Seputar Mandi

Oleh Meiliani Sujati, Nisa Muthaharoh, M. Dimas, Dekhalfath Fahliana, Fahrusyauqi

A.Pengertian:

Yang dimaksudkan mandi adalah mengalirkan air ke seluruh badan dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan air mutlaq untuk menghilangkan hadats besar dengan niat.

Firman Allah swt :

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

“Apabila kamu junub, hendaklah bersuci.”(Al-Maidah : 6)

B.Yang Mewajibkannya :

Mandi itu disebabkan lima perkara, yaitu :

  1. Keluar mani disertai syahwat, baik di waktu tidur maupun bangun, dari laki-laki atau wanita. Air mani laki-laki itu bewarna putih kental, sedangkan bagi wanita bawarna kuning dan encer.

Disini ada beberapa persoalan yang sering terjadi dan hendak kami kemukakan:

  1. Bila mani keluar tanpa syahwat, tetapi karena sakit atau dingin maka tidaklah wajib mandi.
  2. Bila seseorang bermimpi tetapi tidak menemukan mani maka ia tidak wajib mani.

  1. Hubungan kelamin, yaitu memasukkan alat kelamin pria kedalam alat kelamin wanita, walau sampai tidak keluar mani.

  1. Terhentinya haid dan nifas.

  1. Mati. Bila seseorang menemui ajal, wajiblah memandikannya

  1. Orang kafir bila masuk Islam juga wajib mandi.

C.Mandi-mandi Yang Disunnatkan :

  1. Mandi Jum’at
  2. Mandi pada dua Hari Raya
  3. Bagi yang memandikan mayat
  4. Mandi ihram
  5. Mandi ketika hendak masuk kota mekkah
  6. Ketika hendak wukuf di ‘Arofah

D. Rukun-rukun Mandi :

  1. Berniat: ialah yang memisahkan ibadat dari kebiasaan atau adat.
  2. Membasuh seluruh anggota.

E. Sunnah-sunnahnya :

  1. Membaca Basmallah
  2. Berwudhu sebelum mandi
  3. Menggosok badan dengan tangan
  4. Menyela-nyela pada rambut yang tebal
  5. Mentiga kalikan membasuh.
  6. Berturut-turut yakni antara membasuh satu anggota dengan anggota yang lain, tidak diselangi dengan antara yang lama.
  7. Mendahulukan anggota yang kanan dan mengakhiri anggota yang kiri.
  8. Menutup aurat atau memakai basahan, maka wajiblah memakai basahan itu.

F. Makruh apabila :

1. Mandi di tempat najis

2. Mandi di tempat air yang tidak mengalir.

3. Berlebih-lebihan dalam menggunakan air.

G. Kesimpulan dari persentasi kelompok :

Ketika haid potongan kuku dan rontokan rambut apakah wajib dikumpulkan dan dibersihkan saat mandi? Sebagian ada yang berpendapat wajib dan ada yang tidak wajib.Yang wajib menggunakan dalil karena masih anggota tubuh yang menempel. Sehingga ada baiknya bila kuku dan potongan rambut dikumpulkan dan dibersihkan saat mandi karena takut masih dihitung hadats.Hal ini masih samar – samar karena haditsnya dhaif.Untuk itu perlu dilihat filosofinya. Tubuh itu akan kembali ke tanah. Tubuh terbagi menjadi :

~ Permanen .Contoh: tangan jika dipotong tidak tumbuh lagi dan apabila terlepas wajib dikubur.

~ Non Permanen. Contoh : kuku dan rambut jika dipotong bisa tumbuh lagi dan apabila terlepas tidak harus dikubur.

Dari filosofi tersebut dapat diketahui bahwa kuku dan rambut adalah bagian tubuh non permanen sehingga untuk menjawab pertanyaan tersebut kembali kepada diri kita, apa yang kita yakini, yang menurut kita benar dan tentunya harus disertai dengan alasan yang kuat untuk mendukungnya. Tubuh yang dalam keadaan junub ada tiga pendapat :

o Saat mandi rontokan rambut dan potongan kuku dikumpul dan dibersihkan lalu dikubur.

o Ketika mandi rambut yang rontok dibiarkan, dianggap bersih.

o Tidak apa-apa memotong kuku dan menggunting rambut saat haid dan dibiarkan dibuang.

Urutan mandi wajib banyak yang memiliki perbedaan, namun hal yang terpenting adalah niat dan membasuh seluruh tubuh.Urutan yang sistematis yaitu :

1. baca basmalah disertai niat.

2. mencuci tangan.

3. membersihkan kemaluan.

4. lalu disunahkan berwudhu.

5. membersihkan dari kepala/rambut ke seluruh tubuh (didahulukan tubuh bagian kanan baru yang kiri).

Apabila keluar mani tanpa syahwat tidak wajib mandi, tetapi apabila dengan syahwat wajib mandi. Bersetubuh, maka wajib mandi.Perbedaan mani, madzi,dan wadzi yaitu :

1. Mani, karena ladzahnya.Keluar karena syahwat maka wajib mandi. Warna putih.Mani setingkat dengan ingus dan ludah maka hukumnya najis.

2. Madzi, keluar ketka naik syahwat. Warna bening. Tidak wajib mandi tetapi harus dibersihkan.

3. Wadzi, keluar karena kelelahan/sakit (cair).Tidak wajib mandi tapi harus dibersihkan.

Madzi dan wadzi hukumnya najis apabila terkena harus dibersihkan dan wudhu.

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di Fiqih. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Seputar Mandi

  1. laili berkata:

    ketika mandi besar apakah wajib membersihkan kotoran kuku yang sulit dibersihkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s