Tayammum

Definisi

Tayammum secara bahasa diinginkan dengan makna “bermaksud” dan “bersengaja”. Sedangkan makna tayammum apabila ditinjau menurut syariat adalah “bersengaja menggunakan tanah/ debu untuk mengusap wajah dan dua telapak tangan disertai niat”, sehingga dengan perbuatan/amalan ini pelakunya diperkenankan mengerjakan shalat dan ibadah yang semisalnya. (Fathul Bari, 1/539)

Hukum

Sebagai pengganti bersuci dikala tidak bisa menggunakan atau menemukan air

  1. Tidak bisa menggunakan air karena berbagai alasan:
    1. Alasan medis; karena jika, misal, anggota badan yang sakit yang wajib kena air wudlu terkena air akan bertambah sakit.
    2. Takut dari sesuatu yang membahayakan, yang menghalang-halangi kita dari tempat air. Misalnya ada musuh atau hewan buas yang menghalangi-halangi untuk mencapai air. Bisa juga karena air yang ada membahayakan.
    3. Kebutuhan kita terhadap air. Ini misalnya kita mempunyai persediaan air yang hanya cukup untuk kebutuhan yang lebih darurat, seperti minum (baik untuk diri sendiri, kawan, orang lain, atau hewan yang kehausan). Begitu juga jika kita mempunyai persediaan air yang hanya cukup untuk menghilangkan najis, maka diperbolehkan tayamum.
    4. Tidak mempunyai alat untuk mengambil air. Seperti tidak mempunyai timba untuk menimba dari sumur, sementara waktu salat tinggal sebentar.
  2. Tidak menemukan air di sekitar kita, dan jika kita memaksakan mencari air maka habislah waktu salat.

Dalil

  1. Al-Qur’an : “Apabila kalian sakit atau sedang dalam bepergian (safar) atau salah seorang dari kalian datang dari tempat buang air besar (selesai buang hajat) atau kalian menyentuh wanita (jima’) sedangkan kalian tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah dengan tanah/ debu yang baik (suci), (dengan cara) usapkanlah debu itu ke wajah dan tangan kalian. Allah tidak menginginkan untuk menjadikan keberatan atas kalian di dalam menjalankan syariat Agama ini, akan tetapi Allah ingin mensucikan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya atas kalian. Semoga dengan begitu kalian mau bersyukur.” (Al-Maidah: 6)
  1. Hadits: “Diberikan kepadaku lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku; (pertama) aku ditolong dengan ditanamkannya rasa takut pada musuh-musuhku terhadapku walaupun jarak (aku dan mereka) masih sebulan perjalanan, (kedua) bumi dijadikan untukku sebagai masjid (tempat mengerjakan shalat), dan sebagai sarana bersuci….” (HR. Al-Bukhari no. 335, 438 dan Muslim no. 521)

Tata Cara

Debu yang bisa digunakan untuk tayamum adalah debu suci dan halus (sekiranya diusapkan ke kulit bisa menempel). Para ulama berbeda pendapat mengenai esensi dari debu tersebut:

Mazhab Maliki berpendapat bahwa bahwa debu bisa mencakup apa saja yang muncul di permukaan bumi, seperti kerikil dan batu-batuan. Mazhab Hanafi berpendapat lebih umum lagi mencakup juga semua yang berasal dari bumi, seperti bata dan keramik. Mazhab Syiah berpendapat bahwa semua bagian bumi termasuk debu.

Namun sebagian besar ulama berpendapat bahwa debu yang bisa digunakan untuk tayamum adalah debu yang terlihat mata. Hanya mazhab Hanbaliyah yang berpendapat bahwa dalam bertayamum yang penting adalah ketika tangan ditempelkan ke suatu obyek yang sekiranya terdapat molekul debu meskipun tidak terlihat mata, baik obyek itu tembok, kain, atau apa saja, bahkan benda hidup seperti punggung hewan, yang penting obyek itu suci.

Praktik Hanbaliyah ini yang banyak dipakai umat Islam zaman sekarang, khususnya pada saat bertayamum di atas pesawat yang memang sulit untuk menemukan debu dari tanah. Mazhab Hanbali ini juga lebih cocok untuk konsep kebersihan, karena memudahkan orang yang hendak bertayamum dengan tidak perlu mengotori muka dan tangan mereka dengan debu tanah.

Rukun Tayammum

  1. Niat. Nawaytuttayammuma listibaa hatishhalaati fardhollillahi ta’aala
  2. Mengusap wajah dengan debu
  3. Mengusap kedua tangan sampai siku.

Syarat Sah Tayamum :

  1. Telah masuk waktu salat
  2. Memakai tanah berdebu yang bersih dari najis dan kotoran
  3. Memenuhi alasan atau sebab melakukan tayamum
  4. Sudah berupaya / berusaha mencari air namun tidak ketemu
  5. Tidak haid maupun nifas bagi wanita / perempuan
  6. Menghilangkan najis yang yang melekat pada tubuh

Sunnah Tayammum

  1. Membaca basmalah
  2. Menghadap ke arah kiblat
  3. Membaca doa ketika selesai tayamum
  4. Mendahulukan kanan dari pada kiri
  5. Meniup debu yang ada di telapak tangan
  6. Menggosok sela jari setelah menyapu tangan hingga siku

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di Fiqih. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s