Komunisme dalam Perspektif Hukum Islam

Oleh Auliyasari Utami

Islam dan Komunisme

Letak perbedaan Islam dan komunis adalah terletak pada konsepsi Ketuhanan dan mekanisme operasinya. Proses sejarah mengemukakan bahwa seolah-olah pengaruh Ibnu Khaldun terhadap Karl Marx dengan teori Marxismenya. Sekilas kita juga pernah mendengar faham Machiavelli yakni faham yang menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan. Komunisme itu bertentangan oleh fitrah manusia, dan secara hakiki manusia tidak akan menerima ideologi yang totaliter dan sentralis (bathil) itu

Bahaya Laten Komunis di zaman Kontemporer

Bahaya Laten Komunis di zaman kontemporer dirasakan lebih berbahaya, karena jika dahulu bahayanya dalam bentuk partai, jika saat ini adalah dengan ‘cara berpikir’. Untuk dapat melihat bahaya laten Komunisme, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, yaitu:

a.      Aspek Politik Formal

Pada aspek ini komunis untuk masa yang panjang sudah tidak memiliki tempat lagi di Indonesia, karena citra komunis yang berdarah yang kita kenal dengan G 30S PKI. Di samping itu intensifnya usaha pemerintah dan unsur-unsur politik lainnya untuk membendung kemungkinan munculnya PKI dalam segala bentuk dan manifiestasinya.

b.     Aspek Sosial

Pada aspek ini, permasalahanya tidak semudah tadi, haruslah diingat strategi sosial komunis. Terlepas dari landasan filsafatnya yang bersifat atheistis strategi sosialnya juga meliputi keadaan sosial, anti eksploitasi dsb. Hal ini bagaimanapun juga tetap attractive bagi orang-orang kecil dan bagi orang yang merasa tidak mendapatkan keadilan sosial. Oleh sebab itu komunis dalam pengertian partai politik formal tidak merupakan bahaya laten lagi, tetapi kecenderungan berfikir dan berperilaku komunis selama masyarakat belum mampu menterjemahkan keadilan sosial pada suatu konsep matang. Kelemahan inilah yang menyebabkan mudahnya strategi sosial komunis berubag menjadi ideologi komunis yang mengendap dalam pola pikir dan perilaku masyarakat.

Hakikat Haram Komunisme

Tentang terdapatnya perbedaan antara Islam dan Komunisme tentu tak akan ada yang menyangkal. Islam mempermasalahkan kehidupan di dunia dan akhirat, sedang Komunisme hanya mempermasalahkan masalah kehidupan manusia di dunia, bagaimana supaya tegak keadilan. Masalah akhirat, tidak dipermasalahkan komunisme. Masalah akhirat, adalah masalah pribadi, masalah hubungannya dengan yang menciptakannya. 

      Ini sesuai dengan surat Al Kahfi 29, yang mengatakan:

 

 

 

Kebenaran datang dari Tuhanmu. Barangsiapa yang mau (beriman) berimanlah, dan barangsiapa yang mau (kufur) kufurlah. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang yang zhalim itu neraka yang gejolaknya mengepung mereka.

      Dalam surat Yunus 99 dan 100 dipertegas: Jika Tuhan menghendaki, niscaya beriman seluruh orang di muka bumi ini. Adakah engkau memaksa manusia supaya mereka beriman? Tiadalah seorang beriman, melainkan dengan izin Allah. Dan Allah menimpakan kemurkaan pada orang yang tidak mempergunakan akalnya.’ Sedang dalam surat Al Baqarah 256 dikatakan: tidak ada paksaan dalam agama. 

      Setelah melihat beberapa dalil tersebut di atas, maka jelaslah bagi kita bahwa komunisme haram hukumnya. Karena ia lebih mementingkan kehendak pribadi demi kepentingannya semata tanpa menghiraukan nasib orang lain, dan dapat dikatakan sebagai kaum yang zhalim.

Apa salahnya Komunisme?

      Dibalik segala perbedaan, ada beberapa infiltrasi melalui istilah yang digunakan komunisme, hingga dirasakan adanya kesamaan antara Islam dan Komunisme. Memang istilahnya tentu tidak sama. Misalnya komunisme menyebut yang diperanginya “kapitalisme”, Islam memakai istilah ‘mengutuk orang-orang yang menumpuk harta”; komunisme memakai istilah “sosialisme” yang hendak ditegakkan, Islam mengatakan ‘menjadikan kaum tertindas menjadi pemimpin di bumi dan mewarisi bumi”. Komunisme menyatakan tujuan tujuannya yang terakhir terbentuknya “masyarakat komunis”, “masyarakat tanpa kelas”, Islam memakai “masyarakat Tauhidi”. Komunisme memakai istilah “perjuangan kelas”, Islam memakai istilah “usaha kaum”. “Usaha” itu adalah “perjuangan” “kaum”, itu adalah “golongan” atau “kelas”. 

      Dengan mengemukakan beberapa sedikit kemiripan istilah, maka beberapa ulama membolehkan Komunisme dalam bernegara, hanya jika komunisme sekilas lebih ekstrim dan keras karena itu merupakan pengaruh dari barat. Mohammad Sobary melalui tulisannya “Merombak Primordialisme dalam agama “mengartikan surat Ar Ra’du ayat 11 sbb: di dalam Islam aturan sudah jelas bahwa untuk urusan dunia, Tuhan sudah melimpahkan sepenuhnya pada kita. Kita diberi Tuhan hak mengatur sepenuh kehidupan kita. Kita memiliki otonomi penuh. Dan ini tidak boleh dikembalikan kepada Tuhan”.

Penutup

 

Dari pembahasan di atas dapatlah kita tarik sebuah kesimpulan bahwa komunisme adalah hal yang tidak lazim atau haram berdasarkan ayat yang telah disebutkan serta melirik dari berbagai tindakan infiltrasi dan bahaya laten yang mengintai.

Mengenai Islam adalah paham komunis dan ketuhanan dirasakan kurang tepat. Karena Islam bersumber dari Allah yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah (Qur’an & Hadits) sedangkan komunisme hanyalah bersumber pada akal semata.

Konsep dasar untuk menghadapi paham dan gerakan komunis dalam segala bentuk manifestasinya adalah mengcounter komunis sebagai paham, sedangkan ideologi dengan Islam hanya sebagai diniyah yang totalitas dan universiil. Secara politis tidak memberikan hak hidupnya di Negara kita, secara fisik perlu ditingkatkan terus pengawasan dan pembinaan kepada orang-orang yang berindikasi komunis.

Sebagai umat Islam, hendaknya kita harus bangkit dengan menggali data-data ilmiah berdasarkan pada inspirasi kepada Al-Qur’an. Dalam menghadapi pengaruh komunis dalam hal bernegara, maka diperlukan penyajian aspirasi Al-Qur’an dengan segala seginya, sesuai dengan QS. AnNahl: 89 “ Dan ingatlah ketika hari Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas diri mereka sendiri dan kami datangkan Kamu (Muhammad) untuk menjadi saksi atas sleuruh umat manusia. Dan Kami turunkan padamu AlKitab(AlQur’an)untuk menjelaskan untuk menjelaskan sesuatu dan petunjuk bagi orang-orang yang berserah diri.

          Selain itu hendaknya sebagai umat yang mengaku muslim kita mengamalkan ajarannya secara kaffah agar tidak dinilai bahwa Islam agama yang sempit dan eksklusif. Sekian

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di Masail Fiqhiyah. Tandai permalink.

11 Balasan ke Komunisme dalam Perspektif Hukum Islam

  1. sofwan.kalipaksi berkata:

    Islam dan Komunis memang dekat. Yang membuat ia terkesan jauh adalah konotasi komunisme yang atheis.

    Baca juga ISlam Komunis di sini:
    http://kalipaksi.com/2009/10/01/islam-komunis/

    sebuah pengalaman pribadi.

  2. Errival Hartom berkata:

    Tulisan yang menarik bisa anda kirim satu tulisan dia atas untuk saya

    untuk sama-sama menambah wawasan bersama atas dunia islam dan ideologi dunia

    thanx

  3. cottonmouth berkata:

    pernyataan anda pada bagian ‘Hakikat Haram Komunisme’ terlihat janggal. Anda mengatakan : “Komunisme hanya mempermasalahkan masalah kehidupan manusia di dunia, bagaimana supaya tegak keadilan. Masalah akhirat, tidak dipermasalahkan komunisme. Masalah akhirat, adalah masalah pribadi, masalah hubungannya dengan yang menciptakannya.”

    lalu dalil yang anda gunakan untuk MEMGHARAMKAN komunisme berbunyi: “Kebenaran datang dari Tuhanmu. Barangsiapa yang mau (beriman) berimanlah, dan barangsiapa yang mau (kufur) kufurlah. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang yang zhalim itu neraka yang gejolaknya mengepung mereka.”

    coba baca lagi dan pahami baik-baik, bukankah ayat diatas malah senada dgn paham Komunisme yg anda sampaikan diatas? Anda mengatakan komunisme tidak MENGURUSI urusan agama seseorang karena itu urusan masing-masing, dan Al Kahfi 29 mengandung makna: Manusia diberikan pilihan dalam hidupnya dalam beragama karena itu urusan mereka masing-masing, jadi sebagai umat islam kita juga DILARANG oleh Allah untuk menghakimi (mengurusi) seseorang atas dasar keyakinannya, karena kembali lagi kepada ayat diatas, ‘KEBENARAN DATANG DARI TUHANMU’.dalam hal keyakinan ini, hanya Allah yg berhak mengadili seseorang berdosa atau tidak.

    Kenapa komunis tidak mengrusi masalah akhirat? Tentu saja karena komunis itu keyakinan POLITIK bukan AGAMA. Dalam tulisan anda diatas, anda terlihat sangat miskonsepsi dan mengidentikan Komunis = Atheis dalam pernyataan anda: “Landasan filsafatnya yang bersifat atheistis”

    Seorang Komunis belum tentu atheis dan seorang atheis belum tentu komunis. Saya tegaskan sekali lagi, komunis itu keyakinan POLITIK bukan AGAMA. Karena politik tentu saja komunisme itu lebih cenderung bersifat duniawi, tentunya urusan beragama diserahkan pada masing-masing individu.

    Juga pernyataan anda:
    “Ia (Komunis) lebih mementingkan kehendak pribadi demi kepentingannya semata tanpa menghiraukan nasib orang lain, dan dapat dikatakan sebagai kaum yang zhalim.”

    Sungguh merupakan kesalahpahaman. Justru Komunis mementingkan kepentingan bersama untuk menciptakan kesetaraan derajat bagi setiap orang tanpa melihat kelas sosialnya.

    Namun harus saya akui, komunisme memang (dilihat dari segi keadaan negara berpaham komunis) menjurus dan terkesan ke arah totaliter, dan itu merupakan kelemahannya. Kembali lagi, karena paham komunisme merupakan hasil pemikiran manusia, tentu saja ada cacatnya. Kesempurnaan hanya milik Tuhan.

    Tapi diatas semuanya, sampai sekarang saya masih belum melihat pertentangan berarti komunisme dengan segi ajaran islam apalagi sampai dicap haram, karena Islam sendiri memandang seluruh manusia itu setara tanpa melihat materilnya, dan menginginkan kesejahteraan bagi seluruh manusia.Bukankah Islam juga menginginkan ‘tegaknya keadilan di muka bumi’ sebagaimana yg anda katakan tentang komunisme?

  4. widyakhuzaimah berkata:

    sangat di butuhkaN

  5. roin akbar berkata:

    Gampang buat men judge komunisme tanpa mempelajarinya terlebih dahulu
    apa yang anda tulis banyak cacatnya !!
    tolong pahami komunis sebelum men judgenya
    Saya seorang komunis dan saya Islam
    Layaknya Tan Malaka dan Haji Misbach

  6. X jack berkata:

    Kepada Yth : Penulis lain waktu pelajari dulu filosofis dari masing-masing kata yang anda susun..jangan menilai sesuatu dari “katanya”…saya muslim tapi saya mengikuti indahnya konsep hidup komunis…dan Penulis, komunis bukan atheis bahkan klo perlu dibahas keduanya lain wilayah..sekali lagi mohon dicermati sebelum membuat rancuh pengertian dari masing-masing. terima kasih.

  7. Heru Cipinang berkata:

    kepada penulis : anda harus bnyak belajar lagi…jngan hanya bisa brpendapat dari 1 sisi pemikiran.
    sang proklamator skaligus bpk presiden prtama NKRI yaitu bpk ir.soekarno adalah s’orang komunis dan dia juga s’orang pemeluk agama islam lantas di mana masalah komunisme dan agama???
    ingat bung…komunisme itu adalah ideologi dan jika kamu berbicara menyangkut agama/kepercayaan itu theologi namanya.
    saya juga komunis dan saya s’orang pemeluk agama islam.
    ideologi komunisme itu adalah edeologi yang hablumminannas bung.

  8. Lantang Ndeso berkata:

    coba cari dan baca H. Misbach lalu pemberontakkan rakyat Banten serta pemberontakkan 1926. baca juga yang namanya Henk Snevliet, Semaoen, Tan Malaka, Darsono, Aidit, Musso dan nyoto. setelah itu baru anda bisa justifikasi.

    satu lagi mengenai bahasa dalam tulisan anda yang saya lihat menggunakan bahasa spekulatif, tanpa dasar alias tidak argumentatif…

    untuk lebih gampangnya, kunjungi laman ini http://historia.id/agama/saat-islam-dan-komunis-harmonis

    SELAMAT MEMBACA…

  9. rainbowmountain berkata:

    Saya setuju dengan pernyataan @cottonmouth di atas. Dalilnya sangat kontradik dengan hujah yang diberikan.

  10. Thariq Assegaf berkata:

    Saya mungkin tidak akan membahas mengenai Komunisme dalam pandangan Syariat karena sudah jelas, kedua hal itu merupakan hal yang berbeda, sudah merupakan sebuah Truistic. Posisi saya disini hanya untuk meluruskan statement yang kurang tepat dari penyataan anda serta berbagi sedikit pembelajaran bagi semua.

    Ketika Kamu meyakini suatu keyakinan secara buta, kamu tidak akan mendapatkan apa-apa. Kau hanya plagiat keyakinan orang tetua mu saja — kau orang yang didoktrin. Jangan pernah jadi orang yang terdoktrin.

    Dan kamu meyakini bahwa komunis itu sebuah pemikiran bringas yang tidak etis bagi kehidupan karena cerita orang tua mu, sehingga mensalah-konsepsikan bahwa komunisme itu sebuah gerakan liberalis (yang pada hakikatnya kedua hal itu seperti dua buah poros kutub yang berbeda). Komunisme sendiri padahal sesungguhnya hanyalah gerakan sosio-ekonomik yang mengedepankan kesetaraan dan kesenjangan bermasyarakat dari tiap golongan-golongan profesional agar tidak ada manusia di atas manusia (menguasai/memajikani) dan menjadikan order politik di suatu pemerintahan itu agar menggambarkan kehidupan bermasyarakat yang hidup dalam satu komunitas (yakni, bangsa), bukan sistem pemerintahan yang mengedepankan kekokohan kenegaraan pada sektor ekonomi belaka yang akhirnya menghilangkan nilai-nilai kesetaraan dengan persaingan yang kerap kali terlihat menindas dan tidak manusiawi sehingga suatu negara tersebut terlihat seperti pasar yang kumuh oleh para pencari (dan pencuri) untung yang laba dari pasar tersebut terdistribusikan secara tersentralisir dan tertimbun ke suatu modal / kapital untuk dijadikan pijakan untuk menginjak mereka yang tidak memiliki modal yang lebih besar yang pada akhirnya mereka yang berhasil membentuk gunung dan berdiri tinggi dari kapital itu lah yang menguasai negara.

    Menurutmu bagaimana yang bagus?
    Negara sebagai Komunitas bangsa yang satu seperti yang divisionariskan dalam ide komunis-sosialis?
    atau
    Negara sebagai Pasar nasional yang prosperus (kaya) seperti yang divisionariskan dalam ide kapitalis-liberalis?

    Menurutmu mana yang diaplikasikan Rasul mu?
    Negeri yang madani dimana semua warga negaranya berada di satu rumpun komunitas yang satu dan rukun seperti Madinah zaman Rasul?
    atau
    Negeri yang kaya yang memfokuskan politik (kebijakannya) pada komersialisasi selayaknya Makkah di zaman kekuasaan Banu Quraisy yang terkenal sebagai sentra dagang seantero Jazirah?

    Menurutmu mana yang lebih menentang fitrah manusia?
    Menurutmu mana yang jauh lebih menjauhi kekaffahan Diinul Islaam?

    Hemat saya, jika ingin membahas mengenai ketidak selarasan pandangan Islam dengan suatu pandangan politik, stans politik Kapitalisme jauh lebih harus diperhatikan terlebih zaman sekarang banyak sekali orang di negeri ini tentunya yang menganut kedua hal tersebut yang secara jelas lebih bertentangan hingga tak heran keagaamaan kita ‘belang-bentong’ dan permisif terhadap mereka yang mau mengejar keuntungan duniawi yang mengikis kekaffahan penegakan ajaran agama.

    Oke komunis tidak menghiraukan maslahat samawi, namun kapitalis di sisi lain malah mengabaikannya. Kapitalis lah yang lebih menghalalkan segala cara, terlebih jika hal tersebut sudah masuk ke ranah otoritatif sehingga kalau perlu agama ikut dia, di-elastiskan-lah agama tersebut untuk ikut kemauannya, jauh lebih seram dan amat sangat menentang fitrah keagamaan. Sudah banyak sekali bukti empiris atas hal tersebut. Komunis di sisi lain, menawarkan solusi dari kehidupan busuk tersebut dan mengembalikan manusia kepada sifat awal mereka yang lebih maju dan terkodinir dalam praktiknya.

    Kalau anda menolak untuk menerima penjabaran ini, anda patut khawatir anda telah menyimpan doktrin ‘Komunis = Atheis, Atheis = Mati Lebih Baik, Komunis = Mati Saja Bersama Pemikiran mereka’, ‘Komunis penghianat negeri’ atau semacamnya. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali blunder yang dilakukan dalam penegakkan kehidupan se-idealis paham Komunis-Sosialis, namun berikut sedikit obat alternatif saya untuk meluruskan pandangan mereka yang telah terdoktrin. Sesungguhnya Tabayyun lebih baik daripada Su’udzan.

    ‘Komunis = Atheis’
    Jauh sebelum Indonesia merdeka, sebelum kaum Nahdliyin mencap komunis sebagai ‘menolak agama’, semboyan tersimpang ini telah ramai di eropa. Sebagai pengingat saja, Komunis lahir di negara (Perancis) yang sedang dilanda gonjang-ganjing agama (Antara Pihak Raja Louis yang terlalu konservatif dan parokhial terhadap interpretasi ajaran agama Kristen yang kaku sehingga pendidikan di masa itu dianggap sebagai penyelewengan ajaran agama karena kerap kali terbukti bahwa sains sangat bertolak belakang dengan Alkitab, dengan mereka yang menganggap pandangan Raja Louis sebagai pandangan yang keliru dan kerap mendefinisikan Louis sebagai boneka Paus dan Klerik-Klerik Roma seperti tren Gereja-Gereja reformis ala Lutheran atau yang kerap kita kenal sebagai Protestan + masyarakat yang menganggap ‘agama’ yang pada saat itu identik dan tergeneralisir dengan ‘Ajaran Kristiani’ telah membodohi masyarakat melalui ajaran agamanya untuk memperkaya pihak gereja dimana para pejabat keagamaannya berlimpangan harta dengan seminari, katedral, dan chapel-chapel yang mewah tanpa harus dan tanpa perlu bekerja sekeras buruh kasar), saat komunis muncul dengan Das Kapital yang memberanikan diri membahas tentang keharusan menentang agama (dalam hal ini, Kristen, yang khususnya merupakan ajaran Katolisme) banyak orang yang menganut komunis mulai meninggalkan agama. Mereka pun di-cap oleh klerik-klerik gereja sebagai suatu kesatuan yang tak terpisahkan agar menjaga para jemaat agar tidak ikut-ikutan mendalami komunisme dengan propaganda ‘Komunis = Atheis’, yang sebenarnya jika ditelaah, Komunisme hanya tidak selaras dengan Kristen dan secara fundamental (dalam berkehidupan duniawi) amat selaras -sejauh pandangan saya- terhadap ajaran-ajaran Islam, Mahayana Buddhisme, dan Taoisme.

    ‘Komunis = Kejam’
    Komunis yang dicap ‘kejam’ merupakan sebuah pernyataan yang amat ambiguatif karena pada saat generalisir ini muncul (Pada masa pemerintahan Iosef Stalin), komunisme telah terpecah menjadi banyak jenis dan variasi (Maois, Joseon, Turanik, Stalinis, Leninis, Yugoslavis, Trotskis, Ho Chi Min-is, Yamani, Sneeveltis, Kuban, dsb. Bahkan Nazi jika tidak terlalu fassis dan primordialis juga terhitung sebagai sebuah paham politik Komunis). Mencap Komunis = Kejam itu masih merupakan statement yang menggantung, sama seperti menyebut Islam = Boleh Nikah Kontrak ketika hanya Syi’ah Zaidi, 12 Imam, dan Syi’ah Alawiyah saja yang membolehkannya. Cap komunis = kejam hanya berlaku sebagai suatu pemojokkan saja bagi Komunis ala Stalin yang memimpin Uni Soviet yang digadang sebagai representatif Komunis dunia dengan tangan besi dan otoriter pada masa perang dingin antara Amerika dan Soviet. Di Indonesia sendiri telah berkembang berbagai macam komunis dan ideologi-ideologi sosialis serupa, salah satunya yang meruncing adalah gaya Sneeveltisme yang dianut Aidit dan PKI dan Marhaenisme yang dianut Soekarno dan PNI. Di zaman awal jaya nya komunisme di Indonesia, hanya 2 paham tersebut yang mengerucut, Sneeveltisme dibungkus separatik/premanisme (terhadap kolonialisme) yang keras dan kerap kali bringas, dengan Marhaenisme yang ‘komunis-komunisan’ yang lebih beradat lokal. Cap ini digalakkan juga di Indonesia kala kader-kader PKI banyak membuat keonaran dan pemberontakkan ditengah panasnya infiltrasi laten perang dingin. Alhasil, mereka yang Komunis dianggap sebagai bagian dari PKI, bahkan sampai saat ini orang masih belum bisa membedakan lambang PKI dan lambang Proletariat Internasional (Palu-Arit & Bintang-Panji Skarlet) sehingga kerap kali secara ignoran menganggap Palu-Arit sebagai PKI.

    ‘Komunis = Penghianat Negeri’
    Kata siapa? Orde baru, kan? Tahukah bahwa pada akhir masa kepemimpinan Soekarno terjadi sebuah perbincangan panas atas siapa kah yang akan meneruskan kekuasaan Soekarno gara-gara Soekarno mulai sakit-sakitan (dianggap mau wafat)? Pada saat itu hanya 2 faksi kuat yang mengerucut ke permukaan yang dikenal sangat dekat dengan Soekarno. TNI AD dan PKI. Karena suatu blunder dari aroganisme PKI yang menculik dan membunuh para jendral di lubang buaya (yang masih spekulatif kebenarannya), ditambah 2 faktor tambahan yakni Ulama telah mencap orang-orang PKI sebagai Komunis dan Kufur serta Komunisme dunia dalam titik kelemahan dalam perang dingin (yang saya harap anda tahu dan paham betul apa yang dimaksud dengan istilah perang dingin tersebut), PKI menjadi bulan-bulanan kebringasan massa, dan karena orang pada saat itu (hingga sekarang) menganggap PKI sebagai representatif Komunisme dari semua jenis, maka premis majornya berubah menjadi ‘Komunisme menjadi bulan-bulanan kebringasan massa’. TNI AD secara perbincangan yang spekulatif juga masih memiliki kemungkinan melakukan kudeta (meski secara de facto, PKI dan TNI AD telah melakukan kudeta dan turut andil dalam menggulingkan orde lama) seperti yang dilakukan PKI. Dan jika boleh berandai-andai, andai saja TNI AD yang lebih dulu dalam beroprasi dalam mengkudeta rezim Soekarno, terlebih jika PKI menjadi korban mereka, saya yakin posisinya sekarang akan Vice-Versa dimana TNI AD akan mendapatkan konotasi negatif sedangkan PKI akan me-regain dan menjaga kredibilitas PKI dan Komunisme di Indonesia. ‘Sejarah ditulis menggunakan darah dari mereka yang kalah.’

    Sekiranya itu saja sih untuk meluruskan jika anda merasa terdoktrin. Tidak baik membuat sebuah tulisan jika anda terdoktrin, karena akan sangat membuat statement anda menjadi sebuah pepesan kosong. Kecuali anda hanya luput dari pengetahuan, maka bersyukurlah karena telah tahu sehingga bisa membuat pepesan tersebut menjadi lebih berisi di kedepannya. Saya harap anda hanya luput dan bukan peyakin buta. Jangan pernah jadi orang yang terdoktrin.

    Maaf sebelumnya jika saya terlalu banyak menghaturkan kata ‘doktrin’, tidak ada maksud ofensif atau menyudutkan, saya hanya menganggap tulisan anda masih 11-12 dengan kebanyakan orang yang tergolong awam dan tidak tahu tentang komunis dan hanya tahu dari cerita pihak yang tidak netral dengan kisah yang tidak shahih yang telah diracuni propaganda orde baru.

    Amat menarik dapat membaca karya anda, salam hormat dari diri saya.

    PS: Jangan mencap saya sebagai komunis, saya hanyalah masyarakat Indonesia biasa yang kebetulan ingin menanggapi kesalah-kaprahan sesama masyarakat Indonesia lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s