Kesimpulan presentasi ttg psikologi perkembangan 3 Okt 2013

Setelah mengikuti presentasi ttg masa kanak-kanak awal tertanggal 3 Oktober 2013, apa kesimpulan yang anda dapatkan tentang pengembangan  potensi ‘golden age’ pada usia tersebut? Tulisan komentar anda di bawah ini dan akan diseleksi 10 komentar terbaik di setiap presentasinya. Selalu ingat untuk menuliskan nama anda! Sukses dan tetap semangat!

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

26 Balasan ke Kesimpulan presentasi ttg psikologi perkembangan 3 Okt 2013

  1. Fairuz Nadiah berkata:

    bismillah….

  2. Fairuz Nadiah berkata:

    Bismillah,

    masa kanak-kanak awal sekitar usia 4-6 tahun atau yang umum di katakan sebagai golden age adalah masa terbaik pengembangan potensi dasar. pada masa ini, kurang lebih 80% perkembangan otak manusia terjadi. masa ini juga dapat dipandang sebagai periode “all or nothing”, periode anak dapat berkembang sesuai dengan potensinya atau tidak sama sekali (http://agromedia.net/essay/optimalisasi-kecerdasan-pada-masa-golden-age). Dalam masa ini akan terjadi perkembangan otak, psikologi, sosial dan fisik.
    Jadi, untuk mengembangkan potensi dan pembentukan fisik yang baik pada anak dalam masa ini adalah dengan menjaga asupan nutrisi anak untuk membantu perkembangan sel-sel otaknya, seperti memberinya susu rendah lemak, sayur dan buah-buahan.
    pada masa ini, anak mempunyai ego yang tinggi dan ia juga dianggap sebagai peniru yang baik karena ia akan menyerap apa saja yang dilihat, didengar, dirasakan dan disentuh olehya, olehkarena itu, orang tua perlu memberi perhatian lebih dan mencontohkan hal-hal positif untuk membentuk psikologi dan karakter yang baik pada anak, orang tua juga harus pintar mengatur ego anak, agar si anak tidak menjadi pemarah, pelit dan manja. salah satu cara untuk mengatu ego si anak adalah dengan membangun kedekatan emosional pada anak.
    Penyerapan yang baik pada masa ini juga kesempatam emas untuk orang tua dalam membentuk kecerdasan si anak. orang tua dapat mengajarinya banyak hal seperti mengenal huruf, warna, berhitung, mengaji dan berbahasa asing tetapi dengan cara-cara yang menyenangkan sehingga si anak tidak merasa tertekan karena belajar, harus dengan cara yang santai dan dengan pelajaran yang ringan.

    menjaga asupan nutrisi, memberi perhatian pada anak, mencontohkan hal-hal yang baik, mengatur emosi anak dan memberinya pelajaran dengan menyenangkan adalah cara untuk mengembangkan potensi anak di masa Golden Age.

    Alhamdulillah..

  3. Tia Aulia Budiarti berkata:

    Tia Aulia Budiarti
    (4715110250)

    Masa Kanak-kanak awal disebut juga dengan istilah golden age, yakni usia emas anak-anak dalam rentang 2 sampai 6 tahun. Disebut golden age karena dimasa ini segala sesuatunya sangat berharga, baik fisik, emosi dan intelektualnya. Golden age merupakan masa pembentukan nilai-nilai sosial dan masa penyerapan informasi. Anak pada masa ini cenderung lebih emosional dari pada masa-masa perkembangan lainnya. Sehingga sebagai orang tua perlu mengarahkan sikap emosionalnya tersebut agar tidak melekat pada diri si anak . selain itu, anak mampu menyerap informasi apapun. sehingga, proses belajar yang paling ideal untuk mengoptimalkan kecerdasan anak adalah dimasa ini.
    Pada masa ini akan terjadi beberapa perkembangan. Seperti perkembangan fisik yang meliputi perubahan-perubahan dalam tubuh, yakni perkembangan otak, pertumbuhan berat badan, dll. Dan Perkembangan kognitif meliputi perkembangan motorik kasar yakni berlari, melompat, melempar, dll. Serta perkembangan motorik halus seperti membuat garis, melipat kertas, dll
    Adapun proses pengembangan potensi yang lebih tepat dimasa golden age yakni dengan playing learning . playing merupakan salah satu metode yang tepat untuk merangsang kemampuan anak dan menggali potensi anak yang belum terlihat. Karena dengan bermain, secara tidak langsung anak akan memperoleh pengetahuan yang menyenangkan dan tidak membosankan. Selain itu, Usia ini disebut juga dengan usia kritis. Yakni usia dimana anak-anak itu mempunyai rasa Curiosity yang tinggi. Sehingga, segala sesuatu yang baru, informasi yang baru, akan ditanyakan langsung oleh anak tersebut. Sebagai orang tua, maka kita harus menanggapi dengan baik apa yang ingin anak ketahui. Dengan begitu secara tidak langsung kita telah melatih anak untuk belajar mengenal sesuatu yang berada disekitarnya.

  4. Fahmi Dwi Nurhady
    4715116766

    Kesimpulan yang saya dapatkan :
    Golden age adalah masa emas dalam pengembangan dan pengomptimalan kecerdasan anak baik secara intelektual, emosional dan spriritual. Adapun rentangan waktunya yaitu 2 sampai 6 tahun. Pada masa inilah daya serap informasi anak sangat tinggi dan peran orang tua amat sangat penting dalam hal ini.

    Pada masa ini orang tua harus merangsang/menstimulus perkembangan:
    1. fisiknya dengan asupan gizi yang baik.
    2. kecerdasan intelektualnya dengan memperkenalkan warna, huruf, bentuk, mengasa keterampilannya dengan bernyanyi, bermain musik, dsb, dalam suasana yang menyenangkan sehingga anak senang dan tidak bosan. Karena masa mereka masih masa bermain. Jangan samapai anak merasa tertekan bahkan stress akibat sikap orang tua yang terlalu protektif dalam hal ini. Anak pada usia 2-4 tahun ini bisa dimasukan ke PAUD, Taman Bermain, dan Kelompok Bermain.
    3. Emosionalnya dengan mengajarkan hal-hal positif kepada anak dalam bersosialisai dengan teman sebaya, teman yang lebih kecil, dan lebih tua. Karna pada usia ini ego anak sangat tinggi seperti manja, pelit, cengeng, atau pemarah.
    4. Spritualnya dengan mencontohkan sholat dirumah, membaca al quran, memperdengarkan siaran radio islam (Radio Roja’, Radio Silaturahmi/rasil, dll), bahkan mengajak ke mushola.

    Melihat masa ini keseharian anak lebih banyak dalam lingkungan keluarga, tentunya anak mudah terpengaruh dari apa yang dilihat, didengar, dan dialaminya dalam keluarga tersebut. Oleh karean itu pengawasan ibu amat sangat penting. Tepatlah apa yang dilontarkan oleh Penyair Hafez Ibrahim :
    ﺃَﻷُ ﻢُّ ﻤَﺪْﺮَﺴَﺔٌ ٳِﺬَﺍ ﺃَﻋْﺪَﺪْﺘَﻬﺎَ ﺃَﻋْﺪَﺪْﺖَ ﺸَﻌْﺑًﺎ ﻄَﻴِّﺐَ ﺍﻷَْ ﻋْﺮَﺍﻖ

  5. Usia emas atau disebut dengan golden age pada usia 2 – 6 tahun, disini kemampuan anak dalam menyerap informasi mencapai tingkat tertinggi, yaitu 80 persen. Dalam fase ini sangat penting bagi pengembangan kecerdasan anak baik secara intelektual, emosional dan spriritual, karakter dan kepribadian anak, ciptakan kedekatan dan hubungan saling memiliki antar anggota keluarga, karena ini akan menciptakan mentalitas dan rasa percaya diri yang kuat pada diri anak. Sebaiknya juga anak mulai di ajak ‘gaul’ dengan saudara, tetangga, atau teman sebaya, sehingga mereka bisa belajar bersosialisasi. Mereka juga bisa sekaligus belajar mengendalikan emosi. Di masa-masa inilah, peran orang tua dituntut untuk bisa mendidik dan mengoptimalkan kecerdasan dan harus mendapatkan perhatian khusus oleh orang tua. Namun terkadang orang tua ataupun keluarga yang salah anggapan si anak yang selalu menanyakan hal hal yang terkadang diluar pola pikir orang dewasa, langsung diskip dengan kata ‘jangan banyak nanya!’, ‘Bawel!’, ’sstt diam!’ ataupun tidak menjawab pertanyaan si anak.
    Harus di ingat. kata – kata diatas ataupun kata-kata yang berkonotasi negatif jangan sampai terlontar pada anak. Kata-kata negatif seperti “jangan”, “tidak boleh”, “kamu bodoh” akan dengan mudah masuk ke alam bawah sadar anak, mengendap dan terefleksi dalam karakternya nanti. Hal ini akan membuat anak menjadi penakut, kehilangan kreativitas dan tidak dapat mengembangkan dirinya. Berbohong pada anak pada masa ini juga dapat memberikan efek yang negatif, anak bisa menirunya dan bisa menjadi karakternya. Anak perlu diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Semakin banyak yang dipelajari anak dari lingkungan maka akan semakin banyak pula hubungan antar saraf (sinapsis) yang terbentuk di otak anak. Semakin banyak hubungan antar saraf (sinapsis) yang terbentuk maka kemungkinan anak tersebut akan bertambah cerdas.
    Cara mengasah kecerdasan anak bisa dengan stimulasi yang Anda berikan bisa berupa pengalaman di alam terbuka. Disini anak senang untuk jalan – jalan dan anak-anak biasanya akan belajar banyak dengan hanya mengamati. Dan si anak akan bertanya apapun dilihat. Orang tua menjawab pertanyaan anak dengan bahasa mereka yang sederhana. Dan lebih banyak ajukan pertanyaan untuk menggugah rasa ingin tahu anak. Anak juga belajar dengan mengamati dan meniru. Maka sebagai orang tua Anda bisa menstimulasi mereka dengan menjadi teladan anak. Kalau orang tuanya senang membaca, kemungkinan besar anak pun akan demikian ataupun dengan mendengarkan musik dari tarian dan visual. Jangan berikan target, tetapi hargailah anak atas usahanya dan Pujilah mereka atas usahanya dengan cara berikan mereka penghargaan atas usaha yang telah mereka berikan dengan hal yang bermanfaat, misalnya dengan mengajak mereka jalan-jalan ke toko buku, taman pintar, water boom, taman wisata (monas, ragunan, TMII, Mekarsari) ini dapat media belajar si anak karena si anak senang jalan – jalan. Berikan mainan yang bermanfaat bagi perkembangan keterampilan anak seusia mereka. Playing learning ini harus untuk anak, karena dengan cara ini anak tidak merasa bosen dan jenuh belajarnya. Dan permainannya harus colourfull supaya menggugah selera untuk belajar si anak. Bukan hanya itu asupan gizi juga sangat berpengaruh pada kecerdasan anak.
    Menurut saya sangat baik pada usia emas ini anak ada pengajaran khusus (private) karena disini kemampuan kecerdasan anak sangat tinggi dan rasa keinginantahuannya sangat tinggi. Kenapa demikian? karena orang tua tahu skiil apa yang menonjol pada diri si anak, entah itu melukis, menyanyi, akting dll. Karena si anak menyukai hal tersebut maka orangtua mengeksplor kelebihan si anak, sehingga anak menjadi pandai dalam bidangnya.

  6. FAIZAH berkata:

    Faizah
    4715116725

    golden age atau masa ke’emasan seorang anak adalah masa yang tidak akan pernah bisa di ulang lagi atau masa-masa terpenting dalam pertumbuhan seorang anak ,pada usia 2-6 tahun pada masa ini kemampuan otak anak untuk menyerap informasi itu sangat tinggi ( atau daya ingat dan daya serapnya sangat cepat ) yang dapat memberikan dampak bagi si anak di kemudian hari , oleh karena itu pada masa-masa inilah orangtua sangat berperan penting dalam mengembangkan atau membangun kecerdasan anak baik secara spiritual , intelektual ,emosional , kreativitas imajinasi , dll
    sehingga menjadikan anak itu mempelajarai berbagai hal dalam hidup nya yang akan berpengaruh pada masa – masa mendatang dan pada masa ini sehingga anak bisa memahami diri dan mengenal lingkungan nya atau mulai beradaptasi .

    oleh karena itu , agar masa ini lebih berjalan secara optimal , orangtua dalam proses pengasuhan anak dan pendidikan anak harus dengan cara yang optimal juga .

    pada msa ini rangsangan pada masa golden age guna agar lebih optimal dalam mengarahkan atau mengasah kecerdasan anak bisa dengan kita melakukan hal hal yang menarik seperti :
    1 . membuat pengalaman , bisa di luar seperti jalan -jalan pada usia ini anak anak itu mempunyai rasa ingin tahu yang berlebih misal di jalan ” papah itu mobil ya ” ( di jalan dia bisa mengetahui itu mobil karena membuat dia tertarik , di ajak ke kebun binatang dia bisa mengetahui ” ohh ini gajah yang badan nya besar punya belalai , ” .” oh ini monyet, burung , harimau , dll ” .
    2 . mengamati dan meniru , seorang anak akan meniru prilaku orangtua nya seperti cara minum , meniru bicara orang tua seperti belajar bicara ” mamah ” ayahh ” ( maka oleh sebab itu orangtua juga harus berhati hati dalam berbicara dan melakukan sesuatu di hadapan anak pada usia ini ) karena bisa berdampak pada perkembangan nya di masa mendatang .
    3 . hargailah anak dengan apa yang dia lakukan misal si anak mulai suka mencoret coret atau mwarnai dia mewarnai dimana saja di lantai di tembok dimana saja dia warnai . ( jangan di omelin tapi hargailah pujilah mungkin saja itu akan menjadi bakat nya ) bukan hanya orng dewasa yang suka dfi puji anak-anak usia golden age juga suka diu puji seperti tadi misal si anak mewarnai dimana saja katakan ” wah pintar ya kamu nak gambar apa itu ?? pinter nya ank bunda ” ( hehehe ) , atau si anak suka bernyanyi biar lah iya menyanyi biarkan mereka melakukan apa yang mereka suka sehingga terbentuklah potensi yang iya miliki dan berkembang pula kecerdasan pada si anak .

  7. Muhammad Syis T - 4715116754 berkata:

    Pada usia dini 2-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).

    Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.

    Nah, oleh karena itu, kita sebagai orang tua (belum sih hehe) hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang. Kita sebagai orang tua (calon maksud nya) kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter tersebut akan dibawanya sampai ia dewasa. Ketika dewasa karakter semacam itu akan menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya. Misalnya, tidak bisa menjadi seorang public speaker gara-gara ia minder atau malu. Tidak berani mengambil peluang tertentu karena ia tidak mau mengambil resiko dan takut gagal. Padahal, jika dia bersikap positif maka resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih keberhasilan. Anda setuju kan?

    Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa jenius otak kita. Semakin kita jenius maka semakin sukses. Semakin kita meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah kita. Benarkah demikian? Eit tunggu dulu!

    Saya sendiri kurang setuju dengan anggapan tersebut. Fakta membuktikan, banyak orang sukses justru tidak mendapatkan prestasi gemilang di sekolahnya, mereka tidak mendapatkan juara kelas atau menduduki posisi teratas di sekolahnya. Mengapa demikian? Karena sebenarnya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak kita saja. Namun kesuksesan ternyata lebih dominan ditentukan oleh kecakapan membangung hubungan emosional kita dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu, yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual kita dengan Tuhan Yang Maha Esa.

    Tahukah anda bahwa kecakapan membangun hubungan dengan tiga pilar (diri sendiri, sosial, dan Tuhan) tersebut merupakan karakter-karakter yang dimiliki orang-orang sukses. Dan, saya beritahukan pada anda bahwa karakter tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Karakter semacam itu bisa dibentuk. Wow, Benarkah? Saya katakan Benar! Dan pada saat anak berusia dini-lah terbentuk karakter-karakter itu. Seperti yang kita bahas tadi, bahwa usia dini adalah masa perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual anak mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap dari perilaku kita sebagai orang tua (calon-calon) dan dari lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembang mental berlangsung sangat cepat. Pada usia itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka mempelajari dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari lingkungannya. Oleh karena itu, lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif dan sukses.

  8. Golden Age atau masa keemasan, adalah masa – masa penting anak yang tidak bisa diulang atau masa emas dalam perkembangan dan pengomptimalan kecerdasan anak baik secara intelektual, emosional dan spriritual. Pada masa ini merupakan transisi dimulai dari fisik atau tubuh yang menjadi lebih langsing, kemampuan motorik dan mental mereka lebih tajam, dan kepribadian serta hubungan mereka menjadi lebih kompleks. Pada masa – masa ini, kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Apapun informasi yang diberikan oleh orang yang memberikan informasi akan berdampak bagi si anak di kemudian hari. Kurang lebih 80% perkembangan otak manusia berada dalam periode ini. Pada masa ini bukan lagi seorang bayi, akan tetapi seorang petualang yang tangguh, di rumah dan di dunia, serta bersemangat mengeksplorasikan berbagai kemungkinannya dan perkembangan kemampuan tubuh dan fikirannya. Anak yang berada usia golden age ini dapat dikatakan sedang melalui masa relative yang berbahaya untuk kemudian memasuki fase kehidupan yang lebih sehat dan kurang mengancam.
    Maka dari itu, Pada masa golden age inilah, peran orang tua dituntut untuk bisa mendidik dan mengoptimalkan kecerdasan anak baik secara intelektual, emosional dan spriritual. Pada usia / masa golden age tersebut merupakan waktu yang ideal bagi anak untuk mempelajari berbagai macam keterampilan, membentuk kebiasaan – kebiasaan yang baik yang akan berpengaruh pada masa – masa kehidupan selanjutnya, dan memperoleh konsep – konsep dasar untuk memahami diri dan lingkungan sekitar.
    Agar masa golden age ini termanfaatkan secara optimal, maka peran orang tua sangat diharapkan dapat melakukan proses pengasuhan dan pendidikan dengan cara yang optimal pula. Selain kemampuan dan pengetahuan, orang tua juga harus memerlukan media pendukung untuk membantu proses tersebut.
    Prosesnya dengan memberikan stimulasi/rangsangan anak pada masa golden age untuk mengoptimalkan kecerdasan mereka, stimulasi yang diberikan pada anak dapat mencakup beberapa macam stimulasi yaitu sentuhan, keseimbangan, pendengaran dan visual. Tidak hanya itu stimulasi fisiknya dengan asupan gizi yang baik karena pada masa goden age ini merupakan hal yang paling sukar sekali untuk memberikan asupan gizi. Kemudian kecerdasan intelektualnya perlu di tingkatkan dan diasah dengan memperkenalkan warna, huruf, bentuk, gambar, dan untuk mengasah keterampilannya bisa dengan bernyanyi, bermain bola, dsb, sesuai dengan hobi yang ank tersebut sukai, dan mengasahnya harus dalam suasana yang menyenangkan sehingga anak senang dan tidak boring, dan jangan pernah mengasah keterampilannya dengan paksaan sehingga anak merasa tertekan dan stress yang di akibatkan oleh sikap orang tua terlalu over protektif dalam mengasah keterampilan anak tersebut. Karena masa mereka masih masa bermain. dan Anak pada usia golden age ini bisa dimasukan ke PAUD, Playgroup, maupun BIMBA. Lalu untuk mengatur atau mengarahkan Emosionalnya dengan baik orang tua harus mengajarkan hal – hal positif kepada anak dalam bersosialisasi baik dengan teman sebaya, teman yang lebih kecil, maupun yang lebih tua, agar anak dapat menerapkan serta memahami akhlak sopan santun untuk menghormati orang lain tidak hanya yang lebih tua tetapi juga sesama sebayanya, Karna pada masa tersebut ego anak sangat tinggi seperti manja, usil, mudah menangis (cengeng) dan juga pemarah. Kemudian mengenai Spritualnya orang tua harus memberikan contoh dengan mencontohkan sholat dirumah / bagi para ayah mengajaknya untuk sholat di mushola atau masjid terdekat dengan rumah, membaca al quran, menonton televise yang bernuasa islam seperti (Khasanah islam, Jazirah Islam, ensklopedia Islam) seperti program yang ada di trans 7 itu sangat baik untuk di tonton anak pada masa golden age. Pada masa golden age ini keseharian anak lebih banyak dalam lingkungan keluarga dan juga teman sebaya, tentunya anak akan sangat mudah terpengaruh dari apa yang dilihat, didengar, dan dialaminya dalam keluarga dan teman sebayanya tersebut. Namun, jika di lihat faktanya terkadang teman sebaya lebih berpengaruh di bandingkan orang tuanya, dan pengaruh teman sebayanya itu kebanyakan negative di bandingkan positifnya, maka justru itu untuk orang tua harus berperan aktif dan mengimbangi agar anak masa golden age tersebut memiliki aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang positif dari lingkup orang tuanya.

  9. HASANAH 4715116320 berkata:

    Mengenai golden Age kita telah mengetahui bahwa pada masa ini adalah masa emas untuk anak-anak usia 2-6 tahun. Di masa ini mereka mudah menyerap apa yang kita sampaikan dan kita lakukan. Negatifnya di masa ini egonya masih tinggi. Untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak para orangtua harus hati-hati dalam bersikap, berperilaku. Tidak hanya itu, para orangtua harus mengerti apa yang diinginkan oleh anak. Dengan kata lain, orangtua jangan memaksakan kehendak. Terkadang para orangtua memaksakan kehendak agar apa yang diinginkannya tercapai, misal orangtua ingin anaknya cerdas dalam segala hal dan orangtua memaksa anak untuk mengikuti semua les yang sudah dipilihkan oleh orangtua. Kejadian ini bukan menjadikan anak menjadi berkembang, tetapi akan menurunkan dalam kesehatannya, prestasinya dll. Hal ini disebabkan karena si anak tidak melakukannya dengan senang hati.
    Langkah-langkah yang dapat dilakukan agar si anak dapat berkembang dengan baik:
    1. Untuk asupan gizinya cukup,
    2. Setiap hari para orangtua sebaiknya sedikit demi sedikit memberitahukan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan, beserta alasannya untuk memperbaiki egonya. Karena anak pada masa ini rasa keingintahuannya lebih besar dan menyebabkan dia banyak bertanya. Untuk para orangtua harus bisa menjawab pertanyaannya dengan baik. MIsal, si anak bertanya tentang hewan-hewan kurban yang dijual di pinggir jalan. Si anak bertanya: apa itu?
    Orangtua menjawab: Itu sapi?
    Anak bertanya lagi: kenapa ada di situ?
    Orangtua menjawab: Untuk hewan kurban
    Anak bertanya lagi: Kurban itu apa?
    Orangtua sebaiknya menjawab: Kurban itu pemotongan sapi atau kambing pada hari raya idul adha dan dagingnya dibagikan untuk orang-orang yang membutuhkan. Dengan begitu, kita sudah membantu orang-orang yang membutuhkan dan kita akan disayang oleh Allah.
    Saat anak bertanya diharapkan para orangtua dapat menjawab pertanyaan anak dengan menyisipkan pesan moral.

    3. Untuk mengetahui bakat yang dimiliki anak, orangtua sebaiknya mengajak anak bermain. Saat bermain orangtua peka terhadap permainan, agar dapat melihat apa yang disenangi anak. Jika sudah mengetahui apa yang disenangi anak orangtuapun bisa mengembangkan bakatnya dengan mengikuti les sesuai dengan bakatnya.

    4. Agar anak menyukai belajar, sebaiknya orangtua mengajarinya belajar sambil bermain. Karena pada masa ini jika tidak disatukan dengan bermain si anak akan bosan dan pelajaran yang telah disampaikan akan sia-sia.

    5. Saat anak melakukan kesalahan, orangtua jangan sekali-kali mengeluarkan kata-kata kasar dan bersikap kasar, karena itu dapat membuat anak memiliki perangai kasar. Untuk mengatasinya para orangtua sebaiknya bersikap tegas saat anak melakukan kesalahan dan memberikan pesan kenapa perbuatan itu tidak boleh dilakukan.

    6. Dalam kegiatan sehari-hari orangtua sebaiknya bersikap lemah lembut, tetapi saat anak melakukan kesalahan orangtua bersikap tegas. Dengan begitu, si anak mengerti akan kesalahannya.

    Itulah hal-hal yang sebaiknya dilakukan pada masa golden age.

    Hasanah
    IPI Semester 5
    4715116320

  10. Thia Fauziah berkata:

    Masa golden Age merupakan masa keemasan bagi seorang anak yang berusia 2-6 tahun. Masa ini juga sangat rentang, karena dimasa ini tahap penentuan perkembangan anak selanjutnya. Sebagai orang tua yang mendidik serta mengajarkan kepada anak-anaknya pada usia ini sangat ekstra dan perlu perhatian yang lebih. Dimana perkembangan anak pada usia 2-6 tahun perlu diperhatikan dari segi kognitif, afektif, psikomotorik, serta bahasa dll.
    Dimana masa ini adalah orang tua yang harus melakukan sendiri dalam pendidikan anak dan tidak dapat diambil alih o;eh orang lain. Keberadaan orang tua tidak dapat digantikan. Masa-masa ini yang dirasakan oleh sang anak lebih dekat dengan dengan orang tuanya, karena sang anak lebih nyaman terhadap orang tuanya. Dari itu orang tua mulai mendidik pada fase ini, karena fase ini sangat penting bagi seorang anak untuk menerima pendidikan yang dapat merangsang pikiran, jiwa, dan fisik anak.
    Sebagai orang tua, harus mempunyai gagasan / ide hal apa yang dapat merangsang pikiran, jiwa, dan fisik anak. Contohnya : si anak ini diberikan permainan cerdas oleh orang tuanya, seperti membuat symbol. Membuat symbol disini maksudnya mengklasifikasi atau mengkategorikan seperti, matahari, awan, binatang dll. Tanpa disadari anak tersebut terangsang dalam berfikir, jiwa dan fisiknya. Dan juga rasa keingintahuannya lebih besar. Begitu juga dengan orang tua, sebagai orang tua apa yang ia pertanyakan dijawablah denganjelas, baik, dan benar sehingga anak tersebut merespon apa yang dibicarakan.
    Pada masa ini, seorang anak juga diperhatikan dalam ia bermain / bersosialisasi, serta anak-anak pada usia 2-6 tahun egonya lebih beesar agar mengurangi egonya anak tersebut dilakukanlah melalui pendekatan emosional terhadap orang tua.
    Dari itu, ajarkanlah anak pada saat usia 2-6 tahun, janganlah sampai telambat atau takut mengajarkan nya pada tahap ini. Sebab tahapan ini sangatlah berpengaruh kelak nanti ketika sang anak sudah besar.

    Thia Fauziah
    4715116731
    IPI semester 5

  11. (Shendy Puspitasari- 4715111529)
    Aslm.. Bismillah ,, Masa pertumbuhan emas (Golden Age Period) merupakan suatu masa dimana perkembangan dan pertumbuhan otak anak begitu cepat. Periode atau masa ini sangat penting karena tidak akan dapat terulang kembali. Masa Golden Age ini terjadi dalam rentang usia 2 sampai 6 tahun. Namun saya pernah juga membaca, bahwa mengenai perbedaan pandangan oleh para pakar, soal rentang waktu masa Golden Age ini, yaitu antara 0-2 tahun, 0-3 tahun, 0-5 tahun dan 0-8 tahun, tetapi walaupun berbeda-beda, semua para pakar sepakat jika awal tahun pertama kehidupan anak adalah masa – masa emas. Pada masa awal inilah kemampuan anak untuk menyerap informasi sangat tinggi, pada masa ini pula segala sesuatunya sangat berharga, baik fisik, emosi dan intelektualnya. Sehingga masa Golden age bisa dibilang sebagai masa pembentukan nilai-nilai sosial dan masa penyerapan informasi. Sangat baik untuk menanamkan sikap sosial dan membentuk pribadi/karakter yang baik pada seorang anak. Namun pada masa ini juga seorang anak memiliki emosional yang lebih tinggi dan sikap egois yang sangat tinggi. Sehingga peran orang tua sangat dituntut untuk mengarahkan sikap emosionalnya atau egoisnya agar tidak melekat pada diri si anak hingga ia dewasa nanti. Selain itu, karnea kemampuan menyerap informasi anak sangat tinggi pada masa ini, diharapkan pada masa ini merupakan waktu yang ideal untuk mengoptimalkan kecerdasan anak . Dan untuk mengoptimalkan kecerdasan anak, maka kembali lagi kepada peran orang tua yang sangat dituntut untuk bisa mendidik dan mengoptimalkan kecerdasannya secara keseluruhan, yaitu secara intelektual, emosional dan spriritual. Pada masa ini juga seorang anak dianggap sebagai peniru yang baik. Ia akan menyerap apa saja yang dilihat, didengar, disentuh, dan dirasakan olehnya. Dan karena pada masa-masa ini seorang anak lebih banyak bersosialisasi dilingkungan keluarga maka sangat diharuskan agar peran keluarga dapat memberikan pengaruh positive terhadap pembentukan sikap, pribadi dan karakter seorang anak. Setiap anggota diharapkan dapat mencontohkan hal-hal positif untuk membentuk psikologi dan karakter yang baik pada anak, sehingga anak tidak menjadi pribadi yang manja, egois, pemarah,sombong dan pelit. Oleh sebab itu mengapa masa kanak-kanak ini disebut masa Golden Age karena pada masa-masa ini semua potensi akan berkembang secara pesat, dan pada masa ini pula segala sesuatunya sangat berharga, baik fisik, emosi dan intelektualnya.

    Dan untuk memanfaatkan masa keemasan ini secara optimal, maka orangtua diharapkan dapat melakukan proses pengasuhan dan pendidikan dengan cara yang optimal pula. Seperti pertama, dengan memberikan nutrisi dan stimulasi/rangsangan anak pada masa golden age guna mengoptimalkan kecerdasan anak. Nutrisi harus diperhatikan sesuai dengan usia perkembangan anak. Asupan gizi seorang anak juga harus diperhatikan. Lalu yang kedua,karena anak juga belajar dengan mengamati dan meniru kita. Maka sebagai orang tua, kerabat, atau keluarga yang sering ditemui oleh anak, kita harus bisa menstimulasi mereka dengan menjadi teladan anak. Contoh ketika kita rajin membaca atau menulis atau belajar, sholat atau mengajai kemungkinan besar seorang anak pun akan demikian. Yang ketiga, Jangan berikan target kpd seorang anak, tetapi hargailah anak atas usahanya. Seperti seorang anak diberi standar-standar harus bisa membaca pada usia sekian, anak harus pandai membaca, dsb. Yang keempat pujilah mereka atas usahanya. Berikan mereka penghargaan atas usaha yang telah mereka berikan dengan hal yang bermanfaat, misalnya dengan mengajak mereka jalan-jalan ke toko buku, taman pintar, dan lain-lain.Yang kelima berikan mainan yang bermanfaat bagi perkembangan keterampilan anak seusia mereka. Berilah mereka kasih sayang dan rasa aman sehingga mereka pun akan sanggup memberi kasih sayang pada sesamanya. Di masa golden age, jika peran orang tua membahagiakan dalam kehidupan mereka, memori ini akan terkenang selamanya dan membawa pengaruh positif di kehidupan dewasa mereka kelak.

    wslm …

  12. Ahmad Khumaidi berkata:

    Ahmad Khumaidi-4715116757
    Golden age adalah masa keemasan bagi seorang anak berusia 2-6 tahun baik dari segi emosi, intelek maupun spiritualnya. Di masa inilah peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mendidik anak-anaknya, begitu juga bersosial dengan teman-teman sebayanya. Mengajarkan egoisnya, kecerdasannya seperti mengajarkan untuk tidak pelit atau selalu berbagi ataupun mengajarkan berbagai macam bahasa, inggris atau bahasa lain tapi ingat segala sesuatu yang orang tua ajarkan itu tidak boleh bersifatnya belajar bagi si anak baik mengajarkan bahasa atau yang lain, karena apabila semua yang diajarkan itu bersifat belajar (anak merasa belajar) itu akan membebani fisikis anak.

  13. Inaka Uswatun H berkata:

    Inaka Uswatun H (4715116753)
    Yaa seperti yang kita ketahui bahwa masa awal kanak-kanak itu merupakan golden age/masa emas yang tidak dapat terulang lg, yaitu pd masa 2-6 thn. Dimana pd masa ini di sebut dengan usia yang problematis (problematik disini yaitu pada masa ini anak sedang dalam proses pengembangan kepribadian yang unik, dan menuntut kebebasan, seringkali bandel, keras kepala, melawan, dan seringkali marah tanpa alasan), menyulitkan, prasekolah, usia prakelompok, menjelajah, bertanya. Dan dikatakan golden age adalah karena masa dimana anak banyak menyerap dan terjadi perilaku sosial (nilai sosial) yaitu egois. Apabila bisa menyeimbangkan kedua”nya yaitu bisa menahan atau membangun emosi dari anak tersebut maka disitulah dikatakan golden age. Oleh karena itu pengoptimalan dalam mendidik anak harus diberikan secara penuh. Baik itu dengan memberikan stimulasi yang pas dan pemberian nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak pada usia ini harus diberikan konsep-konsep dasar untuk memahami dirinya sendiri dan memahami lingkungan sekitar, mengenal beberapa keterampilan untuk memaksimalkan kemampuan motoriknya, dan pola pembentukkan kebiasaan yang baik sehingga akan menjadi pedoman untuk anak di kehidupan setelah anak memasuki usia dewasa. Adapun kiat-kiat atau cara yang harus diperhatiankan di masa golden age ini, yaitu :
    1.Memberikan stimulasi untuk anak.
    Banyak sekali media yang bisa gunakan untuk membantu perkembangan anak. Mengingat media termasuk mainan sangat berperan dalam memaksimalkan kecerdasan anak. Berikan anak pengalaman-pengalaman yang menyenangkan sehingga anak termotivasi untuk lebih banyak tahu dan banyak bertanya.
    2.Memberikan contoh dan teladan dalam keluarga.
    Orang tua merupakan contoh ideal yang akan ditiru anak. Maka tdk heran apabila anak akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya di rumah. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan anak bisa jadi akan mirip dengan apa yang dilakukan orang tuanya. Maka dari itu orng tua harusmemberi contoh yang baik-baik.
    3.Tidak membebani anak.
    Kadang anak dituntut untuk menjadi apa yang diinginkan orang tua, misalnya ingin menjadi dokter atau bisa berbagai bahasa. Anak itu di les.in dengan jadwal yg padat. Padahal anak itu tidak menyukainya. Maka dari itu orang tua harus mengetahui bakat atau minat yg ada pada diri anaknya.
    4.Menghargai usaha dan prestasi anak.
    Segala hasil dan jerih payah anak harus diberikan penghargaan agar anak tambah semangat dalam aktivitasnya. Banyak cara yang bisa dilakukan dalam rangka untuk mengapresiasi atas prestasi anak. Penghargaan ini tidak hanya diberikan ketika anak berprestasi namun jikalau anak sedang mengalami kegagalan juga harus diberikan support sehingga anak akan tetap semangat bukan dengan menghukumnya.
    5.Mendidiknya dengan didikan disiplin demokratis.
    Yaitu kadang orng tua tdk Memberikan kesempatan anaknya apabila berbuat salah dan langsung menghukumnya sehingga dia menganggap bahwa peraturan atau hukuman itu tidak adil.
    6.Mendorong kreativitas dalam bermai dan menghindari cemooh atau kritik yang tidak perlu yg dapat mengurangi semangat anak untuk berkreativitas.
    7.Menciptaka suasana gembira dan bahagia dirumah agar anakpun inut senang dan bisa menahan emosi atauppun egonya.
    8.Pemberian nutrisi yang bergizi.
    Makanan merupakan faktor yang penting dalam membentuk dan memaksimalkan kecerdasan anak. Hindari anak mengkonsumsi makanan tidak sehat agar tidak mengganggu kesehatannya. Karena anak cerdas membutuhkan fisik yang kuat.
    9.Menyekolahkan anak.
    Ada kalanya kemampuan orang tua sudah maksimal. Oleh sebab itu kita bisa menggunakan jasa pihak ketiga untuk membantu memaksimalkan usia emas anak. Caranya yaitu dengan memasukkan anak ke Play group, taman kanak-kanak, TPQ

  14. Mia Sari berkata:

    “Golden Age” berarti usia emas. Emas biasanya identik dengan sesuatu yang mahal, mewah, jarang orang memilikinya, tidak sering dan tidak mudah didapat begitu saja dan banyak lagi. Kata “Golden Age” disini diartikan sebagai usia emas. Usia yang dialami oleh anak sekitar usia 2-4 tahun. Usia dimana otak anak mulai tumbuh dan berkembang dengan cepat, kritis dan berpengaruh bagi karakternya dimana yang akan datang. Diusia ini, peranan orang tua sangat penting dalam mengasuh anaknya. Orang tua diharuskan untuk bisa mendidik dan mengoptimalkan kecerdasan anak baik secara intelektual, emosional dan spriritual. Apa yang diberikan orang tuanya akan terekam dan tersimpan dalam memori otak sang anak. Oleh karena itu, untuk menjaga masa golden age anak agar tetap sesuai dan tidak terjadi kelainan, orang tua harus memberikan stimulus sejak dini. Stimulasi yang diberikan sejak dini akan mempengaruhi perkembangan otak anak. Stimulasi dini yang dimulai sejak dini sampai anak usia 2-4 tahun akan menghasilkan perubahan-perubahan dalam ukuran serta fungsi kimiawi otak. Beberapa tentang stimulasi dini antara lain memberikan stimulasi dini metode yang dapat dipakai meliputi dengar, lihat, dan tiru/coba, bagian yang distimulasi adalah otak kanan-kiri, sensorik, motorik, kognitif, komunikasi- bahasa, sosio-emosional, kemandirian, dan kreativitas, cara melakukan stimulasi adalah dengan memberikan rangsangan berupa suara, musik, gerakan, perabaan, bicara, menyanyi, membaca, mencocokkan, membandingkan, mengelompokkan, memecahkan masalah, mencoret, menggambar, merangkai, dll, waktu melakukan stimulasi adalah setiap kali orang tua berinteraksi dengan anak (menyusui, menidurkan, memandikan, ganti baju, bermain, nonton TV. Kemudian orang tua juga harus memperhatikan dan memberikan pelajaran kepada anak lewat permainan. Karena biasanya pembelajaran terjadi pada saat si anak melakukan kegiatan bermain. Penting bagi orang dewasa untuk menyadari, bahwa bermain bagi anak-anak merupakan proses menggali potensi diri yang belum terlihat. Bermain merupakan salah satu metode sederhana untuk merangsang kemampuan dan bakat anak yang terpendam. Kemampuan bersosialisasi dengan orang lain dan lingkungan sekitar pun dapat terjadi melalui proses bermain yang dialami seorang anak.

  15. lina marlina berkata:

    LINA MARLINA 4715116317

    Masa golden age menurut saya adalah masa dimana perkembangan otak sangatlah tinggi, pertumbuhan otak sudah mencapai 75% pada usia 5 tahun dari ukuran orang dewasa, dan pada usia 6 tahun mencapai 90%. Pada masa ini juga terjadinya pertumbuhan lapisan urat saraf pada otak yang terdiri dari penyekat berwarna putih yaitu myelin secara sempurna. Lapisan syaraf ini membantu transmisi impull-impul syaraf secara cepat sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap kegiatan motorik lebih seksama dan efisien. Pada masa ini juga dimana anak mulai memiliki kesadaran tentang dirinya pria atau wanita. Anak-anak pada masa ini banyak belajar dengan mengamati dan meniru. Perkembangan intelektual pada masa ini anak berpikirnya masih kaku tidak fleksibel. Cara berfikirnya terfokus kepada transformasi, bukan kepada transformasi itu sendiri yang mengantari keaadaan tersebut. Contohnya, anak mungkin memahami bahwa dia lebih tua dari adiknya, tetapi mungkin tidak memahaminya, bahwa adiknya lebih muda darinya. Perkembangan bahasa anak sudah mulai bisa menyusun kalimat tunggal yang sempurna, itu pada usia 2,0-2,6 dan pada usia 2,6-6,0 anak sudah bisa menggunakan kalimat majjemuk beserta anak kalimatnya dan tingkat berfikir anaak sudah lebih maju.
    Untuk pengembangan masa golden age ini,
    1. Dalam perkembangan bahasa, bertutur kata yang baik terhadap anak, mau mendengarkan pembicaraan anak dan menjawab pertanyaan anak jangan meremehkan.
    2. Dalam perkembangan intelektualnya, anak dididik untuk menggunakan kemampuan mengrepresentasikan dengan symbol (kata0kata,gesture/bahasa gerak dan benda)
    3. Untuk perkembangan fisik dibutuhkan gizi yang cukup, baik protein, vitamin dan mineral.
    4. Dalam usia ini ajarkan bermain sambil belajar, namun jangan terasa seperti belajar. Contohnya dengan memberikan mainan yang dapat bermanfaat pada keterampiilan anak.

  16. rostiana berkata:

    ROSTIANA 4715116747

    Kesimpulan dari belajar kiata mengenai golden age ……..
    Golden Age adalah masa keemasan dimana kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi, mencapai 75% untuk umur 5 tahun dan 90% untuk umur 6 tahun. Pada masa ini pun pertumbuhan anak sangat pesat dilihat dari fisik ( tinggi badan, pertumbuhan tulang kaki, otak dan gigi ), psikologis ( denyut jantung dan pernafasan menjadi lebih lambat), dan ditandai dengan kemampuan dan keterampilan motorik. Karena pada umur2-6 tahun ini seorang anak sangat active dengan dunianya dan sering meniru apa yang ia lihat. Maka peran orang tua pada masa golden age ini sangat berpengaruh, karena seorang anak akan meniru apa yang ia lihar dari oraangtuanya.
    Perkembangan intelektual pada masa golden age ini adalah bermain sambil belajar, jadi penerapan pembelajaran pada anak tidak bisa dilakukan dengan cara pembelajaran orang dewasa, kaarna anak akan mudah stres apabila diberi pembelajaran yang rumit untuk dimengerti, maka seorang anak belajar melalui permainan yang tanpa ia sadari dalam permainan itu terdapat pelajaran seperti mengetahui angka, warna dan nama binatang. Karena daya fikir anak masih bersifat imajinatif.
    Pada umur 4 tahun anak menyadari dirinya berbeda dengan orang lain. Apalagi apabila lingkungannya ( terutama orangtuanya )tidak mengakui harga diri anak maka akan timbul sikap; keras kepala atau egois,cemburu terhadap orang lain. Dan pada masa ini pula seorang anak sudah mulai mampu menyusun sebuah kalimat, banyak menanyakan apa yang dia lihat, cium,rasa atau dengar. Maska peran orang tua dan guru dapat membantu anak dalam bertutur kata dan menghargai orang lain.
    Pujilah mereka atas usahanya. Berikan mereka reward atas usaha yang telah mereka berikan dengan hal yang bermanfaat, misalnya dengan mengajak mereka jalan-jalan ke toko buku, ke museum dan tempat lainnya. Di masa golden age, jika peran orang tua membahagiakan dalam kehidupan mereka, memori ini akan terkenang selamanya dan membawa pengaruh positif di kehidupan dewasa mereka kelak. Berikanlan maninan yang lebih mengasah otak dan motoriknya. Permainan yang meningkatkan aktifitas fisik dan keterampilannya.

  17. Aris Muttaqin berkata:

    Pengembangan potensi yang terjadi dalam usia ‘golden age’ atau usia 2-6 tahun merupakan proses yang sangat memiliki pengaruh dalam perkembangan di usia selanjutnya karena dalam usia ini anak sudah mulai belajar banyak hal, terutama dalam mengoptimalkan kemampuan untuk berinteraksi sosial dan berinteraksi dengan dunia luar. kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekitar juga mempunyai pengaruh dalam proses perkembangan anak usia ini, terutama dalam mengasah mental dalam dirinya. potensi yang terdapat dalam anak usia ini bisa membuat anak tersebut bisa berkembang dengan sangat maksimal, dengan catatan tetap dalam pengawasan orang tua karena disini peran orang tua sangat penting untuk memaksimalkan potensi pengembangan diri anak. Dalam usia 2-6 tahun ini, anak juga sudah diajarkan untuk hidup mandiri karena di sinilah mereka mulai melepaskan diri dari aturan-aturan orang tuanya.
    Maka dari itu, dalam pengembangan anak usia ini peran orang tua sangat berpengaruh untuk menjaga dan mengawasi supaya potensi yang terdapat dalam diri anak tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

  18. ollaristo berkata:

    Usia 2-6 tahun adalah “Golden Age”!

    Pada usia itu, mereka sama sekali belum menyentuh kosakata “GAGAL”. Yang mereka tahu hanyalah “MENCOBA DAN TERUS MENCOBA!” Seperti sedang berlatih berjalan, jika jatuh, maka tak segan mereka bangun, lalu tanpa takut gagal mereka akan mencobanya lagi. Terus, perlahan, hingga lancar… hingga menjadi pelari hebat di dunia olahraga ketika besar. Atau seperti sedang berlatih bicara. Tanpa lelah dan tanpa mengerti apa yang dibicarakan, mereka akan tetap terus berbicara. Al-hasil, step by step mereka bisa bicara, hingga menjadi seorang pembicara atau motivator handal ketika besar. Atau lagi seperti sedang berlatih memegang pena. Corat-coret tiada arti di sebuah kertas, yang jika tinta penanya habis, mereka akan menangis, yang jika kertas putihnya sudah penuh oleh coretan, mereka akan mencari kertas kosong bahkan tembok rumah pun tak takut mereka coret. Terus mencoba! Hasilnya? penulis hebat saat ini pun dulu seperti itu🙂

    Disini peran orang tua sangat penting dan berpengaruh terhadap anak, seperti memberikan asupan gizi yang baik, mengajarkan dan memperkenalkan sesuatu yang belum mereka ketahui, mengajarkan hal positif, menjadi teladan yang baik (karena masa golden age adalah masa dimana mereka akan meniru apa yang dikerjakan oleh orang tua), menanamkan nilai-nilai spiritual (sholat, membaca Qur’an, mengucapkan salam, dll).

    Tentu semuanya itu tidak dilakukan dengan cepat dan mudah. Butuh waktu yang cukup lama. 2 bulan, 4 bulan, bahkan ada yang sampai 1 tahun. Namun selama masa belajar itu, tidak ada anak yang merasa lelah. Hingga akhirnya sukses, itu karena konsep mereka yang “mencoba dan terus mencoba!”

    Jika anak usia 2-6 tahun saja bisa sukses tanpa takut gagal, kenapa kita tidak ? Ayo, kita pakai konsep yang dulu kita pakai semasa golden age, “TRY, AND TRY AGAIN!”

    Oleh : Eka Yulianti – 4715116762
    JIAI IPI 2011

    Salam sukses!

  19. Nur Ainiyyah Arfi (4715116318) berkata:

    ( Golden age ) atau masa keemasan yaitu anak-anak dari usia 2-6 adalah fase dimana anak-anak tersebut menentukan diri mereka kelak dari segi mental, fisik, kecerdasan dan sosial. Umumnya anak-anak tersebut membutuhkan peranan orangtua maupun ligkungan sekitarnya dalam hal apapun yang menyangkut tentang kebaikan. Karena mereka (golden age)sangat dapat memahami atau meniru tingkah seseorang dengan baik atau sebaliknya sesuai dengan apa yang dia lihat. Tentu saja ada banyak faktor yang akan sangat mempengaruhi mereka dalam perjalanan mereka menuju kedewasaan, akan tetapi apa yang mereka dapat dan apa yang diajarkan pada mereka pada usia dini akan tetap membekas dan bahkan memiliki pengaruh dominan pada diri mereka dalam menentukan setiap pilihan dan langkah hidup untuk selanjutnya.
    Sebagai oranngtua mereka juga harus mempunyai peranan yang sangat penting bagi petumbuhan anak agar membantu memanfaatkan masa keemasan anak tersebut dalam mempersiapkan masa depan terbaik bagi anak.
    Pada dasarnya, anak memiliki Sifat dan Karakteristik yang berbeda, akan tetapi rata-rata anak usia 2-6 tahun justru memiliki daya imajinasi yang tinggi melebihi orang dewasa, dam mereka juga memiliki rasa keingin tahuan yanng kuat dengan suatu hal apapun yang baginya itu adalah sesuatu yang baru. Bahkan ada juga diantara mereka yang ingin memiliki sesuatu dan apabila permintaan terrsebut tidak dicapai, maka dia dapat merasa frustasi atau marah. Mereka juga belum bisa diajarkan tenntanng pentingnya ilmu pengetahuan, karena seumuran mereka lebih cenderung memilih bermain dibanndingka dengannn belajar, apalagi dalam waktu yang cukup lama, mereka akan merasa jenuh dan merasa malas. Terkadang anak-anak tersebut memiliki sifat yang super hiper aktif dan susah untuk dikendalikann tingkah lakunya.
    Bagi para orangtua harus memiliki rasa kesabaran dalam mengajarkan mereka dan dapat memahami sifat dan karakteristik anak tersebut. Jadi orangtua dapat menjiwai atau mendalami masuk dalam kehidupan mereka agar dapat mengerti dan memahami perilaku anak tersebut. Sebab, orangtua yang lebih mempunyai peranan utama yang dapat menyadari kondisi tumbuh kembangnya anak dari segi fisik, menntal, sosial maupun kecerdasan dan dapat memantau atau dukungan agar memberikan informasi tentang lingkungan agar mereka dapat bersosialisasi dengan baik . Jadi, anak usia 2-6 tahun tersebut sangat rentann dalam segi apapun, dan membutuhkan peranan orangtua yang dapat mengajarkan dan membimbig mereka agar mereka memiliki pandangan untuk memiliki masa depan atau hari esok dengan lebih baik dan berkualitas dari segi fisik, mental, kecerdasan dan sosial.

  20. ummi berkata:

    ummi kultsum qamyari (4715116749)
    Pada masa golden age, anak akan mudah merekam dan meniru apa saja yang dilihat, didengar dan dirasakan dari lingkungan sekitar mereka. Hal ini harus menjadi perhatian bagi orang tua. Pada masa golden age kesadaran otak anak sangat aktif dan cepat dalam menerima kejadian – kejadian yang ada dilingkungan sekitarnya.Orang tua perlu memperhatikan rangsangan- rangsangan perilaku yang datang dari lingkungan anak. Orang tua harus menjadi contoh yang baik kepada anaknya pada masa ini, tidak membiarkan anak mendengar Kata-kata yang bersifat buruk, mengajarkan anak untuk bersifat kebaikan dan kejujuran yang dimulai dari diri orang tua tersendiri karena orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya. segala sifat baik dan buruk yang anak lihat pada masa ini akan sangat mudah tersimpan dalam memorinya dan mungkin akan menjadi sebuah karakter yang akan dibawanya sampai dia dewasa.
    Anak perlu diberikan kesempatan untuk belajar mengenal lingkungan sekitarnya agar menjadi anak yang aktif . biarkanlah anak bertanya-tanya tentang apa yang terjadi dilingkungan sekitarnya. Jangan menjadikan anak penakut dan pendiam dengan tidak melayani dan tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam dirinya. Berikanlah contoh kebiasaan yang baik kepada anak pada masa golden age, seperti sholat yang dapat merangsang anak untuk lincah menggerakan tubuhnya dan menumbuhkan jiwa religiusnya. Berikanlah fasilitas anak berumur 3-4 tahun untuk bermain sambil belajar kemudian setelah anak berumur 5 tahun, ubahlah pola bermain sambil belajar dengan belajar sambil bermain karena anak harus dirangsang otaknya agar bisa belajar dengan nyaman, tidak ada beban dan tidak lambat menerima pelajaran ketika dia nanti memasuki jenjang sekolah dasar.
    Dengan demikian orang tua harus ekstra memberikan perhatian, tidak masalah jika orang tuanya sibuk bekerja asalkan tetap menjaga, melindungi anaknya dan memberikan waktu full jika tidak sibuk. Karena tidak semua anak yang orang tuanya sibuk berpotensi memiliki sifat negatif. Justru menurut saya, orang tua sibuk lebih melatih kita untuk bersifat mandiri dan bekerja keras.

  21. Masa usia anak awal 2 – 6 tahun adalah masa-masa yang sangat dahsyat, didalam masa ini keingintahuannya sangat besar dan didukung pula dengan energitasnya dalam memuaskan rasa keingintahuannya tersebut. seperti contoh anak usia 3 tahun yang penasaran sewaktu melihat kipas angin kok baling2nya muter, disentuhlah baling2 tersebut, alhasil nangis2 dah tuh anak karena tangannya kena baling2 kipas yg muter ( misalnya gitu ) tapi kasus ini tidak akan pernah terjadi apabila si orang tua anak ini atau orang2 dewasa disekitar nih anak bisa menjaga sekaligus mengarahkan keingintahuan anak tersebut serta menanggapi dan memperhatikan kelakuan serta tingkah lakunya, Dalam fase usia ini juga sangatlah bagus kepada setiap orang tua memberikan motivasi kepada si anak agar terus mencoba segala sesuatu yang dia ingin tau akan tetapi kita juga bukan membebaskan si anak meng-explore semaunya, tentu kita pun mengarahkan rasa keingintahuannya juga agar tidak terjadi sesuatu yang kita tidak inginkan. kemudian juga setiap tingkah laku yang kita kerjakan harus dijaga, karena jangan heran apabila kita punya anak dimasa umur segini mempraktekan apa yang kita lakukan, hal ini didukung dengan kuatnya daya serap akal fikiran mereka terhadap objek visual yang mereka lihat. jadi kembali lagi ke permasalahan, yaitu anak usia awal 2 – 6 tahun sangatlah cocok dikatakan ” golden age “.

    M Reza A – 4715116740

  22. Usia golden age atau usia yang terjadi pada 2-6 tahun merupakan usia dimana otak hampir saja memasuki kategori sempurna , dapat dikatakan bahwa pada usia inilah gerbang otak anak untuk belajar mengenai hal-hal baru terbuka lebar, anak dapat dengan mudah meniru berbagai macam hal-hal baru yang ia tangkap dengan pengelihatannya sehingga pada usia ini anak harus diberikan pengawasan ekstra oleh orang tua terhadap apa yang si anak tersebut lihat atau perhatikan. Selain itu peran orang tua juga dalam menjaga asupan gizi untuk anak juga sangat dibutuhkan sebagai penunjang pertumbuhan dan perkembangan anak itu.
    Abdul hadi

  23. Masa kanak-kanak awal terjadi pada usia 2 – 6 tahun. Pada masa ini disebut juga ” Golden Age ” . Ada yang tau gak kenapa demikian ? Kalau menurut saya , karena pada masa ini adalah masa dimana seorang anak mulai mengalami proses pembentukan diri baik secara fisik, emosional, intelektual, maupun lainnya. tidak hanya itu aja loh, dimasa ini biasanya merupakan masa-masa yang sulit. Kenapa ? Karena pada usia ini anak-anak mulai menirukan apapun yang dilakukan oleh orang tuanya, tanpa memikirkan baik atau buruk bagi kehidupannya kelak dimasa dewasa nanti. Bagi mereka , apapun yang mereka lakukan dianggap baik. Tidak heran jika hal-hal sekecil apapun yang mereka lakukan akan berpengaruh pada kehidupan mereka kelak. Maka dari itu, pada masa ini membutuhkan perhatian yang ekstra dari orang tuanya. Orang tua harus berperan aktif dalam pembentukan diri anaknya . Karena jika tidak , segala hal yang mereka dapatkan akan berdampak besar hingga mereka dewasa.

    Maula Muthmainnah – 4715116728

  24. Rini Yuliyanti- 4715116756 berkata:

    Golden Age…?

    Berbicara tentang anak umur 2- 6 tahun adalah berbicara tentang masa keemasannya atau biasa di sebut dengan golden age. Pada masa ini ego si anak harus di pupuk sedemikian rupa agar menjadi insan yang teladan, sebab banyak ahli psikologi melebelkan masa anak- anak sebagai usia menjelqjah, sebuah label yang menunjukan keingintahuan anak terhadap alam sekitar, bagaimana mengetahui keadaan lingkungan, bagaimana perasaanya, dan bagaimana cara ia menjadi bagian dari alam tersebut. Dalam hal ini termasuk manusia dan juga benda mati. Jadi pada priode ini sering di sebut juga sebagai usia bertanya. Nah, oleh karena itu di usahakan bagi para orang tua di harapkan sabar menghadapi pertanyaan2 pada anak priode ini. Pasalnya pertanyaan2 yang di lontarkan itu biasanya “nyeleneh” dan berkelanjutan, misalnya ketika si anak melihat orang tuanya sedang sholat dalam benaknya timbul pertanyaan yang nanti dan pasti akan di pertanyakan kepada orang tuanya “lagi ngapain sih itu?”, “kok nungging2 gtu”, “buat apa sih bu kita nungging gtu?” dan pertanyaan- pertanyaan yang lain. Di sinilah kita sebagai orang tua harus dapatmemuaskan anak dengan menjawab pertanyaan2 si anak tadi dengan cerdas, yakni dengan sebenar- benarnya jawaban. Di harapkan para orang tua pula dapat menanamkan dan memperhatikan nilai- nilai Kognitif, afektif, dan psikomotorik anak.Sebab pada tahap ini si anak mudah meniru dan melakukan dari apa yang di lihat dan di dengarnya. Selain itu orang tua pun harus memberi asupan gizi yang seimbang di usahakan dalam takaran 4 sehat 5 sempurna yang di butuhkan oleh tubuh si anak. para orang tua pun di harapkan dapat mengajarkan sikap- sikap bersosialisasi yang baik sejak dini, baik di lingkungan informal, formal dan nonformal.

  25. Dwita Nuraprilyani P. berkata:

    Dwita Nuraprilyani P.
    4715116758
    Golden age, atau yang biasa kita sebut dengan usia emas, atau masa keemasan dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia. Golden age terjadi pada rentangan usia 2 sampai 6 tahun, karena pada usia ini manusia bertumbuh dan berkembang secara pesat pada fisik maupun psikisnya, karena pada saat itu, otak berkembang sampai 80 %, sehingga seorang anak dapat dengan mudah menyerap sesuatu yang diajarkan pada dirinya.
    Pada masa ini, orang tua memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, karena orang tua merupakan orang-orang yang memiliki keharusan untuk menjaga dan membimbing anak-anaknya.
    Pada tahap ini, fisik seorang anak makin berkembang, sehingga dibutuhkan asupan yang bergizi untuk menyempurnakan perkembangannya. Disini, orang tua memiliki peran untuk mewujudkan anak-anak yang sehat dan berkembang baik dalam kondisi fisiknya. Oleh karena itu, orang tua harus menyiapkan makanan-makanan yang bergizi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya.
    Pada masa ini, ia mulai belajar meniru, melihat apa yang terjadi di sekitarnya, bersosialisasi dengan masyarkat, namun, ia belum mengenal mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya, ia terus mencoba melakukan apa yang ia lihat dan ia dengar, tanpa mengetahui dampak apa yang akan terjadi pada dirinya, sehingga orang tua harus mengawasi apa yang dilakukan oleh anak-anaknya, jangan sampai anak-anaknya bertumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang berperilaku kurang baik.
    Orang tua juga harus memberikan contoh-contoh yang baik, sehingga anak-anaknya meniru perilaku-perilaku baik yang ditunjukan oleh orang tuanya. Orang tua juga tidak menghalangi anak-anak untuk mengeksplore apa yang ada pada dirinya, dan disini orang tua mulai melihat dan mengembangkan potensi seorang anak, dan mengarahkannya pada hal-hal yang positif.

  26. mardiana fahriani r berkata:

    Mardiana Fahriani R
    4715116313
    Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).

    Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.oleh karena itu, kita sebagai orang tua hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang. Kita sebagai orang tua kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter tersebut akan dibawanya sampai ia dewasa. Ketika dewasa karakter semacam itu akan menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya. Misalnya, tidak bisa menjadi seorang public speaker gara-gara ia minder atau malu. Tidak berani mengambil peluang tertentu karena ia tidak mau mengambil resiko dan takut gagal. Padahal, jika dia bersikap positif maka resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih keberhasilan. Anda setuju kan?

    Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa jenius otak kita. Semakin kita jenius maka semakin sukses. Semakin kita meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah kita. Benarkah demikian?

    Saya sendiri kurang setuju dengan anggapan tersebut. Fakta membuktikan, banyak orang sukses justru tidak mendapatkan prestasi gemilang di sekolahnya, mereka tidak mendapatkan juara kelas atau menduduki posisi teratas di sekolahnya. Mengapa demikian? Karena sebenarnya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak kita saja. Namun kesuksesan ternyata lebih dominan ditentukan oleh kecakapan membangung hubungan emosional kita dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu, yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual kita dengan Tuhan Yang Maha Esa.

    Tahukah anda bahwa kecakapan membangun hubungan dengan tiga pilar (diri sendiri, sosial, dan Tuhan) tersebut merupakan karakter-karakter yang dimiliki orang-orang sukses. Dan, saya beritahukan pada anda bahwa karakter tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Karakter semacam itu bisa dibentuk. Wow, Benarkah? Saya katakan Benar! Dan pada saat anak berusia dini-lah terbentuk karakter-karakter itu. Seperti yang kita bahas tadi, bahwa usia dini adalah masa perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual anak mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap dari perilaku kita sebagai orang tua dan dari lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembang mental berlangsung sangat cepat. Pada usia itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka mempelajari dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari lingkungannya. Oleh karena itu, lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif dan sukses.

    Lalu, bagaimana cara membangun karakter anak sejak usia dini?
    Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.

    sekarang kita memahami mengapa membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini itu penting. Usia dini adalah usia emas, maka manfaatkan usia emas itu sebaik-baiknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s