Tugas PAI PKK

Setelah anda berdiskusi tentang kerukunan beragama, menurut anda apa yang bisa dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut? berikan contohnya, dimana anda berpartisipasi di dalamnya!

Jawaban ditunggu paling lambat hari jum’at tanggal 10 Mei 2013 pukul 10.00. Jawaban yang datang setelahnya di anggap tidak dianggap keberadaannya. Selalu ingat untuk menuliskan nama dan nomor registrasinya. Semoga sukses dan tetap semangat!

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

4 Balasan ke Tugas PAI PKK

  1. Nama : Ayu Annisa Sutarjo
    NIM : 5545123050
    Mata Kuliah : Pendidikan Agama Islam
    Prodi : PKK Reg 2012
    Keyakinan terhadap suatu agama merupakan hak asasi seseorang yang didasari adanya kesadaran dan tidak bersifat pemaksaan. Sebagaimana diketahui dalam kehidupan berbangsa di Indonesia, terdapat lebih dari lima jenis agama yang dianut masyarakat. Sehingga mengharuskan setiap orang untuk dapat berkerukunan antar agama dengan cara mewujudkan hal sebgaia berikut :
    1. Mau menerima adanya perbedaan tersebut
    Maksud dari pernyataan ini adalh kita sebagai seorang muslim jika seseorang atau segolongan umat tidak menerima orang atau umat lain, akan tercipta suatu kondisi yang kacau. Kondisi ini sangat tidak sejalan dengan ajaran semua agama yang selalu mengajarkan kebajikan.
    Dengan demikian, setiap orang yang telah meyakini kebenaran suatu ajaran tidak serta merta dapat menyalahkan orang lain yang berbeda pemahaman. Tindakan yang paling tepat adalah menyampaikan konsep kebenaran yang dipahami dengan konsep dakwah, di antaranya melalui dialog. Dalam hal ini saya selaku seorang muslim dapat bertasipisi dalam hal menerima adanya perbedaan dengan cara masih terjalinnya komunikasi yang baik dengan umat agama lain mengenai ruang lingkup selain mengenai agama yang masing-masing kami anut.

    2. Toleransi
    Maksudnya dengan toleransi ialah kerukunan sosial kemasyarakatan, bukan dalam bidang aqidah Islamiyah (keimanan), karena aqidah telah digariskan secara jelas dan tegas di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dalam bidang aqidah atau keimanan seorang muslim hendaknya menyakini bahwa Islam adalah satu-satunya agama dan keyakinan yang dianutnya sesuai firman Allah SWT dalam surah Al-Kafirun (109) ayat 1-6 sebagai berikut :

    “Katakanlah, “Hai, orang-orang kafir!”. Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah. Dan tiada (pula) kamu menyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku bukan penyembah apa yang biasa kamu sembah. Dan kamu bukanlah penyembah Tuhan yang aku sembah. Bagiku agamamu dan bagiku agamaku.”

    Sesuai dengan surah di atas telah di katakan bahwa “Bagiku agamamu dan bagiku agamaku.” Yang intinya kita pun harus saling bertoleransi dalam melaksanakan beribadah ke pada agama lain. Seperti di lingkungan rumah saya yang kebetulan terdapat sekeluarga beragama kristiani mereka sering melakukan pembaktian, saya selaku tetangga yang beragama muslim tidak membuat kegaduhan selama mereka melakukan pembaktian.

    Demikian bu pendapat saya. Oia, bu untuk penanya terbaik versi kelompok 3 ini daftar namanya bu : 1. Dela , 2. Dimas Teguh P. 3. Diah Ismiati. Terima kasih, selamat malam.

  2. Ferdikal Ikram berkata:

    Nama : Ferdikal Ikram
    Prodi : PKK Reg 2012 (5545123027)
    Jurusan : Ilmu kesejahteraan Keluarga
    Fakultas : Fakultas Teknik

    Pada dasarnya semua agama mengajarkan tentang universalitas dalam setiap inti ajarannya guna mempertemukan semua keyakinan seluruh umat manusia. Adapun nilai dari universalitas itu sendiri haruslah didasarkan pada kondisi yang nyata, ruang maupun waktu agar memiliki efektifitas sebagai dasar etika sosial. Salah satu prasayarat bagi terwujudnya masyarakat madani adalah tercermin dengan penerimaan dan pengakuan dari segenap masyarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus untuk menerima kenyataan kemajemukan tersebut sebagai satu hal yang bernilai positif. Kenapa di sini disinggung permasalahan masyarakat madani yang berujung pada konsep pluralisme dalam agama? Hal tersebut dikarenakan pembahasan dalam kerukunan umat beragama tentu menyinggung beberapa agama, lebih-lebih dalam bangsa Indonesia yang notabenenya adalah Negara Pancasila yang didalamnya terdapat berbagai macam agama, antara lain; Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Konghuchu, aliran kepercayaan dan mungkin masih ada agama yang belum disebutkan.

    Salah satu prasyarat bagi terwujudnya masyarakat modern yang demokratis dan bersatu adalah dengan terwujunya masyarakat yang menghargai kemajemukan masyarakat dan bangsa serta mewujudkannya menjadi sebuah keniscayaan.

    Dalam The Oxford English Dictionary disebutkan bahwa keragaman (pluralism) adalah keberadaan atau toleransi keragaman etnik atau kelompok-kelompok kultural yang dalam suatu masyarakat atau negara serta keragaman maupun sikap suatu badan serta kelembagaan dan sebagainya. Diskursus tentang keberagaman sendiri tampaknya telah menjadi tema yang cukup penting dan banyak mendapat sorotan dari sejumlah cendekiawan muslim decade 80-an. Dilihat dari sisi manapun transformasi budaya masyarakat dalam bidang politik, ekonomi, hukum, kehidupan agama dan sebagainya harus tetap berjalan, namun juga harus diakui bahwa merupakan usaha yang tidak mudah untuk mengubah pola hidup, tradisi dan kebiasaan masyarakat. Tidak semudah membalikkan telapak tangan yang dapat dilakukan dalam waktu yang sekejap. Banyak persoalan yang harus dikritisi dalam kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat dalam bidang keagamaan maupun partisipasi kritis masyarakat dalam menyikapi kebijakan negara.

    Toleransi beragama sangat diperlukan demi terciptanya perdamaian antar umat beragama dalam agama islam tidak memaksa oarang yang tidak mau memeluk agama islam harus masuk agama islam, dan sangat menghargai umat beragama lain selama umat agama lain menghargai agama islam srta tidak memerangi kita, banyak sekali toleransi-toleransi yang di ajarkan agama islam alah satunya adalah kita tidak boleh mengganggu agama lain untuk melakukan ibadahnya, nabi besar kita muhammad saw juga pernah berpesan jangan memerangi agama yang tidak memerangi agama kita tidak boleh kita perangi dan barang siapa yang menyakitinya berarti menyakitikiku nabi muhammad mengataakaan seperti itu.

    PERAN UMAT BERAGAMA DALAM MEWUJUDKAN PERDAMAIAN

    Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu konflik atau menghambat kerukunan umat beragama antara lain:
    Pendirian rumah ibadah
    Penyiaran Agama
    Bantuan luar negeri
    Perkawinan beda agama
    Perayaan hari besar keagamaan
    Penodaan Agama
    Kegiatan aliran sempalan

    Macam-Macam Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
    • Kerukunan antar pemeluk agama yang sama, yaitu suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar masyarakat penganut satu agama. Misalnya, kerukunan sesama orang Islam atau kerukunan sesama penganut Kristen.
    • Kerukunan antar umat beragama lain, yaitu suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar masyarakat yang memeluk agama berbeda-beda. Misalnya, kerukunan antar umat Islam dan Kristen, antara pemeluk agama Kristen dan Budha, atau kerukunan yang dilakukan oleh semua agama.
    Bagaimana Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
    • Menjunjung tinggi rasa toleransi antar umat beragama, baik sesama antar pemeluk agama yang sama maupun yang berbeda.
    Rasa toleransi bisa berbentuk dalam macam-macam hal. Misal, perijinan pembangunan tempat ibadah oleh pemerintah, tidak saling mengejek dan mengganggu umat lain, atau memberi waktu pada umat lain untuk beribadah bila memang sudah waktunya.
    Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menunjukkan sikap toleransi.
    Peran saya dalam menciptakan kerukunan umat beragama :
    Menghargai semua teman tanpa membeda-bedakan latar agama yang di anut, bersikap ramah dan menjaga kepercayaan (dengan tidak berkata dusta), menghormati hari-hari besar tanpa mengganggu teman itu beribadah, menjauhi adanya pemicu konflik yang bersifat sensitif.

  3. Muhammad Putera Perdana Kusuma berkata:

    Nama : Muhammad Putera Perdana Kusuma
    Prodi : PKK Reguler 2012
    Jurusan : Ilmu Kesejahteraan Keluarga
    Nomor Registrasi : 5545123061

    Untuk mewujudkan suatu kondisi yang aman tenteram dan saling menghormati serta kerja sama antar umat beragama tentu itu adalah pr kita sebagai umat Islam karena sesungguhnya Islam mengajarkan tentang bagaimana cara bertindak dan berprilaku maupun cara berinteraksi dengan masyarakat non muslim dengan menghormati perbedaan. Setiap usaha yang dilakukan untuk membentuk masyarakat menjadi satu warna dan monoton dengan alasan kesatuan Islam atau moderatisme Islam tanpa mengindahkan adanya pluralitas faktor yang mempengaruhi masyarakat tentu dapat dipastikan akan mengalami kegagalan yang akut atau sempurna. Dan kegagalan itu terjadi setelah mengerahkan waktu dan tenaga yang tidak sebentar dan tidak sedikit. Oleh karena itu, adalah tanggung jawab kita bersama untuk terus memupuk kerukunan antar umat beragama melalui upaya menuju persatuan dan kesatuan dalam bingkai Islam secara utuh.
    Membicarakan tentang upaya manusia dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama tidak bisa melepaskan dari beberapa teori pemecahan masalah ketika terjadi problem di tengah masyarakat. Salah satunya adalah dengan jalan musyawarah. Banyak titik berangkat untuk memulai dialog dan kerjasama lintas agama. Salah satunya adalah upaya pemerintah dalam mempererat hubungan antar agama melalui Departemen Agama (Depag) maupun oleh individu-individu yang simpati terhadap problematika serta berbagai ketegangan lintas agama dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
    Adapun dialog antar agama adalah satu dari beberapa solusi terkait dengan upaya mewujudkan kerukunan antar umat beragama. Dialog antar agama adalah satu bentuk aktivitas yang menyerap ide keterbukaan. Dialog ini dianggap penting justru karena berfungsi untuk menyingkap ketertutupan yang selama ini menyelimuti hubungan antar agama. Dialog tidak mungkin dilakukan tanpa adanya sikap terbuka antara masing-masing pihak yang berdialog. Jika alternative untuk melakukan dialog antar umat beragama tadi tidak diwujudkan, maka dikhawatirkan akan terjadi kesalahpahaman yang mengakibatkan kita mudah terjerembab ke dalam prasangka sehingga terjadi kontraproduktif bagi hubungan antar agama tersebut. Nah maka dari itu, untuk meminimalisir akibat-akibat negatif seperti tersebut maka tokoh-tokoh agama dan para aktifis merintis tradisi dialog.

    Di bawah ini adalah beberapa ayat Al-Qur’an yang berhasil dihimpun untuk menguatkan prinsip kerukunan antar umat beragama:

    ” Jangan mencerca yang tidak menyembah Allah( penganut agama lain)”.

    ” Tidak ada paksaan untuk menganut agama (Islam)”.

    ” Bagimu agamamu dan bagiku agamaku”.

    ” Seandainya Allah tidak menolak keganasan sebagian orang atassebagian yang lain(tidak mendorong kerjasama antar manusia), niscaya rubuhlah biara-biara, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjidyang di dalamnya banyak disebut nama Allah”.

    ” Allah memberi petunjuk melalui wahyu-Nya siapa yang mengikuti keridhaan-Nya dengan menelusuri jalan-jalan kedamaian”.

    ” Katakanlah, Kami atau anda yang berada dalam kebenaran atau kesesatan yang nyata”.

    Peran saya dalam menciptakan kerukunan umat beragama :

    1. Menghormati semua teman tanpa membeda-bedakan latar agama yang di anut
    2. Berperilaku ramah tamah dan menjaga kepercayaan (dengan tidak berkata dusta)
    3. Menghargai hari-hari besar tanpa mengganggu teman itu beribadah
    4. Menghindari adanya pemicu konflik yang bersifat kontradikitif

    Ayat-ayat Al Qur’an menerangkan :

    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nashrani dan shabi’in, orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan melakukan perbuatan baik, bagi mereka pahala di sisi Tuhan mereka. Mereka tidak akan merasa ketakutan dan mereka tidak akan bersedih.”

    ” Orang-orang Yahudi berkata bahwa orang-orang Nashrani tidak berada di atas kebenaran dan orang-orang Nashrani berkata kepada orang-orang Yahudi tidak berada di atas kebenaran. Padahal mereka membaca Kitab. Begitulah orang-orang yang tidak mengerti berkata seperti perkataan mereka. Allah-lah yang akan memutuskan pada hari Kiamat tentang masalah yang mereka perdebatkan.”

    ” Jika Tuhanmu menghendaki niscaya menjadikan manusia sebagai umat yang satu. Akan tetapi (Tuhanmu menentukan hukum-Nya dan) mereka selalu berselisih. Kecuali orang-orang yang dirahmati oleh Tuhanmu. Untuk yang demikianitulah Dia menciptaka mereka. Ketetapan Tuhanmu telah sempurna. Sungguh Aku akan penuhi jahannam itu dengan jin dan manusia seluruhnya.”

    “Katakanlah kami beriman kepada Allah, kepada yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub, tokoh-tokoh Bani Israel dan kepada apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membedakan seorangpun dari mereka. Dan kami berserah diri kepada-Nya.”

    Semua agama dipengaruhi dan mempengaruhi kondisi masyarakatnya. Al Quran tidak pernah menganggap pluralitas agama sebagai problem sensitif karena semuanya adalah ciptaan Allah. Berangkat dari kesadaran inilah maka salah dan benar tidak dapat menjadi bingkai bagi agama-agama. Setiap agama mewakili berbagai kebutuhan manusia. Perbedaan masing-masing terjadi karena adanya perbedaan kebutuhan, era dan lingkungan. Sedangkan hikmah yang terpetik dari paradigma semacam itu adalah bahwa perbedaan itu akan berakhir pada satu, Hakekat Ketuhanan.

  4. rafika rizky berkata:

    NAMA : RAFIKA RIZKY
    NO REG : 5545120455
    TUGAS : AGAMA
    PRODI : PKK REGULER 2012

    Cara Menjaga Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama

    Kerukunan umat bragama yaitu hubungan sesama umat beragama yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara.
    Perlu kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain,tidak ada manusia yang dapat hidup sendiri maka dari itu kita perlu adanya saling menghargai antar makhluk hidup ciptaan ALLAH. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri.Karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya.

    Cara untuk mewujudkan kerukunan umat beragama adalah sebagai berikut :
    1. Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan
    Negara atau Pemerintah. Dengan demikian akan dapat tercipta keamanan dan ketertiban antar umat beragama, ketentraman dan kenyamanan di lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara.
    2. Menghilangkan perasaan curiga atau permusuhan terhadap pemeluk agama lain yaitu dengan cara mengubah rasa curiga dan benci menjadi rasa penasaran yang positf dan mau menghargai keyakinan orang lain..
    3. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu
    4. Hindari diskriminasi terhadap agama lain karena semua orang berhak mendapat fasilitas yang sama seperti pendidikan, lapangan pekerjaan dan sebagainya.
    5. Saling menghormati jika ada salah satu dari orang yang beragama lain sedang melakukan ibadah, jangan sampai mengganggu ketenangan saat mereka sedang melaksanakan ibadah.
    6. Menghormati privasi orang-orang yang beragama lain ketika sedang dalam perayaan hari raya agama tertentu.
    7. Mengadakan dialog antar umat beragama.
    8. Saling tenggang rasa, saling menghargai, toleransi antar umat beragama

    Dengan memperhatikan cara menjaga kerukunan hidup antar umat beragama tersebut hendaknya kita sesama manusia haruslah saling tolong menolong dan saling memberi dan kita harus bisa menerima bahwa perbedaan agama dengan orang lain adalah sebuah realitas dalam masyarakat yang multikultural agar kehidupan antar umat beragma bisa terwujud.

    Contoh patrisipasi dalam kerukunan antar umat beragama :
    • .Dalam berorganisasi contohnya jika teman kita mengajukan pendapat hendaknya kita menghargai pendapatnya karena setiap orang memiliki pendapat dengan cara saling menghargai akan timbul kerukunan karena kita tidak membeda-bedakan pendapat satu dengan lainnya.
    • Jika kita dalam masjid handaknya kita tidak berisik karena itu tempat untuk melakukan ibadah.
    • Dalam ruang lingkup tetangga biasanya saya saling memberi misalnya kita mempunyai makanan lebih hendaknya kita memberi tetangga karena itu salah satu untuk menjaga kerukunan karena manusia makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain.
    • Contoh lainnya seperti di kelas, kita dari daerah yang berbeda-beda dan ada yang berbeda agama namun semua itu tidak jadi penghalang untuk kita saling bersahabat tanpa membedakan agama atau daerah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s