Evaluasi Pembelajaran Fiqih

Kepada teman2 JIAI angkatan 2011, harap bantuannya untuk mengisi angket seputar pembelajaran Fiqih di semester 096. Jawaban atas pertanyaan angket tersebut bisa dikirimkan ke nesamuni@yahoo.com, dengan tetap menuliskan nomor registrasi yang bersangkutan. Diharapkan hasil angket tersebut bisa digunakan untuk memperbaiki pembelajaran Fiqih yang akan datang. Terima kasih atas kerjasamanya

Sedangkan pertanyaan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana gambaran pembelajaran Fiqih secara umum  saat anda di SMA/MA dulu dan saat ini?

2. Menurut anda, pembelajaran Fiqih yang seperti apakah yang dapat membuat anda lebih memahami fiqih?

3. Apakah anda puas dengan nilai yang ada capai? dan kenapa?

Diharapkan teman2 bisa mengisinya sebelum perkuliahan dimulai (3 September 2012).  Terima kasih

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Evaluasi Pembelajaran Fiqih

  1. GUSTIN RINANTI berkata:

    Nama : Gustin Rinanti
    No Reg : 5515127567
    Prodi : Pend .Tata Boga (NR)

    Noted : Turut Berduka cita ketika seseorang meninggal dunia

    innalillahi wa inna ilaihi raji’un (انّا للہ و انّا الیہ راجعون) adalah potongan dari ayat Al-Quran, dari Surah Al-Baqarah, ayat 156. Isi penuh ayat tersebut adalah:
    الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون
    “(Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh suatu kesusahan, mereka berkata: Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.”
    Bacaan tersebut merupakan frasa umat Islam apabila seseorang tertimpa musibah dan biasanya diucapkan apabila menerima kabar duka cita seseorang. Frasa ini biasanya diterjemahkan “Sesungguhnya kita milik Allah, dan kepada Allah jualah kita kembali.”
    Umat Islam mempercayai bahwa Allah adalah Esa yang memberikan dan Dia jugalah yang mengambil, Dia menguji umat manusia. Oleh karenanya, umat Islam menyerahkan diri kepada Tuhan dan bersyukur kepada Tuhan atas segala yang mereka terima. Pada masa yang sama, mereka bersabar dan menyebut ungkapan ini saat menerima cobaan atau musibah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s