, tetapi terbukti pula mempunyai efek yang baik bagi penderita penyakit. Olahraga akan segera memulihkan penderita penyakit yang menjalani perawatan agar mampu bekerja dan kembali menjadi manusia yang produktif.

    Format olahraga/latihan

    Olahraga untuk mencapai kesehatan tentu memerlukan takaran yang pas, sebab telah dipahami tidak semua olahraga akan memberikan efek yang positif. Olahraga mempunyai format, aturan atau pola. Bila diibaratkan dalam membuat pakaian, maka untuk merancang pakaian yang pas perlu dibuatkan pola yang disesuaikan dengan bentuk tubuh seseorang.

    Secara garis besar format olahraga yang harus dipenuhi yaitu FIT. Kata FIT berarti segar atau bugar, disamping merupakan singkatan dari : F-Frekuensi, I-Intensitas dan T-Tempo.

    Yang dimaksud frekuensi ialah berapa kali seminggu olahraga dilakukan agar memberi efek latihan. Berbagai penelitian menunjukan frekuensi latihan minimal 3 kali seminggu pada hari yang bergantian artinya selang sehari. Ini dikarenakan bahwa tubuh memerlukan pemulihan selesai berolahraga sehingga otot dan persendian diberi kesempatan untuk memulihkan diri. Dahulu Cooper pernah menganjurkan untuk melakukan olahraga setiap hari, namun setelah ia melakukan pengamatan yang cukup lama ia kembali berkesimpulan bahwa olahraga 3 kali seminggu sudah cukup. Olahraga yang dilakukan melebihi 5 kali seminggu akan menimbulkan berbagai komplikasi baik secara psikologis maupun fisiologis.

    Intensitas mengandung arti berat beban latihan yang diberikan tidak mengakibatkan efek yang membahayakan. Reaksi denyut jantung yang timbul dapat dipakai sebagai cerminan dari reaksi pembebanan. Beban yang dapat diterima oleh jantung berkisar antara 60-80% dari kekuatan maksimal jantung.

    Beban seberat itu dijabarkan dengan denyut jantung antara 70-85% dari denyut jantung maksimal. Dengan demikian olahraga sudah cukup memperbaiki atau meningkatkan kemampuan jantung bila diberi beban seperti diuraikan diatas. Bila latihan dilakukan sampai denyut jantung maksimal akan meyebabkan kelelahan dan membahayakan. Sebaliknya jika latihan dibawah 70% maka efek latihan sangat sedikit atau kurang bermanfaat bagi jantung khususnya bagi orang sehat. Namun lain halnya bagi penderita jantung yang mengalami gangguan fungsi pada otot jantung; kemampuan pompa jantung menurun, maka sudah dapat dipahami jantung tidak dapat dipaksakan untuk memompa darah dengan kekuatan penuh. Sehingga latihan yang biasanya dilakukan dengan sistim interval mengingat beban latihan yang relatif rendah yaitu berkisar antara 60-70% dari kemampuan maksimalnya.

    Tempo latihan mengandung arti jangka waktu atau lamanya latihan yang diberikan agar memberikan manfaat. Penelitian-penelitian menunjukan, lama latihan antara 20-30 menit sudah cukup memberikan kenaikan kemampuan sebanyak 35% bila dilakukan 3 kali dalam semimggu dalam jangka waktu satu setengah bulan. Maka latihan-latihan yang serupa selama 6 bulan akan menghasilkan peningkatan kemampuan sampai optimal. Makin lama seorang berlatih pada dosis latihan yang dianjurkan berarti makin tahan jantungnnya. Makin lama latihan berarti semakin banyak darah yang dialirkan, semakin banyak pula oksigen yang dipakai atau didistribusikan keseluruh tubuh. Latihan yang dilakukan 30 menit akan memberikan efek gkita, disatu pihak akan meningkatkan aliran darah, dilain pihak akan membantu memecahkan metabolisme lemak dan kolesterol.

    Prinsip olahraga /latihan

    Dalam berolahraga ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dan dipenuhi, antara lain:

    Periode pemanasan. Pemanasan merupakan upaya tubuh untuk menyesuaikan diri dengan peningkatan sirkulasi secara bertahap, sekaligus meminimalkan utang oksigen dan pembentukan asam laktat. Dari segi sistem gerak pemanasan bertujuan mencegah timbulnya cedera.
    Periode latihan. Sesuai dengan apa yang telah dipaparkan diatas yaitu mengenai frekuensi, intensitas dan tempo latihan.
    Pendinginan. Pada periode pendinginan tekanan darah harus diusahakan berangsur-angsur turun kembali, tidak menurun drastis apalagi melampaui tekanan darah/denyut jantung sebelum latihan. Pengurangan aliran harus diantisipasi oleh otot yang tadinya bergerak. Tahanan tepi yang tadinya menurun sekarang berangsur meningkat, hal ini dimaksud jangan sampai aliran darah turun secara drastis. Dan tindakan yang benar adalah teruskan dahulu gerakan latihan terakhir, lalu kurangi secara berangsur-angsur setelah itu baru berhenti.

    Perlunya pengukuran kemampuan

    Dari kepustakaan dan penelitian diluar maupun di dalam negri, sudah diketahui bahwa manusia mempunyai keterbatasan karena faktor umur, jenis kelamin, tingkat kesehatan atau kebiasaan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu sangat wajar bila kemampuan setiap orang berbeda.

    Rasanya tepat sekali jika sebelum melakukan olahraga diuji dan ditakar terlebih dahulu kemampuannya. Dengan mengetahui kemampuan orang tersebut maka program yang diberikan akan tepat dan sesuai dengan kemampuan jantung dan dapat menghasilkan manfaat dan terhindar dari efek yang membahayakan.

    Kapan menghentikan latihan

    Latihan harus dihentikan jika terjadi hal-hal seperti dibawah ini:

    Bila timbul nyeri dada (angina). Hal ini diakibatkan karena nyeri yang diakibatkan jantung kekurangan darah. Jika hal ini terjadi maka kurangilah beban latihan

    Bila timbul sesak nafas. Ini merupakan pertkita bahwa beban latihan terlalu berat dan jantung akan terlampaui kemampuannya, untuk itu segeralah akhiri latihan dan biasanya keluhan akan berangsur pulih.
    Bila timbul pusing kepala. Ini dikarenakan adanya peningkatan tekanan darah yang cukup tinggi yang disebabkan beban latihan melampaui kemampuan jantung, untuk itu segera hentikan latihan.
    Bila denyut nadi telah tercapai. Tentu saja bila latihan kita tercapai dan jangka waktu telah habis.

    WASS.WR.WB

  18. Ujang Sanjaya berkata:

    Bahwa olahraga dan agama harus ada penyeimbang olaheaga supaya dapat berjalan dengan semestinya. Kita sebagai anak olahraga harus memaknai arti agama di dalam hati kita.

    Menurut saya terdapat banyak korelasi antara olahraga dan agama itu ada. Salah satunya yaitu tentang kejujuran serta keadilan.agama mengajarkan kita untuk bersikap jujur dan adil.sebagai atlit atau wasit.kita dituntut untuk profesional dalam menjalaninya.Dalam bertanding misalnya kita harus fairplay dan sportif.serta sebagai wasit,kita harus bersikap adil dan tidak membela salah satu kelompok pemain.jadi korelasi olahraga dan agama itu ada serta sangat penting untuk dipahami.

    Disini kedua hal tersebut harus seimbang, olahraga itu baik untuk kesehatan dan dengan tubuh yang sehat maka seseorang dapat melakukan ibadah dengan lebih baik…

    Maka dari itu, selain memiliki jasmani yang sehat, seseorang juga perlu mengimbangi dengan keadaan rohani yang sehat pula, yang dapat dicapai dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT…

    Seseorang haruz sehat jasmani dan juga rohani…karena dalam menjalankan aktifitas kehidupannya Allah telah memberikannya bentuk tubuh beserta fungsinya dengan sempurna dan kita dapat bersyukur dengan selalu menjalankan perintahnya dan juga menjaga tubuh ini dengan baik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s