Tugas tentang Akhlak kepada sesama

Rasulullah diutus  guna menyempurnakan akhlak manusia. Selain menunjukkan Akhlak terbaik kepada Allah, kita pun di tuntut untuk bisa menunjukkan akhlak yang baik kepada sesama, untuk menciptakan kerukunan diantara kita. Paparkan salah satu akhlak kepada sesama disertai dengan dalil al-Qur’an ataupun hadits. Tugas ini diperuntukan bagi peserta matkul PAI Tataboga, dengan menuliskan nama dan noreg; dan hanya berlaku hari ini, sampai jam 23.59 WIB. Selamat mengerjakan dan Semoga Sukses……

Iklan

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

58 Balasan ke Tugas tentang Akhlak kepada sesama

  1. Rani Nurbaini berkata:

    Dalil adil
    “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpun terhadap diri kalian sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabat kalian. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kalian mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kalian memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.” (QS. An-Nisâ` : 135)

    Nama: Rani Nurbaini
    No. Reg: 5515125507
    Prodi: Pendidikan Tata Boga Non Reguler

  2. arum berkata:

    Dalil di larang dendam kepada sesama
    “Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang menaruh dendam kesumat.” (H.R. Bukhari Muslim)
    Sebagai orang muslim diperintahkan agar menjadi orang yang pemaaf atas segala tindak kejahatan yang menimpa kita. Karena sifat suka memaafkan kesalahan orang lain merupakan salah satu ciri orang yang takwa.

    Nama : Arum wulandari
    No reg : 5515127555
    prodi : pendidikan tata boga non reguler

  3. fitriani berkata:

    toleransi terhadap agama lain

    لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

    “Hanya bagi kalian agama kalian dan hanya bagiku agamaku.”
    ( Qs. Al-Kafirun : 6 )

    nama : fitriani
    no reg : 5515127565
    prodi : pendidikan tata boga non reguler

  4. Firlie Athirah berkata:

    Firlie Athirah
    5512155513
    Pendidikan Tata Boga (S1)
    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Akhlah manusia yang harus dimiliki salah satunya adalah tidak iri terhadap sesama manusia. Telah ijelaskan dalam Al-qur’an:
    “Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah di lebihkan الله‎ kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karunia) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan ada bagian dari mereka usahakan. Mohon-lah kepada الله‎ sebagian dari karunia-Nya. Sungguh الله‎ maha mengetahui.” (QS 4:32)

    NB: Tugas mencari dalil akhlak.

  5. Septi Mulyani berkata:

    Dalil agar kita selalu saling memaafkan.
    “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf,serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh”(QS.Al-araf:199)

    Nama. : Septi Mulyani
    No.Reg. : 5515127589
    Prodi. : Pend.Tata Boga (NR)

  6. kartika berkata:

    berbuat adil kepada semua orang

    Allah Ta’ala juga berfirman yang artinya, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah : 8)

    nama : kartika eka dewi
    no reg : 5515127570
    prodi : pendidikan tata boga non reguler

  7. kartika berkata:

    إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ وَحَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرَ الْغَالِي فِيْهِ وَالْجَافِي عَنْهُ وَإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِالْمُقْسِطِ

    Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah adalah menghormati seorang muslim yang beruban (sudah tua), pembawa Al-Qur’an yang tidak berlebih-lebihan padanya (dengan melampaui batas) dan tidak menjauh (dari mengamalkan) Al-Qur’an tersebut, serta memuliakan penguasa yang adil.” (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tarhib no. 92)

    MENGHORMATI ORANG YANG LEBIH TUA
    nama : kartika eka dewi
    no reg : 5515127570
    prodi : pendidikan tata boga non reguler

  8. astri berkata:

    Rasulullah SAW membebankan tanggung jawab pendidikan anak itu sepenuhnya di pundak orang tua. Dari Ibnu Umar Rasulullah SAW bersabda :

    “Masing-masing kalian adalah pemimpin. Masing-masing akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Kepala negara adalah pemimpin yang akan dimintai petanggungjawabannya terhadap kepemimpinanannya, seorang lelaki adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kepemimpinannya, wanita adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kepemimpinannya, begitu pula pelayan adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kepemimpinannya . Masing-masing kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kepemimpinannya. “ (Muttafaq ‘Alaih)

    MEMILIH PEMIMPIN YANG BERAKHLAQ BAIK

    nama : Astri mutia muztniar
    no reg : 5515127556
    prodi : pendidikan tata boga non reguler

  9. rizki amila shilhi berkata:

    MENGINGATKAN SHOLAT KEPADA ORANG LAIN

    Berdasarkan hadits Anas bin Malik radhiyallahu `anhu bahwasanya Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda
    مَنْ نَسِيَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ . وَفِي رِوَايَةٍ مَنْ نَسِيَ صَلاَةً أَوْ نَامَ عَنْهَا
    “Barangsiapa yang lupa shalat, hendaklah ia shalat ketika ingat dan tidak ada kafarahnya selain itu saja.

    nama : Rizki amila shilhi
    no reg : 5515125516
    prodi : pendidikan tata boga non reguler

  10. yuni berkata:

    JANGAN SALING MENGHASUT ANTAR SESAMA

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ (رواه مسلم/كتاب البر والصلاة)

    Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Janganlah saling menghasud, janganlah saling mengicuh, janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi (berseteru), janganlah sebagian kamu menjual atas jualan sebagian yang lain, jadilah kalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara. Muslim yang satu adalah saudara muslim yang lain, ia tidak boleh mendholiminya juga tidak boleh merendahkannya dan juga tidak boleh menghinanya. Taqwa itu di sini -beliau sambil berisyarat pada dadanya 3 kali-, cukuplah seseorang (dikatakan) berbuat jahat jika ia merendahkan saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain harom (terpelihara) darahnya, hartanya dan kehormatannya. (HR. Muslim dari Abu Huroiroh Rodliyallohu ‘anhu /bab berbuat baik dan silaturrohim).

    nama : Dwi yuni maharani
    no reg : 5515127561
    prodi : pendididkan tata boga non reguler

  11. rio berkata:

    BERTERIMAKASIH KEPADA SESAMA

    عَنْ أَبِى سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- «مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللَّهَ
    Dari Abu Sa’id (Al-Khudri) radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa belum berterima kasih kepada manusia, maka ia belum bersyukur kepada Allah.”. (HR. At-Tirmidzi IV/339 no.1955, dan Ahmad III/32 no.11298).

    nama : Rio firmansyah S.A
    no reg : 5515127584
    prodi : pendidikan tata boga non reguler

  12. putra berkata:

    BERTEGUR SAPA

    لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثٍ
    “Tidak halal bagi seorang muslim memutuskan hubungan (tidak bertegur sapa) dengan saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga hari.” ( HR. Abu Dawud, 5/215; Shahihul Jami’, 7635.)

    nama : Ramadhan Pratama Putra
    no reg : 5515127583
    prodi : pendidikan tata boga non reguler

  13. adli berkata:

    SALING TO:ONG MENOLONG

    Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, Beliau bersabda,:
    ”Barang siapa yang
    menghilangkan atau membebaskan kesengsaraan orang mukmin dari kesengsaraankesengasaraan dunia, Allah akan membebaskan daripadanya kesengsaraan darikesengsaraan kesengasaraan Hari Kiamat, dan barang siapa meringankan kesukaran yangada pada soerang muslim, Allah akan meringankan kepadanya di dunia dan di akherat.Dan barangsiapa menutupi kesalahan (cacat) seorang islam , maka Allah akan menutupikesalahannya di dunia dan di akherat. Dan Allah akan menonolong hambanya selamahamba itu mau menolong saudaranya. Dan barangsiapa menempuh jalan mencari ilmu,maka Allah akan memudahkan untuknya dalam kesulitan. Dan tiada suatu kaumberkumpul di rumah-rumah Allah(masjid), membaca kitab Allah dan mempelajarinyadiantara mereka, kecuali,kepada mereka ketentraman, dan mereka diselubungi olehrahmat dan para malaikat berkerumun di dunia dan menyebut mereka dalam golonganyang berada dalam sisinya.dan barabgsiapa yg amalnya selalu terlambat, maka nasibnya(keturunannya) tidak akan dapat mempercepat”
    (HR MUSLIM)

    nama : Adli Dwiasto
    no reg : 5515125517
    prodi : pendidikan tata boga non reguler

  14. Fauziyyah Rahma Ariani berkata:

    Dalil & hadits tentang memberi ilmu atau dakwah kepada sesama manusia

    عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ النَِّبيُ صلى الله عليه وسلم : لاَحَسَدَ إِلاَ فِي اثْنَتَيْنِ : رَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ مَا لاً فَسُِّلطَ عَلىَ هَلَكِتهِ فيِ الَحقّ ِ, وَ رَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ الْحِكْمةَ فَهُوَ يَقْضِى ِبهَا وَيُعَلِمُهَا (رواه البجاري)

    Artinya :

    Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Nabi Muhamad pernah bersabda :”Janganlah ingin seperti orang lain, kecuali seperti dua orang ini. Pertama orang yang diberi Allah kekayaan berlimpah dan ia membelanjakannya secara benar, kedua orang yang diberi Allah al-Hikmah dan ia berprilaku sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain (HR Bukhari)

    فَهَلْ أَنْتَ مُبَلِّغٌ عَنِّي قَوْمَكَ, لَعَلَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يَنْفَعَهُمْ بِكَ وَيُأْجُرَكَ فِيْهِمْ

    “Apakah engkau bisa menyampaikan kepada kaum engkau tentang dakwahku, semoga Allah memberi manfaat kepada mereka dengan (dakwah) engkau, dan memberi pahala kepadamu pada mereka.”

    ari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

    “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

    Nama: Fauziyyah Rahma Ariani
    No. Reg: 5515125503
    Prodi: Pendidikan Tata Boga Non Reguler

  15. Najah Toyibah berkata:

    Dalil tentang menjaga rahasia sesama umat

    :وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَى بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَن بَعْضٍ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنبَأَكَ هَذَا قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ
    Dan ingatlah ketika. Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya(Hafshah) suatu peristiwa. Maka tatkala(Hafshah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafshah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang. diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain. (kepada Hafshah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafshah dan Aisyah) lalu Hafshah bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?”. Nabi menjawab:”Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”
    (QS At-Tahrim [66] : 3)

    Nama: Najah Toyibah
    No. Reg : 5515125510
    Prodi: Pendidikan Tata Boga Non Reguler

  16. DALIL RAMAH TAMAH
    1.hadits yang di riwayat tirmidzi
    artinya:” paling sempurna iman seseorang mukmin adalah paling baik budi pekrtinya .”(H.R.Tirmidzi)

    2.hadits riwayat muttafak alaih
    Artinya:” sesungguhnya allah ramah dan lunak ,dia suka kepada keramahan dalam segala urusan.”(H.R.muttafaq alaih)

    3.hadits riwayat abu daud dan tirmidzi
    artinya:”bukanlah termasuk golongan kami (islam)orang yang tidak menyayangi yang muda dan menghotmati yang tua..”(H.R.abu daud dan tirmidzi)

    Nama : Dinda Septian Trismayanti
    NIM : 5515127560
    Prodi : Pendidikan Tata Boga S1 Nonreg

  17. Aditya Rahmadi Kusuma berkata:

    DALIL MEMBERI SEDEKAH
    Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 215
    Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

    Nama : Aditya Rahmadi Kusuma
    NIM: 5515127552
    Prodi : Pendidikan Tata Boga S1 NR 2012

  18. Gilang Pramana berkata:

    BERBAKTI PADA ORANG TUA

    Allah ta’ala berfirman: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah . Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai, berilah kebaikan kepadaku dengan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’. Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” (QS al-Ahqaf: 15-16)

    nama : Gilang Pramana
    no reg : 5515127566
    prodi : pendidikan tata boga non reguler

  19. Anisa Marsha Apriliana berkata:

    BEHUBUNGAN BAIK TERHADAP TETANGGA

    QS. An-Nisa : 36

    وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُوراً

    “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh , dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

    Nama : Anisa Marsha Apriliana
    No. Reg : 5515125511
    Prodi : Pendidikan Tata Boga Non Reguler

  20. Wawan Febriyanto berkata:

    MENGUCAPKAN SALAM
    Dalam Shahih Muslim (54) disebutkan: Dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mencintai. Salah satu bentuk kecintaan adalah menebar salam antar sesama muslim.”

    Nama : Wawan Febriyanto
    No Reg : 5515127594
    Prodi : Tata Boga non reguler

  21. NUR HAFIZAH berkata:

    Oleh sebab itu, ia lebih membutuhkan perhatian dan bantuan dari sesamanya, serta hiburan dan motifasi untuk menguatkannya. Karena itulah Islam memberikan perhatian besar terhadap akhlak mulia ini melalui lisan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

    أَطْعِمُوا الْجَائِعَ وَعُودُوا الْمَرِيضَ وَفُكُّوا الْعَانِيَ

    “Berilah makan oleh kalian orang yang lapar, jenguklah orang sakit, dan bebaskan tawanan (muslim).” (HR. Al-Bukhari Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘Anhu)

    nama: Nur hafizah
    NO.REG : 5515127580
    PRODI : PEND. TATA BOGA S1 2012 (NON REG)

  22. Eka wulandari berkata:

    Mengajarkan untuk berpuasa

    artinya: “hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagai mana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q.S Al Baqarah:183)

    NAMA : EKA WULANDARI
    NO. REG : 5515128598
    PRODI : PEND. TATA BOGA S1 2012 (NON REG)

  23. Dwi Inggu Intan Riardy berkata:

    MENGINGATKAN SELALU BERBUAT KEBAIKAN

    وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُواْ يَأْتِ بِكُمُ اللّهُ جَمِيعاً إِنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
    [Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kalian (berbuat) yang terbaik. Di mana saja kalian berada pasti Allah akan mengumpulkanmu semua (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.]

    Nama : Dwi inggu Intan Riardy
    no reg : 5515128599
    prodi : pendidikan tata boga non reguler

  24. ayu putri jalatri berkata:

    MEMBERIKAN PENDIDIKAN TAUHID KEPADA SESAMA

    Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman,31 : 13)

    Nama : Ayu Putri jalatri
    no reg : 5515125506
    prodi : pendidikan tata boga non reguler

  25. shouvia wardatunnisa berkata:

    Syaikh ‘Abdullâh bin ‘Abdur Rahmân al-Jibrîn hafizhahullâh menjawab kegundahan di atas dengan berkata:

    “Engkau tetap menasehati ibumu terus-menerus, dan menjelaskan dosa dan bahaya akibat perbuatannya. Jika tidak berpengaruh baik, cobalah sampaikan kepada suaminya (bapakmu atau lelaki yang menjadi suaminya karena sudah cerai dari ayah, red), orang tua ibu atau walinya, agar mereka inilah yang menasehati beliau. Jika perbuatan beliau termasuk dosa besar, tidak mengapa bila engkau menghajr (tidak mengajak bicara) beliau.

    NAMA:Shouvia Wardatunnisa
    No.REG:5515127590
    PRODI : PEND. TATA BOGA S1 2012 (NON REG)

  26. Indira Lakshita berkata:

    Dalil untuk Mengingatkan sesama umat (wanita) untuk menutup aurat

    Firman Allah swt :

    Artinya : “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur : 31)

    Nama : Indira Lakshita Putri
    No. Reg : 5515127569
    Prodi : Pend. Tata Boga (non reguler)

  27. naras febriyani berkata:

    menjaga keluarga untuk tidak berbuat maksiat

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

    “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya … See Moremalaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At. Tahrim ayat 6)

    nama : naras Febriyani
    no. reg: : 5515127577
    prodi : pend. tata boga non regular

  28. Evita Yunita berkata:

    Dalil Memulai Salam: “Yang lebih baik dari keduanya adalah yang memulai salam.” (HR. Bukhori: 6065, Muslim: 2559)

    Hal ini didasari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Dari ‘Abdullah bin Amr bin Ash radiallahu ‘anhuma, ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Islam bagaimana yang bagus?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Engkau memberi makan ( kepada orang yang membutuhkan), mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.” (HR. Bukhori: 2636, Muslim: 39)

  29. Evita Yunita berkata:

    Dalil Memulai Salam: “Yang lebih baik dari keduanya adalah yang memulai salam.” (HR. Bukhori: 6065, Muslim: 2559)

    Hal ini didasari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Dari ‘Abdullah bin Amr bin Ash radiallahu ‘anhuma, ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Islam bagaimana yang bagus?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Engkau memberi makan ( kepada orang yang membutuhkan), mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.” (HR. Bukhori: 2636, Muslim: 39)

    Nama: Evita Yunita
    No. Reg: 5515125502
    Prodi: P. Tata Boga

  30. dian yuniasih berkata:

    mengingatkan kepada sesama agar sabar setiap menghadapi ujian yang diberikan Allah SWT
    “Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk ke dalam surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam goncangan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang bersamanya : Bilakah datang pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah amatlah dekat.” (QS. Al Baqarah : 214)

    nama : dian yuniasih
    no.reg : 5515127559
    prodi : pend. tata boga non regular

  31. hilfa nabila puteri berkata:

    dalil menyelesaikan masalah dengan musyawarah
    dalam kehidupan bernegara yang menyangkut urusan umat manusia, tentunya tujuan hidup, falsafah, dan ragam pemikiran pasti beragam. untuk itu islam memberii petunjuk dengan akhlak ynag baik yaitu syura atau musyawarah. kata musyawarah atau syura dipakai dalam hal – hal yang positif. bermusyawarah untuk mencapai tujuan kemashalatan. kata musyawarah pada dasarnya hanya digunakan untuk hal – hal yang baik, sejalan dengan makna dasarnya mengeluarkan madu darisarang lebah. musyawarah atau syura adalah suatu yang sangat penting guna menciptakan peraturan di dalam masyarakat manapun. tidak aneh jika islam sangat memperhatikan dasar musyawarah. islam menanamkan salah satu surat al-qur’an dengan as-syura didalamnya dibicarakan tentang sifat – sifat kaum mukmin antara lain bahwa kehidupan mereka itu berdasarkan musyawarah. begitu pentingnya syura atau musyawarah adalah bahwa ayat tentang as-syura dihubungkan dengan kewajiban shalat dan menjauhi perbuatan keji. Allah berfirman dalam QS. As- Syura, 42;38
    وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
    Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
    berbeda dengan teori demokrasi pada umumnya, dimana segala sesuatu bisa dan harus dimusyawarahkan supaya terwujud kehendak mayoritaas dalam rangka menegakkan kedaulatan rakyat, maka islam memberikan batasan hal- hal apa saja yang boleh dimusyawarahkan. karena musyawarah adalah pendapat orang, maka apa – apa yang sudah ditetapkan oleh al-qur’an dan as-sunnah tidajk boleh dimusyawarahkan.
    nama : Hilfa Nabila Puteri
    no. reg : 5515127568
    prodi : pendidikan tata boga non reg

  32. nisa humaeroh berkata:

    وَالَّذِينَآمَنُواْمِن بَعْدُوَهَاجَرُواْوَجَاهَدُواْمَعَكُمْفَأُوْلَئِكَمِنكُمْوَأُوْلُواْالأَرْحَامِبَعْضُهُمْأَوْلَىبِبَعْضٍفِي كِتَابِاللّهِإِنَّاللّهَبِكُلِّشَيْءٍعَلِيمٌ

    Dan orang-orang yang beriman sesudah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
    (QS. 8:75).

    nama : Nisa Humaeroh
    No.Reg : 5515127579
    prodi : pendidikan tata boga non reg

  33. Haris Tri Handoko berkata:

    Dalil untuk Berkata yang Baik

    Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang disertai dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima) (QS Al-Baqarah [2]: 263).

    Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia (QS Al-Baqarah [2]: 83).

    Bahkan lebih tepat jika kita berbicara sesuai dengan keadaan dan kedudukan mitra bicara, serta harus berisi perkataan yang benar,
    “Dan katakanlah perkataan yang benar” (QS Al-Ahzab [33]: 70).

    Nama : Haris Tri Handoko
    No. Reg : 5515125504
    prodi : Pendidikan Tata Boga non reg

  34. Aminah berkata:

    Memberi semangat kepada orang yang sudah putus asa dalam menghadapi cobaan .

    لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
    Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

    Nama : Siti Aminah
    No.Reg : 5515127591
    Prodi : P. Tata Boga

  35. Dwi Rahmawati berkata:

    Dalil tentang untuk tidak saling mendengki

    Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu berkata, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menipu, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan kalian membeli suatu barang yang (akan) dibeli orang. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, tidak layak untuk saling menzhalimi, berbohong kepadanya dan acuh kepadanya. Taqwa itu ada disini (beliau sambil menunjuk dadanya 3 kali). Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Haram bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya, darahnya, hartanya, dan harga dirinya” (HR. Muslim)

    Nama : Dwi Rahmawati
    No reg : 5515125500
    prodi : S1 Tata Boga Non reg

  36. Aminah berkata:

    Memberi semangat kepada orang yang sudah putus asa dalam menghadapi cobaan .

    لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
    Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

    Nama : Siti Aminah
    No.Reg : 5515127591
    Prodi : P. Tata Boga non reg

  37. achmad muammar ramli berkata:

    memberikan senyum kepada orang tua dan saudara
    Wajah yang penuh senyuman adalah akhlak Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Sahabat Jarir bin Abdillah Radhiallahu’anhu berkisah:

    “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah menghindari aku jika aku ingin bertemu dengannya, dan tidak pernah aku melihat beliau kecuali beliau tersenyum padaku” (HR. Bukhari, no.6089).

    Beliau juga memerintahkan hal tersebut kepada ummatnya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda

    “Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah” (HR. Tirmidzi 1956, ia berkata: “Hasan gharib”. Di-shahih-kan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib)

    Nama : Achmad Muammar Ramli
    No Reg : 5515127551
    Prodi : Pend. Tata Boga Non Reg

  38. Editia Chandra Ajeng berkata:

    Slogan “menghargai pendapat orang lain”, berulang kali disampaikan melalui media audio maupun media cetak, dan ungkapan ini, seolah-olah sudah menjadi sebuah peraturan mengikat. Padahal ungkapan ini tidak mutlak, tidak sepenuhnya benar. Karena masalah-masalah yang berkaitan dengan din (agama), pijakannya ialah Al-Qur’an dan As-Sunnah, bukan berdasarkan pendapat. Sehingga siapapun yang salah dalam permasalahan din, maka pendapatnya tidak boleh dihargai dan tidak boleh didiamkan. Karena menghargai atau diam merupakan pengkhianatan terhadap Islam dan kaum muslimin ; juga berarti menyembunyikan al-haq (kebenaran), padahal Allah Azza wa Jalla berfirman.

    وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ

    “(Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu) : “Hendaklah kalian menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kalian menyembunyikannya…)” [Ali-Imran : 187]

    Meskipun yang keliru itu adalah orang terbaik atau orang yang paling tinggi martabatnya (dia tetap tidak boleh didiamkan, -red) karena kedudukan al-haq lebih tinggi dari dirinya.
    Nama :Editia Chandra Ajeng
    no registrasi:5515127562
    prodi :S1 Tata Boga Non Regular

  39. fitri nur rofi'ah berkata:

    MENGINGATKAN AGAR TIDAK GHIBAH

    Bergunjing sama dengan memperolok-olok orang lain. Hal itu tidak dibenarkan dalam Islam karena mengolok-olok orang lain adalah dosa. Apalagi kalau orang yang diolok tersebut tidak ikhlas, sehingga kamu menjadi pembuka aib orang lain.
    Berikut dalilnya:
    Artinya:
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Hujuraat : 11)

    NAMA :FITRI NUR ROFIAH
    PRODI :P.TATA BOGA NR
    NO REG :5515125518

  40. fitri nur rofi'ah berkata:

    MENGINGATKAN AGAR TIDAK GHIBAH

    Bergunjing sama dengan memperolok-olok orang lain. Hal itu tidak dibenarkan dalam Islam karena mengolok-olok orang lain adalah dosa. Apalagi kalau orang yang diolok tersebut tidak ikhlas, sehingga kamu menjadi pembuka aib orang lain.
    Berikut dalilnya:
    Artinya:
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Hujuraat : 11)

    NAMA :FITRI NUR ROFIAH
    PRODI : Pend.TATA BOGA NR
    NO REG :5515125518

  41. Serly Endah Vistuti berkata:

    Harta Kita Hanyalah Titipan Ilahi (saling berbagi )

    Saudaraku … Perlu engkau tahu bahwa kesuksesan, begitu pula harta yang Allah anugerahkan itu semua hanyalah titipan dari-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

    آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

    “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadiid: 7)

    Ayat ini jelas menunjukkan bahwa harta hanyalah titipan Allah karena Allah Ta’ala firmankah (yang artinya), “Hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.” Hakikatnya, harta tersebut adalah milik Allah. Allah Ta’ala yang beri kekuasaan pada makhluk untuk menguasai dan memanfaatkannya.

    Al Qurthubi rahimahullah menjelaskan, “Ayat ini merupakan dalil bahwa pada hakekatnya harta itu milik Allah. Hamba tidaklah memiliki apa-apa melainkan apa yang Allah ridhoi. Siapa saja yang menginfakkan harta pada jalan Allah, maka itu sama halnya dengan seseorang yang mengeluarkan harta orang lain dengan seizinnya. Dari situ, ia akan mendapatkan pahala yang melimpah dan amat banyak. ”

    Al Qurtubhi rahimahullah sekali lagi mengatakan, “Hal ini menunjukkan bahwa harta kalian pada hakikatnya bukanlah milik kalian. Kalian hanyalah bertindak sebagai wakil atau pengganti dari pemilik harta yang sebenarnya. Oleh karena itu, manfaatkanlah kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya untuk memanfaatkan harta tersebut di jalan yang benar sebelum harta tersebut hilang dan berpindah pada orang-orang setelah kalian. ”

    nama : Serly Endah Vistuti
    no reg : 5515125512
    prodi : Pendidikan Tata Boga Non-reg

  42. Putri Nur Khasanah berkata:

    dalil berpakaian sopan

    Orang Muslim meyakini bahwa berpakaian itu diperintahkan Allah Ta’ala dalam firman-firman-Nya, seperti dalam firman-firman-Nya berikut ini:

    يا بني ادما خذ زينتكم عند قولي ماسجيديو و كل واسيرابو و لا تصريف،إنه لا يوهيببولموسريفينا
    Hai anak Adam, pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-Araaf: 31).

    وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِمَّا خَلَقَ ظِلَالًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُمْ بَأْسَكُمْ كَذَلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ (81)

    “Dan Dia jadikan bagi kalian pakaian yang memelihara kalian dari panas, dan pakaian (baju besi) yang memelihara kalian dalam perangan.” (An-Nahl: 81).

    nama : Putri Nur Khasanah
    no reg : 5515127582
    prodi : Pendidikan Tata Boga Non-reg

  43. Yian Fharina berkata:

    Mengingatkan agar tidak memfitnah, dalilnya yaitu:
                                 
    191. dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah[117] itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), Maka bunuhlah mereka. Demikanlah Balasan bagi orang-orang kafir.

    [117] Fitnah (menimbulkan kekacauan), seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta mereka dan menyakiti atau mengganggu kebebasan mereka beragama.

    Nama: Yian Fharina
    No Reg : 5515125519
    Prodi: Pend. Tata Boga

  44. Fatiyyah berkata:

    Dalil Tentang Mendoakan Saudara

    Abu Darda’ RA bahawa dia mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda: “ Tidaklah berdoa seorang muslim terhadap saudaranya secara ghaib (tanpa diketahui oleh saudaranya itu) melainkan akan berkatalah para malaikat, engkau
    juga beroleh yang seumpama dengannya.” (Riwayat Muslim).

    Abu Darda’ RA, Rasulullah SAW bersabda maksudnya : “Doa seorang muslim kepada saudara muslimnya secara ghaib (tanpa pengetahuan saudaranya) adalah mustajab (diterima), di sisi kepalanya malaikat yang diutus Allah setiap kali dia mendoakan saudara muslimnya dengan doa yang baik, dan berkatalah malaikat itu, amin!, engkau juga beroleh manfaat yang sama.” (Riwayat Muslim).

    Nama : Aisyah Fatiyyah Zaahidah
    No Reg : 5515127553
    Prodi : Pen. Tata Boga

  45. GUSTIN RINANTI berkata:

    Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (انّا للہ و انّا الیہ راجعون) adalah potongan dari ayat Al-Quran, dari Surah Al-Baqarah, ayat 156. Isi penuh ayat tersebut adalah:
    الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون
    “(Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh suatu kesusahan, mereka berkata: Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.”
    Bacaan tersebut merupakan frasa umat Islam apabila seseorang tertimpa musibah dan biasanya diucapkan apabila menerima kabar duka cita seseorang. Frasa ini biasanya diterjemahkan “Sesungguhnya kita milik Allah, dan kepada Allah jualah kita kembali.”
    Umat Islam mempercayai bahwa Allah adalah Esa yang memberikan dan Dia jugalah yang mengambil, Dia menguji umat manusia. Oleh karenanya, umat Islam menyerahkan diri kepada Tuhan dan bersyukur kepada Tuhan atas segala yang mereka terima. Pada masa yang sama, mereka bersabar dan menyebut ungkapan ini saat menerima cobaan atau musibah.

  46. GUSTIN RINANTI berkata:

    nama : Gustin Rinanti
    No reg : 5515127567
    prodi : Pend tata boga (NR)

    Noted ; Dalil tentang turut berduka cita kapada orang yang sudah meninggal

    Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (انّا للہ و انّا الیہ راجعون) adalah potongan dari ayat Al-Quran, dari Surah Al-Baqarah, ayat 156. Isi penuh ayat tersebut adalah:
    الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون
    “(Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh suatu kesusahan, mereka berkata: Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.”
    Bacaan tersebut merupakan frasa umat Islam apabila seseorang tertimpa musibah dan biasanya diucapkan apabila menerima kabar duka cita seseorang. Frasa ini biasanya diterjemahkan “Sesungguhnya kita milik Allah, dan kepada Allah jualah kita kembali.”
    Umat Islam mempercayai bahwa Allah adalah Esa yang memberikan dan Dia jugalah yang mengambil, Dia menguji umat manusia. Oleh karenanya, umat Islam menyerahkan diri kepada Tuhan dan bersyukur kepada Tuhan atas segala yang mereka terima. Pada masa yang sama, mereka bersabar dan menyebut ungkapan ini saat menerima cobaan atau musibah.

  47. Zahrina Hatif Qisthina berkata:

    Dalil tentang Memberi Makan Fakir Miskin

    “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan.” (Al-Isra’ 26)

    “Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. “(An-Nisa 36).

    Berkata Ali r.a.: “Sesungguhnya Allah swt. telah menentukan haknya orang-orang fakir dalam
    harta orang-orang kaya, maka jika orang-orang fakir itu sampai kelaparan atau tidak berpakaian
    atau hidup sengsara, dikarenakan penolakan orang-orang kaya memberi pertolongan dan
    penguluran tangan, menjadi haknya Allah minta pertanggung jawab di hari kiamat serta

    Nama: Zahrina Hatif Qisthina
    no reg: 5515127597
    prodi: Pendidikan Tata Boga (S1 Non Regular)

  48. Yian Fharina berkata:

    Mengingatkan agar tidak memfitnah, dalilnya yaitu :
    “Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah[117] itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), Maka bunuhlah mereka. Demikanlah Balasan bagi orang-orang kafir”. (Al-Baqarah: 191)

    [117] Fitnah (menimbulkan kekacauan), seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta mereka dan menyakiti atau mengganggu kebebasan mereka beragama.

    Nama: Yian Fharina
    No. Reg : 5515125519
    Prodi: Pend. Tata Boga

  49. Destian Indra Pramana berkata:

    مَنْ ضَمَّ يَتِيْمًا بَيْنَ أَبَوَيْنِ مُسْلِمَيْنِ فِيْ طَعَامِهِ وَ شَرَابِهِ حَتَّى يَسْتَغْنِيَ عَنْهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

    “Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” [HR. Abu Ya’la dan Thobroni, Shohih At Targhib, Al-Albaniy : 2543].

    Nama : Destian Indra Pramana
    No. Reg : 5515127558
    Prodi : Pend. Tata Boga (NonReg) ’12

  50. :) berkata:

    Dalil tentang sabar

    Allah Ta’ala berfirman:
    إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
    “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar sajalah yang akan dipenuhi ganjaran mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
    Allah Ta’ala berfirman:
    وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
    “Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

    nama : Nadia Kartika R
    no reg : 5515127575
    Prodi : Pend. Tata Boga (non reguler)

  51. Tolong Menolong dalam Kebajikan

    ”Hendaklah kamu tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan janganlah saling membantu dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras dalam hukuman-Nya.”
    (QS. Al-Maidah/5:2)

    Rizki fawzan zulfi : no reg 5515127585 :
    prodi : pend tata boga S1

  52. Evita Yunita berkata:

    Tidak mendiamkannya lebih dan tiga hari, karena dalil-dalil berikut:

    Sabda Rasulullah saw.,

    “Orang Muslim tidak halal mendiamkan saudaranya lebih dari tiqa hari. Keduanya bertemu, salah satunya berpaling dan orang satunya juga berpaling. Orang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam.” (Muttafaq Alaih).

    “Dan janganlah kalian saling membelakangi, dan jadilah kalian hai hamba-hamba Allah sebagai saudara-saudara.” (Diriwayatkan Muslim).

    Membelakangi ialah sikap saling mendiamkan, seorang Muslim memberikan pantatnya kepada orang lain, dan berpaling daripadanya.

    Nama: Evita Yunita
    No. Reg: 5515125502
    Prodi: P. Tata Boga

  53. VIDDY INASARI RACHMAN berkata:

    DALIL “MEMBERI KASIH SAYANG KEPADA MAKHLUK HIDUP”
    Nama: Viddy Inasari Rachman
    No.Reg: 5515127593
    Prodi: Pend. Tata Boga S1 Non Reguler

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabada :

    إِنَّمَا يَرْحَمُ اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ

    Sesungguhnya Allah hanya menyayangi hamba-hambaNya yang penyayang (HR At-Thobrooni dalam al-Mu’jam al-Kabiir, dan dihasankan oleh Syaikh Albani dalam shahih Al-Jaami’ no 2377)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda

    الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَانُ، اِرْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

    “Para pengasih dan penyayang dikasihi dan di sayang oleh Ar-Rahmaan (Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang-pen), rahmatilah yang ada di bumi niscaya kalian akan dirahmati oleh Dzat yagn ada di langit” (HR Abu Dawud no 4941 dan At-Thirmidzi no 1924 dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam as-Shahihah no 925)

    Kata dalam مَنْ sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah isim maushuul, yang dalam kadiah ilmu ushuul fiqh memberikan faedah keumuman. Oleh karenanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak hanya memerintahkan kita untuk merahmati orang yang sholeh saja… bahkan Nabi memerintahkan kita untuk merahmati seluruh manusia… dan bukan hanya manusia.. bahkan hewan-hewanpun termasuk di dalamnya.

    Sumber: artikel Menebar Kasih Sayang — Muslim.Or.Id by null

    Sayangilah siapa yang ada dibumi, niscaya akan menyayangimu siapa yang berada dilangit (HR. Tabrani). Siapa yang tidak menyayangi sesama manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya. (HR. Tabrani)

    Tidak akan tercabut rasa kasih sayang melainkan dari orang yang celaka. (HR. Bukhari)Rasulullah meluaskan kasih sayangnya tidak saja terbatas pada manusia, tapi juga terhadap hewan hewan disekelilingnya. Banyak dalil yang berkisah tentang ini, diantaranya;

    Rasullullah bersabda: “Ketika ada seorang laki-laki yang sedang mengadakan perjalanan, rasa dahaga menguasai dirinya, lalu ia mendapatkan sebuah sumur. Dia turun kedalam sumur tersebut dan meminum dari airnya. Kemudian ia keluar dan mendapatkan ada seekor anjing sedang mengeluarkan lidahnya pertanda haus yang tak terkira. Laki-laki tadi berkata:’seekor anjing ini telah merasakan dahaga seperti yang saya rasakan tadi. ‘Lalu dia turun kembali kedalam sumur dan memenuhi sepatunya dengan air lalu menyodorkannya kepada anjing tersebut. Anjingpun minum air itu hingga puas. Allah berterima kasih kepada lelaki itu dan mengampuni dosanya. Para sahabat bertanya: ‘Dan apakah kita mendapatkan pahala karena kasih sayang kita kepada binatang?’ Beliau menjawab: ‘Pada setiap hati yang basah ada pahala (Muttafaq ‘alaih)

    Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar RA, bahwasannya Rasulullah bersabda: Ada seorang wanita yang diazab lantaran seekor kucing. Dia mengikatnya hingga mati karena kelaparan. Sebab itu dia masuk neraka. Dikatakan padanya: “kamu tidak memberinya makan dan minum ketika mengikatnya, tidak pula kamu lepaskan hingga kucing itu mendapatkan makanan dari serangga bumi. (Muttafaq ‘alaih)

    Rasulullah terus membimbing kita hingga sampai kepuncak kasih sayang. Ketika beliau singgah kesuatu tempat, tiba-tiba datang seekor burung yang hinggap diatas kepala beliau yang mulia, seakan akan burung itu hendak mengadukan kegelisahan hatinya, dimana ada seorang laki-laki telah mendzaliminya dengan mengambil burung tersebut. Selanjutnya beliau bersabda: “Siapakah diantara kalian yang telah mengambil telur burung ini?” Seorang laki-laki menjawab: “Saya wahai Rasulullah, sayalah yang telah mengambil telurnya.” Maka beliau bersabda.”Kembalikanlah telur itu sebagai bukti kasih sayangmu terhadap burung ini, (HR Bukhari)

    sumber : http://www.tipstrikblogging.com/2009/07/tebarkanlah-kasihmu.html

  54. @amaya berkata:

    Nama : Wilsa Rahmadina
    No Reg : 5515125505
    Prodi : Pendidikan Tata Boga Non Reguler

    #Menghargai karya orang lain#

    Dasar dogmatik (Al Quran dan Hadits) berkaitan dengan menghargai karya orang lain.

    ﺧﻴﺭﺍﻟﻨﺎﺲ ﻤﻦ ﻳﻨﻔﻊ ﻠﻠﻨﺎ ﺱ (ﺮﻮﺍﻩ ﻤﺗﻔﻕ ﻋﻠﻴﻪ)

    Artinya : “Sebaik-baik manusia adalah orang yang selalu memberi manfaat kepada manusia lain.” (HR Muttafaqun Alaih)
    Hadits nabi Muhammad yang artinya :“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bekerjan dan menekuni kerjanya.” (HR Baihaqi).

    “…Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh kerjaan yang lain.” (QS Al Insyirah : 5-7).

  55. Rubiya Tahira berkata:

    Nama: RUBIYA TAHIRA
    No.Reg: 5515125515
    Prodi: Pend. Tata Boga S1 Non Reguler

    Dalil tentang Meminta Maaf Atas Kesalahan Sendiri

    Apabila meminta maaf begitu penting, maka memberi maaf Allah Yang Maha Pengampun bahkan tersebut salah satu cirri orang takwa dan muhsin yang dicintai-Nya (Q.s ali imron: 133-4).

    Menurut sebuah hadis shahih, Nabi Muhammad saw. Pernah menganjurkan agar siapa yang mempunyai tanggung jawab terhadap orang lain, baiknya itu menyangkut kehormatan atau apa saja, segera menyelesaikannya di dunia ini, sehingga tanggung jawab itu menjadi bebas (bisa dengan menebus, bisa dengan meminta halal, atau meminta maaf). Sebab nanti di akherat sudah tidak ada lagi uang untuk tebus menebus. Orang yang mempunyai tanggungan dan belum meminta halal ketika dunia, kelak akan diperhitungkan dengan amalnya: apabila dia punya amal saleh, dari amal salehnya itulah tanggungannya akan ditebus; bila tidak memiliki, maka dosa atas orang yang disalahinya akan ditimpakan kepadanya, dengan ukuran tanggungannya. (Lihat misalnya, jawahir al-Bukhori, hlm. 275, hadis nomer: 353 dan shahih Muslim, II/430).

    Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. dan minta maaf itu bagian dari Ibadah dan bagian dari permohonan taubat yang kita selalu memohonkannya kepada Allah SubhanallahuWaTaala, terlebih jika dosa / kesalahan yang kita lakukan berkaitan dengan hak muslimin yang lain.

  56. Mayori Latifa berkata:

    Dalil tentang Berbuat Baik dan Menolong Orang Kafir

    لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَالْيَوْمَ اْلأَخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا

    “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah.” [Al-Ahzab : 21]

    Dalil Pertama:

    وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ

    “Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)

    Ayat ini tidak mengatakan ‘rahmatan lilmu’minin‘ (rahmat bagi seluruh mukmin), namun mengatakan ‘rahmatan lil ‘alamin. Ketika Rasulullah yang perkataan dan perbuatannya menjadi panutan umat Islam saja mendapat perintah untuk berbuat baik (menjadikan rahmat) bagi seluruh manusia, tentu saja kita sebagai pengikutnya juga berkewajiban untuk mengikutinya. Dan menolong orang kafir adalah salah satu wujud nyata bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh manusia.

    Dalil Kedua:

    لَّا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Qs. Al-Mumtahanah: 8)

    Yang dimaksud dengan “orang-orang yang tidak memerangimu karena agama” adalah orang kafir, kecuali kafir muharib.

    Dalil Ketiga:

    “Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka, maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikit pun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.” (QS Al-Ma’idah :42)

    Menolong orang kafir adalah salah satu bentuk berlaku adil kepada sesama manusia (tidak membeda-bedakan perlakuan pada umat lain)

    Dalil Keempat:

    “Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS At-Taubah : 6)

    Salah satu bentuk menolong orang kafir adalah dengan melindungi mereka.

    Nama: Mayori Latifa
    NIM: 5515127573
    Prodi: S1 Pendidikan Tata Boga (Non-Reguler)

  57. Abdul Latif berkata:

    Nama : Abdul Latif
    No.Registrasi : 5515128618
    Tugas : Agama Islam
    Program studi : S1 Pendidikan Tata Boga (Non Reguler)
    Dalil Tentang Menyampaikan Amanat
    An-Nisa’ Ayat:58

    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

  58. Merista Shela berkata:

    Nama : Merista Shela
    No Reg : 5515127574
    Prodi : Pendidikan Tata Boga Non Reguler

    TOLERANSI DALAM BERAGAMA

    1. Ayat-Ayat Al-Qur’an yang Membahas Tentang Toleransi dan Etika pergaulan

    Secara doktrinal, toleransi sepenuhnya diharuskan oleh Islam. Islam secara definisi adalah “damai”, “selamat” dan “menyerahkan diri”. Definisi Islam yang demikian sering dirumuskan dengan istilah “Islam agama rahmatal lil’ālamîn” (agama yang mengayomi seluruh alam). Ini berarti bahwa Islam bukan untuk menghapus semua agama yang sudah ada. Islam menawarkan dialog dan toleransi dalam bentuk saling menghormati. Islam menyadari bahwa keragaman umat manusia dalam agama dan keyakinan adalah kehendak Allah, karena itu tak mungkin disamakan.

    Berikut ini adalah ayat-ayat yang menjelaskan tentang seruan untuk bertoleransi dan beretika dalam pergaulan.

    1. A. QS:al kafirun1-6

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ ﴿١﴾ لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ ﴿

    “Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s