Tugas PAI PKNR 2012

Setelah anda berdiskusi tentang masyarakat madani, negara manakah yang berhak menyandang gelar sebagai negara yang berlandaskan konsep tersebut? Utarakan jawaban anda disertai dengan argumentasi!

Jawaban ditunggu paling lambat hari jum’at tanggal 10 Mei 2013 pukul 10.00. Jawaban yang datang setelahnya di anggap tidak dianggap keberadaannya. Selalu ingat untuk menuliskan nama dan nomor registrasinya. Semoga sukses dan tetap semangat!

Iklan

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

28 Balasan ke Tugas PAI PKNR 2012

  1. astikarhy berkata:

    Menurut hasil diskusi yang telah kami lakukan, saya menyimpulkan bahwa untuk mengatakan negara mana yang bermasyarakat madani masih sulit. Sebab setiap negara belum tentu dapat memenuhi berbagai karakteristik masyarakat madani. Sebagai contoh, bangsa Indonesia;

    Seperti yang diketahui dari buku referensi, ada 6 karakteristik masyarakat madani:
    1. Masyarakat yang bertuhan
    alasan: Mayoritas bangsa Indonesia adalah orang-orang beragama. Keberadaan orang-orang atheis di Indonesia sangat dianggap tidak wajar dan orang-orang tersebut akan mengalami kesulitan untuk menjalani kehidupan didalam negara Indonesia. Sebab segala aktivitas memerlukan status agama.
    2. Hidup berdampingan dengan yang berbeda suku dan agama
    alasan: bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku dan agama. Mereka dapat hidup rukun bahkan membina sebuah ikatan keluara melalui perkawinan beda suku ataupun beda agama.
    3. Saling menghormati, berkerjasama, persamaan hak, dan tak adanya perlakuan diskrimanasi.
    Alasan: UUD’45 yang berlaku sebagai dasar Negara sangat menjunjung tinggi sikap-sikap tersebut. Meskipun kenyataan, keadaan yang ada di masyarakat seringkali bertolak belakang seperti perbedaan perlakuan suatu golongan dalam menjalani suatu masa hukuman.
    4. Kebebasan untuk beribadah
    Alasan: Indonesia mengakui keberadaan 5 agama. Mayoritas bangsa Indonesia adalah beragama Islam kemudian Kristiani. Keberadaan rumah ibadah yang seringkali berdampingan atau berhadap-hadapan menunjukkan bahwa Indonesia menjunjung tinggi toleransi beragama. Namun dewasa ini toleransi antar umat beragama mulai luntur. Hal tersebut dapat dilihat dari penutupan rumah ibadah dan berbagai terror bom yang biasanya membayang-banyangi saat perayaan hari besar agama.
    5. Berperadaban tinggi
    Alasan: Indonesia merupakan Negara berkembang belum menjadi Negara maju. Perilaku konsumtif bangsa Indonesia dalam menikmati teknologi membuat rendahnya kreatifitas anak bangsa dalam mencipta teknologi. Namun saat ini Indonesia sedang memperbaiki hal tersebut. Hal itu ditunjukkan melalui andilnya anak bangsa dalam berbagai olimpiade sains internasional.
    6. Berakhlak tinggi
    Alasan: pada dasarnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang bermoral. Bnagsa Indonesia identik dengan sopan santun dan gotong royong. Budaya bangsa Indonesia adalah budaya Timur. Namun arus globalisasi saat ini melunturkan budaya-budaya bangsa. Membawa pengaruh buruk dan merusak segala perilaku setiap orang yang tidak mampu menghindari pengaruh buruk globalisasi.

    Hal-hal diatas menunjukkan bahwa pada dasarnya Negara Indonesia mampu untuk melahirkan masyarakat madani dan memiliki gelar sebagai negara bermasyarakat madani. Namun seiring berjalannya waktu keadaan bangsa Indonesia semakin berubah. Bangsa Indonesia telah berubah menjadi bangsa yang anarki, egois, perusak, dan tidak bermoral.

    ASTIKA RAHAYU
    3315126582

  2. Menurut saya masih belum ada negara yang memilik masyarakat madani secara keseluruhan . Hal itu dikarenakan adanya perbedaan pada setiap pandangan seseorang dalam bersikap terhadap suatu permasalahan atau kegiatan dalam kenegaraan. Namun dengan berbagai kriteria yang ada, Indonesia masih memiliki masyarakat madani di dalamnya. Selain itu untuk negara-negara lain juga masih ada masyarakat madani di dalamnya. Namun dengan melihat berbagai keadaan penindasan yang masih terjadi di dunia. Hal itu mengakibatkan masih belum ada negara yang bergelar masyarakat madani secara keseluruhan. Oleh karena itu, perlunya peran pemerintah dalam menjadikan negara tersebut bergelar masyarakat madani. hal itu karena pemerintah merupakan contoh yang paling bisa dilihat oleh masyarakat untuk dapat ditiru segala tindakannya. Karena jika pemerintahannya baik mungkin dapat disimpulkan masyarakat didalamnya juga bersifat baik (masyarakat madani)
    Himmatusy Syarifah – 3315126592

  3. anis susanti berkata:

    sama seperti komentar sebelumnya menurut saya disuatu negara belum semuanya memiliki masyarakat madani, hal itu terjadi karena banyaknya perbedaan pola pikir masyarakat terhadap permasalahan tertentu.
    di dalam mewujudkan masyarakat madani haruslah berpacu pada Al- Qur’an dan As-Sunnah yang diamanatkan oleh Rasullullah. menurut teori Cara mewujudkan masyarakat madani adalah;
    a) Membangkitkan semangat islam melalui pemikiran islamisasi ilmu pengetahuan, islamisasi kelembagaan ekonomi melalui lembaga ekonomi dan perbankan syariah dan lain-lain.
    b) Kesadaran untuk maju dan selalu bersikap konsisten terhadap moral atau akhlak islami.
    c) Menegakkan hukum islam dan ditegakkannya keadilan dengan disertai komitmen yang tinggi.
    dari teori diatas, untuk menjadi masyarakat madani itu tergantung pada setiap individu. namun sayangnya setiap individu mempunyai pola pikir yang tidak sama. untuk menciptakan negara bermasyarakat madani itu harus didukung oleh beberapa faktor seperti sumber daya yang berkualitas, sistem ekonomi yang kuat dan sistem politik yang tangguh. oleh karena itu banyak negara yang belum memiliki konsep masyarakat madani dikarenakan kurangnya dukungan dari pemerintah untuk menciptakan masyarakat madani. Masyarakat madani mampu mencerminkan sifat kemampuan dan kemajuan masyarakat yang tinggi untuk bersikap kritis dan partisipasi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. jadi, masyarakat madani itu tergantung pada individu masing masing dan didukung oleh sistem pemerintahan suatu negara.
    ANIS SUSANTI
    3315126580

  4. Menurut diskusi yang telah kami lakukan dikelas, saya dapat menyimpulkan bahwa belum ada negara yang masyarakatnya benar-benar dapat dikatakan sebagai masyarakat madani.
    Seperti yang dapat kita ketahui, ada 6 karakteristik masyarakat madani yaitu:
    1. Masyarakat yang bertuhan
    Kita ketahui bahwa masyarakat di dunia pada masing-masing negara pastinya mempunyai tuhan yang mereka yakini sebagai landasan pengaturan kehidupan mereka. Walaupun tuhan yang mereka yakini berbeda tetapi tetap dapat dikatakan bahwa sebagian besar dari masyarakat di seluruh negara ini merupakan masyarakat yang bertuhan. Akan tetapi ada juga sebagian dari masyarakat didunia ini yang tidak mengakui adanya tuhan (Atheis). Dari sinilah saya melihat bahwa belum ada negara yang masyarakatnya dapat “benar-benar” dikatakan sebagai masyarakat madani.

    2. Masyarakat yang dapat hidup berdampingan dengan yang berbeda suku dan agama
    Disini kita tidak perlu melihat ke negara lain, lihat saja negara kita Indonesia. Telah kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara dengan suku dan agama yang beragam, masyarakat Indonesia pun telah dari lama hidup dengan rukun dengan baik berdampingan dengan yang berbeda suku dan agama. Akan tetapi lambat laun justru semakin banyak terjadi keributan antarsuku dan antaragama. Apakah negara kita Indonesia dapat dikatakan sebagai negara yang memiliki masyarakat yang madani?

    3. Masyarakat yang saling menghormati, bekerjasama dengan baik, menjunjung tinggi persamaan hak sehingga tak adanya perlakuan diskriminasi.
    Masih berbicara tentang negara kita, Indonesia. Dari karakteristik yang ketiga ini kita pun bisa berpikiran bahwa Indonesia dapat dikatakan sebagai negara dengan masyarakat yang madani. Benarkah? Indonesia terkenal dengan masyarakat yang berbudaya, yang memiliki sopan santun yang tinggi, serta menjujung tinggi persamaan hak asasi manusia. Masyarakat indonesia sejak dulu juga dikenal dengan masyarakat yang suka gotong royong bekerja sama menolong sesama. Akan tetapi sekali lagi, lambat laun hal-hal tersebut mulai runtuh, seperti keributan-keributan yang terjadi akhir-akhir ini. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Lalu dapatkah Indonesia dikategorikan sebagai negara dengan masyarakat madani?

    4. Kebebasan untuk beribadah
    Kebebasan untuk beribadah pastinya sudah diterapkan hampir diseluruh negara didunia contohnya saja di Indonesia. Indonesia mempunyai masyarakat dengan beragam keyakinan (agama) , Indonesia juga memperbolehkan setiap umat beragama untuk beribadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Akan tetapi akhir-akhir ini terjadi ketidaknyamanan yang dirasakan oleh salah satu umat beragama di Indonesia yakni umat kristiani. Mereka merasakan ketiakbebasan untuk beribadah ketika saat hari raya umatnya justru rumah ibadah mereka di bom. Entah siapa yang melakukan, akan tetapi dapat terlihat bahwa kebebasan umat beragama untuk beribadah telah terganggu.

    5. Berperadaban tinggi
    Sebagian besar masyarakat didunia ini mempunyai penguasaan terhadap ilmu pengetahuan serta teknologi sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat. Masyarakat Indonesia dapat dikatakan sebagai masyarkat yang berperadaban tinggi, karne tidak sedikit dari bangsa Indonesia yang mendapatkan penghargaan atas keahlian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi

    6. Berakhlak mulia
    Berakhlak mulia berarti anggun dalam moral. Masyarakat Indonesia dapat dikatakan berakhlak mulia, tetapi dapat juga dikatakan tidak berakhlak mulai. Mengapa? Dapat dikatakan berakhlak mulia karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang beragama dan sebagian besar pun menampilkan akhlak yang sesuai dengan syariat agamanya. Dikatakan tidak berakhlak mulia, karena seiring berkembangnya zaman dan arus globalisasi maka semakin marak pula masyarakat yang perbuatannya justru sangat menyimpang dari syariat agamanya.

    Berdasarkan hal-hal tersebut sebenarnya masyarakat Indonesia memiliki peluang tinggi untuk menyandang gelar masyarakat madani. Hal tersebut dapat terjadi apabila masyarakat Indonesia mempunyai kesadaran dan kemauan yang tinggi untuk mengubah sikap dan perilaku sesuai dengan karakteristik masyarakat madani secara utuh.

  5. RAHMI HAYATUNNUFUS
    3315126599

  6. menurut saya,saat ini belum ada negara yang pantas menyandang gelar masyarakat madani tersebut.Tapi ketika zaman dahulu,saat kepemimpinan rasulullah,dan beberapa kepemimpinan setelahnya,madinah pantas dikatakan sebagai masyarakat madani.seiring berkembangya zaman,budaya yang biasa dilakukan di zaman nabi telah luntur sehingga madinah tidak dapat dikatakan sebagai masyarakat madani lagi.Negara kitapun,Indonesia tidak dapat dikatakan seperti itu,padahal mayoritas penduduknya beragama islam.mungkin karena masyarakatnya yang terkadang kurang peduli dengan orang lain,mereka lebih mementingkan ego,sehingga jalinan silaturahmi antar masyarakat berkurang.
    karena indonesia belum memiliki karakteristik yang menunjukkan bahwa indonesia bisa menyandang gelar masyarakat madani.
    berikut karakteristik masyarakat madani tersebut :
    Pertama: Iman yang merupakan landasaan ideal dan spiritual dari sebuah masyarakat.
    Kedua dan ketiga: Hak, Kewajiban dan Kesadaran hukum. Sesama mukmin handaklah terus melakukan amar ma’ruf, yaitu memerintahkan yang lain untuk berbuat kebaikan.
    Keempat : Spiritualitas. Sebagai realisasi dari keimanan, yaitu selalu mengerjakan shalat lima waktu, dengan memerhatikan syarat, rukun dan etikanya. Dilakukan secara terus menerus sepanjang hayat dan dikerjakan dengan baik dan khusyu’, agar hikmah shalat berubah menjadi kepribadian seseorang.
    Kelima: Kepedulian sosial melalui zakat. Zakat adalah bentuk rasa kesetiakawanan sosial, empati, berbagi dengan orang lain. Dengan zakat, manusia tidak lagi kikir, egois, materialistis.
    Keenam : Rujukan Agama. Mengatasi berbagai persoalan kehidupan diperlukan rujukan. Dalam islam rujukan yang betul-betul kredibel adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, dalam semua lini kehidupan, baik dalam soal akidah, mu’amalah, ibadah maupun akhlak.

    HANA ARDYA GARINI
    3315126591

  7. GALUH PUTRI ERIKA WATI berkata:

    Untuk menjadi masyarakat madani memiliki beberapa karakteristik. Karasteristiknya telah dijelaskan sebelumnya di atas. Menurut saya belum ada Negara yang berlandaskan sesuai dengan karakteristik tersebut untuk zaman sekarang. Tetapi, mungkin pada dasarnya setiap Negara memiliki dasar untuk menjadi masyarakat madani. Ini tergantung bagaimana Negara tersebut untuk mewujudkannya dan bagaimana pandangan seseorang yang terdapat di Negara tersebut. Begitu juga dengan Negara kita yaitu Indonesia. Indonesia pun juga memiliki dasar untuk merujuk ke masyarakat madani. Contohnya pada karakteristik yang :

    1. Masyarakat yang bertuhan
    Masyarakat Indonesia hampir semuanya memiliki Tuhan yang mereka sembah, walaupun berbeda-beda. Tetapi ada sebagian kecil dari mereka bersifat atheis. Tetapi jika dilihat secara keseluruhan masyarakat Indonesia sudah memiliki dasar untuk merujuk ke masyarakat madani.
    2. Masyarakat yang dapat hidup berdampingan dengan yang berbeda suku dan agama
    Masyarakat Indonesia memiliki 5 agama yang berbeda dan berbagai suku yang terdapat di dalamnya. Walaupun Indonesia memiliki banyak agama dan suku, masyarakat yang di dalamnya dapat hidup secara berdampingan dengan rukun. Walaupun terkadang ada di beberapa di daerah yang masih melakukkan perang antar suku.
    3. Masyarakat yang saling menghormati, bekerjasama dengan baik, menjunjung tinggi persamaan hak sehingga tak adanya perlakuan diskriminasi.
    Masyarakat Indonesia telah mencakup yang disebutkan pada point 3. ini pun bisa dijadikan sebagai dasar. Tetapi terkadang adanya perlakuan diskriminasi dimuka hokum antara kelas ekonomi bawah dengan atas. Walaupun telah dituliskan dalam peraturan semua manusia mempunyai persamaan hak dimuka hokum.
    4. Kebebasan untuk beribadah
    Indonesia membebaskan masyarakatnya untuk memeluk agama yang diyakininya seta membebaskannya untuk beribadah sesuai agamanya masing-masing.
    Terkadang rasa kenyamanan seseorang untuk beribadah terganggu. Entah dari sikap individual orang tersebut atau adanya kelompok minoritas.
    5. Berperadaban tinggi
    Peradaban tinggi ini dapat dilihat dari IPTEK yang berkembang pada suatu Negara. Salah satunya Indonesia, Indonesia telah merujuk terhadap perkembangan IPTEK yang ada
    6. Berakhlak Mulia
    Masyarakat Indonesia memiliki akhlak yang mulia ini dapat terlihat dari sikap yang sopan dan ramah tamah terhadap sesama umat manusia tanpa adanya perbedaan agama, suku maupun Negara

    Seperti contoh yang telah disebutkan diatas Indonesia sudah mendapatkan dasarnya untuk merujuk ke masyarakat madani. Sekarang tinggal bagaimana dari individunya itu sendiri dan bagaimana perilaku serta sistem pemerintahannya. Apakah perlu diubah atau tetap dilanjutkan.

    GALUH PUTRI ERIKA WATI
    3315126590

  8. Syifa Khairu Nida berkata:

    Berdasarkan diskusi kemarin , menurut saya sampai saat ini belum ada negara yang pantas mendapat gelar sebagai masyarakat madani karena pada dasarnya Masyarakat Madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta masyarakat yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi. dalam hal ini tentunya untuk layak disebut sebagai masyarakat madani susah karena pasti dalam suatu negara untuk menyelesaikan banyak persoalan kita terdapat perbedaan pendapat. penggunaan konsep masyarakat madani dilakukan setelah teruji validitasnya berdasarkan landasan normatif (nass) dari sumber primer Islam (al-Qur’an dan Hadits) atau dengan praktek generasi awal Islam (the Islamic era par exellence).
    Pada zaman Nabi Muhammad SAW Istilah masyaakat madani itu sebenarnya merujuk pada masyarakat Islam yang pernah dibangun nabi Muhammad di negeri Madinah. Perkataan Madinah dalam bahasa arab dapat dipahami dari dua sudut pengertian. Pertama, secara konvensional kata madinah dapat bermakna sebagai “kota”, dan kedua, secara kebahasaan dapat berarti “peradaban”; mskipun di luar ata “madaniyah” tersebut, apa yang disebut peradaban juga berpadanan dengan kata “tamaddun” dan “hadlarah”.
    Sebelumnya, apa yang dikenal sebagai kota madinah itu adalah daerah yang bernama Yatsrib. Nabi-lah yang kemudian mengubah namanya menjadi Madinah, setelah hijrah ke kota itu. Perubahan nama Yatsrib menjadi Madinah pada hakikatnya adalah sebuah proklamasi untuk mendirikan dan membangun masyarakat berperadaban di kota itu. Dasar-dasar masyarakat madani inilah, yang tertuang dalam sebuah dokumen “Piagam Madinah” yang didalamnya menyangkut antara lain wawasan kebebasan, terutama di bidang agama dan ekonomi, tanggung jawab social dan politik, serta pertahanan, secara bersama.
    Di kota Madinah-lah, Nabi membangun masyarakat berperadaban berlandaskan ajaran Islam, masyarakat yang bertaqwa kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. Semangat ketaqwaan yang dalam dimensi vertical untuk menjamin hidup manusia, agar tidak jatuh hina dan nista.

    Ciri-Ciri Masyarakat Madani
    1. Menjunjung tinggi nilai, norma, dan hukum yang ditopang oleh iman dan teknologi.
    2. Mempunyai peradaban yang tinggi ( beradab ).
    3. Mengedepankan kesederajatan dan transparasi ( keterbukaan ).
    4. Free public sphere (ruang publik yang bebas)
    Ruang publik yang diartikan sebagai wilayah dimana masyarakat sebagai warga negara memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik, warga negara berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul serta mempublikasikan pendapat, berserikat, berkumpul serta mempublikasikan informasi kepada publik.
    5. Demokratisasi
    Menurut Neera Candoke, masyarakat sosial berkaitan dengan wacana kritik rasional masyarakat yang secara ekspisit mensyaratkan tumbuhnya demokrasi., dalam kerangka ini hanya negara demokratis yang mampu menjamin masyarakat madani. Demokratisasi dapat terwujud melalui penegakkan pilar-pilar demokrasi yang meliputi : 1) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) 2) Pers yang bebas 3) Supremasi hokum 4) Perguruan Tinggi 5) Partai politik
    6. Toleransi
    Toleransi adalah kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda. Toleransi merupakan sikap yang dikembangkan dalam masyarakat madani untuk menunjukan sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang atau kelompok masyarakat yang lain yang berbeda.
    7. Pluralisme
    Pluralisme adalah sikap mengakui dan menerima kenyataan disertai sikap tulus bahwa masyarakat itu majemuk. Kemajemukan itu bernilai positif dan merupakan rahmat tuhan.
    8. Keadilan Sosial (Social justice)
    Keadilan yang dimaksud adalah keseimbangan dan pembagian yang proporsional antara hak dan kewajiban setiap warga dan negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan.
    9. Partisipasi sosial
    Partisipasi sosial yang benar-benar bersih dari rekayasa merupakan awal yang baik bagi terciptanya masyarakat madani. Partisipasi sosial yang bersih dapat terjadi apabila tersedia iklim yang memunkinkan otonomi individu terjaga.
    10. Supermasi hukum
    Penghargaan terhadap supermasi hukum merupakan jaminan terciptanya keadilan, keadilan harus diposisikan secara netral, artinya tidak ada pengecualian untuk memperoleh kebenaran di atas hukum.

    SYIFA KHAIRU NIDA
    3315126608

  9. RURY NABIA berkata:

    untuk menentukan negara mana yang pantas menyandang gelar sebagai masyarakat madani, belum ada yang benar-benar memenuhi karakteristik sebagai masyarakat madani. hal tersebut dapat di analisa dari setiap negara bahwa setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda dari segi pola pikir, perilaku, dan sikap dalam menghadapi setiap persoalan di negrinya. karena pada dasarnya Konsep masyarakat madani adalah sebuah menggambarkan maasyarakat beradab yang mengacu pada nila-nilai kebajikan dengan mengembangkan dan menerapkan interaksi sosial yang kondusif demi terciptanya kedamaian dalam kehidupan sosial serta menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupannya. namun pada kenyataannya masih banyak kekerasan terjadi di suatu negara, masih banyak orang yang tidak mendapatkan haknya, dan masih banyak orang yang bersaing dalam hal beribadah. padahal masyarakat madani adalah masyarakat yang saling menghormati, menghargai perbedaan, saling menolong, menciptakan kedamaian dalam kehidupan sosial, menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, menjadikan Rasullullah SAW sebagai pemimpin, dan memberikan kebebasan bagi penduduknya untuk memeluk agama serta beribadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. berikut adalah karakteristik masyarakat madani yang bertolak belakang dengan keadaan di masa kini :

    1. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara.
    2. Tumbuhkembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat.
    3. Meluasnya kesetiaan dan kepercayaan sehingga individu-individu mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri.
    4. Bertuhan, artinya bahwa masyarakat tersebut adalah masyarakat yang beragama, yang mengakui adanya Tuhan dan menempatkan hukum Tuhan sebagai landasan yang mengatur kehidupan sosial.
    5. Damai, artinya masing-masing elemen masyarakat, baik secara individu maupun secara kelompok menghormati pihak lain secara adil.
    6. Tolong menolong tanpa mencampuri urusan internal individu lain yang dapat mengurangi kebebasannya.
    7. Toleran, artinya tidak mencampuri urusan pribadi pihak lain yang telah diberikan oleh Allah sebagai kebebasan manusia dan tidak merasa terganggu oleh aktivitas pihak lain yang berbeda tersebut.
    8. Keseimbangan antara hak dan kewajiban sosial.
    9. Berperadaban tinggi, artinya bahwa masyarakat tersebut memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan untuk umat manusia.
    10. Berakhlak mulia.

    pada dasarnya setiap negara memiliki kesempatan untuk pantas menyandang gelar sebagai masyarakat madani jika ada kemauan untuk saling bekerjasama antar pribadi untuk sama-sama mewujudkan masyarakat madani dinegaranya serta meninggalkan sifat egois.

    RURY NABIA
    3315126604

  10. Nur Fadilah
    3315126597

    Bismillahirahmanirrahim
    Assalamu’alaykum wr.wb

    Apabila dikatakan negara/kota madani disepanjang zaman, jawabannya adalah kota madinah, kota yang dahulu pernah dipimpin oleh Rasulullah SAW. Madinah merupakan profil negara madani.
    selain karena dipimpin oleh seorang Rasul, masyarakat madinah itu sendiri adalah masyarakat yang senang tolong menolong maka masyarakat madinah dikatakan kaum anshor(penolong).
    Kota Madinah dizaman nabi memenuhi kriteria dengan sempurna untuk dikatakan sebagai negara madani.Karena :

    1. Masyarakat madinah adalah masyarakat yang beragama, yaitu sebagian besar adalah islam.
    2. Masyarakat madinah dapat hidup berdampingan dengan perbedaan suku dan agama, contohnya suku aus dan khajraj dan agama (dimadinah terdapat agama islam, yahudi dan nasrani)
    3. Masyarakat madinah saling menghormati antar umat beragama dan suku lain, senang berkerjasama seperti ketika membangun masjid ataupun berperang, tidak adanya perlakuan diskrimanasi contohnya antara agama islam, yahudi dan nasrani mampu hidup berdampingan secara damai.
    4. Masyarakat madinah,baik yang beragama islam, yahudi maupun nasrani mendapatkan Kebebasan untuk beribadah.
    5. Masyarakat madinah adalah masyarakat yang berperadaban tinggi, contohnya banyak bangunan-bangunan yang mulai dibangun ketika nabi memimpin.
    6. Masyarakat madinah adalah masyarakat yang berakhlak mulia, contohnya ketika masyarakat madinah dengan ketulusannya menerima kaum muhajirin datang ke madinah, bahkan mengangkat Rasulullah SAW yang bukan dari golongannya sebagai pemimpin, dan kebersediaannya untuk memeluk islam dan menjalankan ajaran islam dengan kaffah.

    Indonesia bisa saja dikatakan sebagai negara madani, tetapi masyarakat madani yang tidak sempurna karena masih banyak terjadi kekacauan disebagian wilayah di Indonesia.

    Turki dizaman khalifah Harun Ar-Rasyid pun dapat dikatakan sebagai negara yang madani karena peradaban islam mengalami puncak kejayaannya (golden age).

    Mengingat sangat luasnya pengertian dari negara/masyarakat madani, dan kriteria agar dapat dikatakan sebagai negara madani pun cukup sulit. Maka untuk mencapainya pun tidak akan melebihi kemadanian dizaman Rasulullah SAW.

    karena itulah saat ini negara-negara didunia belum siap untuk mengamalkan perilaku Rasulullah dalam membentuk masyarakat madani dan negara yang madani, karena profil negara madani sejati hanya ada dibawah kepemimpinan manusia paling mulia sepanjang masa, Rasulullah SAW.

    mohon maaf atas segala kekhilafan
    wassalamu’alaykum wr. wb

  11. Ulfa Nurvina berkata:

    Menurut hasil diskusi yang kami lakukan, menurut saya belum ada Negara yang pantas menyandang gelar masyarakat madani. Salah satu ciri khas masyarakat madani, yaitu taat dan sadar hukum, kebersamaan, kemakmuran ekonomi, demokrastis, cerdas dan kritis. Masyarakat madani itu ada pada zaman kepemimpinan Rasulullah SAW dan dua zaman kepemimpinan setelah Rasulullah SAW wafat yaitu pada kota madinah. Tetapi seiring berkembangnya zaman, budaya dan gaya kepemimpinan Rasulullah mengalami penyusutan dan lama kelamaan hilang. Sebenarnya setiap Negara mempunyai karakteristik dari masyarakat madani itu sendiri, namun masih banyaknya penyimpangan yang terjadi. Sehingga, kini untuk mengatakan Negara mana yang pantas menyadang gelar masyarakat madani masih sulit. Hal itu dikarenakan banyaknya perbedaan pendapat dan perbedaan pola pikir setiap masyarakat terhadap permasalahan yang ada. Oleh karena itu, sangat diperlukan peran pemerintah untuk menjadikan negaranya yang beradab dalam membangun, menjalani dan mampu memaknai arti bermasyarakat sehingga dapat menyandang gelar masyarakat madani.

    ULFA NURVINA
    3315126609

  12. Sri Hartini berkata:

    Sri Hartini 3315126607

    Bissmillahirahmanirahim..
    Berdasarkan hasil diskusi kelas mengenai masyarakat madani negara yang pantas menyandang gelar masyarakat madani seutuhnya pada era zaman sekarang ini belum ada. Hal ini dikarenakan setiap negara belum ada yang dapat memenuhi seluruh karakteristik secara sempurna. Pasti ada saja kecacatan dalam memenuhi karakteristik masyarakat madani. Seperti halnya negara Indonesia yang masih ditemua kecacatan dalam hidup berdampingan antar suku dan agama yaitu masih banyak ditemukan pertengkaran antar suku, antar pelajar dan masih banyak lagi.
    Gelar masyarakat madani sangat pantas disandang oleh masyarakat madinah pada zaman Nabi Muhammad SAW. Hal ini dikarenakan pada masyarakat madinah pada zaman rasul telah memenuhii seluruh kriteria masyarakat madani secara sempurna. Sepertihalnya kriteria berikut
    – Masyarakat yang bertuhan, setiap masyarakat madinah mempunyai kepercayaan akan Tuhan walaupun tidak semua islam tetapi semua bertuhan.
    – Masyarakat yang terdiri dari berbagai suku dan agama, di madinah tinggal berbagai suku dan agama dari mulai yang beragama islam, nasrani, sampai yahudi tinggal berdampingan disana.
    – Adanya kebebasan dalam menjalankan ibadah.
    – Berperadapan tinggi, hal ini dibuktikan dengan penguasaan ilmu-ilmu pengetahuan baru.
    – Masyarakat madinah pada zaman itu juga mempunyai akhlak mulia, dimana terciptanya suasan yang rukun dan saling tolong menolong antara kaum muhajirin dan ansar. Namun bukan hanya kedua kaum tersebut akhlak mulia juga tercermin dari masyarakat yang selain islam.

  13. Masyarakat Madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta masyarakat yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi. masyarakat madani memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
    1. Menjunjung tinggi nilai, norma, dan hukum yang ditopang oleh iman dan teknologi.
    2. Mempunyai peradaban yang tinggi.
    3. Mengedepankan kesederajatan dan keterbukaan.
    4. Demokratisasi
    Menurut Neera Candoke, masyarakat sosial berkaitan dengan wacana kritik rasional masyarakat yang secara ekspisit mensyaratkan tumbuhnya demokrasi., dalam kerangka ini hanya negara demokratis yang mampu menjamin masyarakat madani.
    6. Toleransi
    Toleransi adalah kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda. Toleransi merupakan sikap yang dikembangkan dalam masyarakat madani untuk menunjukan sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang atau kelompok masyarakat yang lain yang berbeda.
    7. Pluralisme
    Pluralisme adalah sikap mengakui dan menerima kenyataan disertai sikap tulus bahwa masyarakat itu majemuk. Kemajemukan itu bernilai positif dan merupakan rahmat tuhan.
    8. Keadilan Sosial
    Keadilan yang dimaksud adalah keseimbangan dan pembagian yang proporsional antara hak dan kewajiban setiap warga dan negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan.
    9. Partisipasi sosial
    Partisipasi sosial yang benar-benar bersih dari rekayasa merupakan awal yang baik bagi terciptanya masyarakat madani. Partisipasi sosial yang bersih dapat terjadi apabila tersedia iklim yang memunkinkan otonomi individu terjaga.
    10. Supermasi hukum
    Penghargaan terhadap supermasi hukum merupakan jaminan terciptanya keadilan, keadilan harus diposisikan secara netral, artinya tidak ada pengecualian untuk memperoleh kebenaran di atas hukum.
    menurut hasil diskusi jika dilihat dari keseluruhan masyarakat yang ada disebuah negara pada zaman ini, maka belum ada negara yang secara utuh berlandaskan konsep masyarakat madani yang dikarenakan banyaknya perbedaan kebiasaan, perbedaan pola pikir dan perbedaan pendapat. mungkin didalam lingkup kecil dari sebuah negara masih ada masyarakat madani, oleh karena itu peran dari pimpinan sebuah negara sangatlah diperlukan untuk membentuk masyarakat yang berlandaskan konsep masyarakat madani. apabila sebuah negara telah berlandaskan konsep masyarakat madani pastilah negara tersebut menjadi negara yang tenteram, aman, damai dan terciptanya kerukunan antar warga negara. pada kenyataannya masyarakat yang madani hanya ada pada zaman kepemimpinan Rasulullah SAW dan dua zaman berikutnya, yang lama-kelamaan kebiasaan itu punah dan menghilang. tidak ada salahnya jika kebiasaan itu kita mulai dari diri sendiri untuk mencapai masyarakat madani.

  14. SELA DEVI ANGGRAENI
    3315126605

  15. Assalamua’laykum wr.wbr..

    Menurut saya, negara yang berhak menyandang gelar sebagai negara yang berlandaskan konsep masyarakat madani pada saat ini belum ada. Belum sepenuhnya masyarakat di dalam suatu negara di dunia yang benar-benar seutuhnya merupakan negara yang memiliki masyarakat madani. Dalam istilah lain, referensi masyarakat madani ada pada kota Madinah, sebuah kota yang sebelumnya bernama Yastrib di wilayah arab, di mana masyarakat Islam di bawah kepimpinan Nabi Muhammad SAW di masa lalu pernah membangun peradaban tinggi. Hingga saat ini belum muncul adanya negara yang berkonsep masayarakat madani. Dilihat dari krakteristik masyarakat madani itu sendiri, ada beberapa negara yang mungkin merujuk pada masyarakat madani namun masih ditemukan kekurangan dan ketidakcocokan dengan ciri atau karakteritik masyarakat madani yang dipaparkan dalam Al-Qur’an maupun sejarah yang menggambarkan masyarakat madani pada waktu zaman nabi Muhammad SAW. Seyogyanya setiap negara di dunia menginginkan masyarakatnya merupakan masyarakat yang ideal yang mengarah pada konsep masyarakat madani. Bukan tidak mungkin apabila suatu negara memiliki masyarakat madani. Namun hal itu tidaklah mudah, ciri-ciri dan karakteristik dari masyarakat madani itu sendiri harus dipenuhi yang antara lain: 1)Bertuhan, artinya bahwa masyarakat tersebut adalah masyarakat yang beragama, yang mengakui adanya Tuhan dan menempatkan hukum Tuhan sebagai landasan yang mengatur kehidupan social. Manusia secara universal mempunyai posisi yang sama menurut fitrah kebebasan dalam hidupnya,sehingga komitmen terhadap kehidupan social juga dilandasi oleh relativitas manusia di hadapan Tuhan. 2) Damai,artinya masing-masing elemen masyarakat, baik secara individu maupun secara kelompok menghormati pihak lain secara adil. Kelompok social mayoritas hidup berdampingan dengan kelompok minoritas sehingga tidak muncul kecemburuan social. 3) Tolong menolong tanpa mencampuri urusan internal individu lain yang dapat mengurangi kebebasannya.4) Toleran, artinya tidak mencampuri urusan pribadi pihak lain yang telah diberikan oleh ALLAH sebagai kebebasan manusia dan tidak merasa terganggu oleh aktivitas orang lain yang berbeda tersebut.5) Keseimbangan antara hak dan kewajiban sosial. Setiap anggota masyarakat memiiki hak dan kewajiban yang seimbang untuk menciptakan kedamaian, kesejahteraan, dan keutuhan masyarakat sesuai dengan kondisi masing-masing.6) Berperadaban tinggi, artinya ,masyarakat tersebut memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan hidup manusia. Ilmu pengetahuan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. 7) Berakhlak mulia, sekalipun pembentukan akhlak masyarakat dapat dilakukan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan semata, tetapi realitivitas manusia dapat menyebabkan terjebaknya konsep akhlak yang relatif. Konsep akhlak tidak boleh dipisahkan dengan nilai-nilai ketuhanan,sehingga substansi dan aplikasinya tidak terjadi penyimpangan.

    ANNISAH REZKI RAHMATIA
    3315126581

  16. Berdasarkan hasil diskusi tentang masyarakat madani, menurut pendapat saya mengenai negara manakah yang berhak menyandang gelar sebagai negara yang berlandaskan konsep masyarakat madani untuk saat ini belum ada, hal ini dikarenakan sebagian besar negara-negara di dunia belum benar-benar menerapkan konsep dari masyarakat madani itu sendiri seperti masyarakat yang bertuhan, hidup berdampingan dengan yang berbeda suku dan agama, saling menghormati, berkerjasama, persamaan hak, dan tak adanya perlakuan diskriminasi, kebebasan untuk beribadah,berperadaban tinggi serta berakhlak tinggi. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya peperangan antar suku, agama, ras yang sedang merajalela di dunia. Misalnya saja di Indonesia saat ini sikap toleransi sudah seperti dilupakan, banyak masyarakat yang egois, tidak membantu terhadap sesama, bahkan mempertentangkan perbedaan, padahal dalam sebuah negara pasti ada perbedaan suku, agama, prinsip dan lain sebagainya. Negara yang sudah menerapkan konsep masyarakat madani seharusnya masyarakat di dalamnya menjunjung tinggi sikap-sikap yang mencerminkan ciri masyarakat madani itu sendiri. Mungkin di zaman dulu saat zaman Rasulullah tercipta masyarakat madani namun untuk seiring perkembangan zaman seperti sekarang ini rasanya sulit untuk menentukan negara mana yang benar-benar dapat menjadi panutan karena menerapkan konsep masyarakat madani karena di setiap negara pasti memiliki berbagai permasalahan yang kemudian membuat masyarakatnya melupakan sikapnya untuk menjadi msyarakat madani. Sebenarnya Indonesia bisa dikatakan negara dengan masyarakat madani namun masih belum sempurna karena masih banyaknya sikap-sikap masyarakat Indonesia yang tidak mencerminkan sikap masyarakat madani.

    RETNO AYU PUSPITA
    3315126600

  17. Dian Utami Haq berkata:

    berdasarkan hasil diskusi yang telah kami lakukan, menurut saya sampai saat ini masih belum ada negara berhak menyandang sebagai negara yang memiliki konsep masyarakat madani secara keseluruhan. karena berdasarkan ciri-ciri atau karakteristik dari masyarakat madani sendiri yang mengutamakan masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan dan kebersamaan, serta maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi. maka dapat dikatakan bahwa masyarakat saat ini hampir diseluruh negara belum dapat dikatakan sebagai masyarakat madani karena masih banyak terdengar hampir disetiap negara berita mengenai perbedaan ras, suku, agama yang membuat di beberapa wilayah satu dengan yang lain menjadi bertengkar atau berkelahi, masih sulitnya suatu pemeluk agama untuk beribadah dengan tenang, terjadinya pelanggaran atau penyelewengan hak asasi manusia, masih adanya perbedaan kedudukan yang mana yang memiliki kuasalah yang menang, masih terkekangnya penyampaian aspirasi masyrakat, lebih mementingkan kepentingan individual daripada kepentingan bersama, mencari keuntungan sebesar-besarnya tanpa memikirkan orang yang lebih membutuhkan, dan masih banyak lagi contoh yang berlainan dengan konsep masyarakat madani. padahal apabila suatu negara yang didalamnya pemerintah, badan-badan pemerintahan, lembaga-lembaga masyarakat dan masyarakatnya bersama-sama sedikit demi sedikit saling bekerjasama dalam menciptakan dan merubah sikap menjadi kearah yang lebih baik maka nantinya akan tercipta negara yang berkonsep masyarakat madani.

    DIAN UTAMI HAQ
    3315126586

  18. Yulia Martini (3315126610) berkata:

    Bismillahirrohmanirohim…
    Berdasarkan hasil diskusi yang telah dilaksanakan kemarin, menurut saya Negara yang pantas disandang sebagai masyarakat madani tidak lain dan tidak bukan adalah Kota madinah, kota yang dahulu dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. Karena pada masa pemerintahan Nabi Muhammad Saw di madinah disana ditemui sebuah masyarakat dengan tatanan etik dan moral sesuai dengan ajaran islam. Piagam madinahlah yang dijadikan sebagai konstitusi tertulis yang disepakati untuk diterapan dalam kehidupan masyarakat, mencirikan karakter dari masyarakat madani, antara lain adalah :
    1. Masyarakat yang bertuhan yaitu sebuah masyarakat yang mengakui adanya Tuhan dan mengakui hokum Tuhan sebagai landasan pengaturan kehidupan mereka.
    2. Masyarakat yang plularistic yang terdiri dari berbagai suku dan agama, namun dapat hidup berdampingan secara aman, damai, dan sejahtera.
    3. Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan baik tanpa adanya diskriminatif, sehingga terlihat adanya pengakuan persamaan hak.
    4. Adanya pengakuan dan perlindungan Negara dalam menjamin kebebasan dalam menjalankan ibadah bagi pemeluknya sesuai keyakinan mereka
    5. Berperadaban tinggi, yaitu unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi , sehingga mengangkat harkat dan martabatmasyarakat sesuai dengan fungsinya sebagai khalifathul fil ard.
    6. Berakhlak mulia dengan kata lain anggun dalam moral. Indahnya sebuah masyarakat terlihat dari tatanan akhlak yang ditmpilkan sebagai manifestasi dari keyakinan dan pelaksanaan syariah mereka.
    Dari beberapa karakteritik tersebut, kota madinah termasuk kota yang disandang sebagai masyarakat madani. Masyarakat dikota madinah sangat bermoral dan saling toleran. Jadi Masyarakat madani itu ada pada zaman kepemimpinan Rasulullah SAW dan dua zaman kepemimpinan setelah Rasulullah SAW wafat yaitu pada kota madinah. Tetapi seiring berjalannya waktu, budaya dan gaya kepemimpinan Rasulullah mengalami pemudaran dan lama kelamaan hilang. Sebenarnya setiap Negara mempunyai karakteristik dari masyarakat madani itu sendiri, namun masih belum sempurna disebabkan banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi didalam Negara itu sendiri. Sehingga, kini untuk mengatakan Negara mana yang pantas menyadang gelar masyarakat madani masih sulit. Hal itu dikarenakan banyaknya perbedaan pendapat dan perbedaan pola pikir setiap masyarakat terhadap permasalahan yang ada. Oleh sebab itu, peran pemerintah sangat diperlukan untuk menjadikan negaranya yang beradab dalam membangun, menjalani dan mampu memaknai arti bermasyarakat sehingga dapat menyandang gelar masyarakat madani. Namun gelar masyarakat madani sejatinya adalah ketika masa pemerintahan Rosulullah Saw di kota Madinah.

  19. Baety Mubarokah berkata:

    Assalamua’laykum wr.wbr

    Dari hasil diskusi tentang masyarakat madani dapat kita ketahui masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta masyarakat yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Dengan ciri-cirinya sebagai berikut:
    1. Bertuhan, artinya bahwa masyarakat tersebut adalah masyarakat yang beragama, yang mengakui adanya Tuhan dan menempatkan hukum Tuhan sebagai landasan yang mengatur kehidupan social.
    2. Pluralisme adalah sikap mengakui dan menerima kenyataan disertai sikap tulus bahwa masyarakat itu majemuk. Kemajemukan itu bernilai positif dan merupakan rahmat Tuhan.
    3. Sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain.
    4. Supremasi hukum, yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan. Keadilan harus diposisikan secara netral, artinya setiap orang memiliki kedudukan dan perlakuan hukum yang sama tanpa kecuali.
    5. Berperadaban tinggi, artinya bahwa masyarakat tersebut memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan untuk umat manusia.
    6. Berakhlak mulia, dengan kata lain anggun dalam moral.
    Dari penjabaran diatas dapat kita ketahui Negara manakah yang merupakan Negara dengan Masyarakat Madani. Namun, pada zaman sekarang ini Masyarakat Madani di berbagai negara masih sebatas wacana. Masyarakat madani sejatinya bukanlah konsep yang ekslusif dan dipandang sebagai dokumen usang. Ia merupakan konsep yang senantiasa hidup dan dapat berkembang dalam setiap ruang dan waktu. Sehingga dapat saya ambil kesimpulan bahwa di negara-negara di dunia ini belum ada yang masyarakatnya benar-benar masyarakat madani.

    Baety Mubarokah
    3315126583

  20. Dwi Rahmawati (3315126588) berkata:

    Menurut saya, jawabannya adalah Negara arab khususnya dikota “Madinah”. Karena seperti yang kita ketahui madinah dalam tatanan kemasyarakatannya dibangun oleh nabi Muhammad Saw menjadi kota yang aman, tentram selain itu masyarakat madinah juga telah memenuhi karakteristik dari masyarakat madani, yaitu masyarakat yang bertuhan, pluralistic, saling toleransi dan adanya sikap demokratis sehingga madinah dapat dikatakan sebagai Negara yang telah menerapkan masyarakat madani.

  21. SERFIKA RAHMAWATI berkata:

    assalamualaikum
    menurut pendapat saya setelah melakukan diskusi kemarin, untuk menyebutkan negara yang dapat menyandang negara dengan masyarakat madani belum bisa saya sebutkan, karena menurut saya untuk menjadi negara dengan masyarakat madani harus memiliki beberapa karakter. meskipun ada negara yang sudah memiliki beberapa karakter dari masyarakat madani tetapi setiap negara itu masih memiliki beberapa kekurang untuk disebut sebagai negara dengan masyarakat madani. untuk menjadi masyarakat madani harus memiliki karakter sebagai berikut:
    1. Masyarakat yang bertuhan yaitu sebuah masyarakat yang mengakui adanya Tuhan dan mengakui hokum Tuhan sebagai landasan pengaturan kehidupan mereka.
    2. Masyarakat yang plularistic yang terdiri dari berbagai suku dan agama, namun dapat hidup berdampingan secara aman, damai, dan sejahtera.
    3. Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan baik tanpa adanya diskriminatif, sehingga terlihat adanya pengakuan persamaan hak.
    4. Adanya pengakuan dan perlindungan Negara dalam menjamin kebebasan dalam menjalankan ibadah bagi pemeluknya sesuai keyakinan mereka
    5. Berperadaban tinggi, yaitu unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi , sehingga mengangkat harkat dan martabatmasyarakat sesuai dengan fungsinya sebagai khalifathul fil ard.
    6. Berakhlak mulia dengan kata lain anggun dalam moral. Indahnya sebuah masyarakat terlihat dari tatanan akhlak yang ditmpilkan sebagai manifestasi dari keyakinan dan pelaksanaan syariah mereka.

    SERFIKA RAHMAWATI
    3315126606

  22. Menurut saya, negara mana yang pantas menyandang gelar sebagai masyarakat madani adalah negara Arab dan Turki. Alasan negara Arab karena masyarakat madani di negara Arab khususnya di kota madinah mendapat bimbingan dari Rasullulah SAW untuk membangun masyarakat madani. Hal itu terbukti dengan harmonisnya hubungan antar masyarakat islam dan masyarakat non islam yang berdampingan dengan kepemimpinan Rasulullah SAW. Yang kedua, alasan negara Turki karena di negara Turki saat ini sudah cukup menampakkan karakteristik masyarakat madani. Telah diketahui bahwa turki memiliki dua kultur budaya yg berbeda antara asia dan eropa. Masyarakat Turki dapat berdampingan dengan damai tanpa membawa nama agama maupun suku yang ada. Aturan-aturan yang dibuat pun disesuaikan dengan kedua kultur yang berbeda pada negara Turki. Selain itu peradaban negara turki untuk saat ini cukup tinggi dengan perkembangan IPTEK yang dibantu oleh budaya eropa yang berkembang di Turki.
    Dari Argumen di atas, dapat dikatakan bahwa kedua negara tersebut merupakan contoh dari masyarakat madani walaupun Negara Turki belum sepenuhnya menjadi negara yang bermasyarakat madani karena untuk saat ini negara yang benar-benar menyandang masyarakat madani bisa dikatakan belum ada yang disebabkan oleh berbagai perbedaan. Hal itu dapat telihat dari karakteristik masyarakat madani sesuai dengan piagam madinah, yaitu:
    1. Masyarakat yang berbeda suku dan berbeda agama dapat hidup dengan aman, damai, dan sejahtera.
    2, Adanya saling toleransi dan kerjasama dengan baik tanpa adanya diskriminatif.
    3. Adanya pengakuan dan perlindungan negara dalam menjamin kebebasan beragama dan beribadah.
    4. Berpeadaban tinggi dan unggul dalam IPTEK.
    5. Berakhlak mulia dan bermoral tinggi.

    Retno Wulandari Putri (3315126601)

  23. Bismillah
    menurut hasil diskusi kelas belum ada negara yang mempunyai masyarakat madani. Hal ini karena belum ada negara yang mampu memenuhi karakteristik masyarakat madani secara keseluruhanseperti yang dicontohkan oleh Rasullah, karakteristik masyarakat madani adalah
    1) masyarakat yang bertuhan adalah masyarakat yang mengakui adanya tuhan
    2) Masyarakat ya pluaristic yaitu masyarakat yang dapat hidup berdampingan walaupun berbeda suku dan agama
    3) toleransi yang tinggi dalam bergama dan beribadah yaitu tidak saling menggangu dan mengejek dalam hal beragama
    4) Berperadaban tinggi artinya mempunyai IPTEK yang berkembang
    5) Berakhlak mulia artinya masyarakat mempunyai sikap sopan santun dan ramah tamah
    Agar suatu negara mempunyai masyarakat madani dibutuhkan kemauan dan kerja keras yang tinggi untuk berubah karena tolak ukur untuk menjadikan suatu negara mempunyai masyarakat madani dibutuhkan sinkronasi antara pemerintah dan masyarakat.
    Walaupun masyarakat madani ciri dan karakteristiknya pernah terjadi pada zaman Rasullah di madinah tetapi untuk saat ini sepertinya nilai-nilai yang dijalankan oleh Rasullah di madinah sepertinya mulai memudar dan menghilang karena tergilas oleh zaman dan di lupakan

  24. Khairunnisa Amalia
    3315126593

  25. NAMA : DIAN RAHMAWATI
    NIM :3315126585

    Menurut pendapat saya, pada dewasa belum ada negara yang bida dikatakan bermasyarakat madani. jika disesuaikan dengan karakteristik masyarakat madani, yaitu:
    1, masyarakat yang betuhan
    2. masyarakat yang pluralistik
    3. mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama
    4. adanya pengakuan dan perlindungan dari negara dalam kebebasan melaksanakan ibadah
    5. berperadaban tinggi
    6. berakhlak mulia
    pada dewasa ini masih belum ada negara yang benar-benar memenuhi karakteristik masyarakat madani tersebut, karena adanya dinamika sosial dan perkembangan teknologi yang berkembang pesat menyebabkan masyarakat yang ada cenderung individualistik. dan seiring dengan perkembangan jaman ini, terdapat pergeseran moral di tengah masyarakat di berbagai belahan dunia, yang cenderung berarah pada degradasi moral. bahkan di jazirah arab pun dewasa ini sikap saling menghormati, menghargai, dan saling bekerja sama mulai berkurang. namun tuntuk menciptakan masyarakat madani di tengah kehidupan saat ini bukanlah tidak mungkin. namun, mungkin akan dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk menciptakan masyarakat madani tersebut, karena pembentukan akhlak yang baik, dan sikap yang saling menghormati, dan menghargai tidaklah mudah

  26. dian arfah berkata:

    dian arfah (3315126584)
    Menurut saya belum ada negara yang menyandang 100% konsep masyarakat madani, karena jika dilihat dari semua karakteristiknya yaitu masyarakt bertuhan, masyarakat yang pluralistic,mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan baik tanpa adanya diskriminatif,adanya pengakuan dan perlindugan negara dalam menjamin kebebasan dalam hal beribadah,berperadaban tinggi, dan berakhlak mulia. Masih belum ada negara yang benar – benar mengikuti semua karakteristik tersebut. Misalnya beberapa negra maju dieropa yang tidak memberikan kebebasan dalam memeluk agama islam,seperti prancis. Negara – negara di Asia yang mayoritasnya atheis , misalnya Jepang, China, Korea. Ada juga yag sudah memenuhi hampir semua kriteria tapi masih ada konflik didalamnya misalnya negara Iran yag katanya kepemimpinan Ahmad Dinejad lumayan bagus, tapi iran masih ada konflik, begitu juga dengan pemerintah Mesir yang katanya juga bagus tapi tetap masih ada konflik, Begitu juga halnya dengan Indonesia, Indonesia belum termasuk kategori masyarakat madani 100% karena dilihat dari sisi ekonomi, pendidikan yang rendah, dan sikap separatime masyarakat yang berada didaerah. Karena buat menjadi masyarakat madani itu harus ada konsistensi iman, moral dari rakyat dan pemimpinnya. Dan yang paling berperan disini adalah pemimpinnya, karena dia yang mempunyai andil besar untuk mengajak dan membawa negaranya menuju masyarakat yang madani.Tapi menurut saya , kalau dilihat secara umum tanpa melihat unsur -unsur masyarakat madani secara mendalam, mungkin Indonesia dan Iran sudah termasuk masyarakat madani, namun bila dilihat dari karakteristik unsur dan faktor – faktornya secara mendalam, maka Indonesia dan Iran belum 100% dikatakan masyarakat madani . Semua aspek harus mendukung dalam masyarkat madani.

  27. nurul hanifah aldi berkata:

    Hasil diskusi yang saya simpulkan yaitu semakin jauhnya masyarakat yang pantas untuk menyandang sebagai masyarakat madani di era globalisasi ini. Menurut saya sebab masih saja terjadi keributan antar masyarakat, masih saja ada rasa tidak saling menghormati antar agama, suku, dan ras. Dan akibat dari era globalisasi ini juga, setiap negara menjadi semakin jauhnya terhadap tuhan, menjadi manusia yang individulistik, terkikisnya moral, tenggang rasa terhadap sesama semakin berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Pada intinya semakin jauhnya dari karakteristik masyarakat madani

  28. rika afritasari berkata:

    Nama: rika afritasari
    Nim : 3315126602

    Menurut saya, belum ada negara yang berlandaskan negara madani. Karena untuk membentuk masyarakat yg madani adanya tatanan masyarakat yang berdiri secara madiri dihadapan penguasa dsn negara, memiliki ruang publik dalam mengemukakan pendapat serta adanya lembaga lembaga yg msndiri yang dapat menyslurkan aspirasi dan kepentingan publik. Mungkin ada beberapa negara yg menuju pada negara yg msdani. Namu untuk benar benar telah menjadi negara madani belum ada. Bila ditelaah,tiap negara masih memiliki mssalah kesenjsngan sosial. Contohnya di indonesia sendiri masih banysk bentrok antar warga yang sebenarnya bisa diselesaikan secara musyawarah. Untuk membentuk masyarakat madani, harus dibentuk kesadaran antar pribadi manusia untuk menyatukan suara demi kesatuan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s