Dampak Makanan Siap Saji

Oleh Meldri

Makanan siap saji

Makanan siap saji adalah jenis makanan yang dikemas, mudah disajikan, praktis / diolah dengan cara sederhana. Makanan tersebut umumnya diproduksi oleh industri pengolahan pangan dengan teknologi tinggi dan memberikan berbagai zat aditif untuk mengawetkan dan memberikan cita rasa bagi produk tersebut. Makanan siap saji biasanya berupa lauk pauk dalam kemasan mie instant, nugget sebagai makanan untuk sarapan.

Zat Aditif dan Kemasan Makanan

Jenis zat adtif

Menurut Majeed zat aditif dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan tujuan penggunaanya yaitu: agen emulsi yaitu aditif yang berbahan lemak dan air, agen peningkatan nutrisi yaitu berebagai vitamin, agen pengawet yaitu garam nitrat dan nitrit, agen pengembang untuk roti dan bolu dan bahan pewarna.

Disamping bahan-bahan yang telah disebutkan yang penggunaannya, ukuran aturannya

sudah ditentukan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) yang kita patut waspadai adalah adanya pewarna maupun pengawet yang ditambahkan yang penggunaanya bukan untuk makanan seperti borak dan formalin sebagai pengawet.

Kemasan makanan siap saji

Sampai saat ini menurut ketua federasi pengemasan Indonesia Hengky Darmawan di Indonesia system pengemasannya baru 10% sesuai aturan SNI. Pemilihan jenis kemasan harus memperhatikan food grade dan food safety.

Beberapa faktor yang mempengaruhi produsen dalam memilih kemasan adalah tampil menarik, mampu melindungi produk yang dikemas, dan pertimbangan ekonomis. Bahan yang digunakan selama ini berupa plastic atau Styrofoam (pembungkus mie instant dan nugget), PVC (polyvinyl clorida) untuk pembungkus kembang gula, kaleng makanan buah, susu, dan makanan lauk pauk.

Dampak Makanan Siap Saji

Manfaat makanan siap saji

Makan siap saji yang beredar saat ini tercatat 500-600 jenis. Jenis tersebut terdiri dari makanan dan minuman yang diproduksi dalam skala kecil dan besar. Ketersediaan makanan siap saji ini akan memberikan kemudahan pemilihan jenis makanan, kualitas makanan dan praktis.

Bahaya makanan siap saji

WHO dan FAO menyatakan bahwa ancaman potensial dari residu bahan makanan terhadap kesehatan manusia dibagi dalam 3 kategori yaitu: aspek toksikologis, kategori residu bahan makanan yang dapat bersifat racun terhadap organ-organ tubuh, aspek mikrobiologis, mikroba dalam bahan makanan yang dapat menganggu keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan., aspek imunopatologis, keberadaan residu yang dapat menurunkan kekebalan tubuh.

Dampak negative zat aditif terhadap kesehatan secara langsung maupun tidak langsung, dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dampak Negatif zat aditif berlebihan

  1. Sulfit : Menyebabkan sesak nafas, gatal-gatal dan bengkak (Intisari)
  2. Zat Warna : Menimbulkan alergi, menimbulkan kanker hati, Menyebabkan kelenjar tiroid (Arbor)
  3. MSG : Kerusakan otak (Blaylock)
  4. BHT dan BHA: Menyebabkan kelainan kromosom pada orang yang alergi terhadap aspirin (Intisari)
  5. Pemanis : Menyebabkan kanker kantong kemih, Gangguan saraf dan tumor otak (Hartulis)

Disamping bahaya dari zat aditif makanan siap saji diatas. bahaya lain yang dihadapi oleh konsumen adalah efek samping bahan pengemas unsur-unsur bahan pengemas yang berbahaya bagi kesehatan konsumen karena terdapatnya zat plastik berbahaya seperti PVC yang dapat menghambat produksi hormon testosteren.

Upaya meminimalisasi dampak negative

Untuk mengurangi dan meminimalaisasi dampak negative zat aditif makanan dapat diupayakan dengan beberapa cara antara lain :

  1. Secara internal :

Mengurangi konsumsi makanan siap saji, meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan serta mengkonsumsi vitamin. Beberapa vitamin diduga mengandung zat karsinogen adalah vitamin A,C,E banyak terdapat dalam sayur dan buah asam folat terdapat dalam brokoli, bayam dan asparagus: vitamin B3, vitamin D dalam bentuk aktif terdapat pada mentega, susu, kuning telur hati, beras dan ikan

Memberi pengertian pada keluarga tentang bahaya zat aditif, mengawasi, mengontrol pemberian dan penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah.

  1. Secara Eksternal :

Produsen, diperlukan kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap penggunaan zat aditif pada bahan pangan yang diproduksikan, memberikan informasi yang jelas komposisi makanan termasuk zat aditif yang ditambahkan.

Pemerintah, melakukan pengawasan dan menindak tegas produsen yang melanggar aturan yang berlaku. Meneruskan kegiatan program makanan tambahan anak sekolah dengan memanfaatkan sumber makanan lokal.

Non-Pemerintah (LSM), memfasilitasi terbentuknya konsumen, mendorong peran serta masyarakat sebagai pengawas kebijakan public, mengantisipasi kebijakan global yang berdampak pada konsumen, melakukan pengawasan dan bertindak sebagai pembela konsumen.

Kesimpulan :

  1. Perlu adanya kesadaran tekad, dan disiplin yang kuat baik dari individu itu sendiri dengan selalu mengkonsumsi makanan sehat.
  2. Peranan keluarga, terutama ibu yang selalu menyediakan makanan sehat atau makanan tradisional
  3. Peranan produsen untuk selalu jujur dan bertanggung jawab atas produknya dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Peranan pemerintah untuk terus mengawasi dan mengontrol para produsen melalui lembaga-lembaga terkait.

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di Masail Fiqhiyah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s