Tugas PAI 1 PKN Reg

Paparkan korelasi PAI dan PKN dalam 1000 – 1500 karakter secara lugas. Deadline 7 Januari 2009 Pukul 23.59. Selalu ingat untuk menyertakan nama dan nomor registrasi.

Sukses selalu dan Semangat!!!!

About these ads

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Tulisan ini dipublikasikan di PAI I. Tandai permalink.

41 Balasan ke Tugas PAI 1 PKN Reg

  1. Fauzi Abdillah berkata:

    4115O82041
    PKN REG 2008

    Ass wr wb.
    menurut saya,korelasi antara PKN dan PAI itu sendiri adalah dalam hal amanat dan hukum.
    Dalam islam,sesuai apa yang dipaparkan menurut Yusuf al-Qardhawy,Q.s. al-Nisa’ ayat 58 yang memiliki nilai dasar “Keharusan menunaikan amanat dan menetapkan hukum secara adil” ditujukan kepada uili al-amr dan penguasa,agar mereka memperhatikan amanat dan menetapkan hukum secara adil.Menyia-nyiakan amanat dan keadilan merupakan ancaman yang ditandi dengan kehancuran umat dan negara.Hal ini sesuai dengan hadits Nabi saw yg artinya,”Jika amanat disia-siajan,maka tunggulah kehancurannya”.ada yang bertanya :”bagaimana menyia-nyiakannya?” Beliau menjawab:”Jika urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.” (Hadis diriwayatkan al-Bukhari).

    Oleh karena itu,amanat dan hukum yang merupakan bagian pembahasan dari PKN,berkorelasi dengan hukum islam yang mengharuskan kita menyampaikan amanat agar tidak termasuk orang munafik,dan perintah untuk menetapkan hukum secara adil.
    Demikian.

    Wassalam.

  2. mai sari habir berkata:

    mai sari habir
    4115082044
    ass,,,,

    menurut saya korelasi antara pkn dan pendidikan agama islam sangat erat karena, dalam studi pkn banyak pembahasan tentang hal-hal yang berhubungan dengan dengan ketuhanan di mana studi tentang ketuhanan itu masuk dalam ilmu agama.seperti yang terdapat dalam pancasila pada pernyatan ayat yang ke-1 yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Disini begitu sangat terlihat jelas bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki agama berdasarkan kepada kepercayaan masing-masing rakyatnya dan mengenal Tuhan sebagai dasar masyarakat itu sendiri. Disini jelas bahwa bangsa Indonesia berhak untuk memiliki agama berdasarkan kepercayaannya masing-masing dan menjunjung tinggi asas “Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam kehidupannya sehari-hari.

    Pada ayat yang ke-2 yaitu “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab”. Pada ayat yang ke-2 ini, disini kita mengetahui dengan jelas bahwa hak manusia atau hak masyarakat dan bangsa Indonesia harus menjunjung tinggi nilai dan moral ”kemanusiaan” yaitu dimana bangsa Indonesia harus bisa menyadari dan bersikap sebagai manusia yang memiliki dasar dan pemikiran hidup yang memiliki toleransi dan saling menghargai antara sesama manusia itu sendiri dan bukan berdasarkan pada “hukum rimba”. Pada “kemanusiaan” yang ditekankan disini adalah bahwa kita harus berpikiran secara harafiah dalam menyadari dan mengetahui konteks apa kemanusiaan itu sendiri. Manusia adalah mahkluk sosial yang saling membutuhkan dan saling menghargai satu dengan yang lainnya, karena itu manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi dan memiliki akal dan pikiran yang sehat untuk menilai mana yang baik dan mana yang tidak baik. Kemudian kata “Adil dan Beradab” memiliki nilai dan arti yang sungguh sangat sempurna, kita harus bersikap adil dalam memberikan keputusan dan tidak memikirkan kepentingan diri sendiri atau kelompok dan kata beradab menunjukkan bahwa kita harus menunjukan pola pikir manusia itu sendiri dengan memperhatikan etika norma dan nilai kemanusiaan dengan memperhatikan sudut pandang yang luas terhadap budaya, suku dan ras serta agama.

    Pada ayat yang ke-3 “Persatuan Indonesia”. Jelas sekali bahwa dalam ayat yang ke-3 ini, bangsa Indonesia sangat sadar betul akan nilai persatuan tersebut didalam kehidupan berbangsa dan bertanah air di Indonesia, sehingga bangsa Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan toleransi didalam kehidupan bermasyarakat untuk menjaga integritas jati diri bangsa Indonesia tersebut, serta mencegah terjadinya perpecahaan, sikap permusuhan dan kelompok didalam diri bangsa Indonesia tersebut. Satu kesatuan dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia inilah yang menjadikan bangsa kita sebagai bangsa yang utuh dan berdaulat, sehingga bangsa asing tidak boleh semena-mena terhadap bangsa Indonesia. studi pkn mempunyai hubungan erat dengan masalah agama.contoh lain nya Di indonesia juga terdapat hukum yang mengatur tentang kebebasan memeluk agam yang di yakini juga,seperti adanya hukum tentang perrnikahan dan toleransi yang dapat menciptakan ketentaraman umat beragama di indonesia.
    Dari semua contoh tersebut jelaslah bahwa anatara PKN dengan PAI mempunyai korelasi yang erat
    Demikian komentar saya,
    wasalam

  3. Dewi Indrianti berkata:

    DEWI INDRIANTI
    4115082052

    Assalamu’alaykum…

    Menurut saya, korelasi antara Pendidikan Agama Islam dengan Pendidikan Kewarganegaraan salah satunya adalah mengenai moral. Keduanya sama-sama memiliki visi untuk menjadikan seorang manusia itu memiliki moral yang baik, seperti menjadi manusia yang taat, jujur dan berkepribadian. Mengapa? Karena seperti yang telah kita ketahui bahwa Pendidikan Agama Islam mengajarkan kepada kita untuk menjalankan perintah Allah tabaraka wata’ala dan menjauhi larangan-Nya. Itu artinya kita dituntut untuk berbuat baik kepada sesama, menjauhi korupsi, menjauhi menindas yang lemah, menjauhi berbuat dzholim, menjauhi tipu menipu, menjauhi mencuri, menjauhi membunuh dan sebagainya karena hal tersebut merupakan hal-hal yang sangat dibenci Allah tabaraka wa ta’ala dan merupakan larangan dari-Nya serta wajib kita jauhi. Begitu pula dengan Pendidikan Kewarganegaraan, disini kita diajarkan untuk mentaati dasar Negara yakni Undang-Undang Dasar 1945 berikut perangkat hukum lainnya seperti Undang-Undang, perpu, keppres dll. Kita juga diharuskan menjauhi perbuatan yang dicantumkan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( KUHP ) karena perbuatan di dalam KUHP tersebut bila dilakukan akan mendapat sanksi. Itu artinya di dalam Pendidikan Kewarganegaraan pula kita dituntut untuk menjauhi hal-hal yang buruk dan melakukan hal yang baik Sama seperti PAI. Akhirnya bila Pkn dan PAI berjalan seimbang maka saya yakin akan terbentuk manusia-manusia Indonesia yang bermoral baik karena masing-masing orang mentaati Allah dan mentaati konstitusi negaranya.

  4. dipa widyan berkata:

    dipa widyan
    4115082047

    ass…

    menurut pendapat saya hubungan ilmu kewarganegaraan dengan ilmu pendidikan agama islam adalah tentang ahlak , moral dan hukum.
    mengapa saya bisa beranggapan demikian ? karena di dalam ilmu kewarganegaraan kita di ajarkan untuk menjadi warga negara yang baik , cara menjadi warga negara yang baik salah satu nya harus mempunyai moral , akhlak yang baik . Di dalam ilmu kewarganegaraan pun kita di ajarkan tentang hukum di suatu negara , begitu pula dalam ajaran agama islam , kita diajarkan bagaimana menjadi individu yang berakhlak baik , bermoral baik , hal itu dikarenakan agar kita selamat di dunia dan akhirat , begitu juga di dalam hukum , hukum islam banyak di gunakan di negara kita , sebut saja membayar zakat , di dalam islam membayar zakat itu wajib bagi yang mampu , begitu juga di negara , setiap masyarakat di wajibkan untuk membayar pajak dsb . moral di negara kita pun harus ditata sedemikian rupa agar para pejabat di negara kita bermoral baik seperti yang di ajarkan di dalam Al qur’an.

    jadi hubungan ilmu kewarganegaraan dan ilmu pendidikan agama islam itu saling terjadi keterkaitan yang satu dengan yang lain nya , seperti hukum , moral dan akhlak , di dalam agama islam kita di tuntut untuk tidak melakukan hal – hal yang tidak baik atau dilarang oleh agama , begitupun di dalam ilmu kewarganegaraan , kita di tuntut untuk berbuat baik dan menaati peraturan yang ada.

    Saya meyakini bila ilmu agama islam masuk kedalam ilmu kewarganegaraan maka tidak ada pejabat yang melakukan nepotisme , korupsi , dan kolusi , hal itu dikarenakan oleh mereka yang takut bukan hanya kepada hukum negara melainkan takut kepada Yang menciptakan mereka yaitu Allah SWT.

    wass….

  5. Laily Yunita .R. berkata:

    LAILY YUNITA .R.
    4115082060

    Asalamualaikum wr. wb.

    menurut saya korelasi tentang pendididkan agama dengan pendidikan kewarganegaraan. dalam pendidikan kewarganegaraan kita mempelajari ilmu hukum, politik, jika kita tidak diperkuat dengan agama kita akan mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang membuat sengsara. seperti kita menjabat sebagai wakil DPR jika kita tidak dibekali ilmu agama kita akan bisa berbuat yang kita tidak inginkan seperti mencuri, korupsi. apalagi jika kita mempunyai kekuasaan kita harus kepada yang dibawah seprti membayar zakat fitrah dan zakat mall dan memberi fakir miskin anak terlantar. dalam agama juaga dibutuhkan untuk jadi pegangan dalam berbagai kehidupan termasuk bersosialisasi, berpolitik dan sebagainya. karena dalam agama islam sendiri diajarkan bagaimana melakukan atau berbuat sesuai kaidah-kaidah agama yaitu Al Quran dan sunah rasul jika menemui kesulitan dalam memecahkan masalah dari ajaran agama kita pun dapat mencari petunjuk untuk menyelesaikan masalah tersebut.

    wasalamualaikum. wr. wb

  6. Ichsan.Nurhamka.S berkata:

    4115082076
    ichsan.N.S

    ass wr wb..
    Menurut saya,korelasi antara pendidikan kewarganegaraan dengan ilmu agama sangat kuat eratan nya contoh nya adalah bermusyawarah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan seperti yg di tulis dalam al-qur’an surat ali imran: 159.
    Maka di sebabkan rahmat dari allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.Sekira nya qm bersikap keras lagi berarti kasar,tentulah mereka menjauhkan diri dari sekeliling mu.Karna itu ma’afkanlah mereka, mohon kan lah ampun bagi mereka,dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.Kemudian apa bila qm telah membulatkan tekad,maka bertawakallah kepada allah.Sesungguhnya alah menykai orang” yang ber tawakalkepada nya.
    Oleh karna itu kita harus bisa menerima masukan dari orang lain dalam menyelesai kan suatu masalah apapun mau masalah tersebut berat atu pun ringan seperti yg diajarkan di kewarga negaraan dan tertera dalam al_quran.

  7. Trezadigjaya berkata:

    Trezadigjaya
    4115082042

    Assalamu’alaikum…
    Kaitan antara PAI dengan PKN, mewakili nilai moral dan nilai hukum dalam kehidupan manusia. Salah satu dari tujuan pengajaran PAI adalah terbentuknya nilai moral yang baik dalam diri mahasiswa, selaras dengan tujuan diturunkannya agama yaitu untuk memperbaiki ahklak / moralitas manusia. Kenapa akhlak / moral yang menjadi tujuan utama bagi para Nabi dalam memperbaiki umatnya? Karena moral merupakan indikator baik tidaknya seseorang. Moralitas menjadi energi yang memberikan kekuatan bagi tubuh dalam bergerak dan beraktifitas. Jika seseorang memiliki moralitas yang baik, maka seluruh tindakannya akan baik dan bermanfaat. Sebaliknya manusia yang memiliki moralitas yang buruk, mengakibatkan segala tindakan dan perbuatannya akan menjurus kepada keburukan.

    Di lain sisi, PKN mengajarkan nilai hukum kepada manusia, untuk menegaskan dan membakukan bahwa sebuah tindakan adalah benar atau salah, perlu diberikan sanksi atau tidak, dilarang atau diperbolehkan. Keberadaan PKN juga merupakan bukti eksisnya sebuah bangsa dan negara, karena perangkat dan produk hukum sangat diperlukan untuk mengatur proses jalannya sebuah negara, termasuk mengatur masyarakat di dalamnya.

    Sebuah produk hukum yang baik, akan mencangkup aspek moral di dalamnya, sehingga akan menjamin keberadaan hukum yang salah satu tujuannya adalah untuk menegakkan moralitas positif dalam berjalannya sebuah negara. Dengan demikian, maka akan tercipta sebuah negara yang ideal.
    Wassalamu’alaikum…

  8. YAYUK PAJARWATI berkata:

    YAYUK PAJARWATI
    4115082059
    Asalamualaikum wr.wb.

    PAI merupakan cabang ilmu pendidikan yang bertujuan meningkatkan ketaqwaan dan pemahaman mendalam mengenai kajian – kajian yang dikupas secara luas tentang islam. Misalnya mempelajari tentang : fikih (yang di dalamnya dipelajari tentang moral), tentang KeTuhanan, filsafat, tasawuf, tatacara berbahasa arab (yang dimana gunanya untuk mengerti arti kitab sebuah masab / aliran).
    PKN : Merupakan cabang ilmu pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan moral agar lebih baik. Selain itu PKN juga sebagai civil study, artinya memberi pemahaman terhadap siswa tentang sistem pemerintahan suatu bangsa, landasan dan idiologinya serta pemahaman pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara. Misalnya sikap tenggang rasa, gotong royong, sistem pemerintahan, masyarakat madani dan lain-lain.
    Dengan demikian korelasi antara PKN dengan PAI menurut saya yaitu saling mempengaruhi. Yaitu sebagai contoh mengenai moral. Sebagaimana di jelaskan di atas bahwa PKN itu merupakan salah satu mata kuliah yang membentuk moral. Moral itu tidak akan terbentuk dengan baik tanpa di dasari oleh kekuatan agama yang kuat . . Seperti halnya para pejabat yang duduk di pemerintahan. Sebenarnya mereka mempunyai moral, juga mempunyai agama. Bahkan jabatan yang mereka pangku itu di bawah sumpah Alqur’an (untuk agama islam ), namun karena kualitas keagamaanya yang tertanam dalam hatinya sangat kecil sehingga mereka terlena dengan kehidupan duniawi, sehingga mereka berani melanggar sumpah yang telah di ucapakan. Dengan kata lain moral seseorang tidak akan terbentuk tanpa dilandasi agama yang kuat di dalam hatinya. Maka dari itu PKN harus berjalan bersama – sama denga PAI agar moral yang baik itu dapat terwujud.
    Selain itu dalam PKN sedikit banyak juga belajar tentang hukum. Dimana dalam hukum itu kita harus bertindak adil, tidak memihak siapapun. Kita berdiri netral, sebagai pemberi keputusan. Namun di dalam hukum ini agama harus di pegang kuat, agar keputusan yang kita ambil benar – benar adil. Apaila dlam hukum agama tidak di pegang dengan kuat maka yang ada yaitu hukum dapat diperjual belikan. Sikaya akan terbebas dari jeratan hukum walaupun dia bersalah, dan simiskin akan menghabiskan hiupnya di balik jeruji besi walaupun dia tidak bersalah. Maka dengan demikian agama harus benar – benar berjalan bersama dengan PKN. Tanpa adanya agama PKN tidak akan berjalan dengan baik.

    Demikian komentar dari saya.
    Wss.wr.wb

  9. Viyolla nadyta putri Pkn reg08 4115082040 berkata:

    Viyolla nadyta putri
    4115082040
    ass..
    Menurut saya,antara Pkn dan Pai trdapat bnyk korelasi.

    Hal ini trlihat dr adanya norma2 yg mengatur dlm khdupan seseorang.Dlm Pkn norma ini brfungsi untk menjalnkan khidupan manusia agar lbh baik dan tratur,sdangkan dlm Pai,mksud dgn adanya norma,hidup kita jauh dr perbuatan trcela,yg dpt menyengsarakn hdup kita,.
    Dalam pkn juga kita d ajarkan untk meyakini agama yg kita percya,dlm pai agma ini brfungsi untk menyelaraskan hdup kita agar tdk kcau.Dalam hidup kita agamalah pedoman hdup. .Jd hdup kita tdk hanya dtuntut berprilaku baik antr sesama,tp jg dgn Allah SWT.Maksudnya,dlm Pkn moral kita tdk hanya baik dgn sesama tp jg dgn Allah Maha Pencipta.

    Dlm PKN dan PAI
    korelasi sangat trlhat
    hak asasi manusia sangat djunjung tinggi
    pkn mengjarkan kita untk menjunjung tinggi nilai2 HAM dan dmokrasi
    hal ini brfungsi agar semua masyarakat dunia,khususnya d ngara Indonesia tdk lg ada yg namanya kekacauan.Krna HAM dan Dmokrasi ini tlah dtanamkan.

    Bnyak skali manfaat yg trlihat dr adanya korelasi yg trcipta dari PAI dan PKN
    dsni dpt djbarkan seperti

    dengan adanya pngajaran yg dbrikan PAI dan Pkn,maka masyarakat Indonesia tdk hanya belajr dr segi agma saja,tp jg bs dr Pkn.. Segala tingkah laku kita,dpt diatur sdmikian rupa dlm PAI dan PKN,sehingga tdk ada lg kekacauan yg trjd d muka bumi..

    Pai mengajarkan kita untk memiliki sikap sabar,rendah hati,tenggang rasa,saling menghargai,saling menyayangi,memiliki etika,moral serta ahlak yg baik.

    Bgitupula Pkn,dalam pkn kita dajarkan untk melakukan tindakan yg baik,tidak melanggar norma atau hukum yg brlaku,menghargai pndapat oranglain,menjaga kerukunan antr umat beragama,menciptkan perdamaian dmuka bumi ini

    Inilah yg dpt saya jelaskan tntang Korelasi PAI dan PKN
    (hubungan antara PAI dan PKN)
    wass

  10. Nurul Febrianti berkata:

    Nurul Febrianti
    4115082074

    Assalamuallaikum wr.wb.

    Jika ditanya korelasi antara pendidikan kewarganegaraan dengan pendidikan agama,, itu sangat banyak apabila kita membuka Al-qur’an dan hadist. Seperti moral, hukum, pendidikan, amanat, dsb.

    Namun, itu terlalu kompleks bagi saya..

    Jadi saya akan memberikan contoh korelasi tersebut dengan masalah UUD 45 di negara Indonesia Pasal 29 ayat 2 yang berbunyi :
    “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat
    menurut agama dan kepercayaanya itu”

    Sebelum UUD 45 di susun, islam dalam surat sudah lebih dulu menyatakannya. Q.S. Al-Kafirun:6
    “bagimu agamamu dan bagiku agamaku”
    Dan sampai sekarang umat islam telah berhasil mengaplikasikannya.

    Jadi, negara Indonesia dalam UUD 45nya telah menyatakan bahwa setiap warga negara berhak memeluk agamanya masing-masing. Dan tidak boleh satu warga negara Indonesia manapun yang tidak memeluk agama.
    Di Indonesia hanya ada 5 agama, yaitu :
    Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Budha, dan Hindu. Selain itu dilarang oleh pemerintahan Indonesia.

    Dan ternyata sebelum dibuat UUD 45 Pasal 29 Ayat 2 tersebut, agama Islam telah lebih dulu menyatakan bahwa “bagimu agamamu, bagiku agamaku”, jelas sudah terlihat hubungan antara pendidikan kewarganegaraan dengan pendidikan agama, Islam khususnya.

    yang lebih simple lagi, kita ambil contoh Pancasila sila pertama, yang berbunyi :
    “Ketuhanan Yang Maha Esa”

    Seluruh warga negara Indonesia harus bertuhan, karena dasar negara Indonesia adalah Pancasila, dan itu ditunjukkan pada sila pertama.
    Jadi, tidak boleh warga negara Indonesia tidak beragama. Jika tidak beragama tidak akan memenuhi Pancasila tersebut.
    Apabila seseorang tidak beragama, otomatis dia tidak akan bertuhan pula, sedangkan sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, dan itu bertolak belakang dengan Pancasila dalam ilmu kewarganegaraan.

    Itulah menurut saya korelasi antara pendidikan Kewarganegaraan dengan pendidikan Agama.

    Tertima Kasih. :)
    Wassalamuallaikum wr.wb.

  11. dewi yani berkata:

    dewi yani
    4115080224
    Assalamualaikum,,
    menurut pendapat saya korelasi antara PAI dan PKN itu adalah sebagai mana yang telah tercantum dalam alqur’an surat annisa 4:36 “sembahlah Allah dan jangnlah kamu menyekutukannya dengan sesuatupun
    dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”. Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a, ia berkata: Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari
    Kiamat, maka hendaklah dia berbicara hanya dalam urusan yang baik atau diam
    dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat, maka hendaklah
    dia memuliakan tetangganya. Begitu juga barang siapa yang beriman kepada
    Allah dan Hari Kiamat, maka hendaklah dia memuliakan para tamunya”.
    oleh karena itu kepedulian dalam bertetangga harus dijaga sebagai mana apa yang telah dikatakan dalam surat Annisa dan sabda Rosul, kepedulian itupun ada dalam pembahasan PKN yang kita pelajari,dan dari kutipan diatas maka antara PKN dan PAI ada korelasi diatara keduanya.
    Wassalam.

  12. abdi saputra berkata:

    ABDI SAPUTRA
    NO.REG 4115083278

    Aslm. wr. wb
    korelasi antara pendidikan kewarganegaraan terletak pada sila negara kita yaitu ketuhanan yang maha esa,ini membuktikan sebuah tatanan negara tidak dapat lepas dari rohani atau bisa disebut juga hubungan terhadap tuhan. selain itu hukum undang undang negara kita juga didasari oleh poin-poin yang tidak melenceng dari al-quran. dan negara kita membebaskan orang untuk memeluk agama, dalam agama juga disebutkan hablun minanas artinya hubungan terhadap manusia, ppkn pun mengajarkan antara moral,smp tenggang rasa, dan kerukunan bersama antar bangsa dan umat beragama, islam juga mewajibkan hal tersebut dimana kerukunan harus terjaga tanpa juga mencampuri agama lain bahkan mengganggunya. jelaslah bahwa korelasi atau benang merah antara pkn dengan pai, negara menciptakan undang-undang tidak melenceng dari Quran dan undang-undang itu sendiri diciptakan untuk menciptakan sebuah hubungan yang harmonis antar manusia agar terjadi sebuah kehidupan yang tentram tanpa harus saling menikam.
    Diposkan oleh ABDI SAPUTRA di 07:50 0 komentar

  13. Yuyun Sri Wahyuni berkata:

    Yuyun Sri wahyuni
    4115082068

    Assalamualaikum wr.wb….

    Menurut pendapat saya korelasi antara PAI dengan Pkn sangat beragam bila dipaparkan satu persatu, tetapi dalam tugas kali ini saya hanya memaparkan korelasi antara pancasila dan agama, khususnya agama islam. Pancasila sebagai falsafah, pandangan hidup bangsa dan dasar negara dan kita telah meyakini bahwa Pancasila telah mampu mempersatukan arah dan gerak langkah kehidupan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama yang dianut. Dan agama merupakan pegangan dan pedoman hidup bagi bangsa indonesia yang merupakan bagian dari umat manusia dalam rangka pengabdian kepada ALLAH SWT. Baik pancasila maupun agama pada asasnya mengatur agar kehidupan manusia indonesia mampu mencapai kebahagiaan dunia dan akherat. Pada pengamalan atau penjabaran dari sila-sila pancasila semuanya telah sesuai dengan ajaran Agama Islam. Dalam sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang berarti bangsa indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dalam alquran pada surah Ali imran ayat 102. Sila kedua “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab” yang berarti mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia, tenggang rasa dan tidak semena-mena terhadap orang lain sesuai dengan dengan HR.bukhori dan muslim. Sila ketiga “persatuan Indonesia” yang berarti mengembangkan rasa cinta kebangsaan dan tanah air dalam rangka memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemedekaan yang sesuai dengan surah Al-hujarat ayat 13.Sila keempat ” Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratanperwakilan” yang berarti pembicaraan dalam musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan hati nurani yang luhur sesuai dengan surah Al isra ayat 36. Sila kelima ” keadilan bagi seluruh rakyat indonesia” yang berarti bersikap adil terhadap sesama dengan tujuan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban sesuai dengan surah an-nahl 90.

    Begitulah yang dapat saya paparkan korelasi antara PAI dan Pkn, mungkin dalam penjelasan ini sangatlah singkat tetapi kita ambil pelajarannya saja dan semoga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bagi para pembacanya. Dan saya ucapkan terima kasih……
    Wassalamualaikum wr.wb…..

  14. Dhita Nevika K berkata:

    Dhita Nevika K
    4115082058

    assalamualaikum,wr wb

    saya akan mencoba menjelaskan tentang hubungan antara PAI dan PKN.
    sebetulnya, PAI dan PKN mempunyai kaitan yang sangat erat. bayangkan saja apa jadinya negara ini tanpa dua unsur yang sangat penting itu.
    karena, unsur-unsur negara ada didalam PKN. dan negara ini membutuhkan pemimpin, tetapi jika pemimpin tersebut tidak memiliki dan mendalami unsur agama maka akan sia-sia saja.
    karena seorang pemimpin bisa jadi lupa diri apabila ia tidak memiliki unsur agama. dan hal itulah yang menjadikan kedua unsur itu sangat berkaitan dan berhubungan.
    jika negara ini mau bertahan dan menjadi negara yang kuat harus mengedepankan kedua unsur tersebut.
    Namun, jika dua unsur tersebut tidak saling berdampingan maka akan sedikit peluang untuk negara ini, agar dapat bertahan dan terus menjadi negara yang lebih maju.
    PKN dan PAI harus selalu dikedepankan untuk kelangsungan dan kebaikan negara ini. oleh karena itu, pemerintah harus lebih menambah wawasan tentang PKN dan PAI kepada masayarakat indonesia.
    agar mereka lebih mengerti bahwa Pkn dan PAI itu sangat penting dan sangat berkaitan erat demi kemajuan suatu negara. Agar negara indonesia ini tidak ditindas oleh negara lain.

    amiiin….

  15. MUTIARA ANISSA FITRI berkata:

    Mutiara Annisa Fitri
    4115082075
    PKN Reg 08

    Assalamualaikum WR.WB
    Korelasi antara bidang pendidikan kewarganegaraan dengan pendidikan agama islam dapat terlihat melalui peristiwa perkembangan islam di dunia,perlembangan islam di dunia dapat meliputi : Perkembangan islam di Asia , Eropa , Amerika , Australia.
    Peristiwa tersebut sangatlah berhubungan dengan bidang pendidikan kewarganegaraan,terlihat dari tata kepemerintahannya,tempat lahirnya konstitusi dan tata hukum yang berlaku di berbagai negara.
    Perkembangan islam di asia mencangkup berbagai negara seperti : Arab Saudi , Irak ,Iran ,India ,Pakistan dan Asia tenggara. Arab saudi merupakn tempat dimana islam pertama kali muncul,yaitu di kota Mekah . Kerajaan arab saudi di proklamasikan secara resmi oleh Abdul Aziz bin Abdurrahman as-Saud. Peran penting arab saudi dalam dunia islam adalah merupakn tempat lahirnya konstitusi negara islam untuk pertama kalinya di sebut Piagam Madinah. Sedngkan negara irak menggunakan sistem Republik dan di pimpin seorang presiden. Penduduk irak terdiri dari kaum Sunni , kaum Syiah , suku Kurdi , minoritas Yazidi dan Turkamen . Negara Iran salah satu negara di Asia yang membuat perkembangan ilmu pengetahuan semakin pesat. Jika kita lihat di India , india merupakan negara memiliki penduduk yang terbesar di dunia setelah cina.
    jadi , dapat di simpulkan perkembangan islam di berbagai negara sangat berhubungan dengan bidang tata kepemerintahan dan falsafah pancasila sebagai pedoman hidup bangsa dan hal itu sangat berkaitan dengan perkembangan islam di berbagai negara yang dapat diwujudkan dengan pengamalan sila- sila dalam pancasila

  16. ALFINA FEDORA KOTTA berkata:

    ALFINA FEDORA KOTTA
    4115082064
    Asw,,

    Bila kita membicarakan tentang ilmu-ilmu pengetahuan,sangat banyak ragamnya serta saling berkaitan satu sama lainnya,dalam kesempatan kali ini saya akan membahas tentang hubungan antara PIH dengan PKN.
    Sepintas kita tidak ataupun kurang mengetahui tentang hubungan kedua ilmu tersebut,namun bila di kaji lebih lanjut terdapat banyak sekali hubungan atau keterkaitan antara kedua ilmu ini.
    Hal ini dapat kita lihat dari tinjauan hubungan antara agama dengan negara yang terdapat dalam salah satu kajian PKN.
    Hubungan agama dan negara dalam pandangan Islam harus didasarkan pada Aqidah Islamiyah, bukan aqidah yang lain. Aqidah Islamiyah telah memerintahkan
    penerapan agama secara menyeluruh, yang sangat membutuhkan eksistensi negara.
    Jadi, hubungan agama dan negara sangatlah eratnya, karena agama Islam tanpa negara tak akan dapat terwujud secara sempurna dalam kehidupan.

    Hubungan ini secara nyata akan dapat diwujudkan jika berdiri negara Khilafah Islamiyah, yang pendiriannya merupakan kewajiban seluruh kaum muslimin. Tanpa Khilafah, agama dan negara akan terpisah dan terceraikan, yang pada gilirannya akan mengakibatkan lenyapnya penerapan sebagian besar ajaran Islam.
    Dalam keadaan tanpa Khilafah, menerapkan Islam secara sempurna dan menyeluruh adalah ibarat mimpi di siang bolong. Dan dalam kehidupan di masa sekarang pun kedua ilmu ini juga saling berhubungan seperti contohnya dalam pelantikan anggota-anggota DPR ataupun MPR di Indonesia harus di sumpah jabatan agar menjalankan tugas-tugas kenegaraan dengan tidak melenceng dari ajaran agama.
    Oleh karena itu PAI di butuhkan atau berhubungan dengan PKN untuk mengontrol atau menjaga agar ilmu-ilmu yang berhubungan dengan PKN tidak melenceng dari ajaran agama Islam itu sendiri.
    Demikian pendapat dari saya apabila ada kekuranganmohon di maklumi,terima kasih,
    wass,,

  17. dina mardiana berkata:

    Dina Mardiana
    4115082051

    Assalamualaikum.

    menurut saya korelasi antara PAI dan PKN sebenarnya jelas ada. sebagai contoh yang sangat umum bisa dilihat, dalam penyusunan pancasila. Di sila yang pertama adalah ketuhanan yang Maha Esa. Ini sudah mencerminkan dalam kita hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara masih perlu adanya kepercayaan adanya tuhan.
    Karena dalam PAI kita banyak diajarkan tentang bagaimana cara bermasyarakat, diajarkan moral-moral kita sebagai manusia yang baik, sehingga dalam menjalankan kehidupan yang berhubungan PKN dapat berjalan sesuai dengan ajaran islam.
    Disamping itu juga, dalam pkn banyak mengajarkan hal-hal yang selalu berhubungan dengan pai. Ini sangat terlihat bahwa diantara keduanya memiliki korelasi satu sama lain.
    contoh lain, dalam pkn mengajarkan tentang ham, demokrasi. dalam pai juga demikian. Sehingga dalam penerapannya kita bisa lebih tahu dan tidak menyalahgunakannya.
    dalam pkn diajarkan hukuman-hukuman bila kita melakukan pelanggaran atau melakukan tindak kriminal. seperti mencuri, membunuh dan lainnya. dalam pai itu juga ada hukumannya yang sudah tertera dalam Al-Quran.
    karena Al-Qur’an sebagai sumber utama bagi umat Islam dalam mengatur segala aspek kehidupannya dan petunjuk bagi sikap dan prilaku baik menjalani kehidupan dunia maupun persiapan menuju akhirat. Karena di dalam Qur’an terdapat norma-norma dan isyarat untuk dapat dijadikan sebagai way of life (lentera kehidupan) dalam mengarungi bahtera kehidupan.
    Hanya ini yang dapat saya paparkan tentang korelasi antara PAI dan PKN.

    wass,,

  18. PUTRI RAHMASARI berkata:

    PUTRI RAHMA SARI
    4115082045
    PKN REG 08

    Menurut saya korelasi antara PAI dengan PKN dapat terlihat dari perwujudan peristiwa-peristiwa politik. Peristiwa politik tersebut berkaitan dengan sikap pemimpin yang berlandaskan pada IMTAQ, yang mana seorang pemimpin di Indonesia haruslah memeluk Agama Islam. Dan seorang pemimpin seharusnya bertindak tidak melampaui atau melanggar ajaran-ajaran Agama Islam yang telah ditetapkan pada ayat-ayat suci Al-Quran maupun yang telah ditetapkan pada pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945. Pemimpin di Indonesia haruslah bersikap sesuai dengan ajaran agama Islam seperti : Jujur dan Adil serta tidak melakukan tindak pidana korupsi, yang mana hal tersebut sangat bertentangan dengan norma-norma dan ajaran Agama Islam. Tata kepemerintahan di Indonesia juga harus berdasarkan pada ajaran agama, yang mana seorang pemimpin tidak boleh memaksakan kehendak rakyat untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing. Hal tersebut tercantum dalam pasal 29 ayat 1 dan ayat 2, tentang kebebasan dalam memeluk agama masing-masing yang diyakininya.

    Dari hal yag telah saya jelaskan diatas, saya dapat menyimpulkan bahwa peristiwa-peristiwa politik sangat berkaitan dengan hubungan pancasila sebagai falsafah dan pedoman bangsa dan pemimpin dalam menjalankan tata kepemerintahan. Dan hubungannya dengan Agama,seorang pemimpin harus bersikap sesuai ajaran agama Islam.

    Wassalam….

  19. PUTRI RAHMASARI berkata:

    Resilawati
    4115083283
    Assalamualaikum…………..!

    Setiap bidang ilmu yang satu dengan bidang ilmu yang lain saling memiliki keterhubungan,begitu pula antara ilmu Kewarganegaraan (PKN) dengan ilmu Pendidikan Agama Islam (PAI).Salah satu tujuan dari bidang ilmu Kewarganegaraan adalah menghasilkan tenaga ahli dalam bidang pendidikan kewarganegaraan dan tata negara,demokrasi,serta hak asasi manusia.Sedangkan secara personal diharapkan bahwa seseorang yang mempelajari ilmu ini akan memiliki moral dan religiusitas yang tinggi,serta berkepribadian baik dan terpuji.Jantung dari ilmu ini adalah Pancasila.Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia.Sila pertama berbunyi:Ketuhanan Yng Maha Esa.Itu berarti bahwa kita rakyat Indonesia mengakui adanya Tuhan yang Maha Esa,Dan seperti juga yang kita ketahui selama ini bahwa bidang ilmu kewarganegaraan mempelajari hubungan antara warga negara dengan pemerintah,warga dengan masyarakat,dan hubungan individu dengan individu.Didalam hubungan kemasyarakatan atau yang sering kita sebut dengan interaksi sosial, terdapat nilai-nilai atau norma-norma yang harus kita pegang teguh.Bagaimana kita harus berlaku/menghormati terhadap orang yang lebih tua maupun yang muda,bagaimanakita harus menyayangi satu sama lain(toleransi) bukan hanya, terhadap sesama manusia saja kita harus berlaku baik tetapi terhadap makhluk ciptaan Tuhan lainnya.Adanya kepatuhan warga negara terhadap peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah selaku pengasa tertinggi untuk warganya juga merupakan salah satu ciri dari bidang yang dipelajari oleh ilmu ini.
    Pendidikan Agama Islam sangat erat kaitannya dengan pandangan dan sikap hidup kita.Pandangan/pola pikir terkait dengan diri pribadi kita maupun dengan masyarakat.Sikap hidup adalah keseluruhan kepribadian/tindakan kita bagimana kita harus bertindak.Pandangan/pola pikir dan sikap hidup inilah yang akan membentuk kepribadian kita.Jika didalam materi ilmu kewarganegaraan dipelajari hubungan interaksi antara warga negara dengan pemerintah,warga dengan masyrakat,dan individu dengan individu maka,di dalam materi PAI pun tidak jauh dari apa yang dipelajari oleh ilmu kewarganegaraan.Namun disini tentu ada perbedaan yang sangat menonjol bahwa di dalam PAI tentunya lebih menekankan hubungan yang sangat spesial antara Tuhan Sang Pencipta dengan makhluk ciptaannya.Dampak yang kita akan terima jika kita tidak mentaati aturan-aturan yang Tuhan berikan pada kita.Kekuasaan tertinggi disini bukanlah berada pada tangan pemerintah namun Tuhanlah penguasa yang sebenar-benarnya.Kehidupan dunia hanyalah sebuah kefanaan belaka sedangkan keabadian DIAlah yang sesungguhnya.Tentunya hal ini tidaklah aneh karena agama lebih menekankan pada kehidupan akhirat dan bukanlah duniawi.
    Lalu dimanakah letak korelasi antara bidang ilmu Kewarganegaraan dengan Pendidikan Agama Islam?
    Pendidikan Agama Islam disini dapat dijadikan sebagai penopang maupun filter karena didalam ilmu kewarganegaraan materi pembahasan mengenai kepribadian,moral,nilai-nilai tidak sedalam pembahasan yang ada pada PAI.Didalam materi pembahsan mengenai kepribadian,PAI jauh lebih mendalam hal ini dikarenakan bahwa diharapkan nantinya para generasi penerus bangsa ini akan tumbuh menjadi makhluk yang berbudi pekerti yang baik.Dharapkan mahasiswa yang mengambil jursan sosial politik/kewarganegaraan nantinya di masa mendatang akan dapat menerapkan apa yang mereka pelajari didalam materi PAI dalam kehidupan mereka sehingga nantinya kita tidak akan lagi menemui adanya kejelekan moral rakyat Indonesia.Dan janganlah kita heran melihat betapa banyaknya para pejabat negara kita yang melakukan korupsi hal ini dikarenakan pendidikan agamanya kurang kuat sehingga banyak yang terjerumus kedalamnya.Dan yang haruslah kita sadari juga bahwa PKN dengan PAI tidak akan bisa berdiri sendri hal ini dikarenakan bahwa Pancasila sebagai landasan dasar negara kita mengakui bahwa Tuhanlah yang sebenar-benarnya penguasa yang sesungguhnya. Namun pada intinya ada persamaan antara bidang ilmu Kewarganegaraan dengan Pendidikan Agama Islam antaranya adalah:
    • Sama-sama menekankan pada terciptanya hubungan yang baik antara makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
    • Sama-sama memuat materi pembelajaran kepribadian

  20. BUNGA ZAEN berkata:

    BUNGA ZAEN
    4115082039
    PKN REG 08

    assalamualaikum………….!

    menurut pendapat saya korelasi antara PKN dengan PAI sangat erat kaitannya, sebagaimana pendidikan kewarganegaraan berlandaskan dengan moral, sebagaimana diajarkan oleh agama islam bahwa manusia harus berbudi luhur dan berpekerti yang baik.

    hubunga PKN dengan PAI sangat real/nyata disebutkan dalam pancasila yaitu sila yang pertama yakni “ke Tuhanan yang maha esa” disini di jelaskan bahwa hanya Tuhan lah yang maha kuasa/esa. jadi sebagai manusia haruslah tidak menyombongkan diri.

    manusia yang beriman, adalah manusia yang taat pada tuhannya dan menjauhi larangannya. sebagai manusia yang beriman kita juga harus taat pada peraturan negara demi kesatuan bangsa, sejak lahir kita sudah diajarkan orang tua kita bahwa kita harus percaya kepada tuhan dan cinta pada tanah air yang lebih jelasnya kita diajarkan disekolah belajar PKN agar kita bisa menyaring ilmu dari apa yang telah diajarkan mulai sejak kecil.

    PKN adalah ilmu yang penting karena di PKN kita di ajarkan bagaimana cara menjadi warga negara yang baik dan mempunyai moral yang tinggi, tapi itu semua belum cukup tanpa adanya iman, karena iman lah yang membuat manusia tidak lupa akan jati dirinya. maka dari itu selain PKN, PAI juga di ajarkan agar hidup manusia dapat terkontrol dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang.

    di dalam ilmu PKN sangat erat kaitannya dengan PAI, karna tanpa adanya pelajaran agama islam manusia akan hidup dalam kemunkaran, dan Allah sangat membenci kemunkaran, PKN mengajarkan kita menjadi manusia yang yang bersosialisasi dan saling menolong sebagaimana di jelaskan dalam Al-Quran bahwa sebagai umat muslim kita harus saling tolong menolong, begitupun di PKN kita diwajibkan untuk saling tolong menolong. jadi inilah salah satu contoh kecil hubungan antara PKN dengan PAI.

    cukup sekian komentar dari saya, bila ada kekurangan/kesalahan saya mohon di bukakan pintu maaf yang seluasnya.
    akhir kata saya ucapkan,
    Assalamualaikum…………………….!

  21. Endah Tri Wahyuni berkata:

    Nama : Endah Tri Wahyuni
    No. Reg : 4115080221
    Memenuhi tugas PAI

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Menurut saya hubungan atau kolerasi antara PKN dan PAI ini memang tidak terbatas. Namun dalam hal ini saya contohkan dari cita – cita negara kita yang tercantum dalam Alinea ke empat Undang – Undang 19945, yaitu “ Melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Jelas kiranya bahwa dengan landasan agama yang bersifat sakral karena bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa dan dengan berpedoman kepada pandangan hidup yang sama, cita – cita nasional bangsa kita untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, merata, material dan spiritual di dalam wadah negara kesatuan republik indonesia dan berdaulat serta dalam prikehidupan yang aman dan tentram dalam lingkungan pergaulan dunia akan secara bertahap bisa tercapai. Agamapun sangat di perlukan untuk membimbing seluruh bangsa indonesia ke arah yang benar dan bermanfaat karena ajaran agama mengandung unsur kebenaran yang mutlak dan menuju ridho ALLAH SWT, bersifat sempurna serta universal yang tidak terikat oleh ruang dan waktu dan di sertai dengan sanksi yang jelas. Hal ini di jelaskan di dalam surat Al-Baqarah ayat 213 dan surat Yunus ayat 19 yang menerangkan bahwa “seluruh umat manusia adalah umat yang satu”, kemudian dalam surat al An’am ayat 165 yang menerangkan bahwa “ Allah Tuhan Yang Maha Esa menurunkan manusia ke bumi, adalah unutk menjadikannya khalifah di muka bumi”. Di sini di maksudkan bahwa khalifah itu sebagian menggantikan sebagian yang lain dalam memakmurkan bumi.
    Dari penjelasan di atas dapat saya simpulkan bahwa kolerasi antara PKN dan PAI ini sangat erat kaitanya guna tercapainya kebahagiaan di dunia maupun di nakhirat.
    Terima Kasih

    Wassalamualaikum Wr.Wb

  22. widanti sofiani berkata:

    Widanti Sofiani
    4115083285
    pkn reg 08
    Asalamualikum bu……
    Kali ini saya Insya Allah akan menjawab pertanyaan ibu, yaitu apakah korelasi PKN dengan PAI.
    Sebenarnya jika ditilik lebih detail sebenarnya hubungan PKN dengan PAI sangat erat.
    Sebenarnya tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah mewujudkan warga negara sadar bela negara berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan bangsa.Oleh karena itu untuk memperoleh generasi bangsa yang memiliki integrasi moral dan relegius yang tinggi kita perlu mempelajari pendidikan agamA sedini mungkin, karena suatu negara jika pemimpin bangsanya tidak memilki moral, maka bangsa tersebut akan bobrok.Karena dengan adanya pendidikan agama,setidaknya akan menciptakan manusia yang berkualitas yang memiliki akhlak dan moral yang baik.
    Tujuan utama pendidikan dalam Islam adalah mencari ridha Allah swt. Dengan pendidikan, diharapkan akan lahir individu-indidivu yang baik, bermoral, berkualitas, sehingga bermanfaat kepada dirinya, keluarganya, masyarakatnya, negaranya dan ummat manusia secara keseluruhan. Disebabkan manusia merupakan fokus utama pendidikan, maka seyogianyalah institusi-institusi pendidikan memfokuskan kepada substansi kemanusiaan, membuat sistem yang mendukung kepada terbentuknya manusia yang baik, yang menjadi tujuan utama dalam pendidikan. Dalam pandangan Islam, manusia bukan saja terdiri dari komponen fisik dan materi, namun terdiri juga dari spiritual dan jiwa. Oleh sebab itu, sebuah institusi pendidikan bukan saja memproduksi anak didik yang akan memiliki kemakmuran materi, namun juga yang lebih penting adalah melahirkan individu-individu yang memiliki diri yang baik sehingga mereka akan menjadi manusia yang serta bermanfaat bagi ummat dan mereka mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
    oleh karena itu kita perlu menanamkan pendidikan agama dan pendidikan kewargenagaran sedini mungkin agar terciptanya warga negara yang baik dan bermoral tinggi.
    Demikan yang dapat saya sampaikan.

    WASSAlam……………

  23. Aris fadillah berkata:

    Aris fadillah
    4115082063
    pkn reg 08

    korelasi antara PKN dgn PAI dpt diwujudkan dengan pelaksanaan pesta rakyat atau pemilu. Wujud pelaksanaan pemilu sebaikya harus berdasarkan pada syariat-syariat islam dan tdk boleh melanggar dr ketentuan ajaran agama islam,seorang kandidat dr brbgai partai atw capres hendaknya harus bertindak sesuai dgn norma-norma agma dan berkaitan jga norma hukum. hubungan antara norma agama dgn norma hkm dpt diwujudkan dgn penerapan ajaran agma dan jga pengamalan pancasila pda tata kepemerintahan negara Indonesia. Pengamalan pancasila haruslah sesuai dgn perwujudan sila-sila yg terwujud dlm pancasila itu sendiri dan sesuai dgn pasal2 yg trdpt dlm UUD45

  24. MAYANG KARTIKA RATRI berkata:

    MAYANG KARTIKA RATRI
    4115082048
    PKN REG 2008

    ASSALAMUALAIKUM. WR. WB
    korelasi antara pkn dan pai contohnya saja dalam pandangan mengenai hak asasi manusia. misal:
    1. hak untuk hidup
    semua warga negara Indonesia berhak untuk hidup. Dan apabila ada seseorang yang melanggar hak seseorang untuk hidup, misalkan membunuh orang yang memiliki hak, maka orang yang membunuh tersebut dapat dikenakan sanksi menurut undang-undang yang berlaku. dalam al quran dinyatakan bahwa “kamu jangan membunuh jiwa yang dimuliakan Tuhan, kecuali dengan sesuatu sebab yang adil (Quran surat 17:33)
    2. hak persamaan
    setiap warga Indonesia di mata hukum memiliki hak dan kewajiban yang sama tidak membeda-bedakan agama, suku, dan ras. begitupun dalam ajaran agama islam dikatakan bahwa yang menjadikan seseorang itu lebih tinggi dari padayang lain yaitu kelebihan takwanya.
    3. hak kebebasan
    setiap warga negara Indonesia berhak memiliki kebebasan dalam hidupnya yaitu dengan tidak dijadikan budak oleh siapapun. dalam agama islam dijelaskan dalam al quran “tidak seorangpun yang memegang kekuasaan, walaupun ia seorang nabi, berhak untk memperbudak orang lain dengan cara bagaimanapun juga” (al quran surat 3:79)
    4. hak kebebasan kepercayaan
    di dalam undang-undang dasar 1945 pasal 29 dijelaskan tentang kebebasan bagi setiap warga negaranya untuk memeluk agama yang dianutnya. begitu juga dalam islam “tidak boleh ada paksaan dalam hal agama, sesungguhnya itu telah nyatabedanya dari yang tidak benar….” (al quran surat 2:256)
    ini mungkin hanya sebagian kecil dari hubungannya, dalam hal hak asasi manusia, antara pkn dan pai. namun dapat diambil kesimpulan bahwa hak asasi manusia di mata pkn dan pai sama pentingnya. ke duanya tetap mengarahkan manusia untuk menjadi manusia yang baik di mata negara dan agama.
    semoga bermanfaat…..
    WASSALAMUALAIKUM. WR. WB

  25. Uki waluyo berkata:

    Ass..

    Uki waluyo
    4115082050

    menurut hemat saya korelasi antara pkn dengan pai terdapat di dalam bahasan atau kajian dari pkn maupun pai itu sendiri.
    Salah satu bahasan atau kajian yang akan saya coba paparkan yang terdapat di dalam pkn maupun pai adalah toleransi beragama.
    Toleransi beragama di dalam pkn memiliki pengertian sikap saling menghargai dan menghormati terhadap umat yang berbeda agama. Di dalam pkn toleransi sering kali juga di identikan dengan memberikan kesempatan kepada umat agama lain untuk beribadah sesuai keyakinan dan tata caranya masing – masing.
    Toleransi beragama di dalam pai dapat diartikan sebagai sikap saling menghargai dan menghormati terhadap umat yang berbeda agama dengan cara tidak ikut campur tangan dengan umat yang berbeda agama. Hal ini dapat kita lihat di dalam firman allah yang terdapat di dalan surat al-kafirun yang artinya “bagimu agama-mu dan bagiku agama-ku.
    Kita ketahui saat ini baik di indonesia maupun di belahan dunia lainnya sedang marak- maraknya terjadi konflik yang disebabkan oleh perbedaan agama oleh karena itu Dari kedua pengertian toleransi beragama di atas jika dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maka tidak akan terjadi lagi konflik yang kemudian meluas menjadi perang.

    Wassalam..

  26. freecomnet berkata:

    gilang ramadhan
    4115083282

    assalamualaikum wr wb.

    menurut saya, pkn dan jai itu punya korelasi yang erat. dimana dalam pkn itu sendiri dituangkan mengenai hal keagamaan. pkn tersebut memperjelas materi keagamaan dalam ruang lingkup kehidupan bernegara. dimana agama adalah tuntunan manusia untuk hidup lebih baik dibawah bimbingan allah swt.

    banyak ayat yang merujuk pada kehidupan bernegara dan berbangsa dalam masyarakat seperti adanaya ayat yang menyuruh tiap umat manusia yang berbeda agama untuk saling menjaga kedamaian dan persaudaraan di masyarakat.

    jadi, agama dan pkn itu saling mengisi satu sama lain demi
    terciptanya kehidupan yang baik untuk umat manusia.

  27. Ferdi Saputra berkata:

    Ferdi Saputra
    4115082065

    ass..

    Korelasi antara PKN dengan PAI

    Tentu saja PKN dengan PAI sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan mempunyai korelasi. Dalam PKN diajarkan Moral dan cara hidup dalam bermasyarakat juga dalam PAI diajarkan hal-hal tersebut. Moral yang diajarkan dalam PKN ini tentu saja didukung dan ditunjang dari PAI, jika kita dalam segala kegiatan mengatasnamakan ALLAH seperti yang diajarkan dalam PAI, maka otomatis tentu saja moral kita sebagai makhluk bermoral akan terlatih untuk menjadi manusia yang bermoral baik dimata manusia dan juga Allah.
    Dan di dalam hubungan dalam masyarakat atau interaksi sosial kita dengan manusia lainnya diajarkan dalam PKN, dan juga di dalam PAI juga diajarkan bersosialisasi dan berinteraksi bukan hanya manusia dengan manusia, bahkan manusia dengan ALLAH SWT. Seperti yang diajarkan dalam PAI yang berasal dari Al-Quran dan Hadist, mengatakan bahwa Sosialisai dan Interaksi itu sangat penting, karena kita makhluk yang tidak bisa hidup sendiri dan saling mempengaruhi, juga membutuhkan. Karena Allah menciptakan Makhluknya untuk saling berinteraksi dan tolong menolong untuk mendapatkan ridho dari ALLAH. Juga di jelaskan dalam PKN bagaimana cara bersosialisasi yang baik dengan sesama, dan cara menempatkan diri kita dalam bermasyarakat dan b ernegara, yang ajarannya banyak didapat dari PAI. bukan hanya manusia dengan manusia saling mempengaruhi, Begitupun dengan segala Alam juga Ilmu-ilmu itu saling mempengaruhi. Juga dalam PKN dan PAI saling berkorelasi. Demikian

  28. Selvi Selvia berkata:

    Selvi Selvia
    4115082077
    PKN REG’08

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    di dalam PKN istilah Negara Demokrasi sudah tidak asing lagi. istilah ini berkaitan erat dengan pendidikan agama islam yang ada di Indonesia.
    Ide formalisasi syari’at Islam dalam tatanan kenegaraan di Indonesia kembali bergaung di tengah masyarakat. Di satu sisi, hal ini dapat dipahami sebagai reaksi atas ketidakpuasan masyarakat terhadap lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Katakanlah, untuk memberantas media-media porno, prostitusi, judi, narkoba, dan sumber penyakit masyarakat lainnya, aparat penegak hukum dinilai kurang “menggigit”. Apalagi untuk menghukum para koruptor triliunan rupiah, butuh waktu bertahun-tahun hanya untuk mengumpulkan berkas-berkasnya. Akibatnya, syari’at Islam yang dikenal tegas : nyawa dibalas nyawa, pencuri dipotong tangannya, dst. menjadi alternatif yang menarik (dan “instan”) untuk membenahi kinerja penegakan hukum di Indonesia.
    Ketika “Islam” dipakai sebagai dasar hukum atau negara, maka dalam pikiran ideal kita, seluruh aktivitas kita sehari-hari akan diatur oleh peraturan-peraturan Allah, sehingga terwujudlah masyarakat yang diridhoi Allah. Namun kenyataannya, realitas yang terjadi di negara-negara Islam saat ini tidaklah seideal dan sesederhana itu.
    salah satu contoh di jaman sekarang banyak sekali ditemukan persoalan-persoalan baru yang tidak secara eksplisit terdapat di Al-Qur’an dan As-Sunnah, ataupun penjelasan fiqih klasik dari para ulama. Ambil contoh peraturan tentang lalu lintas, tata kota, ekspor-impor, cyberlaw, penyiaran, pers, dsb. Akhirnya, sebagian besar peraturan perundangan di negara Islam adalah hasil karya manusia, bukan firman/perintah langsung dari Allah, maupun contoh dari Rasulullah. Ajaran atau syari’at Islam hanya sebatas mengilhami atau menjaga agar tidak terjadi penyimpangan dari nilai-nilai pokok ke-Islam-an. Bahkan di Arab Saudi sendiri, hukum internasionalnya, hukum dagang dan perbankannya tidak ada yang merujuk pada Islam, alias mengadopsi dari Barat. Terlihat bahwa yang paling penting bukanlah formalitasnya, melainkan nilai-nilai Islam didudukkan sebagai ilham bagi tiap individu dalam melaksanakan ijtihad untuk membuat keputusan, peraturan, atau kebijakan tertentu.
    dengan demikian sudah cukup terlihat jelas bagaimana korelasi agama ialam dengan pendidikan kewarganegaraan, baik dilihat dari segi hukum ataupun yang lainnya.

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

  29. Ramadhoni berkata:

    Ramadhoni
    4115080222
    P. KN reg 2008
    Assalamualaikum wr. wb

    Salam Perjuangan!!!!
    Hidup Mahasiswa…….

    Membicarakan P. KN dan PAI maka tidak akan terlepas dari sebuah kata “nilai”. Maksud dari nilai disini bukan makna secara harfiah yaitu nilai kognitif, akan tetapi nilan disini mengandung makna sebuah nilai-nilai kehidupan yang harus dimiliki oleh manusia.

    Di P. KN itu sendiri kita diajarkan untuk menjadi seorang yang harus dapat hidup dengan banyak manusia yang karakternya berbeda-beda. Kita dituntut untuk menghargai kepentingan orang meskipun kita memiliki ego yang cukup besar. Itu diwujudkan dengan terbentuknya suatu hukum akibat dari gejala sosial. Hukum disini bertujuan untuk melindungi kepentingan masyarakat. Dan juga isi dari hukum tersebut adalah kebanyakan dipertimbangkan dari unsur agama. Karena hukum tanpa ada unsur agama bisa dijadikan alat untuk melakukan kesewenang-wenangan.

    Kemudian juga di dalam P. KN ada suatu pembahasan yang menyentuh materi agama. Yaitu sebuah teori mengenai kedaulatan Tuhan, Dimana kekuasaan tertinggi ada di tangan Allah SWT. Meskipun teori ini sudah menjadi sebuah teori yang telah lama tergantikan oleh teori baru, yakni teori kedaulatan rakyat. Akan tetapi kodrat dari teori ini tidak bergeser sama sekali. Bahkan di Al-Quran pun telah dijelaskan bahwa kekuasaan tertinggi hanya ada pada Allah SWT semata. Intinya P. KN itu tidak lain tidak bukan banyak bersumber dari PAI.

    Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya saya minta maaf. Atas Perhatianya saya mengucapkan terima kasih.

    Hidup Mahasiswa…..

    Wassalamualaikum Wr. Wb

  30. resa novadita berkata:

    RESA NOVADITA
    4115083289
    PKN REG’08

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    PAI dan Pkn memiliki hubungan yang saling berkaitan. Keduanya adalah sama-sama dalam bidang pendidikan,dimana memiliki tujuan yang sama yaitu mencerdaskan warganegaranya dengan pengetahuan baik secara konteks agama dan konteks kewarganegaraannya.

    Sudah diketahui diatas,bahwa lulusan dari Pkn adalah seorang pengajar atau sering kita kenal dengan sebutan GURU. Seorang pengajar harus memiliki intelektual tentang agama karena kembali pada dasarnya agama adalah suatu sumber dimana kita mencerminkan tingkah laku kita yang tentunya kita juga menguasai keahlian kita dalam bidang pendidikan kewarganegaraan. Seperti pepatah mengataan GURU itu adalah digugu lan ditiru, masudnya adalah guru itu dijadian contoh atau tauladan bagi anak muridnya dan orang lain. Hal tersebut tidak lepas dari pendidikan agama kita ketika dahulu masih mengenyam pendidikan dimasa sekolah dan kuliah, dan dimana kita harus mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selaku Pengajar kita memiliki moral dimana kita harus bertanggungjawab atas tugas kita untuk menyebarkan ilmu yang kita miliki kepada peserta didik. Sering kita dengar bahwa, setiap ilmu yang ita berikan tak akan habis bahkan sebaliknya ilmu kita akan semakin bertambah. maka butuh keikhlasan hati yang tulus dan meluruskan niat kita karena Allah.

    Kesimpulannya,kelak kemudian hari jika kita menjadi seorang pengajar tak terlepas dari nilai-nilai agama yang kita pelajari ketika kita masih mengenyam pendidikan. Seperti nilai ketika kita menjadi warga negara yang bermoral dan bertanggungjawab. Itulah hubungan pendidikan agama islam yang kita dapatkan selama ini dengan pendidikan kewarganegaraan.

    terimakasih,

    wassalam,,

  31. ANGWAR SADAT 4115082070 berkata:

    assalamualaikum,

    Membicarakan korelasi antara PKN dan PAI mencakup banyak hal.sebagai contohnya adalah dimana dalam UUD 45 dijelaskan tentang bagaimana negara indonesia ini warganya harus menganut suatu agama dimana mayoritas agama yang dianut oleh rakyat Indonesia adalah agama islam.

    contoh lainya adalah dalam PKN dan juga PAI adalah tentang kasih sayang.Dimana dalam islam disebutkan cara untuk menyebarkan kasih sayang adalah dengan jalan silaturohmi.Salah satu ajaran Islam yang sarat dengan nilai universal adalah ajaran tentang sulaturahmi. Pada dasarnya keberadaan manusia di muka bumi ini adalah selalu membutuhkan orang lain. Tidak ada satu orang pun di muka bumi ini yang dapat hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. Keberadaan manusia sebagai bagian dari unsur lingkungan hidup sangat dipengaruhi atau juga mempengaruhi unsur lingkungan hidup yang lain.

    Intensitas dan kualitas hubungan relasi manusia dengan setiap orang bahkan setiap makhluk hidup yang ada di lingkungan sekitarnya sangat berpengaruh pada keutuhan manusia. Islam mewadahi prinsip hubungan relasi antar makhluk hidup ini dalam sebuah kata yang dinamakan silaturahmi. Salah satu Hadits yang membahas tentang silaturahmi adalah sebagai berikut:

    Dari Aisyah ra, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Rahim itu tergantung di langit. Dia berkata: Siapa yang menemuiku maka dia pasti ditemui Allah dan siapa yang memutuskanku maka dia pasti diputuskan oleh Allah.” (HR Muslim).

    Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar supaya kita dapat “menjumpai” Allah SWT atau kita “dijumpai” oleh Allah SWT, yaitu dengan cara menebar kasih dengan bersilaturahmi kepada sesama manusia. Hal ini dinyatakan dalam Hadits Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

    Dari Abdillah bin Umar, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang yang memberikan cinta kasih itu diberi rahmat oleh Allah SWT, maka tebarkanlah cinta kasih kepada orang yang ada di muka bumi dan Allah SWT akan memberikan rahmat kepadamu.” (HR at-Turmudzi).

    Kita diajarkan untuk rajin menyambung komunikasi, membagi simpati dan menebarkan empati kepada berbagai kalangan, berbagai strata sosial ekonomi, terutama kepada warga masyarakat yang sedang tidak beruntung, sedang sakit, kekurangan pangan, masyarakat miskin dan sebagainya. Setiap orang dari berbagai strata dan kelompok masyarakat dipastikan memiliki persoalannya sendiri-sendiri karenanya masing-masing perlu disapa secara khusus.Demikian juga dalam PKN pun diajarkan demikian.
    wasalamualaikum,

  32. M. Taher Noviandi berkata:

    M. Taher Noviandi
    4115083276
    PKn. Reg 08

    Assalamua’laikum wr.wb

    komentar saya tentang hubungan timbal balik antara ilmu kewarganegaraan dengan ilmu agama islam yaitu transfermasi ilmu, dan yang pasti pengalaman atau apa saja keuntungan yang kita dapat dari mempelajari dua ilmu tersebut.

    kita dapat saling berbagi ilmu dengan hal tersebut bila kita menjaga hubungan baik. mahasiswa jurusan PKn hanya bisa mengetahui sedikit banyaknya tentang agama dan saya yakin begitu pula yang terjadi pada mahasiswa PAI hanya tahu sedikit bayaknya tentang politik tetapi bila kita bisa berhubungan baik kita dapat berbagi soal itu dengan adanya interaksi yang mendukung, dengan adanya hubungan itu kita bisa saling menjelaskan atau memberikan informasi,berita,dan yang pasti pengetahuan. karena antara ilmu politik dengan agama ada sesuatu keterkaitan yang bisa jadi timbal balik. politik mempelajari tentang nilai, moral, hukum, masyarakat, dan lain – laindan semua cabang ilmu itu berasal dan bersumber pula dari Al – Qur’an dari contoh ini kita bisa mengetahui pentingnya hubungan tersebut.

    kita dapat saling berbagi pengalaman. yang saya maksud yaitu pengalaman apa saja yang kita dapatkan dari mempelajari dari jurusan kita masing – masing dan apa pengaruhnya pada kepribadian kita sehari – hari dan masyarakat luas karena ilmu yang kita usung adalah ilmu yang erat kaitannya dengan masyarakat banyak bila kita bisa menyeimbangkan ilmu yang kita pelajari dengan pedoman agama islam maka pasti akan menjadi selaras dan seimbang. karena berkacimpung kedunia politik juga bisa membawa kita kepada hal – hal yang berbau dunia yang hanya mementingkan nafsu semata dan lupa akan tujuan semula.

    oleh karena itu menurut saya hubungan timbal balik yang positif atau kolerasi antar kedua ilmu tersebut dapat berpengaruh satu sama lainnya kepada hal – hal yang baik pula tentunya bila kita bisa saling memahami dan memiliki sifat tenggang rasa yang dalam.

    dan saya rasa hubungan itu penting adanya kerena sifatnya yang saling mendukung dalam segala hal.

  33. Indrayani berkata:

    Indrayani
    4115082061
    PKN REG’08

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    menurut saya korelasi antara PKN dengan Agama Islam
    mempunyai korelasi yang sangat kuat dan bersifat positif. institusi pendidikan diyakini sebagai tempat terbaik untuk menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai dalam kehidupan. PKN dan Agama Islam ini merupakan mata pelajaran penting yang sangat berpengaruh dalam pembinaan akhlak dan moral yang baik.
    PKN dan Agama Islam sama-sama mengajarkan kebaikan dan mengajarkan kepatuhan terhadap aturan-aturan yang berlaku baik aturan yang datang dari Allah SWT, Rosul-Nya maupun pemerintah yang sedang berkuasa. dapat kita contohkan PKN merupakan sebuah pendidikan yang mengacu pada pancasila, yang di dalamnya membahas tentang warga negara. dalam sila pertama dituliskan bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa, hal tersebut merupakan faktor yang amat penting sebagai kita bangsa Indonesia yang mayoritas beragama islam. dengan bekal pendidikan akhlak yang baik bagi anak-anak bangsa diharapkan dapat melahirkan anak-anak bangsa yang berkepribadian luhur dan taat beragama, sehingga diharapkan dapat memudahkan pembangunan indonesia menjadi lebih maju.
    PKN dan Agama Islam sama-sama mengajarkan ketaatan terhadfap adanya peraturan. agama sebagai konsep ideal, sedangkan PKN merupakan sarana untuk menyampaikan pesan-pesan yang terdapat dalam agama agar cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia.
    dengan adanya PKN dan agama islam ini yang berdiri dibawah naungan pendidikan. diharapakan dapat membantu dalam pembentukan anak-anak bangsa yang mempunyai kepribadian yang baik, taat beragama dan menjadi warga negara yang taat terhadap peraturan yang berlaku di Indonesia.

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

  34. HARRYANI YULIA berkata:

    nama : Harryani Yulia R’
    no.reg : 4115082038

    Assalammualaikum Wr.Wb.
    Ibu Sari Narulita tercinta Saya akan paparkan mengenai hubungan pendidikan kewarganegaraan dan agama islam pendidikan kewarganegaraan sangat berkaitan dengan agama islam begitu pula sebaliknya.Islam sebagai salah satu pengaruh dalam pembentukan karakter negara dan masyarakat Indonesia pasca-kolonial. Sejak formulasi Pancasila sebagai dasar ideologis negara, perspektif dan ajaran Islam telah mempengaruhi perilaku politik dan nilai-nilai sosial masyarakat. Islam dilihat sebagai sistem-nilai yang lengkap, yang seharusnya diterapkan sebagai alternatif untuk sistem (kewarganegaraan) yang ada.menerapkan Pendekatan Kultural dalam proses penyebaran nilai-nilai Islam melalui modernitas dan pencerahan dalam komunitas Islam (umat). Landasan pendekatan ini adalah rasionalitas dan kontekstualitas pengajaran Islam melintas waktu dan ruang. Modernitas harus dilaksanakan dengan bernapaskan Islam, tetapi pendekatan yang kaku dalam penerapan standar-standar Islam perlu ditolak. Dengan pendekatan kultural ini menarik simpati mereka yang suka dengan kehidupan modern yang bernapaskan nilai-nilai Islam, terutama kalangan menengah dan menengah ke atas kaum Muslim. Sehubungan dengan perspektif persaudaraan Islam, kita melihat bahwa Undang-Undang Dasar 1945 menunjukkan Indonesia adalah negara-bangsa modern, yang mengakomodir keanekaragaman kultural yang condong kepada semangat kekeluargaan daripada individualisme dan liberalisme Barat modern. Banyak sarjana dan pemimpin Muslim Indonesia tampaknya setuju dengan Nurcholish Madjid yang menegaskan bahwa ‘Kami sepenuhnya berpendapat bahwa modernisasi ialah rasionalisasi yang ditopang oleh domensi-dimensi moral, dengan berpijak pada prinsip iman kepada Tuhan Yang Maha Esa’ (Madjid 1987:187).
    Dalam masyarakat madani atau masyarakat beradab memberikan tempat kepada mereka yang bukan Islam tetapi yang hidupnya ‘tertib’. Ketika ihwal masyarakat madani diperdebatkan, umumnya dipahami sebagai sebuah utopia, masyarakat yang diidealkan yang bebas dari intervensi negara, dan diharapkan dapat membawa keadilan kepada masyarakat Indonesia secara umum. Civil society diperlukan agar demokrasi dapat berhasil karena ia mempromosikan asosiasi volunter (voluntary association), toletansi, kesetaraan, keterbukaan dan hak-hak asasi manusia.
    Maka agama dan civil society (kewarga negaraan) berkolerasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara baik dunia maupun akhirat.
    Sekian penuturan saya mengenai kolerasi civil society (kewarga negaraan) dan religion (agama).

    Wassalammualaikum Wr. Wb.

    sakura_cutezzz18@yahoo.com

  35. Khoiriah Safitri berkata:

    Hubungan Ilmu PKN dengan Ilmu Agama

    Antara ilmu yang satu dengan yang lain pasti terdapat suatu keterkaitan atau saling berhubungan. Seperti halnya dalam ilmu Agama yang mengajarkan umatnya untuk menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya, dengan adanya ilmu agama dapat membentuk akhlak dari manusia sebagai warga negara. Jadi untuk dapat menjadi warga negara yang baik harus diimbangi dengan ilmu agama. Karena PKN menuntut warga negara untuk menjalankan aturan-aturan yang positif dan menjauhi hal-hal yang negatif.
    PKN dan Agama Islam sama-sama mengajarkan kebaikan dan mengajarkan kepatuhan terhadap aturan-aturan yang berlaku baik aturan yang datang dari Allah SWT, Rosul-Nya maupun pemerintah yang mempunyai aturan-aturan yang harus kita patuhi dalan berwarganegara. Dapat kita contohkan PKN merupakan sebuah pendidikan yang mengacu pada pancasila serta pasal-pasal, yang di dalamnya membahas tentang hubungan warga negara dengan agama.
    Untuk Indonesia, semua warga negara harus bertuhan karena dasar negara Indonesia adalah Pancasila yang sila pertamanya adalah Ketuhanan YME. Jadi tidak boleh orang Indonesia tidak bertuhan. Implementasi bertuhan itu adalah beragama. Agama apa saja, Tidak ada ketentuan bahwa orang Indonesia harus beragama tertentu

    Khoiriah Safitri
    4115082055
    PKN REG 2008

  36. Nurul Anisa berkata:

    nama: Nurul anisa
    no.reg: 4115082046

    assalamualaikum…..
    menurut saya, sangat berhubungan, saling tergantung satu sama lainnya dan penting banget diajarkan kalau perlu dari TK. karena kalo engga nanti bisa jadi penganut paham komunis walau pd prakteknya tdk semuanya berjalan sesuai dgn teori agama atau pun ajaran yang selama ini di terima semasa SD, tp yg namanya nilai-nilai dan etika kan penting buat kt agar kt tau mana yg adil, yg baik & tdk. dan pada dasarnya ada dipelajaran YAI dan Pkn..
    seperti pada sila pertama kan KETUHANAN YANG MAHA ESA.
    pancasila kan pokok dari pelajaran Pkn dan isi dari pelajaran Pkn itu didasari pada ajaran agama, seperti sila pertama kita.
    contohnya mengajarkan tentang norma dan nilai.
    seperti menjalani kehidupan sehari-hari nilai” / norma” itu apa tdk & sejauh mana ia mengenal ajaran” agamanya itu serta mempraktekkannya di dlm kehidupan sehari”.

    wasalam….

  37. Dwi hikmawati berkata:

    DWI HIKMAWATI
    4115082049
    PKN Reg
    Asslamualaikum Wr Wb,
    Menurut saya antara PKN dan agama mempunyai kolerasi yang sangat baik dan positif,saya ambil contoh dari kebebasan beragama.Dalam hidup bermasyarakat manusia di mana masing-masing memiliki kewajiban dan hak yang sama serta kepentingan yang saling berkaitan, maka di perlukan tata tertib atau aturan yang berfungsi untuk menjamin agar hak-hak tersebut dapat terlaksana dan terwujud sehingga setiap orang dapat melakukan perbuataan dengan tertib tanpa menggangu ke pentingan pihak lain dalam mencapai tujuan.
    Dalam kebebasan beragama dapat memeluk agama sesuai dengan hati nurani serta menjalankan ajaran agamanya tanpa ada paksaan,ancaman,dan gangguan pihak lain baik hubungan dengan tuhan maupun hubungan dengan sesama manusia dan alam sekitar.Berkaitan dengan kebebasan agama perlu di pahami dan di patuhi bersama-sama aturan hukum yang menjamin kebebasan dan kerukunan beragama diantaranya:
    1. Pancasila sila pertama
    2. Pembukaan UUD 45 alenia III
    3. Poko pikiran IV pembukaan UUD 45
    4. Pasal 29 UUD 45 ayat 1 dan 2
    5. Ketetapan MPR nomor.IV/MPR/1999 tentang GBHN
    6. Dalam KUHP pasal 156 A dan pasal 175
    7. Keputusan menteri agama RI nomor 70 tahun 1978
    Dengan demikiaa, jaminan umum atas kebebasan beragama menberi kepastian kepada setiap penduduk untuk memilih dan menganut agama sesuai dengan hati nuraninya, serta menjalankan ibadah agamanya dengan baik, aman, dan tenang, sehingga dapat terwujud kedamaian dan kebahagiaan lahir dan batin. Jadi jelas bahwa PKN dan agama saling berkolerasi.

  38. Bachrul Tulus Setiawan berkata:

    Bachrul Tulus S.
    4115083291

    Ass…

    Korelasi P. KN dengan P. AI adalah dari tujuan pengajarannya. P. KN dan P. AI memiliki tujuan yang saling berkesinambungan sama-sama bertujuan mendidik seorang individu yang baik dan beradab. Sebab kebaikab dan keberadaban itu sangat diperlukan untuk terwujudnya sebuah kedamaian. Kebaikan dan keberadaban itu sendiri tidak akan terwuujud apabila seorang individu tidak serius dalam proses pembelajaran P. KN dan P. AI.

    Dalam P. KN kita diajarkan tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, dan bagaimana kita melakukan sosialisasi terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Serta mematuhi aturan-aturan yang diatur leh pemerinta, dan itu semua berkaitan dengan pembelajaran P. AI yang ada di etika islam. Etika islam itu sendiri ialah sebuah tatanan perilaku berdasarkan sesuatu sistem tata nilai suatu masyarakat.Etika islam mengajarkan dan menunutun manusia pada tingkah laku yang baik dan menjauhkan diri dari tingkah laku yang buruk.

    Etika islam juga bersifat universal dan komprehensif dapat diterima dan dijadikan pedoman oleh seluruh umat manusia atau individu di segala waktu dan tempat. Etika islam juga mengatur dan mengarahkan fitrah manusia ke jenjang akhlak yang luhur dan meluruskan perbuatan manusia. Etika islam ini menerapkan bahwa yang menjadi sumber moral, ukuran baik buruknya perbuatan yang didasarkan pada ajaran ALLAH SWT.

    Jadi pembelajaran P. KN dan P. AI sangat berperan sekali dalam terwujudnya seorang individu yang berguna bagi bangsa dan negara. Serta P. KN dan P. AI merupakan pembelajaran yang sama-sama untuk mewujudkan seorang individu yang dominan terhadap negara khususnya “INDONESIA TERCINTA”

    Hidup Mahasiswa!!!

    Hidup Rakyat Indonesia….

    Wassalamualaikum Wr. Wb

  39. Hanifah berkata:

    Nama : Hanifah
    No.reg: 4115083287

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    antara kehidupan duniawi dan ukhrowi sebaiknya dilaksanakan secara seimbang. karena saat seseorang mementingkan akhirat saja, maka ia mekupakan dunianya yang menjadi kunci baginya untuk mendapatkan kebaikan / kenikmatan di akhirat. sebaliknya, saat seseorang lebih mementingkan dunianya, lebih senang kepada hal-hal ke-duniawi-an, maka ia menjadi buta akan apa tujuan hidupnya.
    sehari-hari saya belajar dalam kelas program studi PPKn, yang pelajarannya menyangkut hidup bernegara dan bermasyarakat. hal itu pula sudah lebih dahulu diperhitungkan Islam, dengan adanya aturan bertetangga dan konsep khilafah dalam Islam.
    jika dipertanyakan apa korelasi antara PPKn dengan PAI, maka spontan saya berpikir, dua masa dalam kehidupan manusia. dunia dan akhirat.
    PPKn mengatur kehidupan hablumminannaas yang juga diatur / dipelajari dalam PAI,
    PPKn membahas nilai-nilai yang terkandung dalam kejidupan manusia secara vertikal dan horizontal, tetapi masih dalam konsep yang kedunia-an. yang juga dimana nilai-nilai pendidikan itu, ada dalam PAI, namun dalam konsep yang lebih religius yaitu dalam lingkup Islam.

    seperti itulah kiranya pandangan saya terhadap korelasi antara PPKn dan PAI.
    memang semua aspek kehidupan telah ada aturannya walaupun jika tanpa ada PPKn, akan tetapi, kita hidup di negara yang beragam masyarakatnya, memiliki banyak perbedaan, dalam hal ini tentunya adalah agama yang pastinya menimbulkan pertentangan jika kita tidak meluangkan tempat untuk yang berlainan dengan kita. sehingga saya pikir, PPKn dan PAI saling menyeimbangkan. baik secara kehidupan pada prakteknya, maupun saya, sebagai mahasiswa/pelajar pada pola pikirnya.
    pada pelajaran PPKn lainnya saya dihadapkan pada kehidupan dunia saya, sedangkan pada PAI saya kembali berhadapan dengan dua masa penting dalam kehidupan saya sebagai manusia.

    wassalamu’alaikum wr. wb

  40. Johan Candra Sasmita berkata:

    Johan Candra Sasmita
    4115082054
    PPKn Reguler 2008

    Assalammualaikum wr. wb.
    Merdeka!

    Korelasi antara PAI dan PKn

    Korelasi berarti hubungan timbal balik atau sebab akibat. Dalam hal ini, saya memilih politik sebagai pendekatan terhadap PKn (Pendidikan Kewarganegaraan). PAI (Pendidikan Agama Islam) dan PKn memang tidak dapat dipisahkan. Sebagai contoh: Pancasila. Pancasila sebagai “philosofische grondslag” (dasar filosofis) bangsa Indonesia—yang terkubur beratus-ratus tahun lamanya di bawah kolonialisme—adalah konsekuensi yang harus diterima Indonesia yang—meminjam perkataan Bambang Noorsena—tidak menjadi negara Islam karena bertentangan dengan realitas kemajemukan bangsa, tetapi juga bukan negara sekuler karena melawan degup hati sanubari rakyat yang sangat religius. Karena itulah termaktub sila “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dalam Pancasila, sila itu diletakkan pada nomor satu.

    Sesungguhnya, dalam menjalankan kehidupan kewarganegaraan, sifat-sifat dan nilai-nilai religiositas sudah ditiupkan oleh Allah swt. ke dalam hati setiap manusia. Lingkungan hanya mampu menciptakan belenggu berupa paradigma, sebagaimana dalam firman Allah swt., “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka” (Q.S. Al Mutaffifīn: 14).

    Jadi, saya ingin PAI dan PKn berjalan seimbang. Namun, bukan dalam pengertian PAI 50% dan PKn 50%. Saya ingin kedua-duanya 100%. Maka, kata yang tepat adalah “sinergi”. Jika PAI dan PKn dapat bersinergi, maka lahirlah yang dinamakan “sinergisme”, yang pengaruhnya lebih besar daripada jumlah total pengaruh masing-masing atau satu per satu. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah swt. Dan adakah pengabdian yang lebih mulia daripada pengabdian kepada Tuhan dan Tanah Air? Dengan sinergisme PAI dan PKn, semoga Allah swt. memberikan kita kebaikan di dunia dan di akhirat, juga dijaga-Nya dari siksa neraka. Amin.

    Demikianlah. Terima kasih.

    Assalammualaikum wr. wb.
    Merdeka!

  41. Novi Nurul Azizah berkata:

    Novi Nurul Azizah
    4115082056

    Assalamualaikum wr.wb
    Saya akan mencoba menjelaskan korelasi PAI dengan PKN..

    Menurut saya PAI dengan PKN memiliki hubungan yang sangat erat, yaitu salin menunjang. PAI mengajarkan secara ilmu agama, sedangkan PKN mengajarkan secara ilmu di dunia. Ada banyak kesamaan materi yang di bahas di dalam ke dua mata kuliah tersebut.
    Saya mengambil contoh materi tentang demokrasi dan Hak Asasi Manusia.
    Demokrasi merupakan istilah umun yang berarti pemerintahan yang berasal dari rakyat dan rakyat merupakan pemegang kedaulatan suatu negara. Pada sila keempat dari pancasila, perwujudan demokrasi di Indonesia berintikan paham kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan harus dijiwai dan diintegrasikan dengan sila-sila lainnya. Demokrasi yang berketuhanan Yang Maha Esa adalah demokrasi yang berintikan musyawarah untuk mencapai mufakat dengan berpangkal pada paham kekeluargaan dan kegotongroyongan.
    Penekanan demokrasi dalam ajaran Islam adalah musyawarah dalam mengambil suatu keputusan atas suatu masalah. Pada saat pelaksanaan musyawarah, pasti akan muncul berbagai pendapat, di mana semua pendapat dilengkapi dan didasari argumentasi atau alasan. Oleh karena itu, hasil keputusan dari musyawarah harus dapat dipertanggungjawabkan karena semua pihak telah menyepakatinya. Apabila terjadi perbedaan pendapat yang tajam dan sulit terpecahkan, hendaknya tidak dilanjutkan dengan berselisih pendapat yang akan menimbulkan perpecahan. Carilah solusi yang baik dengan mempertimbangkan sisi baik dan sisi buruk yang dapat ditimbulkan dari keputusan tersebut.
    Dalam surah Ali Imran Ayat 159, surah Asy Syura Ayat 38, dan surah An Nahl Ayat 125 diberitahukan bahwa segala persoalan, baik yang berkaitan dengan keluarga, masyarakat, organisasi, maupun urusan negara hendaknya di musyawarahkan.
    Dalam bermusyawarah kita dibebaskan menguluarkan pendapat. Secara tidak langsung kita juga melaksanakan salah satu isi deklarasi yang disepakati oleh seluruh negara yaitu hak kebebasan berpendapat. Perlindungan HAM di Indonesia dicantumkan dalam peraturan perundangan yaitu dalam UUD 1945 Bab XA, Tap. MPR No.XVII/MPR/1998, UU No.26 Tahun 2000. Bangsa Indonesia, khususnya kaum muslim mempunyai tugas dan kewajiban untuk membuktikan bahwa kita cinta damai menghormati hak asasi manusia. Ajaran Islam membimbing pemeluknya menjadi umat yang mampu memberikan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia di dunia (tercantum dalam QS Al Baqarah:178, Al A’raf:159, Hud:85, Al Maidah:77, Al Hadid:25, Yusuf:15, As Syura:183, dan An Nisa:92)
    Demikianlah pendapat saya tentang korelasi PAI dan PKN.

    Wassalamualaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s