Konsumsi Makanan mengandung zat Kimia dalam Perspektif Islam

Oleh Asep Fauzan

Banyak orang, khususnya umat Islam tidak menyadari terhadap makanan yang dimakannya dan minuman yang diminumnya. Apakah itu membuatnya sehat, atau sakit. Apakah itu termasuk makanan yang halal atau haram. Yang penting adalah apa-apa yang masuk ke dalam perutnya dirasakan enak di mulut, dengan tidak mempertimbangkan aspek-aspek lainnya.. Karena itu, maka pemerintah bersama-sama dengan para ulama (MUI) melakukan pengawasan terhadap berbagai makanan termasuk minuman dan obat-obatan..

Ada tiga tipe perilaku konsumen ketika ia belanja: Pertama, konsumen hanya mempertimbangkan faktor harga (murah atau mahal); Kedua, konsumen yang hati-hati dalam memilih produk karena dorongan agama (halal atau haram); Ketiga; konsumen yang membeli karena faktor kesehatan, atau karena kualitas makanan itu; apakah mengenyangkan atau tidak, dan lebih tertarik pada tabel komposisi bahan yang tertera pada barang itu;

Firman Allah yang berhubungan dengan masalah makanan, antara lain: “…, maka makanlah yang halal lagi baik dari rizki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah” (QS al-Nahl: 114). Dan makanlah yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya” (QS al-Maidah: 88). Dalam Undang-undang dinyatakan bahwa makanan yang kita konsumsi hendaknya terpelihara dari kemungkinan biologi, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan

Ciri-ciri makanan yang mengandung pewarna rhodamin B antara lain makanan berwarna merah mencolok dan cenderung berpendar serta banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen. Segera hindari makanan dengan ciri tersebut.
Pewarna kuning Metanil

Zat pewarna kuning metanil adalah pewarna sintetis yang digunakan pada industri tekstil dan cat berbentuk serbuk atau padat yang berwarna kuning kecoklatan.
Pewarna kuning metanil sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, mengenai mata dan tertelan.               Dampak yang terjadi dapat berupa iritasi pada saluran pernafasan, iritasi pada kulit, iritasi pada mata, dan bahaya kanker pada kandung dan saluran kemih.
Apabila tertelan dapat menyebabkan mual, muntah, sakit perut, diare, panas, rasa tidak enak dan tekanan darah rendah. Bahaya lebih lanjutnya yakni menyebabkan kanker pada kandung dan saluran kemih.

Penyalahgunaan pewarna kuning metanil untuk pewarna makanan telah ditemukan antara lain pada mie, kerupuk dan jajanan lain yang berwarna kuning mencolok dan berpandar.Formalin. Pengawet formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan bau yang sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air. Biasanya ditambah metanol hingga 15% sebagai pengawet.

Formalin digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis dan desinfektan untuk peralatan rumah sakit serta untuk pengawet mayat. Formalin sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, dan tertelan. Akibat yang ditimbulkan berupa luka bakar pada kulit, iritasi pada saluran pernafasan, reaksi alergi, dan bahaya kanker pada manusia. Bila tertelan formalin sebanyak 30 mililiter atau sekitar 2 sendok makan akan menyebabkan kematian.
    Jika tertelan maka mulut, perut, tenggorokan akan terasa terbakar, sakit menelan, muntah, mual, dan diare. Tidak jarang juga menyebabkan pendarahan. Dapat mengkibatkan kerusakan hati, jantung, otak, limpa, sistem syaraf pusat dan ginjal.
    Deteksi farmalin kualitatif maupun kuantitatif secara akurat hanya dapat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan pereaksi kimia.

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di Masail Fiqhiyah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s