Tugas PAI Smt 100

Setelah anda mengemukakan contoh Akhlak dalam Islam, tunjukkan dalil yang berkaitan dengan contoh tersebut. Jawaban ditunggu hari ini, 13 Maret 2013 paling lambat jam 23.59. Selalu ingat untuk menyertakan nama dan nomor registrasi. Contoh dan dalil yang sudah dikemukakan tidak bisa lagi digunakan oleh teman lainnya. Sukses dan tetap semangat…!!

Tentang tafany

aku baik dan suka berteman. hehe......
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

34 Balasan ke Tugas PAI Smt 100

  1. dinar medina ulfie berkata:

    Nama : dinar medina ulfie
    No.reg : 2815133865
    Jurusan : seni musik

    Akhlak dalam islam menurut saya salah satunya adalah toleransi antar umat beragama, berikut dalil yang menjelaskan ttg toleransi

    QS. Al-An’am : 108

    “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan Setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”

    QS. Al-Baqarah : 256

    “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”.

    QS. Al-Mumtahanah : 8-9

    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.”

    “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.”

    QS. Yunus : 99

    “Dan Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka Apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ?”

  2. chicha fiqri rahman berkata:

    Nama : chicha fiqri rahman
    Nim : 2815133875
    Jurusan : seni musik

    Akhlaq mengenai larangan makan dan minum secara berlebihan

    …Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”(QS. 7:31)

    Dalam ayat ini, Allah Subhanau Wa Ta’ala mengatur pula perkara makan dan minum manusia. Kalau pada masa Jahiliah manusia yang mengerjakan haji hanya memakan makanan yang mengenyangkan saja, tidak memakan makanan yang sedap-sedap yang dapat menambah gizi dan vitamin yang diperlukan oleh badan, maka dengan turunnya ayat ini, makanan dan minuman manusia itu harus disempurnakan dan diatur untuk dapat dipelihara kesehatannya. Dengan begitu manusia lebih kuat mengerjakan ibadah.

  3. Yusuf Dwi Gati berkata:

    Nama : Yusuf Dwi Gati
    No.Reg : 2815130704
    Jurusan : Seni Musik

    salah satu Contoh akhlak dalam islam adalah islam mengajak kita untuk bekerja keras
    dalilnya adalah:

    “ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Al-Qashash “ 77)

    ditulis dalam Ayat diatas bahwa umat islam harus mencari apa yang telah dianugerahkan allah SWT kepada kita dengan kata lain Allah SWT telah menyuruh kita untuk berusaha mencari rizki rizki yang allah berikan dan tidak berdiam diri saja,dengan bekerja keras tentunya tetap beriman kepada allah SWT kita telah mengamalkan salah satu ayat al-quran dan lebih memantapkan diri lagi untuk beribadah kepada-NYA.

  4. Hemas Sholihah Nurhidayah berkata:

    Nama: Hemas Sholihah Nurhidayah
    No.registrasi: 2815133877
    Jurusan: Pendidikan Seni Musik

    Salah satu contoh akhlaq dalam Islam salah satunya menurut saya adalah bermusyawarah dalam mengambil keputusan yang melibatkan orang lain. Dalil Al Quran yang menjelaskan tentang anjuran bermusyawarah antara lain :

    1) Surat Al-Baqarah ayat 233:
    فَإِنْ أَرَادَا فِصَالا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا (البقرة: ٢٣٣ )
    Artinya: “Apabila keduanya (suami istri) ingin menyapih anak mereka (sebelum dua tahun) atas dasar kerelaan dan permusyawarahan antara mereka. Maka tidak ada dosa atas keduanya”. (QS. Al-Baqarah: 233)

    Ayat ini membicarakan bagaimana seharusnya hubungan suami istri saat mengambil keputusan yang berkaitan dengan rumah tangga dan anak-anak, seperti menceraikan anak dari menyusu ibunya. Didalam menceraikan anak dari menyusu ibunya kedua orang tua harus mengadakan musyawarah, menceraikan itu tidak boleh dilakukan tanpa ada musyawarah, seandainya salah dari keduanya tidak menyetujui, maka orang tua itu akan berdosa karena ini menyangkut dengan kemaslahan anak tersebut. Jadi pada ayat di atas, Alquran memberi petunjuk agar setiap persoalan rumah tangga termasuk persoalan rumah tangga lainnya dimusyawarahkan antara suami istri.

    2) Surat Ali ‘Imran ayat 159 :

    فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (ال عمران: ١٥٩ )
    Artinya:
    “Maka disebabkan rahmat Allahlah, engkau bersikap lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap kasar dan berhati keras. Niscaya mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kerena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan tertentu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”. (QS. Ali ‘Imran: 159)

    Dalam ayat ini menjelaskan tentang bermusyawarah saat kita memiliki masalah atau kita bersalah kepada orang lain.

    3) Surat Asy-Syura : 38

    وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ، وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

    Artinya:
    “Dan bagi orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan tuhannya dan mendirikan sholat sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan mereka menafkahi sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka” (QS asy-Syura : 38)

    Dari ketiga dalil diatas dapat saya simpulkan bahwa dalam Islam bermusyawarah sangat dianjurkan untuk kehidupan sosial masyarakat.

  5. Fachri Fajarudin berkata:

    Fachri Fajarudin
    2815130718
    Jurusan Seni Musik

    Akhlak islam menurut saya salah satunya adalah saling membantu/ tolong-menolong
    Sesama manusia.

    Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Sebuah kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa  yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya.

    Jadi dalam hadits tersebut di jelaskan allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya.

    Terimakasih🙂

  6. Fikram Fahrurazi berkata:

    Fikram Fahrurazi
    28151530722
    Jurusan Seni Musik

    Hadits Etika Bertamu dalam Islam
    Sahabat Abdullah bin Bisir ra. mengatakan: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:

    لاَ تَأتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ أَبْوَابِهَا وَلَكِنَّ أئتُوْهَا مِنْ جَوَانَبِهَا فَاسْتَأْذِنُوا٬ فَإِنْ أَذِنَ لَكُمْ فَادْخُلُوا وَإلاَّ فَارْجِعُوا٠

    “Janganlah kalian mendatangi rumah (orang) dari depan pintunya, tapi datangilah dari samping-samping. Lantas ijin. Jika kalian diberi ijin, masuklah. Namun jika tidak, pulanglah.” (HR. Tabrani)

    Dalam hadis ini, Nabi berpesan bagaimana etika mendatangi rumah saat bertamu. Yaitu dilarang menghadap pintu rumah, dikhawatirkan akan memandang isi rumah yang semestinya tak pantas dia pandang. Entah pemilik rumah atau perkakas rumah tangga yang tidak pantas terlihat, atau semua yang tidak diinginkan pemiliknya dilihat orang lain.

    Bisa jadi tuan rumah baru berpakaian rumah yang transparan, atau boleh jadi sedang sibuk bekerja sehingga perlu bersisir. Atau mungkin peralatan rumah tangga semrawut sehingga perlu dirapikan dan diatur lebih dahulu.

    Karenanya bertamu di hadapan pintu, besar kemungkinan mengkorek keburukan dan aurat. Padahal yang demikian dilarang dalam Islam. Karenanya Nabi saw memerintahkan agar kita tidak mendatangi rumah dari depan pintu, namun lewat samping pintu, kiri atau kanan, sembari menunggu ijin dengan penuh kesopanan.

    Etika kedua dalam bertamu adalah meminta ijin dengan mengetuk pintu atau bel.

    Jika diijinkan kita masuk, jika tidak, kita pulang.

    Diijinkan masuk, tandanya dibukakan pintu, dijawab, atau disambut oleh orang yang kita kunjungi. Tidak diijinkan tandanya orang yang kita cari tak ada, tidur, sibuk dengan tamu lain, atau sama sekali tak ada jawaban. Bagaimana kita bisa mengerti batasan-batasannya? Nabi mengajarkan kita cara tersebut dalam hadis lain. Beliau katakan, meminta ijin cukuplah tiga kali seraya mengetuk pintu. Jika tidak dibukakan hendaklah kita pulang.

  7. M.Fakhri fauzani berkata:

    Nama : M.fakhri fauzani
    No.reg : 2815133880
    Rasulullah bersabda : “Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis. Barang siapa meninggalkannya karena takut pada Allah, maka Allah akan memberi balasan iman padanya, yang akan didapati kelezatan dalam hatinya.” (HR.Ahmad).
    Itulah salah satu dalil yang menyatakan bahwa Islam menganjurkan “menjaga pandangan dari wanita”.
    Telah di paparkan bahwa memandang wanita yang belum muhrim itu merupakan ajakan atau godaan dari iblis yang memancing syahwat bagi lelaki. Berawal dari mata hingga merusak hati, dan di kala hati rusak maka ke khusyuan dalam solat pun hilang. Maka dari itu kita di anjurkan untuk menjaga pandangan demi kebersihan hati hingga mencapai puncak kekhusyuan dan terjaganya hubungan yang baik dengan Allah s.w.t

  8. Arlingga Riefki Adriansyah berkata:

    Nama : Arlingga Riefki Adriansyah
    No reg : 2815133869
    Jurusan : seni musik

    “Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)

    Dari sini kita bisa simpulkan bahwa pencipta kita Allah SWT sangat lah suci. Sudah sepantasnya kita menjalankan apa yang diperintah dan disukai Allah SWT. Dalam menjalankan ibadahpun, Kita harus suci, bersih dari segala kotoran dan najis. Kita pun harus menjaga lingkungan sekitar kita dari kotoran. Ini bukan hanya sekedar menganjurkan tanpa alasan, tapi karena bersih dan suci kita akan bebas dari kotoran dan penyakit dan menjadi identitas muslim yang beriman kepada Allah SWT.

  9. Moh Arief Rahman berkata:

    Nama : Moh Arief Rahman
    No reg : 2815130719
    Jurusan : pend seni musik .

    Akhlak : Bersyukur .

    Perintah Bersyukur“Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah.” (QS. Al Baqarah: 172). 

    Jadi kita harus selalu bersyukur bu🙂 dan juga istiqomah menyembah Allah Swt😉

  10. nama : guspita sari berkata:

    No Registrasi : 2815133867
    Jurusan : Pendidikan Seni Musik

    Salah 1 akhlak atau etika yang di anjurkan dalam Islam yaitu memulai segala sesuatu di awali dari yang kanan. Sebagaimana yang di jelaskan dalam dalil di bawah ini

    “أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْمَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ بِشْرٍ عَنْ أَشْعَثَ بْنِ أَبِي الشَّعْثَاءِ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ التَّيَامُنَ يَأْخُذُ بِيَمِينِهِ وَيُعْطِي بِيَمِينِهِ وَيُحِبُّ التَّيَمُّنَ فِي جَمِيعِ أُمُورِهِ

    Telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Ma’mar, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim dari Muhammad bin Bisyr dari Asy’ats bin Abu Asy Asy’tsa` dari Al Aswad bin Yazid dari Aisyah, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam suka memulai sesuatu dengan yang kanan, beliau mengambil dengan tangan kanan, memberi dengan tangan kanan, dan suka memulai dengan yang kanan dalam segala perkara.

    Ibn al-‘Arabi (bukan Ibn ‘Arabi, tokoh Sufi yang sesat-red.,) berkata, “Memulai dengan yang kanan disyari’atkan terhadap semua amal shalih karena keutamaannya secara estetika lebih kuat dan secara syari’at lebih dianjurkan untuk mendahulukannya.”
     
    al-Hulaimi berkata, “Sesungguhnya memulai dengan yang kiri ketika melepas (sandal atau sepatu-red.,) karena memakai itu adalah suatu kehormatan dan juga karena ia (dalam posisi) menjaga (melindungi). Manakala yang kanan lebih mulia dan terhormat daripada yang kiri, maka dimulailah dengannya ketika memakai dan dikemudiankan ketika melepas (mencopot) sehingga kehormatannya tetap ada dan jatahnya dari hal itu lebih banyak.”

    Dari dalil di atas sangatlah jelas bahwa salah 1 akhlak yang di anjurkan dalam Islam dan telah di lakukan oleh para Rasulullah adalah memulai segala sesuatu di awali dari yang kanan..

  11. Putri Wulandari berkata:

    Putri Wulandari
    2815130714
    Pendidikan Seni Musik

    Islam melarang umatnya mengenakan atau menggambar sesuatu yang bernyawa. Mengapa saya katakan begitu berikut penjelasannya..

    seseorang dilarang mengenakan pakaian yang bergambar atau semacamnya yang bernyawa maka hukumnya haram karena “Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang menggambar suatu gambar dari sesuatu yang bernyawa di dunia, maka dia akan diminta untuk meniupkan ruh kepada gambarnya itu kelak di hari akhir, sedangkan dia tidak kuasa untuk meniupkannya.’” (HR Bukhari).

    kita bisa liat juga pada saat kaum jahiliyah menyembah berhala, patung dan semacamnya. sebenarnya ini juga memusingkan saya tapi saya akan mencoba mencari dalilnya (^_^,)v

    DALIL HARAMNYA MENGGAMBAR MAKHLUK BERNYAWA
    Hadits sahih yang melarang seorang muslim menggambar makhluk bernyawa cukup banyak sebagai berikut

    a. Hadits Bukhari dan Muslim (muttafaq alaih):
    إن أشد الناس عذابا يوم القيامة المصورون
    Artinya: Yang paling parah siksanya di hari kiamat adalah mushawwir (tukang membuat patung/tukang gambar) .

    b. Hadits Bukhari dan Muslim (muttafaq alaih):
    (إن الذين يصنعون هذه الصور يعذبون يوم القيامة يقال لهم أحيوا ما خلقتم
    Artinya: Orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa di hari kiamat. Dikatakan pada mereka: hidupkan apa yang kamu ciptakan.

    c. Hadits Bukhari
    نهى عن ثمن الدم وثمن الكلب وكسب البغي ولعن آكل الربا وموكله والواشمة والمستوشمة والمصور
    Artinya: …. Allah melaknat pemakan riba … dan tukang membuat patung/tukang gambar.

    d. Hadits Bukhari Muslim (muttafaq alaih):
    من صور صورة في الدنيا كلف أن ينفخ فيها الروح وليس بنافخ
    Artinya: Barangsiapa menggambar di dunia maka i` akan dipaksa untuk meniupkan nyawa pada patung/gambar itu. Padahal dia bukanlah orang yang dapat memberi nyawa.

    e. Hadits Muslim:
    وعن عائشة رضي الله عنها قالت: دخل علي النبي صلى الله عليه وسلم وقد سترت سهوة لي بقرام فيه تماثيل فلما رآه هتكه وتلون وجهه وقال ((يا عائشة أشد الناس عذابا يوم القيامة الذين يضاهئون بخلق الله)) قالت عائشة فقطعناه فجعلنا منه وسادة أو وسادتين
    Artinya: Nabi melarang Aisyah memakai bantal yang ada gambarnya.

    f. Hadits Bukhari Muslim (muttafaq alaih):
    إن الملائكة لا تدخل بيتا فيه تماثيل أو تصاوير
    Artinya: Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang ada patung atau gambar.

    Inti dari semua hadits-hadits sahih di atas adalah larangan membuat bentuk makhluk bernyawa (manusia dan hewan/binatang) dalam format gambar atau fisik tiga dimensi (mujassimah) seperti patung.

    supaya tidak bingung lagi kita cari yang lainnya (x_x,)
    ini benar benar sangat memusingkan , karna disamping itu pula ada hadist yang mengatakan
    Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyatakan: Hadits ini menunjukkan atas bolehnya membuat gambar apabila tidak memiliki bayangan dan tidak dimuliakan seperti dipakai buat bantal.

    – Hadits lain riwayat Bukhari Nabi bersabda: Malaikat tidak masuk ke rumah yang terdapat gambar kecuali nomor di baju إ(‏ إن الملائكة لا تدخل بيتا فيه صورة إلا رقما فى ثوب)‏.

    Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyatakan: Ibnu Arabi berkata: Membuat gambar apabila memiliki bentuk (jism) maka haram secara ijmak. Apabila berupa nomor ada empat pendapat. Pertama, boleh secara mutlak berdasar dzahirnya hadits. Kedua, dilarang secara mutlak termasuk nomor. Ketiga, apabila gambar itu sempurna bentuknya dan posisi berdiri maka haram, apabila terputus kepalanya atau terpisah bagiannya maka boleh. Menurut Ibnu Arabi, ini pendapat paling sahih. Keempat, apabila gambar itu berada di bawah maka boleh, apabila digantung maka tidak boleh.

    adapula yang berpendapat bahwa : “boleh membuat gambar yang tidak memiliki bayangan. Begitu juga gambar yang berupa nomor pada baju. Disamakan dengan itu gambar yang dilukis pada tembok atau kertas dengan analogi menggambar atau melukis sesuatu yang tidak mempunyai nyawa seperti tumbuhan, pepohonan, dan pemandangan alam.‏ Berdasarkan hal tersebut, maka melukis dan memfoto manusia, hewan dan bagian-bagiannya apabila untuk tujuan ilmiah yang berfaedah pada masyarakat dan tidak ada unsur mengagungkan dan penyembahan maka hukumnya sama dengan hukum menggambar tumbuhan dan pepohonan dan pemandangan alama dan obyek lain yang tidak memiliki kehidupan – yakni boleh secara syariah.

    nah saya semakin bingung ini bu (=_=,) ????

    menurut
    FATWA MUTAWALLI SYA’RAWI, bagaimana hukum menggambar ? jawabannya ini “Sebagian ulama berpendapat bahwa gambar hukumnya haram secara mutlak karena ia mencegah masuknya malaikat (ke dalam rumah) seperti halnya anjing. Malaikat Jibril pernah berkata pada Nabi: “Kami, para malaikat, tidak masuk ke suatu rumah yang ada gambar (shurah) dan anjing (kalb) [نحن الملائكة لا ندخل بيتا فيه صورة ولا كلب].” Berdasarkan hadits ini, mereka (ulama) memahami hadits ini secara mutlak atas keharaman gambar. Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa hadits ini hanya mencakup pada gambar yang jelas dan yang dibuat oleh tangan manusia. Muhammad Mutawalli Sha’rawi menyatakan bahwa gambar fotografi itu tidak apa-apa apalagi kalau ia tidak dikonfigurasi dan jauh dari modulasi bentuk aslinya.

    Sesungguhnya Bu, banyak sekali hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam dalam kitab-kitab yang shahih, baik itu Sunan ataupun musnad-musnad, mengenai haramnya membuat gambar (lukisan, foto dan ukiran) sesuatu yang bernyawa, entah itu (gambar) manusia atau bukan.

    Didalam hadits-hatdis itu ada riwayat yang menceritakan bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wasalam merobek tirai-tirai yang bergambar dan memerintahkan menghapus gambar-gambar. Disamping itu beliau melaknat tukang gambar dan menerangkan bahwa mereka termasuk orang-orang yang paling keras mendapat siksa di hari kiamat.

    Kalau menurut saya pribadi dari pendapat yang berbeda ini, saya mengatakan bahwa manusia jaman sekarang salah persepsi akan suatu hal yang mereka anggap ya begitu. memang rasullah telah bersabda bahwa menggunakan pakaian atau menggambar sesuatupada akhir jaman kita akan diminta pertanggung jawaban . tapi menurut saya menggambar itu suatu hal yang masih bisa dikatakan boleh selama kita tidak menyembah atau menyekutukan Allah, hanya sebagai hobi bukannya tak masalah.

    mungkin ini jawaban saya ibu, semoga kedepan saya bisa lebih mengerti lagi. saya harap di pertemuan selanjutnya ibu bisa memberi tanggapan terhadap jawaban saya . arigatou gozaima (^^v). assalamualaikum wr.wb :):):)

  12. Nova Yulianingsih berkata:

    Nama : Nova Yulianingsih
    No Reg : 2815130713
    jurusan : Seni Musik

    salah satu akhlaq islam menurut saya adalah “Bersedekah”.
    Allah SWT menyebut sedekah sebagai “pinjaman yang baik” (qardhul hasan). Orang bersedekah hakikatnya meminjamkan harta kepada Allah dan Dia pasti akan mengembalikan pinjaman dengan pengembalian yang berlipat ganda.

    berikut ini sejumlah ayat Quran dan hadits akan sedikit memberikan petunjuk serta penjelasan tentang keutamaan sedekah

    ”Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (pembayarannya oleh Allah) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS.Al-Hadid:18)

    “Wahai orang-orang yang beriman! Sebarkanlah sebahagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kamu, sebelum tibanya hari (kiamat) yang tidak ada jual beli padanya dan tidak ada kawan teman (yang memberi manfaat), serta tidak ada pula pertolongan syafaat dan orang-orang kafir, mereka itulah orang-orang yang zalim” (QS. Al-Baqarah:254).

    Dari Ali bin Abi Thalib r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Segeralah bersedekah, sesungguhnya musibah tidak dapat melintasi (mendahului) sedekah.” (Razin, Misykât). Ali berkata: “Pancinglah rezeki dengan sedekah.” “Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah’. Malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.” (Muttafaq ‘Alaih dari Abu Hurairah)

    dari ayat Qur’an dan hadist di atas kita jadi tau bahwa sesungguhnya bersedekah itu bukan hanya mendapatkan pahala namun juga memancing rezeki, dan Allah akan melipat gandakan apapun yang telah kita sedekahkan dengan ikhlas.

    jadi marilah kita bersedekah \(^o^)/
    terimakasih.
    assalamualaikum wr.wb

  13. Erwin Rukmana berkata:

    Nama. : Erwin Rukmana
    No Reg : 2815130708
    Jurusan : Seni Musik

    Akhlak Dalam Islam Menurut Saya ialah untuk Menganjurkan mengucapkan Kalimat Basmallah sebelum melakukan sesuatu (apapun itu)

    “Setiap seseuatu yang baik yang tidak dimulai dengan membaca bismillah maka sesuatu tersebut putus (kurang barokahnya)
    Dari hadits diatas secara jelas diterangkan bahwa sesuatu baik itu pekerjaan atau yang lainnya yang baik maka dianjurkan membaca basmallah sebelum melakukan sesuatu tersebut. Lalu dari mana pemandangan hal tersebut baik atau tidak? Dalam hal ini sudut pandang mengenai baik dan tidaknya sesuatu hal tersebut ini menurut sudut pandang syari’at bukan yang lainnya. Karena terkadang sesuatu itu menurut kita baik tapi menurut syari’at belum tentu. Dan termasuk hal-hal yang baik adalah hal-hal yang mubah semacam makan, minum, tidur dll.
    Dalam riwayat yang  lain disebutkan
    كل أمر ذي بال لايبدأ بحمد الله فهو أقطع
    Dalam hadits diatas disebutkan dengan menggunakan hamdallah bukan basmallah. Lalu mana yang harus diikuti?
    Dalam hal ini dijawab oleh para ulama’ bahwa yang namanya permulaan itu ada 2 (dua) yaitu permulaan yang haqiqi dan permulaan idlofi. Permulaan haqiqi adalah suatu permulaan yang mana sebelumnya memang benar-benar tidak ada. Sedangkan permulaan idlofi adalah sebuah permulaan yang sudah diawali denga permulaan hakiki, namun ini tetap dinamakan permulaan dari suatu hal. Penggambarannya begini, kita contohkan dengan sholat, permulaan sholat adalah ketika melakukan takbiratul ihram namun sebelumnya kita melakukan yang namanya berdiri untuk takbiratul ihrom, takbirotul ihram adalah permulaan yang idlofi sedangkan pekerjaan yang berupa berdiri adalah permulaan yang hakiki.
    Selain kedua hadits yang terdapat diatas masih adalagi satu riwayat yang berbunyi
    كل أمر ذي بال لايبدأ بذكر الله فهو أقطع
    Lalu menanggapi hal yang demikian ini bagaimana?
    Hadits yang terakhir disebutkan ini justru malah menjadikan menjadikan masalah lebih mudah untuk diselesaikan. Kok begitu? Karena dari hadits yang ketiga ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa dalam memulai suatu hal tidaklah terhusus pada basmallah atau hamdallah yang penting ada unsur dzikir pada Allah SWT, baik itu menggunakan basmallah atau hamdallah atau yang lainnya.
    Namun walaupun begitu bagi kami yang lebih munasabah (cocok) untuk dijadikan permulaan adalah basmallah. Ini tidak lepas dari susunan basmallah yang dimuali dengan huruf ba’ yang mempunyai arti isti’anah (meminta pertolongan dengan…) dalam hal ini yang dimintai tolong adalah Allah SWT. Secara logika dapat dipahami bahwa meminta tolong tentu lebih dulu dari pada berterima kasih, ditolong duru baru mengucapkan terima kasih. Jadi dari penggambaran diatas maka kami lebih condong bahwa yang lebih cocok dijadikan sebagai permulaan adalah basmallah. Walaupun boleh-boleh saja kalau mau memulai sesuatu dengan hamdallah atau bahkan dengan sesuatu yang ada unsur dzikir.
    Namun perlu diingat, bahwa tidak semua hal yang baik itu hendaknya dimulai dengan basmallah, sehingga saking fanatiknya terhadap hadits diatas sehingga timbul kefahaman bahwa semua hal yang baik itu harus dimulai dengan basmallah.  karena memang ada beberapa hal baik yang tidak usah dimulai dengan basmallah karena memang dari Rasulullah SAW diriwayatkan demikian. Contoh memulai salam kepada orang lain, hal ini sangat baik namun tidak usah dimulai dengan basmallah karena ada hadits yang berbunyi
    السلام قبل الكلام
    “salam itu sebelum berbicara”
    Jadi, jika kita memulai salam dengan basmallah maka akan menghilangkan fadlilah keutamaan memulai salam, sehingga yang mendengarnya tidak wajib untuk menjawabnya. Dan banyak lagi hal-hal yang baik yang tidak perlu dimulai dengan basmallah yang keterangannya bisa anda baca di kitab-kitab fiqih atau terjemahannya. Bahkan dalam beberapa hal dimakruhkan memulai dengan basmallah jika hal-hal yang hendak dilakukan ini makruh dan bahkan diharamkan memulainya dengan basmallah, semisal melakukan kemaksiatan. Bahkan hal ini bisa mengakibatkan kufur jika di dalamnya ada unsur  ihaanah (penghinaan) pada Allah SWT walaupun hal yang dilakukan tersebut termasuk kategori makruh.
    Lalu bagaimana jika kita lupa membaca basmallah pada permulaan dan baru ingat pada pertengahan atau bahkan ketika hampir selesai melakuan hal tersebut?
    Kesunnahan membaca basmallah ini menurut para ulama’ masih berlaku sampai pada seseorang itu selesai melakukan suatu hal. Jadi ketika seseorang masih melakukan pekerjaan dan pekerjaannya belum selesai maka masih disunnahkan membaca basmallah.
    Apa ini tidak bertentangan dengan hadits diatas yang mana dengan jelas menyebutkan kata-kata yubda’u yang mempunyai pengertian awal dari sesuatu?
    Tentu saja tidak bertentangan, kalau mau lebih teliti kita pasti setuju dengan jawaban yang saya utarakan tadi. Memang benar hadits tersebut dengan jelas menyebutkan kata yubda’u namun jika kita lihat lebih teliti lagi setelahnya itu terdapat kata-kata fihi (فيه) yang mana huruf fi (في) dalam ilmu nahwu merupakan salah satu huruf jar yang mempunyai faidah dzorfiyyah yang berarti sebuah ruang. Penggambarannya begini, ibarat awal pekerjaan adalah pintu masuk maka akhir dari pekerjaan adalah pintu keluar. Jadi ketika seseorang masih masih melakukan suatu pekerjaan maka dia ibaratnya masih berada pada ruangan tersebut. Jadi dengan adanya kata fihi dapat diambil kesimpulan bahwa ketika seseorang melakukan suatu pekerjaan selama dia belum selesai melakukan pekerjaannya maka tetap disunnahkan membaca basmallah. Bahkan dalam satu keterangan disebutkan walaupun sudah selesai melakukan pekerjaanpun masih disunnahkan untuk membaca basmallah asal jarak antara ingat dan selesainya pekerjaan ini tidak berlangsung lama. Adapun bacaan basmallah ketika ingat belum membacanya pada permulaan adalah
    بسم الله أوله وآخره
    Keutamaan memulai basmallah ini tidak hanya berlaku pada pengucapan saja, hal ini juga berlaku ketika basmallah ini ditulis pada awal mula kita mau menulis sesuatu yang baik, semisal menulis ilmu-ilmu agama atau menulis hadits dll. Atau pada permulaan surat yang akan kita kirim kepada orang lain.
    Adapun tentang penulisan basmallah ini ada sebuah riwayat yang menarik untuk disimak. Diterangkan dalam kitab I’rabu Al Qu’an juz 1 halaman 27, bahwa sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW orang-orang Quraisy pada permulaan surat mereka menulis dengan kata “bismika Allahumma” dan orang yang memulai menggunakan kata ini adalah Umayyah bin Abi Ash Sholt. Hal ini berlangsung terus-menerus sampai akhirnya turunlah ayat bismillah.
    Dan sebuah keterangan yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Sa’du dalam kitab Thobaqot menyebutkan bahwa Rasulullah SAW dalam menulis surat itu mengikuti cara orang Quraisy yakni dengan memulai dengan “bismika Allahumma” sehingga turunlah ayat
    وقال اركبوا بسم الله مجريها….الأية (هود: 41)
    Maka setelah turunnya ayat tersebut maka Nabi SAW mengganti “bismika Allahumma” dengan “bismillah”. Ini terus berlangsung sampai turun ayat
    قل ادعوا الله أو ادعوا الرحمن …الأية (الإسراء: 110)
    Maka Nabi SAW menambahkan kata ar Rahman pada bismillah sehingga menjadi “bismillahirroman”. Hal ini terus berlangsung sampai akhirnya turun ayat
    إنه من سليمان وإنه بسم الله الرحمن الرحيم (النمل: 30)
    Maka Nabi SAW menulis pada awal surat beliau dengan “bismillahirrohmaanirrohim”.
    Selain keterangan diatas masih banyak lagi hal yang bisa diulas dari basmallah ini. Diantaranya disebutkan dalam kitab al majaalisus Saniyyah menanggapi ayat
    وعليها تسعة عشر
    Yang menurut sebagian mufassirin menyebutkan bahwa ayat tersebut menjelaskan bahwa neraka jahannam mempunyai 19 Malaikat penjaga. Menanggapi ayat diatas dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa orang yang membiasakan membaca basmallah maka dia akan terlindung dari siksa 19 Malaikat tersebut, karena jika dihitung jumlah huruf basmallah ini ada 19 jadi setiap satu huruf akan menahan 1 malaikat.
    Dan masih banyak lagi faidah yang belum kami sebutkan yang bisa anda tengok di kitab-kitab salaf atau pada terjemah-terjemah kitab dan pada buku-buku yang menjelaskan tentang faidah-faidah basmallah. Wallahu a’lam bish Showab.

  14. Muhammad Nurman berkata:

    Nama : Muhammad Nurman
    NIM : 2815133873
    Jurusan : Seni Musik

    Salah satu akhlak dalam islam ialah menjaga Amanah. Adapun dalil yang mendukung ialah.

    إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا
    الْإِنسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُوماً جَهُولاً (٧٢)
    “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 72)

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٧)
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Q.S. Al-Anfal [8]: 27)
    وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (٨)
    “Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya.” (Q.S. Al-Mu’minun [23]: 8)

  15. Fajar Apriadi berkata:

    Nama: Fajar Apriadi
    No.Reg: 2815133864

    Islam mengajarkan kita tentang bagaimana menjaga kesehatan. Saya mengutip salah satu hadist riwayat yg berisi;

    عَنْ مِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه
    وسلم- يَقُولُ « مَا مَلأَ آدَمِىٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

    Artinya:Dari Miqdam bin Ma’dikariba berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda “tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), jika tidak bisa demikian, maka hendaklah ia memenuhi sepertiga lambungnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk bernafas” (HR. At-Tirmidzi)

    Hadist ini mengajarkan kita terhadap cara makan dengan secukupnya, bisa dibayangkan bila mengisi perut dengan makanan yg banyak atau tidak sama sekali. Akibatnya jelas kita sudah tau kan🙂

    Trimakasih.

  16. Deniz Junarsa berkata:

    Nama : Deniz Junarsa
    No. REG : 2815130717
    Jurusan : Seni Musik

    “Wanita tidak boleh berbicara terlalu keras”

    Dari Salim Bin Abdullah dari bapaknya, dia berkata: ‘Telah bersabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam : ‘Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dipandang oleh Allah Azza Wajalla pada hari kiamat: Orang yang durhaka kepada orang tua, wanita yang menyerupai laki-laki, dan Dayuts (orang yang tidak punya rasa cemburu Pent.)’ (HR. An-Nasai)

    Meninggikan suara dalam berbicara dengan laki-laki dengan suara yang keras sehingga terdengar dari kejauhan. Padahal tabiat seorang wanita biasanya berbicara rendah dan menghindari berbicara dengan laki-laki asing.

  17. Muhammad Nurman berkata:

    Nama : Ricky Oktariza Hermansyah
    NIM : 2815130701
    Jurusan : Seni Musik

    Contoh akhlak tentang larangan berdusta. Berikut beberapa dalilnya :

    1. Dalil para sahabat kami adalah ketetapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam,

    مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ.

    “Barangsiapa yang berbohong atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.”

    2.

  18. Ricky Oktariza Hermansyah berkata:

    Nama : Ricky Oktariza Hermansyah
    NIM : 2815130701
    Jurusan : Seni Musik

    Contoh akhlak tentang larangan berdusta. Berikut beberapa dalilnya :

    1. Dalil para sahabat kami adalah ketetapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam,

    مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ.

    “Barangsiapa yang berbohong atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.”

    2.

    قَالَتْ أُمُّ كُلْثُوْمٍ: وَلَمْ أَسْمَعْهُ يُرَخِّصُ فِي شَيْءٍ مِمَّا يَقُوْلُ النَّاسُ كَذِبٌ إِلاَّ فِي ثَلاَثٍ، يَعْنِي: اَلْحَرْبُ، وَاْلإِصْلاَحُ بَيْنَ النَّاسِ، وَحَدِيْثُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَحَدِيْثُ الْمَرْأَةِ زَوْجَهَا.

    “Ummu Kultsum berkata, ‘Saya tidak pernah mendengar beliau memberikan keringanan pada sesuatu yang dikatakan oleh manusia sebagai kedustaan kecuali pada tiga perkara: kebohongan (maksudnya siasat) dalam perang, kebohongan untuk memperbaiki (pertikaian yang terjadi) di antara dua orang, dan kebohongan suami untuk (menyenangkan) istrinya, serta kebohongan istri untuk (menyenangkan) suaminya’.”

    Ini adalah hadits yang jelas (sharih) dalam menjelaskan tentang kebolehan sebagian kebohongan dengan tujuan untuk kemaslahatan.

  19. Sri Dewo Suhardana berkata:

    Nama : Sri Dewo Suhardana
    NIM : 2815133874
    Jurusan : Seni Musik

    Islam menganjurkan setiap muslim untuk menciptakan keseimbangan antara urusan Dunia dan Akhirat. contohnya menuntut ilmu, mengikuti pengajian-pengajian untuk kepentingan Akhirat kemudian belajar Di sekolah atau perguruan tinggi untuk kepentingan Dunia. Sangat penting untuk membagi waktu antara keduanya sehingga menjadikan kita seorang yeng beruntung Di dunia maupun Di Akhirat.

    Dalam hal ini Allah S.W.T. berfirman,

    وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
    “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Al-Qashash: 77).

    Ayat di atas memberikan isyarat kepada kita tentang konsep keseimbangan dalam hidup seorang Muslim. Di antaranya adalah memadukan antara kepentingan dunia dan akhirat sekaligus. Oleh karenanya, tidak boleh seorang Muslim hanya mementingkan kehidupan akhirat saja, tanpa pernah memikirkan kehidupan dunianya. Sikap yang paling tepat adalah memadukan antara kepentingan dunia dan akhirat sekaligus, mencari dunia tanpa megorbankan akhirat dan memperhatikan akhirat tanpa mengabaikan kehidupan dunia.

  20. Aris Priambodo berkata:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Aris Priambodo
    2815105016
    jurusan Seni Musik

    1. dari Ibnu Mas’ud r.a, ia berkata, Rasulullah S.A.W bersabda
    “apabila kamu sedang bertiga maka jangan dua orang berbisik tanpa melibatkan yang satunya hingga kamu berbaur dengan banyak orang, karena yang demikian itu membuatnya susah”
    (Muttafaq’alaih. dan lafazhnya oleh Muslim)

    maksud dari Hadist di atas menurut saya adalah, kenapa Rasulullah S.A.W melarang kita berbuat demikian di karenakan hal tersebut bisa menimbulkan perasaan cemas kepada si orang ke tiga, dan yang lebih di takutkan lagi hal tersebut bisa menimbulkan prasangka buruk kepada dua orang yang berbisik dan akhirnya timbul fitnah, maka dari itu hindarilah berbuat berbisik – bisik dengan dua orang di antara tiga orang.

    2. Ali r.a berkata, Rasulullah telah bersabda
    “janganlah salah seorang diantara kalian minum sambil berdiri”
    (HR Muslim)

    menurut saya Hadist di atas berhubungan dengan masalah kesehatan, setalah saya mencari data tentang hadist tersebut ternyata sains pun berkata sependapat tentang Hadis tersebut, penelitian mengatakan “Bila seseorang makan sambil berdiri, kata dia, akan terjadi reflux asam lambung, asam lambung akan naik ke esofagus dan membuat sel-sel kerongkongan teriritasi.

    Hal ini dikarenakan pH asam lambung yang sangat asam (pHnya 1-2,5), Hal ini ditandai dengan gejala panas terbakar yang menyesak di dada.

    ”Bila kita tetap bandel membiasakan makan minum sambil berdiri dalam jangka waktu panjang , iritasi sel-sel kerongkongan ini akan berakumulasi menyebabkan kanker saluran esofagus,”tuturnya

  21. Nama : Raden Geidya Prangara Pratama
    NIM : 2815130702
    Jurusan : Seni musik

    ” Islam menganjurkan memakai wewangian pada saat hendak melaksanakan solat jumat ”

    Menggunakan wewangian apa saja yang membuat wangi badan kita, seperti menggunakan sabun mandi yang wangi, deodorant, parfum, asap kayu gahru, ataupun yang lainnya. Penggunaan minyak wangi ber-alkohol lebih baik dihindari untuk menghindari perbedaan pendapat, tetapi harus kita ketahui bahwa tidak semua ulama’ berpendapat bahwa minyak wangi ber-alkohol itu najis dan tidak boleh digunakan. Mereka sepakat bahwa minyak wangi yang memabukkan tidak boleh diminum,para ulama’ juga sepakat bahwa setiap minuman yang memabukkan disebut dengan khamr, dan khamritu haram tetapi karena winyak wangi atau parfum diproduksi tidak untuk diminum maka mereka tidak menyebutnya sebagai khamr yang najis dan haram.
    Hal ini sama dengan bensin, obat serangga dan pupuk kimia cair, semua itu apabila diminum dapat memabukkan bahkan mematikan, akan tetapi tidak ada orang yang menyebut parfum, bensin dan sebagainya itu dengan nama khamr, karena memang tidak diproduksi sebagai minuman. Lalu apakah semua itu najis dan menyebabkan sholat kita tidak sah apabila kita sentuh?? Wallahu a’lam.

    Dalil :
    23571 – عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَمَسَّ مِنْ طِيبٍ إِنْ كَانَ عِنْدَهُ، وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ، ثُمَّ خَرَجَ حَتَّى يَأْتِيَ الْمَسْجِدَ فَيَرْكَعَ إِنْ بَدَا لَهُ، وَلَمْ يُؤْذِ أَحَدًا، ثُمَّ أَنْصَتَ إِذَا خَرَجَ إِمَامُهُ حَتَّى يُصَلِّيَ، كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى ”

    Dari Abu Ayyub Al-Anshori ra berkata , saya mendengar rasulullah saw bersabda : Siapa yang mandi pada hari Jum’at, mengenakan wangi-wangian jika dia memilikinya, memakai sebagian pakaian terbaiknya kemudian keluar dari rumah dan tiba di masjid, lalu dia sholat dua rakaat dan tidak mengganggu orang lain, kemudian mendengarkan khatib sampai sholat bersama imam, maka hal itu menjadi kafarat (penebus dosa) anatara satu jum’at dengan jum’at yang lainnya. HR Ahmad.

    صحيح مسلم (2/ 581)

    7 – (846) عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ، وَسِوَاكٌ، وَيَمَسُّ مِنَ الطِّيبِ مَا قَدَرَ عَلَيْهِ

    Dari Abu Said al-khudri, bahwa rasulullah saw bersabda : Mandi hari jum’at diperintahkan bagi setiap yang sudah bermimpi (akil baligh), bersiwak dan menggunakan minyak wangi jika dia memilikinya. (HR Muslim.)

  22. Nama : Laras Tri Indah Sari
    NIM : 2815130707
    Jurusan : Seni Musik

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ,

    Islam Menganjurkan kita untuk tidak menghambur-hamburkan harta (boros)
    Allah Ta’ala telah berfirman,

    وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

    “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

    Di dalam ayat ini jelas bahwa kita sebagai umat manusia tidak dianjurkan untuk hidup dengan menghambur-hamburkan harta dengan secara berlebihan (boros) . Menurut saya boros hanya akan merugikan diri sendiri . Terimakasih .

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh .

  23. fuji indah astuty berkata:

    Nama : Fuji Indah Astuty
    No.Reg : 2815133876
    Jurusan : Pend.Seni Musik

    – Contoh Akhlak Dalam Islam :
    Islam melarang atau mengharamkan terutama kepada kaum hawa untuk menyambung rambutnya dengan rambut lain.

    – Pembuktian tentang hal tersebut :

    Termasuk perhiasan perempuan yang terlarang ialah menyambung rambut dengan rambut lain, baik rambut itu asli atau imitasi seperti yang terkenal sekarang ini dengan nama wig.

    Bagi laki-laki lebih diharamkan lagi, baik dia itu bekerja sebagai tukang menyambung seperti yang dikenal sekarang tukang rias ataupun dia minta disambungkan rambutnya, jenis perempuan-perempuan wadam (laki-laki banci) seperti sekarang ini.

    Persoalan ini oleh Rasulullah s.a.w, diperkeras sekali dan digiatkan untuk memberantasnya. Sampai pun terhadap perempuan yang rambutnya gugur karena sakit misalnya, atau perempuan yang hendak menjadi pengantin untuk bermalam pertama dengan suaminya, tetap tidak boleh rambutnya itu disambung.

    Asma’ juga pernah meriwayatkan:
    “Ada seorang perempuan bertanya kepada Nabi s.a.w.: Ya Rasulullah, sesungguhnya anak saya terkena suatu penyakit sehingga gugurlah rambutnya, dan saya akan kawinkan dia apakah boleh saya sambung rambutnya? Jawab Nabi: Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut dan yang minta disambungkan rambutnya.” (Riwayat Bukhari)

    Dalam sebuah hadist menyatakan :

    عن ابى هريرة اَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ اِلَى النَّبِيْىِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَارَسُوْلَاللهِ اِنَّ لِى ابْنَةً عَرُوْسًا وَقَدْ تَمَزَّقَ شَعْرُهَا مِنْ حِصْبَةٍ اَفَأَصِلُهُ ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَعَنَ اللهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ

    Arinya : Dari Abu Hurairah, bahwa seorang perempuan datang kepada Nabi saw,, lalu katanya : “ Wahai Rasulullah, sesungguhnya anak perempuanku akan menjadi pengantin, sedang rambutnya telah rusak karena penyakit campak, maka bolehkan aku menyambungnya ? Nabi saw. Menjawab : “ Allah melaknati orang yang menyambung rambut, orang yang minta disambung rambutnya, orang yang membuat tatoo dan orang yang minta di tattoo.”(HR. Abu Dauwud & Ahmad)

    – Analisis dan Kesimpulan

    Dari penjelasan diatas sudah sangat jelas bahwa Rasulullah saw. Tidak menyukai orang – orang yang semacam ini yakni menyambung rambut dengan alasan apapun. Jika Rasulullah tidak suka kepada kita apalagi Allah SWT. Na’uzubillah yaaa semoga kita tidak termasuk salah satu dari golongan ini karna masih banyak hal atau cara yg bisa dilakukan untuk mempercantik diri terutama pada kaum hawa dengan hal-hal yg positif dan dianjurkan oleh agama. cantik itu tidak hanya dari luar saja lohh (fisik), melainkan untuk cantik dari dalam juga :’) (hati)
    ayooooo temen” mempercantik diri dengan hal-hal yg dianjurkan rasululllah :”’))))

  24. Sherly Melinda Magdalena berkata:

    Nama : Sherly Melinda Magdalena
    NIM : 2815130723
    Jurusan : Pend.Seni Musik

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ,

    Dalil-Dalil Al-Qur’an Tentang Etika dan Tugas Manusia dalam Menjaga Lingkungan dan Kelangsungan Makhluk Hidup di Dunia

    Dalil Pertama: Surat Al-An’am ayat 102
    Menjelaskan tentang kewajiban bagi manusia untuk selalu tunduk kepada Allah SWT sebagai maha pemelihara alam semesta ini.

    Artinya: “(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.”

    Dalil Kedua: Surat Al-A’raaf ayat 56
    Tentang penjabaran lanjut dari dalil pertama yang mewajibkan manusia untuk melestarikan lingkungan hidup.

    Artinya: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

    Dalil Ketiga: Surat Al-Hijr ayat 19
    Menguraikan tentang tugas lebih rinci untuk manusia, yaitu menjaga keseimbangan lingkungan hidup.

    Artinya: “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.”
    Dalil Keempat: Surat An-Nur ayat 43
    Menunjukkan bahwa proses perubahan yang diciptakan Allah bertujuan untuk memelihara keberlanjutan (sustainability) bumi. Proses ini dikenal dalam literatur barat sebagai: siklus Hidrologi.

    Artinya: “Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”

    Dalil Kelima: Surat Al Jatsiyah ayat 13
    Menjelaskan bahwa manusia harus mempunyai ketajaman nalar sebagai prasyarat untuk mampu memelihara lingkungan hidup.

    Artinya: “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.”

    Jadi inti dari dalil diatas kita sebagai umat muslim harus menjaga lingkungan dimuka bumi ini dan tidak boleh merusaknya ,karena semuanya adalah keindahan yang diberika oleh Allah SWT.

    Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

  25. M. Ibnu Fauzi berkata:

    Nama : M. Ibnu Fauzi
    No Reg : 2815115659
    Jurusan : Seni Musik

    Akhlak dalam islam menurut saya ialah kesabaran. Sabar adalah menerima keadaan yang tidak diinginkan dengan tetap berdoa dan bertawakal kepada-Nya. Sabar adalah suatu kekuatan yang menghalangi seseorang untuk melakukan kejahatan.
    Dalilnya ialah:

    “Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. (QS. 1 : 177).

    “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (QS. 1 : 45). 

    “Dan bersabarlah kalian, karena Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. Al-Anfal : 46).

  26. Dwiky Dharmawan berkata:

    Nama : Dwiky Dharmawan
    NIM : 2815133858
    Jurusan : Seni Musik

    Assalamu’alaikum wr.wb.

    >Islam menganjurkan untuk memberi salam “SALAM”

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    إِذَا انْتَهَى أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَجْلِسِ فَلْيُسَلِّمْ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَقُومَ فَلْيُسَلِّمْ فَلَيْسَتْ الْأُولَى بِأَحَقَّ مِنْ الْآخِرَةِ
    “Apabila salah seorang kalian sampai di suatu majlis hendaklah memberikan salam. Dan apabila hendak keluar, hendaklah memberikan salam. Dan tidaklah (salam) yang pertama lebih berhak daripada (salam) yang kedua.” (HR. Abu Daud dan al-Tirmidzi serta yang lainnya Hasan shahih).” Maknanya, kedua-duanya adalah benar dan sunnah.

    Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu berkata, aku mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ : إذَا لَقِيته فَسَلِّمْ عَلَيْهِ ، وَإِذَا دَعَاك فَأَجِبْهُ
    “Hak muslim atas muslim lainnya ada enam: apabila engkau bertemu dengannya maka ucapkan salam, apabila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, . . . .” (HR. Muslim)

    >Islam menganjurkan kita untuk “SANTUN”

    Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
    “Berkatalah kalian dengan santun dan jujur Niscaya Allah akan menambahkan ampunanNya kepada kalian”
    (H.R Imam Muslim)

    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  27. Ratih Austriani berkata:

    Nama : Ratih Austriani
    NIM : 2815130711
    Jurusan : Pendidikan Seni Musik

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ,

    Contoh Akhlak dalam Islam:
    “Islam melarang kita untuk mempunyai penyakit hati salah satunya yaitu Iri dan Dengki.”

    Hati yang dalam bahasa Arab berarti Qalbun adalah bagian yang sangat penting pada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:
    Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)
    Sebaliknya, orang yang dalam hatinya ada penyakit, sulit menerima kebenaran dan akan mati dalam keadaan kafir.

    وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ
    “Orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [At Taubah 125]

    Oleh karena itu penyakit hati jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik, maka kita perlu mengenal beberapa penyakit hati yang berbahaya salah satunya Iri dan Dengki.

    Allah melarang kita iri pada yang lain karena rezeki yang mereka dapat itu sesuai dengan usaha mereka dan juga sudah jadi ketentuan Allah.

    Ÿوَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
    “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’ 32]

    Iri hanya boleh dalam 2 hal. Yaitu dalam hal bersedekah dan ilmu. “Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

    Jika kita mengagumi milik orang lain, agar terhindar dari iri hendaknya mendoakan agar yang bersangkutan dilimpahi berkah. “Apabila seorang melihat dirinya, harta miliknya atau saudaranya sesuatu yang menarik hatinya (dikaguminya) maka hendaklah dia mendoakannya dengan limpahan barokah. Sesungguhnya pengaruh iri adalah benar.” (HR. Abu Ya’la)

    Dengki lebih parah dari iri. Orang yang dengki ini merasa susah jika melihat orang lain senang. Dan merasa senang jika orang lain susah. Tak jarang dia berusaha mencelakakan orang yang dia dengki baik dengan lisan, tulisan, atau pun perbuatan. Oleh karena itu Allah menyuruh kita berlindung dari kejahatan orang yang dengki:

    وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
    “Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” [Al Falaq 5]
    Kedengkian bisa menghancurkan pahala-pahala kita. “Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu.” (HR. Abu Dawud)

    Di dalam ayat ini jelas bahwa kita sebagai umat manusia sangat dilarang untuk memelihara rasa Iri dan Dengki kepada hal apapun. Terimakasih.

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh .

  28. Nama : Maharani Shinta Dseni
    NIM. : 2815130720
    Jurusan : Pendidikan Seni Musik
    Judul : Islam memperbolehkan orang tua memukul anaknya yg tidak sholat.

    Syariah Islam telah menetapkan kewajiban bagi suami untuk mendidik (men-ta’dib) istri dan anak-anaknya agar taat kepada Allah SWT. Hal ini sesuai firman Allah SWT:
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
    Wahai orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka (QS at-Tahrim [66]: 6).

    Islam juga membolehkan melakukan pukulan sebagai ta’dîb terhadap anak. Ibnu Amr bin al-’Ash menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:
    مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ
    Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun. Pukullah mereka jika sampai berusia sepuluh tahun ( tetap enggan mengerjakan shalat) (HR Abu Dawud dan al-Hakim).

    Dalam hadis ini Rasul menggunakan ungkapan murruu (perintahkanlah) untuk anak usia di bawah 10 tahun dan idhribuu (pukullah) untuk usia 10 tahun. Dengan demikian, Rasul membolehkan memukul anak usia 10 tahun yang tidak mau shalat. Namun, bagi anak usia di bawah 10 tahun, tidak diperkenankan memukulnya, apalagi dalam masalah selain shalat. Kebolehan memukul ini juga bukan berarti harus/wajib.
    Pukulan Ta’dib: Bukan Kekerasan
    Memukul istri atau anak dalam rangka ta’dib tidak boleh diterjemahkan sebagai “kekerasan dalam rumah tangga”, Kebolehan memukul dalam rangka ta’dib telah dijelaskan dengan dalil yang wadhih (jelas) sehingga tidak termasuk kategori kekerasan atau kejahatan.
    Dalam realitanya, memukul kadang justru diperlukan dalam rangka ta’dib. Kadang perbaikan satu kesalahan membutuhkan sikap tegas. pada anak, bila pendidikan tidak bisa lagi diberikan dengan cara memberikan nasihat, arahan, petunjuk, kelembutan ataupun suriteladan, maka dalam kondisi seperti ini kadang dibutuhkan pukulan.
    Hanya saja, harus diperhatikan, ta’dib kepada anak dengan pukulan ini bukanlah sebagai penghinaan , bukan juga balas dendam atau penyiksaan; tetapi dalam rangka mendidik, memperbaiki dan meluruskan. Pukulan ini disertai rasa kasih sayang orangtua kepada anaknya, bukan pukulan yang keras sehingga membuat anak menjauh dari orang tuanya, karena menumbuhkan kebencian dan memupus rasa cinta

  29. Hanafi Maulana Sharif berkata:

    Hanafi Maulana Sharif
    2815130715
    Pendidikan Seni Musik

    Dari Jabir bin Aabdillah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “janganlah kalian makan dengan tangan kiri karena syaitan itu juga makan dengan tangan kiri.” (HR Muslim no. 2019) dari Umar radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang diantara kalian hendak makan maka hendaknya makan dengan menggunakan tangan kanan, dan apabila hendak minum maka hendaknya minum juga dengan tangan kanan. Sesungguhnya syaitan itu makan dengan tangan kiri dan juga minum dengan menggunakan tangan kirinya.” (HR Muslim no. 2020) Imam Ibnul Jauzi mengatakan, “karena tangan kiri digunakan untuk cebok dan memegang hal-hal yang najis dan tangan kanan untuk makan maka tidak sepantasnya salah satu tangan tersebut digunakan untuk melakukan pekerjaan tangan yang lain.” (Kasyful Musykil, hal 2/594)

    Meskipun demikian jika memang terdapat alasan yang bisa dibenarkan yang menyebabkan seseorang tidak bisa menikmati makanan dengan tangan kanannya karena suatu penyakit atau sebab lain, maka diperbolehkan makan dengan menggunakan tangan kiri. Dalilnya firman Allah, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. al-Baqarah: 286)

  30. Hanafi Maulana Sharif berkata:

    Hanafi Maulana Sharif
    2815130715
    Pendidikan Seni Musik

    Contoh Akhlak dalam Islam:
    “Adab Seorang Muslim Makan menggunakan tangan kanan”

    Dari Jabir bin Aabdillah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “janganlah kalian makan dengan tangan kiri karena syaitan itu juga makan dengan tangan kiri.” (HR Muslim no. 2019) dari Umar radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang diantara kalian hendak makan maka hendaknya makan dengan menggunakan tangan kanan, dan apabila hendak minum maka hendaknya minum juga dengan tangan kanan. Sesungguhnya syaitan itu makan dengan tangan kiri dan juga minum dengan menggunakan tangan kirinya.” (HR Muslim no. 2020) Imam Ibnul Jauzi mengatakan, “karena tangan kiri digunakan untuk cebok dan memegang hal-hal yang najis dan tangan kanan untuk makan maka tidak sepantasnya salah satu tangan tersebut digunakan untuk melakukan pekerjaan tangan yang lain.” (Kasyful Musykil, hal 2/594)

    Meskipun demikian jika memang terdapat alasan yang bisa dibenarkan yang menyebabkan seseorang tidak bisa menikmati makanan dengan tangan kanannya karena suatu penyakit atau sebab lain, maka diperbolehkan makan dengan menggunakan tangan kiri. Dalilnya firman Allah, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. al-Baqarah: 286)

  31. Rizki mulyawan berkata:

    rizki mulyawan (2815133872)
    pendidikan seni musik

    Al-Qur,an mengajarkan pada seluruh umat
    manusia, untuk dan saling memaafkan,
    memang tidak mudah memaafkan kesalahan
    orang lain, akan tetapi sifat pemaaf adalah
    salah satu sifat yang diajarkan oleh Al-Qur’an
    dalam Surat Al-A’raf (7) ayat 199, yang
    artinya :
    “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang
    mengerjakan yang makruf, serta jangan
    pedulikan orang-orang yang bodoh”
    Allah SWT mengampuni bagi orang orang yang
    memaafkan kesalahan orang lain, sesuai
    firman Alloh, dalam Al-Qur’an surat An-Nuur
    (24 ayat 22 yang artinya :
    ”Dan janganlah orang-orang yang mempunyai
    kelebihan dan kelapangan di antara kamu
    bersumpah bahwa mereka (tidak) akan
    memberi (bantuan) kepada kaum kerabat
    (nya), orang-orang yang miskin dan orang-
    orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan
    hendaklah mereka memaafkan dan berlapang
    dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah
    mengampunimu? Dan Allah adalah Maha
    Pengampun lagi Maha Penyayang.”
    ”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya
    di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada
    yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-
    hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu
    memaafkan dan tidak memarahi serta
    mengampuni (mereka) maka sesungguhnya
    Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
    QS. At-Taghaabun (64) : 14.
    (yaitu) orang-orang yang menafkahkan
    (hartanya), baik di waktu lapang maupun
    sempit, dan orang-orang yang menahan
    amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang.
    Allah menyukai orang-orang yang berbuat
    kebajikan. QS. Ali ‘Imraan (3):134

  32. Andini Ayudya Achmad berkata:

    Andini Ayudya Achmad
    2815133868
    Pendidikan Seni Musik

    Agama melarang kita untuk ghibah kepada sesama manusia, berikut merupakan dalil tentang gibah, serta bahaya dalam ber gibah :
    Allah berfirman di dalam Al Qur’an surat Al-Hujurat ayat 12

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

    “ Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”

    Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsirnya: “Sungguh telah disebutkan (dalam beberapa hadits) tentang ghibah dalam konteks celaan yang menghinakan. Oleh karena itu Allah ? menyerupakan orang yang berbuat ghibah seperti orang yang memakan bangkai saudaranya. Sebagaimana firman Allah ? … (pada ayat di atas). Tentunya itu perkara yang kalian benci dalam tabi’at, demikian pula hal itu dibenci dalam syari’at. Sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari permisalan itu, karena ayat ini sebagai peringatan agar menjauh/lari.

    Berdasarkan hadist dan firman Allah di atas dapat diambil suatu kesimpulan tentang definisi ghibah yaitu menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka jika hal tersebut disebutkan. Baik mengenai jasmaninya, agamanya, kekayaannya, hatinya, akhlaknya, bentuk lahiriyahnya dan sebagainya. Caranya pun bermacam-macam diantaranya dengan membeberkan aib, meniru tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang digunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok.

    Dalam Minhajul Qasidin Ibnu Qudamah Al-Maqdisy rahimahullah menyebutkan bahwa makna ghibah adalah menyebut – menyebut saudaramu yang tidak ada disisimu dengan perkataan yang tidak disukainya, baik yang berhubungan dengan kekurangan badannya, seperti pernglihatannya yang kabur, buta sebelah matanya, kepalanya yang botak, badannya yang tinggi, badannya yang pendek dan yang lainnya.

    Atau, yang menyangkut nasabnya, seperti perkataanmu: “Ayahnya berasal dari rakyat jelata, ayahnya orang India, orang fasik, dan lainnya.”

    Atau, yang menyangkut akhlaqnya, seperti perkataanmu: “Dia akhlaknya buruk dan orangnya sombong.”

    Atau yang menyangkut pakaiannya, seperti perkataanmu: “Pakaiannya longgar, lengan bajunya terlalu lebar”, dan lain-lainnya.(Minhajul Qasidin, Cet. Pustaka as-Sunnah, 2008,Hal 308)

    Beliau juga menambahkan “Ketahuilah bahwa setiap sesuatu yang dimaksudkan sebagai celaan, maka itu dikateorikan ghibah, baik dalam bentuk perkataan atau pun yang lainnya, seperti kedipan mata, isyarat atau pun tulisan. Sesungguhnya tulisan merupakan salah satu dari dua lisan” (Minhajul Qasidin, Cet. Pustaka as-Sunnah, 2008,Hal 309)

    BAHAYA GHIBAH

    Banyak orang meremehkan masalah ghibah ini, padahal dalam pandangan Allah perbuatan ini termasuk perbuatan keji dan kotor. Hal ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah shalallahu’alaihiwasalam dari shahabat Sa’id bin Zaid radiyallu’anhu.

    “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar.” (HR. Abu Dawud no. 4866-4967)

    Bahkan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam sangat memperhatikan masalah ghibah ini. Suatu hari Aisyah ? pernah berkata kepada Rasulullah ? tentang Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang pendek. Maka beliau ? bersabda:

    لَقَدْ قُلْتِ كَلِمَةً لَو مُزِجَتْ بِمَاءِ البَحْرِ لَمَزَجَتْهُ

    “Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu.” (H.R. Abu Dawud 4875 dan lainnya)

    Syaikh Salim bin Ied Al Hilali rahimahullah berkata: “Dapat merubah rasa dan aroma air laut, disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah. Hal ini menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut.” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 3/25)

    Aisyah radhiyallu’anha berkata, “aku pernah menceritakan seseorang kepada beliau, lalu beliau bersabda : “Aku tidak suka menceritakan seseorang walaupun aku diberi harta”.

    المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

    “Seorang muslim sejati adalah bila kaum muslimin merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR Tirmidzi: IX/310, Shifatul Qiyamat. Ia berkata, :Hadist ini hasan shahih.” Abu Dawud (4854), Al-Adab, dan hadist ini dinyatakan shahih oleh Albani)

    Dari ancaman yang terkandung dalam ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ghibah ini termasuk perbuatan dosa besar, yang seharusnya setiap muslim untuk selalu berusaha menghindar dan menjauh dari perbuatan tersebut.

  33. abubakar permadi purwanisswara berkata:

    Nama :ABUBAKAR PERMADI PURWANISSWARA
    No Registrasi :2815133859
    Jurusan :SENI MUSIK

    Berbakti kepada kedua orang tua adalah berbuat baik kepada mereka dengan harta, wibawa dan bantuan fisik. Ini hukumnya wajib. Sedangkan durhaka kepada kedua orang tua termasuk perbuatan yang berdosa besar, yaitu tidak memenuhi hak-hak mereka. Berbuat baik kepada mereka semasa hidup, sudah maklum, sebagaimana kami sebutkan tadi, yaitu dengan harta, wibawa (kedudukan) dan bantuan fisik. Adapun setelah meninggal, maka cara berbaktinya adalah dengan mendoakan dan memohonkan ampunan bagi mereka, melaksanakan wasiat mereka, menghor-mati teman-teman mereka dan memelihara hubungan kekerabatan yang ada tidak akan punya hubungan kekerabatan dengan me-reka tanpa keduanya. Itulah lima perkara yang merupakan bakti kepada kedua orang tua setelah mereka meninggal dunia.
    Bersedekah atas nama keduanya hukumnya boleh. Tapi tidak harus, misalnya dengan mengatakan kepada sang anak, “Bersedekahlah.” Namun yang lebih tepat, “Jika engkau bersedekah, maka itu boleh.” Jika tidak bersedekah, maka mendoakan mereka adalah lebih utama, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ,
    إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ
    “Jika seorang manusia meninggal, terputuslah semua amalnya kecuali dari tiga; Shadaqah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim dalam al-Washiyah (1631)).
    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa doa itu berstatus memperbaharui amal. Ini merupakan dalil bahwa mendoakan kedua orang tua setelah meninggal adalah lebih utama daripada bersedekah atas nama mereka, dan lebih utama daripada mengumrahkan mereka, membacakan al-Qur’an untuk mereka dan shalat untuk mereka, karena tidak mungkin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggantikan yang utama dengan yang tidak utama, bahkan tentunya beliau pasti menjelaskan yang lebih utama dan menerangkan bolehnya yang tidak utama. Dalam hadits tadi beliau menjelaskan yang lebih utama.
    Adapun tentang bolehnya yang tidak utama, disebutkan dalam hadits Sa’d bin Ubaidillah, yaitu saat ia meminta izin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bersedekah atas nama ibunya, lalu beliau mengizinkan. (HR. Al-Bukhari dalam al-Washaya (2760)).
    Juga seorang laki-laki yang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Wahai Rasulullah, ibuku meninggal tiba-tiba, dan aku lihat, seandainya ia sempat bicara, tentu ia akan bersedekah. Bolehkah aku bersedekah atas namanya?” Beliau menjawab, “Boleh.” (HR. Al-Bukhari dalam al-Jana’iz (1388); Muslim dalam al-Washiyah (1004)).
    Kesimpulan :
    Yang jelas, saya sarankan kepada semua untuk banyak-banyak mendoakan mereka sebagai pengganti pelaksanaan umrah, sedekah dan sebagainya, karena hal itulah yang ditunjukkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Kendati demikian, kami tidak mengingkari bolehnya bersedekah, umrah, shalat atau membaca al-Qur’an atas nama mereka atau salah satunya. Adapun bila mereka memang belum pernah melaksanakan umrah atau haji, ada yang mengatakan bahwa melaksanakan kewajiban atas nama keduanya adalah lebih utama daripada mendoakan. Walllahu a’lam.
    Adapun salah satu doa untuk kedua orang tua ialah sebagai berikut :
    “Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa”
    Terjemahan :“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah memelihara / mendidikku sewaktu aku kecil.”

  34. Rizki mulyawan berkata:

    2815133872
    Pendidikan Seni Musik

    Al-Qur,an mengajarkan pada seluruh umat
    manusia, untuk dan saling memaafkan,
    memang tidak mudah memaafkan kesalahan
    orang lain, akan tetapi sifat pemaaf adalah
    salah satu sifat yang diajarkan oleh Al-Qur’an
    dalam Surat Al-A’raf (7) ayat 199, yang
    artinya :
    “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang
    mengerjakan yang makruf, serta jangan
    pedulikan orang-orang yang bodoh”
    Allah SWT mengampuni bagi orang orang yang
    memaafkan kesalahan orang lain, sesuai
    firman Alloh, dalam Al-Qur’an surat An-Nuur
    (24 ayat 22 yang artinya :
    ”Dan janganlah orang-orang yang mempunyai
    kelebihan dan kelapangan di antara kamu
    bersumpah bahwa mereka (tidak) akan
    memberi (bantuan) kepada kaum kerabat
    (nya), orang-orang yang miskin dan orang-
    orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan
    hendaklah mereka memaafkan dan berlapang
    dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah
    mengampunimu? Dan Allah adalah Maha
    Pengampun lagi Maha Penyayang.”
    ”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya
    di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada
    yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-
    hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu
    memaafkan dan tidak memarahi serta
    mengampuni (mereka) maka sesungguhnya
    Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
    QS. At-Taghaabun (64) : 14.
    (yaitu) orang-orang yang menafkahkan
    (hartanya), baik di waktu lapang maupun
    sempit, dan orang-orang yang menahan
    amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang.
    Allah menyukai orang-orang yang berbuat
    kebajikan. QS. Ali ‘Imraan (3):134

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s