Hasil Penelitian Psikologi

Buat temen2 2007 yang sudah turun lapangan, silakan menuliskan hasil penelitian kecil-kecilan disini. Jangan lupa tulis nama, noregnya. lalu tentunya judul, definisi, sampel dan hasilnya. Semangat yah!!! Buat temen2 lain, kasih masukan yah! Untuk ajang belajar bersama…..

71 Balasan ke Hasil Penelitian Psikologi

  1. M.Morgan K. 4715077305 berkata:

    Persepsi Konsumen terhadap 3 merek es krim (Wall’s, Campina, Meiji Indoeskrim)

    Definisi: Persepsi adalah penelitian bagaimana kita mengintegrasikan sensasi ke dalam percept objek, dan bagaimana kita selanjutnya menggunakan percept itu untuk mengenali dunia.(percept= hasil dari proses perseptual)

    Pertanyaan yang diajukan:
    1. Apakah anda suka es krim?
    2. Apa saja merek es krim?
    3. Apa Produk es krim yang sering dikonsumsi? Mengapa?
    mengapa yang lain kurang dinimati?
    4. Berapakah jumlah konsumsi es krim rata-rata responden perbulannya?

    Metode: Kuisioner
    Hasil:
    Dalam penelitian mengenai persepsi konsumen terhadap 3 merek es krim, maka hasilnya menunjukkan Wall’s memiliki citra yang baik bahkan terbaik untuk atribut-atribut variasi jenis rasa, iklan, bentuk cone, kemudahan memperoleh dan kelembutan.Sedangkan es krim merek Campina memiliki kesesuaian rasa yang dianggap telah sesuai dengan yang diinginkan konsumen, produk es krimnya lembut, mudah diperoleh dan variasi jenis rasanya beragam.Dan untuk Meiji Indoeskrim, kesesuaian rasanya sama dengan kedua merek lainnya, namun responden menganggap kelembutannya sedang, kemudahan memperolehnya biasa saja dan variasi jenis rasanya beragam.

  2. nur liza sari berkata:

    persepsi mahasiswa pengguna busway terhadap fasilitas busway

    wawancara terhadap 5 koresponden :

    1) Bagaimana pandangan anda tentang bus trans jakarta ?
    2) Apa keuntungannya ?
    3) Dan apa kerugiannya?

    jawaban :
    1) busway fasilitasnya lengkap, nyaman, aman, dan mempunyai jalur tersendiri.

    2) keuntungannya : menggunakan bahan bakar gas sehingga dapat mengurangi polusi dan ruangannya tertutup, hanya membayar tarif satu kali saja walaupun jarak yang ditempuh cukup jauh dan berbeda arah.

    3) kerugiannya : jalur busway disalahgunaan oleh kendaraan lain sehingga terjadi kemacetan di jalur busway tersebut, menunggu kedatangan busway cukup lama.

    kesimpulan saya:
    para pengguna busway lebih diminati oleh masyarakat dibandingkan kendaraan umum lainnya karenan memiliki jalur tersendiri.

  3. Suchi Ramadhani -Non Reg berkata:

    PENGARUH MUSIK TERHADAP TINGKAH LAKU PADA ANAK USIA 2-15 TAHUN

    METODE : PENGAMATAN

    SAMPEL :

    ¥ Pity umur 2 tahun : Sejak umur 1 tahun sampai sekarang ia sudah diperdengarkan lagu anak-anak bahkan secara tidak sengaja ia mendengar lagu-lagu orang dewasa, dan ia pun langsung mengiatnya. Hal ini membuktikan bahwa melalui musik dapat melatih ingatannya, dalam perkembangan kosa kata, dan melatih daya pendengarannya. Terkadang ia mengekspresikan lagu-lagu dalam keadaan tertentu. Dan setiap lagu yang ia nyanyikan pasti berhubungan dengan apa yang ia rasakan, ia lihat dan atau ia dengar. Contoh : Pada saat hujan di rumah, dengan spontan ia bernyanyi lagu “Tik..tik..Bunyi Hujan”.

    ¥ Rifky umur 4 tahun : Anak ini sejak kecil juga sudah diperdengarkan lagu anak-anak. dan cara ia mengekspresikannya hanya ketika ia merasa senang.

    ¥ Ummy umur 15 tahun : Gadis ini sejak kecil suka sekali mendengarkan musik sekaligus menyanyi. Hanya saja ia berani mengekspresikan lagu dimulai dari umur 13 tahun. Karena jenis-jenis musik banyak, ia lebih suka musik Rock. Musik Rock cenderung mempengaruhi emosi yang tinggi dan lebih pantas yang menyukai musik ini adalah laki-laki. Karena ia seorang gadis, maka hampir seluruh tingkah laku dan penampilannya menyerupai laki-laki. Contoh : – Ketika ia menyetir motor sambil mendengarkan musik Rock, pasti mengendarai motornya kencang. Sebaliknya ketika ia sambil mendengarkan musik yang slow mengendarai motornya melambat.

    HASIL
    Semua orang dalam berbagai umur pasti senang mendengarkan musik, baik musik pop, rock, dangdut, jazz dan sebagainya. Musik dapat mempengaruhi dari berbagai aspek yaitu :
    1. Dapat mempengaruhi tingkah laku dan kepribadian
    2. Dapat mempengaruhi tingkat emosional
    3. Dapat mempengaruhi perkembangan kosa kata pada anak usia 1-5 tahun
    4. Dapat mempengaruhi penampilan
    5. Dapat melatih kepekaan pendengaran
    6. Musik sebagai tempat pelampiasan emosional
    7. Dapat menyeimbangkan antara fungsi otak kanan dan kiri, sehingga menjadi cerdas dalam berkreativitas.
    8. Berfungsi sebagai taktik dalam mencari keuntungan pada sebuah restoran yang menggunakan musik-musik yang slow atau romantis, sehinggga para pengunjung merasa nyaman dan menjadi banyak pengunjung.

  4. Meldri Herdiani / Non-Reg 4715077307 berkata:

    DEFINISI:

    Pubertas yaitu Suatu proses perubahan seseorang dimana orang tersebut bisa menjadi lebih dewasa dalam bersikap.Kata pubertas berasal dari kata latinyang artinya Usia Kedewasaan

    Masa puber yaitu suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alat-alat seksual dan tercapainya kemampuan reproduksi.

    Ciri-ciri masa pubertas:
    a.Masa pubertas adalah periode tumpang tindih:
    Masa puber dianggap sebagai periode tumpang tindih karena mencakup tahun-tahun akhir masa kanak-kanak dan tahun-tahun awal masa remaja
    b. Masa puber adalah periode yang singkat:
    yaitu sekitar 2 tahun sampai 4 tahun jadi anak yang mengalami masa puber selama 2 tahun dikatakan cepat matang,sedangkan anak yang mengalami masa puber kurang dari 4 tahun dikatakan lambat matang
    c. Masa puber di bagi dalam tahap-tahap:
    – Tahap Prapuber yaitu tahap ini bertumpang tindih dengan satu/dua tahun terakhir masa kanak-kanak pada saat anak dianggap sebagai”Prapuber” yaitu bukan lagi seorang anak tetapi belum juga seorang remaja.
    – Tahap Puber yaitu tahap ini terjadi pada garis bagi antara masa kanak-kanak dan masa remaja.
    – Tahap Pascapuber yaitu tahap ini bertumpang tindih dengan tahun pertama/kedua masa remaja.

    Kuesioner Penelitian. Pertanyaan yang diajukan pada Putri,Dian,dan Ririn:
    -Pada usia berapakah masa pubertas itu terjadi?
    -Berikan contoh dampak pubertas yang terjadi pada diri anda?
    -Bagaimana cara mengatasi pubertas tersebut?

    Jawaban dari ke 3 orang tersebut:
    – Pubertas terjadi pada masa 15 tahun
    – Emosinya jarang terkontrol/gampang marah, Rasa ingin tahu yang tinggi,
    perubahan bentuk tubuh,suka dandan dan genit
    – Pubertas pasti terjadi pada semua orang dan seseorang itupun harus dapat mengatasi semua perubahan-perubahan yang terjadi dan tetep percaya diri.

    KESIMPULAN:

    Sebagai orang tua perlu membimbing anaknya dalam mengatasi perubahan yang dirasakan oleh anaknya baik dalam cara bergaul, bersikap adil antara satu dengan yang lainnya

  5. Ainun Mardiyah/4715077309 berkata:

    Tema : “Pengaruh Televisi Terhadap Perkembangan Perilaku Anak Usia 10 Tahun”

    Definisi : Berkaitan dengan pembahasan psikologi tentang perkembangan individu di dalamnya di jelaskan bahwasannya ada perbedaan antara perkembangan dengan pertumbuhan. Menurut Vigotsky dalam bukunya yang berjudul perkembangan manusia perkembangan diartikan perubahan progressif kearah kematangan/kedewasaan yang bersifat kualitatif, sedangkan pertumbuhan diartikan perubahan progressif kearah kematangan/kedewasaan yang bersifat kuantitaif.

    Perkembangan yang lebih mengarah kepada perubahan dalam bentuk psikilogis/mental, hal inilah yang menggugah saya untuk meneliti seberapa besarkah pengaruh media masa khususnya televisi memberi pengaruh kepada anak pada usia 10 tahun. Saat ini televisi merupakan salah satu kebutuhan bagi setiap orang dari mulai anak kecil hingga orang dewasa. Hal ini jugalah yang membuat saya ingin meneliti permasalahan ini.

    Sampel :

    1. Apakah anda sering menonton televisi?
    a. Ya b. Tidak c. Kadang-kadang

    2. Berapa jamkah anada menonton televise dalam sehari?
    a. 1 jam b. 2 jam c. 3 jam

    3. Apakah tontonan yang paling anda sukai?
    a. Kartun b. Sinetron c. Gosip

    4. Tolong sebutkan judul film yang anda maksud diatas?
    Film Cahaya, Cinta Fitri, Cinta bunga, Azizah dan Kasih

    5. Apakah anda ada keinginan untuk meniru tokoh/pemain dari film yang anda sukai ?
    a. ya b. tidak

    6. Apakah yang anda tiru itu baik ?
    a. ya b. tidak

    Metode : Penyebaran angket kepada 7 orang anak yang berusia 10 tahun.

    Hasil : Dari pertanyaan-pertanyaan diatas dapat saya simpulkan bahwa pada No :

    1. yang menjawab “ya” ada 4 orang yang menjawab “tidak” ada 0; yang menjawab “kadang-kadang” ada 3 orang

    2. yang menjawab “1 jam” ada 0; yang menjawab “2 jam” ada 4 orang; yang menjawab “3 jam” ada 3 orang

    3. yang menjawab “kartun” ada 5 orang; yang menjawab “sinetron” ada 2 orang; yang menjawab “gosip” ada 0

    4. Rata-rata mereka lebih sering menonton kartun dan sinetron

    5. yang menjawab “ya” ada 7 oarang; yang menjawab “tidak” ada 0

    6. yang menjawab “ya” ada 7 orang; yang menjawab “tidak” ada 0

    Dari kesimpulan diatas bahwasanya pada usia 10 tahun seorang anak sering menonton televisi, dengan intensitas waktu yaitu 1-2 jam. Tontonan yang paling mereka sukai adalah kartun dan sinetron, dari tontonan yang disukai pastinya anak akan meniru dari salah satu tokohnya dan mereka meniru prilaku yang baik maupun yang buruk sehingga berpengaruh kepada perkembangan anak. Kesimpulannya adalah bahwa televisi yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan seseorang, dan memberikan dampak yang positif dan negatif terhadap perkembangan prilaku anak.

  6. nur hikmah dewi n berkata:

    persepsi mahasiswa jiai terhadap perkembangan internet saat ini:

    hasil wawancara dari 5 koresponden mahasiswa jiai reguler:

    1) perkembangan internet saat ini semakin berkembang dengan pesat tetapi dari perkembangan tersebut ada sisi negatif & positifnya.

    2) (+) memudahkan dalam mencari informasi, dapat banyak belajar melalui internet.
    (-) banyak penyebaran hal-hal pornografi.

    kesimpulan saya :

    internet sangat berguna sekali dalam pembelajaran tetapi kita harus memiliki batas-batasan tersendiri dalam hal tersebut.

    no reg (4715072229)

  7. maulana malik ibrahim berkata:

    persepsi tentang masyarakat harmonis

    hasil wawancara dari 3 koresponden umum di lingkungan tempat tinggal saya.

    1) tanggapan (persepsi) dari tokoh masyarakat yaitu :
    Bpk RT : masyarakat yang harmonis ialah masyarakat yang tinggal disuatu wilayah baik itu di lingkungan pedesaan atau di perkotaan yang saling tenggang rasa terhadap sesamanya juga saling tolong menolong.

    2) tanggapan (persepsi) dari tokoh masyarakat yaitu :
    ustadz : masyarakat yang harmonis ialah masyarakat yang menciptakan kerukunan antar umat beragama, sehingga tidak terjadi permusuhan antar umat beragama.

    3) tanggapan (persepsi) dari mahasiswa yaitu :
    masyarakat yang harmonis ialah masyarakat yang tidak pernah terjadi keributan di lingkungan masyarakat tersebut.

    kesimpulan saya :
    masyarakat harmonis ialah suatu masyarakat yang mempunyai rasa solidaritas terhadap sesamanya (tolong menolong, tenggang rasa, ramah), sebagaimana yang sudah diperintahkan oleh agama untuk berkasih sayang terhadap sesama manusia sehingga terciptalah masyarakat yang harmonis.

    no reg (471505072234)

  8. Muhaji Taufik Ismail [no reg 4715077274] berkata:

    MUHAJI TAUFIK ISMAIL
    4715077274

    Persepsi Tiga Kelompok Responden Tentang Arti Cinta

    Definisi : Persepsi adalah sekumpulan informasi yang dibentuk.
    Kemampuan untuk membeda-bedakan, mengelompokkan, dan memfokuskan. Presepsi disebut juga kemampuan untuk mengorganisasikan pengamatan.

    Jumlah Responden : Sembilan responden, dikelompokkan dalam tiga kelompok,
    Belum pernah pacaran
    Sedang pacaran
    Jomblo ( sedang tidak pacaran )

    Cara Pengamatan : Memberikan seluruh responden dengan pertanyaan yang sama tentang arti
    cinta menurut mereka. Saya mengambil satu prinsip pengorganisasian persepsi
    yaitu latar atau ground, tentang apa itu cinta.

    Hasil Pengamatan : Setelah saya melakukan observasi sederhana tentang apa arti cinta menurut tiga
    kelompok responden, saya memperoleh hasil sebagai berikut :
    Kelompok responden yang belum pernah pacaran cenderung menjawab dengan jawaban yang datar, netral dan apa adanya, seperti: “Cinta adalah suatu anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita untuk memiliki seseorang yang sangat kita cintai, sayangi dan miliki.” Hal ini disebabkan karena mereka belum pernah mengenal dan merasakan cinta.
    Kelompok responden yang sedang pacaran rata-rata mereka mengartikan cinta sebagai suatu hal yang positif, hal ini dikarenakan mereka sedang mengalami manis dan indahnya cinta, mereka merasa bahwa cinta adalah sesuatu yang membahagiakan yang turut membawa hati mereka menjadi bahagia pula, seperti hasil pengamatan berikut ini: “Cinta adalah sesuatu yang berharga dan membawa suatu kebahagiaan”.
    Kelompok responden yang jomblo mengartikan cinta secara negatif, seperti “Cinta terasa menyakitkan karena tidak selalu terbalaskan.” Hal ini disebabkan karena mereka telah mengalami pahit dan sakitnya cinta, hati mereka telah tersakiti oleh cinta, oleh karena itu kelompok responden yang jomblo lebih mengartikan cinta ke arah yang negatif.

    Jadi, kesimpulan dari keseluruhan pengamatan saya adalah bahwa persepsi setiap orang mengenai cinta itu bermacam-macam, persepsi mereka sangat dipengaruhi oleh latar belakang kisah cinta mereka di masa lalu.

  9. Nadia Putri Soraya berkata:

    Dari buku Psikologi Umum karangan Drs. Alex Sobur. MSi, saya mengetahui fase dan tugas perkembangan menurut Erik Erikson dalam bukunya Childhood and Society. Dan saya mengambil fase “Awal Masa Remaja”.

    Pada masa ini seharusnya anak mulai berubah-ubah, terpusat pada diri sendiri, seks dan tubuhnya. Ia terus berminat pada tugas penguasaan yang sudah dimulai pada akhir masa kanak-kanak, dan membuang kegiatan masa kanak-kanaknya. Ini terus berlanjut sampai dia mengabaikan keluarganya. Pada dasarnya, awal masa remaja merupakan masa transisi. Masa ini merupakan masa yang tidak mengenakkan, bagi si remaja maupun orangtua. Tanggapan orangtua yang paling bijak adalah mendukung. Ini bukan saatnya untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan dalam pemikiran dan ketidak pantasan sifat murung mereka. Ini saat yang baik untuk membiarkan mereka membeli barang & pakaiannya sendiri serta mengatur keuangan sendiri. Jika awal masa remaja ini di jalani dengan bantuan orangtua yang mendukung, sifat yang berubah-ubah & keterpusatan pada diri akan hilang.

    Dan pada kenyataannya, setelah saya membuat angket dengan beberapa pertanyaan pilihan ganda untuk 6 orang, hasilnya adalah:
     Mereka tidak merasakan kedewasaan pada diri mereka, tetapi mereka merasakan perubahan itu.
     Sebagian dari mereka tidak merasa terkekang dengan peraturan orangtua, tetapi mereka cenderung belum bias mengambil keputusan sendiri.
     Mereka semua sudah pernah merasakan pacaran, tetapi pada saat ini hanya satu yang masih menjalin hubungan dengan pacarnya, dan dia tidak terlalu serius dalam menjalin hubungannya, karena mereka berfikir pacar mereka yang sekarang belum tentu menjadi jodoh mereka.
     Yang menjadi hambatan mereka sekarang, orangtua mereka tidak setuju jika mereka pacaran.
    Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah:
     Anak-anak itu belum sepenuhnya memenuhi syarat sebagai anak dewasa. Jika kita melihat fase dan tugas perkembangan menurut Erik Erikson.
     Orang tua mereka belum mendukung sepenuhnya di dalam perubahan mereka

  10. Yulianti berkata:

    Hasil penelitian saya mengenai proses pembelajaran

    Definisi: Proses mempelajari sesuatu yang baru dalam hidup
    Saya meneliti hal ini dengan memberika beberapa pertanyaan kepada sepuluh orang teman.
    Dari sepuluh orang tersebut 30% mengatakan mudah beradaptasi sedangkan 70% -nya mengatakan sulit beradaptasi.

    Alasan-alasan;

    a. 30% – mudah beradaptasi
    - manusia akan sanggup menghadapi hal yang baru
    - mereka tidak akan dibebankan sesuatu kecuali karena kesanggupannya

    b. 70% sulit beradaptasi
    - butuh waktu lama
    - faktor lingkungan
    - tidak sepemikiran

    Solusi:
    akan terus berusaha untuk tetap beradaptasi

  11. Memori seseorang terhadap kejadian masa lalu.
    Definisi : Ingatan adalah kaitan masa lampau dari pengalaman.
    Sampel : 10 responden anak iai .
    Hasil Penelitian :
    1. Setiap orang pernah mengalami kejadian yang sampai sekarang masih teringat.
    2. 6 dari 4 orang mengatakan pengalaman kejadian buruk lebih membekas dan masih teringat – ingat dibanding pengalaman atau kejadian yang indah.
    3. diantara kejadian buruk mereka rata – rata :
    a. Dimarahi oleh guru didepan umum.
    b. Peristiwa yang memalukan( salah pakai seragam )
    c. Dikerjai ketika Ospek atau sejenisnya.
    d. Kecelakaan lalu lintas.
    4.Kejadian indah mereka rata – rata :
    a. Dikasih hadiah
    b. Saat – saat liburan
    c. Ketika punya pacar pertama
    5.Dampak dari kejadian buruk :
    a. Mereka yang dimarahi guru didepan umum dampaknya adalah
    benci terhadap guru dan mata pelajarannya.
    b. Mereka yang mengalami peristiwa memalukan berupa salah
    salah pakai seragam dampaknya adalah malu terhadap teman
    teman karena diejek – ejek.
    c. Mereka yang mengalami peristiwa berupa dikerjai(OSPEK)
    dan sejenisnya melakukan balas dendam ke angkatan
    berikutnya.
    d. Mereka yang pernah mengalami kecelakaan lalu lintas
    dampaknya adalah trauma terhadap tempat kejadian dan
    trauma mengendarai kendaraan.
    Kesimpulan : Kejadian indah orang gampang dilupakan,sedangkan kejadian buruk dan memalukan lebih gampang diingat.

  12. Karakteristik Perkembangan Manusia

    Pada Usia 0-6 Tahun

    Dalam mempelajari perkembangan manusia dan makhluk-makhluk lain pada umumnya, kita harus membedakan dua hal yaitu proses pematangan dan proses belajar atau biasa disebut juga menstimulasi perkembangan anak usia dini.

    Adapun tahap-tahap perkembangan menurut Hurlock selengkapnya adalah sebagai berikut:

    1. ­­- : Prenatal

    2. 0-2 minggu : orok (Infancy)

    3. 2 minggu-2 tahun : bayi (babyhood)

    4. 2-6 tahun : anak-anak awal (early childhood)

    5. 6-12 tahun : anak-anak akhir (late Childhood)

    6. 12-14 tahun : pubertas (puberty)

    7. 14-17 tahun : remaja awal (early adolescence)

    8. 17-12 tahun : remaja akhir (early adolescence)

    9. 21-40 tahun : dewasa awal (early adulthood)

    10.40-60 tahun : setengah baya (middle age)

    11.60 tahun keatas : tua (senescence)

    Disini saya akan membahas perkembangan manusia dari 0-6 tahun.

    Ketika seorang manusia lahir kedunia, dia hadir dengan segala rasa kemanusiannya. Gembira, bahagia, sedih, kecewa adalah naluri yang dibawanya sebagai mutlak pemberian Maha Pencipta.

    Semua rasa itu akan muncul dengan baik dan pada tempatnya, kalau orangtua dan lingkungannya memberikan stimulasi yang kondusi. Karena tanpa stimulasi anak akan lambat dalam belajar atau memahami sesuatu. Perkembangan otaknya dalam merespon sekelilingnya akan terhanbat, fisik motorik, dan social emosionalnya juga tidak berkembang dengan baik. Padahal anak sangat membutuhkan rangsangan-rangsangan dari orang-orang terdekatnya. Dan anak-anak tidak membutuhkan teori rumit untuk itu. Cukup contoh-contoh sederhana yang bisa dilihatnya, dirasanya, dirabanya sehingga anak merasakan sensasinya. Tapi banyak para orang tua tidak menyadarinya atau tidak punya cukup waktu untuk itu.

    Disini saya akan menuliskan tahap-tahap taraf perkembangan anak usia 3-5 tahun.

    Taraf perkembangan Usia 3 tahun

    Ketrampilan Motorik

    · Menaiki tangga, memegang pegangan tangga, menggunakan kaki secara bergantian.

    · Berdiri dengan satu kaki untuk beberapa detik tanpa kehilangan keseimbangan.

    · Melompat dengan satu kaki.

    · Dapat meniru gambar lingkaran

    · Dapat meniru tanda silang.

    Ketrampilan Berbahasa

    · Mulai mengerti kata yang menerangkan waktu seperti “besok kita akan pegi ke rumah nenek”

    · Mengerti konsep “besar” dan “lebih besar”, “panjang” dan “pendek”.

    · Menyebutkan tiga buah angka yang berurutan

    · Menggunakan kata “aku” atau “saya” untuk menunjukan dirinya.

    · Bahasa yang dipergunakan dapat dimengerti orang lain \, meskipun masih sering membuat kesalahan.

    Ketrampilan Kognitif

    · Menggambar dengan bentuk yang lebih dapat dikenali.

    · Menyebutkan dan menjelaskan secara singkat mengenai gambar yang dilihat.

    · Dapat menghitung benda sampai 3 buah.

    · Mengetahui kelaminnya (laki atau perempuan)

    · Mengetahui nama depan dan nama belakang.

    Taraf Perkembangan Usia 4 tahun

    Ketrampilan Motorik

    · Berjalan mundur, ujung jempol-tumit

    · Melompat kedepan 10 kali tanpa jatuh

    · Meniru tanda silangdan segi empat

    · Menulis huruf V dan H

    Ketrampilan berbahasa

    · Mengerti kata-kata yang membandingkan “cantik”, lebih cantik dan paling cantik”

    · Mengerti pertanyaan seperti “Apa yang kita lakuakkn kalau kita lelah?’

    · Mengetahui lawan kata biasa seperti dingin danj panas.

    Ketrampilan Kognitif

    · Menunjuk dan menyebut 4 sampai 6 warna

    · Dapat menyebutkan urutan angka 1 sampai 5 atau mungkin juga sampai 10

    · Mengenali jalan rumah dan kota tempat tinggalnya, mungkin juga nomor teleponnya.

    · Mengerti konsep siang dan malam hari

    · Menjawab pertanyaan seperti “apa gunanya mata kita?”

    Taraf perkembangan anak usia 5 Tahun

    Ketrampilan motorik

    · Dapat meniru menggambar segitiga

    · Dapat menulis atau meniru menulis nama pertama

    · Menulis angka 1 sampai 5 dan mungkin sampai 10

    · Mulai menyadari bagian kanan dan kiri pada dirinya

    Ketrampilan berbahasa

    · Mengerti kata-kata yang nenerangkan jumlah sepasang,sedikit, banyak

    · Menjawab pertanyaan secara langsung

    · Dapat secara bergantian berbicara ketika mengobrol.

    Ketrampilan kognitif

    · Mungkin sudah dapat dapat menyebut beberapa huruf dan angka

    · Menghitung sampai 10 benda.

    · Mengetahui dengan tepat arti dan penggunaan peralatan kelas seperti gunting.

    Ini adalah tahapan-tahapan perkembangan anak umur 3-5 tahun dan seharusnya anak-anak sudah bisa merealisasikannya. Tapi pada faktanya kebanyakan anak yang kurang diberikan stimulasi oleh orang tuanya agak sedikit lamban.

    Metode yang saya lakukan adalah Observasi langsung kepada anak tersebut.Berikut hasil observasi yang dilakukan penulis.

    Tanggal : 27-02-2008

    Waktu : 06:30

    Lokasi Khusus: TPA

    Umur anak dan Jenis Kelamin: 4 Tahun, Perempuan

    Nama anak : Rahma

    Background Keluarga: Kakanya yang laki-laki seorang pemulung dan yang perempuan seorang Sarjana D3

    Dari segi Motorik:

    Sudah bisa berjalan maju dengan ujung jempol-tumit

    Dapat melompat ke depan 10 kali tanpa jatuh

    Sudah bisa meniru tanda silang dan segi empat, tetapi dia belum bisa untuk menulis huruf X dan V

    Dari segi Berbahasa:

    Mengerti kata-kata yang membandingkan “cantik, lebih cantik dan paling cantik”

    Mengerti pertanyaan seperti “ apa yang kita lakukan kelau kita sedang lelah?

    Mengetahui lawan kata biasa seperti Malam dan siang , dingin dan Panas.

    Dari segi Kognitif:

    Dia sudah bisa menyebutkan bagian tubuh pada gambar atau pada dirinya, Sudah mengerti konsep siang dan malam dan sudah bisa menjawab apa gunanya mata kita?

    Tangga l: 27-03-2008

    Waktu : 07:00

    Lokasi : TPA

    Umur anak dan Jenis kelamin: 3 tahun, Laki-laki

    Nama Anak: Arya

    Background keluarga: Ayahnya seorang Polisi dan Ibunya seorang Ibu rumah tangga.

    Dari segi Motorik:

    Arya sudah bisa berdiri dengan satu kaki dan juga bisa melompat dengan satu kaki. dia tidak bisa mengikuti gambar tanda silang dan lingkaran.

    Dari segi Bahasa:

    Mengerti konsep “besar dan Lebih besar”, “panjang dan “pendek”

    Dari segi Kognitif :

    Arya belum bisa menghitung benda sampai 3 buah.

    Tetapi Arya sudah bisa mengenali dan menjelaskan gambar yang penulis lakukan. Dan dia juga sudah mengenali bahwa dirinya laki-laki.

    Tanggal : 28-03-2008

    Waktu : 06:30

    Lokasi : TPA

    Umur anak dan Jenis Kelamin : 5 Tahun, Laki-laki

    Nama Anak: Ikram

    Background Keluarga: Ayahnya seorang buruh dan Ibunya seorang Ibu rumah tangga biasa tetapi ibunya aktif dan kaka-kakanya sekolah Di SMA&SMP Negeri.

    Dari segi Motorik:

    Ikram sudah pandai Meniru dan menggambar segitiga dengan sendirinya tanpa penjelasan. Dia juga sudah bisa menulis nama pertamanya, dan mengetahui nama panjangnya, dia dapat menulis dan menyebutkan angka

    1-10. dan yang terakhir dia sudah sadar akan bagian kanan dan kiri pada dirinya.

    Dari segi Berbahasa:

    Ikram mengerti kata-kata yang menerangkan jumlah sepasang, sedikit, dan banyak.

    Dapat secara bergantian berbicara ketika mengobrol

    Dapat menceritakan kembali cerita yang disenanginya dengan kata-kata sendiri.

    Dari segi kognitif:

    Sudah bisa menghitung sampai 10 benda sekaligus menyebutkan benda tersebut.

    Mengerti akan arti kegunaan gunting dan pisau

    Tanggal : 28-03-2008

    Waktu : 07:00

    Lokasi : TPA

    Umur dan jenis kelamin : 5 tahun, laki-laki

    Nama anak : Entong

    Background : Ibu dan neneknya berjualan Pecel.

    Dari segi Motorik :

    Belum bisa menulis namanya sendiri dan menyebutkan mana panjangnya.

    Belum bisa menulis angka

    Sudah bisa menggambar segitiga dan

    Sudah dapat mengetahui bagian kanan dan kiri pada dirinya.

    Dari segi Bahasa:

    Mengerti kata-kata yang menerangkan jumlah sepasang,sedikit dan banyak.

    Dari segi Kognitif:

    Sudah dapat menyebut beberapa huruf dan angka walau hanya setengahnya saja. Bisa mengetahui arti kegunaan Gunting atau pisau.

    Tanggal : 28-08-08

    Waktu: 07:00

    Lokasi : TPA

    Umur dan jenis kelamin anak: 5 tahun , perempuan

    Nama anak: Indri

    Dari segi Motorik:

    Dapat meniru gambar segitiga, bisa menulis dan meniru nama pertama serta mengetahui nama panjangnya, sudah bisa menulis angka 1-10 dan sudah bisa mengetahui bagian kanan dan kiri pada dirinya.

    Dari segi bahasa:

    Mengerti kata-kata yang menerangkan jumlah sepasangnsedikit dan banyak.

    Dari segi Kognitif:

    Sudah bisa menyebut beberapa huruf dan angka, sudah bisa menghitung samapai sepuluh benda. Tapi indri belim bisa mengetahui arti kegunaan gunting dan pisau.

    Itulah hasil observasi saya, dan kesimpulan yang bisa saya ambil adalah orang tua wajib memberi stimulasi atau rangsangan serta pelatihan-pelatihan anaknya secara optimal.

  13. Nama : Ida Rosyida Wardani (2007)
    No Reg: 4715077304

    Definisi
    Persepsi : Sekumpulan informasi yang dibentuk sehingga menimbulkan prilaku.

    Sample
    Di ambil dari delapan orang responden yang terdiri dari anak yang berumur 14-17thn

    Metode
    Kuesioner (angket)

    1. Apakah anda termasuk anak yang dekat dengan orang tua?
    2. Apakah orang tua anda termasuk tipe orang tua yang suka mengatur anda?
    3. Apakah orang tua anda termasuk tipe orang tua yang mendidik anaknya dengan keras?
    4. Apakah anda sering dimarahi oleh orang tua anda?
    5. Apakah anda sering berbohong kepada orang tua anda?
    6. Apakah orang tua anda bisa menjadi teman curhat untuk anda?
    7. Apakah anda suka menceritakan masalah atau kejadian-kejadian yang anda alami disekolah kepada orang tua anda?
    8. Apakah anda pernah dipukul oleh orang tua anda?
    9. Apakah orang tua anda slalu membebaskan anda melakukan apapun yang anda inginkan?
    10. Apakah anda termasuk anak yang slalu menuntut orang tua anda untuk menturuti apa yang anda inginkan?
    11. Apakah sejak kecil anda sudah dididik dengan keras?
    12. Apakah anda lebih suka menutupi masalah-masalah anda kepada orang tua anda?

    Bagaimana pendapat anda tentang orang tua anda?
    Jawab: …

    Hasil
    Ada 3 perbedaan persepsi antara anak kepada orangtuanya :
     Anak yang takut dengan orangtuanya sendiri
    Akibat : Anak menjadi tertutup, sering berbohong dan cenderung nekat karena merasa dirinya terlalu dikekang.
    Sebab : Didikan \ pola asuh orangtua yang terlalu keras.
     Anak yang menganggap orangtuanya sebagai teman juga guru yang baik untuk menceritakan segala masalah-masalahnya.
    Akibat : Anak menjadi lebih terbuka, setidaknya dia tau apa yang harus dia lakukan karena sebelumnya telah mendapatkan saran atau nasehat yang baik dari orangtuanya.
    Sebab : Didikan orangtua yang menberikan perhatian lebih dengan cara yang tidak terlalu mengkekang anak serta memberikan kepercayaan akan tetapi tetap dengan arahan-arahan yang baik.
     Anak yang mengnggap orangtuanya hanya sebagai orang yang memberikan fasilitas saja.
    Akibat : Anak menjadi bebas melakukan apa saja karena dia merasa orangtuanya tidak akan mempedulikannya.
    Sebab : Oangtua yang terlalu sibuk juga kurangnya komunikasi dan perhatian khusus sehingga orangtua tidak mengetahui tingkah laku si anak.

    Kesimpulan : Persepsi anak kepada orangtuanya berbeda-beda karena semua itu tergantung kepada pola asuh dari para orangtua. Yang pada akhirnya berpengaruh pada prilaku anak. Oleh karena itu berikanlah didikan yang baik serta perhatian yang lebih kepada anak agar terbentuk suatu prilaku yang baik.

  14. tafany berkata:

    Buat temen2 yang lain… mana lagi nih hasil penelitiannya?

  15. Ahmad Ridwan berkata:

    AHMAD RIDWAN
    No.Reg 4715072254
    maaf bu yang atas tadi gak jadi coz ada kuliah Pa Andi.
    Hasil Penelitian Psikologi tentang INTELEGENSIA.
    untuk mengetahui apa itu intelegensi dan hal-hal yang terkait dengan nya, saya telah melakukan wawancara kepada 6 orang, akan tetapi 3 dari yang saya tanya tidak mengetahui apa itu intelegensi secara umum. dan 3 yang lainnya yang dapat saya wawancarai antara lain yaitu :
    1. SILVI, seorang pelajar kelas 3 aliyah (adik saya sendiri)
    a.intelegensi itu apa sih? intelegensi itu berarti intelek, orang yang mempunyai intelektual atau kecerdasan yang tinggi
    b.faktor yang mempengaruhi intelegensi seseorang itu apa ? faktor yang mempengaruhinya yaitu keluarga, teman, lingkungan, pendidikan
    2.RUDI, teman saya yang sekarang sudah bekerja, umurnya 21 thn.
    a. intelegensi itu apa sih? klo gak salah dia menjawab bahwa intelegensi itu kecerdasan seseorang
    b. tau gak faktor yang mempengaruhi intelegensi seseorang bisa tinggi ataupun rendah? lingkungan, ekonomi, semangat belajar, keluarga
    c.apa intelegensi seseorang itu bisa di ukur? bisa, contohnya anak sekolahan. kalau intelegensinya rendah maka nilai rapotnya jelek
    d.bukannya itu IQ /intelektual. ada bedanya dengan intelegensi? intelektual/ IQ merupakan bagian dari intelegensi.
    3.PA USTD AMIN, salah seorang guru ngaji di dekat rumah saya.
    a. intelegensi itu apa? kemampuan umum yang dimiliki setiap manusia
    contohnya ? kemanpuan menghitung, membaca, melukis, bernyanyi, tergantung pada keinginan atau cita-cita mseseorang itu ingin menjadi apa.
    b. faktor yang mempengaruhi intelegensi seseorang apa aja? yang paling utama pasti keluarga,lingkungan bermain, sekolah,semangat diri sendiri dan pendidikan yang dia dapatkan.
    c. kalau perbedaan intelegensi dengan bakat dan kreativitas seseorang ada gak? ada, dengan intelegensi seseorang dapat mengembangkan bakatnya, karena menurutnya bakat itu lebih bersifat keturunan dan kreativitas seseorang terhadap sesuatu akan mendominasikan kepada kecerdasan pada satu bidang saja. contoh : seorang anak bisa di sekolahnya IQ nya rendah tapi dia berbakat dalam bermain sepakbola, dan anak itu pula kreativ dalam menggambar, dengan bakat dan kreativitas itu seorang anak tadi bisa menjadi seorang atlet bola ataupun seorang pelukis.
    Dari 3 wawancara yang saya lakukan dapat disimpulkan bahwa :
    1- pada sebagian orang masih ada yang berpandangan bahwa intelegensi itu hanyalah kecerdasan intelektual saja dan sebagian lagi berpendapat bahwa intelegensi itu adalah kecerdasan umum yang dimiliki oleh setiap manusia.
    2- faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya intelegensi seseorang adalah keluarga, lingkungan (bermain,sekolah,mayarakat), keadaan ekonominya, dan semangat orang tersebut.
    3- setelah saya mencari tau tentang intelegensi dalam buku, ternyata intelegensi atau kecerdasan seseorang banyak macamnya yaitu :
    *cerdas spiritual,cerdas emosi, cerdas intelektual, cerdas liguistik (berbahasa), cerdas musik, cerdas kinestetis jasmani dan cerdas menggambar.
    demikian hasil penelitian yang saya dapat hasilkan semoga lebih menambah wawasan keilmuan kita. Amin

  16. Ayuningtyas Noor Chintia berkata:

    Tema Proses Belajar

    Sample:
    Hasil wawancara di Lembaga lain
    Pertanyaan dan Jawaban.
    Siswa x :

    1.Bagaimana menurut anda metode belajar di Lembaga ini ?
    Metode yang digunakan baik, mencakup audio dan visual tapi langsung percakapan
    2.Apakah menurut anda sudah efektif?
    Sudah efektif tetapi waktunya kurang maka itu, sekarang ada pelajaran tambahan.
    3.Berapa persen materi yang bisa anda tangkap dari metode belajar tersebut? 70 %
    4.Apakah anda sering mengulang pelajaran B.Arab di rumah?
    Tidak terlalu sering.
    5.Apakah perubahan atau apa saja yang anda telah ketahui selama belajar B.Arab di lembaga ini?
    Semula saya gak ngerti sama sekali sekarang saya lumayan mengerti.
    6.Sebaiknya bagaimana metode yang baik dan efektif menurut anda bagi pemula belajar B.Arab?
    Metode di Lembaga ini sudah cukup baik kadang ke ma’mal jadi siswa gak bosan di tunjang pengajarnya bersahabat walaupun waktunya sedikit kurang ( factor intern pribadi) walaupun terkadang pelajarannya diulang terlalu lama.

    Mahasiswa B :

    1.Bagaimana menurut anda metode belajar di Lembaga ini ?
    Menyimak, menghapal secara teru-menerus kemudian Tanya jawab.
    2.Bagaimana menurut anda metode belajar di Lembaga ini ?
    Cukup efektif.
    3.Berapa persen materi yang bisa anda tangkap dari metode belajar tersebut?
    Berapa ya.. kira-kira 55%
    4.Apakah anda sering mengulang pelajaran B.Arab di rumah?
    Jarang, habbisnya udah terlanjur bete sich.. maklum kan dari SMU jadi aagak susah.
    5.Apakah perubahan atau apa saja yang anda telah ketahui selama belajar B.Arab di lembaga ini?
    Jadi bias B.Arab walau dikit-dikit.
    6.Sebaiknya bagaimana metode yang baik dan efektif menurut anda bagi pemula belajar B.Arab?
    Diajarin pelan-pelan, disuruh ngapalin, terus di terjemahin dan dikasih catatan yang banyak

    Kesimpulan

    METODE BELAJAR B.ARAB

    Jurusan Ilmu Agama Islam adalah jurusan yang memerlukan penguasaan B.Arab, oleh karena itu mahasiswa JIAI dituntut untuk memahami B.Arab secara intensif untuk mendukung mata kuliah di JIAI. Lalu apakah metode yang digunakan JIAI sudah intensif atau sebaliknya. Untuk itu maka saya memabandingkan metode belajar di JIAI dengan metode yang digunakan di Lemabaga lain.
    Setelah melalukukan penelitian, metode pengajaran di Lembaga lain di kui lebih efektif untuk pemula, Mereka belajar Muhadatsah dengan cara menghapal sehingga terbiasa dalam pelafalan bahasa arab. Di JIAI juga menggunakan metode ini dalam pelajaran ta’bir hanya pengajarannya terlalu cepat sehingga bagi mereka yang merasa kaget.
    Berbeda dengan metode di JIAI ynag terpusat pada buku dan kelas, cara belajar di Lembaga lain tidak monotaon selalu di kelas membuat siswa tidak bosan. Selain di Kelas terkadang mereka ke Perpustakaan membedah isi buku untuk menambah kosa kata dalam bahasa arab. Metode lainnya yaitu mereka juga menggunakan laboratorium untuk menonttton film-film arab. Mereka juga diberikan tugas tambahan seperti mencari berita tantang islam yang up to date lalu diterjemahkan ke bahasa arab, ini juga sangat membantu dalam memperkaya kosa kata. Hanya saja untuk pelajaran nahwu dan sharaf di Lembaga lain kurang teratur dan baru dipelajari di level 2, berbeda dengan di JIAI pelajaran itu diberikan disemester 1 dengan metode yang sangat tepat untuk pemula.
    Jarangnya tugas yang diberikan membuat mahasiswa jarang mengulang pekajarn di rumah, karena banyak mahasiswa yang menganut belajar untuk ujian, jadi ketika ingin ujian saja mereka belajar, alhasil pencapaian pengajaran bahasa arab kurang optimal.
    Jadi, sebaiknya pembelajaran bahasa arab di JIAI jangan terlalu monoton dan terlalu cepat dalam pengajaran sehingga tidak membuat mahasiswa bosan dan kaget untul pemula. Metode menonton film juga bagus untuk dipraktekan agar mahasiswa tertarik dan tidaj jenuh. Walaupun ini semua kembali ke pribadi masing-masing.

  17. Siti Nur Fadlilah berkata:

    Siti Nur Fadlilah (4715070219)
    REG’07

    TEMA : Prilaku Menyimpang

    DEFINISI : Prilaku Menyimpang adalah prilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.

    JUDUL PENELITIAN : “Kebiasaan Menyontek di Kalangan Mahasiswa JIAI Reg ’07″.

    METODE : Kuesioner (pengisian angket)

    SAMPLE : 6 Orang Koresponden (Mahasiswa JIAI Reg’07)

    LATAR BELAKANG : Saya mengambil topik tentang menyontek karena menyontek merupakan salah satu bentuk prilaku menyimpang yang banyak sekali dilakukan oleh para mahasiswa. Dengan demikian, saya merasa tertarik untuk bertanya kepada para mahasiswa yang suka atau pernah menyontek.

    HASIL : Dalam kasus menyontek ini, saya telah bertanya kepada 6 orang koresponden yang semuanya berasal dari jurusan ilmu agama Islam Reg’07.Kepada mereka, saya mengajukan 5 buah pertanyaan sebagai berikut :
    1) Apakah Anda pernah menyontek? jika pernah,kira-kira berapa
    kali?
    2) Mengapa Anda menyontek?
    3) Ketika Anda menyontek,apakah pernah ketahuan oleh dosen?
    4) Bagaimana perasaan Anda setelah menyontek? Apakah Anda
    merasa bersalah/menyesal? (jika iya, apa yang Anda laku-
    kan untuk menghilangkan rasa bersalah/menyesal tersebut?)
    5) Jika Anda menyontek, kira-kira dalam bentuk seperti apa?
    a. Melihat buku catatan
    b. Membuat catatan-catatan kecil
    c. Melihat lembar/kertas jawaban teman

    Dari pertanyaan-pertanyaan di atas, para koresponden memiliki jawaban yang beragam.
    1) Untuk pertanyaan yang pertama, para koresponden mengaku bahwa mereka pernah menyontek, di antara mereka ada yang menjawab sebanyak 2x bahkan lebih.

    2) Untuk pertanyaan yang kedua, jawaban mereka sangat beragam. Ada yang menjawab bahwa mereka menyontek karena kepepet, karena tidak menguasai materi, karena belum belajar, karena benar-benar tidak tahu jawaban ujiannya itu apa dan bahkan ada salah seorang yang menjawab bahwa dia menyontek hanya karena iseng-iseng saja.

    3) Untuk pertanyaan ketiga, para koresponden memiliki jawaban yang sama bahwa pada saat mereka menyontek, mereka belum pernah ketahuan oleh dosen sama sekali.

    4) Untuk pertanyaan yang keempat, ada yang menjawab bahwa mereka merasa biasa-biasa saja, ada yang merasa puas dan tidak merasa bersalah/menyesal sama sekali, bahkan ada juga yang malah merasa senang karena bisa selesai mengisi soal ujian tanpa harus berpikir sama sekali. Tetapi ada juga yang merasa bersalah sehingga mereka berusaha untuk belajar lebih giat lagi agar mereka tidak menyontek lagi pada ujian selanjutnya.

    5) Untuk pertanyaan terakhir, sebagian besar koresponden memilih jawaban yang “C”,yakni melihat lembar/kertas jawaban teman, tetapi ada juga salah seorang koresponden yang memilih jawaban yang “B”, yakni membuat catatan-catatan kecil.

    KESIMPULAN : Dari jawaban-jawaban para koresponden di atas, saya menarik kesimpulan bahwa saat ini, kegiatan menyontek di kalangan mahasiswa (terutama mahasiswa JIAI REG’07) telah menjadi suatu hal yang lumrah, bahkan telah menjadi suatu kebiasaan atau kebudayaan yang seringkali dilakukan oleh para mahasiswa pada saat mereka sedang ujian. Padahal mereka mengetahui bahwasanya menyontek itu merupakan prilaku yang menyimpang dan tercela, tetapi mereka malah tetap terus melakukannya dengan dalih karena kepepet, belum belajar dan sebagainya.

  18. khadijah alkubraa berkata:

    Assalamu’alaikum wr.wb.

    Ibu, karena saya mendapat materi tentang interaksi, maka:

    TEMA: Interaksi

    DEFINISI: Interaksi ialah hubungan timbal balik antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok dimanapun dan kapanpun.

    JUDUL:Interaksi antar kenek dan supir metromini 42 dengan sesama kenek dan supir yang lain

    METODE: Observasi dan wawancara

    SAMPLE: 3 orang koresponden (kenek)

    LATAR BELAKANG: Saya mengambil judul ini, karena setiap hari saya naik metromini 42. Jadi lebih mudah bagi saya untuk menelitinya.

    HASIL: Dari observasi yang saya lakukan:
    1) Jika ada penumpang, pasti kenek-kenek 42 pasti berebutan penumpang, bahkan sering terjadi perkelahian antar kenek yang membuat penumpang takut.

    2) Jika tiba-tiba mobil metromini 42 berjalan berdampingan, pasti saling ngebut-ngebutan atau cepat-cepatan, banyak-banyakan ngangkut penumpang.

    Dari hasil wawancara saya:
    1) Orang pertama yang saya wawancara seorang kenek, yang sebenarnya teman SD saya(Eko). Saya bertanya: “Ko, kenapa sih sesama kenek ‘gak mau ngalah rebut-rebutan penumpang, kenapa ga penumpangnya aja yang milih mau naik yang mana”.

    Jawab: Njah, kalau gak cepat-cepatan kita gak bakal dapat uang banyak trus siapa yang mau bayar sewa kalo kaya gitu.

    Trus saya nanya lagi: “Eko, kan kalo lagi narik pada brutal rebutan penumpang, terus gimana kalo udah nyampe ke tempat istirahat atau pergantian supir lain?”

    Jawab: Biasanya sih kita kalo lagi narik emang gak kenal teman, tapi kalo udah sampai tempat istirahat ya..biasa lagi, ngobrol-ngobrol sambil ngopi, tapi kadang masih ada yang kebawa-bawa emosi terus ya udah..jadi musuh.ya gitu deh..kehidupan di jalan njah..!

    2) Dari 2 orang kenek yang lain yang saya tanya, jawabannya pun tidak jauh beda seperti ini: “Ya neng, kalo lagi narik ya gak kenal teman lagi, jadi lawan. tapi kalo udah nyampe tempat istirahat,ya udah..biasa lagi, walau kadang ada yang dendam tapi ya..diemin aja. namanya juga jadi kenek.

    KESIMPULAN: Jadi, supir dan kenek metromini itu juga berinteraksi, hanya saja caranya berbeda dengan interaksi yang lain. Interaksi mereka dalam bentuk persaingan, banyak-banyakan penumpang(uang) Jadi, dengan selesainya penelitian ini, saya berharap Bu Sari juga bisa memberikan nilai terbaiknya untuk saya dan kawan-kawan. Amiiiiiiiiiiinnnnnnn…..!!!!!

  19. Abdullah berkata:

    Nama : ABDULLAH (عبد الله)
    No. Reg : 4715072219
    Tugas : Psikologi “Observasi Tentang Kepribadian”

    بسـم الله الر حمن الر حيم

    Didalam tugas yang Ibu Sari berikan kepada saya untuk melakukan sebuah penelitian dalam tugas mata kuliah Psikologi tentang Kepribadian… Saya mengambil metode melalui sebuah pengamatan/ observasi pada waktu saya bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri 3 (MAN 3 Jakarta Pusat). Walaupun dalam waktu yang relative singkat, ketika saya bergaul bersama dengan teman-teman saya yang kurang lebih selama hampir 4 tahun sampai sekarang. Dari sekian banyak teman saya, Saya akan mengambil 3 sample teman saya sebagai objek dalam penelitian saya yang mempunyai kepribadian yang berbeda tetapi mempunyai problem yang sama, tetapi masih bisa disatukan.

    1. Akib Indra Bayu, dia adalah orang yang “Cerdas” dalam artian dia sangat pintar sekali dalam menangkap sebuah pelajaran , dan dia sangat aktif sekali dengan organisasi, dan dia juga mempunyai wawasan yang cukup luas. dia pintar karena dia mempunyai tekanan dari luar, dia harus pintar karena memang didalam keluarganya hampir semuanya yang sukses, ibunya yang seorang guru SMP dan saudara-saudaranya yang pintar-pintar, yang membuat dia tertekan, sehingga dia merasa harus pintar seperti saudara-saudaranya.

    2. Robiatull Adawiyah, dia orangnya “Kurang Percaya Diri”, setiap dia melakukan sesuatu, ia lebih cenderung minta ditemani, karena kurang percaya diri biasanya lebih cenderung suka menyendiri, dia sangat tidak suka keramaian, karena bila dia berada ditempat keramaian, ia pasti merasakan pusing dan ingin pulang, dan biasanya orang ini biasanya sering pendiam, kecuali ada suatu hal yang mendesak dia untuk berbicara. Saya pernah mendengar curhatannya yang ternyata keluarganya yang sering marah-marah ga jelas gitu, padahal kata dia permasalahannya sih kecil tetapi dibesar-besarkan gitu. dan setiap kali dia ingin mengeluarkan hasrat kekesalannya terhadap Orang tuanya, tetapi dia tidak bisa melakukan, jadi dia lebih cenderung dipendam sendiri.

    3. M. Mahmud Sidik, “Pemarah”, padahal menurut saya teman yang satu ini baik, karena ada satu hal yang membuat hidup dia berantakan, yaitu keluarganya yang sering bertengkar dan yang lebih parahnya lagi dia dibesarkan dan bergaul dilingkungan yang keras dalam artian teman-temanya yang suka mabuk, berjudi dan sebagainya, sehingga teman saya yang satu ini mempunyai tekanan yang sangat tinggi

    Dari 3 sample diatas, saya masih belum dapat menyimpulkan tentang 3 teman saya ini, karena menurut saya kepribadian itu bersifat statis/ masih bisa berubah, karena saya mengambil kejadian itu diwaktu saya sekolah, dan sekarang memang hal tersebut sudah berubah, dan mungkin kedepannya juga akan berubah sesuai waktu, zaman dan lingkungan dimana dia tinggal.

  20. Sri Asih berkata:

    Nama : Sri Asih
    No.reg : 4715072210
    Tema : Kepribadian

    Definisi
    Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu. kepribadian meliput segala corak perilaku manusia yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan dirinya terhadap segala rangsang yang datang dari lingkungannya, maupun yang berasal dari dirinya sendiri. sehingga memperlihatkan corak perilaku dalam suatu kesatuan fungsional yang khas bagi manusia itu.

    Judul :Sensitif

    Metode : Wawancara dan Observasi

    Sample : 3 Orang Koresponden

    Bentuk Pertanyaan..
    1. Apa alasan Anda mengapa menjadi orang yang sensitif?
    2. Hal-hal apa saja yang membuat Anda langsung menunjukkan sikap sensitif Anda?

    Hasil Pertanyaan..
    a. Koresponden yang pertama, menjawab
    1. karena saya lebih senang sendiri daripada banyak orang,dengan banyaknya orang membuat bising.
    2. Ketika ada perkataan yang menyinggung hati, diledekin yang menyinggung hati.

    b. Koresponden yang kedua, menjawab
    1. Karena bawaaan dari gen:
    misalnya: faktor keluarga= dari orang tua, juga mempunyai sensfitas yang cukup dominan, dan pernah sakit hati, semenjak itu mulai sensitif.
    2. Ketika mendapat masalah, kalau lagi bt dan kalau lagi sedih.

    c. Koresponden ketiga, menjawab
    1. Karena bawaan dari gen
    2. Ketika Kata-kata yang sudah menyinggung fisik

  21. Nur Mawadah Rahmah berkata:

    Nama :Nur Mawadah Rahmah
    No. reg :4715072251
    Tema :Kepribadiaan
    judul :”Pendiam”

    Definisi :Kepribadiaan adalah organisai dinamis yang terdapat didalam setiap individu.

    Metode penelitian: Mengajukan pertanyaan dan mengobsevasi

    Sampel : 3 0rang (2 perempuan dan 1 orang laki)terdiri dari:
    1 koresponden yang pertama (laki-laki)temen SD dan SMA
    2 Koresponden yang kedua (perempuan) temen SD sampai SMA
    3 koresponden yang ketiga (perempuan) temen SMA

    Latar belakang: mawadah mengambil judul ini karena teman dekat mawdadah rata- rata mempunyai sifa pendiam oeh karena itu jadi pengen neliti lebih jauh lagi bu.

    Hasil observasi:

    1 koresponden yang pertama
    koresponden yang pertama sifat pendiamnya sudah karakter dari kecil sampai SMA masih tetep dominan.pas SD sekelas kemudian pas SMA satu SMA walaupun ga pernah satu kelas tapi deket.Faktor keluarga mempengaruhi banget karena berasal dari keluarga yang pendiam dan tenang.ketika mendapat masalah cendrung disimpan atau diselesaikan sendiri kalau masalahnya sudah tertingkat tinggi palingan diceritakan oleh keluarga atau orang yang paling deket dengannya.tidak mudah terbuka dengan orang lain, tapi ketika sudah menemukan lingkungan atau seseorang yang membuatnya nyaman ia akan terbuka.terhadap lingkungan sekitar, kalau tidak ada kepentingan dengannya cendung cuek.

    2. koresponden yang kedua
    sifat pendiamnya ini dah jadi karakter dari kecil. dia ini teman mawadah dari sd sampai sma.faktor keluarga sangat berpengaruh sekali ia tumbuh di lingkungan keluarga yang komunikasi antara anggota keluarga kurang terjalin dengan baik.ketika mendapatkan masalah cendrung disimpen sendiri palingan kalau cerita ga sampai detail.terhadap lingkungan sekitar cendrung lebih peka. dibalik sifat diemnya lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
    3. koresponden yang ketiga
    sifat pendiemnya dakibatkan faktor keluarga.koresponden yang ketiga ini berasal dari keluarga broken home.ketika mendapatkan masalah cendrung disimpen sendiri tidak mudah berbagi dengan orang lain tentang masalahnya. kalu cerita paling tidk detail.terhadap lingkungan cendrung peka, dibalik diemnay ia suka memperhatiakan lingkungannya.

    kesimpulan:
    kepribadian itu merupakan bentukan lingkunagan dan keluarga.sifat pendiamnya lebih dominan dibandingakan sifatnya yang lain/menurut mawadah bisa terbuka rehadap karakter yang ceria dan suka berbicara

  22. SUGIARTI berkata:

    Nama : SUGIARTI
    Noreg : 4715077306

    Hasil penelitian tentang motivasi

    Definisi
    Suatu kondisi yang menggerakkan untuk mengenai pada suatu tujuan.

    Jenis-jenis motivasi
    1. Motif dasar atau dorongan-dorongan biologis
    2. Motif sosial
    3. Motif objektif, timbul berinteraksi secara aktif terhadap lingkungan

    Faktor-faktor munculnya motifasi
    1. Kebutuhan mendesak
    2. Stimulan atau rangsangan
    3. Kebutuhan biologis tantangan atau problem

    Penelitian yang telah saya lakukan kepada 15 orang teman saya, dapat saya simpulkan bahwa:
    Setiap manusia memiliki motivasi yang berbeda-beda tergantung pada diri mereka masing-masing, seperti teman saya yang memiliki motivasi masuk jurusan Agama islam, diantara mereka ada yang bermotivasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negeri atas keinginan sendiri, ada yang karena orang tua dan ada juga yang keinginan masuk jurusan lain seperti ekonomi tapi karena tidak lulus jadi terpaksa masuk jurusan agama islam, jadi sebagian dari teman saya yang keinginan masuk jurusan agama islam dia punya motivasi yang cukup baik dan semangat belajar pun sangat kuat sekali. sedangkan teman saya yang tidak berkeinginan masuk jurusan agama islam mereka kurang bersemangat dalam belajar dan sedikit sulit untuk beradaptasi.

    solusi :
    keadaan apapun yang sedang kita alami saat ini harus kita dasari dengan motivasi agar semuanya berjalan dengan baik karena segala sesuatu yang ada pada diri kita adalah yang terbaik untuk kita dalam kehidupan kita.

  23. KURNIASIH berkata:

    NAMA : KURNIASIH
    NOREG : 4715077318

    HASIL PENELITIAN TENTANG KEPRIBADIAN

    A. Pengertian
    Tingkah laku yang relatif menetap dan menghasilkan reaksi yang konsisten dengan berbagai macam situasi yang berbeda.

    Dengan demikian, berdasarkan definisi diatas, kepribadian memiliki beberapa unsure, yakni berikut ini :
     Kepribadian itu merupakan organisasi yang dinamis. Dengan kata lain, ia tidak statis, tetapi senantiasa berubah setiap saat.
     Organisasi tersebut terdapat dalam diri individu. Jadi, tidak meliputi hal-hal yang berada di luar individu.
     Organisasi itu berdiri atas sistem psikis, yang menurut Allporr meliputi, antara lain : sifat dan bakat, serta system fisik (anggota dan organ-organ tubuh) yang saling terkait.
     Organisasi itu menentukan corak penyesuaian diri yang unik dari tiap individu terhadap lingkungannya.

    Saya mengadakan penelitian terhadap beberapa orang teman saya. Dari 10 orang teman saya yang saya berikan beberapa pertanyaan tentang kepribadian berupa angket, jawaban mereka berbeda-beda. Hal itu membuktikan bahwa setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Dalam menyelesaikan masalahpun mereka dengan cara yang berbeda tergantung kepribadian mereka masing-masing.
    Seperti teman saya yang memiliki kepribadian “cuek”, dia menghadapi suatu masalah dengan santai saja, tidak terlalu dipikirkan. Karena menurutnya masalah itu dapat terselesaikan tanpa harus terburu-buru. Dan teman saya yang memiliki kepribadian “serius”, dia lebih memfokuskan ke masalah tersebut. Karena menurutnya suatu masalah yang kecil dapat berubah menjadi besar apabila tidak diselesaikan secepat mungkin.

  24. Zikrie berkata:

    PSIKOLOGI

    NAMA : ZIKRIE
    NO. REG : 4715077298
    TEMA : MEMORI
    JUDUL : “PROSES TERJADINYA LUPA”

    Memori  segala materi yang diperoleh dari pengalaman yang dialami baik secara langsung maupun tidak langsung melalui panca indra, baik penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman, dan pengecapyang kemudian di simpan di dalam otak sebagai ingatan.
    Saya akan sedikit menjelaskan beberapa teori tentang “proses terjadinya lupa”, karena segala sesuatu yang kita alami secara langsung akan menjadi memori dalam otak kita. Maka di sini Saya akan coba menjelaskan, “mengapa kita lupa?”

    a.) Apa yang kita ingat, disimpan di bagian tertentu dalam otak. Apabila materi yang diingat ini sudah tidak terpakai, sehingga otak menganggapnya barang “sudah tidak berguna”, maka dengan proses metabolisme yang dijalankan otak, materi itu akan terhapus.
    b.) Teori lain mengatakan kalau materi itu tidak lenyap begitu saja, tetapi hanya berubah secara sistematis. Bisa jadi materi itu hanya kita ingat samara-samar, sehingga akhirnyakita tidak lagi ingat aslinya, hanya mengingat bagian yang menonjolnya saja dari materi tersebut.
    c.) Lupa juga bisa terjadi karena ada hambatan. Dalam hal ini ada 2 jenis :
     Hambatan Retroaktif  Materi yang baru terjadi menghambat materi yang sebelumnya.
     Hambatan Proaktif  Materi yang lama menghambat materi yang baru.
    d.) Kadang juga kita melupakan sesuatu karena adanya represi. Hal-hal yang tidak bisa diterima oleh hati nurani akan dilupakan secara sengaja. Peristiwa yang mengerikan, traumatis sampai hal-hal berbau dosa yang membuat malu jika bertemu dengan Allah nanti di akhirat. Meskipun tak jarang proses lupa ini terjadi di luar kesadaran atau dengan kata lain tidak disadari.

    METODE : Dari masing-masing teori tentang “Proses Trejadinya Lupa”, Saya mengajukan pertanyaan ke sepuluh orang yang berbeda dan memberikan kuisioner.

    SAMPLE : 10 orang remaja
    PERTANYAAN :
    1) Masih inatkah Anda nomor telepon/Hp pertama yang Anda catat di dalam Hp Anda?
    2) Tolong ceritakan kepada Saya tentang jalan cerita film “Jurassic Park”!
    3) Saya memberikan 2 contoh rumus fisika untuk mereka hafal dan Saya kemudian memintanya untuk mengulang kembali rumus yang telah dihafal!
    4) Saya memberikan pertanyaan kepada mereka mengenai, “Apakah mereka masih ingat tanggal jadian dan tanggal mereka putus dengan perempuan idaman mereka (pacar)?

    HASIL :
    1) Semuanya menjawab tidak ingat/ lupa
    2) Dari dominan jawaban mereka, mereka hanya ingat bagian yang mereka anggap penting atau menarik dari isi film yang Saya tanyakan. Ada yang hanya menjawab “Wah seru filmnya …! Apalagi waktu pemeran utamanya dikejar-kejar dinosaurus …!”
    3) Hambatan Retroaktif : 7 orang
    Hambatan Proaktif : 3 orang
    4) Untuk tanggal jadian : 8 orang ingat dan 2 orang lupa
    Untuk tanggal putus : 1 orang ingat dan 9 orang lupa

  25. Novidawati Sholihah berkata:

    PSIKOLOGI

    NAMA : Novidawati Sholihah
    NO. REG : 4715077277
    TEMA : Penyimpangan Prilaku
    JUDUL : ” Pergaulan Bebas khususnya para remaja “

    Definisi Penyimpangan Prilaku
    Menurut James vander Zanden, 1979. penyimpangan merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.

    Dua macam Penyimpangan, Menurut Lemert :
    1. Penyimpangan Primer ( Primary deviation ) : suatu penyimpangan yang dilakukan pertama kali.
    2. Penyimpangan Sekunder ( Secondary deviation ) : Penyimpangan yang merupakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya.

    Faktor terjadinya penimpangan prilaku pada pergaulan Bebas di Kalangan Remaja :
     Faktor Intern ( dalam ), yaitu suatu faktor yang didasari dari dirinya sendiri dan yang ada di lingkungan rumahnya, diantaranya : kesadaran diri bahwa ia ingin melakukannya ( iseng ingin melakukan ), kurangnya perhatian dari kedua orang tuanya, dll.
     Faktor ekstern ( luar ), yaitu faktor yang terjadi diluar individu dan keluarga, diantaranya : pengaruh media-media, seperti tayangan televisi yang seharusnya tidak ditayangkan di televisi, majalah-majalah yang menyodorkan gambar-gambar yang melanggar norma-norma agama, gambar-gambar atau video-video porno yang beredar di telepon genggam, dan masih banyak lagi factor ekstern lainnya.
     Faktor keterpaksaan atau tekanan, yaitu faktor yang terjadi karena ada tekanan dari luar atau paksaan yang harus di lakukan, diantaranya : suruhan seseorang yang telah mengaturnya dengan paksa, dan factor ekonomi, dll.

    Metode :
    Dari ketiga faktor tersebut saya telah meneliti tiga remaja baik wanita maupun laki-laki yang tergolong dari tiga factor tersebut dari salah satu contoh tersebut. Kebetulan saya mempunyai teman yang berteman dengan salah satu dari sample di bawah ini.

    Sample : Tiga remaja dari faktor di atas yang terlibat dalam pergaulan bebas.

    Pertanyaan-pertanyaan :
    1. mengapa kalian bisa melakukan hal seperti ini ?
    2. apa saja yang kalian lakukan ?
    3. dimana saja biasanya kalian melakukan hal tersebut ?
    4. sama siapa saja kalian melakukannya ?
    5. apakah kalian di bayar ?

    Hasil atau jawaban mereka :

    Remaja pertama dengan inisial ay… menjawab :
    1. ya….gw sieh iseng aja, itung-itung nambah duit jajan, and biar ada yang ngisiin gw pulsa dong….he…he…
    2. kalo gw g sampe ML paling Cuma gitu deh….
    3. kadang-kadang di rumah cowo gw kadang di mobil….
    4. kalo di rumah sama cowo gw tapi kalo di mobil sama om-om…
    5. kalo ama om-om sieh di beliin pulsa and di ajak jalan-jalan truz dikasih uang jajan and di traktir makan deh…

    Remaja kedua dengan inisial de…. Menjawab :
    1. emang dah biasa kali ya….lagi pula BONYOK gw sibuk jadi gw sering pulang malem engga ketauaan deh….
    2. gw sieh g ngapa-ngapain coz gw g suka gituan paling banter-banter cupangan doang….
    3. di rumah gw lah kan dah gw bilang BONYOK gw jarang dirumah lagian yang ada Cuma pembokat yang kalo dah siang dia pulang.
    4. gila loe sama siapa ja???mang gw cewe apaan…ya Cuma ma cowo gw doang kali…
    5. ih gila ya pertanyaannya mang gw pelacur!loe Tanya di bayar pa engga?ya engga lah…

    Remaja terakhir Berinisial har…. Menjawab :
    1. mungkin karna gw sering nonton video gituan kali ya jadi gw pengen cobain…
    2. gw pernah ML sekali itu pun gw terpengaruh temen-temen gw yang engga jelas and bukan ma cewe gw lagi truz sekarang gw tobat deh engga mau ML lagi coz gw masih inget dosa…he..he…paling gw Cuma ya standar lah…
    3. dimana ja kalo ada tempat,waktu and kesempatan…
    4. gw Cuma ma cewe gw lah masa ma sapa lagi….

    Dari penelitian saya diatas dapat disimpulkan bahwa masa remaja ialah masa seseorang ingin coba-coba. Dan semua penyimpangan prilaku pada pergaulan bebas di kalangan remaja merupakan salah satu contoh penyimpangan yang fatal apabila tidak ditanggulangi dari berbagai pihak karena remaja adalah asset bangsa.

  26. Jenny Putri berkata:

    Nama : Jenny Putri Vidiana
    No.Reg : 4715072212
    Tema : Penyimpangan Perilaku

    Judul : Dampak Buruk Narkoba

    Definisi
    Penyimpangan Perilaku Menurut James Vander Zanden,1979 penyimpangan merupakan yang oleh sejumlah besar orang dianggapsebgai hal yang terceladan diluar batas toleransi.

    Latar Belakang

    Saya memilih judul tersebut dikarenakan telah maraknya Penyebaran Narkoba di dalam diri generasi penerus bangsa terutama kalangan anak muda. Bagi mereka saat ini Narkoba merupakan suatu trend pada masa ini, menurut mereka enggak pakai narkoba berarti enggak gaul. Itu merupakan pandangan yang salah dan sangat merugikan diri sendiri, keluarga, lingkungan seta bangsa dan negara.

    Oleh karena itu saya telah meneliti tehadap penyalahgunaan Narkoba yang telah dialami oleh seseorang ini, berikut pernyataannya..

    Sample : 1 Orang

    Bentuk Pertanyaan seta Jawaban

    1. (Q) Sejak kapan Anda mencoba Narkoba?
    (A) Sejak saya berusia 13 tahun, pada waktu itu saya duduk dikelas 2 SMP.
    2. (Q) Jenis narkoba apa yang anda konsumsi?
    (A) Heroin.
    3. (Q) Apa faktor penyebab anda memakai narkoba?
    (A) Faktor Keluarga, dimana pada saat itu saya kehilangan sosok figur ayah dalam hhidup saya dan kemudian saya mengalami frustasi.
    Kedua, faktor Lingkungan dimana saya salah memilih teman yang ternyata pemakai narkoba. Dan membuat saya terpengaruh untuk mengosumsi narkoba.
    4, (Q) Apa yang anda rasakan setelah memakai Narkoba?
    (A) Perasaan tenang dan senang yang sangat memuncak. Namun, setelah terjadi ketergantungan hidup sangat tersiksa. saya harus mencuri barang berharga untuk membeli narkoba.
    5. (Q) Dampak apa yang anda rasakan setelah memakai Narkoba?
    (A) Dampaknya sangaluas dimulai dari psikis, fisik, dan sosial.
    Secara Psikis, hidup sangat tidak teratur, terjadi paranoid, pd yang berlebihan, jadi sering bohong, sering mencuri, pelajaran terganggu, jadi sering pelupa, dll.
    Secara Fisik, mulai tumbuh penyakit-penyakit dalam tubuh saya, saya pun menderita kompikasi penyakit.
    Secara Sosial, telah merusak nama baik keluarga, dikucilkan, dijadikan omongan orang, serta keamanan lingkungan pun terganggu.
    6. (Q)Apa yang membuat anda berhenti memakai Narkoba?
    (A) Awal berhenti, ketika saya mulai sakit-sakitan sampai divonis dokter hidup saya tidak akan lama lagi. Akhirnya saya sadar ternyata narkoba hanya menyengsarakan hidup saya, kemudian saya bertobat sungguh-sungguh dengan melakukan rehabilitasi dan memperteguh iman saya serta memperkuat pengendalian diri. Awalnya, memang sangat sulit apalagi kalau rasa ketergantungan pada obat mulai hinggap didiri saya. Namun, karena keyakinan serta dorongan dari Keluarga saya mampu melewati dan bersih dari narkoba.
    7. (Q) Saran apa yang ingin anda berikan untuk para remaja dan semua generasi bangsa agar tidak terpengaruh tehadap Narkoba? Serta saran apa bagi orang yang sudah terlanjur memakai Narkoba?
    (A) Saran untuk semua generasi muda jangan coba-coba memakai narkoba. Cukup saya saja yang mengalaminya, Narkoba tidak ada manfaat apapun malah merugikan jiwa raga kita. Dan bagi yang terlanjur memakai Narkoba, cepatlah sadar, segera lakukan rehabilitas, lagi-lagi tidak ada untungnya, malah bikin penyakit didalam tubuh kita. Dan saya harap gunakan kesempatan hidup loe dengan kegiatan positif yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Terimakasih..

    Kesimpulan yang bisa dipetik,

    Bahwa sebenarnya remaja sangat rentan terhadap penyalahgunaan Narkoba. Apalagi sifat remaja yang penuh rasa ingin tahu dan lagi-lagi permasalahan remaja yang tidak dibicarakan oleh orang yang tepat melainkan kepada teman yang ternyata ujung-ujung solusinya dengan memakai Narkoba atau hal buruk lainnya.
    Oleh karena itu perlu adanya pengendalian diri dalam diri, karena dengan adanya pengendalian diri maka kita mampu memilah sesuatu yang baik dan buruk bagi hidup kita.

    Sekali lagi jangan coba-coba pada Narkoba….OK PENERUS BANGSA…

  27. rizki eko berkata:

    rizkie eko
    4715077322
    non reg jiai 2007

    Prilaku Menyimpang
    DEFINISI :. Tidakan seseorang yang condong ke hal negatif(-) karena ketidak siapan seseorang ketika menghadapi sesuatu dalam kondisi apapun.
    Macam-macam perilaku menyimpang.

    METODE : Observasi dan Wawancara
    SAMPLE : 3 0rang remaja
    BENTUK PERTANYAAN:
    1.Masalah apa yang sedang dialami anda?
    2.faktor apa yang sehingga anda berbuat hal itu?
    3.apa akibat yang anda terima dari tindakan tersebut?
    JUDUL PENELITIAN: Kenakalan Remaja
    HASIL : Berdasarkan hasil penelitian dapat disajikan ,kenakalan remaja sebagai salah satu perilaku menyimpang hubungannya dengan segala perilaku remaja.
    1.seorang remaja yang menggunakan narkoba dan minuman keras
    2.seorang remaja yang senang sekali berjudi
    3.seorang remaja yang hobi melihat gambar-gambar porno dari berbagai media
    HASIL PENELITIAN:
    Remaja pertama merupakan seorang anak yang berlatar keluarga baik-baik.namun orang tua yang kurang memberi perhatian, keadaan lingkungan yang tidak baik dan teman-temanya.menjadi faktor perilaku dia.kecanduan narkoba sudah tidak dapat dihindari.apalagi orang tuanya tidak pernah tau akan tindakannya.selama ini dia berhasil menyembunyikannya dari orang tuanya.namun serapat apapun dia menyimpan segala perbuatanya,akirnya orang tuanya mengetahui juga.Dan setelah itu dia di masukan penjara oleh orang tuanya sendiri.selama kurang lebih5 bulan di penjara dia belum kembali pulih juga.
    Remaja kedua: sesuatu yang dilakukan sekedar coba-coba dari judi kecil-kecilan.(taruhan pada ajang piala dunia.jika team jagoannya menang ia mendapatkan uang dari teman yang diajak taruhan)Awalnya hingga ia ikut duduk bersama penjudi lain.dan memasang taruhan.memang beruntung pada awalnya.namun setelah ia sering melakukan ia banyak menghabiskan uang.
    Remaja ketiga: bad mood di rumah,pergi keluar rumah mencari hiburan.dan salah pergaulan.awalnya penasaran hingga menjadi kebiasaan.Dengan tindakannya dia tidak dapat berfikir “positive thinking”
    KESIMPULAN :
    Dari 3 sample di atas dapat di simpulkan,lingkungan dan perhatian yang kurang dari orang tua,rasa ingin tahu hingga coba-coba awalnya.menjadi faktor penyebab.Dan dari segala perbuatan pasti nada akibat

  28. RIA ROHIMAH berkata:

    Ria Rohimah
    Non reg 2007
    4715077311

    MOTIVASI

    Pengertian motivasi

    Motif adalah sesuatu yang ada dalam diri seseorang, yang mendorong orang tersebut untuk bersikap dan bertindak guna mencapai tujuan tertentu. Motif dapat berupa kebutuhan dan cita-cita. Motif merupakan tahap awal dari proses motivasi, sehingga motif baru merupakan suatu kondisi intern atau disposisi (kesiapsiagaan) saja. Sebab motif tidak selamanya aktif. Apabila suatu kebutuhan dirasakan mendesak untuk dipenuhi, maka motif dan daya penggerak menjadi aktif. Motif yang telah menjadi aktif inilah yang disebut motivasi.

    Tipe-tipe Motivasi

    - Motivasi positif
    Merupakan proses pemberian motivasi, dimana hal itu diarahkan pada usaha untuk mempengaruhi orang lain agar dia bekerja secara baik dan antusias denngan cara memberikan keuntungan tertentu kepadanya.

    - Motivasi negative
    Motivasi yang bersumber dari rasa takut, misalnya jika dia tidak bekerja akan muncul rasa takut dikeluarkan, takut tidak diberi gaji dan takut dijauhi oleh rekan kerja. Motivasi negative yang berlebihan akan mengakibatkan personalia organisasi menjadi tidak kreatif, serba takut, dan serba terbatas geraknya.

    - Motivasi dari dalam
    Motivasi timbul pada diri pekerja waktu dia menjalankan tugas-tugas atau pekerjaan dan bersumber dari dalam diri pekerja itu sendiri. Motivasi muncul dari dalam diri individu, karena memang individu ini mempunyai kesadaran untuk berbuat.

    - Motivasi dari luar
    Motivasi yang muncul sebagai akibat adanya pengaruh yang ada di luar pekerjaan dan dari luar diri pekerja itun sendiri, misalnya imbalan kesehatan, kesempatan cuti, program rekreasi perusahaan, dan lain-lain.

    Sebuah motif bawaan dalam wujud fitrah, sebuah potensi dasar. Potensi dasar yang memiliki makna sifat bawaan, mengandung arti bahwa sejak diciptakan manusia memiliki sifat bawaan yang menjadi pendorong untuk melakukan berbagai macam bentuk perbuatan, tanpa disertai dengan peran akal, sehingga terkadang manusia tanpa disadari bersikap dan bertingkah laku untuk menuju pemenuhan fitrahnya.
    Dalam kaitannya dengan itu, pontensi dasar dapat mengambil wujud dorongan-dorongan naluriah yaitu:
    a. dorongan naluri mempertahankan diri
    b. dorongan naluri diri mempertahankan jenis

    Angket untuk 5 orang penjawab:

    1. Jika anda lapar apa yang anda lakukan?
    2. Jika lingkungan rumah anda sedang tidak aman karena ada pemabuk, apa yang anda lakukan?
    3. hal apa yang mendorong kita untuk sekolah dan mau rajin belajar?

    Dari pertanyaan pertama dan kedua 5 orang tersebut menjawab dengan jawaban yang sama yaitu “makan” dan “melaporkannya kepada pak RT ”. dari jawaban mereka terlihat bahwa berusaha mencari makan dan melaporkan kerisauannya kepada pak RT, itu adalah salah satu cara mempertahankan diri untuk tetap hidup dan merasa aman dengan melaporkan pemabuk kepada yang berwajib.

    Sedangkan pertanyaan yang ketiga memperoleh jawaban yang beragam ada yang ingin pintar agar bisa memajukan bangsa,dan ingin meningkatkan karier sehingga dapat hidup senang bersama keluarga dan dapat membiayai anak-anaknya. Walaupun berbeda jawaban namun satu tujuan untuk mempertahankan kebudayaan dan keturunan agar tidak hancur. Ini termasuk dalam dorongan naluri diri mempertahankan jenis agar tidak “punah”.

    Motivasi menjadi efektif dan tepat sasaran ketika dilakukan sesuai dengan teori dan di tarafkan pada objek yang tepat.

    “Mudah-mudahan dapat menambah nilai ria klo kurang ya bu……. Syukron untuk ilmu yang udah ibu kasih”.

  29. Miptahul Jannah berkata:

    PERSEPSI
    Persepsi adalah penglihatan,tanggapan,daya memehami/menggapai sesuatu.
    Atau
    Persepsi adalah kemampuan seseorang dalam melihat dan merasakan sesuatu lalu menanggapi terhadap apa yang dilihat dan dirasakan

    Persepsi itu bisa relatif benar atau salah yang artinya praduga atau prasangka individual. Persepsi itu bisa dibuat karna itu bisa bersifat salah.

    Contoh: Persepsi Mahasiswa IAI terhadap Remedial Bahasa Arab.

    Dijurusan Agama Islam sangatlah penting untuk menerapkan Bahasa Arab. Karena dengan menguasai Bahasa Arab itu akan lebih mudah untuk membantu proses belajar pada mata kuliah Ulumul Hadits, Ulumul Qur’an terutama Tafsir.
    Namun, Maba IAI kebanyakan yang berasal dari SMA.sebagian kecil MA /pesantren. Setelah di teliti mahasiswa dari SMA kebanyakan yang semangat untuk mempelajari itu. Kalau dari pesantren yang sudah benar-benar mahir, dia jarang ikut belajar itu . karewna beranggapan sudah bisa. Mahasiswa dari MA pembelajarannya setengah-setengah.

    Kesimpulan / hasil:

    Mahasiswa dari SMA mereka sungguh-sungguh,karena mengejar untuk bisa.
    Mahasiswa dari MA setengah-setengah atau santai.
    Mahasiswa dari pesantren malas atau suka bolos, karena sudah bisa hanya pengulangan saja.

  30. Rini rohimawati berkata:

    Nama :Rini Rohimawati
    No.Reg :4715072232
    Tema :Interaksi sosial

    Definisi:
    Interaksi sosial adalah hubungan antara individu dengan individu,individu dengan kelompok,kelompok denagan kelompok.

    Judul :Interaksi antar kelas
    Metode :wawancara
    Sample :3 orang koresponden

    Bentuk Pertanyaan

    1.Bagaimana hubungan interaksi anda dengan teman sekelas anda?
    2.Bagaimana hubungan kerjasama anda dengan teman sekelas anda dalam satu kegiatan?
    3.apakah timbul kecemburuan sosial dalam berteman?

    Hasil Pertanyaan

    koresponden pertama menjawab
    1.Baik dan lancar aja
    2lancar juga tapi kadang-kadang juga suka agak gax lancar
    3.tidak pernah

    Koresponden kedua menjawab
    1.Alhamdulillah baik-baik aja
    2.Alhamdulillah baik-baik ajah,walaupun kadang juga agak suka tidak akur dengan teman-teman.mungkin karena belum terlalu kenal satu sama lain
    3.Alhamdulillah tidak pernah

    koresponden ketiga menjawab
    1.Baik,akrab,terbuka,dll
    2.Alhamdulillah baik tapi masaih suka beda pendapat aja
    3.menurut aku si tidak,tapi setiap orang memiliki pandangannya masing-masing.

  31. uni berkata:

    motivasi merupakan keingin seseorang yang ingin di capai!

  32. sal berkata:

    Psikologi(perilaku menyimpang)
    Manusia tercipta sebagai makhluk yang mampu berpikir (homo sapien), makhluk sosial (homo sosious), dan makhluk yang percaya pada Tuhan Yang Maha Esa (homo religous) sekaligus juga sebagai makhluk yang unik. Unik dalam segala perilaku dan perbuatannya, sehingga terkadang sulit diprediksi untuk apa manusia berbuat sesuatu, yang kadang-kadang sulit diterima berdasarkan nalar yang sehat atau secara normal. Perilaku menyimpang juga merupakan tindakan yang dilakukan seseorang karna ketidak siapan seseorang dalam suatu kondisi.
    ==Macam-Macam Jenis-Jenis Penyimpangan==
    A>Individual (individual deviation)
    Penyimpangan individual atau personal adalah suatu perilaku pada seseorang dengan melakukan pelanggaran terhadap suatu norma pada kebudayaan yang telah mapan akibat sikap perilaku yang jahat atau terjadinya gangguan jiwa pada seseorang.Tingkatan bentuk penyimpangan seseorang pada norma yang berlaku :
    1. Bandel atau tidak patuh dan taat perkataan orang tua untuk perbaikan diri sendiri serta tetap melakukan perbuatan yang tidak disukai orangtua dan mungkin anggota keluarga lainnya.
    Indivisual
    1. Penyalahgunaan Narkoba.
    EX: Jojo seorang murid kelas IX di salah satu sltp suwasta di daerah Jakarta utara .semenjak ayahnya meninggal.tingkah laku jojo semakin keluar batas norma-norma yang ada.di dukung lagi oleh lingkungan dan teman-teman jojo yang tidak baik.sampai akhirnya.ketika jojo sedang mengikuti pelajaran di sekolahnya,dia ketahuan menyimpan 3 linting ganja oleh kepala sekolahnya.dan akhirnya jojo di keluarkan dari sekolah dan jojo tidak dapat mengikuti ujian nasional,karna perbuatannya.
    2.Penyimpangan seksual (homo, lesbian, biseksual, pedofil, sodomi, zina, seks bebas, transeksual)
    EX: Sepasang mahasiswa yang tinggal jauh dari kedua orang tua mereka.namun keduanya menyalahgunakan kepercayaan orang tua mereka.sebuah kost-kostan yang bebas dan tidak adanya perhatian atau pengawasan ketat dari pemilik kost.menjadikan para penghuni kost bertindak semaunya.seperti perbuatan seks bebas(zina)yang dilakukan oleh sepasang kekasih yang tidak dapat menahan hawa nafsu mereka.beruntung si wanita tidak mengandung.namun karena perbuatan itu.mereka tidak dapat menyelesaikan kuliah di semester satu dengan baik.
    3. Tindak Kriminal / Kejahatan (perampokan, pencurian, pembunuhan, pengrusakan,pemerkosaan, dan lain sebagainya).
    4. Gaya Hidup (wanita bepakaian minimalis di tempat umum, pria beranting, suka berbohong, dsb).
    EX:wanita korban mode padahal pakaian yang membentuk tubuh akan menjadi cemoohan atau pembicaraan yang tidak baik dari lawan jenisnya,namun mereka malah bangga ketika gaya atau mode pakaian merka di bicarakan seperti itu.dengan gaya pakaian yang menurut ia modis dan mengikuti zaman.tak jarang dia mendapatkan pelecehan seksual.
     >B.Penyimpangan Bersama-Sama / Kolektif (group deviation).
    Penyimpangan Kolektif adalah suatu perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh kelompok orang secara bersama-sama dengan melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
    1. Tawuran / Perkelahian Antar Kelompok
    Pertemuan antara dua atau lebih kelompok yang sama-sama nakal atau kurang berpendidikan mampu menimbulkan perkelahian di antara mereka di tempat umum sehingga orang lain yang tidak bersalah banyak menjadi korban.
    2. Tindak Kejahatan Berkelompok / Komplotan
    Kelompok jenis ini suka melakukan tindak kejahatan baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terbuka. Jenis penyimpangan ini bisa bertindak sadis dalam melakukan
    tindak kejahatannya dengan tidak segan melukai hingga membunuh korbannya.
    EX: Sekelompok ABG yang ingin merayakan ulang tahun temannya.akan tetapi mereka tidak memiliki cukup uang untuk merayakan ulang tahun tersebut,sehingga mereka mengambil jalan pintas dengan cara meminta paksa(malak).Dengan bermodal senjata tajam seadanya.dan mereka berhasil mendapatkan uang yang cukup untuk merayakan ulang tahu kecil-kecilan.ternyata perbuatan mereka di laporkan ke polisi dan polisi berhasil menangkap 3 orang dari mereka.
    4. Penyimpangan Budaya.Penyimpangan kebudayaan adalah suatu bentuk ketidakmampuan seseorang menyerap budaya yang berlaku sehingga bertentangan dengan budaya yang ada di masyarakat. Contoh : merayakan hari-hari besar negara lain di lingkungan tempat tinggal sekitar sendirian, syarat mas kawin yang tinggi, membuat batas atau hijab antara laki-laki dengan wanita pada acara resepsi pernikahan, dsb
    DARI CONTOH-CONTOH DI ATAS DIAMBIL:
    SAMPLE :
    1. SEORANG PELAJAR SMP
    2.SEPASANG MAHASISWA
    3.SEORANG SPG(SALES PROMOTION GIRL)
    4.2 ORANG DARI PELAKU PEMALAKAN.
    BENTUK PENELITIAN:OBSERVASI DAN WAWANCARA
    PERTANYAAN:
    1.APAKAH FAKTOR PENDORONG DARI TINDAKAN ANDA?
    2.APA YANG DI DAPATKAN DARI SEGALA PERBUATAN ANDA
    KESIMPULAN:
    SEMUA JENIS PENYIMPANGAN PERILAKU ADALAH SEBUAH HAL YANG NEGATIF YANG KELUAT DARI NORMA-NORMA YANG BERLAKU.DAN SEGALA TINDAKAN JUGA ADA SEBA AKIBATNYA.JIKA SESEORANG MELAKUKAN SESUTAU YANG BURUK MAKA YANG IA DAPATKAN BURUK JUGA HASILNYA.

    salma zuhriah
    4715077321
    (perbaikan ulang)

  33. Achmadi berkata:

    Achmadi
    Reguler
    4715072220

    Memori.
    Definisi : Sebuah fungsi dari otak dengan kegunaan untuk mengambil informasi.
    Sampel : 5 orang mahasiswa.

    Metode penyebaran angket :
    1.Apakah Anda sering mengingat suatu kejadian dalam hidup mu?
    A.ya B.tidak
    2.Apa yang membuat Anda mengingat kejadian tersebut?
    A.lucu B.bahagia C.duka D.dan lain-lain
    3.Bagaimana cara mengingat suatu kejadian?
    A.melihat foto B.ketika bercerita C.melihat suatu kejadian yanga sama D.dan lain-lain
    4.Apa yang menyebabkan seseorang melupakan suatu kejadian?
    A.memalukan B.duka C.ingin melepas beban D.dan lain-lain

    Hasil penelitian :
    1.Jawaban no.1 yang memilih A ada 4 orang dan yang memilih B ada 1 orang.
    2.Jawaban no.2 yang memilih A ada 2 orang,yang memilih B ada2 orang,yang memilih C ada 1 orang dan yang memilih D 0 orang.
    3.Jawaban no.3 yang memilih A ada 2 orang,yang memilih B ada 2 orang,yang memilih C ada 1 orang dan yang memilih D 0 orang.
    4.Jawaban no.4 yang memilih A ada 3 orang,yang memilih B ada 1 orang,yang memilih C ada 1 orang dan yang memilih D ada 0 orang.

    Kesimpulan :
    Setiap seseorang akan dapat mengingat suatu kejadian dalam hidup nya,dengan cara yang berbeda-beda untuk mengingat kembali kejadian tersebut.Baik secara langsung maupun secara tidak langsung dalam mengingat suatu kejadian.

  34. Ade Afrida berkata:

    Ade Afrida
    Non Reguler

    Proses Pembelajaran
    Tema : Cara Orang Belajar Berbeda
    Definisi : Suatu cara atau proses untuk mempelajari yang belum diketahui.

    Cara yang saya gunakan menggunakan angket.
    Sampel yang saya menggunakan 5 anak SMA.

    Pertanyaan :
    1.Apakah anda suka belajar dengan mendengarkan musik?
    a.ya (lanjut ke no.2) b.tidak
    2.Kalau suka,jenis musik seperti apa?
    a.pop b.rock c.dangdut d.reggea
    3.Apakah anda suka belajar sambil bermain?
    a.ya (lanjut ke no.4) b.tidak
    4.Kalau iya,permainan saperti apa?
    a.tebak gambar b.kuis c.tanyajawab
    5.Apakah anda suku belajar di tempat tenang?
    a.ya (lanjut ke no.6) b.tidak
    6.Kalau iya,tempat seperti apa?
    a.taman b.gunung c.ruangan berAC d.kuburan

    Hasil Pertanyaan :
    1.4 orang milih iya,1 orang milih tidak
    2.2 orang milih pop,1 orang milih rock,1 orang milih reggae
    3.5 orang milih iya.0 milih tidak
    4.1 orang milih tebak gambar,2 orang milih kuis,2 orang milih tanya jawab
    5.5 orang milih iya,0 milih tidak
    6.2 orang milih taman,1 orang milih gunung,2 orang milih ruangan berAC

    Kesimpulan :
    Melihat dari beberapa pertanyaan yang telah dibuat,jadi setiap orang berbeda-beda dalam proses belajar.Ada yang suka sambil dengerin musik dan ada yang tidak dan lain-lain,berarti setiap orang ada cara masing-masing dalam proses belajar.

  35. MAULANA HASANUDDIN, 4715077290 berkata:

    Inteligensi

    Banyak para psikolog mengemukakan beberapa definisi tentang inteligensi.
    Inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berfikir secara rasional dan menguasai lingkungan secara efektif. (David Wechsler).
    Inteligensi adalah penyesuaian diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru (Claparede dan stern).
    Inteligensi adalah perbuatan yang disertai pemahaman dan pengertian. ( K.Buhler ).
    Jadi inteligensi adalah kemampuan untuk mengelolah memory dan berfikir secara terarah serta dipengaruhi oleh lingkungan. Maka dalam hal ini saya melakukan penelitian tentang inteligensi itu sendiri yang saya raskan dalam lingkungan hidup saya.

    Contoh saya dan taman saya:

    Pada waktu itu, ketika saya dan teman saya ingin melakukan diskusi dengan jumlah perkelompok terdiri dari empat orang, sebut saja namanya santi, siska, widad, dan saya sendiri. Maka kamipun membagi-bagi tugas. Siska dan santy membuat makalah, sedang saya dan widad membaca apa yang akan di bahas yang kemudian setelah itu kami persentasikan kapada teman-teman saya. Pada saat sehari sebelum diskusi berlangsung saya dan widad membaca buku yang sama dan selesai pada waktu yang sama. Anehnya ketika saya memaparkan buku yang telah kemarin saya baca,hatam dengan waktu yang sama sangat jauh berbeda antara paparan saya dan paparan widad. Paparan yang dibawakan widad sama persis dan sangat rasional dengan apa yang ada di buku. Sedang pemaparan terhadap buku yang saya baca cuma sedikit paparan yang sama dengan isi buku tersebut. Artinya cara pengelolahan memory saya sangat jauh lebih baik ketimbang widad, dan ketika saya telusuri mengapa terjadi hal yang demikian ini…..?
    Ternyata ketika masih kecil ia sangat diperhatikan oleh ibu bapaknya tentang masalah makan dan minum, dan selalu diberi makan-makanan yang bergizi serta yang bervitamin setiap harinya. Namun bukan berarti saya engga lho buuuuu….., saya di beri Cuma jarang, yaa paling makan klo ada. Yaa ma’lum anak professor, dilingkungan keluarganya saja ketika berbicara selalu menggunakan tiga bahasa. Mana orangnya cantik, baik,sehingga dia itu jadi rebutan pria. Bahkan sudah banyak cowo yang tergila-gila lantaran ditolak cintanya. Termasuk saya lho buuu,, kasian ya jiunk. Yaa wajar jiunkkan Cuma anak seorang pedagang , bapaknya saja sekolah Cuma sampai kelas 3 SD,ibunya engga sekolah, akan tetapi dari sebelas saudara Cuma jiunk lho buuu yang kuliah. Namun walau demikian jiunk yakin semua ini akan dirubah untuk bisa menuju yang lebih baik dengan cara rajin dan semangat belajar.

  36. Nur Syifa yani berkata:

    Nur Syifa Yani
    Reguler

    Hasil penelitian kepada anak-anak pubertas

    Batasan umur bagi anak pubertas untuk perempuan 11-15 thn, sedangkan laki-laki 12-16 thn. Biasanya pubertas datang ditandai beberapa ciri-ciri ataupun perubahan baik itu perubahan fisik maupun psikis.
    Hasil dari penelitian yang saya lakukan bahwa anak-anak pubertas sangat merasa tertekan dengan peraturan-peraturan dan larangan-larangan yang dibuat oleh orang tua, keluarga, ataupun lingkungannya. Mereka merasa bahwa, masa pubertas itu masanya bersenang-senang dan mencoba segala seseuatu. Perubahan psikis sangat terlihat seperti tempramen, egois serta sifat-sifat yang kurang baik dan berlebihan lainnya. Dan tidak sedikit dari mereka yang sakah mengartikan masa pubertas. Mereka mengartikan bahwa masa pubertas itu dimana kita diperbolehkan melakukan hal-hal yang dianggap menyenangkan walaupun sebenarnya belum waktunya atau belum tepat.
    Selain perubahan psikis, fisikpun ikut berubah dan lebih terlihat sisi wanita dan laki-lakinya. Contoh kecilnya, untuk perempuan yaitu pinggul yang membesar dan kulit agak kasar dan tebal. Sedangkan untuk laki-laki perubahan yang sangat terlihat adalah pecahnya suara.
    Tidak sedikit akibat dari perubahan-perubahan tersebut membuat anak yang mengalaminya merasa malu dan minder.
    Oleh karena itu, peran orang tua serta orang-orang terdekatnya sangatlah berpengaruh bagi perkembangannya khususnya pada kejiwaannya.

  37. Indah Irmawati berkata:

    Indah Irmawati
    Reg 4715072238

    Memory

    Memory adalah menyimpan hal-hal yang bisa diketahui untuk sesuatu saat dikeluarkan dan dipergunakan.
    Tiga Jenis Memory:
    a. Memory Sensoris
    b. Memory Jangka Pendek
    c. Memory Jangka Panjang

    Saya mewancarai beberapa orang diluar kampus dua perempuan. satu laki-laki.

    Pertanyaanya:
    1. Menurut anda ingatan yang mudah diingat itu dalam bentuk apa? dan seberapa besar ingatan anda ketika kecil?

    2. Kapan anda merasa mempunyai memory jangka panjang?

    3. Saya mengajukan sebuah gambar permainan sepak bola yang begitu ramai ketika gol. Pertanyaanya, apa saja yang anda ingat tentang gambar itu setelah anda melihatnya tadi?

    4. Pernahkah anda lupa? jika pernah atau tidak pernah mengapa?

    Saya menyimpulkan jawaban dari pertanyaan diatas:

    1. Ada anak-anak yang mempunyai daya ingatan yang cepat. Mereka cepat hapal benda-benda dan gambar. Dalam kelas pun terdapat tipe gambar-gambar itu, cepat benar mereka hapal sebuah pelajaran ataua sajak dan sebaliknya banyak anak-anak yang kadang-kadang memerlukan waktu yang lama untuk menghapalkan pelajaran. Dan ingtan mereka waktu anak-anak mereka lebih menyimpan hal-hal yang bahagia-bahagi saja, dan tidak semua kejadian-kejadian mereka ingat.

    2. Ada pula orang yang mempunyai daya ingtan yang setia sekalipun tanggapan yang terkesan pada mereka, tetap tidak berubah. Kalau serombongan yang memberikan kisah yang sama tentang peristiwa itu tentulah ada sebab-sebab yang lain yang dapat dipersalahkan misalnya, pengamatan yang tidak lengkap dan lamanya waktu yang berlangsung antara peristiwa dan ceritanya.

    3. Ada orang yang setelah sepuluh menit, bahkan keesokan harinya dapat menuliskan benda-benda yang dilihatnya itu sama telitinya seperti pada pertama kali, kita mengertahui bahwa setelah berapa waktu tanggapan kita menjadi lebih kabur dan kadang-kadang seakan-akan lenyap sama sekali, inilah yang disebut lupa dan kadang-kadang suatu peristiwa atau benda sedikitpun tidak teringat lagi oleh kita akan tetapi kalau benda itu terlihat kembali oleh kita, perasaan benda itu kita kenali. Ada orang yang dengan mudah dapat melakukan percobaan gambar tersebut walaupun jumlah benda-benda pada gambar itu kita tambah.

    4. Ada orang yang mempunyai daya ingatan yang sempurna. Tidak pernah mereka lupa kepada sesuatu, mereka selalu dapat memberikan jawaban yang tepat atas pertanyaan-pertayaanya, sedangkan orang lain lupa akan segala sesuatu karena gugup atau letih.

  38. Ferdiansyah berkata:

    Ferdiansyah
    Reguler

    Proses Pembelajaran
    Tema : Pengajaran Dosen Terhadap Mahasiswa

    Proses pembelajaran adalah proses dimana seseorang melakukan kegiatan untuk mengetahuinya.
    Sampel : diambil dari 10 mahasiswa.
    Pertanyaan :
    1.Apakah anda suka dosen yang cara pengajarannya serius?
    a.ya b.tidak
    Jawabannya : yang memilih a ada 7 orang dan yang memilih b ada 3 orang
    2.Alasan anda memilih jawaban iya?
    a.mudah mengerti materi b.tidak membuang waktu c.menciptakan suasana tenang
    Jawabannya : yang memilih a ada 3 orang, yang memilih b ada 1 orang dan yang memilih c ada 3 orang
    3.Alasan anda memilih jawaban tidak?
    a.BT b.tidak bisa bercanda c.susah menerima materi
    Jawabannya : yang memilih a ada 2 orang, yang memilih b ada 0 orang dan yang memilih c ada 1 orang
    4.Apakah anda suka dosen yang cara pengajarannya bercanda?
    a.iya b.tidak
    Jawabannya : yang memilih a ada 5 orang dan yang meilih b ada 5 orang
    5.Alasan anda memilih jawaban iya?
    a.tidak bikin BT b.dapat menerima materi c.dapat mengurangi kesulitan belajar
    Jawabannya : yang memilih a ada 1 orang, yang memilih b ada 2 orang dan yang memilih c ada 2 orang
    6.Alasan anda memilih jawaban tidak?
    a.buang-buang waktu b.tidak serius c.tidak bisa konsentrasi
    Jawabannya : yang memilih a ada 0 orang, yang memilih b ada 2 orang dan yang memilih c ada 3 orang
    7.Apakah anda suka dosen yang cara pengajaranya galak?
    a.iya b.tidak
    Jawabannya : yang memilih a ada 3 orang dan yang memilih jawaban b ada 7 orang
    8.Alasan anda memilih jawaban iya?
    a.dapat mengerti materi b.suasana yang tenang c.tidak bercanda
    Jawabannya : yang memilih a ada 2 orang, yang memilih b ada 1 orang dan yang memilih c ada 0 orang
    9.Alasan anda memilih jawaban tidak?
    a.bikin BT b.belajarnya terpaksa c.susah menerima materi
    Jawabannya : yang memilih a ada 1 orang, yang memilih b ada 4 orang dan yang memilih c ada 2 orang

    Kesimpulannya :
    Dari data penelitian di atas bahwa mahasiswa dapat belajar dengan baik. Jika setiap dosen dapat menyampaikan materi kepada mahasiswa dengan cara santai, tetapi serius dalam pengajarnnya.

  39. Ahfas Faisal berkata:

    Psikologi
    Motivasi

    Motivasi Mahasiswa JIAI angkatan 2007 untuk belajar bahasa Arab

    Dasar sekolah yang berbeda-beda dari mahasiswa JIAI angakatan 07 menjadikan sebuah warna baru di jurusan Ilmu Agama Islam, karena mereka bukan saja dari anak-anak pesantren ataupun madrasah Aliyah yang notabene sudah pernah mengenal pelajaran B. Arab, tetapi banyak pula yang berasal dari sekolahan menengah Umum yang masuk di jurusan ini. Pelajaran-pelajaran tentang agama yang banyak mengambil buku referensi dari negeri timur dan mata kuliah yang berbahasa Arab terutama Al-Quran menjadikan mahasiswa JIAI merasa harus mengenal lebih dalam tentang B. Arab. Terkhusus bagi mereka yang lulusan dari sekolah umum. Akhirnya timbul motivasi bagi mahasiswa JIAI untuk mempelajari B Arab, sehingga mereka bias menerima pelajaran dengan baik. Pembelajaran b. Arab pun sudah diberlakukan oleh pihak jurusan untuk membantu masalah-masalah yang diatas, tetapi banyak pula yang mengikuti kursus-kursus lain diluar kampus karena merasa ingin cepat dalam menguasai ini.
    Rangkuman ini adalah hasil dari penelitian “Motivasi” mahasiswa JIAI 07 yaitu Fajar, Bayu, Taufan, Ayu, dan Ferdi dengan memakai metode wawancara.

  40. achmad fajar d s berkata:

    Wawancara terhadap pengangguran di Cibubur

    Peserta wawancara

    Fachri
    Nama asli ; Muhamad Fachri
    Umur ; 22 tahun
    Menganggur ; 4 tahun

    Bombat
    Nama asli ; Edah
    Umur ; 23 tahun
    Menganggur ; 5 tahun

    Acis
    Nama asli ; Aziz
    Umur ; 20 tahun
    Menganggur ; 5 tahun

    Bagol
    Nama asli ; Agung Sumantri
    Umur ; 15 tahun
    Menganggur ; 2 tahun

    Pertanyaan yang diajukan

    1. Sebagai seorang penganggur, apa yang paling ingin anda capai ?
    2. Mengapa anda sangat termotivasi, untu menadapatkan hal tersebut ?
    3. Apa usaha yang sudah anda lakukan untuk mewujudkan keinginan anda tersebut ?

    Jawaban

    FACHRI

    1. gue pengen punya uang banyak, pengen punya pacar cakep, trus gw kawinin
    2. ya…, gw dah bosen kelamaan nganggur, saban hari kaya begini, ngrokok aje susah, gw juga pengen punya HP bagus, biar bias begaya.
    3. gw dah coba ngelamar kerjaan, tapi blom dipanggil-panggil nih, kadang-kadang gue juga bantuin om Feri (supir disuatu PH Entaertaint, Multivision) jadi PU, itu juga klo ada orderan doang.

    BOMBAT

    1. gue pengen kerja, pengen punya pacar, trus kawinin deh, punya kontrakan, buat biaya-in anak ama bini gue nanti.
    2. (sama seperti Fachri)
    3. gue dah jajal ngelamar ke mana –mana, cuman sampe sekarang belom ada yang nerima, tapi paling kaga, gue usaha-in gimane caranye tiap hari gue bias megang duit, seperti klo ada orang kondangan gw bantuin nyuci piring, ato klo ada orang yang bangun rumah gue bantuin nguli

    ACIS

    1. au… dah, gue juga bingung, smp aje kaga kelar.gue bias megang duit, bias ngerokok, udeh alhamdulillah
    2. pusing gue, di rumah bapa yang udah tu trusnggak kerja, nyuruh gue kerja, supaya gue punya duit, supaya gue bias bantuin die. Trus klo liat orang –orang pada punya HP keren, punya pacar cakep, gue jadi sirik, gue jadi pengen juga.
    3. ya…, gue Bantu-bantuin bang Yanto aje ( pedangang/pewarung ). Kadang-kadang gue nguli, nyupir ( nyuci piring ) di tempat tetangga yang kondnangan

    BAGOL

    1. gue mo jadi presiden, gue mo jadi dokter, gue mojadi supermen Ha…ha… ha….. nggak……, yang penting gue bias punya duit bias ngerokok,gue juga pengen dapet kerjaan biar nggak nganggur kaya gini
    2. ini dah tuntutan, biar kata gue baru setahun nganggur, tapi gue pikirin nanti klo dah punya anak bini gue kasih makan ape..?mo gue ksih makan kuaci. Di rumah, emak bapak gue nyuruh gue kerja kaya abang gue, die dah kerja trus dialem-alemin deh ama bapa gue, emak gue jadi ikut-ikutan
    3. gue kadang-kadang nguli, bantuin nyupir di tempat kondangan, dan banyak lagi deh, gw blom coba ngelamar soalnya gw blom punya KTP

    Kesimpulan hasil wawancara ;

    Motivasi pengangguran di daerah cibubur, tepatnya di jalan cibubur 8, RT 01/013, untuk bekerja. Bombat, Fachri, Acis, Bagol adalah pemuda pengangguran yang mempunyai motivasi untuk berkerja, apapu pekerjaanya, motivasi yang mereka yang miliki adalah karena ingin keluar dari kemiskinan dan paling tidak bias merokok di setiap harinya . Rata – rata dari mereka tidak sampai lulus SMP dan adanya keingin untuk memiliki kebutuhan kemodernan zaman, seperti HP dll. Sehingga factor internal dan eksternal mereka menumbuhkan suatu motivasi untuk bekerja

    Achmad Fajar Dali Sutrisno
    4715072213

  41. Taufan Saputra berkata:

    Hasil Penelitian Psikologi tentang Penyimpangan Prilaku di Ciledug

    Untuk meneliti penyimpangan perilaku saya mewawancarai tiga orang yaitu ;

    Nama : Rio
    Pekerjaan : Pelajar SMA kelas 3
    Umur : 18 tahun

    Nama : Rendi
    Perkjaan : Mahasiswa Semester 2
    Umur : 20 tahun

    Nama : Widodo
    Pekerjaan : Wiraswasta
    Umur : 25 tahun

    Pertanyaan yang diajukan

    1. Menurut anda apakah penyimpangan prilaku itu ?
    2. Apa biasanya penyebab penyimpangan perilaku ?
    3. Menurut anda penyimpangan perilaku apa yang sering terjadi?

    Jawaban

    RIO
    1. menurut gw penyimpangan perliaku itu adalah tingkah laku seseorang yang di luar kebiasaan
    2. yang menyebabkan adalah factor teman bermain, keadaan yang mendukung seseorang melakukan penyimpangan perilaku
    3. -bolos sekolah
    -habis pulang tidak langsug pulang, maen dulu
    -Mabok-mabokan

    RENDI

    1. menurut saya peniympangan perlilaku ialah perbuatan seseorang yang tidak biasa dilakukan dan dianggap masyarakat sebagai suatu perbuatan yang menyimpang
    2. -keluarga yang broken home
    -frustasi karena masalah pekerjaan
    -jarang ngaji
    3. pemakaian narkoba, kabur dari rumah.

    WIDODO

    1. menurut saya penyimpangan perilaku perbuatan yang buruk
    2. kurang dekat dengan agama, kurang kasih sayang, bawaan lahir
    3. mabuk-mabukan, judi, pencurian, pencopetan, dsb

    Kesimpulan

    Setelah saya mewawancarai 3 orang saya berkesimpulan bahwa menurut mereka bertiga penyimpangan perilaku adalah perilaku seseorang yang negative atau cenderung criminal. Yang menjadi factor penyebab ialah ; keluarga, ekonomi, lingkungan, orang di sekitar ( teman bermain dan pergaulan).
    Menurut pemahaman saya penyimpangan perilaku bukanlah yang cenderung dengan kriminalitas atau negative. Tetapi penyimpangan perilaku ialah ketidaksiapan seseorang dalam menghadapi masalah, factor yang menjadi penyebab ialah kecemasan, khawatir, takut, tertekan dan stess atau frustasi. Contoh ; orang stress melakukan tindakan tidak wajar, karena misalnya dia miskin mendadak.
    Solusinya ialah melakukan konsultasi masalah kepada orang yang lebih mengerti seperti psikolog, psikiater, untuk mencari solusi pemecahan masalah tersebut .

    Taufan Saputra

    4715072225

  42. bayu primantoro berkata:

    Hasil penelitian tentang “Motivasi Pemuda-pemuda untuk ikut dalam Communits Sepeda Motor di Cibubur”.

    Nama-nama yang di teliti tentang motivasi mereka untuk mengikuti communitas sepeda motor:
    Nama: Wisnu
    Umur: 23
    Pekerjaan: Mahasiswa

    Nama: Gatot
    Umur: 24
    Pekerjaan: Karyawan swasta

    Pertanyaan yang diajukan:

    1. Kenapa anda ingin ikut dalam communitas sepeda motor?
    2. Apa usaha anda untuk masuk kedalamnya?
    3. Setelah anda masuk, apa yang anda lakukan?

    Jawaban:

    Wisnu

    1. Saya ikut dalam communitas ini, karena saya ingin ada kegiatan yang bermanfaat dalam keseharian saya.
    2. Usaha yang saya lakukan adalah, saya bermain dengan teman-teman saya yang lebih dahulu masuk kealam communitas tersebut, dan saya bertanya-tanya tentang communitas tersebut.
    3. Yang saya lakukan adalah melakukan pembicaraan terhadap anggota-angota communitas tersebut agar mendapat teman baru.

    Gatot

    1. Saya ingin masuk kedalam communitas motor tersebut, karena saya ingin mencari popularitas dan kebanggaan dalam communitas motor.
    2. Usaha yang saya lakukan adalah, saya mencari dimana keberadaan communitas motor tersebut, dan apa saja syarat-syarat untuk ikut dalam communitas tersebut.
    3. Saya akan serius dalam communitas tersebut dengan mengadakan kegiatan-kegiatan social yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

    Kesimpulan

    Selain jawaban tersebut yang mereka katakan adalah mereka ingin lebih tahu tentang dunia permotoran. Adapun factor lain adalah karena ajakan teman, atau bahkan kepemilikan sepeda motor dari masing-masing individu. Jadi dapat disimpulkan, bahwa ternyata mereka ikut dalam communitas sepeda motor, karena keinginan mereka untuk mencari banyak teman, mencari popularitas semata terhadap communitas motor yang lain.
    Adapun motivasi lain yang merupakan factor penyebabnya adalah, karena mereka melihat teman-teman mereka masuk kedalam communitas tersebut, yang menyulutkan mereka untuk masuk kedalamnya. Ada juga factor lainnya yaitu, karena masing-masing dari mereka memiliki sepeda motor, yang akhirnya mereka berfikir dari pada bermain yang tidak jelas dengan sepeda motornya, maka mereka memutuskan untuk masuk kedalam suatu communitas sepeda motor.

    BAYU PRIMANTORO
    4715072222

  43. Dina Nuritasari berkata:

    Tema : Motivasi.

    Judul: Motivasi Mahasiswa Masuk JIAI.

    Definisi: Motivasi adalah penentu perilaku.

    Metode: kuesioner .

    Sampel: 4 orang koresponden .

    Pertanyaan:
    1. Apa motivasi anda masuk JIAI?
    2. Apa tujuan anda masuk JIAI?
    3. Apakah anda ada kesulitan belajar IAI?
    4. Bagaimana cara anda mengatasi mata kuliah yang menurut
    anda sulit?
    5. Apa harapan anda ke depan setelah masuk JIAI?

    Jawaban dari pertanyaan diatas:
    1. Jawaban dari pertanyaaan yang pertama, para koresponden memiliki jawaban yang berbeda. Ada yang beranggapan bahwa motivasinya adalah dari dukungan orang tua karena orang tuanya ingin anaknya masuk JIAI. Selain itu, ada juga yang beranggapan bahwa motivasinya karena dari dulu dia sudah punya niat untuk masuk JIAI.

    2. Jawaban dari pertanyaan yang kedua, para koresponden memiliki jawaban yang sama. Mereka beranggapan bahwa tujuannya adalah ingin menambah pengetahuan saya dalam soal Agama.

    3. Jawaban dari pertanyaan yang ketiga, para koresponden memiliki jawaban yang sama pula. Mereka menjawab: ada karena yang dulunya di SMA tidak dipelajari, akhirnya disini pelajari.

    4. Jawaban dari pertanyaan yang keempat, para koresponden memiliki jawaban yang sama. Mereka menjawab: dengan mencari bahan materinya di perpustakaan, di internet, kemudian mereka bertanya-tanya kepada kakak kelas yang pintar dalam bidang itu.

    5. Jawaban dari pertanyaan yang kelima, para koresponden memiliki jawaban yang berbeda. Mereka menjawab: ingin menjadi guru Agama, ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa,ingin menyalurkan semua pengetahuannya kepada semua orang. Selain itu juga ada yang beranggapan bahwa ingin melanjutkannya ke Universitas di Kairo <Mesir..

    Kesimpulan: Saya dapat menarik suatu kesimpulan bahwa kebanyakan Mahasiswa Reg 2007 masuk JIAI atas dorongan dari orang tuanya karena mereka ingin membahagiakan kedua orang tuanya dan orang tuanya ingin mereka menjadi anak-anak yang berguna bagi nusa dan bangsa. Setelah mereka masuk JIAI, kebanyakan dari mereka ingin menyalurkan semua pengetahuannya kepada orang lain.

  44. muzamil berkata:

    Memori adalah kemampuan untuk menyimpan informasi yang di terima melalui semua indranya namun kadangkala ada ingatan kita yang bertahan pendek namun kadang juga ada daya ingat yang begitu lama memori kita terbatas bukan karena kita tidak mampu mengingatnya akan tetapi ada faktor- faktoir tertentu yang sulit untuk mengingat kembali
    Berkut ini ada beberapa pertanyaan tentang ingatan teman-teman bagimana mengingatnya faktor apa saja yang menyebabkan lupa dan lain-lain

    Pertanyaan :
    1) bagaimana cara anda mengingat sesuatui?
    2) Kira2 berapa lama anda mengingat sesuatu?
    3) Faktor apa yang menyebabkan anda lupa ?
    4) Bagaimana cara anda mengingat kenangan yang lalu?
    Jawaban dari saudara udiin
    1) Tergantung kadang –kadang saya ingat sesuatu yang di sadari maupun yang tak di sadari terkadang saya mau ingat sama yang mau saya ingat kadang kadang lupa trus malah saya ingat ama yang lain yang tak begitu penting contoh nya : saya mau mngingatkan diri saya tantang tugas tapi ketika di rumah yang saya lupa malah ingat yang lain terkadang saya ingat ketika ada yang mengingatkan gituh deh
    2) Tergantung juga kira-kira kalo saya ingat biasanya kalo yang mau saya mau lupakan malah keingat melulu dan sebaliknya dan juga kadang- kadang kalo
    3) Faktor yang menyebabkan saya lupa banyak infomasi yang masuk kepada saya tapi kalo dingetin saya bisa mengingat kembali tapi gak semuanya
    4) Caranya dengan cara mngingat kembali ters ada faktor yang menyebabakan saya ingat kembali misalnya pada waktu itu altis dini pake baju biru lalu saya ingat kembali kenangan altis
    Jawaban saudari ika :
    1) Cara saya mengingat sesuatu tidak mengingat tapi memang memori tertanam kuat kadang saya mengulang- ulang kembali bisa juga membayangkan
    2) Tegantung berapa lama kejadian itu kalau baru saya akan ingat jelas tapi kalo uda lama masih samar-samar
    3) Pengalaman yang begitu panjang.bisa juga faktor kebutuhan apabila mengingat sesuatu yang penting maka ingatan yang lama kadang terlupakan
    4) Membayangkan kembali kejadian sebelumnya dengan cara mengingat kejadian yang saya anggap menarik dann lucu
    Jawaban saudara yusuf:
    1) Saya mengingat sesuatu dengan cara mengulang kembali. Dan kadang saya mengingat sesuatu dengan cara menyurapakan yang persis seperti apa yang saya lihat sehari- hari contohnya ketika saya mau mengigatkan tugas yang saya ingat spian karna dia sering nulis
    2) Ingatan saya tergantung sih kalo ada yang mengulangi saya ingat terus tapi kalau tidak ada yang mengulangi kadang gak lama lupanya.
    3) Faktor keseharian lama gak di omongin
    4) Dengan cara mengaitkan kejadian yang telah lalu dengan sekarang misalnya kalo kita ingat taman yang saya ingat saya selalu ngerokok bareng di taman ini.

    Nama: muzamil
    no 4715056899

  45. Choerunnisa berkata:

    Tema: Intelegensi
    Judul: Intelegensi dalam perkembangan manusia
    Sampel: 5 orang responden

    Pertanyaan:
    1. Faktor2 apa saja yang mempengaruhi intelegensi?
    2. Sejauh mana fungsinya bagi kehidupan seseorang?
    3. Apakah intelegensi bersifat bakat alami atau buatan lingkungan?
    4. Apa definisinya menurut bahasa sendiri?
    5. Hal2 apa yang harus diperhatikan bagi pendidik untuk mengembangkan intelegensi anak didik?

    Jawaban dari pertanyaan diatas;
    1. Rata-rata menjawab factor lingkungan atau didikan orang tua, bakat atau gen yang dibawa orang tua.
    2. Perannya adalah dengan intelegensi yang tinggi orang mampu mengembangkan diri, keluarga, masyarakat, dengan bidang keilmuannya yang bersifat terkini
    3.Bersifat alami dan bentukan
    4.Kecerdasan
    5.Memberikan umpan balik ke siswa, mengikuti sertakan siswa dalam seminar keilmuan atau praktek ilmu tersebut

    Kesimpulannya adalah Intelegensi sangat berperan dalam membentuk perkembangan diri.Dan intelegensi bersifat alami.

  46. no reg:4715072209

    Hasil Penelitian Psikologi tentang pengekangan orang tua terhadap anaknya

    dalam penelitian ini saya mewawancarai 5 beberapa orang mahasiswa dari berbagai universitas, yaitu:

    1. nama : Wahyu Ilaham
    umur : 18 tahun
    mahasiswa di: universitas YAI
    Jurusan : design grafis

    2. nama : Sri Rahayu
    umur : 18 tahun
    mahasiswa di: Universitas Jakarta
    Jurusan : hukum

    3. nama : Rosa
    umur : 18 tahun
    mahasiswa di: Universitas Jaya Baya
    Jurusan : akutansi

    4. nama : Sari
    umur : 18 tahun
    mahasiswa di: Universitas Gunadarma
    Jurusan : akutansi

    5. nama : Sayang Agnietia
    umur : 18 tahun
    mahasiswa di: Universitas Negri Jakarta
    Jurusan : sosiologi

    pertanyaan

    1. apa pendapat anda tentang pengekangan yang dilakukan oleh orang terhadap anaknya?

    2. apa saja yang seringkali di kekang oleh orang tua?

    3. apa dampak positif dan negativ dari pengekangan orang tua terhadap anaknya?

    4. apa yang menyebabkan orang tua mengekang anaknya?

    5. sebagai seorang anak, apa yang anda lakukan untuk menyikapi masalah pengekangan yang dilakukan oleh orang tua?

    Kesimpulan dari semua jawaban mereka adalah:

    1. pengekangan orangtua terhadap anaknya adalah hal yang wajar,

    2. biasanya yang di kekang orang tua adalah pergaulan,percintaan dan waktu(disiplin)

    3. dampak positifnya adalah:
    anak menjadi nurut kepada orangtua, dan lebih berhati-hati dalam memilih pergaulan.
    dampak Negatifnya adalah:
    anak si anak menjadi kurang pergaulan

    4. karna orang tua mengkhawatirkan anak-anaknya dan agar anak-anaknya menjadi orang yang sukses

    5. berfikir positif dan menjalaninya dengan senang hati.

    kesimpulan yang dapat saya ambil adalah:

    para orang tua malakukan pengekangan terhadap putra-putrinya adalah dikarenakan mereka khawatir jika pura-putri mereka dibiarkan menjalni kehidupanya dengan sangat bebas tanpa adanya pembatasan yang dilakukan oleh orangtua maka tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, sehingga mereka akan terjerumus kedalam pergaulan yang tidak baik.

    namun kebanyakan orangtua super protektif yang menyebabkan si anak merasa dikekang.

  47. syarif berkata:

    Nama : Syarif Hidayatullah
    No Reg : 4715056902

    Jika kita membicarakan tentang memori hampir semua memiliki pendapat dan persepsi yang sama yaitu INGATAN.Akan tetapi tiap individu memiliki ingatan yang berbeda-beda dari hasil penelitian saya dari beberapa responden,adapun pertanyaan yang saya ajukan sbb :

    1. Apa yang anda ketahui tentang memori?
    2. Bagaimana cara anda memperkuat ingatan atau memori anda?
    3. Hal apa sajakah yang membuat anda mudah menyimpan sesuatu dalam memori anda?
    4. Bagaimanakah cara anda untuk menghilangkan memori yang kurang anda sukai?
    5. Menurut anda apakah memori seseorang itu ada batasannya?

    Hasil dari responden yang saya peroleh atas pertanyaan ini sbb :

    1. Ninik (2005)

    Jawaban :untuk pertanyaan pertama, ninik menjawab memori ataun ingatan sebagai ingatan. dan cara dia untuk memperkuat memoriya adalah sering-sering menghapal al-qur’an dll.hal yang disimpan dalam memorinya ialah aktivitas dia di salah satu organisasi KSPA. Cara ninik untuk menghilangkan memori yang ia tidak sukai adalah dengan cara refresing atau berlibur, menenangkan pikiran serta ada orang lain yang menghibur dirinya.Dan pendapat ia mengenai seberapa besar kapasiatas memori seseorang adalah setiap orang memiliki batasan memori atau ingatan tersendiri, contohnya sulit untuk mengingat hal yang sudah lama sekali berlalu.

    2. Alvira (2005)

    Jawaban : untuk jawaban pertama vira menjawab pada hakikatnya memori itu ialah kemampuan seseorang untuk menampung informasi-informasi atau fenomema-fenomema yang dia alami, dan memangil kembali informasi dan fenomena yang terlah berlalu.dan cara ia memperkuat ingatan dan memorinya yaitu pembiasaan serta pengulangan baru bisa memmperkuat ingatan atau memori kita. Sedangkan untuk meminum vitamin yang memperkuat ingatan kurang memberi manfaat yang baik jika tidak dibantu dengan pembiasaan mengulang ingtan. Hal yang mempermudah ia mengingat sesuatu ialah dengan kondisi psikologi yang memungkinkan untuk mengingat hal itu. cara ia menghilangkan memori yang tak disukai. menurut dia ada dua tipe orang dalam hal menghilangkan memori buruk yaitu yang tertutup dan terbuka. orang yang tertutup sulit menghilangkan kenangan memori yang kurang enak,karena ia sulit bergaul dan mencurahkan isi hatinya. dan yang kedua orang yang terbuka, ia akan mudah menyelesaikan problemnya serta menghilangkan memori yang kurang berkenan di hatinya. Dan pendapat ia mengenai batasan memori seseorang tidak ada batasannya, kecuali jika ia memiliki daya ingat kuat serta didukung oleh psikologi yang stabil.

    3. Udin

    Jawaban : Jawaba udin untuk pertanyaan pertama, memori adalah kecepatan seseorang untuk mengingat sesuatu dengan cara menyambungkan pesan yang bisa dihubungkan. Dan cara udin untuk memperkuat ingatannya dengan menyegarkan ingatan seperti jalan-jalan, bersenang-senang dan refresing ketempat-tempat menarik serta minum vitamin suplemen otak. Menurut dia. dengan meminum vitamin suplemen otak tersebut ingatan jadi mudah kembali mucul. Hal yang membuat ia mudah mengingat sesuatu adalah kata-kata yang memberikan makna, tempat yang indah, kejadian yang menyenangkan atau tidak menyenangkan, serta kesan-kesan yang baik dan indah. untuk menghilangkan memori yang ia tidak sukai ialah tidak mengingat kembali kejadian itu dengan cara menyibukkan diri. dan kapasitas memori seseorang menurut dia, ada batasannya dan biasanya seseorang itu tidak akan mampu mengingat hal-hal yang sudah sangat lama berlalu.

    4. Ika

    Jawaban : Menurut ika, memori adalah salah satu bagian otak yang memilki fungsi untuk menyimpan informasi dan pesan yang ditankap melalui otak baik yang menyenangka maupun yang tidak menyenangkan. Cara yang saya lakukan untuk memperkuat ingatan saya adalah dengan memperbanyak mengingat sesuatu terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan informasi. Yang membuat saya mudah mengingat adalah dengan memanggil kembali ingatan saya dalam bentuk gamabaran yang jelas dalam pikiran saya yang dalam psikologi disebut recall memori. sebenarnya memori tidak seharusnya dihilangkan, tetapi kita dapat mengkotak-kotakkan dengan rapih ingatan-ingatan dalam otak kita. Kemampuan ingatan dan memori seseorang itu tidak bisa diukur selama keadaan ia masih bisa untuk mengingat hal itu.

    Selesai—Terima kasih. Maaf ya bu saya agak telat. Syarif

  48. AULIA berkata:

    MOTIVASI

    “ Auliyasari Utami “
    _4715077295_
    (IAI Non–Reg ’07)

    Bismillah…

    TEMA
    “ Motivasi Siswa-Siswi SLTP Mengikuti Les Privat”

    DEFINISI
    Seluruh aktivitas mental yang dirasakan atau dialami dan memberikan kondisi sehingga terjadinya perilaku
    Rangsangan atau dorongan yang muncul dari dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan untuk mencapai tujuan atau sesuatu yang diinginkan.

    SAMPEL
    Dalam penelitian ini, saya mencoba mengambil 10 sampel/ responden, dan semuanya adalah siswa/i SLTP yang mengikuti les privat.

    METODE : Kuisioner

    Pertanyaan yang diajukan :
    1. Sudah berapa lama mengikuti les privat?
    2. Apa motivasi mengikuti les privat?
    3. Bagaimana prestasi setelah mengikuti les privat?

    HASIL
    Pertanyaan I :
    30% : sejak tingkat Sekolah Dasar
    40% : setiap menjelang ujian akhir
    20% : sejak awal masuk SLTP
    10% : sejak kelas 3 SLTP

    Pertanyaan II :
    20% : uang saku bertambah
    50% : merasa lebih pintar dari teman-teman yang lain (nilai bagus)
    20% : tuntutan orang tua
    10% : cari pengalaman tambah teman

    Pertanyaan III :
    70% : prestasi semakin meningkat
    30% : standar (tetap)

    Kesimpulan :
    Dari data yang telah didapatkan dari 10 responden dapat diambil kesimpulan, bahwa motivasi masing-masing siswa/i berbeda-beda, secara tidak langsung mereka mengemukakan motivasi mereka berdasarkan pengelompokkan motivasi oleh W.I Thomas (1923), yakni motivasi rasa aman, motivasi mencari pengalaman baru, motivasi pencapaian (achievement) dan motivasi aktualisasi diri (Self- Actualization).
    Selain itu, kita juga dapat melihat bahwa motivasi yang begitu kuat dalam mencapai suatu tujuan akan membawa dampak yang bagus pula terhadap apa yang kita dapatkan (prestasi).

    Alhamdulillah…

  49. DENIS berkata:

    KEPRIBADIAN
    NAMA : LAIL DENIS HIDAYAT
    NO-REG : 4715077325

    TEMA
    “ PERBEDAAN KEPRIBADIAN ANTAR ANAK YANG KEMBAR”

    DEFINISI
    Kumpulan pembawaan biologis, berupa dorongan, kecenderungan, selera, insting yang dipadukan dengan sifat dan kecenderungan yang didapat melalui pengalaman.

    SAMPEL : 2 Anak Kembar

    METODE : Observasi

    HASIL PENELITIAN
    Menurut Faktor Pembentuk Kepribadian, yaitu keturunan, lingkungan dan nutrisi. Hendaknya sangat memiliki pengaruh yang besar antara keduanya. Kedua anak kembar tersebut, Farid dan Farida walaupun mereka kembar mereka memiliki sifat atau kepribadian yang berbeda.

    Farid :
    Farid cenderung memiliki kepribadian yang sama mengikuti ibunya sabar dan pendiam. Karena pendiam dan pemalu, akhirnya Farid tidak pernah ke luar rumah untuk bermain bersama lingkungan sekitarnya. Dia juga merupakan anak yang rajin dan selalu mandapat juara di kelasnya. Hal itu orang tuanya mengakui bahwa Farid terbiasa minum susu dan vitamin setiap harinya.

    Farida :
    Berbeda dengan Farid, anak perempuan ini sangat terpengaruh oleh gen ayahnya yang terkesan cuek, tegas namun perhatian. Dalam kesehariannya dia termasuk anak tomboy yang gemar bermain dan kadang sedikit nakal karena pengaruh lingkungan. Dia juga tidak suka minum susu, meskipun dia juga mengkonsumsi vitamin. Hal itu berpengaruh pada prestasi yang diraihnya. Menurut gurunya, Farida sedikit tertinggal jika dibanding dengan Farid saudara kembarnya.

  50. renny safitry berkata:

    Nama : Renny Safitri
    No reg :4715077281
    Non reg 2007

    PROSES BELAJAR
    Defenisi:

    Proses beljar adalah suatu cara dimana kita bisa mengetahui segala sesuatu yang belum kita ketahui dan dengan proses belajar juga biasa menemukan ide-ide yang dapat menimbulkan suatu karya yang bermanfaat.

    Metode yang di gunakan:
    Wawancara,dengan 5 orang anak SMP119 jakarta
    1. Apakah anda suka belajar dengan menggunakan musik?
    a) Ya
    b) Tidak
    2. Jika “YA” jenis musik seperti apa yang biasa anda sukai ketika anda belajar?
    a) Slow
    b) Rock
    c) Pop
    d) Religi
    3. Di mana tempat biasa anda merasa nyaman belajar?
    a) Perpustakan
    b) Laboratuium
    c) Taman
    d) di ruangan pribadi
    4. Kapan waktu yang nyaman buawat anda untuk belajar?
    a) Pagi
    b) Siang
    c) Sore
    d) Malam
    5. Apakah anda suka dengan belajar dengan menggunakan metode serti,mendengarkan tanpa memperaktekannya?
    a) Ya
    b) Tidak

    1. 4 anak menjawab “YA” dan 1 anak menjawab “TDK”
    2. 3 anak menjawab “pop”,1 anak menjawab “rock”,1 anak menjawab “slow”
    3. 4 anak menjawab “taman” dan 1 anak menjawab “perpustakaan”
    4. 3 anak menjawab “pagi” dan 2 anak menjawab “malam”
    5. 1 anak menjawab ”YA” dan 4 anak menjawab “TDK”

    Kesimpulan setiap anak memiliki cara belajar masing masing dengan hobby yang mereka sukai yang tersebut di atas.

  51. Izhar Malik berkata:

    Nama : Izhar Malik
    No reg : 4715077268

    Tema : Berkurangnya Kecerdasan Anak Akibat TIdak Adanya Stimulan/Stimulasi

    Definisi : Intelegensi adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental, bertindak secara terarah, berfikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif.

    Sampel : Anak-anak SD (Usia 8-10 tahun sebanyak 10 orang)

    Metode : Wawancara

    Hasil :
    Hasil dari penelitian yang saya dapati, bahwa Intelegensi/kecerdasan anak dipengaruhi oleh rangsangan, rangsangan dalam kehidupan, anak yang cenderung dididik dalam lingkungan yang kaku, kurang diperhatikan, dan kurang dorongan. Memiliki Intelegensi yang tidak baik, bahkan apabila tadinya Ia diperhatikan oleh keluarganya dan selalu diberikan motivasi tetapi pada suatu saat tidak diberikan perhatian, dorongan ataupun yang lain, Intelegensi anak akan berkurang dari 10 orang yang saya teliti ada 8 orang yang memang seperti itu.

  52. Reza Riskianda berkata:

    Nama : Reza Riskianda
    No reg : Reguler

    Tema : Mata Pelajaran Bisa Mempengaruhi Proses Belajar Seseorang

    Definisi : Proses belajar adalah proses perubahan dari belum mampu menjadi mampu yang terjadi dalam jangka waktu tertentu yang terjadi secara relatife, bukan hanya pada waktu sekarang tetapi mungkin saja terjadi dimasa yang akan datang.

    Sampel : Pelajar SMU KELAS X-XII (20 Orang)

    Metode : Wawancara

    Hasil :
    Hasil dari penelitian yang saya peroleh, menunjukkan bahwa proses belajar seseorang tidak hanya ditenyukan oleh IQ seseorang saja, tetapi proses belajar juga dipengaruhi oleh suka atau tidaknya seseorang terhadap salah satu mata pelajaran tertentu dan mempunyai harapan yang cukup tinggi terhadap mata pelajaran tersebut. Dan cenderung berusaha maksimal dan penuh semangat mempelajari mata pelajaran yang disukai. 20 orang pelajar telah saya wawancarai dan saya teliti, rata-rata dari mereka memang merasakan hal seperti itu.

  53. Siti Nurjannah berkata:

    Nama : Siti Nurjannah
    No reg : 4715077280

    Tema : Akibat patah hati.

    Definisi :
    Penyimpangan Prilaku adalah suatu tindakan yang dilakukan seseorang yang keluar dari norma-norma dan didorong oleh faktor tertentu, biasanya faktor tersebut diakibatkan karena adanya ketidaksiapan seseorang dalam menghadapi sesuatu yang akan dihadapi

    Sampel : Seorang Pelajar SMU KELAS XII dan Seorang Mahasiswa Semester 2

    Metode : Wawancara sekaligus pengalaman Pribadi

    Hasil :
    Hasil dari wawancara dengan seorang pelajar bahwa Ia mengatakan Putus cinta sudah biasa karena di beranggapan cinta itu hanya permainan jadi setelah ia merasakan putus cinta maka ia bersikap biasa saja tidak ada rasa kehilangan karena pada awalnya dia sudah merasa siap kalau terjadi sesuatu dengan masalah percintaannya.
    Hasil yang saya rasakan saya mempunyai seorang “pacar” istilah trend masa kini, pada awalnya saya merasa senag berhubungan dengan di tetapi lama kelamaan saya mersa bosan dengan semua tingkah laku yang dia perbuat, sikapnya yang terlalu posesif dan memaksakan kehendak membuat saya tidak nyaman menjalani hubungan tersebut sehingga saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini dan saya bicarakan baik-baik kepada Dia tapi apa yang saya dapatkan saya kaget karena dia melakukan suatu tindakan yang menurut saya sangat menyimpang dia menyakiti dirinya dengan mengores-goreskan tangannya dengan benda tanjam.
    Maka dari itu saya mengambil sample tersebut karena pada awalnya dia tidak ada kesiapan untuk saya tinggalkan maka dari itu ia melakukan tindakan prilaku menyimpang.

  54. Siti Zulfah berkata:

    Nama : Siti Zulfah
    No Reg : 4715077282

    Tema : Interaksi social penderita cacat tubuh maupun panca indera

    Definisi :
    Interaksi social adalah hubungan-hubungan dinamis yang menyangkut hubungan antara individu-individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok dengan bentuk kerjasama serta persaingan atau pertikaian yang dapat mempengaruhi individu maupun kelompok, bahkan dapat memperbaiki satu sama lain.

    Sampel :
    6 Orang yang menderita cacat tubuh dan panca indera (10 sampai 15 tahun)

    Metode : Wawancara

    Responden :
    1. Rega (anak usia 10 tahun)
    Ia mengalami cacat tubuh, tangan kanannya terputus saat kecelakaan. Dalam kehidupan sehari-harinya ia senag bermain denga teman-temannya walaupun ia cacat tapi ia selalu merasa percaya diri dan penuh semangat dalam menjalani hari-harinya. Ia berpendapat bahwa “selam ia tidak berbuat jahat kepada teman-temannya, ia pasti mempunyai banyak teman”.
    2. Amanda (anak usia 15 tahun)
    Ia mengalami lumpuh sejak lahir. Dalam kehidupan sehari-harinya ia termasuk anak yang kurang percaya diri karena setiap hari ia harus menggunakan kursi roda. Ia sering menyendiri dikamar bahkan apabila ada seorang melihatnya dari luar rumah, ia merasa bahwa sedang menghinannya. Ia selalu putus asa karena selalu tergantung kepada orangtua dan kursi rodanya.
    3. Ranti (anak usia 15 tahunjh)
    Sejak kecil ia buta tetapi ia tetap percay diri manjalani hari-harinya, interaksi dengan masyarakat sekitarnya pun sangt baik, Ia tidak memperdulikan dirinya sebagai tuna netra bahkan dalam kehidupan sehari-harinya ia sangat mementingkan penampilan, dari cara berpakaian, gaya rambut, gaya berbicara, seakan-akan ia bukan seperti tuna netra. Pendapatnya walaupun ia tidak bisa melihat tetapi ia mau orang disekitarnya melihat ia tidak dengan sebelah mata.

    4. Raya (anak usia 12 tahun)
    Ia mengalamu cacat tubuh salah satu kakinya diamputasi akibat kecelakaan yang dialaminya pada waktu ia berusia 8 tahun. Ia sangat trauma dengan kejadian yang menimpannya 4 tahun silam, hidupnya penuh dengan rasa takut, tidak percaya diri, bahkan sering kali ingin bunuh diri ia sangat trauma dengan mobil karena kecelakaan mobillah yang membuatnya harus seperti itu. Ia tidak mau berinteraksi pada orang lain, Interaksi dengan keluargannya pun kurang baik, ia cenderung menyendiri didalam kamar.
    5. Tika (anak usia 13 tahun)
    Ia mengalami bisu sejak kecil. Dalam kehidupan sehari interaksinya dengan orang sekitar tidak baik, ia cenderung rendah diri (minder), tidak mau bergaul dengan teman sebayannya. Bahkan ia pun menolak orangtuannya yang ingin menyekolahkan disekolah luar biasa, hari-harinya diisi dengan menyendiri dan sering melamun.
    6. Laras (anak usia 10 tahun)
    Ia penderita buta. Ia merupakan kebalikan dari Ranti tunanetra berusia 15 tahun kehidupan sehari-harinya sangat tidak percaya diri ia cenderung suka berburuksangka pada orang, tidak mau bergaul dengan orang sekitar, karena ia merasa terasingi.

    Hasil :

    Baik buruknya interaksi social dapat disebabkan oleh cacat tubuh maupun pada salah satu panca indera. Hasil penelitian yang saya lakukan ternyata kepribadian orang-orang demikian, mengalami banyak penderitaan sebagai akibat dari cacat yang mereka alami. Panderita cacat cenderung mengalami perasaan rendah diri, mudah putus asa, oleh karena kemungkinan-kemungkinan untuk mengembangkan kepribadiannya seolah-olah terhalang dan bahkan seringkali, tertutup sama sekali. Hanya dua dari enam orang yang memiliki percaya diri dan tetap semangat menjalani hari-harinya.

  55. Faizurrohmat berkata:

    NO.REG:4715072253
    Hasil penelitian Psikologi tentang Interaksi Sosial.

    Di sini saya mengambil judul tentang “Peranan Anak Kos Terhadap Masyarakat Sekitarnya”

    Sebelum itu saya akan menjelaskan tentang definisi Interaksi Sosial yaitu: “Hubungan timbal balik antara Individu dengan Individu, Individu dengan Kelompok, Kelompok dengan Kelompok”.

    Dalam penelitian ini saya menggunakan metode Wawancara.
    Dari beberapa koresponden saya mengajukan pertanyaan:
    1.Bagaimana hubungan atau Interaksi yang terjadi antara keduanya?
    2.Apakah ketika ada kegiatan anak-anak turut ikut andil?
    3.Sejauh manakah perdulinya anak kos ketika ada masyarakat yang terkena musibah?

    Jawaban yang pertama:Dari pihak masyarakat mengatakan bahwa Interaksi yang terjadi sejauh ini baik-baik saja, tapi dibandingkan dengan dulu ketika UNJ masih IKIP jauh berbeda, rata-rata anak kos adalah Mahasiswa IKIP, kalau masalah ikut andil pada waktu itu banyak anak kos yang ikut mensukseskan acara kita,yang jelas ketika ada acara pasti mereka ikut. Dibandingkan dengan sekarang jarang ada yang ikut lagi.kalau untuk yang terkena musibah yah ada yang perduli dan ada juga yang biasa-biasa saja menanggapinya.

    Jawaban yang kedua:Dari pihak anak kos mereka mengatakan kalau masalah Interaksi dengan masyarakat pasti ada tapi biasa-biasa saja yang penting tidak mengganggu kenyamanan masyarakat di sini. Untuk ikut kegiatan-kegiatan di sini kami belum pernah ikut, karena ketika kegiatan itu diadakan biasanya selalu mengambil hari libur,otomatis kita tidak lagi di sini karena sedang mudik. Untuk masalah yang terkena musibah kalau masyarakat memang perlu bantuan kita ya kita bantu kalau memang musibahnya besar, kalau masih bisa di atasi sendiri ya kita tidak perlu membantunya.

    Jawaban yang ketiga:jawabannya sama seperti orang yang saya tanyai sebelumnya,baik-baik saja hubungan kita selama tidak mengganggu kenyamanan masyarakat di sini.

    Kesimpulan yang bisa saya ambil yaitu Interaksi Sosial yang terjadi antara anak kos dengan Masyarakatnya cukup baik, apalagi ketika dahulu sangat baik sekali.

    Maaf bu telat.

  56. ROFII'ATUL FITHRIYYAH berkata:

    ROFII’ATUL .F.
    No.Reg 4715072211

    Tema : Intelegensia.

    Definisi: Intelegensia adalah kemampuan yang dibawa sejak lahir, yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara terentu.

    Metode: Kuesioner .

    Sampel: 5 orang mahasiswa

    Pertanyaan:
    1. Menurut anada, apakah anda termasuk oarang yang pandai atau biasa?
    2. Apakah anda mengalami kesulitan dalam mengikuti perkuliahan?
    3. Bagaimana cara anda meningkatkan kualitas belajar?
    4. Kapan waktu belajar yang tepat menurut anda ?
    5. Mata kuliah apa yang anda sukai ?
    jelaskan alasannya ?

    Jawaban dari pertanyaan diatas:
    1. Jawaban dari pertanyaaan yang pertama, para 6 mahasisiwa memiliki jawaban yang berbeda. Ada beberapa mahasiswa yang pandai dan ada juga mahasiswa yang biasa dimana faktor yang mempengaruhinya yaitu adanya faktor lingkungan yang dapat membawa mereka pada kerajinan atau kemalasan, faktor bawaan dari keluarga, faktor bawaan atau keturunan, faktor keberuntungan

    2. Jawaban dari pertanyaan yang kedua, dari 6 mahasiswa tersebut bahwa memiliki tingkatan kesulitan dan ada yang tidak

    3. Jawaban dari pertanyaan yang ketiga, para mahasiswa memiliki jawaban yang berbeda. Mereka menjawab: ada yang belajar dengan tekun dan rajin, ada juga yang belajar dengan biasa-biasa saja.

    4. Jawaban dari pertanyaan yang keempat, para mahasiswa memiliki jawaban yang sama. Mereka menjawab: bahwa belajar dimalam hari dan subuh merupakan waktu yang tepat dan mudah berkonsentrasi dalam hal belajar

    5. Jawaban dari pertanyaan yang kelima, para mahasiswa memiliki jawaban yang berbeda. Mereka menjawab: ada yang suka politik, ekonomi, akuntansi, b.inggris, dan b.arab dan dengan alasan yang berbeda pula ada yang karena ruang lingkup dari pelajaran itu sendiri dan ada yang karena faktor dosen yang menarik hati

    Kesimpulan: Saya dapat menarik suatu kesimpulan bahwa semua Mahasiswa itu memiliki tingkat intelegensia atau kecerdasan yang berbeda dengan pembawaan faktor yang berbeda pula,dan ada yang dapat menerima pelajaran dengan cepat karena memiliki pemahamam yang cepat dan ada yang menangkap pelajaran dengan lambat karena faktor IQ nya rendah ataupun bisa jadi karena pemalas. dan ada yang mengatakan faktor keberuntungan.Kesimpulan positif yang didapat adalah apabila kamu mempunyai tingkat intelegensia yang tidak memadai menurut Indeks Prestasi kamu, janganlah bersedih apalagi putus asa. Karena mungkin saja faktor luck kamu sangat besar.

  57. Nur Mutmainnah berkata:

    Nama : Nur Mutmainnah
    No. Reg. : 4715070215

    Tema Penelitian : Motivasi
    Sub Tema : Motivasi Dalam Memilih Jurusan Kuliah

    Definisi :
    Motivasi adalah bermaksud sebab, tujuan atau pendorong, maka tujuan seseorang itulah sebenarnya yang menjadi penggerak utama baginya berusaha keras mencapai atau mendapat apa juga yang diinginkannya sama ada secara negatif atau positif.

    Model Penelitian :
    Model penelitian psikologi ini dengan cara membagikan quisioner (membuat beberapa pertanyaan), kemudian dibagikan kepada beberapa orang mahasiswa/i secara random (acak). Secara acak mulai dari tingkat usia, gender, dan jurusan, walaupun masih dalam fakultas yang sama, yaitu Fakultas Ilmu Sosial UNJ.

    Sampel :
    2 orang mahasiswa dan 4 orang mahasiswi FIS UNJ dari jurusan Sosiologi dan Ilmu Agama Islam.

    Pertanyaan Quisioner:
    1. Apa tujuan Anda masuk jurusan yang Anda pilih?
    2. Apa yang Anda lakukan untuk mencapau tujuan tersebut?
    3. Siapa yang memotivasi Anda untuk masuk jurusan yang Anda pilih?
    4. Sejak kapan Anda termotivasi untuk masuk ke dalam jurusan yang Anda pilih?
    5. Bagaimana cara memotivasi diri Anda untuk tetap focus/ istiqomah dalam jurusan tersebut?
    6. Menurut Anda, sudah tepatkah Anda masuk universitas ini pada jurusan yang Anda pilih?

    Hasil/ Kesimpulan:
    Dari penelitian yang saya lakukan, bahwa setiap orang memiliki cita-cita, tujuan, dan keinginan yang hendak diwujudkan. Dengan hal tersebut maka lahirlah dorongan-dorongan yang sifatnya menuju/ memicu/ mengarah pada tujuan atau keinginan itu, dan inilah yang disebut motivasi.
    Setiap orang pastinya mempunyai tujuan yang berbeda, motivasinya pun berbeda satu sama lain, dan caranya pun berbeda pula. Dan motivasi berasal dari intern; diri pribadi, dan ekstern; keluarga, lingkungan (teman dekat, guru) dan tokoh idola.
    Sebagian besar koresponden menjawab bahwa mereka termotivasi oleh faktor ekstern, walaupun mereka tetap memotivasi diri sendiri, dan sebagian kecil koresponden menjawab ada yang murni karena faktor intern dirinya sendiri.
    Hal ini disebabkan karena manusia itu makhluk social yang selalu bias terpenganruh atau mempengaruhi orang lain.
    Motivasi dalam diri seseorang sangatlah penting, yaitu untuk meningkatkan kualitas diri.

  58. Istiqlal Hardika Pridityo berkata:

    Perkembangan anak terhadap faktor
    perekonomian Keluarga

    perkembangan bukan merupakan suatu proses yang terputus-putus dan terpisah-pisah, melainkan satu proses dinamik yang berlansung secara terus-menerus. Proses perkembangan anak memiliki beberapa fase yang mana tiap-tiap fase memiliki perkembangannya masing-masing, fase tersebut antara lain:
    1. Balita
    2. Kanak-kanak
    3. Remaja
    4. Dewasa dini, dan
    5. Dewasa
    Namun demikian perkembangan anak adalah tugas orang tua selaku pengajar yang utama, masalah ekonomi dan komunikasi sering menjadi penyebab anak melakukan hal-hal yang kurang pantas dilakukan pada waktu seusianya, saya beri contoh anak yang merokok padahal mereka baru berumur belasan tahun, hal semacan itu sering diakibatkan kurangnya komunikasi dangan orang tua mereka.
    Namun kali ini saya tidak akan membahas hal tersebut, kali ini saya akan membahas perkembangan anak remaja terhadap faktor ekonomi keluarga.
    Pada kesempatan kali ini saya telah mewawancarai 3 orang dengan 2 pertanyaan, mereka adalah:
    1. Nama : Hasyim Azhari
    Umur : 21 tahun
    Pekerjaan : Pegawai

    2. Nama : Anna Susiana
    Umur : 19 tahun
    Pekerjaan : -

    3. Nama : Sulaiman
    Umur : 20 tahun
    Pekerjaan : Pegawai

    Kepada mereka saya mengajukan 2 pertanyaan, antara lain:
    1. Keluarga anda termasuk ekonomi apa?
    2. Apa cita-cita anda jika telah dewasa?

    Pertanyaan tersebut saya ajukan kepada ketiganya mereka masing-masing menjawab:
    1. Orang pertama:
     Dia termasuk keluarga ekonomi rendah.
     Dia bercita-cita untuk segera bekerja supaya dapat membantu perekonomian keluarga.

    2. Orang kedua:
     Dia termasuk keluarga ekonomi menengah keatas.
     Dia bercita-cita untuk bekerja di perusahaan.

    3. Orang ketiga:
     Dia termasuk keluarga ekonomi rendah.
     Dia bercita-cita untuk menjadi orang sukses.

    Dari tiga koresponden tadi saya mengambil kesimpulan bahwa psikologis anak berkembang berdasarkan tingkat perekonomian keluarganya, yang saya maksud bahwa perkembangan anak cenderung mengikuti pola ekonomi sehingga cita-cita meraka terpengaruh terhadap ekonomi keluarga.
    Jadi faktor perekonomian keluarga sangatlah mempengaruhi perkembangan psikologi anak sehingga anak tersebut membuat cita-cita yang cocok dengan mereka, meskipun tidak semua anak demikian karena faktor psikologis seseorang berbeda-beda tetapi sebagian besar mereka berpatokan kepada perekonomian keluarga.
    4715072245

  59. Dahlawi Muslim 7415072227 berkata:

    TUGAS PENELITIAN INTERAKSI SOSIAL
    Permasalahan : penyebab keluarnya marbot dari kepengurusan mesjid
    di mesjid kampung saya ” berlan ” ada seorang marbot, namanya Sulaiman.
    dan yang saya teliti adalah penyebab keluarnya marbot. Langkah pertama dalam penelitian saya adalah, saya bertanya kepada orang yang sangat akrab sama marbot namanya Fitroh. Isi pertanyaan saya ” kenapa si marbot keluar dari kepengurusan mesjid?……” Jawab Fitroh ” ceritanya panjang sekali, di berlan ituh banyak masyarakat yang tidak suka sama marbot, dengan alasan si marbot itu sangat malas, oarangnya egois. Sehingga muncullah orang yang berani menulis di pintu kamar marbot dengan isi tilisan “MARBOT MAKAN GAJI BUTA”. Disitulah penyebab marbot keluar dari kepengurusan mesjid “.
    KESIMPULAN
    Jadi hubungan interaksi sosial antara masyarakat dan marbot itu melalui tulisan di pintu kamar marbot, yang akhirnya si marbot keluar dari kepengurusan mesjid gara-gara tulisan di pintunya.

  60. NADIAH berkata:

    NAMA : NADIAH
    NO REG : 4715077288

    INTELIGENSI
    A. PENGERTIAN INTELIGENSI
    Inteligensi adalah kecerdasan pikiran, dengan inteligensi fungsi pikir dapat digunakan dengan cepat. untuk mengatasi situasi, memecahkan suatu masalah. dengan kata lain inteligensi adalah kecerdasan berpikir. bagi suatu perbuatan inteligensi bukah hanya kemampuan yang dibawa sejak lahir saja yang penting. faktor-faktor lingkungan dan pendidikan pun memegang peranan.

    B. ciri-ciri perbuatan inteligensi
    a. masalah yang dihadapi banyak sedikitnya merupakan masalah yang baru bagi yang bersangkutan.
    b. perbuatan inteligensi sifatnya serasi tujuan dan dinamis.
    c. masalah yang dihadapi harus mengandung suatu tingkat kesulitan bagi yang bersangkutan
    d. keterangan pamecahannya harus dapat diterima oleh masyarakat.
    e. dalam berbuat inteligensi sering kali menggunakan daya mengabstraksi.
    f. perbuatan inteligensi bercirikan kecepatan.
    g. membutuhkan pemusatan, perhatian, dan menghindarkan perasaan yang mengganggu jalannya pemecahan masalah.

    saya meneliti pada anak usia 6 tahun. ketika mereka dihadapkan pada suatu masalah yang belum pernah mereka lihat. contohnya pada kasus sebagai berikut :
    ketika mereka melihat kecelakaan di jalan, mereka yang tidak mendapatkan pendidikan cenderung menyaksikan kejadian tersebut dibandingkan menolong orang yang mengalami kecelakaan. berbeda dengan anak yang sudah mendapatkan pendidikan, mereka lebih mampunyai rasa sosialisasi yang tinggi, mereka melakukan pertolongan atau mencari pertolongan.
    hal ini didasari karena pendidikan yang mereka dapatkan sangat berbeda.

  61. Mughnil Labib berkata:

    Nama :Mughnil Labib
    No.Reg:4715070218

    Berikut ini adalah hasil dari penilitian tentang Psikologi perkembangan terutama pada aspek Psikologi Anak,dengan menggunakan cara “Standardized Interview”(interview yang menggunakan serangkaian pertanyaan yang telah disusun terlebih dahulu).Cara tersebut ditujukan kepada beberapa orang dibawah ini:

    1.Nama :Nurliah
    Usia :42 Tahun
    Pekerjaan:Ibu Rumah Tangga

    2.Nama :Muhammad Muchtar,SE
    Usia :40 Tahun
    Pekerjaan:Karyawan

    Pertanyaan:

    1.Menurut anda,apa saja tingkah laku sosial yang
    mula-mula terjadi pada anak?
    2.Apakah ada dampak tertentu dalam diri seorang anak dari
    suatu tingkah laku sosial tersebut?jelaskan!
    3.Jika seandainya anda sebagai orang tua si anak,bagaima-
    na cara anda menyikapi tingkah laku sosial pada diri
    anak anda?

    Jawaban:

    1.Ny.Nurliah:
    a.Bermain bersama,belajar berbicara dan bernyanyi serta
    berinteraksi dengan teman sebayanya.
    b.Ya,terdapat segi positif dan negatifnya.Dari segi po-
    sitif,anak cepat menerima dan meniru tingkah laku
    yang baik dari teman sebayanya ataupun yang lebih tua
    darinya.Sedangkan,dari segi negatifnya itu sebaliknya
    c.Anak harus diberi bimbingan dan arahan yang terbaik
    sesuai dengan usianya.
    2.Tn.Muchtar:
    a.Pada umur 1 thn menirukan gerak-gerik orang dewasa,se
    perti suara,dan 1 thn seterusnya bermain disekeliling
    nya.
    b.Ya,kalau anak tersebut melihat sekelilingnya tidak ba
    ik anak tersebut menirukan,semua tergantung pada kelu
    arga dan lingkungan disekitarnya.
    c.Menasehati dan memberitahukan kepada anak tersebut ma
    na yang baik dan mana yang tidak baik,dengan cara
    yang paling mudah dimengerti oleh anak tersebut.

    Kesimpulan:
    Bahwasanya dari komentar tadi,memiliki pengertian masalah
    Psikologi Anak yang hampir sama.Yang mana seorang anak,kira-
    kira yang sudah berumur 1 atau 2 thn itu telah menampakkan tingkah lakunya yang pertama kali.Seperti belajar berbicara dan menyanyi atau menirukan gerak-gerik orang yang lebih tua darinya.Hal itu tentunya sangat baik bagi perkembangan si anak.Namun tentunya juga,hal itu memiliki dampak tertentu bagi si anak.Dampak tersebut ada yang positif,yang mana si anak cepat menerima dan meniru hal-hal yang baik sehingga didalam dirinya ia harus selalu berbuat baik.Namun,ada pula yang negatif,yaitu kebalikan dari segi posotifnya.Tetapi,kesemuanya itu tergantung pada keluarga yang paling utama dan lingkungan sekitarnya.Salah satu anggota keluarga yang paling berperan dalam menyikapi tingkah
    laku si anak,adalah orang tuanya itu sendiri,orang tua harus
    membimbing serta mengarahkan anaknya kepada hal-hal yang baik dan berguna bagi si anak.Tidak hanya itu,orang tua juga harus
    menasehati si anak dengan cara yang semudah mungkin dan dimengerti oleh anak tersebut,jikakalau si anak melakukan perbuatan yang berlawanan.Kesemuanya itu tentunya perlu kerja keras serta perhatian khusus dari orang tua untuk kebaikan anaknya,hingga nantinya si anak sudah merasa harus hidup mandiri dengan niat serta perbuatan yang baik sesuai dengan apa yang telah dicontohkan dan disarankan dari orang tuanya.

  62. FAS berkata:

    link bagus tentang Personality Development:
    http://www.kalamullah.com/personality.html

  63. kelompok 1: Zakiyah Rahmi, Muhaji, Ainun Mardiyah, Irfan

    Judul: Perkembangan pada kanak-kanak awal

    BAB I
    PENDAHULUAN

    Masa anak-anak dimulai kira-kira usia 2 tahun sampai kira-kira usia 12-13 tahun. Masa anak-anak dibagi menjadi dua yaitu masa anak-anak awal dan masa anak-anak akhir. Masa anak-anak awal berlangsung dari umur 2 tahun s.d. umur 6 tahun dan masa anak-anak akhir dari 6 tahun sampai dengan pubertas. Garis pemisah antara awal masa kanak-kanak dan akhir masa kanak-kanak sangat penting karena dua alasan yaitu:
    1. Pemisahan ini khususnya digunakan untuk anak-anak yang yang belum mencapai usia wajib belajar diperlakukan sangat berbeda dari anak yang sudah masuk sekolah.
    2. Garis pemisah antara awal dan akhir masa kanak-kanak pada usia enam tahun itu adalah efek dari faktor-faktor sosial.bukan faktor-faktor fisik.
    Masa anak awal disebut juga sebagai:
    1. Usia sulit/mengundang masalah
    2. Usia Bermain.
    3. Usia Prasekolah
    4. Usia Berkelompok
    5. Usia Menjelajah
    6. Usia Bertanya
    7. Usia Meniru
    Masa kanak-kanak awal yang penting untuk diperhatikan karena masa ini masa-masa emas menumbuhkembangkan baik dari segi fisik, kognitif, emosi, social, moral, dan sebagainya. Bila masa-masa ini tidak diperhatikan maka akan cenderung lamban perkembangannya bahkan bisa terjadi cacat secara maupun mental. Peran orang tua, keluarga dan lingkungan dianggap sanggat penting karena mereka adalah orang-orang secara kontak langsung dekat si anak. Maka itu pemekalah menganggap penting untuk membahas tentang perkembangan masa awal kanak-kanak. Karena pada masa-masa ini banyak hal-hal yang unik dan masa dimana si anak mengenal lingkungan sekitar dan bersekolah sambil bermain.

    BAB II
    PEMBAHASAN

    A. PERKEMBANGAN FISIK
    Pertumbuhan pada masa kanak-kanak berlangsung lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa bayi. Anak dengan tingkat kecerdasan yang tinggi, mempunyai kecenderungan lebih cepat perkembangan fisiknya ketimbang anak yang mempunyai kecerdasan rata-rata atau dibawah rata-rata, dan gigi lebih cepat tanggal. Khusus bagi anak yang memperoleh kecukupan gizinya lebih tinggi, anak cenderung lebih cepat pertumbuhannya serta berat badan dan otot lebih baik.
    Perkembangan fisik pada awal kanak-kanak:
    a. Tinggi
    Pada saat usia 2 tahun tinggi tubuhnya sudah mencapai 80-85cm, dan pada usia 5 tinggi badannya sudah 2 kali ketika lahir. Kemudian masih ada yang disebut masa lamban kira-kira 7 cm setiap tahunnya sampai anak ini memasuki tahap remaja.
    b. Berat
    Pertambahan berat badan rata-rata 2,5 kg setiap tahunnya ketika berumur 2-3 tahunnya. Pada usia 5 tahun seorang anak yang normal memiliki berat badan 5 kali ketika ia dilahirkan. Setelah itu berat badan cenderung lamban pada usia-usia berikutnya.
    c. Perbandingan tubuh
    Postur tubuh berubah dari penampilan postur tubuh bayi menjadi, wajah kecil dengan dagu lebih jelas, leher lebih panjang, bentuk tubuh kerucut, perut rata, dada sudah mulai bidang dan rata, bahu lebih luas dan persegi, lengan dan kaki lebih panjang dan lurus, tangan dan kaki tumbuh lebih besar.

    d. Postur tubuh
    Perbedaan postur tubuh pada masa kanak-kanak lebih jelas; ada yang gemuk lembek (endomorfik), ada yang kuat dan berotot (mesomorfik), dan relatif kurus (ektomorfik).
    e. Tulang dan otot
    Tingkat pengerasan otot bervariasi pada bagian-bagian tubuh sesuai hukum perkembangan otot. Otot menjadi lebih besar, lebih kuat dan lebih berat sehingga anak terlihat lebih kurus tetapi berat badan bertambah.
    f. Lemak
    Anka-anak yang cenderug endomorfik lebih banyak jaringan lemaknya daripada otot. Anak yang cenderung mesomorfik lebih cenderung lebih banyak jaringan otot daripada lemak. Dan yang tubuh cenderung ektomorfik mempunyai otot yang kecil dan sedikit jaringan lemaknya.
    g. Gigi
    Pada usia 2-2,5 tahun tubuh mereka mempunyai 20 gigi susu yang telah tumbuh. Dan rata-rata anak berusia 6 tahun akan mempunyai 1 atau 2 gigi tetap.
    B. Perkembangan Motorik
    Perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang telah terkondisi. Untuk lebih jelasnya berikut tabel perkembangan motorik masa anak-anak awal:
    Usia (Tahun) Motorik kasar Motorik Halus
    2,5 – 3,5 -Berjalan dengan baik,
    -Meniru sebuah lingkaran
    -dapat makan menggunakan sendok -berlari lurus ke depan
    -tulisan cakar ayam
    -menyusun beberapa kotak
    3,5 – 4,5 -Berjalan dengan 80% langkah orang dewasa,
    -melempar dan menangkap bola besar tapi lengan masih kaku
    -meniru bentuk sederhana, -berlari 1/3 kecepatan orang dewasa
    -Mengancingkan baju,
    membuat gambar sederhana.
    4,5 – 5,5 -Menyeimbangkan badan di atas satu kaki,
    -dapat berenang di air yang dangkal
    - meniru angka dan huruf sederhana -berlari jauh tanpa jatuh,
    -Menggunting , menggambar orang
    -membuat susunan yang komplek dengan kotak-kotak.
    C. Perkembangan Bicara
    Saat anak usia 2 tahun, bentuk-bentuk komunikasi prabicara sudah mulai ditinggalkan. Anak tidak lagi mengoceh, tangis pun sudah mulai berkurang. Anak mungkin menggunakan isyarat tetapi fungsinya sebagai pelengkap bicara untuk menekankan arti kata yang diucapkan bukan sebagai pengganti bicara.
    Awal masa kanak-kanak merupakan saat dimana penguasaan tugas pokok dalam belajar berkembang pesat, yaitu menambah kosa kata, menguasai pengucapan kata-kata, dan menggabungkan kata-kata menjadi kalimat. Dalam penguasaan pengucapan kata-kata, anak-anak masih sulit mengucapkan huruf z, w, d, s, g, r, k dan kombinasi huruf seperti st, str, dr, fl. Anak usia dua tahun sudah mulai bisa membentuk kalimat sederhana yang terdiri dari dua kata benda. Anak tiga tahun sudah mampu membentuk kalimat yang terdiri dari enam sampai delapan kata. Selama masa anak awal ini anak-anak memiliki keinginan yang kuat untuk belajar berbicara. Hal ini disebabkan dua hal:
     Pertama, karena bicara merupakan sarana pokok untuk sosialisasi dengan teman-temannya sehingga ia akan lebih adakan berkomunikasi dengan teman-teman sebaya, kontak sosial, dan lebih mudah diterima sebagai anggota kelompok.
     edua, belajar bicara merupakan sarana untuk memperoleh kemandirian. Anak yang tidak mampu mengemukakan keinginannya atau yang tidak berusaha untuk bisa dimengerti oleh orang lain cenderung diperlakukan sebagai bayi sehingga tidak bisa mencapai kemandirian.
    Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi anak-anak harus menguasai dua hal:
     Pertama, meningkatkan kemampuan untuk memahami apa yang dikatakan orang lain.
     edua, kemampuan untuk meningkatkan kemampuan bicara sehingga bisa dimengerti orang lain.
    D. Perkembangan Emosi
    Selama masa kanak-kanak pola emosi anak sangat kuat hal ini terutama disebabkan karena anak masih labil dan belum seimbang sehingga mudah meledak-ledak. Hal ini mengakibatkan anak sangat sulit dibimbing dan diarahkan. Secara umum terjadi pada masa anak awal namun nampak jelas pada anak usia 2,5 – 3,5 tahun dan usia 5,5 sampai 6,5 tahun.
    Pola-pola emosi yang umum pada anak:
    a. Marah
    Sering terjadi anak ngambek, marah dan berteriak-teriak karena suatu hal yang sepele, missal saja marah. Ketika orang tua berusaha membujuknya, anak justru semakin meledak marahnya, memukul atau melempar apa saja yang ada di sekitarnya. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal:
    1. Anak mengalami frustasi dengan keadaannya sedangkan dia tidak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata atau ekspresi yang diinginkannya.
    2. Bisa juga karena anak merasa terlalu dibatasi padahal anak merasa mampu melakukan banyak hal.
    3. Kemungkinan ketiga bila anak tidak dapat melakukan sesuatu padahal ia yakin bisa melakukannya.
    4. Keempat, ledakan emosi juga bisa terjadi karena anak kecapean, tidak mau tidur siang dan kurang makan akibat terlalu asik bermain.
    Ledakan emosi kebanyakan lebih disebabkan karena masalah psikologis daripada fisiologis. anak mengungkapkan marah dengan nangis, teriak, melompat, memukul, menendang dsb.
    b. Takut
    Wajar jika anak memiliki rasa takut. Bentuknya juga macam-macam. Yang jelas, bila ia tak dibantu mengatasi ketakutannya, bisa mengalami fobia. Ketakutan merupakan suatu keadaan alamiah yang membantu individu melindungi dirinya dari suatu bahaya sekaligus memberi pengalaman baru. Pada sejumlah anak, rasa takutnya masih sebatas pada hal-hal spesifik seperti takut pada anjing, gelap, atau bertemu orang asing. Bentuk ekspresi ketakutan itu sendiri bisa macam-macam. Biasanya lewat tangisan, jeritan, bersembunyi atau tak mau lepas dari orang tuanya.
    c. Cemburu
    Anak menjadi cemburu bila ia mengira perhatian orang tuanya beralih pada orang lain di keluarga biasanya kepada adik yang baru lahir. Cemburu muncul karena posisinya sebagai anak kesayangan mulai terancam dan tersaingi. Tahapan perkembangan adik yang masih bayi menarik perhatian seluruh keluarga. Kondisi inilah yang paling sering memicu kecemburaan pada kakak.

    d. Ingin tahu
    Anak memiliki rasa ingin tahu terhadap hal-hal yang baru. Reaksi terhadap rasa ingin tahu itu adalah dengan penjelajahan sensorimotor maupun verbal dengan cara bertanya. Menurut para ahli perkembangan anak, ada dua alasan mengapa anak usia 3 sampai 5 tahun senang sekali bertanya:
    1. Pertama, pada usia ini, mereka memiliki rasa ingin tahu alamiah yang sangat penting bagi perkembangan mental mereka. Munculnya rentetan pertanyaan ini adalah tanda bahwa anak sedang mengalami perkembangan intelektual yang pesat. Sebelumnya, anak mudah menerima segala sesuatu sebagaimana adanya. Namun seiring dengan kematangan mentalnya, anak membutuhkan penjelasan yang lebih.
    2. Kedua, pada usia ini, seiring dengan perkembangan bahasa dan pemahamannya anak memiliki kebutuhan yang sangat besar untuk melakukan percakapan dengan orang tuanya dan juga mendapatkan perhatian dari anda.
    e. Iri
    Anak-anak sering menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain atau bila orang lain memiliki kemampuan yang lebih dibanding dirinya, inilah iri.

    f. Gembira
    Emosi yang menyenangkan yang dialami anak. Dapat berbentuk kepuasan hati. Anak mengungkapkan kegembiraan dengan cara tersenyum, tertawa, tepuk tangan, melompat, memeluk orang atau benda yang membuatnya bahagia.
    g. Sedih
    Sedih adalah trauma psikis yang disebabkan karena kehilangan sesuatu yang dicintainya atau berharga bagi dirinya. Dalam bentuk yang lebih ringan keadaan ini dikenal sebagai kesedihan. Kesedihan merupakan salah satu dari emosi yang paling tidak menyenangkan.
    Ciri khas bentuk ekspresi kesedihan
    - Ekpresi yang terlihat/tampak. Ekpresi yang umum tampak adalah menangis.
    - Ekspresi yang ditekan. Ekpresi yang ditekan terdiri atas keadaan apatis yang umum yang ditandai oleh hilangnya minat terhadap hal-hal ynag terjadi didalam lingkungan, hilangnya selera makan, sukar tidur, kecenderungan mengalami mimpi yang menakutkan dan menolak untuk bermain-main.
    E. Perkembangan Kognitif

    Menurut Piaget pengetahuan (knowledge) adalah hasil interaksi yang terus menerus antara individu dengan lingkungan. Fokus perkembangan kognitif Piaget adalah perkembangan secara alami fikiran seseorang mulai anak-anak sampai dewasa. Ada tiga perbedaan cara berfikir yang merupakan prasyarat perkembangan operasi formal, yaitu: gerakan bayi, semilogika, praoprasional pikiran anak-anak, dan operasi nyata anak-anak dewasa. Ada empat faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif yaitu :
    1) lingkungan fisik
    2) kematangan
    3) pengaruh sosial
    4) proses pengendalian diri (equilibration)
    (Piaget, 1977)
    Tahap perkembangan kognitif :
    1) Periode Sensori motor (sejak lahir – 1,5 – 2 tahun)
    2) Periode Pra Operasional (2-3 tahun sampai 7-8 tahun)
    3) Periode operasi yang nyata (7-8 tahun sampai 12-14 tahun)
    4) Periode operasi formal
    Menurut Piaget, perkembangan kognitif pada masa anak-anak berada pada tahap praoperasional, yang berlangsung pada usia 2-3 sampai 7-8 tahun. Pada tahap ini konsep yang stabil dibentuk, penalaran mental muncul, terbentuknya keyakinan terhadap hal yang magis. Kata pra dalam istilah praoperasional menunjukkan bahwa pada tahap ini menunjukkan keterbatasan anak dalam pemikiran. Istilah operasional menunjukkan aktivitas mental yang memungkinkan anak untuk memikirkan peristiwa-peristiwa atau pengalaman-pengalaman yang dialaminya. Pemikiran praoperasional merupakan suatu masa tunggu yang singkat bagi pemikiran operasional, mencakup transisi dari penggunaan simbol-simbol primitif ke arah yang lebih maju. Tahap pemikiran praoperasional dibagi ke dalam dua subtahap: prakonseptual dan pemikiran intuitif.
    1. Prakonseptual (2-4 tahun)
    Subtahap prakonseptual disebut juga dengan pemikiran simbolik (symbolic thought), karena karakteristik utama subtahap ini ditandai dengan munculnya sistem-sistem lambang atau simbol seperti bahasa. Pada subtahap ini anak-anak mengembangkan kemampuan untuk menggambarkan atau membayangkan secara mental suatu objek yang tidak ada (tidak terlihat) dengan sesuatu yang lain. Misalnya, pisau yang terbuat dari plastik adalah suatu yang nyata, mewakili pisau yang sesungguhnya. Kata pisau sendiri bisa mewakili sesuatu yang abstrak, seperti bentuknya atau tajamnya.
    Kemunculan pemikiran simbolis pada subtahap ini dianggap sebagai pencapaian kognitif yang paling penting. Melalui pemikiran simbolis, anak-anak prasekolah dapat mengorganisir dan memproses apa yang mereka ketahui. Anak akan dapat mengingat kembali dan membandingkan objek-objek dan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh jika objek dan pengalaman tersebut memiliki nama dan konsep yang dapat menggambarkan karakteristiknya.
    Simbol-simbol juga membantu anak mengkomunikasikan kepada orang lain tentang apa yang mereka ketahui sekalipun dalam kondisi yang jauh berbeda dengan pengalaman sendiri. Komunikasi yang didasarkan atas pengalaman pribadi akan membantu perkembangan hubungan sosial diantara anak-anak. Disamping itu komunikasi juga membantu perkembangan kognitif apabila anak-anak dibiarkan belajar dari pengalaman orang lain. Singkatnya komunikasi memungkinkan seorang anak untuk belajar dari simbol-simbol yang diperoleh melalui pengalaman orang lain. Percepatan perkembangan bahasa dalam fase prakonseptual dianggap sebagai hasil perkembangan simbolisasi.
    2. Subtahap intuitif (4-7 tahun)
    Dalam subtahap ini meskipun aktivitas mental tertentu seperti cara-cara mengelompokkan, mengukur atau menghubungkan objek terjadi, tetapi anak-anak belum begitu sadar mengenai prinsip-prinsip yang melandasi terbentuknya aktivitas tersebut. Walaupun anak dapat memecahkan masalah yang berhubungan dengan aktivitas ini, namun ia tidak bisa menjelaskan alasan yang tepat untuk pemecahan masalah suatu masalah menurut cara-cara tertentu.
    Jadi walaupun simbol-simbol anak meningkat kompleks namun proses penalaran dan pemikiran masih memiliki ciri-ciri keterbatasan tertentu. Sebagian dari keterbatasan itu direfleksikan dalam ketidakmampuan anak praoperasional untuk mengelompokkan berbagai hal berdasarkan dimensi tertentu. Seperti mengelompokkan tongkat menurut urutan dari yang paling pendek ke yang paling panjang.
    Karakteristik lain dari pemikiran praoperasional adalah pemusatan perhatian pada satu dimensi dan mengesampingkan semua dimensi yang lain. Karakteristik ini diistilahkan Piaget dengan centration (pemusatan). Pemusatan terlihat jelas pada anak yang kekurangan konservasi (conservation), yaitu kemampuan untuk memahami sifat-sifat atau aspek-aspekttt dari suatu objek atau stimulus tetap tidak berubah ketika aspek-aspek lain mengalami perubahan. Dalam suatu percobaan Piaget memperlihatkan kepada anak 2 gelas berisi cairan yang sama tingginya. Kepada anak ditanyakan, apakah kedua gelas itu berisi cairan dengan jumlah yang sama? Anak menjawab sama. Kemudian pada anak disuruh menuang sendiri salah satu isi gelas tersebut ke gelas yang lebih pendek dan lebih lebar, kemudian ditanya lagi mana yang lebih banyak isinya? Gelas yang pertama atau yang kedua? Anak akan menjawab gelas yang pertama lebih banyak karena permukaannya lebih tinggi. Di sini terlihat bahwa kemampuan anak di bawah 7 tahun terpusat hanya pada satu dimensi persepsi saja.

    F. Perkembangan Sosial

    Masa kanak-kanak awal sering disebut “usia pragang” (pregang age). Pada masa ini sejumlah hubungan yang dilakukan anak dengan anak-anak lain meningkat dan ini sebagian menentukan bagaimana gerak maju perkembangan sosial mereka. Anak-anak yang mengikuti pendidikan prasekolah, misalnya pendidikan untuk anak sebelum taman kanak-kanak (nursery school), pusat pengasuhan anak pada siang hari (day care center), atau taman kanak-kanak (kindergarden), biasanya mempunyai sejumlah besar hubungan sosial yang telah ditentukan dengan anak-anak yang umurnya sebaya. Anak yang mengikuti pendidikan prasekolah melakukan penyesuaian sosial yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengikuti pendidikan prasekolah. Alasannya adalah mereka dipersiapkan secara lebih baik untuk melakukan partisipasi yang aktif dalam kelompok dibanding dengan anak-anak yang aktivitas sosialnya terbatas dengan anggota keluarga dan anak-anak dari lingkungan tetangga terdekat.
    Masa kanak-kanak juga sering disebut masa estetika, masa indera, dan masa menentang orang tua. Disebut estetika karena pada masa ini merupakan saat terjadinya perasaan keindahan. Disebut masa indera, karena pada masa ini indera berkembang pesat dan merupakan kelanjutan dari perkembangan selanjutnya. Berkat kepesatan perkembangan itulah, dia senang mengadakan eksplorasi.
    Dari umur dua sampai enam tahun, anak belajar melakukan hubungan sosial dan bergaul dengan orang-orang di luar lingkungan rumah, terutama dengan anak-anak yang umurnya sebaya. Mereka belajar menyesuaikan diri dan bekerja sama dalam kegiatan bermain. Studi lanjutan tentang kelompok anak melaporkan bahwa sikap dan perilaku sosial yang terbentuk pada usia dini biasanya menetap dan hanya mengalami perubahan sedikit.
    Salah satu diantara sejumlah keuntungan pendidikan prasekolah adalah bahwa pusat pendidikan tersebut memberikan pengalaman sosial dibawah bimbingan para guru yang terlatih yang membantu mengembangkan hubungan yang menyenangkan dan berusaha agar anak-anak tidak mendapat perlakuan yang mungkin menyebabkan mereka menghindari hubungan sosial. Akibatnya, semua reaksi negatif kepada anak lain berkurang. Walaupun demikian, reaksi negatif kepada guru kadang-kadang meningkat sedikit setelah anak lebih suka bergaul dengan teman sebaya daripada dengan orang dewasa.
    Setiap tahun berganti, anak kecil semakin kurang menggunakan waktunya dengan orang dewasa dan hanya memperoleh kesenangan sedikit dari pergaulan dengan orang dewasa. Pada saat yang sama, minat mereka terhadap teman sepermainan yang berusia sebaya semakin bertambah dan kesenangan yang mereka peroleh dari pergaulan ini semakin kuat. Dengan berkembangnya keinginan terhadap kebebasan, anak-anak mulai melawan otoritas orang dewasa.
    Walaupun ingin mandiri, anak-anak masih berusaha memperoleh perhatian dan penerimaan dari orang dewasa. Jika mereka telah memperoleh kepuasan dari perilaku kelekatan pada masa kanak-kanak, mereka akan terus berusaha membina hubungan yang bersahabat dengan orang dewasa, terutama anggota keluarga.
    Anak-anak pada masa ini bersifat meniru, banyak bermain dengan lelakon (sandiwara) atau khayalan, yang kadang-kadang dapat membantu dalam mengatasi kekurangan-kekurangannya dalam kenyataan. Kegiatan yang bermacam-macam itu akan memberikan ketrampilan dan pengalaman-pengalaman terhadap anak.
    Tugas-tugas perkembangan pada fase ini meliputi :
    1. Belajar berbicara, misalnya mulai dengan menyebut kata ibu, ayah, dan nama-nama benda sederhana yang ada di sekelilingnya.
    2. Belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan, dan bersopan santun seksual.
    3. Belajar mengadakan hubungan emosional selain dengan ibunya, dengan ayah, saudara kandung, dan orang-orang di sekelilingnya.
    4. Belajar membedakan antara hal-hal yang baik dengan yang buruk, juga antara hal-hal yang benar dan salah, serta mengembangkan atau membentuk kata hati (hati nurani).
    5. Membentuk konsep-konsep (pengertian) sederhana tentang kenyataan sosial dan alam, serta mempersiapkan diri untuk membaca.
    Dengan demikian, belajar berbicara, membedakan jenis kelamin, mengadakan hubungan emosional, belajar konsep (pengertian) dapat dikatakan sebagai tugas perkembangan masa anak-anak awal yang berkaitan dengan segi perkembangan psikososialnya yang selanjutnya berguna bagi terciptanya hubungan sosial menuju tahap-tahap perkembangan selanjutnya.
    1. Hubungan Dengan Anak Lain
    Sebelum usia dua tahun, anak kecil terlibat dalam permainan searah. Meskipun dua atau tiga orang anak bermain didalam ruangan yang sama dan dengan jenis mainan yang sama, interaksi sosial yang terjadi sangat sedikit. Hubungan mereka terutama terdiri atas meniru atau mengamati satu sama lain atau berusaha mengambil mainan anak lain.
    Sejak umur tiga atau empat tahun, anak-anak mulai bermain bersama dalam kelompok, berbicara satu sama lain pada saat bermain, dan memilih dari anak-anak yang hadir siapa yang akan dipilih untuk bermain bersama. Perilaku yang umum dari kelompok ini ialah mengamati satu sama lain, melakukan percakapan, dan memberikan saran lisan.
    Studi terhadap anak-anak dalam masa prasekolah telah membuktikan bahwa dengan semakin meningkatnya usia anak, pendekatan yang ramah meningkat dan interaksi permainan semakin berkurang. Tahun demi tahun anak laki-laki semakin melakukan pendekatan yang ramah tetapi juga semakin melakukan pendekatan yang bermusuhan dengan anak lain.
    Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh iklim sosio-psikologis keluarganya. Jika di lingkungan keluarga tercipta suasana yang harmonis, saling memperhatikan, saling membantu (bekerja sama) dalam menyelesaikan tugas-tugas keluarga atau anggota keluarga, dan konsisten dalam melaksanakan aturan, maka anak akan memiliki kemampuan atau penyesuaian sosial dalam hubungan dengan orang lain.
    Pola perilaku sosial pada anak antara lain: meniru, persaingan, kerja sama, simpati, empati (mengerti perasaan dan emosi orang lain dan membayangkan dirinya pada kondisi orang lain tersebut), dukungan sosial, membagi/berbagi, perilaku akrab. Sedangkan perilaku tidak sosial antara lain : negativisme, agresif, perilaku berkuasa, mementingkan diri sendiri, merusak, pertentangan seks (sering kali laki-laki berperilaku agresif melawan anak perempuan), dan berprasangka prasangka.

     Upaya Pendidikan dan Perkembangan Sosial Anak
    Dalam perkembangan sosial anak, mereka dapat memikirkan dirinya dan orang lain. Pemikiran itu terwujud dalam refleksi diri, yang sering mengarah kepenilaian diri dan kritik dari hasil pergaulannya dengan orang lain. Hasil pemikiran dirinya tidak akan diketahui oleh orang lain, bahkan sering ada yang menyembunyikannya atau merahasiakannya.
    Pikiran anak sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori-teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain, termasuk kepada orang tuanya. Kemampuan abstraksi anak sering menimbulkan kemampuan mempersalahkan kenyataan dan peristiwa-peristiwa dengan keadaan bagaimana yang semstinya menurut alam pikirannya. Sikap anak-anak terhadap orang lain dalam bergaul sebagian besar akan sangat tergantung pada pengalaman belajarnya selama tahun-tahun awal kehidupan, yang merupakan masa pembentukan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Maka ada empat faktor yang mempengaruhinya:
    1. Kesempatan yang penuh untuk bersosialisasi adalah penting bagi anak-anak, karena ia tidak dapat belajar hidup bersosialisasi jika kesempatan tidak dioptimalkan. Tahun demi tahun mereka semakin membutuhkan kesempatan untuk bergaul dengan banyak orang, jadi tidak hanya dengan anak yang umur dan tingkat perkembangannya sama, tetapi juga dengan orang dewasa yang umur dan lingkungannya yang berbeda.
    2. Dalam keadaan bersama, anak tidak hanya harus mampu berkomunikasi dalam kata-kata yang dapat dimengerti orang lain, tetapi juga harus mampu berbicara tentang topik yang dapat dipahami dan dapat menceritakannya secara menarik kepada orang lain. Perkembangan bicara merupakan hal yang terpenting bagi perkembangan sosialisasi anak.
    3. Anak akan belajar bersosialisasi jika mereka mempunyai motivasi untuk melakukannya. Motivasi ini sangat bergantung pada tingkat kepuasaan yang diberikan kelompok sosialnya kepada anak. Jika mereka memperoleh kesenangan melalui hubungan dengan orang lain, mereka akan mengulangi hubungan tersebut.
    4. Metode belajar yang efektif dengan bimbingan yang tepat adalah penting. Dengan metode coba ralat, anak akan mempelajari beberapa perilaku yang penting bagi perilaku sosialnya.
    G. Perkembangan Moral
    Perkembangan moral masa anak awal masih di taraf rendah. Hal ini disebabkan karena perkembangan intelektual anak-anak belum mencapai titik dimana ia dapat mempelajari atau menerapkan prinsip-prinsip abstrak tentang benar-salah ia juga tidak mempunyai dorongan untuk mengikuti aturan karena tidak mengerti manfaat sebagai anggota kelompok sosial. Awal masa kanak-kanak merupakan masa dimana menurut Piaget disebut sebagai moralitas dengan paksaan. Pada tahap ini anak-anak mengikuti aturan moral tanpa berpikir dan menilai. Ia juga menilai benar dan salah berdasarkan akibat bukan berdasarkan motivasi, perbuatan yang salah adalah perbuatan yang mengakibatkan hukuman.
    Menurut Peaget (dalam Harlock, 1998) tahapan moral terbagi menjadi dua yaitu :
    a. Tahap realisme moral atau moralitas oleh pembatasan
    Dalam tahap ini seorang anak menilai tindakan sebagai benar atau salah atas dasar konsekuensinya dan bukan berdasarkan motifasi dibelakangnya. Moral anak otomatis mengikuti peraturan tanpa berfikir atau menilai, dan cenderung menganggap orang dewasa yang berkuasa sebagai maha kuasa. Yang paling penting menurut Piaget bahwa anak menilai suatu perbuatan benar atau salah berdasarkan hukuman bukan pada nilai moralnya.
    b. Tahap moralitas otonomi
    Pada tahap ini anak sudah mampu mepertimbangkan berbagai cara untuk memecahkan masalah. Anak tidak lagi terpaku pada satu sudut pandang, tetapi mampu memikirkan dari berbagai sudut pandang. Tahap moral ini dicapai ketika anak telah memasuki tahap operasi formal.
    Kohlberg merinci dan memperluas tahap perkembangan Piaget dengan memasukan dua tahap dari tingkat perkembangan pertama yang disebutnya sebagai moralitas konvensional. Struktur pertimbangan moral (moral judgement) berbeda dengan isi pertimbangan moral (content of moral judgement). Pilihan untuk minum atau tidak minum merupakan isi pertimbangan moral. Adapun dasar pemikiran mengenai pilihan itu merupakan struktur pertimbangan moral. Menurut Kohlberg (Sumantri, 1994) struktur pertimbangan moral itu adalah sebagai berikut:
    1. Pra Konvensional (Pre Conventional Level) meliputi:
    a. Orientasi kepatuhan karena takut hukuman. Kepatuhan terhadap norma karena takut hukuman fisik.
    b. Orientasi kepatuhan karena alat. Mematuhi norma karena mengharapkan sesuatu.
    2. Tingkat Konvensional (Conventional Level) meliputi:
    a. Orientasi kepatuhan karena ingin diterima orang lain. Mentaati norma karena ingin menyenangkan orang lain.
    b. Orientasi kepatuhan karena memelihara tertib sosial. Mematuhi hukum ditujukan untuk memelihara tertib sosial.
    3. Tingkat Pasca Konvensional (Post Convensional Level)
    a. Orientasi kepatuhan kepada kesepakatan sosial yang telah baku. Tindakan yang baik mencerminkan hak-hak individu yang sesuai dengan standar yang telah teruji. Jadi tindakan yang baik itu adalah tindakan yang dapat menerima perubahan hukum apabila hukum itu sudah tidak sesuai lagi.
    b. Orientasi pada prinsip-prinsip etika universal (Universal Ethical Principle Orientation). Tindakan yang baik itu ialah tindakan yang tidak lagi didasari oleh tertib sosial tertentu, melainkan didasari oleh prinsip-prinsip universal tentang keadilan, resiprositas, hak-hak asasi manusia.
    c. Orientasi pada rasa cinta sebagai suatu refleksi. Tindakan yang baik itu adalah tindakan yang berdasar pada keperayaan terhadap Tuhan (supreme policy), dengan keyakinan bahwa Tuhan adalah Maha Pengasih dan Tuhan adalah Maha Pemberi Petunjuk. (God is confident dan God is principle behind morality).

     Hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan moral
    Disiplin
    Masalah penting dalam perkembangan moral adalah penerapan disiplin karena melalui disiplin, anak dapat mengenali, mempelajari dan mengambil nilai-nilai kebenaran dan kebaikan di masyarakat. Disiplin berasal dari kata “disciple” yang artinya seseorang yang belajar secara sukarela mengikuti seorang pemimpin. Satu pandangan keliru yang cukup meluas di kalangan masyarakat adalah menganggap disiplin sebagai hukuman. Jadi disiplin akan diterapkan ketika ada pelanggaran saja. Sesungguhnya tujuan dari penerapan disiplin adalah agar terbentuk perilaku yang sesuai dengan peran dalam kelompok sosial. Untuk itu perlu 4 unsur pokok agar tujuan tersebut dapat tercapai. Keempat unsur tersebut adalah peraturan, hukuman, penghargaan dan konsistensi (Hurlock, 1998):
    1. Peraturan
    Peraturan merupakan pola tingkahlaku yang diterapakan dan sebagai pedoman perilaku dalam suatu situasi. Peraturan ini bisa dibuat oleh orang tua, guru atau teman sebaya. Fungsi peraturan adalah sebagai nilai pendidikan karena peraturan memperkenalkan anak pada perilaku yang disetujui oleh kelompok. Fungsi berikutnya adalah membantu mengekang tingkahlaku yang tidak dikehendaki. Dengan demikian, anak perlu mengerti, mengingat, dan menerima peraturan, agar kedua fungsi tersebut dapat terpenuhi.
    2. Hukuman
    Hukuman berasal dari bahasa Latin “punierí” yang artinya menjatuhkan hukuman pada seseorang Karena suatu kesalahan, perlawanan, atau pelanggaran sebagai ganjaran atau pembalasan.
    a. Sebagai penghalang
    Hukuman dapat menghalangi pengulangan tingkahlaku yang tidak dikehendaki. Pada masa anak awal, anak belum mampu membedakan benar dan salah. Dengan hukuman, anak akan mengetahui bahwa suatu tingkahlaku dinilia salah menurut lingkungan, sehingga anak tidak mau melakukannya lagi.
    b. Untuk mendidik
    Agak sukar bagi anak prasekolah untuk sepenuhnya memahami peraturan. Mereka akan lebih memahami apabila ada konsekuensi dari peraturan tersebut. Apabila anak taat peraturan, mereka tidak akan dihukum dan ketika ada penlanggaran, anak akan menerima hukuman. Dari pengamatan dan pengalaman tersebut, anak akan memahami tingkahlaku yang diharapkan oleh orang dewasa. Namun demikian, tetap perlu dilakukan penjelasan verbal agar fungsi pendidikan dari hukuman dan penghargaan semakin menguasai.
    c. Untuk memberi motivasi
    Pengetahuan tentang akibat tindakan yang salah dapat memberi motivasi agar anak menghindar dari perilaku yang tidak dikehendaki.
    3. Penghargaan
    Penghargaan berarti tiap bentuk penghargaan untuk hasil yang baik. Bentuk penghargaan dapat berupa materi atau pun non-materi seperti pujian, senyuman, acungan jempol dan tepuk tangan. Penghargaan diberikan setelah anak melakukan tindakan yang terpuji, hal ini berbeda suapan. Suapan adalah janji akan imbalan yang diberikan jika anak melakukan suatu tindakan. Jadi suapan diberikan sebelum anak bertindak.
    Menurut Harlock, fungsi penghargaan ada 3, yaitu :
    a. Untuk mendidik
    Penghargaan diasosiasikan dengan perilaku yang baik, sehingga anak mengenali apa yang dikehendaki dan tidak dikehendaki oleh lingkungan.
    b. Sebagai motivasi
    Penghargaan adalah suatu konsekuensi positif yang diterima anak sehingga anak termotivasi untuk mengulang perilaku yang baik.
    c. Sebagai penguat perilaku
    Tanpa penghargaan, anak kurang menyadari apa harapan lingkungan terhadap dirinya. Penjelasan verbal kurang cukup bila tidak disertai konsekuensi berupa penghargaan dan hukuman.
    4. Konsistensi
    Yang dimaksud konsistensi adalah tingkat keseragaman dalam penerapan disiplin. Konsistensi dari segi peraturan, hukuman dan ganjaran. Misalnya, bagaimana prosedur penerapan hukuman, jenis pelanggaran yagn perlu dihukum, peraturan berlaku sampai waktu yang disepakati bersama.
    Cara menerapkan disiplin dapat dikategorikan ke dalam 3 gaya yaitu: otoriter, permisif dan demokratis (Harlock, 1998; Ginsburg & Bronstein, 1993 dalam Paplia, Ods & Feldman, 1998). Berikut uraiannya.
    a. Otoriter
    Orang tua menerapkan peraturan dengan ketat, tingkahlaku anak telah ditentukan sesuai dengan standar. Anak tidak dibiarkan untuk mengambil keputusan sendiri, melainkan telah diambil alih orang tua. Sikap otoriter ini dapat dalam bentuk yang lemah lembut sampai ke kasar dengan menggunakan hukuman fisik. Mislanya, anak tidak boleh main hujan. Meski anak merengek, orang tua tetap tidak membolehkan.
    b. Permissif
    Orang tua yang permissif cenderung membiarkan anak, tanpa memberi pengarahan tentang yang boleh-tidak boleh, berbahaya-aman, dan baik-tidakb aik. Kondisi seperti ini akan mengakibatkan anak harus meraba-raba tindakan apa yang tepat sehingga anak bisa merasa cemas. Misalnya: ketika anak main hujan, orang tua hanya melihat main hujan-hujanan, orang tua tidak berkomentar.

    c. Demokratis
    Orang tua yang demokratis akan melakukan dialog dengan anak, memberikan alasan yang rasional tentang suatu peraturan. Orang tua juga memberikan kesempatan pada anak untuk mengambil keputusan berdasarkan masukan yang diberikan oleh orang tua. Misalnya, orang tua menjelaskan akibat dari main hujan baik yang positif maupun negatif, kemudian menyerahkan ke anak, mana yang akan dilakukannya.
    Dari ketiga gaya disiplin tersebut, orang tua yang demokratis adalah yang terbaik sebab anak dapat mematuhi suatu peraturan tidak karena terpaksa melainkan karena mereka memahami alasan dan kegunaannya bagi diri mereka sendiri.
     Upaya Pendidikan Terhadap Perkembangan Moral
    Dalam rangka membimbing perkembangan moral anak prasekolah, sebaiknya orang tua atau guru TK melakukan beberapa upaya antara lain:
    a. Memberikan contoh atau teladan yang baik, dalam berperilaku atau bertutur kata.
    b. Menanamkan kedisiplinan pada anak dalam berbagai aspek kehidupan seperti memelihara kesehatan atau kebersihan dan tata karma atau budi pekerti luhur.
    c. Mengembangkan wawasan tentang nilai-nilai moral kepada anak, baik melalui pemberian informasi atau melalui cerita seperti riwayat orang-orang yang baik(para nabi atau pahlawan), dunia binatang yang mengisahkan tentang nilai kejujuran, kedemawanan, kesetiakawanan atau kerajinan.

    BAB III
    KESIMPULAN

    Masa-masa kanak awal adalah masa-masa emas (golden age), dimana masa-masa ini penh dengan keunikan dan peran orang tua terutama ibu untuk terus melatih si anak untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si anak. Masa ini juga punya bahaya tersendiri dimana bila tidak diarahkan dengan yang baik, maka akan menirukan perilaku orang sekitarnya yang tidak benar.
    Perkembangan ini meliputi perkembembangan fisik, kognitif, emosi, moral, sosial, dan sebagainya. Faktor-faktor yang menghambat perkembangan ini biasanya adalah peran orang tua, keluarga serta lingkungan sekitar, gen (bawaan), gizi, sakit, dan lain sebagainya.
    Berbagai macam latihan perlu dilakukan seperti latihan bicara agar kosa kata anak bertambah, pemahamaan (kogniif) seperti mengenal nama-nama benda sekitar dan kegunaannya, atau dengan bercerita atau dongeng, penanaman moral sejak dini dan mengenalkan dunia luar dianggap penting agar si anak dapat dapat bersosialisasi dengan baik, tidak menyimpang seperti memukuli teman, mengejek teman, dan lain-lain.

  64. Ping-balik: my artikel | khuroisyi

  65. alvan saver berkata:

    apa maksud dari perbanyak latihan atau mengulang ulang
    prinsip belajar : 3 kali belajar a 2jam lebih baik daripada 2 kali belajar a 3jam

  66. ade syahputra berkata:

    jelaskan alat musik khusus mesir yg digunakan untuk lagu kesedihan?

  67. C e c e p berkata:

    Terima kasih…! Namun saya ingin lebih jauh ttg contoh angket pergaulan dengan teman sebayanya tuk anak tingkat SD, agar anak merasa senang berkteman yg pd akhirnya belejar di kelas menjadi menyenangkan. Tolong berikan saya angketnya.

  68. apa sajakah dampak negatif bagi pelajar yang tinggal di rumah kost?

  69. Farida, M.Si berkata:

    Hasil kajian psikologi sesuai dengan substansi hadis Rasulullah SAW yang membicarakan awal masa tamyiz pada fase kanak-kanak yaitu pada usia tujuh tahun. Rasulullah SAW menganggap usia tujuh tahun sebagai masa awal anak-anak mulai belajar shalat. Rasulullah bersabda, “Perintahkan anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka sudah berusia tujuh tahun! Dan pukullah mereka jika tidak melaksanakan shalat ketika sudah berusia sepuluh tahun! Dan pisahkanlah mereka (antara laki-laki dan perempuan) dalam tempat tidur mereka (Najati, M. U. 2005. Psikologi Nabi. Pustaka Hidayah. Bandung. hal 279).

  70. Farida, M.Si berkata:

    Renungan Generasi Muda: Dibalik Peringatan Hari HIV/AIDS
    Oleh: Farida, M.Si
    Dosen STAIN Kudus Jurusan Dakwah Prodi BPI
    (sudah terbit RADAR)
    Negara menjamin dan melindungi hak warga negara mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan kehidupan yang layak. Namun, pada akhirnya upaya penanggulangan HIV/AIDS bukanlah tanggung jawab pemerintah semata. Artinya seluruh lapisan masyarakat terlibat aktif menciptakan lingkungan kondusif bagi upaya penanggulangannya. Se”bagus” apapun upaya pemerintah untuk menanggulangi bahaya HIV/AIDS, namun rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan akan mempercepat lajunya penularan HIV/AIDS.
    Tanggal 1 Desember merupakan peringatan hari HIV/AIDS sejak ditetapkan tahun 1998 lalu. Meskipun diperingati setiap tahun, jumlah penderita HIV/AIDS terus mengalami peningkatan. Bahkan Nafsiah Mboi (Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS) dalam satu kesempatan telah menulis ”Target Penanggulangan AIDS 2015” bahwa sepuluh tahun lalu telah berkomitmen mencapai target pembangunan milenium, karena penanggulangan AIDS adalah salah satu komitmen pembangunan milenium dengan target sangat jelas.
    Penularan HIV melalui hubungan seks beresiko terbukti dapat efektif dihentikan dengan kondom secara konsisten. Oleh karena itu, penggunaan kondom jadi salah satu indikator utama pencapaian pembangunan milenium untuk AIDS. Hal ini tertuang dalam Inpres No 3/2010. Namun penyalahgunaan penggunaan kondom juga perlu diperhatikan. Seperti temuan seorang penulis bernama Aria Ganna Henryanto (mahasiswa Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta) mempunyai pengalaman menarik bahwa model pergaulan remaja di Yogyakarta cukup “bebas”. Pada suatu waktu, Henryanto menemukan alat-alat tes kehamilan berceceran di bilangan jalan Babarsari (salah satu kota di Yogyakarta). Dan tak berselang lama, sebuah kabar menyatakan ditemukan banyak kondom yang menyumbat saluran air toilet dan pada saat malam tahun baru penjualan kondom di apotek-apotek meningkat drastis. Padahal Yogyakarta adalah terkenal sebagai kota pelajar. Temuan Henryanto menunjukkan bahwa aktivitas remaja (pelajar) mengalami pergeseran, tidak lagi hanya berkutat pada diskusi, belajar kelompok, mendengarkan radio dan melihat TV. Tetapi remaja sekarang sudah biasa melakukan kegiatan di luar norma kesusilaan (meskipun tidak semua remaja Yogyakarta melakukannya).
    Akhir-akhir ini muncul keresahan, yaitu jumlah pemuda-pemudi yang ”berdua-duaan” sering dijumpai. Meskipun motif seksual merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Motif inilah yang menciptakan ketertarikan antara laki-laki dan perempuan. Berangkat dari ketertarikan antar jenis ini tercipta sebuah keluarga, yang akan melahirkan keturunan. Dari siklus ini, keberadaan manusia dapat dipertahankan. Alquran telah mengisyaratkan adanya motif seksual yang berfungsi untuk menjaga kelestarian. Allah ta’ala berfirman: ”Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenismu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istrimu itu, anak-anak dan cucu-cucu (QS. 16:72); Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak” (QS. 4:1). Dengan motif seksual yang normal dan sesuai aturan akan menghindarkan seseorang terkena wabah HIV/AIDS atau penanggulangan bahaya AIDS dengan peran agama (selain menggunakan kondom).
    Pandangan Islam, hubungan seksual yang halal antara suami istri bukanlah sekadar untuk mendapatkan kenikmatan dan kepuasan birahi (sehingga tidak diperbolehkan melakukan hubungan seks beresiko yang mengakibatkan AIDS), melainkan lebih bersifat hubungan kasih, cinta, dan kedamaian yang akan menyebabkan manusia merasa aman dan tentram. Bahkan hubungan seksual antara suami dan istri diangkat sampai pada derajat ibadah yang bisa mengantarkan pelakukanya ke dalam surga.
    Penanganan pencegahan HIV/AIDS sebenarnya di mulai sejak dini, bahkan pada generasi muda. Artinya generasi muda perlu mendapatkan informasi yang benar tentang kesehatan seks, hubungan seks berisiko, dan NPZA (narkotik, psikotropika dan zat adiktif). Karena survey terakhir untuk tahu tingkat pengetahuan dasar HIV dikalangan usia 15-24 tahun hanya sekitar 14 persen yang berpengetahuan dasar HIV yang komprehensif. Sehingga generasi muda (remaja) dapat terhindar dari HIV/AIDS, dengan tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum (baik hukum negara, sosial maupun agama)
    Singgih D. Gunarso mengatakan dari segi hukum kenakalan remaja digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum yaitu : (1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diatur dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum; (2) kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa. Menurut bentuknya, Sunarwiyati membagi kenakalan remaja kedalam tiga tingkatan; (1) kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit; (2) kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai motor/mobil tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa izin; (3) kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah, pemerkosaan dan lain-lain.
    Tentang normal tidaknya perilaku kenakalan atau perilaku menyimpang, pernah dijelaskan dalam pemikiran Emile Durkheim (dalam Soerjono Soekanto, 1985). Bahwa perilaku menyimpang atau jahat kalau dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai fakta sosial yang normal dalam bukunya “Rules of Sociological Method” dalam batas-batas tertentu kenakalan adalah normal karena tidak mungkin menghapusnya secara tuntas, dengan demikian perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat, perilaku tersebut terjadi dalam batas-batas tertentu dan melihat pada sesuatu perbuatan yang tidak disengaja. Jadi kebalikan dari perilaku yang dianggap normal yaitu perilaku nakal/jahat yaitu perilaku yang disengaja meninggalkan keresahan pada masyarakat.
    Sebagai generasi penerus dan pengisi kemerdekaan, remaja mempunyai tugas berat untuk menegakkan aturan sesuai dengan nilai-nilai yang ada. Dan nilai dalam Islam terbagi:
    1. nilai positif (wajib) yang apabila dilakukan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan mendapatkan dosa.
    2. semi positif (sunnah) yang lebih baik dikerjakan daripada ditinggalkan.
    3. netral (mubah) yang tidak ada anjuran atau larangan melakukannya.
    4. semi negatif (makruh) yang lebih baik ditinggalkan daripada dikerjakan.
    5. negatif (haram) yang berdosa jika dikerjakan dan berpahala jika ditinggalkan.
    Sehingga generasi muda perlu memperhatikan batasan-batasan nilai, agar terhindar dari bahaya yang mengancam, yaitu HIV/AIDS.
    Generasi muda yang perpegang teguh pada norma agama, akan terhindar dari perilaku amoral/asosial/kriminal. Tidak akan mendekati perilaku-perilaku yang akan menjerumuskan pada dampak negatif dan merugikan, misalnya terjangkit penyakit HIV/AIDS. Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak agar HIV/AIDS tidak menjadi “wabah penyakit yang menakutkan”. Marilah bersama-sama menyadari akan bahaya mengancam di sekitar kita, ketika mau meluangkan waktu sejenak melakukan perenungan atas hari peringatan HIV/AIDS. Sehingga tidak terkesan aktivitas ceremonial, tetapi lebih penting adalah hari peringatan tersebut dapat mengurangi laju “percepatan pengidap HIV/AIDS dan sebagai bentuk pencegahan masal (agar tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS.

  71. Kristoforus Dowa Bili berkata:

    Matur nuwun sanget!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s