UAS Interpersonal

Jawablah pertanyaan sebagai berikut:

1.       Sheila Walsh (87 tahun) dan Les Atwell (94), keduanya pensiunan dari Paignton, Devon, Inggris bertemu empat tahun lalu setelah seorang perempuan tukang bersih rumah Atwel menyarankan kakek itu untuk bertemu dengan seorang temanya. Nenek Walsh mengatakan, “Teman saya bercerita tentag Les dan saya pikir dia sepertinya baik, tetapi ketika dia bilang, usianya sudah 90 tahun, saya katakan, oh tidak, saya jadi ragu-ragu. Tetapi saat kami bertemu, terjadilah. Itu merupakan cinta pada pandangan pertama.”

Pasangan itu bertemu pertama kali di luar pusat perbelanjaan Tesco di Paignton, dan Kakek Atwell memilih lokasi yang sama ketika melamar sang kekasih tiga tahun kemudian. “Tampaknya tidak begitu romantis tetapi di sanalah kami pertama kali bertemu, saya hanya meminta dia untuk menikah dengan saya,” katanya. (Kompas)

 

Bagaimana anda menganalisa kisah cinta di atas dilihat dari teori ‘relationship development’?

2.        Akhir-akhir ini terdengar berita tentang beberapa artis cewek Indonesia yang berseteru dengan orang tuanya (ibunya) seperti kasus arumi Bachin yang pernah kabur dari rumah hanya karena dilarang oleh orang tuanya (ibunya) untuk berpacaran, karena menurut orangtuanya dia masih muda dan umurnya baru 16 tahun. Kasus Arumi Bachin hampir sama dengan kasus Aurelie Moremans yang dilarang orangtuanya untuk berpacaran karena umurnya masih dianggap terlalu muda dan Aurelie Moremans merasa berhak untuk berpacaran dengan alasan karena sebentar lagi umurnya menginjak 17 tahun. Dan juga orang tua Aurelie Moremans merasa sikap anaknya menjadi berubah kepada orangtuanya setelah dekat dengan Robby Tremonti. Karena kasus tersebut Aurelie Moremans sempat berkonsultasi ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

 

Belum lagi kasus mantan Putri Indonesia 2009 Qory Sandioriva yang berseteru dengan orang tuanya (ibunya) karena mulai jauh dari keluarga setelah berkenalan dengan guru spiritualnya. Ibunya merasa ada sikap yang berubah terhadap kedua orang tuanya, terutama sikap taat, patuh, dan sopan yang sebelumnya begitu melekat pada diri Qory.

 

Bagaimana anda  menganalisa hal di atas melalui kacamata teori konflik dan penyelesaiannya.

3.       Suatu hari, saya melihat iklan lowongan kerja untuk ahli pengobatan China di sebuah harian berbahasa Mandarin, sehingga saya memutuskan untuk mengikuti wawancara. Pemilik klinik membaca ringkasan pengalaman kerja saya dan bertanya, “Kepala dan leher saya sedang tidak enak sekarang, dapatkah anda menyembuhkannya?” Saya mulai bekerja pada sekitar kepala dan lehernya selama sepuluh menit, kemudian bertanya bagaimana rasanya sekarang. Dia menggerakkan kepalanya dan berkata, “Rasa sakitnya telah hilang.” Saya menatapnya, menunggu keputusannya untuk menerima saya.

Kemudian dia berkata, “Anda tidak memenuhi kriteria kami. Jika anda ingin bekerja di sini, anda harus dilatih kembali.” Saya tidak mengerti. Dia menjelaskan, “Anda tidak seharusnya mengobati penyakit pasien dengan sekali perawatan, sebab jika anda lakukan demikian, mereka tidak akan kembali lagi. Saya menjalankan usaha bisnis yang memerlukan pasien kita agar kembali, jika tidak – saya akan kehilangan pemasukan. Karenanya, anda harus membiarkan mereka merasakan perbedaannya setelah anda merawatnya, tetapi jangan mengobatinya sekaligus.”

Bagaimana anda menganalisa kasus di atas dilihat dari keilmuan yang telah anda dapatkan!!

4.       Begitu slip gaji dibuka slip disitu akan tertera dengan jelas (sejelas-jelasnya ) bahwa gaji anda dipotong 2 % untuk Jaminan Hari Tua yang disetorkan oleh perusahaan ke Jamsostek, artinya sebelum hasil tetes keringat  itu jatuh ketangan kita sebagai upah sudah dialokasikan untuk Jamsostek.

Pertama saya datang kekantor Jamsostek untuk mengambil uang jaminan hari tua (JHT), setelah saya resmi pensiun pada hari Jum’at tanggal 3 Nop 2010, sekira jam 09.45 wib, oleh bagian pelayanan disarankan agar saya mengambil formulir dan nomor antrian dimeja satpam, dan ketika mengambil formulir tersebut saya ambil oleh satpam saya dianjurkan untuk datang hari Senin, untuk hari ini nomor antri sudah habis.

Senin tanggal 6 Nop 2010 saya datng lagi, kebetulan bersamaan dengan isteri saya yang juga akan mengajukan claim JHT nya, saya langsung mengambil nomor antri, anehnya disaat bersamaan saya dan isteri mendapatkan nomor yang tak berurut tapi lompat, saya dapat Nomor 009 sementara isteri saya No. 023, ketika saya tanyakan kenapa bisa seperti ini tak ada jawaban yang memuaskan, dan ternyata nomor antri dari 10 s/d 22 sudah dipesan oleh orang lain.

Bagaimana anda menganalisa kasus di atas? Apa yang perlu dipertegas dan apa yang perlu diperbaiki untuk menciptakan layanan prima?

 

Jawaban dikumpulkan paling lambat hari sabtu, 8 Januari 2011 pukul 23.59 melalui email ke: nesamuni@yahoo.com Selalu ingat untuk menuliskan nama dan nomor registrasi.

Semangaaat…

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s